Anda di halaman 1dari 5

ANALISA ANION

Analisa anion secara kualitatif merupakan analisa yang dilakukan untuk mengetahui
adanya anion serta jenis anion apa saja yang terdapat dalam suatu sampel. Prosedur
identifikasi anion relatif lebih sederhana dan dapat dilaksanakan dengan gangguan-gangguan
minimum dari ion-ion lain yang ada dalam larutan.Umumnya uji identifikasi dapat
dilaksanakan dengan mudah dan cepat. Salah satu cara penggolongan anion adalah
pemisahan anion berdasarkan kelarutan garam-garam perak, garam-garam kalsium, barium
dan seng. Anion adalah ion yang bermuatan negatif, misalnya Cl
-
, Br
-
, S
2-
, CO
2-
, SO4
2-
, PO4
2-
. Analisis kualitatif bahan secara fisis meliputi pengamatan wujud, warna, kelarutan, titik
didih, indeks bias, titik leleh, reaksi nyala serta bentuk kristal.

Pengujian yang biasa dilakukan dalam analisa anion terbagi atas :

1.Uji ion karbonat, amonia, asetat, sulfida, dan pengaruh H
2
SO
4
encer/ pekat terhadap sampel
(uji pendahuluan)
2.Uji untuk zat pengoksid dan zat pereduksi
3.Pembagian golongan anion
4.Uji pemastian anion

Anion dapat dipisahkan dalam golongan golongan utama, bergantung pada
kelarutan garam peraknya, garam kalsium atau bariumnya dan garam zinkya. Untuk
memudahkan menganalisa anion, dibuat dalam bentuk senyawa yang mudah larut dalam air.
Umumnya garam-garam natrium mudah larut dalam garam karbonat dari logam-logam berat
sukar larut dalam air, sehingga apabila zat yang akan dianalisa berupa zat yang sukar larut
atau memberi endapan dengan Na2CO3, maka dibuat dahulu berupa ekstrak soda, kemudian
dipisahkan dari endapan yang mengganggu tersebut. Pembuatan ekstrak soda dapat dilakukan
sebagai berikut :

1. Sampel serbuk ditambahkan larutan Na
2
CO
3
dengan perbandingan sampel : Na
2
CO
3
=
1 : 2.
2. Tambahkan aquades secukupnya.
3. Panaskan larutan tersebut sampai mendidih selama 10 menit.
4. Endapan yang terbentuk dipisahkan dengan filtrat dengan cara disaring. Endapan
kemudian dicuci dengan menggunakan aquades sampai bersih. Aquades hasil cucian
tersebut kemudian dicampurkan dengan filtrat.
5. Aquades hasil cucian dan filtrat tersebut adalah soda ekstrak yang digunakan untuk uji
anion.
-Uji untuk zat pengoksid
Asamkan beberapa tetes soda ekstrak dengan H2SO4 encer. Secara perlahan-lahan teteskan
larutan diphenil amine dalam H2SO4.Timbulnya warna biru menunjukan adanya zat
pengoksid seperti nitrit, nitrat, klorat, kromat, pemanganat.
-Uji untuk zat pereduksi
Asamkan beberapa tetes H2SO4 dan tambahkan 3 tetes H2SO4 berlebih. Tambahkan 2-3
tetes KMnO4 encer. Hilangnya warna larutan KMnO4 menandakan adanya zat pereduksi:
sulfit, tiosulfat, sulfida, nitrit, bromida, iodida, dan arsenit. Jika warna hilang setelah larutan
dipanaskan, terdapat indikasi adanya oksalat.

Secara umum anion dapat dibagi menjadi 3 golongan , yaitu :

1. Golongan Sulfat, yaitu SO
4
2-
, SO
3
2-
, PO
4
3-
, CrO
4
2-
, SO
4
2-
, BO
2
-
, CO
3
2-
, C
2
O
4
2-
, AsO
4
3-

2. Golongan Halida, yaitu Cl
-
, Br
-
, I
-
, S
2-

3. Golongan Nitrat, yaitu NO
3
-
, NO
2
-
, C
2
H
3
O
2
-


Uji untuk Golongan Anion
1.Golongan Sulfat
Golongan anion di atas dapat memberikan karakteristinya dengan metode pengujian masing
masing. Garam BaSO
4
, BaSO
3
, Ba
2
(PO
4
)
3
, BaCr
2
O
4
, Ba(BO
2
)
2
, BaCO
3
, BaC
2
O
4
, Ba
3
(AsO
4
)
2

tidak larut dalam air dengan kondisi basa, sedangkan garam Barium lainnnya akan larut. Hal
ini dapat memberi kesimpulan bahwa identifikasi anion golongan sulfat dapat dilakukan
dengan penambahan BaCl
2
. Barium kromat akan menghasilkan endapan berwarna putih,
sedangkan garam barium yang mengandung anion golongan sulfat lainnya akan
menghasilkan endapan berwarna kuning.

