Anda di halaman 1dari 8

Seng, cadmium dan raksa termasuk logam blok-d golongan IIB (atau golongan 12).

Kecenderungan bilangan oksidasi logam-logam ini cukup menyimpang dari kecenderungan


biloks logam-logam blok-d pada umumnya. Karakter tahan terhadap oksidasi (logam mulia)
unsur transisi di bagian kanan sistem periodik tiba-tiba hilang pada golongan IIB. Mudahnya
golongan IIB mengalami oksidasi secara kasar berhubungan dengan penurunan energi-energi
orbital pada akhir dari blok-d. walaupun Zn, Cd dan Hg secara khas membentuk kation 2+
mereka tidak memiliki banyak persamaan dengan unsur-unsur logam golongan IIA kecuali untuk
seng dengan Be dan Mg. BeO, Be(OH)
2
, dan BeS memiliki struktur yang sama dengan ZnO,
Zn(OH)
2
dan ZnS. Ada pula kemiripan sifat dalam larutan dan sifat kimia untuk kompleks dari
Zn
2+
dan Mg
2+
. Penyebab utama perbedaan-perbedaan sifat antara ion-ion dari golongan IIA dan
IIB muncul dari tingginya sifat polarisabelitas subkulit d yang terisi penuh dari ion-ion
golongan IIB dibandingkan dengan konfigurasi elektro gas mulia ion-ion dari golongan IIA.
Keberadaan, Isolasi dan Sifat-Sifat Unsur
Kelimpahan unsur-unsur golongan IIB relative rendah (sekitar 10
-6
bagian dari kerak bumi untuk
Zn dan Cd) tetapi unsur-unsur ini telah dikenal sejak lama karena loam-logam ini dapat diperoleh
dengan mudah dari batuan-batuannya.
Banyak bahan mengandung seng, tapi sumber utama seng adalah spalarit (ZnFe)S yang biasanya
terdapat bersama galena, PbS.
Metode isolasi melibatkan flotasi dan pemanggangan. Seng bersama dengan Pb dapat diperoleh
secara simultan dengan metode blast furnace. Cadmium adalah produk sampingan yang biasanya
dipisahkan dari seng dengan destilasi atau pengendapan dari larutan sulfatnya dengan debu Zn.
Logam seng dan cadmium adalah logam padat putih agak mengkilap. Ketiga logam IIB ini
cukup mudah menguap.
Seng elektropositif dan bereaksi dengan asam nonoksidator, melepaskan hidrogen dan
memberikanion divalen. Zn juga larut dalam basa kuat karena kemampuannya membentuk ion-
ion sengkat. Secara umum ditulis sebagai ZnO
2
2-
.
Zn
(s)
+ 2OH
-
(aq)
ZnO
2
2-

Seng bereaksi dengan O
2
jika dipanaskan, memberikan oksida. Ketiga unsur logam golongan IIB
ini bereaksi dengan halgen dan non-logam seperti belerang, fosfor, selenium, dsb.
Seng dapat membentuk banyak aliase, misalnya kuningan (Zn dengan tembaga). NAtrium dan
seng yang diamalgasi sering digunakan sebagai agen pereduksi pada larutan dalam air.
Keadaan Univalen
Sejarah:
Seng ditemukan sejak jaman dahulu, diperkirakan terdapat pada sampel tembaga Mesir awal,
tidak diragukan lagi hanya menunjukkan komposisi bijih lokal, namun logam kuningan Palestina
tertanggal 1400 1000 tahun sebelum Masehi mengandung sekitar 23% Zn dan dipastikan
bahwa pembuatannya adalah dengan pencampuran sejumlah tertentu bijih tembaga dan seng.
Asal mula nama seng (zinc) masih belum jelas, namun kemungkinan berasal dari bahasa Jerman
Zinke yang berarti gigi, dikarenakan penampilan (penampakan) dari logam itu sendiri.
Kelimpahan di alam:
Seng terdapat di alam sebagai bijih atau mineral. Kelimpahan seng sekitar 78 bps, sebagian besar
terdapat dalam bentuk ZnS (yang dikenal dengan nama zinc blende di Eropa dan sphalerite di
Amerika) dan ZnCO
3
(calamine di Eropa, smithsonite di Amerika).
I solasi:
Keberadaan seng di alam sebagai bijihnya memaksa para ahli agar menemukan cara mengisolasi
logam murninya untuk digunakan dalam hal lain. Seng diisolasi dari senyawa sulfidanya. Bijih
seng sulfida dipanggang sehingga menghasilkan oksida ZnO. ZnO ini kemudian diperlakukan
secara elektrolitik maupun dilebur dengan batu bara (kokas). Pada kasus pertama (elektrolitik),
seng dilepaskan dari ZnO mentah dengan penambahan H
2
SO
4
encer. Larutan ZnSO
4
kemudian
dielektrolisis dan didapatkan logam dengan kemurnian 99,95% pada katode aluminium. Berbagai
proses peleburan yang berbeda telah dilakukan untuk memberikan efek dari reduksi ZnO dengan
batu bara.
ZnO + C Zn + CO
Sifat dan Kegunaan:
Seng memiliki beberapa sifat yang menyebabkan ketiganya istimewa. Tabel di bawah ini
menunjukkan ringkasan beberapa sifat dari unsur tersebut.
Sifat-sifat seng, cadmium dan raksa.

