Anda di halaman 1dari 10

PERANAN PERAWAT HIPERKES DI PERUSAHAAN/INDUSTRI

BAB I
PENDAHULUAN
Tujuan utama dari Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes) adalah
menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif melalui pemeliharaan dan
peningkatan derajat kesehatan serta penyelarasan pekerjaan dengan pekerja, dan pekerja
terhadap teknologi dan pekerjaannya.
Untuk itu diperlukan peningkatan keterampilan teknis dan keahlian semua pihak yang
terkait dengan penanganan masalah lingkungan dan hiperkes seiring dengan kemajuan
teknologi. Dalam rangka hal itu, maka penyelenggaraan pelatihan dan penataran agi
peningkatan kemampuan agi sumer daya manusia dalam hiperkes dilaksanakan, aik
melalui pendidikan formal maupun non formal, misalnya pelatihan terhadap personil
pelaksana hiperkes seperti dokter perusahaan, atau pera!at " paramedis perusahaan.
Ke!ajian pelatihan agi tenaga#tenaga yang ergerak di idang ini ditegaskan dalam
peraturan $enteri Tenaga Kerja, Peraturan %o. P&' ()*"$&%"*+,-, tentang ke!ajian
pelatihan hiperkes agi dokter perusahaan dan Peraturan $enteri Tenaga Kerja %o. P&'#
)*"$&%"*+,+ tentang ke!ajian pelatihan hiperkes agi pera!at " paramedis.
Pada tulisan ini akan diahas peranan pera!at hiperkes seagai tenaga higiene
perusahaan dan kesehatan kerja di perusahaan.
BAB II
DEFENISI PERAWAT HIPERKES
American Association of Occupational Health Nurses mendefenisikan pera!at
hiperkes seagai ./rang yang memerikan pelayanan medis kepada tenaga kerja0.
1edangkan Departement of Labor (DOL) USA mendefenisikan seagai . /rang yang
memerikan pelayanan medis atas petunjuk umum kesehatan kepada si sakit atau pekerja
yang mendapat kecelakaan atau orang lain yang menjadi sakit atau menderita kecelakaan
di tempat kerja.
*
1eorang pera!at hiperkes adalah seseorang yang erija2ah pera!at dan memiliki
pengalaman"training kepera!atan dalam hiperkes dan ekerja melayani kesehatan tenaga
kerja di perusahaan.
PERSYARATAN PERAWAT HIPERKES
Untuk dapat dikategorikan seagai pera!at hiperkes, ada eerapa persyaratan yang
harus dimiliki, yaitu 3
lulusan 1ekolah Pera!at, terdaftar resmi pada Dinas Kesehatan setempat dan
legal mendapat i2in untuk ekerja seagai seorang pera!at " paramedis.
1yarat#syarat kepriadiannya adalah kesehatan yang aik, erakhlak aik,
er!ia!a, mempunyai sifat kepemimpinan, mempunyai rasa tanggung#ja!a,
disiplin, memiliki daya kreatif, pandai ergaul dalam pekerjaan dan masyarakat,
serta penuh dedikasi.
Dan yang sangat penting tentunya memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam
dasar#dasar dan teknik#teknik pera!atan dalam hal pertolongan pertama pada
kecelakaan ringan hingga keadaan darurat yang erat.
Pera!at hiperkes juga harus melengkapi diri dengan pengetahuan dan
keterampilan khusus yang meliputi pengetahuan tentang Undang#Undang
Kompensasi dan 4suransi kesehatan, perundang#undangan kesehatan dan
keselamatan kerja, penyakit#penyakit akiat kerja, sanitasi, pendidikan kesehatan
kepada tenaga kerja, ilmu faal kerja dan ergonomi, ilmu gi2i kerja, ilmu ji!a
kerja, pengetahuan mengenai ahaya yang mungkin terjadi akiat pemaparan dari
proses industri yang dapat memahayakan kesehatan dan keselamatan dari tenaga
kerja dan huungan antara kesehatan dan produkti5itas, serta pencatatan dan
pelaporan.
FUNGSI PERAWAT HIPERKES
6ungsi seorang pera!at hiperkes sangat tergantung kepada keijaksanaan perusahaan
dalam hal luasnya ruang lingkup usaha kesehatan, susunan dan jumlah tenaga kesehatan
yang dipekerjakan dalam perusahaan.
Dokter perusahaan iasanya memegang tanggung#ja!a dalam menyelenggarakan
kesehatan perusahaan, namun kita ketahui sekarang ini ah!a tidak semua perusahaan
7
mempekerjakan dokter secara full time. Dalam kondisi seperti ini, maka pera!at yang
menjadi leih anyak melayani akti5itas kesehatan di perusahaan.
