Anda di halaman 1dari 19

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

SPESIFIKASI UMUM

DAFTAR ISI

Halaman :

1. GAMBAR-GAMBAR

1

1.1 Gambar-gambar

Kontrak

1

1.2 Gambar-gambar yang Dibuat oleh Kontraktor

1

1.2.1 Umum

1

1.2.2 Gambar-gambar Pelaksanaan/Kerja (Construction Drawings)

1

1.2.3 Gambar Kerja

2

1.2.4 Gambar-gambar untuk Pekerjaan Sementara

2

1.2.5 Gambar-gambar Purna Laksana (As-Built Drawing)

2

1.2.6 Gambar-gambar

Lain

3

1.3 Penyerahan, Pemeriksaan atau Persetujuan Gambar-gambar Kontraktor

3

1.4 Biaya Persiapan Gambar-gambar

3

2. STANDARISASI DAN SPESIFIKASI

4

3. PROGRAM PELAKSANAAN DAN LAPORAN

4

3.1 Program Pelaksanaan

4

3.2 Laporan Kemajuan Pekerjaan

5

3.3 Jadwal (Schedule) Mingguan dan Bulanan

6

3.4 Pertemuan Gabungan untuk Membicarakan Kemajuan

6

3.5 Photo-photo Kemajuan Pelaksanaan

6

4. BAHAN-BAHAN DAN PERALATAN YANG AKAN DISEDIAKAN OLEH KONTRAKTOR

7

4.1

Umum

7

4.2

Sarana Pelaksanaan

7

4.3

Bahan-bahan Pengganti

7

4.4

Pemeriksaan Sarana dan Bahan-bahan

7

4.5

Program dan Perhatian pada Sarana Angkutan

8

4.6

Spesifikasi, Pamflet/Brosur dan Data yang Disediakan oleh Kontraktor

8

5. SURVEY DAN PENGUKURAN PEKERJAAN-PEKERJAAN

8

5.1 Bench Mark (Titik Peil)

8

5.2 Survey Pra -Pelaksanaan

8

5.3 Tinggi Permukaan Asli yang Digunakan dalam Pengukuran

9

5.4 Bantuan Staf Direksi dan Konsultan Supervisi untuk Survey

9

5.5 Pengukuran dan Pembayaran Pekerjaan Survey dan Pengukuran Pekerjaan

9

6. PEKERJAAN-PEKERJAAN SEMENTARA

9

 

6.1 Umum

9

6.2 Lokasi/Lapangan

9

6.3 Mobilisasi dan Demobilisasi

9

 

6.3.1 Ruang Lingkup

9

6.3.2 Pengukuran dan Pembayaran Mobilisasi dan Demobilisasi

10

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

6.4 Kantor Lapangan, Gudang, Bengkel, Barak Tenaga Kerja dan Lain-Lain

10

6.5 Jalan Masuk Sementara

10

 

6.5.1 Ruang Lingkup

10

6.5.2 Pengukuran dan Pembayaran

11

6.6 Jembatan Sementara

11

6.7 Pengaturan Lalu-lintas Sementara

11

6.8 Pengawasan/Pengaturan Lalu-lintas Jalan

11

6.9 Pengelakan dan Pengendalian Air

12

6.10 Pembuangan Sampah yang Mengapung

12

6.11 Test Laboratorium dan Pekerjaan Investigasi

12

7. PENGATURAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN

12

 

7.1 Umum

12

7.2 Sistem Pengaturan Keamanan

13

7.3 Pengaturan Sanitasi dan Pembersihan Lapangan

13

7.4 Pencegahan untuk Keselamatan

13

7.5 Pencegahan Kebakaran

13

8. PEMBONGKARAN (“DEMOLITION”)

13

8.1 Pembongkaran dari Bangunan yang Ada

13

 

8.2.1 Umum

13

8.2.2 Pengukuran dan Pembayaran

13

8.2 Relokasi dari Utilitas Pelayanan Umum

14

 

8.3.1 Ruang Lingkup

14

8.3.2 Pengukuran dan Pembayaran

14

8.3 Perlindungan Lingkungan

14

 

8.4.1 Umum

14

8.4.2 Perlindungan pada Daerah Perbatasan Hutan

14

8.4.3 Pengaturan dan Perlindungan Fauna

14

8.4.4 Perjanjian Pengamanan Lingkungan/Sekitarnya

15

9. PEMELIHARAAN SEMUA JALAN

15

9.1

Pengukuran dan Pembayaran

15

10. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

15

10.1

Satuan Pekerjaan

15

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

1.

GAMBAR-GAMBAR

1.1

Gambar-gambar Kontrak

Gambar-gambar terdapat di Dokumen Lelang merupakan bagian dari Dokumen Kontrak .

Kontraktor harus mempersiapkan dan membuat Gambar-gambar pelaksanaan, berdasarkan gambar dalam dokumen lelang dan atas perintah Direksi dan Konsultan Supervisi .

1.2

Gambar-gambar yang Dibuat oleh Kontraktor

1.2.1

Umum

Penyiapan gambar pelaksanaan dalam rangka mutual-check. Semua gambar yang dinyatakan dibawah ini, harus disiapkan dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi dan harus diajukan jauh sebelumnya, sehingga Direksi dan Konsultan Supervisi dapat memeriksa dan atau menyetujui tanpa mengakibatkan penundaan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Kontraktor harus menyediakan juru gambar dan pembantu-pembantunya dalam jumlah yang cukup dan berkualitas yang mampu menghasilkan semua gambar yang diperlukan.

Setelah gambar-gambar tersebut diperiksa dan atau disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi, gambar-gambar tersebut merupakan bagian dari Kontrak.

1.2.2 Gambar-gambar Pelaksanaan/Kerja (Construction Drawings)

Kontraktor akan membuat semua gambar-gambar yang akan digunakan untuk pelaksanaan (“Contruction Drawing”) disiapkan dalam kertas ukuran A3. Gambar-gambar itu harus berdasarkan gambar yang terdapat pada Dokumen Lelang dan harus menunjukkan detail-detail yang cukup untuk tujuan pelaksanaan.

Gambar-gambar Pelaksanaan harus mencakup semua pekerjaan, tetapi tidak dibatasi hal-hal sebagai berikut :

1. Situasi yang harus menunjukkan detail-detail alinemen horizontal;

2. Potongan-memanjang yang menunjukkan elevasi permukaan tanah asli, profil-profil desain;

3. Potongan-melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tanah asli, desain akhir permukaan pekerjaan tanah dan data yang relevan lainnya. Lebar pengukuran sampai dengan 10 m dari BPT (batas pembebasan tanah).

Demikian pula gambar-gambar pelaksanaan untuk setiap bangunan harus dibuat dengan cara yang sama, didasarkan pada gambar-gambar dalam dokumen lelang (yang menampakkan secara umum atau bentuk typical), yang disesuaikan dengan dengan hasil pengukuran situasi lapangan.

Disamping akan digunakan untuk pelaksanaan Pekerjaan, Gambar-gambar Pelaksanaan akan digunakan sebagai dasar untuk pengukuran kuantitas (mutual check) dan pembayaran.

