Anda di halaman 1dari 14

RE-ALITHA inside

ini bukan tentang saya,anda, kita atau mereka..ini tentang perjalanan tak
terlupakan..lukisan dri tiap detik yang brkesan..ungkapan sederhana atas tiap helaan
nafas yang menyita ruang dalam jiwa..dan coretan tentang REALITHA penuh makna ..
RE-A map of life :)
Beranda
IMADIKSI

Selasa, 27 Maret 2012
akad ijarah ( akuntansi syariah )

AKAD IJARAH
A. Pengertian Akad Ijarah
Menurut Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunah, al Ijarah berasal dari kata al Ajru yang
berarti al Iwadhu (ganti/kompensasi). Ijarah dapat didefinisikan sebagai akad pemindahan hak
guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa, dalam waktu tertentu dengan pembayaran upah sewa
(ujrah), tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang jasa itu sendiri. Aset yang
disewakan (objek Ijarah) dapat berupa rumah, mobil, peralatan dan lain sebagainya, karena yang
ditransfer adalah manfaat dari suatu aset, sehingga segala sesuatu yang dapat ditransfer
manfaatnya dapat menjadi objek Ijarah.
Apabila terjadi kerusakan yang mengakibatkan penurunan nilai kegunaan dari aset yang
disewakan dan bukan disebabkan kelalaian penyewa, pemberi sewa berkewajiban menanggung
biaya pemeliharaannya selama periode akad atau menggantinya dengan aset sejenis. Penyewa
merupakan pihak yang menggunakan/mengambil manfaat atas aset sehingga penyewa
berkewajiban membayar sewa dan menggunakan aset sesuai dengan kesepakatan (jika ada), tidak
bertentangan dengan syariah dan merawat atau menjaga keutuhan aset tersebut. Apabila
kerusakan aset terjadi karena kelalaian penyewa maka ia berkewajiban menggantinya atau
memperbaikinya. Selama masa perbaikan, masa sewa tidak bertambah. Pemberi sewa dapat
meminta penyewa untuk menyerahkan jaminan atas Ijarah untuk menghindari resiko kerugian
(ED PSAK 107).
Dalam kontrak, tidak boleh dipersyaratkan biaya pemeliharaan yang akan ditanggung
penyewa karena hal ini dapat menimbulkan ketidakpastian (gharar). Pengalihan kontrak atau
aset yang disewa kemudian disewakan kembali pada pihak lain boleh dilakukan baik dengan
harga sama, lebih tinggi atau lebih rendah asalkan pemberi sewa mengijinkannya. Namun bila
disewakan kembali pada pemberi sewa, maka syaratnya adalah kedua akad (yaitu dari pemberi
sewa ke penyewa pertama atau dari penyewa pertama ke penyewa berikutnya yang tidak lain
pemberi sewa sendiri) harus tunai.
Pembayaran sewa dapat dibayar di muka, ditangguhkan ataupun diangsur sesuai
kesepakatan antara pemberi sewa dan penyewa. Apabila yang disepakati adalah pembayaran
tangguh dan terjadi penundaan pembayaran akibat penyewa lalai (bukan karena tidak mampu
secara finansial), maka dapat dikenakan denda, yang akan digunakan sebagai dana kebajikan.
Apabila atas Ijarah dibayarkan uang muka, dan penyewa membatalkan akad, maka uang muka
tersebut menjadi hak pemberi sewa.
Akad Ijarah memiliki resiko berupa gagal bayar dari penyewa, aset Ijarah rusak, atau
penyewa menghentikan akad sehingga pemberi sewa harus mencari penyewa baru. Akad Ijarah
hendaknya memuat aturan tentang jangka waktu akad, besarnya sewa atau upah, cara
pembayaran sewa atau upah (di muka, angsuran atau di akhir), peruntukan aset yang disewakan
dan hal lainnya yang dianggap penting. Perjanjian mulai berlaku efektif ketika penyewa dapat
menggunakan aset yang disewanya bukan saat penandatanganan kontrak, sebaliknya pada saat
itu pemberi sewa berhak menerima pembayaran sewa atau upah.
B. Jenis Akad Ijarah
1. Berdasarkan objek yang disewakan
Berdasarkan obyek yang disewakan, Ijarah dibagi 2, yaitu:
a. Manfaat atas aset yang tidak bergerak seperti rumah atau aset bergerak seperti mobil, motor,
pakaian dan sebagainya.
b. Manfaat atas jasa berasal dari hasil karya atau dari pekerjaan seseorang.
2. Berdasarkan Exposure Draft PSAK 107
Berdasarkan Exposure Draft PSAK 107, Ijarah dibagi menjadi 3, yaitu:
a. Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu aset atau jasa, dalam waktu
tertentu dengan pembayaran upah atau sewa (ujrah), tanpa diikuti dengan pemindahan
kepemilikan atas aset itu sendiri.
b. Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT) merupakan Ijarah denganwaad (janji) dari pemberi sewa
berupa perpindahan kepemilikan objek Ijarah pada saat tertentu (ED PSAK 107).
Skema Ijarah







