Anda di halaman 1dari 20

Referat

PSIKOGERIATRI
Andita Putri I1A009038
Herdiko Shalatin I1A009046
Ro! "ati#ah I1A009048
$% &end! $ulia Rah#an I1A00908'
&iah A!u P I1A006061
Pe#(i#(in)*
dr% Tuti Hida!ati
+a)ian,-P" Il#u Keehatan .i/a0 RS-& Sa#(an) 1ihu#2"akulta
Kedokteran -ni3erita 1a#(un) $an)kurat
+an4ar#ain
Se5te#(er 6013
Kata Pen)antar
Puji syukur ke hadirat Tuhan YME yang telah memberikan rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Referat mengenai Piko)eriatri tepat pada
waktunya.
Referat ini disusun untuk memenuhi tugas ujian pada bagian/P! "lmu #esehatan
$iwa% R&' &ambang (ihum-!akultas #ed)kteran ni*ersitas (ambung Mangkurat
+anjarmasin. 'alam kesempatan ini penulis mengu,apkan terima kasih kepada
pembimbing dr. yang telah membimbing% memberikan saran dan mengarahkan
pembuatan referat ini agar menjadi semakin baik.
Penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari kesempurnaan% akan tetapi
penulis berharap tinjauan pustaka ini bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan.
+anjarbaru% &eptember -./0
Penulis
ii
&A"TAR ISI
1alaman
12(2M2N 'EP2N ................................................................................
i
#2T2 PEN32NT2R 4...........................................................................
ii
'2!T2R "&" 4444.............................................................................
iii
+2+ ". PEN'21(2N..................................................................
/
+2+ "". T"N$22N P&T2#2
-
+2+ """. #E&"MP(2N.......................................................................
/5
'2!T2R P&T2#2
iii
+A+ I
PE7&AH-1-A7
Psik)geriatri atau psikiatri geriatri adalah ,abang ilmu ked)kteran yang
memperhatikan pen,egahan% diagn)sis% terapi gangguan fisik dan psik)l)gik atau
psikiatrik pada lanjut usia. &aat ini disiplin ini sudah berkembang menjadi suatu
,abang psikiatri% anal)g dengan psikiatri anak. 'iagn)sis dan terapi gangguan mental
pada lanjut usia memerlukan pengetahuan khusus% karena kemungkinan perbedaan
dalam manifestasi klinis% pat)genesis dan pat)fisi)l)gi gangguan mental antara
pat)genesis dewasa muda dan lanjut usia. !akt)r penyulit pada pasien lanjut usia juga
perlu dipertimbangkan% antara lain sering adanya penyakit dan ke,a,atan medis
kr)nis penyerta% pemakaian banyak )bat 6p)lifarmasi7 dan peningkatan kerentanan
terhadap gangguan k)gnitif 6/%-%0%87.
&ehubungan dengan meningkatnya p)pulasi usia lanjut perlu mulai
dipertimbangkan adanya pelayanan psik)geriatri di rumah sakit yang ,ukup besar.
+angsal akut% kr)nis dan day hospital% merupakan tiga layanan yang mungkin harus
sudah sudah mulai difikirkan 697.
/
+A+ II
PE$+AHASA7
A% Ri/a!at 5ikiatrik
+isa didapatkan dari al)- atau )t)- anamnesis. Riwayat psikiatrik lengkap
termasuk identifikasi awal 6nama% usia% jenis kelamin% status perkawinan7% keluhan
utama% riwayat penyakit sekarang% riwayat penyakit dahulu 6termasuk gangguan fisik
yang pernah diderita 7% riwayat pribadi dan riwayat keluarga. Pemakainan )bat
6termasuk )bat yang dibeli bebas7. yang sedang atau pernah digunakan penderita juga
penting untuk diketahui.
