Anda di halaman 1dari 39

ANALISIS FISIKA

Besaran-besaran analisis fisika


Analisis Fisika Klasik

Oleh
Moh. Hayat


Akademi Kimia Analisis 2014
BESARAN ANALISIS FISIKA
Besaran-besaran Analisis Fisika
Besaran-besaran yang terlibat dalam Analisis
Fisika berkaitan dengan sifat-sifat fisika dari
material.
Sifat Fisika dari suatu material didefinisikan
sebagai perilaku material dalam merespon
pengaruh lingkungan dan gaya eksternal
Sifat Fisika Bahan
Sifat-sifat fisika bahan yang terlibat antara lain
adalah :
Sifat Mekanik merespon gaya mekanik :
kekuatan, modulus, dll
Sifat Listrik dan Magnet merespon medan
listrik dan magnet : konduktivitas, dll
Sifat Termal berkaitan dengan hantaran dan
kapasitas panas
Sifat Optis termasuk absorpsi, transmisi, dan
hamburan cahaya
Stabilitas Kimia respon bahan ketika kontak
dengan lingkungan : ketahanan korosi, dll


Analisis Sifat-Sifat Material
Apakah komponen dalam suatu produk
memiliki daya tahan yang baik terhadap tekanan
mekanis?
Apakah suatu produk harus memiliki
konduktivitas listrik yang baik atau sebaliknya
harus mampu menahan arus listrik?
Apakah mampu menghantar panas? Dapat
mentransmisikan cahaya?
Apakah....? Apakah....?
Manfaat
Pengetahuan mengenai sifat-sifat material
dibutuhkan untuk:
Menentukan material yang sesuai dengan
kebutuhan desain produk.
Menentukan proses manufaktur yang sesuai.
Optimasi kondisi proses untuk meningkatkan
nilai ekonomis.

Sifat-sifat Fundamental
Characteristic Behavior Property Units
Strength strong, weak ultimate strength MPa (ksi)
Elastic strength elastic then plastic yield strength MPa (ksi)
Stiffness flexible, rigid modulus of elasticity MPa (Mpsi)
Ductility draws, forms easily
% elongation,
% area reduction
dimensionless
Hardness resists surface
indentation
Brinell No. MPa (ksi)
Corrosion resistance

resists chemicals,
oxidation
galvanic series activity
number

Characteristic Behavior Property Units
Fatigue resistance endures many load cycles endurance limit MPa (Mpsi)
Conductivity
(heat, electric)
conducts, insulates
thermal
conductivity
electrical
conductivity
(Btu/hr) / (F-ft),
Mhos
Creep resistance time dependent
stretching
creep strength MPa (ksi)
Impact resistance shock, impact loads Charpy energy N-m, (ft-lbs)
Density (mass)
Density (weight)
heavy, light
mass density
weight density
kg/m
3
, (slugs/ft
3
)
N/m
3
, (lbs/ft
3
)
Temperature tolerance softens, or melts easily melting point degrees C, F

Sifat Fisika dalam Manufaktur
Merupakan parameter penting dalam
manufaktur karena memberikan pengaruh
terhadap kinerja proses.
Contoh:
Dalam mesin, sifat termal material kerja
menentukan cutting temperatur, yang akan
berimbas pada berapa lama peralatan dapat
digunakan sebelum akhirnya rusak.
Dalam industri mikroelektronik, sifat listrik
silikon dan bagaimana sifat-sifat tersebut
dipengaruhi proses kimia dan fisika merupakan
basis dari industri semikonduktor.
ANALISIS FISIKA KLASIK
Beberapa Analisis Fisika Klasik Penting
1. Densitas
2. Ekspansi Termal
3. Sifat Pelelehan
4. Kalor Jenis
5. Konduktivitas Termal
6. Sifat Listrik
7. Elektrokimia
1. Densitas
Didefinisikan sebagai massa per unit volume


Memiliki satuan g/cm
3
, kg/l, kg/m
3

Ditentukan oleh nomor atom dan faktor-faktor
lainnya seperti jari-jari atom dan atomic
packing
Dipengaruhi oleh suhu
Beberapa Pengertian
Pengertian yang berhubungan dengan kerapatan
Densitas
Massa Jenis
Berat Jenis
Kerapatan Relatif : kerapatan suatu material
dibandingkan dengan material lain yang
dijadikan standar, tidak memiliki satuan.
Specific gravity : densitas suatu material
dibandingkan dengan densitas air pada suhu
4
o
C, karena merupakan perbandingan, SG tidak
memiliki satuan.