Keterangan:
(1) Penyewa dan pemberi sewa melakukan kesepakatan Ijarah.
(2) Pemberi sewa menyerahkan objek sewa pada penyewa.
(3) Penyewa melakukan pembayaran.
Perpindahan kepemilikan suatu aset yang disewakan dari pemilik kepada penyewa, dalam
Ijarah Muntahiya Bit Tamlik dapat dilakukan jika seluruh pembayaran sewa atas objek Ijarah
yang dialihkan telah diselesaikan dan objek Ijarah telah diserahkan kembali kepada pemberi
sewa. Kemudian untuk perpindahan kepemilikan akan dibuat akad baru, terpisah dari akad ijarah
sebelumnya. Perpindahan kepemilikan dapat dilakukan melalui:
(1) Hibah;
(2) Penjualan, di mana harga harus disepakati kedua belah pihak sebelum akad penjualan, namun
pelaksanaan penjualan dapat dilakukan;
(3) Sebelum akad berakhir;
(4) Setelah akad berakhir;
(5) Penjualan secara bertahap sesuai dengan waad (janji) pemberi sewa.
3. Berdasarkan jual dan sewa kembali (sale and leaseback) atau transaksi jual dan Ijarah
Jenis Ijarah seperti ini terjadi dimana seseorang menjual asetnya kepada pihak lain dan
menyewa kembali aset tersebut. Alasan dilakukannya transaksi tersebut bisa saja si pemilik aset
membutuhkan uang sementara ia masih memerlukan manfaat dari aset tersebut. Transaksi jual
dan Ijarah harus merupakan transaksi yang terpisah dan tidak saling bergantung (taalluq)
sehingga harga jual harus dilakukan pada nilai wajar dan penjual akan mengakui keuntungan
atau kerugian. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari transaksi jual tidak dapat diakui
sebagai pengurang atau penambah beban Ijarah yang muncul karena ia menjadi penyewa.
C. Dasar Syariah
1. Sumber Hukum Akad Ijarah
a. Al-Quran, sebagaimana firman Allah SWT:
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhan-mu? Kami telah menentukan antara mereka
penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka


atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan yang
lain. Dan rahmat Tuhan-mu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS 43:32)
Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak dosa bagimu apabila kamu
memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah
bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS 2:233)
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata wahai ayahku ambillah ia sebagai orang yang
bekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik untuk bekerja (pada kita) adalah
orang yang kuat lagi dapat dipercaya. (QS 28:26)
b. As-Sunah
Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah bersabda: Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya
kering. (HR. ibnu Majah)
Barangsiapa mempekerjakan pekerja, beritahukanlah upahnya (HR. Abd ar-Razzaq dari
Abu Hurairah dan Abu Said al-Khudri)
Dari Saad bin Abi Waqqash r.a, bahwa Rasulullah bersabda: Dahulu kami menyewa tanah
dengan (jalan membayar dari) tanaman yang tumbuh. Lalu Rasulullah melarang kami cara itu
memerintahkan kami agar membayarnya dengan uang emas atau perak. (HR. Nasai)
Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi SAW. Beliau bersabda, Allah Taala berfirman: Ada tiga
golongan yang pada hari kiamat (kelak) Aku akan menjadi musuh mereka: (pertama) seorang
laki-laki yang mengucapkan sumpah karena Aku kemudian ia curang, (kedua) seorang laki-laki
yang menjual seorang merdeka lalu dimakan harganya, dan (ketiga) seorang laki-laki yang
mempekerjakan seorang buruh lalu sang buruh mengerjakan tugas dengan sempurna, namun ia
tidak memberinya upahnya. (Hasan: irwa-ul Ghalil no.: 1489 dan Fathul Bari IV: 417 no.:2227)
Rasulullah melarang dua bentuk akad sekaligus dalam satu objek. (HR. Ahmad dari Ibnu
Masud)


2. Rukun dan Ketentuan Syariah Ijarah
a. Rukun Ijarah ada tiga macam, yaitu:
(1) Pelaku yang terdiri atas pemberi sewa/pemberi jasa/lessor/mujjir dan penyewa/pengguna
jasa/lessee/mustajir.
(2) Objek akad Ijarah berupa: manfaat asset/majur dan pembayaran sewa atau manfaat jasa dan
pembayaran upah.
(3) Ijab Kabul/serah terima.
b. Ketentuan syariah:
(1) Pelaku, harus cakap hukum dan baligh
(2) Objek akad Ijarah
Manfaat aset/jasa adalah sebagai berikut:
- Harus bisa dinilai dan dapat dilaksanakan dalam kontrak.
- Harus yang bersifat dibolehkan secara syariah (tidak diharamkan).
- Dapat dialihkan secara syariah.
- Harus dikenali secara spesifik sedemikian rupa untuk menghilangkan ketidaktahuan yang dapat
menimbulkan sengketa.
- Jangka waktu penggunaan manfaat ditentukan dengan jelas.
Sewa dan Upah, yaitu sesuatu yang dijanjikan dan dibayar penyewa atau pengguna jasa
kepada pemberi sewa atau pemberi jasa sebagai pembayaran atas manfaat aset atau jasa yang
digunakannya.
- Harus jelas besarannya dan diketahui oleh para pihak
- yang berakad.
- Boleh dibayarkan dalam bentuk jasa (manfaat lain) dari jenis yang serupa dengan objek akad.
- Bersifat fleksibel.
Ketentuan Syariah untuk Ijarah Muntahiya Bit Tamlik
- Pihak yang melakukan Ijarah Muntahiya Bit Tamlik harus melaksanakan akad Ijarah terlebih
dahulu. Akad pemindahan kepemilikan, baik dengan jual beli atau pemberian, hanya dapat
dilakukan setelah berakhirnya akad Ijarah.
- Janji pemindahan kepemilikan yang disepakati di awal akad Ijarah adalah waad, yang
hukumnya tidak mengikat.
(3) Ijab Kabul
Adalah pernyataan dan ekspresi saling rida/rela di antara pihak-pihak pelaku akad yang
dilakukan secara verbal, tertulis, melalui korespondensi atau menggunakan cara-cara komunikasi
modern.
3. Berakhirnya Akad Ijarah
a. Periode akad sudah selesai sesuai dengan perjanjian;
b. Periode akad belum selesai tetapi pemberi sewa dan penyewa sepakat menghentikan akad Ijarah;
c. Terjadi kerusakan aset;
d. Penyewa tidak dapat membayar sewa;
e. Salah satu pihak meninggal dan ahli waris tidak berkeinginan untuk meneruskan akad karena
memberatkannya.
4. Perbedaan Ijarah dengan Leasing
Keterangan Ijarah Leasing
1 Objek Manfaat barang dan jasa Manfaat barang saja
2 Metode
Pembayaran
Tergantung atau tidak tergantung
pada kondisi barang/jasa yang
disewa
Tidak tergantung pada
kondisi barang yang disewa
3 Perpindahan
Kepemilikan
a. Ijarah
Tidak ada perpindahan
kepemilikan.
b. IMBT
a. Sewa Guna Operasi
Tidak ada transfer
kepemilikan.
b. Sewa Guna dengan Opsi
Janji untuk menjual-
menghibahkan di awal akad.
Memiliki opsi membeli atau
tidak membeli di akhir masa
sewa.
4 Jenis
Leasing
Lainnya
a. Lease Purchase
Tidak dibolehkan karena akadnya
gharar, yakni antara sewa dan beli.
b. Sale and Lease Back
Dibolehkan

