Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
Hipertensi adalah suatu kondisi medis yang kronis di mana tekanan darah
meningkat di atas tekanan darah yang disepakati normal. Hipertensi adalah factor
penyebab utama kematian karena stroke dan factor yang memperberat infark
miokard(serangan jantung). Kondisi tersebut merupakan gangguan yang paling umum
pada tekanan darah. Hipertensi merupakan gangguan asimptomatik yang sering
terjadi dengan peningkatan tekanan darah secra persisten. Diagnosa hipertensi pada
orang dewasa dibuat saat bacaan diastolic rata-rata dua atau lebih, paling sedikit dua
kunjungan berikut adalah !mmHg atau lebih tinggi atau bila tekanan darah multiple
sistolik rerata pada dua atau lebih kunjungan berikutnya secara konsisten lebih tinggi
dari "#!mmHg.
Di $merika atau sekitar %! juta indi&idu dan hampir " milyar penduduk dunia
menderita hipertensi, dengan mayoritas dari populasi ini mempunyai risiko yang
tinggi untuk mendapatkan komplikasi kardio&askuler. Data yang diperoleh dari
'ramingham Heart (tudy menyatakan bahwa pre&alensi hipertensi tetap akan
meningkat meskipun sudah dilakukan deteksi dini dengan dilakukan pengukuran
tekanan darah ()D) secara teratur.(*oint +ational ,ommittee,*+, -..). Di .ndonesia
banyaknya penderita Hipertensi diperkirakan "/ juta orang tetapi hanya #0 yang
merupakan hipertensi terkontrol. 1re&alensi %-"/0 pada orang dewasa, /!0
diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung
untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui factor
risikonya, dan !0 merupakan hipertensi esensial.(aat ini penyakit degeneratif dan
kardio&askuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di
.ndonesia.
2erdasarkan penyebabnya hipertensi dapat dibedakan menjadi dua golongan
yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer meliputi lebih
kurang !0 dari seluruh pasien hipertensi dan "!0 lainnya disebabkan oleh
disebabkan oleh hipertensi sekunder. Hanya /!0 dari golongan hipertensi sekunder
dapat di ketahui penyebabnya dan dari golongan ini hanya beberapa persen yang
dapat diperbaiki kelainannya. 3leh karena itu upaya penaggulanan hipertensi
"
terhadap hipertensi primer baik menggenai pathogenesis maupun tentang
penggobatannya. Hipertensi tidak boleh di anggap penyakit yang ringan karena jika
terlambat memberikan pertolongan penyakit ini akan merenggut nyawa penderita.
(aat ini banyak penderita hipertensi yang tidak tahu4tidak mengerti penyakitnya
bahkan banyak yang tidak tahu resiko dari penderita hipertensi apabila tidak di atasi.
2eberapa komplikasi penyakit yang sering terjadi akibat penyakit hipertensi yang
tidak cepat di atasi adalah stroke, insomnia, &ertigo.
5
BAB II
STATUS PASIEN
I. Identitas Pasien
a. +ama4*enis Kelamin46mur 7 )n (oedarso 4 laki-laki 4 %% tahun
b. $lamat 7 8)."/ 1akuan 2aru
c. 1ekerjaan 7 )idak bekerja
d. 1endidikan 7 (D
II. Latar Belakang Sosio-ekonomi-demografi-lingkungan-keluarga
a. (tatus 1erkawinan 7 menikah
b. *umlah anak4saudara 7 # orang anak
c. (tatus ekonomi keluarga 7 cukup
d. Kondisi 8umah dan keseharian pasien 7
1asien tinggal di 8umah bedeng berlantai semen dan beratap seng.
9emiliki " ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga, " kamar tidur,
dan " dapur dan " kamar mandi. (umber air dari sumur. Kamar mandi
menggunakan wc jongkok. Kondisi rumah lembab dan kurang pencahayaan
karena &entilasi yang kurang disebabkan rumah berdekatan dengan rumah
yang lain.
e. Kondisi :ingkungan Keluarga7
1asien mempunyai istri dan mempunyai # orang anak. (emua anak
pasien sudah menikah. (ekarang pasien tinggal bersama istri,.
Keharmonisan keluarga pasien biasa-biasa saja. )idak ada masalah dalam
hubungan satu sama lain.
III. Aspek Psikologis di eluarga 7 baik
I!. "i#a$at Pen$akit Da%ulu&keluarga 7
- 8iwayat hipertensi diakui, diketahui sejak ; "! tahun yang lalu,
mengkonsumsi obat anti hipertensi tidak rutin.