Penderita yang berusia diatas 59 tahun 6atau di atas 5. tahun di 2sia7 sering
memiliki keluhan subyektif adanya gangguan daya ingat yang ringan% seperti tidak
dapat mengingat kembali nama )rang atau keliru meletakkan benda-benda. 3angguan
daya ingat yang berhubungan dengan usia tersebut perlu dibedakan dengan adanya
ke,emasan pada saat dilakukan pemeriksaan atau wawan,ara. Riwayat medis
penderita harus meliputi semua penyakit berat% terutama gangguan kejang% kehilangan
kesadaran% nyeri kepala% masalah penglihatan dan kehilangan pendengaran. Riwayat
penggunaan alk)h)l dan pemakaian :at yang lama perlu diketahui karena bisa
menyebabkan kelainan saat ini 60%8%5%;%<7.
Riwayat keluarga harus termasuk penjelasan tentang sikap )rang tua penderita
dan adaptasi terhadap ketuaan mereka. $ika mungkin inf)rmasi tentang kematian
)rang tua% riwayat gangguan jiwa dalam keluarga.
-
&ituasi s)sial penderita sekarang harus dinilai. &iapa yang harus merawat
penderita% apakah penderita mempunyai anak. +agaimana karakteristik hubungan
)rang tua-anak. Riwayat s)sial ek)n)mi dipakai untuk menilai peran ek)n)mi dalam
mengel)la pemyakit penderita dalam membuat anjuran terapi yang realistik 69%<7.
Riwayat perkawinan% termasuk penjelasan tentang pasangan hidup dan
karakteristik hubungan. $ika penderita adalah janda atau duda% harus digali bagaimana
rasa duka ,itanya dulu saat ditinggal mati )leh pasanganya. $ika kehilangan pasangan
hidup terjadi dalam satu tahun terakhir% penderita dalam keadaan resik) tinggi
mengalami peristiwa fisik atau psik)l)gik yang merugikan 657.
Riwayat seksual penderita termasuk akti*itas seksual% )rientasi libid)%
mastrubasi% hubungan gelap diluar perkawinan dan gejala disfungsi seksual 657.
+% Pe#erikaan Pikiatrik 5ada uia lan4ut
Penggalian riwayat psikiatrik dan pemeriksaan status mental pada penderita
usia lanjut harus mengikuti f)rmat yang sama dengan yang berlaku pada dewasa
muda. #arena tingginya pre*alensi gangguan k)gnitif pada usia lanjut% d)kter atau
,al)n d)kter harus menentukan apakah penderita mengerti sifat dan tujuan
pemeriksaan. $ika penderita mengalami gangguan k)gnitif% riwayat pra-m)rbid dan
riwayat sakit harus didapatkan dari angg)ta keluarga atau mereka yang merawatnya.
Namun% penderita juga tetap harus diperiksa tersendiri 6walaupun terlihat adanya
gangguan yang jelas7 untuk mempertahankan pri*asi hubungan d)kter dan penderita
dan untuk menggali adakah pikiran bunuh diri atau gagasan paran)id dari penderita
0
yang mungkin tidak diungkapkan dengan kehadiran sanak saudara atau se)rang
perawat 6;%<7.
8% Pe#erikaan tatu #ental
Pemeriksaan status mental meliputi bagaimana penderita berfikir 6pr)ses pikir7%
merasakan dan bertingkah laku selama pemeriksaan. #eadaan umum penderita adalah
termasuk penampilan% akti*itas psik)m)t)rik% sikap terhadap pemeriksaan dan
akti*itas bi,ara.
3angguan m)t)rik% antara lain gaya berjalan menyeret% p)sisi tubuh
membungkuk% gerakan jari seperti memilin pil% trem)r dan asimetris tubuh perlu
di,atat. +anyak penderita depresi mungkin lambat dalam bi,ara dan gerakannya.
=ajah seperti t)peng terdapat pada penderita penyakit parkis)n 6;%<7.
+i,ara penderita dalam keadaan teragitasi dan ,emas mungkin tertekan. #eluar
air mata dan menangis ditemukan pada gangguan depresi dan gangguan k)gnitif%
terutama si penderita merasa frustasi karena tidak mampu menjawab pertanyaan
pemeriksa. 2danya alat bantu dengar atau indikasi lain bahwa penderita menderita
gangguan pendengaran% misalnya selalu minta pertanyaan diulang% harus di,atat
6-%8%;7.