Kontraktor harus yakin bahwa gambar-gambar tersebut berisi detail-detail yang cukup, dan semua elevasi permukaan tanah asli yang digambarkan adalah elevasi-elevasi yang telah disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi sebagaimana disebutkan pada pasal 1.3. dari Spesifikasi Umum.

Gambar-gambar pelaksanaan dibuat dalam bentuk digital dengan format autocad diserahkan kepada Direksi dalam rangkap 5 (lima) beserta tempat penyimpanan gambar-gambar (rak) yang akan digunakan oleh Proyek

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

1.2.3 Gambar Kerja

Gambar-gambar Kerja akan disiapkan oleh Kontraktor harus menunjukkan sketsa, dimensi, tipe material dan lain-lain dari item-item khusus sesuai dengan Gambar dan Spesifikasinya. Gambar-gambar tersebut harus diserahkan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi untuk disetujui.

1.2.4 Gambar-gambar untuk Pekerjaan Sementara

Dalam waktu 30 hari setelah diterimanya Surat Perintah Kerja, kontraktor akan menyerahkan pada Direksi dan Konsultan Supervisi 3 (tiga) set gambar - gambar untuk diperiksa dan disetujui, yang menunjukkan Pekerjaan-pekerjaan Sementara yang utama, seperti yang ditentukan pada Pasal 7, Spesifikasi Umum. Gambar-gambar tersebut harus menunjukkan lokasi-lokasi dan detail-detail yang berhubungan dengan komponen-komponen utama dari sarana pelaksanaan, kantor, bangunan gudang kerja, fasilitas perumahan, daerah gudang, dan lain-lain, yang diusulkan Kontraktor untuk dibangun di lapangan atau tempat-tempat lain yang ditetapkan.

Disamping itu, gambar-gambar tersebut juga harus menunjukkan tempat pembongkaran material dan peralatan yang diusulkan Kontraktor untuk dibawa ke lapangan, dan kapasitas untuk tiap item utama dari sarana kontruksi tersebut.

Bila terjadi perubahan yang berkaitan dengan item tersebut diatas pada saat pembuatan atau sesudah item tersebut beroperasi, Kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar revisi yang menunjukkan perubahan itu kepada Direksi dan Konsultan Supervisi untuk diperiksa dan disetujui secara tertulis.

1.2.5 Gambar-gambar Purna Laksana (As-Built Drawing)

Selama dalam tahap pelaksanaan, kontraktor harus menjaga/melangsungkan pemutakhiran gambar- gambar purna laksana dari semua jenis pekerjaan yang telah diselesaikan. Setiap gambar-gambar harus menunjukkan perubahan-perubahan yang disyahkan, yang telah dibuat terhadap gambar Pelaksanaan yang disetujui, dengan maksud agar gambar-gambar tersebut merupakan potret yang benar dari kondisi sebagaimana dilaksanakan dari setiap pekerjaan permanen. Format gambar-gambar purna laksana harus disetujui Direksi dan Konsultan Supervisi.

Gambar-gambar purna laksana harus selalu tersedia guna inspeksi bulanan ke lokasi yang dilakukan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi, dan jika bukan gambar yang mutakhir, Kontraktor harus memperbarui (memutakhirkan) gambar-gambar tersebut dalam waktu 6 (enam) hari-kerja.

Sesudah seluruh bagian pekerjaan permanen yang digambarkan didalam Gambar Kontrak selesai dilaksanakan, gambar Purna-laksana dari bagian pekerjaan permanen tersebut, setelah disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi, harus ditandatangani bersama oleh Direksi dan Konsultan Supervisi dan Kontraktor.

Gambar-gambar purna-laksana harus dibuat pada kertas yang dapat direproduksi dan berkualitas baik, sehingga dapat dicopy dengan hasil yang jelas dan dapat dibaca. Seperangkat gambar purna laksana yang telah jadi harus diserahkan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi untuk diperiksa dan disetujui dalam waktu 30 hari setelah pekerjaan-pekerjaan itu diselesaikan.

Sebelum pembayaran akhir dibuat, Kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar Purna-laksana lengkap dan memberikan gambar yang paling mutakhir yang menunjukkan pelaksanaan sebagaimana yang benar-benar dilaksanakan. Gambar-gambar tersebut adalah sebagai berikut :

1. 5 (satu) set cetakan asli pada kertas berkualitas baik (80 gr), ukuran A-3;

2. 5 (delapan) set copy pada kertas berkualitas baik (80 gr), ukuran A-3;

3. 1 (satu) CD berisi rekaman file autocad dari gambar-gambar sesuai hasil pengukuran MC

100.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

1.2.6 Gambar-gambar Lain

Gambar-gambar selain yang disebutkan diatas, yang umumnya diperlukan antara lain; metode- pelaksanaan, diagram skematis, bagan-bagan untuk beberapa macam jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan, dan lain-lain, harus serahkan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi untuk diperiksa dan atau disetujui.

1.3 Penyerahan, Pemeriksaan atau Persetujuan Gambar-gambar Kontraktor

Kontraktor bertanggung jawab untuk menyiapkan Gambar-gambar dan mengajukan gambar-gambar tersebut kepada Direksi dan Konsultan Supervisi sedini mungkin untuk menghindari penundaan pekerjaan lapangan, karena tidak tersedianya gambar-gambar yang telah diperiksa dan disetujui/disahkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi .

Kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan atau gambar-gambar Kerja kepada Direksi dan Konsultan Supervisi untuk diperiksa dan disetujui, dalam hal ini paling lama 7 (tujuh) hari sebelum waktu dimulainya pelaksanaan atau fabrikasi untuk jenis pekerjaan –pekerjaan tertentu.

Untuk barang yang harus dibuat diluar lapangan dan diangkut ke lapangan harus diserahkan lebih awal, untuk memberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan, persetujuan, pembuatan, pengiriman dan penerimaan di lapangan.

4 (empat) set cetakan yang jelas terbaca, untuk tiap gambar harus diserahkan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi dengan format lembar pengiriman standar yang disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi.

Setelah menerima cetakan gambar yang diserahkan oleh Kontraktor, Direksi dan Konsultan Supervisi akan mengembalikan satu salinan yang ditandai dan ditanda tangani serta komentar-komentar yang tergantung pada apakah gambar tersebut masih harus diperbaiki atau disetujui.

Setelah menerima gambar yang sudah disetujui, Kontraktor berhak untuk memulai pekerjaan yang tercakup dalam setiap gambar, mentaati perintah-perintah setiap koreksi jika ditunjukkan pada gambar oleh Direksi dan Konsultan Supervisi dan, harus menyerahkan terlebih dahulu, dengan lembar penyerahan, 4 (empat) cetakan untuk setiap gambar yang sudah dikoreksi, bila ada, kepada Direksi. Semua gambar yang telah diperiksa dan disetujui harus disimpan Kontraktor dengan baik.

