Anda di halaman 1dari 3

BAB VI

PENGENDALIAN SERANGGA HAMA GUDANG


TEKNIK PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
Sistem penyimpanan adalah suatu sistem yang bersifat artifisial, yang dapat berubah-ubah
sesuai dengan kebutuhan untuk mengendalikan serangga hama gudang. Ada beberapa cara yang
biasa digunakan berdasarkan pertimbangan sosial maupun ekonomis.
1. Fumigasi
Fumigasi adalah suatu cara untuk membunuh serangga hama gudang dengan menggunakan
senyawa kimia yang disebut dengan fumigan yang merupakan senyawa kimia yang dalam suhu dan
tekanan tertentu berbentuk gas. Gas fumigan ini dalam konsentrasi tertentu dapat membunuh
serangga hama, juga dapat membunuh hama gudang lainnya seperti tikus. Fumigasi mengganggu
sistem pernapasan hama, sehingga daya bunuhnya tergantung pada aktivitas pernapasan.











Fumigasi adalah tindakan yang bersifat kuratif artinya fumigan dapat membunuh serangga
dimanapun gas fumigan diisikan tetapi setelah gas hilang tidak ada residu yang dapat mencegah
serangan serangga hama terhadap tumpukan yang telah difumigasi.
2. Penyemprotan Insektisida
Penyemprotan insektisida adalah tindakan yang biasanya dilakukan pada kemasan (karung)
komoditas pangan yang telah difumigasi, atau dapat juga disemprotkan pada karung sebelum diisi
komoditas. Tujuannya adalah untuk mendepositkan insektisida yang dapat membunuh serangga
hama bila menyentuh karung tersebut.
Teknik yang biasa dilakukan adalah pengkabutan (fogging) yaitu insektisida cair diubah
menjadi kabut. Sifat dari penyemprotan insektisida ini adalah kuratif, dapat disemprot dimanapun
tempat yang rawan serangga hama.
Fumigasi
Pada tumpukan komoditas pangan
Plastik Fumigasi (Stack
Fumigation)
Pada penyimpanan kedap udara.
Ex : Penyimpanan curah dalam silo
(air-tight storage fumigation)
Pendaringan
3. Penyemprotan Insektisida Secara Langsung pada Komoditas Pangan












4. Sistem Pengendalian Atmosfir
Prinsip dasar sistem ini adalah mengurangi konsentrasi oksigen di dalam tempat
penyimpanan hingga serendah mungkin dan menggantikannya dengan gas lain yang dialirkan dari
luar. Ggas pengganti yang dipakai biasanya adalah CO2 dan N2.
Apabila keadaan atmosfir dijaga pada kadar oksigen rendah (<2%, lebih disukai sekitar 0,5%
O2) atau kadar CO2 yang tinggi (>40%, lebih disukai pada 60% CO2), maka biji-bijian akan aman
untuk disimpan dalam waktu lama dengan mutu tetap baik.
5. Penggunaan Bahan Alami dan Cara Biologi
Tabel Percobaan Penggunaan Beberapa Jenis Bahan Alami Untuk Pengendalian Hama Serangga
(Golob dan Webley, 1980)
Jenis Bahan Komoditas Pangan Jenis Serangga
- Nem (Azadirachta indica) Jagung, terigu, dan
biji-bijian lainnya
Trogoderma granarium,
Sitophilus oryzae, Rhyzopertha
dominica, Callosobruchus
chinensis
- Ekaliptus Beras sosoh S. oryzae
- Kayu Manis Beras sosoh S. oryzae
- Derris (Derris elliptica) Sorgum, padi Oryzaephilus surinamensis
- Tembakau (Nicotiana tabacum Kacang merah Caryedon serratus
- Lada hitam ( Piper ningrum Kacang kuning Acanthoscelides obtectus
- Minyak nabati (kelapa sawit,
jagung, sesama bunga matahari,
bawang putih
Biji-bijian, kacang
merah
Callosobruchus chinensis, T.
granarium, S. Zeamais
- Sekam padi Padi S. Oryzae
- Kaolin Biji-bijian Berbagai jenis serangga

Sistem Penyimpanan
Skala Kecil Skala Besar
Pencampuran insektisida langsung
pada biji-bijian misalnya pada jagung
yang sudah dipipil dan dikeringkan
dicampur dengan insektisida
formulasi tepung. Lalu jagung
disimpan pada karung atau tempat
seperti pedaringan atau keranjang.
Pencampuran insektisida sistem
penyimpanan curah seperti silo,
yakni mencurahkan isi karung lalu
mencampur insektisida, kemudian
mengkarungkannya kembali
Mudah dan Murah Lama dan Tidak Ekonomis
6. Cara Pengendalian Serangga Hama Gudang Lainnya
Yaitu dengan cara menaikkan atau menurunkan suhu hingga tingkat dimana pertumbuhan
serangga dapat dihambat, dilakukan juga car lain untuk membunuh serangga secara langsung
maupun untuk sistem jantan mandul seperti penggunaan novel insecticide antara lain :
a. Hormon pengatur pertumbuhan serangga (Juvenile hormon analogeus)
b. Baksil patogenik (cara biologi)
c. Radiasi sinar gamma
JENIS PESTISIDA DAN PEMILIHAN DOSIS
Syarat pestisida hama gudang :
a. Efektif membunuh serangga hama dengan perlakuan ekonomis
b. Tidak meninggalkan residu berbahaya pada komoditas pangan
c. Tidak mengubah warna, bau dan rasa pada komoditas pangan
d. Aman bagi operator
1. Fumigan
a. Fosfin (PH3)
Gas fosfin diformulasikan dalam bentuk tablet, kelereng, atau tepung yang dikemas
dalam kantong khusus. Dalam bentuk tablet gas fosfin terdiri dari senyawa aluminium
fosfida, amonium karbamat, dan parafin. Reaksinya seperti dibawah ini :
2Al P + 6H2O 2PH3 + 2Al(OH)3
aluminium fosfida uap air gas fosfin
H2N C O NH4 + katalis CO2 + 2NH3
Amonium karbamat
Pencegah timbulnya kebakaran

Sifat Fumigan Fosfin
Tidak berwarna, berbau khas (karbit) >0,3 ppm = sangat beracun
T , lebih efektif membunuh hama
Mudah bercampur dengan udara
sehingga tidak menimbulkan residu