2. Uji Golongan Halida
Apabila uji dengan BaCl
2
menghasilkan hasil yang negatif, selanjutnya dapat
dilakukan dengan cara penambahan asam nitrat dan kemudian ditambahkan perak nitrat.
Anion golongan halida akan mengendap sebagai garam perak. AgCl akan mengendap dan
memberikan warna putih, endapan AgI akan memberikan warna kuning muda, dan Ag
2
S
akan memberian warna hitam.

3.Golongan lainya
Jika kedua uji di atas menghasilkan hasil yang negatif, kemungkinan zat yang diuji
tersebut mengandung anion golongan nitrat. Selanjutnya dapat diperiksa dengan prosedur
tersendiri.
Setelah golongan anion ditemukan, maka di lakukan test spesifik. Berikut contoh uji
spesifik untuk analisis anion :


1. SO
4
2-

Ambil 5 tetes soda ekstrak, tambahkan asam dan BaCl2. Jika terbentuk endapan putih
maka positif ion sulfat.
2. PO
4
2-

Ambil beberapa tetes soda ekstrak, tambahkan dengan beberapa tetes HNO
3
pekat,
kemudian tambahkan ammonium molibdat. Panaskan, akan muncul endapan kuning.
3. CrO
4
2-

Perhatikan filtrat uji 1, jika berwarna kuning maka positif ion kromat. Tambahkan pada
filtrat Pn-nitrat, jika terbentuk endapan kuning, maka positif ion kromat.
4. Klorida, Bromida, Iodida
Setelah melakukan uji golongan halida, tambahkan NH
4
OH. Jika endapan larut, maka
positif ion Cl
-
atau Br
-
, sedangkan jika tetap tidak larut maka positif ion I
-
. Penambahan
asam lebih lanjut dapat membentuk endapan putih jika positif Cl
-
.
5. NO
3
-

Ambil 5 tetes soda ekstrak, tambahkan 5 tetes asam sulfat pekat. Miringkan tabung uji
sehingga membentuk sudut 30, kemudian tambahkan beberapa tetes ferosulfat melalui
dinding tabung secara perlahan lahan. Jika terbentuk cincin cokelat, maka positif ion
nitrat.
6. NO
2
-

Uji nitrit dapat dilakukan seperti pada uji spesifik ion nitrat, tetapi asam sulfat pekat
diganti dengan asam asestat. Terbentuknya cincin coklat menandakan positif ion nitrit.

7. Borat
Untuk Uji borat tambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat( lakukan percobaan ini pada
cawan penguap) .Setelah diaduk tambahkan 2-3 ml methanol, kemudian nyalakan
korek api . Warna nyala hijau menunjujan adanya borat.



Uji khusus untuk campuran anion :

A. Karbonat dengan kehadiran sulfit : Sulfit bila diolah dengan asam sulfat encer,
membebaskan belerang dioksida yang seperti karbon dioksida, menyebabkan kekeruhan
dengan air kapur ataupun air barit.

B. Nitrat dalam kehadiran nitrit : Nitritnya mudah diidentifikasi dalam kehadiran nitrat
dengan mengolahnya dengan asam mineral encer, kalium iodida dan pasta kanji (atau kertas
kalium iodida-kanji), ataundengan ujim tiourea.

C. Nitrat dalam kehadiran bromida dan iodida : Uji cincn coklat untuk nitrat tak dapat
diterapkan dengan kehadiran bromida dan iodida karena halogen bebas yang dibebaskan
dengan asam sulfat pekat akan mengaburkan cincin coklat yang disebabkan oleh nitrat.

D. Nitrat dalam kehadiran klorat : Klorat mengganggu uji cincin coklat. Nitrat direduksi
menjadi amonia.

E. Klorida dalam kehadiran bromida dan iodida : Prosedur ini mencangkup pembuangan
bromida dan iodida dengan kalium atau amonium peroksodisulfat dengan adanya asam sulfat
encer.

F. Klorida dalam kehadiran iodida (bromida tidak ada) : Asamkan larutan dengan asam
nitrat encer , tambahkan larutan perak nitrat berlebih, dan saring, buang filtrat.

G. Klorida dalam kehadiran bromida (iodida tidak ada) : Asamkan larutan dengan asam
nitrat encer dan tambahkan asam nitrat perak sebanyak larutannya.

H. Bromida dan iodida dengan kehadiran satu sama lain : Kehadiran klorida tidak
mengganggu reaksi yang akan diuraikan.

I. Fosfat dalam kehadiran arsenat : Baik arsenat maupun fosfat memberikan endapan kuning
bila dihangatkan dengan larutan amonium molibdat dan asam nitrat, fosfat pada
penghangatan yang lembut (tidak lebih dari 40 derajat) dan arsenat pada pendidihan.

Anda mungkin juga menyukai