&ikap penderita pada pemeriksa untuk bekerjasama% ,uriga% bertahan dan tak
berterima kasih dapat memberi petunjuk tentang kemungkinan adanya reaksi
transferensi. Penderita lanjut usia dapat bereaksi pada d)kter muda se)lah-)lah d)kter
adalah se)rang yang lebih tua% tidak peduli terhadap adanya perbedaan usia 68%>7.
8
1% Penilaian "un)i
Penilaian fungsi penderita lanjut usia harus diperiksa tentang kemampuan
mereka untuk mempertahankan kemandirian dan untuk melakukan akti*itas dalam
kehidupan sehari-hari. 2kt*itas tersebut adalah termasuk ke t)ilet% menyiapkan
makanan% berpakaian% berdandan dan makan. 'erajat kemampuan fungsi)nal dari
perilaku sehari-hari adalah suatu pertimbangan penting dalam menyusun ren,ana
terapi selanjutnya 68%>7
6% $ood05eraaan dan a9ek.
'i negara lain% bunuh diri adalah salah satu penyebab utama kematian pada
g)l)ngan usia lanjut. ?leh karenanya pemeriksaan ide bunuh diri pada penderita
lanjut usia sangat penting. Perasaan kesepian% tidak berguna% putus asa dan tidak
berdaya adalah gejala depresi. #esepian merupakan alasan yang paling sering
dinyatakan )leh para lanjut usia yang ingin bunuh diri. 'epresi merupakan resik)
yang tinggi untuk bunuh diri 6-%0%87.
3% Gan))uan 5ere5i
1alusinasi dan ilusi pada lanjut usia merupakan fen)mena yang disebabkan
)leh penurunan ketajaman sens)rik. Pemeriksa harus men,atat apakah penderita
mengalami kebingungan terhadap waktu atau tempat selama epis)de halusinasi dapat
disebabkan )leh tum)r )tak dan pat)l)gi f)kal yang lain. Pemeriksaan yang lebih
lanjut diperlukan untuk menegakkan diagn)sis pasti 6;7.
9
4% "un)i 3iuo5aial
&uatu penurunan kapasitas *isu)spasial adalah n)rmal dengan lanjutnya usia.
Meminta penderita untuk men,)t)h gambar atau menggambar mungkin membantu
dalam penilaian. Pemeriksaan neur)psik)l)gis harus dilaksanakan jika fungsi
*isu)spasial sangat terganggu 6;%<7.
:% Proe (er5ikir
3angguan pada pr)gresi pikiran adalah ne)l)gisme% sirkumstansialitas% as)siasi
l)nggar% as)siasi bunyi, flight of ideas% dan retardasi. 1ilangnya kemampuan untuk
dapat mengerti pikiran abstrak mungkin tanda awal demensia.
"si pikiran harus diperiksa adanya )bsesi% pre)kupasi s)matik% k)mpulsi
atau waham. 3agasan tentang bunuh diri atau pembunuhan harus di,ari. Pemeriksaan
harus menentukan apakah terdapat waham dan bagaimana waham tersebut
mempengaruhi kehidupan penderita. =aham mungkin merupakan alasan untuk
dirawat. Pasien yang sulit mendengar mungkin se,ara keliru diklasifikasikan sebagai
paran)id atau pen,uriga 68%;%<%>7
6% Senoriu# dan ko)nii%
&ens)rium mempermasalhkan fungsi dari indra tertentu% sedangkan k)gnisi
mempermasalahkan inrf)rmasi dan intelektual 68%;7.
'% Keadaran
"ndikat)r yang peka terhadap disfungsi )tak adalah adanya perubahan
kesadaran% adanya fluktuasi tingkat kesadaran atau tampak letargik. Pada keadaan
yang berat penderita dalam keadaan s)mn)len atau stup)r 6;%<7
5
8% Orientai
3angguan )rientasi terhadap waktu% tempat dan )rang berhubungan dengan
gangguan k)gnisi. 3angguan )rientasi sering ditemukan pada gangguan k)gnitif%
gangguan ke,emasan% gangguan buatan% gangguan k)n*ersi dan gangguan
kepribadian% terutama selam peri)de stres fisik atau lingkungan yang tidak
mendukung. Pemeriksa harus menguji )rientasi terhadap tempat dengan meminta
penderita menggambar l)kasi saat ini. ?rientasi terhadap )rang mungkin dinilai
dengan dua ,ara. 2pakah penderita mengenali namnya sendiri dan apakah juga
mengenali perawat dan d)kter. ?rientasi waktu diuji dengan menanyakan tanggal%
tahun% bulan dan hari 6;%<7.