- 8iwayat diabetes melitus disangkal.
- 8iwayat stroke disangkal.
<
- 8iwayat keluarga hipertensi ada.
!. elu%an Utama '
(akit kepala sejak ; " hari sebelum datang ke 1uskesmas.
!I. "i#a$at Pen$akit Sekarang 7 (autoanamnesa)
1asien datang ke dengan keluhan sakit kepala sejak ; " hari yang lalu,
sakit kepala hilang timbul, )etapi pasien masih dapat melakukan akti&itas
sehari-hari seperti biasa. (ebelumnya pasien memang sering merasakan keluhan
yang sama. +yeri kepala dirasakan dalam sehari bisa timbul = < kali, lebih berat
jika pasien kecapaian atau stress. Keluhan ini membuat kepala pasien terasa
berat dan menjalar hingga ke leher. (elain nyeri kepala, selama seminggu
belakangan ini pasien merasa lehernya sering tegang atau kaku dan sulit tidur.
1using berputar (-). Demam(-), pandangan kabur (-), muntah (-), nyeri dada (-),
sesak nafas (-), 2$K normal, 2$2 normal. 1asien hanya berobat ke 1uskesmas
bila ada keluhan saja. 1asien tidak tahu nama obat yang biasa diminumnya,
namun pasien mengatakan bahwa dirinya tidak mengkonsumsi captopril karena
pasien selalu mengeluh batuk setiap konsumsi captopril.
!II. Pemeriksaan (isik 7
eadaan Umum
". Keadaan umum 7 tampak sakit sedang
Kesadaran 7 compos mentis
5. )anda &ital
(uhu 7 <%,>?,
)ekanan darah 7 5!!4""! mmHg
+adi 7 >< @4menit
1ernafasan
- 'rekuensi 7 "% @4menit
#
- .rama 7 reguler
- )ipe 7 abdominothorakal
<. Kulit
- )urgor 7 baik
- :embab 4 kering 7 lembab
- :apisan lemak 7 ada
Status )eneralis
". Kepala 7 +ormocephale, rambut hitam keputih-putihan
9ata 7 Adema palpebra (-4-), ca (-4-), sklera ikterik (-4-). 1upil isokor.
)elinga 7 2entuk normal, sekret (-4-)
Hidung 7 +apas cuping hidung (-), sekret (-4-)
9ulut 7 9ukosa lembab, bibir sianosis (-), :idah kotor (-)
)enggorokan7 hiperemis (-)
5. :eher 7 De&iasi trakea (-), pembesaran kelenjar limfe (-). *-1 (/-5)
<. )horaks 7 2entuk simetris normal, benjolan (-), retraksi (-)
*antung 7
.nspeksi 7 .ctus cordis tak tampak
$uskultasi 7 (uara normal jantung regular, bising (-)
1alpasi 7 +yeri tekan (-). ictus cordis tidak kuat angkat
1erkusi 7 tidak dilakukan
1ulmo 7
.nspeksi 7 2entuk dada simetris normal, pergerakan paru
simetris ki4ka.
/
1alpasi 7 1ergerakan paru simetris, tidak ada gerakan yang
tertinggal, &okal fremitus kanan B kiri
1erkusi 7 (onor di seluruh lapang paru kanan dan kiri
$uskultasi 7 (uara dasar paru kanan kiri &esikular normal,
wheeCing (-), ronki (-)
#. 1unggung 7 kifosis, lordosis, skoliosis (-), nyeri ketok kosto&ertebra (-)
/. $bdomen 7
.nspeksi 7 hernia umbilikalis (-), asites (-), strie (-), lesi (-)
$uskultasi 7 bisung usus (;) normal
1alpasi 7 nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba
1erkusi 7 timpani
%. Denitalia 7 )idak dilakukan
E. $norektal 7 )idak dilakukan
>. Akstremitas 7
(uperior 7 Adema (-4-), akral dingin (-4-), kekuatan otot /-/
.nferior 7 Adema (-4-), akral dingin (-4-), Kekuatan otot /-/
!III. Diagnosis '
Hipertensi Drade ..
I*. Pemeriksaan An+uran
Darah 8utin
Kolesterol
$sam 6rat
DD(
'ungsi Dinjal
%
8ontgen tora@
*. ,ana+emen
a. 1romotif 7
- 9engatur pola makan yang benar, makan makanan yang rendah garam.