Pentingnya Densitas
Merupakan salah satu pertimbangan penting
dalam penentuan material untuk suatu aplikasi,
tapi biasanya bukan merupakan satu-satunya
karakteristik yang dipertimbangkan.
Strength (kekuatan) juga merupakan sifat yang
penting. Kedua sifat tersebut seringkali
dihubungkan sebagai strength -to -weight ratio,
yaitu tensile strength dibagi dengan densitas.
Merupakan rasio yang sering digunakan untuk
membandingkan material dalam industri pesawat
terbang, otomotif, dan produk lain yang
memperhatikan bobot dan energi.


2. Ekspansi Termal
Densitas dari suatu material merupakan fungsi
temperatur.
Secara umum, densitas suatu material akan
turun terhadap kenaikan temperatur.
Volume per satuan massa naik terhadap
kenaikan temperatur.
Ekspansi termal merupakan istilah yang
menggambarkan pengaruh temperatur terhadap
densitas.
Diukur sebagai koefisien ekspansi termal, .
Koefisien Ekspansi Termal
Perubahan panjang per derajat temperatur,
misalnya mm/mm/
o
C.
Rasio perubahan panjang lebih disukai
dibandingkan perubahan luas atau volume
karena lebih mudah diukur dan diaplikasikan.
Ditentukan dengan persamaan :
L
2
- L
1
= L
1
(T
2
- T
1
)
dimana :
adalah koefisien ekspansi termal;
L
1
dan L
2
merupakan panjang awal dan panjang
akhir pada temperatur T
1
dan T
2

Ekspansi Termal dalam Manufaktur
Ekspansi termal digunakan dalam shrink fit dan
expansion fit assemblies.
Satu bagian logam dipanaskan untuk
memperbesar ukuran atau didinginkan untuk
memperkecil agar dapat dimasukkan satu sama
lain.
Ketika bagian tersebut kembali ke temperatur
semula, akan terbentuk sambungan yang kuat.
Ekspansi termal dapat menimbulkan masalah
pada proses heat treatment dan welding, karena
kedua proses tersebut dapat menghasilkan
thermal stress.
3. Sifat Pelelehan
Titik leleh (melting point) dari suatu unsur
merupakan temperatur terjadinya perubahan
wujud unsur murni dari padat menjadi cair.
Perubahan sebaliknya (dari cair menjadi padat)
terjadi pada temperatur yang sama dan disebut
titik beku (freezing point).
Agar perubahan wujud dari padat menjadi cair
tersebut dapat terjadi pada T
m
dibutuhkan kalor
yang disebut Heat of fusion.

Pelelehan Logam Alloy
Tidak seperti logam murni, kebanyakan alloy
tidak memiliki titik leleh tunggal.
Pelelehan dapat terjadi pada beberapa titik
tahapan. Temperatur mulai terjadinya
pelelehan disebut solidus, dan temperatur saat
semua alloy telah meleleh disebut liquidus.
Di antara kedua temperatur tersebut, alloy
merupakan campuran antara logam padat dan
lelehan logam.
Pengecualian : eutectic alloy yang meleleh (dan
membeku) pada temperatur tunggal.
Pelelehan pada Material Nonkristalin
Pada material nonkristalin (misalnya gelas),
terjadi transisi gradual dari wujud padat hingga
menjadi wujud cair.
Padatan akan melunak perlahan-lahan jika
temperatur naik, dan akan mencair keseluruhan
pada melting point.
Selama pelunakan, material akan semakin
plastis (sifat plastis mengalami peningkatan)
hingga mendekati melting point.
Pelelehan dalam Manufaktur
Metal casting logam dilelehkan dan
dituangkan dalam cetakan. Logam dengan
melting point lebih rendah umumnya lebih
mudah dicasting.
Plastic molding- karakteristik pelelehan polimer
merupakan sifat penting pada proses
pembentukan hampir semua polimer.
Sintering Serbuk Logam proses sintering
dilakukan pada temperatur mendekati melting
point untuk membentuk ikatan pada serbuk.
4. Kalor Jenis
Banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk
menaikkan temperatur satu satuan massa dari
suatu material sebanyak satu derajat.
Untuk menentukannya dapat digunakan
persamaan:
H = c m (T
2
- T
1
)
dimana :
H = jumlah kalor yang dibutuhkan;
c = kalor jenis material;
m = massa;
(T2 - T1) = perubahan temperatur.

Kalor Jenis Volumetrik
Banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk
menaikkan temperatur satu satuan volume dari
suatu material sebanyak satu derajat.
Dapat diperoleh dari perkalian densitas ()
dengan kalor jenis (c)
Kalor Jenis Volumetrik = c
dimana :
: densitas
c : kalor jenis

5. Konduktivitas Termal
Konduksi termal adalah perpindahan energi
panas melalui suatu material dari satu molekul
ke molekul berikutnya, murni melalui
pergerakan panas tanpa disertai perpindahan
massa.
Konduktivitas termal dari suatu material
merupakan kemampuan untuk memindahkan
panas melalui mekanisme tersebut.
Diukur sebagai koefisien konduktifitas termal, k
(J/s mm
o
C).
Umumnya bernilai tinggi pada logam, rendah
pada keramik dan plastik.