9% &a!a in)at%
'aya ingat dinilai dalam hal daya ingat jangka panjang% pendek dan segera. Tes
yang diberikan pada penderita dengan memberikan angka enam digit dan penderita
diminta untuk mengulangi maju mundur. Penderita dengan daya ingat yang tak
terganggu biasanya dapat mengingat enam angka maju dan lima angka mundur. 'aya
ingat jangka panjang diuji dengan menanyakan tempat dan tanggal lahir% nama dan
hari ulang tahun anak-anak penderita. 'aya ingat jangka pendek dapat diperiksa
dengan beberapa ,ara% misalnya dengan menyebut tiga benda pada awal wawan,ara
dan meminta penderita mengingat kembali benda tersebut akhir wawan,ara. 2tau
dengan memberikan ,erita singkat pada penderita dan penderita diminta untuk
mengulangi ,erita tadi se,ara tepat/persisi 6;7.
;
10% "un)i intelektual0konentrai0in9or#ai dan ke;erdaan%
&ejumlah fungsi intelektual mungkin diajukan untuk menilai pengetahuan
umum dan fungsi intelektual. Menghitung dapat diujikan dengan meminta penderita
untu mengurangi ; dari angka /.. dan mengurangi ; lagi dari hasil akhir dan
seterusnya sampai ter,apai angka -. Pemeriksa men,atat resp)ns sebagai dasar untuk
penguji selanjutnya. Pemeriksa juga dapat meminta penderita intuk menghitung
mundur dari -. ke /% dan men,atat waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
pemeriksaan tersebut 6;%<7
11% $e#(a;a dan #enuli%
Penting bagi klinisi untuk memeriksa kemampuan memba,a menulis dan
menetukan apakah penderita mempunyai defisit bi,ara khusus. Pemeriksaan dapat
meminta penderita memba,a kisah singkat dengan suara keras atau menulis kalimat
sederhana untuk menguji gangguan memba,a atau menulis pada penderita. 2pakah
menulis dengan tangan kiri atau kanan juga perlu di,atat 6;7.
&% +e(era5a #aalah di (idan) 5iko)eriatri
1% Kee5ian
#esepian atau l)neliness% biasanya dialami )leh se)rang lanjut usia pada saat
meninggalnya pasangan hidup atau teman dekat% terutama bila dirinya sendiri saat itu
juga mengalami penurunan status kesehatan% misalnya menderita berbagai penyakit
fisik berat% gangguan m)bilitas atau gangguan sens)rik% terutama gangguan
pendengaran 69%/.7.
<
1arus dibedakan antara kesepian dengan hidup sendiri. +anyak diantara lansia
yang hidup sendiri tidak mengalami kesepian% karena akti*itas s)sial yang masih
tinggi% tetapi dilain pihak terhadap lansia yang walaupun hidup dilingkungan yang
berangg)takan ,ukup banyak% mengalami kesepian.
Pada penedreita kesepian ini peran dari )rganisasi s)sial sangat berarti% karena
bisa bertindak menghibur% memberikan m)ti*asi untuk lebih meningkatkan peran
s)sial penderita% disamping memberikan bantuan pengerjaan pekerjaan dirumah bila
bila memang terdapat disabilitas penderita dalam hal-hal tersebut.
6% &e5rei
Menurut kriteria baku yang dikeluarkan )leh '&M-""" R Yang dikeluarkan )leh
2s)siasi Psikiater 2merika%diagn)sis depresi harus memenuhi kriteria dibawah ini
6//7.
Ta(el 1%Kriteria &S$2III R<=198'> untuk dia)noi de5rei
/. Perasaan tertekan hampir sepanjang hari
-. &e,ara nyata berkurang perhatian atau keinginan untuk berbagi kesenangan%atau
atas semua atau
hampir semua akti*itas.
0. +erat badan turun atau naik se,ara nyata%atau turun atau naiknya selera makan
se,ara nyata
8. "s)mnia atau justru hipers)mnia
9. 2gitasi atau retardasi psik)m)t)rik.