Sifat yang paling mencolok dari ketiga logam ini adalah titik lele dan titik didhnya yang rendah.
Raksa menjadi logam yang unik karena berwujud cair pada suhu kamar. Seng dan cadmium
berupa padatan keperakan dengan kilap kebiruan saat baru terbentuk.
Ketiga unsur ini dapat membentuk aliasi dengan logam lain. Unsur-unsur tersebut menunjukkan
sedikit karakteristik dari logam transisi meskiun posisi mereka berada pada blok d dalam tabel
periodic.
Seng memiliki cakupan kegunaan yang luas. Kegunaan yang paling penting, hampir 50% dari
total produksi seng di seluruh dunia adalah sebagai galvanisasi untuk melindungi baja dari
perkaratan. Dengan kata lain, dapat disebut pula sebagai pelapis anti karat. Ini dikarenakan sifat
seng yang tahan karat. Seng bereaksi secara istimewa dengan udara (pertama dengan oksigen,
kemudian dengan CO
2
) membentuk lapisan pelindung yang sangat spesial di sekitar
permukaannya (hampir seperti aluminium). Karena seng membentuk lapisan pelindung ini
dengan sangat cepat, dan karena lapisan ini hampir kedap udara maka logam tidak memiliki
kesempatan untuk berkarat sehingga proses perkaratan seng terhenti hampir seketika.
Senyawa seng:
Seng sulit ditemukan sebagai unsur murninya, kebanyakan ditemukan dalam bentuk mineral,
dengan kata lain unsur ini kebanyakan ditemukan dalam bentuk senyawanya. Ada berbagai
senyawa seng, diantaranya oksida, kalkonida dan halida.



Senyawa oksida:
Pertama akan dijelaskan mengeni oksida. Oksida normal, terbentuk dari masing-masing
unsur dari kelompok ini, adalah MO, dan peroksida MO
2
ditemukan untuk unsur Zn dan
Cd. Oksida lebih rendah yaitu M
2
O ternyata hanyalah campuran dari logam dengan
oksida MO. Sejauh ini, ZnO merupakan hasil olahan seng yang paling penting dan
sebagai hasil sampingan yang tak dapat dihindari dari pembuatan kuningan dengan cara
kuno, ZnO bahkan dikenal lebih dahulu dibandingkan logam seng itu sendiri. ZnO dibuat
dengan membakar uap seng (yang didapatkan dari peleburan dengan batu bara) di udara.
Untuk hasil yang lebih murni dan lebih putih, uap yang digunakan adalah uap yang
berasal dari seng yang telah dimurnikan. ZnO umumnya merupakan senyawa berwarna
putih yang terpisah sempurna dengan struktur wurzite. Kegunaan industri dari ZnO yang
paling banyak adalah pada industry karet dimana ZnO ini mempersingkat waktu
vulkanisasi. Sebagai pigmen dalam produksi cat, ZnO memiliki kelebihan dibandingkan
timah putih tradisional (timah-berkarbon dasar) yaitu tidak beracun dan warnanya tidak
terkotori oleh senyawa sulfur. Namun, ZnO memiliki kekurangan jika dibandingkan
dengan TiO
2
untuk indeks bias yang lebih rendah dan penurunan kekuatan
tersembunyi. ZnO meningkatkan daya tahan kaca sehingga digunakan pada produksi
gelas khusus, enamel dan kaca pelapis. Penggunaan penting lainnya ialahh pada pasta
kosmetik antacid dan farmasi (obat-obatan). Pada industri kimia, ZnO merupakan bahan
awal untuk produk kimia seng lain. Salah satu yang terpenting yaitu sabun (garam dari
asam lemak, misalnya Zn stearat, palmitat, dsb.), digunakan sebagai pengering cat,
penstabil plastik dan sebagai fungisida. ZnO merupakan senyawa amfoter, larut dalam
asam membentuk garam dan dalam basa membentuk zincates, misalnya [Zn(OH)
3
]
-
dan
[Zn(OH)
4
]
2-
. Endapan putih seperti agar-agar yang diperoleh dengan menambahkan basa
ke dalam larutan encer garam Zn
II
merupakan Zn(OH)
2
yang merupakan senyawa
amfoter sama seperti ZnO.
Senyawa kalkonida:
Kalkonida pertama yaitu seng blende, ZnS, merupakan bijih seng yang paling tersebar
luas dan merupakan sumber utama logam seng. Namun ZnS juga ditemukan dalam
bentuk alaminya yang kedua (walaupun lebih langka) yaitu wurtzite yang lebih stabil
pada suhu tinggi. Nama dari mineral ini saat ini juga digunakan sebagai nama struktur
kristalnya. Struktur kristal tersebut merupakan tipe struktur penting yang ditemukan
dalam banyak senyawa AB. Pada kedua struktur, tiap atom Zn terkoordinasi secara
tetrahedral oleh 4 atom S dan tiap atom S terkoordinasi secara tetrahedral dengan 4 atom
Zn. Struktur kedua kristal berbeda signifikan hanya pada tipe close-packing-nya
(jejalannya), yaitu kubus pada zinc-blende dan heksagonal pada wurtzite.