4paila pera!at merupakan satu#satunya tenaga kesehatan yang full time di
perusahaan, maka fungsinya adalah 3
*. $emantu dokter perusahaan dalam menyusun rencana kerja hiperkes di
perusahaan
7. $elaksanakan program kerja yang telah digariskan, termasuk administrasi
kesehatan kerja.
8. $emelihara dan mempertinggi mutu pelayanan pera!atan"pengoatan.
9. $emelihara alat#alat pera!atan, oat#oatan dan fasilitas kesehatan perusahaan.
:. $emantu dokter dalam pemeriksaan kesehatan sesuai cara#cara yang telah
disetujui.
-. ;kut memantu menentukan kasus#kasus penderita, serta erusaha
menindaklanjuti sesuai !e!enang yang dierikan kepadanya.
,. ;kut menilai keadaan kesehatan tenaga kerja dihuungkan dengan faktor
pekerjaan dan melaporkan kepada dokter perusahaan.
<. $emantu usaha peraikan kesehatan lingkungan dan perusahaan sesuai
kemampuan yang ada.
+. ;kut mengamil peranan dalam usaha#usaha kemasyarakatan 3 UK1.
*). $emantu, merencanakan dan atau melaksanakan sendiri kunjungan rumah
seagai salah satu dari segi kegiatannya.
**. $enyelenggarakan pendidikan hiperkes kepada tenaga kerja yang dilayani.
*7. Turut amil agian dalam usaha keselamatan kerja.
*8. $engumpulkan data#data dan memuat laporan untuk statistic dan e5aluasi.
*9. turut memantu dalam usaha penyelidikan kesehatan tenaga kerja.
*:. memelihara huungan yang harmonis dalam perusahaan
*-. memerikan penyuluhan dalam idang kesehatan
*,. ila leih dari satu paramedis hiperkes dalam satu perusahaan, maka pimpinan
paramedis hiperkes harus mengkoordinasi dan menga!asi pelaksanaan semua
usaha pera!atan hiperkes.
8
$enurut =ane 4. >e '.% dalam ukunya The New Nurse in Industr, eerapa fungsi
specific dari pera!at hiperkes adalah 3
*. persetujuan dan kerjasama dari pimpinan perusahaan"industry dalam memuat
program dan pengolahan pelayanan hiperkes yang mana ertujuan memerikan
pemeliharaan " pera!atan kesehatan yang seaik mungkin kepada tenaga kerja
7. memerikan" menyediakan primary nursing care untuk penyakit # penyakit atau
koran kecelakaan aik akiat kerja maupun yang ukan akiat kerja edasarkan
petunjuk# petunjuk kesehatan yang ada
8. menga!asi pengangkutan si sakit koran kecelakaan ke rumah sakit , klinik atau
ke kantor dokter untuk mendapatkan pera!atan " pengoatan leih lanjut
9. melakukan referral kesehatan dan pencanaan kelanjutan pera!atan dan follo!
up dengan rumah sakit atau klinik spesialis
yang ada
:. mengemangkan dan memelihara system record dan report kesehatan dan
keselamatan yang sesuai dengan prosedur yang ada di perusahaan
-. mengemangkan dan memperarui policy dan prosedur ser5is pera!atan
,. memantu program physical e?amination (pemeriksaan fisik) dapatkan data#data
keterangan#keterangan mengenai kesehatan dan pekerjaan. >akukan referral yang
tepat dan erikan suatu rekomendasi mengenai hasil yang positif.
<. memeri nasehat pada tenaga kerja yang mendapat kesukaran dan jadilaj
perantara untuk memantu menyelesaikan persoalan aik emosional maupun
personal.
+. mengajar karya!an praktek kesehatan keselamatan kerja yang aik,dan
memerikan moti5asi untuk memperaiki praktek#praktek kesehatan.
*). mengenai keutuhan kesehatan yang diperlukan karya!an dengan oyektif dan
menetapkan program Health Promotion, $aintenance and 'estoration
**. kerjasama dengan tim hiperkes atau kesehatan kerja dalam mencari jalan
agaimana untuk peningkatan penga!asan terhadap lingkungan kerja dan
penga!asan kesehatan yang terus menerus terhadap karya!an yang terpapar
dengan ahan#ahan yang dapat memahayakan kesehatannya.
9
*7. tetap !aspada dan mengikuti standar#standar kesehatan dan keselamatan kerja
yang ada dalam menjalankan praktek#praktek pera!atan dan pengoatan dalam
idang hiperkes ini.