Bila diperlukan perbaikan dari gambar yang diajukan oleh Kontraktor, Kontraktor akan membuat koreksi yang diperlukan dan atau revisi-revisi pada gambar tepat pada waktunya dan akan menyerahkan kembali gambar tersebut kepada Direksi dan Konsultan Supervisi dengan cara yang sama menjadi gambar baru, dalam 4 salinan. Bila gambar-gambar yang dikembalikan telah diserahkan kembali untuk disetujui, Direksi dan Konsultan Supervisi akan menyelesaikan pemeriksaan dan atau persetujuannya terhadap gambar tersebut.

Direksi dan Konsultan Supervisi berhak untuk meminta detail-detail tambahan dan meminta Kontraktor untuk membuat perubahan-perubahan yang diperlukan pada gambar pelaksanaan/gambar kerja untuk disesuaikan dengan syarat-syarat dan maksud dari spesifikasi tanpa biaya tambahan.

Setiap Pekerjaan yang telah dilaksanakan sebelum gambar-gambar pelaksanaannya disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi akan menjadi resiko Kontraktor. Persetujuan Direksi dan Konsultan Supervisi terhadap gambar Kontraktor tidak akan melepaskan/membebaskan Kontraktor dari kewajibannya dalam mentaati Spesifikasi, tanggungjawab untuk memenuhi metode pelaksanaan, dan lain-lain.

1.4 Biaya Persiapan Gambar-gambar

Seluruh biaya yang dikeluarkan Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari sub bagian ini akan termasuk dalam biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga (“Bill of Quantities”).

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

2. STANDARISASI DAN SPESIFIKASI

Seluruh material dan peralatan yang disediakan sesuai dengan kontrak atau untuk fabrikasi peralatan yang dimasukkan dalam pekerjaan harus memenuhi standarisasi dan spesifikasi masing-masing yang ditunjukkan dalam Dokumen dan dalam hal ini, standarisasi dan spesifikasi memberi alternatif seperti yang ditafsirkan dan disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi.

Bila standar-standar untuk material dan perlengkapan/alat-alat tidak dinyatakan dalam Spesifikasi, mereka harus menyesuaikan dengan standar yang sesuai dan umum digunakan seperti standar dari Inggris (yang selanjutnya disebut BS) yang paling baru dan sesuai, standar masyarakat Amerika untuk tes material (selanjutnya disebut A S T M), standar Indonesia seperti SNI, PUBI, PBI, SNI, dan lain-lain atau standar lain yang disetujui Direksi dan Konsultan Supervisi . Standar diatas adalah standar yang disahkan dalam Kontrak, yang dapat digunakan oleh Kontraktor, tanpa terlebih dahulu mendapatkan izin dari Direksi dan Konsultan Supervisi .

Apabila Kontraktor mengajukan standar dan spesifikasi yang sama atau material dan peralatan yang sama, Kontraktor harus menyatakan ciri-ciri perubahan yang pasti dan harus menyerahkan standar, spesifikasi, informasi dan data untuk material dan peralatan yang lengkap untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi dan Konsultan Supervisi . Penyerahan standar tersebut harus tepat waktu dan kelalaian untuk melaksanakan hal tersebut atau pembelian untuk setiap material dan peralatan yang sama yang diajukan sebelum disetujui Direksi dan Konsultan Supervisi akan menjadi resiko Kontraktor.

Segala biaya yang dikeluarkan Kontraktor dalam mentaati persyaratan dalam pasal ini harus termasuk dalam biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

3.

PROGRAM PELAKSANAAN DAN LAPORAN

3.1

Program Pelaksanaan

Setelah menerima Surat Penunjukan, Kontraktor diharuskan mengajukan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi jadwal waktu pelaksanaan untuk seluruh Pekerjaan dan Pekerjaan Sementara yang akan dilaksanakan berdasar Kontrak.

Kontraktor akan mengajukan lembar data secara rinci untuk tiap-tiap kegiatan yang berisi data berikut :

a. Nama kegiatan;

b. Jangka waktu Kegiatan;

Hal-hal yang harus sudah termasuk dalam perhitungan waktu untuk menyelesaikan kegiatan antara lain :

pengukuran, pematokan;

persiapan dan persetujuan gambar-gambar;

persetujuan benda-benda uji atau uji coba;

pengapalan bahan-bahan (untuk bahan pabrikasi;)

pemasangan item-item khusus;

kemungkinan penundaan dikarenakan banjir atau kondisi cuaca yang buruk;

factor-faktor lain yang mempengaruhi jangka waktu.

c. Sumber daya antara lain :

Jumlah tenaga kerja, tenaga ahli atau pengawas dan sebagainya;

Peralatan kontruksi termasuk tipe, buatan, kapasitas dan jumlah.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

Jadwal waktu pelaksanaan harus dipersiapkan sedemikian rupa sehingga keseluruhan pekerjaan akan diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Sesudah disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi , jadwal waktu pelaksanaan beserta lembar-lembar lampirannya, harus digunakan sebagai acuan bagi Program Pelaksanaan dan tidak diijinkan diadakan perubahan, kecuali ada perpanjangan waktu yang diperbolehkan berdasarkan kontrak. Program yang disetujui harus menjadi dasar acuan untuk membandingkan kemajuan yang dicapai terhadap yang direncanakan. Juga akan digunakan untuk mengetahui apakah suatu pekerjaan telah selesai tepat pada waktunya.

Bila menurut pendapat Direksi dan Konsultan Supervisi, kemajuan pekerjaan tidak sesuai dengan Program Pelaksanaan yang Disetujui, Direksi dan Konsultan Supervisi mempunyai hak meminta Kontraktor untuk menambah sumber-sumber atau waktu kerjanya yang sesuai Pasal 46 dari Syarat Umum Kontrak. Untuk selanjutnya, atas permintaan Direksi dan Konsultan Supervisi , Kontraktor akan membuat jadual yang telah diperbaiki/disesuaikan dengan maksud untuk mengejar ketinggalan terhadap program pelaksanaan yang telah disetujui., yang harus secara terus menerus dijadikan dasar monitoring kemajuan pekerjaan dan syarat untuk penentuan penyesuaian penambahan atau pengurangan.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi dengan kebutuhan pada Ayat ini akan dianggap termasuk dalam biaya umum harga satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

3.2

Laporan Kemajuan Pekerjaan

(1)

Pada akhir setiap pergantian pekerjaan, Kontraktor harus menyiapkan laporan rinci dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi, yang menunjukkan staf Pengawas dan jumlah pekerja yang dipekerjakan oleh Kontraktor di lapangan. Pada setiap akhir minggu, Kontraktor harus menyerahkan 5 copy laporan mingguan berdasarkan atas laporan harian pada Direksi dan Konsultan Supervisi .

(2)

Kontraktor harus menyerahkan 5 copy laporan kemajuan/progres bulanan dalam bentuk yang telah disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi. Laporan tersebut harus mencakup :

1. Prosentase pekerjaan secara total yang diselesaikan sampai dengan akhir laporan bulanan;

2. Jumlah waktu yang tersisa untuk memyelesaikan keseluruhan pekerjaan.

(3)

Pada setiap kegiatan dibuat daftar yang menunjukkan :

1. Prosentase rencana yang akan diselesaikan sampai akhir perioda pelaporan;

2. Prosentase aktual yang diselesaikan sampai akhir periode pelaporan;

3. Jangka waktu yang tersisa untuk menyelesaikan kegiatan;

4. Penjelasan tentang kemajuan pekerjaan termasuk metode perbaikan yang di usulkan.

(4)

Jadwal kegiatan yang akan dimulai dalam jangka 1 (satu) bulan berikutnya dengan prakiraan tanggal dimulai dan diselesaikannya kegiatan tersebut.