- :akukan olah raga secara teratur.
- 9engkonsumsi obat secara rutin.
- 9enerangkan kepada pasien tentang bahayanya penyakit hipertensi dan
komplikasinya.
b. 1re&entif 7
- 9enyarankan agar pasien menjaga pola makannya dengan diet rendah
garam, rendah lemak dan tinggi serat
- 9enyarankan agar pasien banyak banyak berolahraga.
- 9enyarankan agar pasien teratur minum obat dan memeriksakan
tekanan darahnya ke puskesmas secara berkala.
- 9enyarankan untuk mengurangi beban pikiran.
c. Kuratif 7
+on 9edikamentosa
.stirahat
Diet rendah garam, rendah lemak dan tinggi serat.
9edikamentosa
+ifedipine tablet < @ "! mg
'urosemid tab " @ #! mg
(im&astatin tab " @ 5! mg
-itamin 2 complek 5 @ " tabletF
d. Disability :imitation
*elaskan pada pasien bahwa hipertensi itu merupakan penyakit yang
berbahaya bila dibiarkan, hipertensi bila dibiarkan dapat menyebabkan
E
pembuluh darah menjadi kaku lama-kelamaan bisa tersumbat bahkan bisa
pecah sehingga dapat menyebabkan stroke bahkan kematian, sehingga pasien
harus tetap mengkonsumsi obat antihipertensinya secara rutin dan teratur,
serta tetap control ke 1uskesmas bila obat habis.
e. 8ehabilitatif
9emantau tekanan darah pasien secara rutin. Hal ini dilakukan dengan
kerja sama dari pasien tersebut dengan mengikuti saran dokter untuk datang
secara berkala.
Dinas ese%atan ota -am.i
Puskesmas III Pakuan Baru
Dokter ' "etno /ulandari
SIP ' No.010&SI&0213
)anggal 7 "5 9aret 5!"#
84 +ifedipine "! mg +o G
H < dd tab .
84 'urosemid tab #! mg +o ...
H " dd tab . ( pagi)

84 -itamin 2 ,omp +o -.
>
H 5 dd tab .
1ro 7 (oedarso 4 %% tahun
$lamat 7 8) "/, 1akuan 2aru
BAB III
TIN-AUAN PUSTAA
0.1 Definisi
Hipertensi adalah keadaan tekanan darah yang sama atau melebihi "#! mmHg
sistolik dan sama atau melebihi !mmHg diastolik pada seseorang yang tidak sedang
mengkomsumsi obat antihipertensi.
"
Hipertensi sering disebut sebagai the silent
disease karena penderita umumnya tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi
sebelum memeriksakan tekanan darahnya.
"
Hipertensi yang lama atau berat dapat menimbulkan komplikasi berupa
kerusakan organ pada jantung, otak, ginjal, mata dan pembuluh darh perifer.
"
Hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya didefinisikan sebagai hipertensi
esensial. 2eberapa penulis memilih istilah hipertensi primer, untuk membedakan
dengan hipertensi sekunder (diketahui penyebabnya).
",5

0.0 Epidemiologi
Hipertensi merupakan salah satu penyakit utama didunia, mengenai hamper
/! juta orang di amerika serikat dan hamper " miliar orang diseluruh dunia.
9eningkatnya populasi usia lanjut, maka jumlah pasien hipertensi juga bertambah.
:ebih dari separuh orang berusia di atas %/ tahun menderita hipertensi. 1engendalian
tekanan darah penderita hipertensi hanya mencapai <# 0 dari seluruh penderita
hipertensi.
5,<
0.4 Etiologi
2erdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi 5 golongan, yaitu 7
<
". Hipertensi essensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya,
disebut juga hipertensi idiopatik. )erdapat sekitr !0 kasus. 2anyak faktor
yang mempengaruhinya,seperti genetic, lingkungan, hiperakti&itas susunan
saraf simpatis, system rennin-angiotensin, defek dalam eksresi +a,
peningkatan +a dan ,a intraseluler dan faktor-faktor yang meningkatkan
resiko seperti obesitas, alcohol, merokok serta polisitemia.
5. Hipertensi sekunder. )erdapat sekitar / 0 kasus. 1enyebab spesifiknya
diketahui, seperti penggunaan estrogen, penyakit ginjal, hipertensi &ascular
renal, hiperaldosteronisme primer, sindroma cushing, feokromasitoma,
koarktasio aorta, hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan, pemakaian
obat-obatan seperti pil K2, kortikosteroid, simpatomimetik amin (efedrin,
fenilefrin, fenilpropanolamin, amfetamin), siklosporin dan eritropoitin dan
lain-lain.