Difusivitas Termal
Lebih umum digunakan untuk analisis
perpindahan panas
Merupakan rasio konduktivitas termal terhadap
kalor jenis volumetrik.


dimana :
K : difusivitas Termal
k : konduktifitas termal
: densitas
c : kalor jenis

Sifat Termal dalam Manufaktur
Merupakan faktor penting dalam manufaktur,
karena banyak proses yang menghasilkan panas
sebagai efek samping.
Pada beberapa kasus, panas merupakan energi
yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu
proses. Misalnya : perlakuan panas, sintering
serbuk logam dan keramik.
Pada kasus yang lain, panas muncul selama
proses. Contoh : cold forming logam.
6. Sifat Listrik
Rekayasa material menghasilkan beragam
material yang memiliki sifat konduksi listrik
yang beragam.
Aliran arus listrik dihasilkan dari pergerakan
pembawa muatan partikel kecil yang
memiliki muatan listrik.
Dalam padatan, pembawa muatan adalah elektron
dan hole.
Dalam larutan pembawa muatan adalah ion
positif dan negatif.
Pergerakan partikel pembawa muatan
disebabkan oleh adanya beda potensial listrik.
Aliran tersebut dihambat oleh karakteristik
internal material, seperti struktur atom dan
ikatan antar atom dan molekul.
Hukum Ohm :


dimana I = arus, A; E = beda potensial, V; dan R
= hambatan listrik,
Hambatan Listrik
Hambatan listrik dari suatu material yang
memiliki penampang teratur (misalnya kawat
logam) bergantung pada panjang L, luas
penampang A, dan resistivitas material



dimana resistivitas memiliki satuan m
2
/m
atau m
Resistivitas
Sifat yang menggambarkan kemampuan
material untuk menghambat arus listrik.
Nilai resistivitas material tidak konstan; tetapi
bervariasi terhadap temperatur.
Untuk logam, resistivitas meningkat terhadap
kenaikan temperatur. Perubahan terhadap
temperatur dapat dihitung dari persamaan :
Konduktivitas
Seringkali lebih nyaman untuk melihat
karakteristik material dari kemampuannya
dalam menghantar arus, bukan
menghambatnya.
Konduktivitas dari suatu material secara
sederhana merupakan kebalikan dari
resistivitas.



dimana konduktivitas memiliki satuan (m)
-1

Rekayasa Material dan Kelistrikan
Logam merupakan konduktor listrik terbaik,
karena ikatan logamnya.
Sebagian besar keramik dan polimer, yang
elektronnya terikat kuat dalam ikatan kovalen
dan/atau ionik, merupakan konduktor yang
buruk.
Material-material tersebut digunakan sebagai
isolator listrik karena memiliki resistivitas yang
tinggi.
Semikonduktor
Merupakan material yang dalam kondisi normal
bersifat isolator, namun setelah menerima
energi dari luar dapat bersifat konduktor.
Material semikonduktor yang paling umum
adalah silikon. Digunakan secara besar-besaran
dikarenakan kelimpahannya yang besar di bumi,
proses yang mudah dan murah.
Partikel pembawa muatan dalam semikonduktor
adalah elektron dan hole.
Sifat Listrik dalam Manufaktur
Electric discharge machining penggunaan
energi listrik untuk membentuk loncatan listrik
untuk membuang lapisan pengotor dari logam.
Dalam proses welding, seperti arc welding dan
resistance spot welding, digunakan energi listrik
untuk melelehkan sambungan logam.
Kemampuan semikonduktor yang unik dapat
digunakan sebagai basis pembuatan IC dan
industri mikroelektronik.
7. Elektrokimia
Berkaitan dengan sifat kelistrikan dan
pengaruhnya terhadap zat-zat kimia.
Sebagian besar mempelajari perubahan kimiawi
yang disebabkan oleh adanya arus listrik dan
timbulnya kelistrikan karena adanya reaksi
kimia.
Elektrokimia didasarkan pada reaksi redoks.
Sifat khas dari reaksi redoks adalah adanya
transfer elektron dan dapat ditempatkan dalam
suatu sel elektrokimia.
Korosi
Karat merupakan oksidasi spontan
Banyak logam memiliki potensial reduksi lebih
kecil dari potensial reduksi O
2

Fe Fe
+2

+2e
-
E= 0.44 V
O
2
+ 2H
2
O + 4e
-
4OH
-
E= 0.40 V
Fe
+2
+ O
2
+ H
2
O Fe
2
O
3
+ H
+



Air
Karat
Besi melarut
Fe Fe
+2
e
-
O
2
+ 2H
2
O +4e
-
4OH
-
Fe
2+
+ O
2
+ 2H
2
O Fe
2
O
3
+ 8 H
+
Fe
2+