*8. secara periodic untuk meninjau kemali program#program pera!atan dan aktifitas
pera!atan lainnya demi untuk kelayakan dan memenuhi keutuhan serta efisiensi.
*9. ;kut serta dalam organisasi pera!at (professional pera!at) seperti ikatan
paramedic hiperkes, dll
*:. merupakan tanggung ja!a priadi yang tidak oleh dilupakan dan penting
adalah mengikuti kemajuan dan perkemangan professional (continues
education).
BAB III
KEMAMPUAN DAN KOMPETENSI DALAM ASKEP
Sebagai pemberi as!a" #epera$a%a". Peran ini dapat dilakukan pera!at dengan
memperhatikan keadaan keutuhan dasar manusia yang diutuhkan melalui pemerian
pelayanan kepera!atan. Pemerian asuhan kepera!atan ini dilakukan dari yang
sederhana sampai dengan kompleks.
$enurut Undang#Undang tentang praktik kepera!atan, pera!at adalah seseorang yang
telah menyelesaikan program pendidikan kepera!atan aik di dalam maupun di luar
negeri yang diakui oleh Pemerintah 'epulik ;ndonesia sesuai dengan peraturan
perundang#undangan. 1edangkan kepera!atan adalah suatu entuk pelayanan profesional
yang merupakan agian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat
kepera!atan ditujukan kepada indi5idu, keluarga, kelompok, dan masyarakat aik sehat
maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Pera!at terdiri dari dua, yaitu pera!at 5okasional dan pera!at profesional.
A& Pera$a% '(#asi("a)
Pera!at 5okasional adalah seseorang yang telah lulus pendidikan Diploma ;;;
Kepera!atan dan 1ekolah Pera!at Kesehatan yang terakreditasi dan diakui oleh pejaat
yang er!enang Pera!at 5okasional sangat ereda dengan pera!at profesional. Dalam
pekerjaannya, pera!at profesional ini anyak menyalurkan ketrampilannya kepada
klien"pasien. $ereka sering melakukan praktik langsung kepada klien"pasien, sedangkan
teori yang didapat itu sedikit, tidak terlalu menji!ai teorinya. $ereka hanya mengerti
agaimana cara melakukannya, dan juga mereka melakukannya setelah mendapat
perintah dari atasannya ukan karena inisiatif sendiri. 1eorang pera!at 5okasional juga
:
melaksanakan eragai kegiatan terkait pemerian asuhan, pendidik, komunikator asuhan
kepera!atan (4sKep) dan ekerja di a!ah supe5isi %ers @eneralis.
B& Pera" Pera$a% '(#asi("a)
Pera!at seagai seorang anggota tim kesehatan, dalam memerikan askep (asuhan
kepera!atan) terhadap klien haruslah dapat memerikan informasi tentang klien yang
dira!atnya secara akurat dan komplit dan dalam !aktu dan cara yang memungkinkan.
1eorang klien tergantung pada pemeri pera!atan untuk mengkomunikasikan kepada
yang lainnya untuk memastikan mutu teraik dari pera!atan.
1elain itu pera!at merupakan media komunikasi klien, peran pera!at seagai
komunikator sangatlah ur!ent. Pada pera!at 5okasional terdapat peran seagai pendidik
dalam pemerian asuhan kepera!atan, namun hal ini masih erada dalam imingan ners
generalis. 1eagai pera!at, pera!at 5okasional pun memiliki peran saagai anggota riset
kepera!atan. /leh karena itu peran#peran pera!at yang kompleks ini perlu dilakukan
dengan seaik mungkin agar terciptanya dunia kesehatan yang erkompeten. Tetapi hal
terseut tidak mungkin dilakukan oleh pera!at 5okasional karena tuuh pengetahuan
yang dimiliki kepera!atan 5okasional sangatlah sedikt dan perannya dalam dunia
kesehatan hanya pada karatif saja, tidak sampai memenuhi semua peran yang harus
dilakukannya.
*& F"gsi Pera$a% '(#asi("a)
"ela#sanaan Asuhan $eperawatan
Dalam proses kepera!atan pelaksanaan asuhan merupakan tugas semua pera!at, aik itu
pera!at professional maupun pera!at 5okasional. Dan dalam pemerian asuhan ini perlu
adanya pendokumentasian. Pendokumentasian sangat penting dalam pera!atan kesehatan
saat ini. &delstein (*++)) mendefinisikan dokumentasi seagai segala sesuatu yang ditulis
atau dicetak yang dipercaya seagai data untuk disahkan orang. 'ekam medis haruslah
menggamarkan secara komprehensif dari status kesehatan dan keutuhan klien, oleh
dikatakan seluruh tindakan yang dierikan untuk pera!atan klien. Pendokumentasian
yang aik harus menggamarkan tidak hanya kualitas dari pera!atan tetapi juga data dari
setiap pertanggung ja!aan anggota tim kesehatan lain dalam pemerian pera!atan.