0.3 (aktor 5 (aktor "isiko
Hipertensi disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat dimodifikasi atau
dikendalikan serta faktor yang tidak dapat dimodifikasi.
",5,<
a. 'aktor yang tidak dapat dimodifikasi atau dikendalikan
". Denetik.
5. 6mur
<. *enis Kelamin
#. Atnis
"!
/. 1enyakit Dinjal
%. 3bat-obataan
E. 1reeklampsi pada kehamilan
>. Keracunan timbal akut
b. 'aktor yang dapat dimodifikasi atau dikendalikan
". (tress
5. 3besitas
<. +utrisi
#. 9erokok
/. Kurang olahraga
0.6 Patofisiologi
9ekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin ..
dari angiotensin . oleh angiotensin . con&erting enCyme ($,A). $,A memegang
peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung
angiotensinogen yang diproduksi di hati. (elanjutnya oleh hormon, renin (diproduksi
oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin .. 3leh $,A yang terdapat di paru-paru,
angiotensin . diubah menjadi angiotensin ... $ngiotensin .. inilah yang memiliki
peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama.
",<
$ksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik ($DH) dan
rasa haus. $DH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal
untuk mengatur osmolalitas dan &olume urin. Dengan meningkatnya $DH, sangat
sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis), sehingga menjadi pekat
dan tinggi osmolalitasnya. 6ntuk mengencerkannya, &olume cairan ekstraseluler akan
ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. $kibatnya, &olume
darah meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah.
",<
$ksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.
$ldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting pada ginjal.
6ntuk mengatur &olume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi ekskresi
+a,l (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. +aiknya konsentrasi
""
+a,l akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan &olume cairan
ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan &olume dan tekanan darah.
",<
1atogenesis dari hipertensi esensial merupakan multifaktorial dan sangat
komplek. 'aktor-faktor tersebut merubah fungsi tekanan darah terhadap perfusi
jaringan yang adekuat meliputi mediator hormon, akti&itas &askuler, &olume sirkulasi
darah, kaliber &askuler, &iskositas darah, curah jantung, elastisitas pembuluh darah
dan stimulasi neural. 1atogenesis hipertensi esensial dapat dipicu oleh beberapa
faktor meliputi faktor genetik, asupan garam dalam diet, tingkat stress dapat
berinteraksi untuk memunculkan gejala hipertensi.
",<
1erjalanan penyakit hipertensi esensial berkembang dari hipertensi yang
kadang- kadang muncul menjadi hipertensi yang persisten. (etelah periode
asimtomatik yang lama, hipertensi persisten berkembang menjadi hipertensi dengan
komplikasi, dimana kerusakan organ target di aorta dan arteri kecil, jantung, ginjal,
retina dan susunan saraf pusat. 1rogresifitas hipertensi dimulai dari prehipertensi pada
pasien umur "!-<! tahun (dengan meningkatnya curah jantung) kemudian menjadi
hipertensi dini pada pasien umur 5!-#! tahun (dimana tahanan perifer meningkat)
kemudian menjadi hipertensi pada umur <!-/! tahun dan akhirnya menjadi hipertensi
dengan komplikasi pada usia #!-%! tahun.
",<
"5
0.7 )e+ala linis
Hipertensi diduga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih
serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian. (eringkali hipertensi disebut sebagai
silent killer karena dua hal, yaitu7
",5,<,#,/
Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memilikigejala
khusus. Dejala ringan seperti pusing, gelisah, mimisan, dan sakit
kepala biasanya jarang berhubungan langsung dengan hipertensi. Hipertensi
dapat diketahui dengan mengukur tekanan darah secara teratur.
1enderita hipertensi, apabila tidak ditangani dengan baik, akan
mempunyairisiko besar untuk meninggal karena komplikasi kardio&askular
seperti stroke,serangan jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal
1ada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejalaI
meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan
dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).
berikut beberapa gejala hipertensi 7
(akit kepala
Kelelahan
"<
9ual
9untah
(esak nafas
Delisah
1andangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada
otak,mata, jantung dan ginjal.
(ering buang air kecil terutama di malam hari
)elinga berdenging.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan
bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati
hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.