a. Lease Purchase
Dibolehkan
b. Sale and Lease Back
Dibolehkan

a. Objek
Ijarah bila diterapkan untuk mendapatkan manfaat dari aset disebut sewa-menyewa,
sedangkan bila diterapkan untuk mendapatkan manfaat tenaga kerja/jasa disebut upah mengupah
(ujrah). Dalam leasing hanya berlaku untuk sewa-menyewa aset saja.
b. Metode pembayaran
Dalam Ijarah, metode pembayaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Ijarah yang
pembayarannya tergantung pada kinerja objek yang disewa (contingent to performance) dan
Ijarah yang pembayarannya tidak tergantung pada kinerja yang disewa (not contingent to
performance).
c. Perpindahan kepemilikan
Pada dasarnya akad Ijarah sama seperti operating lease, yakni yang dipindahkan adalah
manfaat dari aset yang disewakan. Untuk jenis akad Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT),
kepemilikan aset tetap pada pemberi sewa dan si penyewa mengambil manfaat/menggunakan
aset tersebut. Sementara dalam leasing, jenis leasing tergantung dari sisi pemberi sewa dan
penyewa. Dari sisi pemberi sewa, secara umum dikenal 4 jenis leasing, yaitu: financial lease,
sales type lease, operating lease, dan leverage lease. Sedangkan dari sisi penyewa, dikenal 2
jenis yaitu operating lease dan capital lease.
Dalam financial lease (sisi lessor) atau capital lease(sisi lessee) adalah merupakan
bentuk transfer sebagian resiko dan keuntungan kepemilikan yang mengikat pada lessee, periode
jangka panjang, dan lessee akan menanggung semua biaya perbaikan dan pada akhir periode
memiliki hak untuk membeli karena resiko barang ditanggung olehnya. Dalam operating lease,
hak kepemilikan berada pada pemilik aset, yang dialihkan hanya manfaat dari aset tersebut.
Syariah tidak menghalalkancapital/financial lease karena memiliki akad yang tidak jelas
(gharar), sedangkan untuk operating lease dibolehkan karena bentuknya seperti sewa-menyewa.
d. Jenis leasing lainnya
Purchase lease adalah suatu bentuk lease yang menggabungkan antara hak beli dan leasing
sekaligus. Ciri dalam purchase lease: pembeli membayar sejumlah uang untuk hak beli yang
tidak dapat ditarik kembali serta bukan bagian dari uang muka pembelian, harga jual ditetapkan
di awal dan biasanya lebih tinggi dari harga pasar, selama belum terjadi pembelian pembeli
membayar sejumlah uang sewa, perjanjian tidak dapat dibatalkan kecuali gagal bayar yang
biasanya objek sewa akan disita oleh lessor, dan tidak ada orang yang dapat membeli aset
tersebut setelah perjanjian pembeli dan pemilik. Akad lease-purchase ini diharamkan karena
adanya two in one (dua akad sekaligus atau shafqatain fi shafqah). Ini menyebabkan gharar
dalam akad, yakni ada ketidakjelasan akad: apakah yang berlaku akad sewa atau akad beli.
Sale and Lease Back (al bai tsumma iadatul ijarahatau jual dan ijarah) adalah suatu bentuk lease
dimana penjual menjual barang kepada pembeli kemudian pembeli menyewakan kembali kepada
penjual. Akad jenis ini dibolehkan secara syariah, asalkan akad jual dan akad ijarah harus
terpisah dan tidak boleh dipersyaratkan.
D. Perlakuan Akuntansi (ED PSAK 107)
1. Akuntansi untuk Pemberi Sewa (Mujir)
a. Biaya Perolehan, untuk objek Ijarah baik aset berwujud maupun tidak berwujud, diakui saat
objek Ijarah diperoleh sebesar biaya perolehan. Aset tersebut harus memenuhi syarat sebagai
berikut:
1) Kemungkinan besar perusahaan akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset
tersebut, dan