(5)

Daftar sarana pelaksanaan, peralatan dan bahan-bahan di lapangan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan termasuk yang tiba di atau dipindahkan dari lapangan. Daftar tersebut harus memperlihatkan kegiatan mana yang sedang dilakukan setiap harinya, tidak bekerja atau

rusak/cacat.

(6)

Total volume Pekerjaan permanen untuk item-item seperti berikut tetapi tidak dibatasi untuk :

a. Total volume pekerjaan galian yang diselesaikan;

b. Total volume pekerjaan berbagai klasifikasi timbunan yang diselesaikan;

c. Total volume pekerjaan berbagai kelas mutu beton yang diselesaikan;

d. Total volume pekerjaan pasangan-batu yang diselesaikan;

e. Total jumlah bangunan-bangunan yang diselesaikan/termasuk prosentasi bagian jembatan dan gorong-gorong yang diselesaikan.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

(7)

Item-item utama untuk pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama peiode pelaporan.

(8)

Uraian secara rinci semua faktor-faktor yang mempengaruhi kemajuan pekerjaan dan solusi yang diusulkan Kontraktor.

(9)

Masalah-masalah lain yang mungkin diperlukan berdasar Kontrak atau pernyataan tentang masalah-masalah yang timbul dari atau sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama periode pelaporan.

(10)

Photo kemajuan pelaksanaan sebagaimana diuraikan pada Sub-pasal 3.5.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor yang berkaitan dengan sub-pasal ini harus termasuk dalam biaya umum harga satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

3.3 Jadwal (Schedule) Mingguan dan Bulanan

Kontraktor akan menyerahkan 5 (lima) copy jadwal mingguan yang disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi pada akhir setiap minggu untuk minggu berikutnya. Jadwal tersebut berisi, tetapi tidak dibatasi, item-item berikut:

- Pekerjaan tanah

- Pekerjaan beton

- Pekerjaan kontruksi lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan

- Penyediaan bahan, pengangkutan bahan-bahan dan peralatan

- Lain-lain yang diperlukan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi .

Kontraktor harus mempersiapkan jadwal bulanan pada akhir tiap bulan untuk bulan berikutnya. Jadwal ini akan menunjukkan lamanya waktu dari mulai sampai dengan selesai tiap-tiap kegiatan utama dengan perkiraan volume pekerjaan. Jadwal akan disampaikan pada Direksi dan Konsultan Supervisi pada tiap- tiap bulan.

Semua biaya diadakan oleh Kontraktor sesuai dengan pasal ini termasuk biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga (“Bill of Quantities”).

3.4 Pertemuan Gabungan untuk Membicarakan Kemajuan

Pertemuan berkala antara personil inti dari Direksi dan Konsultan Supervisi dan Kontraktor harus diadakan minimal 1 (satu) kali dalam sebulan, pada waktu dan tempat yang telah disetujui kedua belah pihak. Tujuan dari pertemuan ini adalah membicarakan kemajuan yang telah dicapai, rencana kerja untuk minggu berikutnya dan masalah- masalah yang ada yang berakibat langsung terhadap kegiatan kerja yang segera dilaksanakan.

Semua biaya diadakan oleh Kontraktor sesuai kebutuhan pada Sub-pasal ini akan termasuk dalam biaya umum dalam Daftar Kuantitas dan Harga

3.5 Photo-photo Kemajuan Pelaksanaan

Kontraktor akan melengkapi semua laporan kemajuan pelaksanaan dengan photo berwarna (8 x 12 Cm) setiap kemajuan kerja yang dicapai, pada lokasi-lokasi yang ditentukan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi selama periode Kontrak.

Photo akan diambil pada awal, selama berlangsung dan tahap selasai (0%, 50%, 100%) untuk masing- masing bagian utama pekerjaan atau bagian pekerjaan dan pada saat lain yang langsung ditentukan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi . Photo akan disediakan untuk Direksi dan Konsultan Supervisi, dan dilampirkan kedalam laporan progres bulanan yang ditetapkan dalam Pasal 3.2.disebut diatas, dan akan dicetak masing-masing photo 6(enam) lembar.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

Uraian singkat dan tanggal masing-masing photo disertakan. File Photo akan menjadi barang milik Pemilik dan cetak ulang dari negatif ini tidak boleh diberikan kepada orang atau orang-orang kecuali diizinkan Pemilik.

Semua biaya diadakan oleh Kontraktor sesuai kebutuhan pada sub-pasal ini termasuk dalam biaya umum harga satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga (“Bill of Quantities”).

4.

BAHAN-BAHAN DAN PERALATAN YANG AKAN DISEDIAKAN OLEH KONTRAKTOR

4.1

Umum

Kontraktor akan menyediakan semua bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Semua bahan dan peralatan yang merupakan bagian dari Pekerjaan Permanen harus dalam keadaan baru dan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam Spesifikasi atau Standar yang ditunjukkan dalam Pasal 2 pada Spesifikasi Umum.

4.2 Sarana Pelaksanaan

Kontraktor akan menyediakan sarana pelaksanaan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan, penyelesaian dan perbaikan agar dapat dilakukan secara effisien. Jika dipertimbangkan perlu, untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Kontrak, Direksi dan Konsultan Supervisi akan memerintahkan Kontraktor untuk mengirim tambahan sarana dan peralatan. Semua sarana dan peralatan yang disediakan oleh Kontraktor harus lengkap dengan semua suku cadangnya dan Kontraktor harus meyimpan dalam jumlah yang cukup semua suku cadang untuk sarana dan peralatannya guna menjamin pelakasanaan Pekerjaan yang efisien.

Setiap saat jumlah dan jenis sarana dan peralatan harus dalam kondisi dapat dioperasikan dengan baik, dan tidak kurang dari jumlah yang ditunjukkan dalam Jadwal Pelaksanaan yang telah disetujui .

4.3 Bahan-bahan Pengganti

Kontraktor harus berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan bahan-bahan yang ditetapkan, kecuali jika bahan-bahan yang ditetapkan tidak tersedia karena alasan diluar batas kemampuan dari Kontraktor. Bahan-bahan pengganti boleh digunakan, dengan ketentuan bahwa tidak boleh menggunakan bahan pengganti tersebut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Direksi dan Konsultan Supervisi .

Harga satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga tidak akan disesuaikan untuk menambah biaya antara bahan-bahan yang dipilih dan bahan-bahan pengganti yang benar-benar disediakan.

4.4 Pemeriksaan Sarana dan Bahan-bahan

Sarana dan bahan-bahan yang disediakan Kontraktor yang berkaitan dengan pekerjaan harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sesuai dengan Kontrak pada salah satu atau lebih lokasi-lokasi berikut yang ditetapkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi :

a. Tempat produksi atau pabrik;

b. Tempat pengapalan;

c. Lapangan.