0.8 Diagnosis
Diagnosis krisis hipertensi harus ditegakkan sedini mungkin, karena hasil
terapi tergantung kepada tindakan yang cepat dan tepat. )idak perlu menunggu hasil
pemeriksaan yang menyeluruh walaupun dengan data-data yang minimal kita sudah
dapat mendiagnosis suatu krisis hipertensi.
<,/
Anamnesis
a. 8iwayat hipertensi, lama dan beratnya.
b. 3bat anti hipertensi yang digunakan dan kepatuhannya.
c. 6sia, sering pada usia <! J E! tahun.
d. Dejala sistem syaraf ( sakit kepala, pusing, perubahan mental, ansietas ).
e. Dejala sistem ginjal ( gross hematuri, jumlah urin berkurang )
f. Dejala sistem kardio&ascular (adanya payah jantung, kongestif dan oedem paru,
nyeri dada).
g. 8iwayat penyakit glomerulonefrosis, pyelonefritis.
h. 8iwayat kehamilan, tanda- tanda eklampsi.
Pemeriksaan fisik
"#
1ada pemeriksaan fisik dilakukan pengukuran tekanan darah di kedua lengan,
mencari kerusakan organ sasaran (retinopati, gangguan neurologi, payah jantung
kongestif, diseksi aorta). 1alpasi denyut nadi di keempat ekstremitas. $uskultasi
untuk mendengar ada atau tidak bruit pembuluh darah besar, bising jantung dan ronki
paru. 1erlu dibedakan komplikasi krisis hipertensi dengan kegawatan neurologi
ataupun payah jantung, kongestif dan oedema paru. 1erlu dicari penyakit penyerta
lain seperti penyakit jantung koroner.
/
2atasan hipertensi ditetapkan dan dikenal dengan ketetapan *+, -.. ()he
(e&enth 8eport of )he *oint +ational ,ommittee on 1re&ention, Detection,
A&aluation and )reatment of Hight 2lood 1ressure). Ketetapan ini juga telah
disepakati 2adan Kesehatan Dunia (KH3), organisasi hipertensi .nternational (.(H),
maupun organisasi hipertensi regional, termasuk .ndonesia (.na(H).
<
)abel ". Klasifikasi )ekanan Darah 1ada Dewasa menurut *+, -..
ategori Tekanan Dara% Sistolik Tekanan Dara% Diastolik
+ormal L "5! mmHg (dan) L >! mmHg
1re-hipertensi "5!-"< mmHg (atau) >!-> mmHg
(tadium " "#!-"/ mmHg (atau) !- mmHg
(tadium 5 =B "%! mmHg (atau) =B "!! mmHg
Pemeriksaan penun+ang
1emeriksaan laboratorium awal 7 urinalisis, Hb, Ht, ureum, kreatinin, gula
darah dan elektrolit.
1emeriksaan penunjang7 elektrokardiografi, foto thoraks.
1emeriksaan penunjang lain bila memungkinkan7 ,) scan kepala,
ekokardiogram, ultrasonogram.
0.9 Penatalaksanaan
". )erapi nonfarmakologi
9enerapkan gaya hidup sehat bagi setiap orang untuk mencegah tekanan
darah tinggi dan merupakan bagian yang penting dalam penanganan hipertensi.
(emua pasien dengan prehipertensi dan hipertensi harus melakukan perubahan gaya
"/
hidup. 9odifikasi gaya hidup yang penting yang terlihat menurunkan tekanan darah
adalah7
",<,#,/
M mengurangi berat badan untuk indi&idu yang obes atau gemukI
M mengadopsi pola makan D$(H (Dietary $pproach to (top Hypertension)
yang kaya akan kalium dan kalsiumI diet rendah natriumI aktifitas fisik.
M 9engurangi rokok
5.)erapi farmakologi
Kebanyakan pasien dengan hipertensi memerlukan dua atau lebih obat
antihipertensi untuk mencapai target tekanan darah yang diinginkan. 1enambahan
obat kedua dari kelas yang berbeda dimulai apabila pemakaian obat tunggal dengan
dosis laCim gagal mencapai target tekanan darah. $pabila tekanan darah melebihi
5!4"! mm Hg diatas target, dapat dipertimbangkan untuk memulai terapi dengan dua
obat. Nang harus diperhatikan adalah resiko untuk hipotensi ortostatik, terutama pada
pasien-pasien dengan diabetes, disfungsi autonomik,dan lansia.
",5,<,#,/
Diuretik
Diuretik membantu ginjal membuang garam dan air, yang akan
mengurangi &olume cairan di seluruh tubuh sehingga menurunkan tekanandarah.