5. Rasa ,apai/lemah atau hilangnya kekuatan.
;. Perasaan tidakn berharga%rasa bersalah yang berlebihan atau tidak tepat 6seiring
bersifat delusi7
<. 1ilangnya kemampuan untuk berpikir%berk)sentrasi atau membuat keputusan.
>. Pikiran berulang tentang kematian 6bukan sekedar takut mati7%pikiran berulang
untuk lakukan bunuh diri tanpa ren,ana yang jelas%atau upaya bunuh diri atau
ren,ana khusus untuk melakukan bunuh diri
>
'itambah lagi
- Takdapat duibuktikan bahwa perasaan/gangguan tersebut disebabkan )leh
gangguan )rganik
- 3angguan tersebut bukan suatu reaksi n)rmal atas kematian sese)rang yang
di,intainya
6#)mplikasi duka-,ita7
- Pada saat gangguan tersebut tidak pernah terjadi ilusi atau halusinasi selama
berturut-turut - minggu
tanpa adanya gejala perasaan hati yang nyata6misal sebelum gejala perasaan hati
tersebut atau
setelah perasaan hati menjadi lebih baik7.
- Tidak merupakan superimp)sing pada suatu ski:)frenia%gangguan
ski:)frenif)rm%gangguan delusi)nal atau psik)tik.

Ta(el 6%Pro)noi de5rei 5ada ui lan4ut
Pr)gn)sis baik Pr)gn)sis buruk
sia @ ;. tahun
Riwayat keluarga adanya penderita
depresi atau manik
Riwayat pernah depresi berat 6sembuh
sempurna7
sebelum usia 9 tahun
#epribadian ekstr)*ert dan tempramen
yang datar
6Tak berubah-ubah7
siaA;. tahun dengan wajah tua
Terdapat penyakit fisik serius B
disabilitas
Riwayat depresi terus menerus selama -
tahun
Terbukti adanya kerusakan )tak%misal
gejala neur)l)gik dadanya dementia
E% &ia)noi
2namnesis merupakan hal yang sngat penting dalam diagn)sis depresi dan
harus diarahkan pada pen,arian terjadinya berbagai perubahan dari fungsi terdahulu
dan terdapatnya 9 atau lebih gejala depresi may)r seperti disebutkan pada defenisi
depresi di atas. 2l)anamnesis dengan keluarga atau inf)rman lain bisa sangat
membantu.
3ejala depresi pada usi lanjut sering hanya berupa apatis dan penarikan diri dari
/.
aktifitas s)sial% gangguan mem)ri% perhatian serta memburuknya k)gnitif se,ara
nyata. Tanda disf)ri atau sedih yang jelas seringkali tidak terdapat. &eringkali sukar
untuk meng)rek adanya penurunan perhatian dari hal-hal yang sebelumnya
disukai%penurunan nafsu makan% akti*itas atau sukar tidur.
'epresi pada usia lanjut seringkali kurang atau tidak terdiagn)sis karena hal-hal
berikut C
Penyakit fisik yang diderita seringkali menga,aukan gambaran depresi%antara
lain mudah lelah dan penurunan berat badan.
3)l)ngan lanjut usia sering kali menutupi rasa sedihnya dengan justru
menunjukan bahwa dia lebih aktif.
#e,emasan%)bsesi)nalitas%histeria dan hip)k)ndria yang sering merupakan
gejala depresi justru sering menutupi depresinya.Penderita dengan
hip)k)ndria%misalnya justru sering dimasukkan ke bangsal Penyakit 'alam
atau +edah 6misalnya karena diperlukan penelitian untuk k)nstipasi dan lain
sebagainya7
Masalah s)sial yang juga di derita seringkali membuat gambaran depresi
menjadi lebih rumit.
Mengingat hal-hal tersebut diatas% maka dalam setiap asesmen geriatri
seringkali disertakan f)rm pemeriksaan untuk depresi% yang seringkali berupa skala
//
depresi geriatrik 63'&7 atau skala penilian 6depresi7 1amilt)n 61amilt)n Rating
&,aleD1R&7.