Kontraktor harus menyampaikan beberapa informasi-informasi pada Direksi dan Konsultan Supervisi mengenai sarana dan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi untuk tujuan pemeriksaan. Pemeriksaaan tersebut dalam hal apapun tidak membebaskan Kontraktor dari tanggungjawabnya untuk penyediaan sarana dan bahan-bahan yang sesuai dengan Spesifikasi.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

4.5 Program dan Perhatian pada Sarana Angkutan

Bersamaan dengan penyampaian jadwal pelaksanaan, Kontraktor akan menyerahkan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi program transportasi yang lengkap untuk sarana, bahan-bahan dan sarana pelaksanaan, yang menunjukkan secara detail urutan dari pengangkutan dan pengiriman ke lokasi sesuai jadwal pelaksanaan yang diajukan. Semua kegiatan transportasi yang utama dan waktunya harus ditunjukkan dalam Program Pelaksanaan yang Disetujui.

Kontraktor akan selalu memberikan informasi kepada Direksi dan Konsultan Supervisi kedatangan sarana, bahan-bahan/material dan sarana pelaksanaan di lapangan.

4.6 Spesifikasi, Pamflet/Brosur dan Data yang Disediakan oleh Kontraktor

Kontraktor harus menyampaikan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi sebanyak 3 (tiga) set Spesifikasi lengkap dari bahan-bahan/ material dan sarana yang akan diadakan sesuai Kontrak sebelum diadakan/dilaksanakan.

Persetujuan terhadap semua Spesifikasi dalam hal apapun tidak membebaskan Kontraktor dari segala tanggungjawabnya dalam hubungannya dengan Kontrak.

Semua biaya diadakan oleh Kontraktor dalam memenuhi kebutuhan pada pasal ini yang dianggap sudah termasuk dalam biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuntitas dan Harga.

5.

SURVEY DAN PENGUKURAN PEKERJAAN-PEKERJAAN

5.1

Bench Mark (Titik Peil)

Bench mark dasar untuk Proyek haruslah benchmark-benchmark yang ditentukan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi dan atau yang ditunjukkan pada gambar pada Volume 4.

Kontraktor harus melakukan konfirmasi terhadap ketelitian dari setiap benchmark-benchmark yang lain dengan melakukan survai pengecekan terhadap benchmark-benchmark dasar tersebut. Dalam hal bench mark tersebut rusak yang disebabkan aktivitas pelaksanaan, benchmark tersebut harus diganti oleh Kontraktor dengan biaya sendiri.

Kontraktor harus membuat Bench Mark sementara (Temporary bench mark/TBM) dengan interval tidak

lebih dari 50 m sepanjang lokasi pekerjaan. Desain dan lokasi dari masing-masing TBM harus disetujui

Direksi dan Konsultan Supervisi

. Elevasi-elevasi semua TBM harus dibuat dan disetujui oleh Direksi

dan Konsultan Supervisi sebelum TBM tersebut digunakan untuk survey pra pelaksanaan atau kemajuan

pekerjaan.

5.2 Survey Pra -Pelaksanaan

Kontraktor bertanggungjawab untuk membuat gambar-gambar yang diuraikan dalam bagian 3 dari Spesifikasi Umum, dan gambar-gambar tersebut harus menggambarkan semua perubahan yang diperlukan karena kondisi-kondisi setempat. Sehingga adalah menjadi tanggungjawab Kontraktor untuk melaksanakan semua survey yang dibutuhkan sebelum membuat gambar pelaksanaan. Setiap survey akan mencakup (tetapi tidak terbatas) hal-hal berikut ini :

a. Pekerjaan pematokkan secara umum sesuai dengan Gambar Kontrak, termasuk setiap pematokan kembali yang diperlukan karena perubahan alinemen yang timbul pada saat pembuatan gambar pelaksanaan;

b. Survey potongan melintang pada interval maksimum 25 m diukur sepanjang garis tengah yang direncanakan, dan harus dibuat lebih rapat pada lokasi tikungan

c. Pada pengukuran melintang, dalam arah melintang jarak antar titik maksimum 5m dan menggambarkan garis sesuai lapangan, sampai 10 m dari garis BPT.

d. Peralatan survey harus dilakukan pengecekan sebelum digunakan.

e. Setiap tahap pengukuran harus ada pengawas dari pihak Direksi dan Konsultan Supervisi

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

5.3 Tinggi Permukaan Asli yang Digunakan dalam Pengukuran

Sebelum melakukan survai permukaan tanah asli yang akan dicantumkan dalam gambar-gambar pelaksanaan seperti diuraikan pada pasal 1.2 2, Kontraktor harus memberitahukan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi paling lambat 20 hari sebelumnya dan membuktikan ketinggian yang akan digunakan/ditetapkan. Ketinggian permukaan asli yang digunakan harus mendapat persetujuan dari Direksi dan Konsultan Supervisi.

5.4 Bantuan Staf Direksi dan Konsultan Supervisi untuk Survey

Kontraktor harus menyediakan alat-alat survei (waterpass, theodolite dan alat-alat bantu lainnya) untuk keperluan Direksi dan Konsultan Supervisi guna pengecekan terhadap patok yang dipasang oleh Kontraktor dan pengukuran Pekerjaan selama pelaksanaan.

5.5 Pengukuran dan Pembayaran Pekerjaan Survey dan Pengukuran Pekerjaan

Biaya semua pekerjaan survei yang dibutuhkan untuk pematokan, pengukuran dan modifikasi gambar- gambar dan untuk ketentuan yang lain-lain yang dibutuhkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi untuk pengecekan pematokan dan pelaksanaan survei pengukuran yang diuraikan dalam pasal ini, akan ditanggung oleh Kontraktor dan sudah termasuk dalam jumlah biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

6.

PEKERJAAN-PEKERJAAN SEMENTARA

6.1

Umum

Semua pekerjaan sementara meliputi jembatan darurat beserta jalan masuk, kistdam, dewatering, pengelak dll, akan dioperasikan, dipelihara dan secara bertahap dibongkar oleh Kontraktor, kecuali ditentukan lain dalam Kontrak.

6.2 Lokasi/Lapangan

Kontraktor harus membatasi, sejauh dapat dilakukan, perpindahan pekerja-pekerja dan peralatan ke lapangan termasuk rute-rute jalan masuk yang sudah disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi dengan maksud untuk meminimalkan kerusakan tanaman dan hak milik, dan akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kerusakan tanah. Bekas roda kendaraan dan garutan akibat roda kendaraan harus diperbaiki dan kerusakan lahan harus dikembalikan semaksimal mungkin seperti kondisi aslinya.