Diuretik juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Diuretik menyebabkan
hilangnya kalium melalui air kemih, sehingga kadang diberikan tambahan kalium
atau obat penahan kalium.
1enghambat adrenergik
)erdiri dari alfa-blocker, beta-blocker dan alfa-beta-blocker labetalol, yang
menghambat efek sistem saraf simpatis.(istem saraf simpatis adalah sistem saraf
yang dengan segera akan memberikan respon terhadap stres, dengan cara
meningkatkan tekanan darah.Nang paling sering digunakan adalah beta-blocker,
yang efektif diberikan kepada7 - penderita usia muda- penderita yang pernah
mengalami serangan jantung- penderita dengan denyut jantung yang cepat- angina
pektoris (nyeri dada)- sakit kepala migren.
"%
$ngiotensin con&erting enCyme inhibitor
9enyebabkan penurunan tekanan darah dengan cara melebarkan arteri. 3bat ini
efektif diberikan kepada7- orang kulit putih- usia muda- penderita gagal jantung -
penderita dengan protein dalam air kemihnya yang disebabkan oleh penyakit
ginjal menahun atau penyakit ginjal diabetik- pria yang menderita impotensi
sebagai efek samping dari obat yang lain. $ngiotensin-..-bloker menyebabkan
penurunan tekanan darah dengan suatu mekanisme yang mirip dengan
$,A-inhibitor.
$lgoritma untuk e&aluasi Krisis Hipertensi
parameter Hipertensi urgen:$ Hipertensi
emergen:$
2iasa 9endesak
Tekanan dara% =">!4""! =">!4""! =55!4"#!
)e+ala (akit kepala,
kecemasan, sering
kali tanpa gejala
(akit kepala hebat,
sesak nafas
(esak nafas, nyeri
dada, nokturia,
disarthria,
kelemahan,
kesadaran menurun
Pemeriksaan )idak ada
kerusakan organ
target, tidak ada
penyakit
kardio&askuler
Kerusakan organ
target, muncul
klinis penyakit
kardio&askuler,
stabil
Anselopati, edema
paru, insufisiensi
ginjal, iskemia
jantung
Terapi $wasi "-< jam,
memulai atau
teruskan obat oral,
naikkan dosis
$wasi <-% jam,
obat oral berjangka
kerja pendek
1asang jalur .-,
periksa
laboratorium
standar, terapi obat
.-
"en:ana 1eriksa ulang
dalam < hari
1eriksa ulang
dalam 5# jam
8awat ruangan
.,6
"E
">
)abel obat hipertensi parenteral
;.at Dosis Efek& lama
ker+a
Per%atian %usus
Sodium
nittroprusside
!,5/-"!mg 4kg4
menit sebagai
infuse .-
:angsung45-<
menit setelah
infuse
9ula, muntah, penggunaan
jangka panjang dapat
menyebabkan keracunan
tiosianat,methemoglobinemia,
asidosis, keracunan sianida
Nitrogliserin /!!-"!!!mg
sebagai infuse
.-
5-/ menit4/-"!
menit
(akit kepala,takikardi,
muntah, methemoglobinuria,
membutuhkan system
pengiriman khusus karena
obat mengikat pipa 1-(
Ni:ardipine /-"/mg4jam
sebagai infuse
i-
"-/ menit4"/-
<! menit
)akikardi, mual, muntah,
sakit kepala, peningkatan
tekanan intra cranial,
hipotensi
lonidin "/!ug, % amp
per 5/! cc
glukosa / 0
mikrodrip
<!-%! min45#
jam
Anselopati dengan gangguan
koroner
diltia<em /-"/ug4kg4menit
sebagai infuse
.-
"-/ min4"/-<!
min
)akikardi, mula, mntah, sakit
kepala, peningkatan tekanan
intracranial, hipotensi
0.= omplikasi
"
Hipertensi merupakan faktor resiko utama untuk terjadinya penyakit jantung,
gagal jantung kongesif, stroke, gangguan penglihatan dan penyakit ginjal. )ekanan
darah yang tinggi umumnya meningkatkan resiko terjadinya komplikasi tersebut.
Hipertensi yang tidak diobati akan mempengaruhi semua sistem organ dan akhirnya
memperpendek harapan hidup sebesar "!-5! tahun.