ZnS murni berwarna putih dan seperti ZnO senyawa ini digunakan sebagai pigmen yang
mana kegunaan dari senyawa ini diperoleh bersama dengan BaSO
4
dari larutan ZnSO
4

dan BaS:
ZnSO
4
+ BaS ZnS + BaSO
4

Halida:
Halide seng yang diketahui terdapat pada tabel berikut:
Fluorida Klorida Bromida Iodida
ZnF
2

Putih
(872
o
, 1500
o
)
ZnCl
2
Putih
(275
o
, 756
o
)
ZnBr
2
Putih
(349
o
, 702
o
)
ZnI
2
Putih
(446
o
, d>700
o
)

Dari halida-halida tersebut, dapat terlihat dengan jelas perbedaan seng diflorida dengan
halida yang lain. Titik leleh dan titik didihnya jauh lebih tinggi dibandingkan halida yang
lain, menunjukkan sifat dari senyawa ion yang juga ditunjukkan oleh struktur tiga
dimensinya yang khas (ZnF
2
, 6:3 rutile). ZnF
2
memiliki energi kisi yang tinggi seperti
senyawa florida dari alkali tanah dan hanya sedikit larut dalam air. Diflorida anhidrat
dapat dibuat dengan mereaksikan HF dengan logam Zn.
Halida Zn
II
yang lain secara umum merupakan senyawa higroskopis dan sangat larut
dalam air (~400g per 100cm
3
). Sifat ini sebagian disebabkan oleh terbentuknya ion
kompleks pada larutan. Senyawa halida anhidrat paling baik dibuat melalui metode
kering yaitu dengan mereaksikan logam yang telah dipanaskan dengan HCl, Br
2
atau I
2

yang sesuai. Metode penyiapan basah menghasilkan hidrat yang sebagian telah dikenal.
Sifat ikatan kovalen yang signifikan terlihat dari titih lelehnya yang relatif rendah,
kelarutannya dalam etanol, aseton dan pelarut organik lain, serta dari struktur lapisan-kisi
kristalnya (2D). Dalam semua kasus, senyawa-senyawa ini mungkin diperlakukan
sebagai kisi-terjejal ion halida yang mana ion Zn
II
menempati posisi tetrahedral. Studi
defraksi elektron menunjukkan bahwa ZnX
2
memiliki struktur linear XZnX pada
fase gas.
Larutan ZnCl
2
pekat melarutkan kanji (amilum), selulosa (sehingga tidak bisa disaring
menggunakan kertas), dan sutra. Secara komersial, ZnCl
2
merupaan salah satu senyawa
seng yang penting. ZnCl
2
memiliki kegunaan pada pengolahan tekstil dan (karena saat
dicampurkan ZnCl
2
siap melarutkan

oksida lain) digunakan dalam berbagai fluks (aliran?)
metalurgi serta pada pembuatan semen magnesia untuk tambal gigi.
Senyawa monovalen dan divalent

Setelah mengetahui logam dan senyawanya, hal penting lainnya yang perlu diketahui adalah
pengaruhnya bagi kesehatan manusia. Perbedaan besar terlihat dimana secara biologis Zn
merupakan salah satu logam penting yang diperlukan dalam kehidupan, Cd dan Hg tidak
memiliki manfaat biologis dan justru termasuk unsur yang sangat beracun.
Tubuh manusia dewasa mengandung sekitar 2gr Zn namun walaupun enzim Zn ditemukan di
kebanyakan badan sel, konsentrasinya sangat rendah sehingga fungsi pentingnya lambat disadari.
Dua enzim Zn yang mendapat perhatian penting ialah karboksipeptidase A dan karbonik
anhidrase.
Karboksipeptidase A mengkatalisis hidrolisis ikatan peptide terminal pada protein saat proses
pencernaan.