Kontraktor akan bertanggung jawab langsung pada Pemilik pekerjaan untuk beberapa pelanggaran atau kerusakan yang tidak perlu atau kerusakan tanaman atau lahan sebagai akibat pengoperasian dan akan mengganti rugi kepada Pemilik untuk setiap kerusakan dan kerugian, sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 22 dari Syarat Umum Kontrak.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dalam Sub pasal ini termasuk dalam harga lumpsum dan harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

6.3

Mobilisasi dan Demobilisasi

6.3.1

Ruang Lingkup

Mobilisasi dan Demobilisasi dalam Daftar Kuantitas dan Harga (“Bill of Quantities”) dimaksudkan pengangkutan Sarana Pelaksanaan yang akan digunakan ke Lapangan berdasarkan jadwal pelaksanaan yang disampaikan setelah penerimaan Surat Perntah Kerja. Mobilisasi peralatan berat dan peralatan lainnya, sesuai dengan jadwal yang diserahkan juga termasuk dalam mobilisasi.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

Kontraktor diperbolehkan, dengan ijin dari Direksi dan Konsultan Supervisi, setiap saat selama pelaksanaan pekerjaan, melakukan perubahan, pengurangan dan/atau penambahan sarana pelaksanaan dan personil.

Mobilisasi untuk semua peralatan yang diperlukan untuk memulai pekerjaan harus selesai sebelum pelaksanaan sesuai dengan jadwal yang disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi .

Demobilisasi akan termasuk pemindahan semua peralatan dari lokasi sesuai dengan jadwal.

6.3.2 Pengukuran dan Pembayaran Mobilisasi dan Demobilisasi

Sub pasal ini mengacu untuk mobilisasi dan demobilisasi seperti yang dijelaskan dalam Sub pasal 6.3.1. Harga “ lumpsum” akan dibayarkan adalah sbb:

a. 65 % apabila semua perlengkapan ditunjukkan dalam jadual Pelaksanaan yang telah disetujui, sampai di lokasi;

b. 95 % apabila pekerjaan telah selesai 100 % dan peralatan telah dipindahkan dari lokasi;

c. 5 % setelah penyerahan kedua.

Harga “lumpsum” sudah termasuk kompensasi penuh untuk setiap biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor untuk mobilisasi dan demobilisasi.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi kebutuhan pada pasal ini yang dianggap sudah termasuk dalam jumlah “lump sump” yang dimasukan dalam Daftar Kuntitas dan Harga.

6.4 Kantor Lapangan, Gudang, Bengkel, Barak Tenaga Kerja dan Lain-Lain

Kontraktor akan menyediakan, menjaga dan mengoperasikan kantor lapangan dan bangunan-bangunan sementara, halaman-halaman kerja lainnya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan, memindahkannya dan membersihkannya pada saat selesai pekerjaan.

Kantor Kontraktor di lapangan akan disediakan dengan fasilitas yang memadai sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 34 dari Syarat Umum Kontrak.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dalam sub pasal ini sudah termasuk dalam biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

6.5

Jalan Masuk Sementara

6.5.1

Ruang Lingkup

Kontraktor akan melaksanakan dan memelihara jalan-masuk sementara termasuk drainasi dan bangunan silang untuk fasilitas aliran yang diperlukan untuk pelaksanaan Pekerjaan. Pembongkaran dan pemindahan dari bangunan-bangunan sementara ini akan dilaksanakan dengan persetujuan Direksi dan Konsultan Supervisi .

Semua jalan eksisting yang akan digunakan sebagai jalan kerja harus direhabititasi, diperbaiki dan dipelihara oleh Kontraktor.

Tidak kurang dari 30 hari sebelum Kontraktor memulai pelaksanaan, Kontraktor akan menyampaikan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi untuk persetujuannya :

1)

Perencanaan jalan kerja (rute) yang akan dilewati selama pelaksanaan pekerjaan.

2)

Metode pelaksanaan dan jadwal waktu pelaksanaan.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

Kontraktor tidak boleh memulai pelaksanaan dari setiap jalan masuk sementara sebelum mendapatkan persetujuan dari Direksi dan Konsultan Supervisi. Persetujuan tersebut tidak akan membebaskan Kontraktor dari tugas atau tanggungjawabnya sesuai dengan Kontrak.

Kontraktor harus bertanggung jawab untuk memperbaiki dengan biayanya sendiri atas beberapa kerusakan pada jalan masuk termasuk jalan-jalan yang sudah ada pada rute-rute jalan-masuk yang disebabkan oleh lalu lintas dari peralatan berat dan truk-truk yang digunakan oleh Kontraktor untuk pelaksanaan pekerjaan. Sesudah menyelesaikan Pekerjaan, jalan masuk sementara kecuali ditentukan lain harus dibongkar, lokasi dikembalikan seperti kondisi semula sesuai dengan perintah dari Direksi dan Konsultan Supervisi .

Pengembalian/perbaikan prasarana jalan sesuai dengan kondisi semula dari jalan yang sudah ada maupun jalan sementara yang baru yang digunakan selama pelaksanaan pekerjaan harus mendapat persetujuan dari instansi yang terkait (Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Kalurahan/Desa, dll.)

6.5.2 Pengukuran dan Pembayaran

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari Sub-pasal 6.5.1, yang berkaitan dengan pembuatan, pembongkaran/pemindahan jalan masuk sementara sudah dianggap termasuk dalam biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

6.6 Jembatan Sementara

Dalam hal dipandang perlu dan atau diperintahkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi, Kontraktor akan melaksanakan dan memelihara jembatan sementara dan akan menyediakan semua tenaga kerja dan bahan-bahan yang diperlukan, serta pembongkaran jembatan sementara tersebut setelah pekerjaan selesai.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor untuk pembuatan jembatan sementara dalam memenuhi persyaratan dari sub pasal ini ditanggung kontraktor.

6.7 Pengaturan Lalu-lintas Sementara

Untuk mengatur lalu lintas yang melalui atau disekitar lokasi pekerjaan, atau dimanapun sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi , Kontraktor akan menempatkan tanda-tanda lalu lintas, lampu-lampu, rambu-rambu dan fasilitas-fasilitas lain seperti yang ditentukan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi untuk petunjuk dan pengaturan lalu lintas.

Jika dibutuhkan atau diperintahkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi, Kontrktor akan menyediakan dan menempatkan petugas pada tempat-tempat pemberhentian yang bertugas untuk mengarahkan lalu lintas yang melintasi atau disekitar lokasi pekerjaan.

Disamping persyaratan-persyaratan tersebut, Kontraktor akan memasang tanda-tanda peringatan dan tanda-tanda petunjuk lainnya di dalam atau di sekitar daerah proyek, sebagaimana diperintahkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi .

6.8 Pengawasan/Pengaturan Lalu-lintas Jalan

Dalam segala hal, jika pada tempat-tempat/ruas-ruas khusus dari lokasi pekerjaan atau jalan menuju ke lokasi pekerjaan diperlukan “jalan satu jalur”, Kontraktor harus menyediakan satu jalur yang dibuka/dapat digunakan untuk lalu lintas umum. Kontraktor akan mangatur pengoperasian peralatan sedemikian sehingga gangguan yang ditimbulkan seminimal mungkin ketidak nyamanan dan keterlambatan dari lalu lintas dan akan bertanggung jawab atas pengaturan yang memadai dari lalu lintas seperti yang dijelaskan diatas.