<
9ortalitas pada pasien hipertensi lebih cepat apabila penyakitnya tidak
terkontrol dan telah menimbulkan komplikasi ke beberapa organ &ital. (ebab
kematian yang sering terjadi adalah penyakit jantung dengan atau tanpa disertai
stroke dan gagal ginjal. Dengan pendekatan sistem organ dapat diketahui komplikasi
yang mungkin terjadi akibat hipertensi, yaitu7
<
No. Sistem organ omplikasi
1. *antung .nfark miokard, $ngina pectoris, Dagal jantung
kongestif
0. (ystem saraf pusat (troke, Ansefalopati hipertensif
4. Dinjal Dagal ginjal kronis
3. 9ata 8etinopati hipertensif
6. 1embuluh darah perifer 1enyakit pembuluh darah perifer
Komplikasi yang terjadi pada hipertensi ringan dan sedang mengenai mata,
ginjal, jantung dan otak. 1ada mata berupa perdarahan retina, gangguan penglihatan
sampai dengan kebutaan. Dagal jantung merupakan kelainan yang sering ditemukan
pada hipertensi berat selain kelainan koroner dan miokard. 1ada otak sering terjadi
perdarahan yang disebabkan oleh pecahnya mikroaneurisma yang dapat
mengakibakan kematian.
<
Kelainan lain yang dapat terjadi adalah proses tromboemboli dan serangan
iskemia otak sementara ()ransient .schemic $ttack4).$). Dagal ginjal sering
dijumpai sebagai komplikasi hipertensi yang lama dan pada proses akut seperti pada
hipertensi maligna.
<
5!
8isiko penyakit kardio&askuler pada pasien hipertensi ditentukan tidak hanya
tingginya tekanan darah tetapi juga telah atau belum adanya kerusakan organ target
serta faktor risiko lain seperti merokok, dislipidemia dan diabetes melitus. )ekanan
darah sistolik melebihi "#! mmHg pada indi&idu berusia lebih dari /! tahun,
merupakan faktor resiko kardio&askular yang penting. (elain itu dimulai dari tekanan
darah ""/4E/ mmHg, kenaikan setiap 5!4"! mmHg meningkatkan risiko penyakit
kardio&askuler sebanyak dua kali.
5
5"
BAB I!
ANALISIS ASUS
PENDEATAN H;LISTI
ANALISIS PASIEN SE>A"A H;LISTI
a. Hu.ungan anamnesis? diagnosis dengan keadaan ruma% '
1asien )n (, %% tahun datang ke dengan keluhan sakit kepala sejak ; " hari
yang lalu, sakit kepala hilang timbul, )etapi pasien masih dapat melakukan
akti&itas sehari-hari seperti biasa. (ebelumnya pasien memang sering
merasakan keluhan yang sama. +yeri kepala dirasakan dalam sehari bisa timbul
= < kali, lebih berat jika pasien kecapaian atau stress. Keluhan ini membuat
kepala pasien terasa berat dan menjalar hingga ke leher. (elain nyeri kepala,
selama seminggu belakangan ini pasien merasa lehernya sering tegang atau
kaku dan sulit tidur. 1using berputar (-). Demam(-), pandangan kabur (-),
muntah (-), nyeri dada (-), sesak nafas (-), 2$K normal, 2$2 normal. 1asien
hanya berobat ke 1uskesmas bila ada keluhan saja. 1asien tidak tahu nama obat
yang biasa diminumnya. 1ada pemeriksaan fisik didapatkan )D 5!!4 ""!. Dari
anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, akhirnya didapatkan
diagnosa penyakit yang diderita pasien yaitu Hipertensi grade ..
8umah pasien terletak di dalam gang kecil yang jarak rumah satu
dengan rumah yang lainnya berdekatan. 2agian depan rumah pasien digunakan
untuk membuka warung. 8umah berlantai semen dan beratap seng. 9emiliki "
ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga, " kamar tidur, dan " dapur
dan " kamar mandi. (umber air dari sumur. Kamar mandi menggunakan wc
jongkok. Kondisi rumah lembab dan kurang pencahayaan karena &entilasi yang
kurang disebabkan rumah berdekatan dengan rumah yang lain. Disini tidak
terdapat hubungan antara kondisi rumah dengan penyakit yang diderita pasien.
.. Hu.ungan diagnosis dengan aspek psikologis di keluarga
55
1asien mempunyai suami dan mempunyai / orang anak. (emua anak
pasien sudah menikah. (ekarang pasien tinggal bersama istri,
Keharmonisan keluarga pasien biasa-biasa saja. )idak ada masalah dalam
hubungan satu sama lain.