2) Biaya perolehannya dapat diukur secara andal.
Jurnal:
Aset Ijarah xxx
Kas/Utang xxx
b. Penyusutan, jika aset Ijarah tersebut dapat disusutkan/diamortisasi maka penyusutan atau
amortisasinya diperlakukan sama untuk aset sejenis selama umur manfaatnya (umur
ekonomisnya). Jika aset Ijarah untuk akad sejenis IMBT maka masa manfaat yang digunakan
untuk menghitung penyusutan adalah periode akad IMBT.
Jurnal:
Biaya penyusutan xxx
Akumulasi Penyusutan xxx
c. Pendapatan sewa, diakui pada saat manfaat atas aset telah diserahkan kepada penyewa pada
akhir periode pelaporan. Jika manfaat telah diserahkan tapi perusahaan belum menerima uang,
maka akan diakui sebagai Piutang Pendapatan Sewa dan diukur sebesar nilai yang dapat
direalisasikan.
Jurnal:
Kas/Piutang sewa xxx
Pendapatan sewa xxx
d. Biaya Perbaikan Objek Ijarah, adalah tanggungan pemilik, tetapi pengeluarannya dapat
dilakukan oleh pemilik secara langsung atau dilakukan oleh penyewa atas persetujuan pemilik.
1) Jika perbaikan rutin yang dilakukan oleh penyewa dengan persetujuan pemilik maka diakui
sebagai beban pemilik pada saat terjadinya.
Jurnal:
Biaya perbaikan xxx
Utang xxx
2) Jika perbaikan tidak rutin atas objek Ijarah yang dilakukan oleh penyewa diakui pada saat
terjadinya.
Jurnal:
Biaya perbaikan xxx
Kas/Utang/Perlengkapan xxx
3) Dalam Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik melalui penjualan secara bertahap, biaya perbaikan objek
Ijarah yang dimaksud pada nomor 1 dan 2 ditanggung pemilik maupun penyewa sebanding
dengan bagian kepemilikan masing-masing atas objek Ijarah.
Jurnal:
Biaya perbaikan xxx
Kas/Utang/Perlengkapan xxx
e. Perpindahan Kepemilikan Objek Ijarah dalam Ijarah Muntahiya Bit Tamlik dapat dilakukan
dengan cara:
1) Hibah, maka jumlah tercatat objek Ijarah diakui sebagai beban.
Jurnal:
Beban Ijarah xxx
Akumulasi Penyusutan xxx
Aset Ijarah xxx
2) Penjualan sebelum berakhirnya masa, sebesar sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati,
maka selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek Ijarah diakui sebagai keuntungan atau
kerugian.
Jurnal:
Kas/Piutang xxx
Akumulasi penyusutan xxx
Kerugian* xxx
Keuntungan** xxx
Asset Ijarah xxx
*jika nilai buku lebih besar dari harga jual
**jika nilai buku lebih kecil dari harga jual
3) Penjualan setelah selesai masa akad, maka selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek
Ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian.
Jurnal:
Kas xxx
Kerugian xxx
Akumulasi penyusutan xxx
Keuntungan xxx
Aset Ijarah xxx
4) Penjualan objek Ijarah secara bertahap, maka:
Selisih antara harga jual dan jumlah tercatat sebagian objek Ijarah yang telah dijual diakui
sebagai keuntungan maupun kerugian.
Jurnal:
Kas xxx
Kerugian xxx
Akumulasi penyusutan xxx
Keuntungan xxx
Aset Ijarah xxx
Bagian objek Ijarah yang tidak dibeli penyewa diakui sebagai aset tidak lancar atau aset lancar
sesuai dengan tujuan penggunaan aset tersebut.
Jurnal:
Aset lancar/tidak lancar xxx
Akumulasi penyusutan xxx
Aset ijarah xxx
Seluruh beban maupun keuntungan/kerugian yang timbul akibat penjualan Ijarah tersebut diakui
sebagai beban/keuntungan/kerugian pada periode berjalan. Keuntungan/kerugian yang timbul
tidak dapat diakui sebagai pengurang atau penambah dari beban ijarah.
f. Penyajian, pendapatan Ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban-beban yang terkait,
misalnya beban penyusutan, beban pemeliharaan dan beban perbaikan, dan sebagainya.