Ditempat dimana jalan lalu-lintas dalam keadaan operasi, dan bila diperintah oleh Direksi dan Konsultan Supervisi, gerak dari peralatan Kontraktor dari satu bagian pekerjaan ke bagian lain akan dilakukan

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

mengikuti dengan pengontrolan lalu lintas jalan. Tumpahan yang dihasilkan dari pengoperasian angkutan di jalan harus dibersihkan segera atas biaya Kontraktor.

6.9 Pengelakan dan Pengendalian Air

Kontraktor akan bertanggungjawab atas pemindahan aliran air yang mengganggu pekerjaan selama pelaksanaan seluruh pekerjaan sesuai.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari Sub-pasal ini sudah dianggap termasuk dalam biaya umum harga satuan dalam harga satuan pekerjaan (HSP) yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

Untuk bangunan tersebut biayanya sudah dimasukkan harga “lump sump” dalam Daftar Kuantitas dan Harga yang dibayarkan. Biaya sudah dianggap termasuk kompensasi penuh untuk menyediakan semua tenaga kerja, bahan-bahan, perlengkapan, peralatan dan lain-lain untuk menyelesaikan pekerjaan dan.

6.10 Pembuangan Sampah yang Mengapung

Pembuangan sampah yang mengapung di sungai selama pelaksanaan pekerjaan akan menjadi tanggung jawab Kontraktor.

Semua sampah yang mengapung yang diambil dari sungai dibuang dengan cara yang disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi .

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari Sub-pasal ini sudah dianggap termasuk dalam harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

6.11 Test Laboratorium dan Pekerjaan Investigasi

Kontraktor akan bertanggungjawab atas pemilihan dan pengaturan peralatan laboratorium yang sesuai untuk melaksanakan test pada beton, material tanah dan test-test lain yang diperlukan untuk Pekerjaan. Macam dan jenis pengujian mengacu pada spesifikasi teknik yang bersangkutan.

Kontraktor bertanggung jawab atas ketelitian peralatan laboratorium, peralatan test dan laporan test yang akan disampaikan kepada Direksi dan Konsultan Supervisi . Sebelum pelaksanaan pekerjaan Kontraktor harus mengadakan sejumlah penyelidikan tanah untuk keperluan Trial mix beton lengkap dengan uji kualitas material yang akan dipakai; (masuk pada pek. Beton)

Semua biaya yang dikeluarkan dari penyediaan dan pengoperasian laboratorium, peralatan, perlengkapan

dan material-material untuk pengujian, tenaga kerja, biaya-biaya pengangkutan potongan-potongan benda

uji

sudah termasuk didalam biaya umum harga satuan Daftar Kuantitas dan Harga.

7.

PENGATURAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN

7.1

Umum

Semua pengawasan terhadap keselamatan, kesehatan dan keamanan yang diperlukan untuk pelaksanaan, dipelihara oleh Kontaktor dengan biaya sendiri. Kontraktor akan bertanggungjawab atas semua keselamatan dan kesehatan dan pengawasan keamanan.

Kontraktor akan membuat pengaturan untuk pertolongan setiap kecelakaan yang secara kebetulan terjadi

di lapangan dalam bentuk unit pertolongan pertama yang sesuai dengan persyaratan-persyaratan. Dan

harus bertanggung jawab dan menanggung semua biaya yang berhubungan dengan pelayanan pertolongan

pertama tersebut.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

7.2 Sistem Pengaturan Keamanan

Kontraktor akan membangun sebuah sistem pengaturan keamanan dan organisasinya untuk pekerjaan- pekerjaan dan menyampaikan program kepada Direksi dan Konsultan Supervisi untuk persetujuannya.

Direksi dan Konsultan Supervisi atau Wakil Direksi dan Konsultan Supervisi berhak untuk memerintah kontraktor dalam pengoperasian sistem tersebut dari waktu ke waktu, jika dianggap perlu menurut Direksi dan Konsultan Supervisi .

7.3 Pengaturan Sanitasi dan Pembersihan Lapangan

Kontraktor harus menjaga lokasi dalam keadaan bersih. Apabila diperlukan Kontraktor akan membuat papan pelarangan dan melakukan cara pencegahan lain yang mungkin diperlukan untuk menjaga kebersihan lokasi. Pembersihan lahan oleh Kontraktor tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan Direksi dan Konsultan Supervisi .

7.4 Pencegahan untuk Keselamatan

Kontraktor harus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk pencegahan terhadap resiko-resiko kehilangan nyawa atau kecelakaan sesuai dengan perintah dari Direksi dan Konsultan Supervisi .

7.5 Pencegahan Kebakaran

Kontraktor akan mengambil setiap tindakan pencegahan terhadap kebakaran di atau didekat lokasi dan akan menyediakan apapun yang menurut pertimbangan Direksi dan Konsultan Supervisi mencukupi.

Kontraktor harus segera memadamkan api yang terjadi di lokasi. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari pasal 7 ini sudah dianggap termasuk dalam biaya umum harga satuan yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

8.

PEMBONGKARAN (“DEMOLITION”)

8.1

Pembongkaran dari Bangunan yang Ada

8.1.1

Umum

Pekerjaan ini terdiri dari pemindahan dan pembuangan ketempat yang telah ditentukan untuk tujuan pelaksanaan.

8.1.2 Pengukuran dan Pembayaran

Sub-pasal ini mengacu pada pembongkaran bangunan eksisting seperti yang dijelaskan pada Sub-pasal 8.2.1.dari Spesifikasi tersebut.

Kecuali ditentukan lain dan disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi pengukuran untuk pembayaran akan didasarkan atas analisa-biaya yang diajukan oleh Kontraktor untuk disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi .

Pembayaran akan dibuat dengan harga satuan dalam m3 bahan konstruksi yang dimasukan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, yang sudah termasuk biaya bahan-bahan, tenaga kerja, perlengkapan, transportasi dan biaya lain.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

8.2

Relokasi dari Utilitas Pelayanan Umum

8.2.1

Ruang Lingkup

Semua utilitas pelayanan umum akan direlokasi di luar batas-batas Pekerjaan atau ketempat yang ditunjukkan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi .

8.2.2 Pengukuran dan Pembayaran

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor dalam memenuhi persyaratan dari Sub-pasal karena mereka menghubungkan pada Pelayanan Keperluan Umum akan termasuk dalam harga satuan “lumpsum” dan harga satuan yang dimasukan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

8.3

Perlindungan Lingkungan

8.3.1

Umum

a.

Kontrol lingkungan yang ketat juga berlaku pada pekerjaan dan kegiatan yang dilakukan Kontaktor;

b.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, Kontaktor sebaiknya :

i. melaksanakan semua pekerjaan dengan mempertimbangkan perlakuan pada lingkungan;

ii. tidak mengerjakan pekerjaan di luar daerah kerja tanpa persetujuan tertulis lebih dulu dari Direksi dan Konsultan Supervisi ;

iii. mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk memastikan bahwa kualitas air pada sungai tidak tercemar;

iv. mengerjakan pekerjaan untuk meminimalkan pengaruh aliran permukaan dan erosi di daerah aliran sungai.

c.

