Anda di halaman 1dari 14

Apa itu

DTP-HB-Hib..??
Difteri adalah penyakit menular pada
saluran pernafasan atas, yang ditandai
dengan sakit tenggorokan, demam
rendah, dan membran patuh (sebuah
pseudomembran) pada amandel, faring
dan / atau rongga hidung.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri
Corynebacterium diphtheriae.
Difteri
Tetanus yang juga dikenal dengan lockjaw
merupakan penyakit menular yang
disebabkan oleh neurotoksin yang
diproduksi oleh bakteri Clostridium tetani
yang menginfeksi sistem urat saraf dan
otot, sehingga saraf dan otot menjadi
kaku.



Tetanus
Pertusis (batuk rejan) adalah penyakit
menular yang menyerang saluran
pernafasan yang ditandai dengan batuk
keras yang tidak terkontrol yang
menyebabkan kesulitan bernafas.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri
Bordetella pertussis.



Pertusis
Penyakit Hepatitis B adalah penyakit
peradangan yang menyerang hati dan
dapat bersifat akut, menahun yang dapat
mengakibatkan terjadinya pengerasan
hati (sirosis) atau kanker hati.

Penyakit Hepatitis B disebabkan oleh virus
Hepatitis B

Hepatitis B
Penyakit Haemophilus influenzae tipe B (Hib) merupakan
penyakit menular karena infeksi bakteri Hib yang dapat
menyebabkan:
Pneumonia (infeksi paru-paru)
Meningitis (infeksi selaput keliling otak & saraf punggung)
Epiglotitis (bengkak parah epiglotis di belakang tenggorok)
Osteomielitis (infeksi tulang dan sendi)
Selulitis (infeksi jaringan bawah kulit, biasanya pada muka)

Penyakit Hib merupakan penyebab utama meningitis di
kalangan anak-anak di bawah usia lima tahun.

Haemophilus influenzae tipe B
Bagaimana Cara
Mencegahnya..?
DESKRIPSI
Vaksin berupa suspensi homogen yang mengandung toksoid tetanus dan difteri murni,
bakteri pertusis inaktif, antigen permukaan hepatitis B (HBsAg) murni yang tidak infeksius,
dan komponen Hib sebagai vaksin bakteri sub unit berupa kapsul polisakarida Hib tidak
infeksius yang dikonjugasikan kepada protein toksoid tetanus.

KOMPOSISI
Tiap dosis (0,5 mL) mengandung :

Toksoid Difteri murni 20 Lf ( 30 IU)
Toksoid Tetanus murni 5 Lf ( 60 IU)
B. pertussis inaktif 12 OU ( 4 IU)
HBsAg 10 mcg
Konjugat Hib 10 mcg

INDIKASI
Vaksin digunakan untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan),
hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b secara simultan.

CARA PEMBERIAN
Vaksin harus disuntikkan secara intramuskular. Penyuntikan sebaiknya dilakukan pada
anterolateral paha atas. Penyuntikan pada bagian bokong anak dapat menyebabkan luka
saraf siatik dan tidak dianjurkan. Suntikan tidak boleh diberikan ke dalam kulit karena dapat
meningkatkan reaksi lokal. Satu dosis anak adalah 0,5 mL.

JADWAL IMUNISASI









Pentabio (Vaksin DTP-HB-Hib) TIDAK BOLEH digunakan pada bayi yang baru lahir.

Pemberian dosis pertama diikuti oleh dua dosis berikutnya yang diberikan dengan jarak 4
minggu.
Vaksin ini aman dan efektif diberikan bersamaan dengan vaksin BCG, campak, polio (OPV
atau IPV),yellow fever dan suplemen vitamin A. Jika vaksin ini diberikan bersamaan dengan
vaksin lain, harus disuntikkan pada lokasi yang berlainan. Vaksin ini tidak boleh dicampur
dalam satu vial atau syringe dengan vaksin lain.

Lima perlindungan dalam satu kemasan

Mudah digunakan karena vaksin Hib sudah tergabung
dalam bentuk cairan

Efisiensi biaya, karena menghemat jumlah kunjungan
dan penggunaan jarum suntik

Menurunkan angka drop out


Keuntungan Pentabio
Resume hasil uji klinis
Vaksin imunogenik dan aman untuk digunakan dalam
program imunisasi pada bayi.
Lindungi keluarga Anda
dengan Vaksinasi
Informasi lebih lanjut, hubungi:

Marketing Division
PT Bio Farma (Persero)
Jl. Pasteur No. 28 Bandung 40161
Tel. 022 2033755
Fax. 022 2037457