"% Penatalakanaan
Penatalaksanaan terdiri atas penatalaksanaan psik)l)gik% penatalaksanaan dan
pen,egahan s)sial dan penatalaksanaan farmak)l)gik. Rujukan ke psikiater
dianjurkan apabila penderita menunjukan gejala 6//7.
Masalah diagn)stik yang serius
Risik) bunuh diri tinggi
Pengabaian diri 6self neglect7yang serius
agitasi%delusi atau halusinasi berat
tidak memberikan tanggapan atau tak patuh terhadap peng)batan yang diberikan
Memerlukan tindakan/rawat inap di institusi atau pelayanan psikiatrik lain.
'iantara )bat-)bat depresi harus dipilih dan disesuaikan dengan keadaan dan
gejala yang diderita.ntuk penderita yang se,ara fisik aktif%sebaiknya tidak diberikan
)bat yang memberikan efek sedatif%sebaliknya penderita yang agiant g)l)ngan )bat
tersebut mungkin diperlukan
/-
Ta(el 3%+er(a)ai 5ilihan o(at antide5rean
2ntidepresan trisiklik
Yang bersifat sedatif C 2mitriptilin
')tipin
&edikit bersifat sedatif C "mipramin
N)rtriptilin
Pr)triptilin
2ntidepresan yang lebih baru
+ersifat sedatif C Tras)d)n
Mianserin
#urang sedatif C Mapr)tilin
()fepramin
!lukf)samin

'ari Ean der Fammen%/>>/
=alaupun )bat g)l)ngan litium mungkin bisa memberikan efek%terutama
penderita dengan depresi manik%)bat ini sebaiknya hanya diberikan setelah
berk)nsultasi pada psikiater.?bat juga harus diberikan dengan d)sis awal rendah dan
berhati-hati bila terdapat penurunan fungsi ginjal.
G% Gan))uan ;e#a
3angguan ,emas dibagi dalam beberapa g)l)ngan% yaitu f)bia% gangguan panik%
gangguan ,emas umum% gangguan stres pas,a trauma dan gangguan )bsesif-
k)mpulsif. Pun,ak "nsidensi antara usia -.-8. tahun% dan pre*alensi pada lansia lebih
ke,il dibandingkan pada dewasa muda. Pada usia lanjut seringkali gangguan ,emas
ini merupakan kelanjutan dari dewasa muda. 2witan yang terjadi pada usia lanjut
/0
biasanya berhubungan/sekunder akibat depresi% penyakit medis% efek samping )bat
atau gejala penghentian mendadak dari suatu )bat. 3ejala dan peng)batan pada usia
lanjut hampir serupa dengan pada usia dewasa muda% )leh karenanya tidak akan
disinggung lebih mendalam 6/-7.
H% Pikolo)i 5ada uia lan4ut
+erbagai bentuk psik)sis bisa terdapat pada usia lanjut%baik sebagai kelanjutan
keadaan pada dewasa muda atau yang timbul pada usia lanjut.Pada dasarnya jenis dan
Penatalaksanaanya hampir tidak berbeda dengan yang terdapat pada p)pulasi dewasa
muda.=alaupun beberapa jenis khusus akan disinggung sedikit berikut ini.
1% Para9renia
2dalah suatu bentuk ski:)frenia lanjut yang sering terdpat pada lanjut usia yang
ditandai dengan waham 6+iasanya waham ,uriga dan menuduh7% sering penderita
merasa tetangga men,uri barang-barangnya atau tetangga berniat membunuhnya.
+iasanya terjadi pada indi*idu yang teris)lasi atau menarik diri pada kegiatan s)sial.
2pabila waham tersebut menimbulkan keributan antar tetangga atau bahkan skandal%
pemberian terapi dengan deri*at fen)tiasin sering bisa menenangkan 6/.%97
6% Sindro#a &io)ene
2dalah suatu keadaan dimana se)rang lanjut usia menunjukkan penampakan
perilaku yang sangat terganggu. Rumah atau kamar sangat k)t)r% ber,ak dan bau urin
dan feses dimana-mana6karena sering penderita terlihat bermain-main dengan
feses/urin7. .Penderita menumpuk barang-barangnya dengan tidak teratur.