Direksi dan Konsultan Supervisi mungkin dapat, memberi petunjuk tambahan pada Kontraktor apabila diperlukan mengenai larangan-larangan yang berhubungan dengan lingkungan.

8.3.2

Perlindungan pada Daerah Perbatasan Hutan

Kontraktor harus memastikan bahwa semua pekerjaan yang dilaksanakan seminimal mungkin dampaknya pada lingkungan di luar daerah kerja. Hal-hal berikut harus dilaksanakan berkaitan dengan perlindungan daerah hutan didekat lokasi pekerjaan :

a. Tidak boleh ada pohon atau semak-semak yang ada diluar daerah pekerjaan yang dipotong, dirobohkan atau ditebang tanpa persetujuan lebih dulu Direksi dan Konsultan Supervisi;

b. Tidak boleh ada pohon atau semak yang ditebang atau dirobohkan sampai ditandai dengan jelas sasarannya dan ditentukan oleh Direksi dan Konsultan Supervisi , Kontraktor akan diberitahu secara tertulis;

c. Tidak boleh ada pohon, diluar daerah kerja dibakar tanpa tanpa tujuan yang pasti.

8.3.3 Pengaturan dan Perlindungan Fauna

Kontraktor harus memastikan bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan cara yang berdampak seminimal mungkin terhadah fauna lokal dan juga melaksanakan hal-hal berikut berkaitan dengan pengaturan dan perlindungan fauna :

a. Dalam hal apapun kehidupan fauna tidak boleh ditangkap, dipindahkan, dimatikan ataupun diganggu oleh Kontraktor, pekerjanya, Sub-kontraktornya atau pekerja sub-kontraktornya;

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

b. Kontraktor akan memastikan bahwa daerah pekerjaannya tetap bersih dan rapi bebas dari sampah yang bisa menarik perhatian hewan pengganggu.

8.3.4 Perjanjian Pengamanan Lingkungan/Sekitarnya

Semua personil pekerja di lapangan bagi Kontraktor atau Sub-kontraktornya harus berpengalaman bertugas dengan waspada untuk pengamanan lingkungan/sekitarnya.

Semua biaya yang dikeluarkan oleh Kontraktor yang berkaitan dengan syarat-syarat Pasal 2 akan termasuk pada variasi “lumpsum” dan harga satuan serta sudah dimasukan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

9.

PEMELIHARAAN SEMUA JALAN

9.1

Pengukuran dan Pembayaran

Semua jalan eksisting yang digunakan oleh Kontraktor harus diperbaiki/direhabilitasi dan dipelihara selama atau sampai selesainya pekerjaan.

Pembayaran termasuk dalam biaya umum HSP didalam Daftar Kuantitas dan Harga.

10. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

Metode pengukuran harus sesuai dengan metode dan prosedur yang ditentukan dalam pasal khusus dan sebagaimana yang tercantum disini.

Berbagai harga satuan dan biaya umum untuk setiap item pekerjaan sudah dimasukkan didalam Daftar Kuantitas dan Harga, sudah dianggap sudah termasuk kompensasi penuh untuk penyediaan semua material, pekerja, peralatan, sarana konstruksi, alat bantu dan sebagainya untuk menghasilkan pekerjaan yang lengkap dengan teknik pelaksanaan yang terbaik dan yang sesuai dengan semua persyaratan yang dijelaskan dalam Spesifikasi.

10.1 Satuan Pekerjaan

Pasal ini mencakup toleransi dalam pengukuran dimensi dari pekerjaan dan metode perhitungan kuantitas pekerjaan yang dibagi dalam 6 (enam) kategori sebagai berikut :

(1) Kategori - I (meter panjang, m’)

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan 2 (dua) desimal tiap meternya, dan disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi pada setiap tahapan pekerjaan dan dicantumkan di dalam lembar inspeksi.

Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mengalikan jumlah panjang dengan harga satuan pekerjaan dan dibulatkan pada bilangan bulat terdekat.

Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut :

Tiang pancang beton;

Pipa drainasi;

Lubang rembesan;

Besi siku pelindung sudut;

(2) Kategori - 2 (meter persegi, m2)

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan angka 2 (dua) desimal tiap meter perseginya dan dengan mengalikan dua ukuran yang diukur dengan dua angka desimal dan dibulatkan, hasilnya

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

dibulatkan dan disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi pada setiap tahapan pekerjaan dan dicantumkan di dalam lembar inspeksi.

Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mangalikan luas terukur dengan harga satuan pekerjaan kemudian dibulatkan kedalam bilangan bulat terdekat.

Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut :

Plesteran;

Siaran;

Lapisan ijuk;

Geotekstil;

(3)

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dalam 2 (dua) angka desimal dengan mengalikan tiga ukuran dalam dua angka desimal tiap meternya, hasilnya dibulatkan dan disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi , pada setiap tahapan pekerjaan dan di cantumkan di dalam lembar inspeksi.

Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mengalikan isi terukur dengan harga satuan pekerjaan kemudian dibulatkan kedlam bilangan bulat terdekat.

Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut :

Kategori - 3 (kubik meter, m 3 )

Timbunan untuk tanggul dan cekungan;

Kerikil;

Pasangan batu;

Beton;

Galian atau pengerukan sungai;

Galian biasa;

Galian untuk bangunan;

Timbunan kembali;

Pasangan bronjong.

Bongkaran bangunan

(4) Kategori - 4 (satu kesatuan)

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan angka bulat yang dipasang dan disetujui pada setiap pekerjaan dicantumkan kedalam lembar inspeksi.

Jumlah pambayaran akan ditentukan dengan mengalikan dengan harga satuan pekerjaan dan dibulatkan pada bilangan bulat terdekat.

Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kelompok ini adalah sebagai berikut :

Pintu;

Tiang pancang kayu;

(5) Kategori - 5 (masa)

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dengan 2 (dua) angka desimal dan dikalikan dengan jumlah pekerjaan tiap satuan panjang atau cakupan dan disetujui oleh Direksi dan Konsultan Supervisi pada setiap tahapan pekerjaan dan dicantumkan di dalam lembar inspeksi.

1 ton diartikan sama dengan masa 1.000 kg.

SPESIFIKASI UMUM BAB XII

Jumlah pembayaran akan ditentukan dengan mangalikan jumlah terukur dengan harga satuan pekerjaan dan dibulatkan kedalam bilangan bulat terdekat.

Jenis pekerjaan yang termasuk dalam kelompok ini adalah sebagai berikut :

Pembesian;

Pekerjaan Logam.

(6)

Kelompok pekerjaan ini harus diukur dan dibayar sebagai satu kesatuan pekerjaan yang termasuk dalam kelompok ini adalah :

Mobilisasi dan demobilisasi peralatan;

Pengelakan dan pengendalian air, termasuk pengeringannya (dewatering);

Administrasi Teknis yang meliputi pelaporan, dokumentasi, RMK dan Dokumen Kontrak;

Pengukuran tampang lintang, memanjang, MC 0 %….s/d MC 100 % termasuk didalamnya pemasangan patok dll;

Kategori - 6 (“Lump Sum”, LS)