Enzim ini memiliki berat molekul sekitar 34.000 dan mengandung satu Zn yang terkoordinasi
secara tetrahedral pada dua atom N histidin, satu O karboksil dari residu glutamate, dan satu
molekul air. Mekanisme dari kinerja enzim ini belum dapat ditentukan dengan pasti, namun telah
disetujui bahwa langkah pertamanya adalah koordinasi dari peptide terminal kepada atom Zn
oleh gugus C=O (karboksil). Dengan demikian terjadi polarisasi, membuat atom C menjadi
bermuatan positif dan rentan oleh serangan nukleofilik. Serangan ini kemungkinan dari gugus
OH dari molekul air, diikuti oleh penataan ulang proton dan pemutusan ikatan paptida CN.
Meskipun telah disetujui demikian, mekanisme alternatif yaitu penyerangan oleh gugus karboksil
dari residu glutamat kedua juga dipertimbangkan. Pada beberapa kasus, terdapat bukti bahwa
konformasi dari enzim tersebut menyediakan kantong hidrofobik, dekat dengan Zn, yang
mengakomodasi gugus samping non-polar dari protein terhidrolisis. Protein inilah yang
seluruhnya ditahan pada posisi yang tepat oleh ikatan hidrogen di gugus yang tepat pada enzim.
Karbonil anhidrase merupakan metalloenzim Zn pertama yang ditemukan (tahun 1940) dan
beberapa wujudnya terdistribusi luas pada hewan dan tumbuhan. Enzim ini mengkatalisis reaksi
kesetimbangan:
CO
2
+ H
2
O HCO
3
-
+ H
+

Pada eritrosit (sel darah merah) mamalia, reaksi ke kanan (hidrasi) berlangsung pada saat
pertukaran CO
2
oleh darah di otot, sementara reaksi ke kiri (dehidrasi) berlangsung ketika CO
2

dilepaskan di paru-paru. Enzim karbonil anhidrase ini meningkatkan kecepatan reaksi tersebut
hingga sekitar satu juta kali.
Massa molekul dari enzim ini sekitar 30.000 dan molekul bulat ini mengandung hanya satu atom
seng yang terletak jauh di dalam kantong protein yang mana juga mengandung sejumlah molekul
air yang tersusun dalam susunan yang mirip es (ice-like order). Atom Zn ini terkoordinasi
tetrahedral dengan 3 atom nitrogen imidazol dari residu histidin dan satu molekul air. Lagi-lagi
detil mekanisme pasti dari enzim ini belum dapat dipastikan. Namun, terdapat kemungkinan
bahwa H
2
O yang terkoordinasi terionisasi menghasilkan ZnOH
-
dan nukleofil OH
-
kemudian
bereaksi dengan C dari CO
2
(yang kemungkinan ditahan pada posisi yang tepat oleh ikatan
hidrogen di kedua atom oksigennya) menghasilkan HCO
3
-
. Ini ekivalen dengan penggantian
hidrasi CO
2
dengan H
2
O yang lambat dengan reaksi yang lebih cepat:
CO
2
+ OH
-
HCO
3
-
Reaksi ini normalnya memerlukan pH yang tinggi. Keikutsertaan enzim tersebut dianggap
menyediakan lingkungan yang sesuai di dalam kantong protein sehingga mengijinkan terjadinya
disosiasi H
2
O pada pH 7 (yang sebenarnya terlalu rendah).
Fungsi lain Zn yang baru-baru ini ditemukan yaitu seng ada pada protein yang bertanggung
jawab untuk mengenali urutan basa di DNA dan mengatur perpindahan informasi pada saat
replikasi DNA. Protein yang disebut jari seng (zinc-finger protein) mengandung masing-
masing 9 hingga 10 ion Zn
2+
. Zn ini terkoordinasi ke 4 asam amino yang menstabilkan jari
yang menonjol pada protein. Protein ini membungkus untaian ganda DNA, masing-masing jari
terikat dengan DNA, jarak dari masing-masing jari tersebut sesuai dengan urutan basa pada DNA
dan memastikan urutan basa yang tepat.