/8
"ndi*idu lanjut usia yang menderita keadaan ini biasanya mempunyai "G yang
tinggi%9.H kasus intelektualnya n)rmal. Mereka biasanya men)lak untuk
dimasukkan di institusi. paya untuk mengadakan pengaturan atau pembersihan
rumah/kasar%biasanya akan gagal%karena setelah beberapa waktu hal tersebut akan
terulang kembali 6/.%97.
/9
+A+ III
KESI$P-1A7
+ahwa pelayanan geriatri di "nd)nesia sudah saatnya diupayakan diseluruh
jenjang pelayanan kesehatan di "nd)nesia.ntuk itu pengetahuan mengenai geriatri
harus sudah merupakan pengetahuan yang diajarkan pada semua tenaga
kesehatan.'alam hal ini pengetahuan mengenai psik)geriatri atau kesehatan jiwa
pada usia lanjut merupakan salah satu diantara berbagai pengetahuan yang perlu
diketahui .Tata,ara pemeriksaan dasar psik)geriatri )leh karena itu sering disertakan
dalam pemeriksaan/asesmen geriatri%antara lain mengenai pemeriksaan gangguan
mental.#)gnitif%depresi dan beberapa pemeriksaan lain.
/5
&a9tar 5utaka
/. +r),klehurs $F and 2llen &F 6/><;7.&),i)l)gi,al and psy,h)l)gi,al
ger)nt)l)gy."n +r),klehurs $F and 2llen &F 6eds7.3eriatri, Medi,ine f)r
students%0
rd
eds.Fhur,hill (i*ingst)ne.
-. 3unadi 1.Pr)blematik usia lanjut ditinjau dari sudut kesehatan jiwa .$iwa IE""
687C <>->;%/><8
0. #)lb (F%+r)die 1#%M)dern ,lini,al psy,hiatry.=+ &aunders
F).Philadelphia%/><-
8. =einberg $.3enatri, psy,hiatry."n !reedman 2N%#aplan 1" anf &ad),k R$
6eds7.F)mprehensi*e TeJtb))k )f Psy,hiatry%5
th
eds.The =illiam-=ilkins
F).%-9.;-/9-;%/>>9
9. +r),klehurs $F and 2llen &F.Fare )f the dying."n +r),klehurst $F anf 2llen &F
6eds7.3eriatri, Medi,ine f)r students%Fhur,hill (i*ingst)ne.
5. 'irekt)rat #esehatan $iwa.Ped)man Pengel)laan $iwa dan 'iagn)sis 3angguan
$iwa di "nd)nesia.'ep #es R"%/><-
;. 1amilt)n M.!ishKs ,lini,al psy,h)physi)l)gy.=right%brist)l%/><9
<. #aplan 1"%&ad),k +$ and 3reb.3eriatri.&inpsi Psikiatri *)l //;.2lih bahasa
C=ijaya #usuma%+ina Rupa 2ksara%$akarta%<5;-<</%/>>;
>. (aitman (R Paraphrenias and )ther psy,h)ses."n 3eriatri, Medi,ine and
3er)nt)l)gy%-
nd
eds.M,3raw 1ill New Y)rk%/./>-/.-8%/>>.
/.. 2meri,an psy,hiatri, 2ss),iati)n.'iagn)sti, and statisti,al manual )f mental
dis)rder%0
rd
edits%re*ised.=ashingt)n 'F%/><;.
//. Ean der Fammen T$M%Rai T3& and EJt)n-&mith 2N 6eds7.Manual )f 3eriatri,
Medi,ine.Fhu,hill (i*ingst)ne%Edinburgh%/>>/
/-. Reuben '+%Y)shikawa TT and +esdine R=.3eriatri, psy,hiatry."n Reuben
'+%Y)shikawa TT and +esdine R= 6eds7 .3eriatri, Re*iew &yllabus%#endall-
1unt Publishing F)y%'ebuLue%")wa%/>>5
/0. 1adi Mart)n).&),i) ,ultural fa,t)rs influen,ing the de*el)pment )f depressi)n
in elderly patients admited t) the a,ute geriatri, wards in "nd)nesia.=)rd
F)ngress )f 3er)nt)l)gy%2delaide%/>>;.
/;