g. Pengungkapan, pemilik mengungkapkan dalam laporan keuangan terkait transaksi Ijarah dan
Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik, tetapi tidak terbatas pada:
1) Penjelasan umum isi akad yang signifikan yang meliputi tetapi tidak terbatas pada:
Keberadaan waad pengalihan kepemilikan dan mekanisme yang digunakan (jika ada waad
pengalihan kepemilikan)
Pembatasan-pembatasan, misalnya Ijarah lanjut
Agunan yang digunakan (jika ada)
2) Nilai perolehan dan akumulasi penyusutan untuk setiap kelompok aset Ijarah
3) Keberadaan transaksi jual dan ijarah (jika ada).
2. Akuntansi untuk Penyewa (Mustajir)
a. Beban sewa, diakui selama masa akad pada saat manfaat atas aset telah diterima.
Jurnal:
Beban sewa xxx
Kas/utang xxx
Untuk pengakuan sewa diukur sebesar jumlah yang harus dibayar atas manfaat yang telah
diterima.
b. Biaya pemeliharaan Objek Ijarah, yang disepakati dalam akad menjadi tanggungan penyewa
diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Sedangkan dalam Ijarah Muntahiya Bit Tamlik
melalui penjualan objek Ijarah secara bertahap, biaya pemeliharaan objek Ijarah yang menjadi
beban penyewa akan meningkat sejalan dengan peningkatan kepemilikan objek Ijarah.
Jurnal:
Beban pemeliharaan Ijarah xxx
Kas/Utang/Perlengkapan xxx
Jurnal pencatatan atas biaya pemeliharaan yang menjadi tanggungan pemberi sewa tapi
dibayarkan terlebih dahulu oleh penyewa.
Piutang xxx
Kas/Utang/Perlengkapan xxx
c. Perpindahan kepemilikan, dalam Ijarah Muntahiya Bit Tamlik dapat dilakukan dengan cara:
1) Hibah, maka penyewa mengakui aset dan keuntungan sebesar nilai wajar objek Ijarah yang
diterima.
Jurnal:
Aset nonkas (Eks Ijarah) xxx
Keuntungan xxx
2) Pembelian sebelum masa akad berakhir, maka penyewa mengakui aset sebesar pembayaran sisa
cicilan sewa atau jumlah yang disepakati.
Jurnal:
Aset nonkas (Eks Ijarah) xxx
Kas xxx
3) Pembelian setelah masa akad berakhir, maka penyewa mengakui aset sebesar pembayaran yang
disepakati.
Jurnal:
Aset nonkas (Eks Ijarah) xxx
Kas xxx
4) Pembelian objek Ijarah secara bertahap, maka penyewa mengakui aset sebesar biaya perolehan
objek Ijarah yang diterima.
Jurnal:
Aset nonkas (Eks ijarah) xxx
Kas xxx
Utang xxx
d. Jika suatu entitas/penyewa menyewakan kembali aset Ijarah lebih lanjut pada pihak lain atas aset
yang sebelumnya disewa, maka ia harus menerapkan perlakuan akuntansi untuk pemilik dan
akuntansi penyewa dalam PSAK ini.
e. Pengungkapan, penyewa mengungkapkan dalam laporan keuangan terkait transaksi Ijarah dan
Ijarah Muntahiya Bit Tamlik, tetapi tidak terbatas pada:
1) Penjelasan umum isi akad yang signifikan yang meliputi tetapi tidak terbatas pada:
Total pembayaran
Keberadaan waad pemilik untuk pengalihan kepemilikan dan mekanisme yang digunakan (jika
ada waad pemilik untuk pengalihan kepemilikan)
Pembatasan-pembatasan, misalnya Ijarah lanjut
Agunan yang digunakan (jika ada)
2) Keberadaan transaksi jual dan Ijarah dan keuntungan atau kerugian yang diakui (jika ada
transaksi jual dan Ijarah)
E. Illustrasi Kasus Ijarah
1. Kasus Ijarah
Transaksi (dalam ribuan
rupiah)
Pemberi Sewa Penyewa
Tgl. 2 Januari 2007
Pemberi sewa dan
Penyewa
menandatangani akad
Ijarah atas mobil selama
3 tahun. Disepakati
bahwa pembayaran
dilakukan setiap bulan
sebesar Rp 12.500.
pemberi sewa membeli
mobil yang disewakan
sebesar Rp 150.000 dari
PT. B
Saat pembelian dari PT. B:
Aset Ijarah 150.000
Kas 150.000

