Anda di halaman 1dari 2

GINKGO BILOBA MEMPERBAIKI DAYA INGAT SIAPA?

(Senin, 20 Mei 2002) - Kontribusi dari Ali Khomsan


Seorang ekskutif muda mengaku bahwa dia merasa terbantu daya ingatnya setelah minum ginkgo biloba. Sementara
seorang Bapak menyatakan bahwa anak-anaknya yang masih sekolah juga rajin mengkonsumsi ginkgo biloba, dengan
harapan agar mereka bisa lebih mudah mengikuti pelajaran di sekolah karena ginkgo biloba akan melancarkan
peredaran darah di otak. Sejauh mana ginkgo biloba ini penting bagi kaum muda? Dan benarkah dengan minum ginkgo
biloba, maka daya ingat menjadi lebih tajam?
Ginkgo adalah nama tanaman hias besar yang tumbuh subur di daerah beriklim sedang mulai dari daratan Eropa sampai
Amerika Serikat. Daun-daunnya terbagi menjadi dua lobus, oleh karena itu namanya sering disebut dengan tambahan
kata biloba. Ginkgo memang mempunyai kemampuan untuk memperbaiki peredaran darah.
Gangguan peredaran darah sebenarnya lebih sering menimpa orang lanjut usia yang pembuluh darahnya sebagian
telah kaku dan tersumbat. Prevalensi orang muda yang mengalami gangguan peredaran darah tentu tidak sebesar
orang lanjut usia.
Ginkgo mempunyai kemampuan menerobos pembuluh darah yang paling sempit dan paling kecil untuk memberi makan
jaringan yang kekurangan oksigen di otak, jantung, dan bagian tubuh lainnya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa
ginkgo mempunyai aktivitas antioksidan. Seperti halnya vitamin E, maka ginkgo dapat melumpuhkan radikal-radikal
bebas yang sering merusak sel tubuh. Dr Drieu dalam penelitiannya menemukan fungsi ginkgo untuk meremajakan sel-
sel otak yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin.
Seiring dengan meningkatnya usia, kemampuan tubuh untuk mendapatkan oksigen dalam aliran darah semakin
berkurang. Padahal oksigen ini merupakan makanan otak untuk dapat berfungsi dengan baik.
Di dalam British Journal of Clinical Pharmacology (1992) dikutip studi di Jerman yang dilakukan pada tahun 1991
terhadap 99 pasien lanjut usia yang telah menderita gangguan otak selama lebih dari dua tahun. Setelah tiga bulan
mengkonsumsi ginkgo, maka 72% mengalami perbaikan dibandingkan hanya 8% yang mengkonsumsi tablet plasebo (pil
bohongan). Dosis efektif sebagaimana diterapkan dalam studi tersebut adalah 120 mg setiap hari.
Ginkgo tampaknya lebih manjur untuk orang-orang lanjut usia yang memang sudah mengalami kemunduran fungsi otak.
Bagi orang muda yang sel-sel tubuhnya masih optimal, termasuk sel-sel otaknya, tentu tidak terlalu membutuhkan
ginkgo. Penelitian yang dilakukan di Italia membuktikan bahwa ekstrak ginkgo dapat meningkatkan aliran darah di otak
sebesar 70% pada orang lanjut usia, tetapi untuk orang-orang yang lebih muda (30-50 tahun) peningkatan tersebut
hanya sekitar 20%. Temuan lainnya adalah bahwa ginkgo memerlukan waktu yang lebih panjang untuk menunjukkan
khasiatnya pada orang-orang muda.
Ginkgo dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk menekan radikal bebas. Radikal bebas adalah elektron yang tidak
berpasangan, dan dalam rangka mencari pasangannya tersebut dia merusak sel-sel tubuh. Radikal bebas terdapat di
alam, khususnya di lingkungan yang mengalami polusi udara. Mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta dan
setiap hari menghisap asap kendaraan umum berpeluang besar untuk menjadi korban radikal bebas. Kaum muda yang
mempunyai kebiasaan merokok berarti dia menciptakan radikal bebas di sekitarnya. Proses penuaan dini terjadi karena
orang berada dalam lingkungan yang dipenuhi radikal bebas. Menu makanan yang kaya antioksidan merupakan
penangkal ampuh untuk mencegah akibat buruk dari radikal bebas. Beberapa jenis vitamin dikenal sebagai sumber
antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, dan vitamin A. Vitamin-vitamin tersebut banyak terdapat dalam buah-buahan,
kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau tua. Minuman teh juga mengandung antioksidan kuat yaitu katekin, baik