Didalam hubungan diagnosis dan aspek psikologis dikeluarga tidak ada
hubungannya dengan penyakit pasien, karena didalam keluarga pasien
berhubungan baik dengan anak anaknya.
:. Hu.ungan kausal antara .e.erapa masala% dengan diagnosis
1enyebab hipertensi terbagi 5 yaitu hipertensi esensial dan hipertensi sekunder.
1ada pasien ini penyebab hipertensi tidak diketahui atau sering disebut
hipertensi esensial. Dimana hipertensi ini dialami sekitar !0 kasus...
d. Analisis kemungkinan .er.agai faktor risiko atau etiologi pen$akit '
$dapun faktor yang menimbulkan penyakit hipertensi pada pasien ini terdiri
dari 5 faktor yakni faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat
dimodifikasi. Dimana faktor yang tidak dapat dimodifikasi adalah faktor
umur, sedangkan faktor yang dapat dimodifikasi adalah gaya hidup yang
kurang sehat. (eperti tidak mengatur pola makan dengan benar serta
kurangnya berolahraga.
e. Analisis untuk meng%indari fa:tor memper.erat dan penularan pen$akit '
6ntuk menghindari factor yang memperberat yaitu dengan memodifikasi gaya
hidup yang sehat seperti mengatur pola makan dengan benar, hindari makan
yang mengandung kolesterol seperti makanan bersantan, hindari stres, olah
raga yang teratur. (elain itu pasien juga kontrol teratur, periksa tekanan darah
secara rutin serta mengkonsumsi obat yang teratur.
"EN>ANA P";,;SI DAN PENDIDIAN ESEHATAN EPADA PASIEN
DAN EPADA ELUA")A
9enjelaskan kepada pasien tentang penyakitnya, faktor risiko, dan bagaimana
mengatasinya.
5<
"EN>ANA EDUASI PEN@AIT EPADA PASIEN DAN EPADA
ELUA")A
9enjelaskan kepada pasien bahwa penyakit ini tidak diketahui penyebabnya.
+amum ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya7
- faktor yang tidak dapat dimodifikasi yaitu faktor umur.
- faktor yang dapat dimodifikasi yaitu gaya hidup
'aktor gaya hidup merupakan faktor yang dapat dimodifikasi seperti
olah raga yang cukup, berfikir positif, hindari stres dan mengatur pola
makanan dengan benar yakni makan makanan yang rendah kolesterol, diet
rendah garam.
AN-U"AN-AN-U"AN P";,;SI ESEHATAN PENTIN) @AN) DAPAT
,E,BE"I SE,AN)AT&,E,PE">EPAT PEN@E,BUHAN PADA PASIEN
1asien diberi nasehat bahwa hipertensi itu merupakan penyakit yang
berbahaya bila dibiarkan. Hipertensi bila dibiarkan dapat menyebabkan pembuluh
darah menjadi kaku dan bisa tersumbat bahkan bisa pecah sehingga dapat
menyebabkan komplikasi seperti stroke bahkan kematian.
3leh karena itu pasien dianjurkan 7
9engatur pola makan yang benar, makan makanan yang rendah kolesterol,
diet rendah garam atau menggunakan garam untuk hipertensi.
:akukan olah raga secara teratur.
)idak merokok dan jauhkan diri dari asap rokok
9engkonsumsi obat secara rutin.
*ika klinis memberat, segera di bawa ke 8umah (akit untuk pemeriksaan
lebih lanjut.
5#
DA(TA" PUSTAA
". Hirlan. 5!!%. Hipertensi, 2uku $jar .lmu 1enyakit Dalam *ilid . Adisi .-.
*akarta 7 2alai 1enerbit 'K6..
5. Nogiantoro 9. Hipertensi Asensial dalam 2uku $jar .lmu 1enyakit Dalam
*ilid . Adisi .-. *akarta7 'K 6.. 5!!%.
<. Kaplan +orman 9. Hipertensi&e ,risis. .n 7 'lynn ) *oseph. Kaplan clinical
hypertensi&e. ed. Killiams Kilkins, 5!!%. ,hapter >.
#. Kumar -, $bbas $K, 'austo +. Hypertensi&e -ascular Disease. Dalam7
8obin and ,otran 1athologic 2asis of Disease, E
th
edition. 1hiladelpia7
Alse&ier (aunders, 5!!/.p /5>-/5.
5/
LA,PI"AN
(aat pemeriksaan
2ersama pasien dan istri pasien
Keadaan tempat tidur pasien Dapur
5%