Saat menerima pendapatan dari
Penyewa:
Kas 12.500
Pendapatan sewa 12.500







Beban sewa 12.500
Kas 12.500
Setiap penerimaan
pendapatan sewa pada
awal bulan.
Kas 12.500
Pendapatan sewa 12.500
Beban sewa 12.500
Kas 12.500
Pada akhir periode
dilakukan alokasi untuk
beban depresiasi selama
5 tahun sesuai masa
manfaat mobil dengan
metode garis lurus.
Beban peny 30.000
Akum. Peny 30.000

Penyajian pada akhir
tahun pertama untuk aset
Ijarah.
Aset Ijarah 150.000
Akum. Penyusutan 30.000
120.000

Pada saat akhir kontrak
aset Ijarah dikembalikan
kepada pemberi sewa,
Aset nonkas
(Eks Ijarah) 150.000
Aset Ijarah 150.000

sehingga dibuatkan ayat
jurnal reklasifikasi
Diposkan oleh RE-ALITHA di 19.43
Reaksi:

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: akuntansi
2 komentar:
1.
refky poetra26 April 2012 10.25
makasiah y... RE-ALITHA
ini sangat bermanfaat....
BalasHapus
2.
RE-ALITHA30 April 2012 00.14
sma2,
marii saling tukar informasi :)
BalasHapus
Muat yang lain...
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
all about Re-alitha

RE-ALITHA
i'm just the ordinary girl dengan sedikit kelebihan ambisi dan mimpi..dengan keinginan kuat untuk membuat setiap angan menjdi
nyata..dengan pegangan simple yang terpatri dalam hati "something is only about what u think" :))
Lihat profil lengkapku

Total Tayangan Laman
follow RE-A!

Label
akuntansi (9)
article (2)
cerpen (6)
ekonomi (1)
inspiring (2)
Manajemen (2)
organisasi (3)
pendidikan (13)
puisi (4)
resensi buku (2)

shares :)

Entri Populer
TEORI EKONOMI JOHN MAYNARD KEYNES
TEORI EKONOMI JOHN MAYNARD KEYNES Teori Keynes yang dipaparkan oleh John Mayard Keynes dalam bukunya yang berjudul General
Theory adal...

Up-Date!
Loading...

Re-A's fave
info beasiswa Thailand
HIMA DIKSI FE UNY
DIKTI
my [FB]

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Template Awesome Inc.. Diberdayakan oleh Blogger.