dalam teh hijau maupun teh hitam.
Dosis ginkgo 120 mg per hari atau lebih diketahui mendatangkan efek sampingan mual dan pusing pada sebagian
orang. Disarankan agar konsumsi ginkgo dimulai dengan dosis rendah sehingga terhindar dari efek sampingan tersebut.
Juga dianjurkan untuk menghubungi dokter bila mengalami gangguan akibat minum ginkgo.
Kesibukan pekerjaan sebenarnya tidak harus melalaikan kita untuk selalu memperhatikan asupan gizi. Sesibuk apapun
orang bekerja di kantor, biasanya tersedia jeda waktu 0,5-1 jam di siang hari untuk sekedar beristirahat dan makan
siang. Oleh karena itu gunakan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memberi makan sel-sel tubuh yang sudah
kelaparan karena gula darah yang mulai menurun.
Bila pola makan kita teratur maka sebenarnya berbagai health foods supplement nyaris tidak diperlukan oleh tubuh kita.
Kebutuhan akan energi, protein, lemak, vitamin dan mineral dapat dengan mudah bisa dipenuhi bila kita mengatur pola
makan sehari-hari dengan baik.
Sayang sekali, banyak kendala yang harus dihadapi ketika orang bersiap-siap untuk mulai makan teratur. Pagi hari
mereka sudah harus meninggalkan rumah dan berangkat bekerja, bahkan ketika matahari belum lagi terbit. Terpaksa
mereka meninggalkan sarapan pagi di rumah. Demikian pula siang hari, mereka sering mengabaikan makan siang
karena pekerjaan yang masih bertumpuk sehingga makan siang baru dilakukan sore hari. Malam hari badan sudah
merasa kelelahan dan akhirnya berangkat tidur tanpa makan malam.
http://kolom.pacific.net.id/ind - *** Kolom Pakar PInter*** Powered by Pacific Link Generated: 14 October, 2013, 01:25
Hidup dengan pola makan tidak teratur dan disertai dengan stres pekerjaan serta stres lingkungan yang tinggi akan
membuat tubuh menjadi rentan terhadap proses penuaan dini. Sel-sel kulit lebih mudah keriput dan akhirnya banyak
orang muda yang kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya.
Pola makan orang Asia biasanya menekankan makan siang sebagai makan terpenting dan terlengkap. Sebaliknya orang
Barat lebih mementingkan makan malam. Bagi kaum eksekutif muda dengan kesibukan yang tinggi, barangkali pola
makan ala Barat bisa diterapkan. Makan pagi dengan sereal plus susu dan sari buah, makan siang dengan menu tidak
terlalu berat sehingga bisa diselesaikan dalam waktu singkat, dan makan malam dengan menu terbaik. Yang penting
adalah makan siang jangan terlalu didominasi oleh fast food.. Telah banyak disadari bahwa meski fast food adalah
makanan bergizi namun konsumsi terlalu sering dapat menimbulkan ketidakseimbangan gizi karena umumnya fast food
miskin sayuran yang merupakan sumber serat dan terlalu tinggi protein untuk setiap porsinya. Di samping itu fast food
juga diperkirakan tinggi natrium.
Menyadari akan ketidakteraturan hidup dan pola makan, mendorong para kaum eksekutif muda untuk mengkonsumsi
suplemen-suplemen yang diklaim akan mengembalikan stamina dan fungsi otak.. Ditambah dengan unsur sugesti maka
lengkaplah ketergantungan kaum muda ini dengan berbagai health foods supplement.
Sebenarnya bagi orang-orang yang selalu memperhatikan konsumsi gizinya, tidak berlebihan dan tidak kekurangan,
maka mereka mempunyai peluang untuk hidup lebih sehat meski tanpa mengkonsumsi suplemen. Gizi seimbang juga
harus disertai gaya hidup yang baik seperti menghindari stres, mengendalikan amarah, dan hidup di lingkungan alam
yang bersih. Stres diketahui akan mengurangi efektivitas pemanfaatan antioksidan di dalam tubuh, demikian pula
amarah yang meledak akan menguras cadangan antioksidan. Nasihat orang tua: jangan suka marah nanti cepat tua
ternyata ada benarnya. Antioksidan yang terkuras ketika kita marah akan mempercepat proses penuaan dini.
http://kolom.pacific.net.id/ind - *** Kolom Pakar PInter*** Powered by Pacific Link Generated: 14 October, 2013, 01:25