Dokumentasi kepera!atan adalah informasi tertulis tentang status dan perkemangan
kondisi kesehatan pasien serta semua kegiatan asuhan kepera!atan yang dilakukan oleh
pera!at (6ischach, *++*).
Aeerapa jenis catatan digunakan seagai alat komunikasi untuk menginformasikan
keadaan klien. $eskipun setiap perusahaan menggunakan format yang ereda, seluruh
catatan mengandung informasi yang mendasar, yaitu3
*. ;dentifikasi klien dan data demografis
7. ;nformed Bonsent untuk tindakan
-
8. 'i!ayat kepera!atan
9. Diagnosa atau masalah kepera!atan
:. 'encana kepera!atan (%ursing Bare Plan)
-. Batatan tindakan kepera!atan dan e5aluasi
,. 'i!ayat medis
<. Diagnosa medis
+. Pesanan terapi
*). Batatan perkemangan medis dan kesehatan
**. >aporan pengkajian fisik
*7. >aporan diagnostik studi
*8. 'angkuman prosedur operasi
*9. 'encana pulang dan rangkuman
*:. Tugas medis teknis yang erhuungan dengan pera!atan dan pengoatan
# Pera!atan dan pengoatan penyakit umum
C menurut petunjuk dokter perusahaan
C menurut pedoman tertulis (standing orders)
C rujukan pasien ke rumah sakit
C menga!asi pasien sakit hingga semuh
C menyelenggarakan rehailitasi
# Pera!atan dan pengoatan pada kecelakaan dan penyakit jaatan
# $enjalankan pencegahan penyakit menular (5aksinasi, dll)
# Pemeriksaan kesehatan
C seelum ekerja (pre#employment)
C erkala
C pemeriksaan khusus
Tgas a+mi"is%ra%i, me"ge"ai +i"as #ese!a%a" persa!aa"
# $emelihara administrasi ( dinas kesehatan)
# $endidik dan mengamati pekerjaan a!ahannya
# $emelihara catatan#catatan dan memuat laporan
C catatan perseorangan yang memuat hasil pemeriksaan kesehatan
pekerja
C laporan mengenai angka kesakitan, kecelakaan kerja
C laporan pemakaian oat, dll.
*-. Tugas sosial dan pendidikan
# $emeri pendidikan kesehatan kepada pekerja
,
C ketrampilan PPPK,
C pola hidup sehat,
C pencegahan penyakit yang erhuungan dengan keiasaan yang
kurang aik
# $enjaga keersihan dalam perusahaan
# $encegah kecelakaan kerja
$enurut American Association of Occupational Health Nurses% ruang lingkup pekerjaan
pera!at hiperkes adalah 3
&' Health promotion ( "rotection
$eningkatkan derajat kesehatan, kesadaran dan pengetahuan tenaga kerja akan
paparan 2at toksik di lingkungan kerja.
$eruah faktor life style dan perilaku yang erhuungan dengan resiko ahaya
kesehatan.
)' *or#er Health ( Ha+ard Assessment and Sur,eillance
$engidentifikasi masalah kesehatan tenaga kerja dan menilai jenis pekerjaannya .
-' *or#place Sur,eillance and Ha+ard Detection
$engidentifikasi potensi ahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan
tenaga kerja.
Aekerjasama dengan tenaga profesional lain dalam penilaian dan penga!asan
terhadap ahaya.
.' "rimar /are
$erupakan pelayanan kesehatan langsung terhadap penyakit dan kecelakaan pada
tenaga kerja, termasuk diagnosis kepera!atan, pengoatan, rujukan dan
pera!atan emergensi.
0' /ounselin!
$emantu tenaga kerja dalam memahami permasalahan kesehatannya dan
memantu untuk mengatasi dan keluar dari situasi krisis.
1' 2ana!ement and Administration
4cap kali seagai manejer pelayanan kesehatan dengan tanggung#ja!a pada
progran perencanaan dan pengemangan, program pemiayaan dan manajemen.
<
3' 4esearch
$engenali pelayanan yang erhuungan dengan masalah kesehatan, mengenali
faktor ( faktor yang erperanan untuk mengadakan peraikan.
5' Le!al67thical 2onitorin!
Paramedis hiperkes harus sepenuhnya memahami ruang lingkup pelayanan
kesehatan pada tenaga kerja sesuai perundang#undangan, mampu menjaga
kerahasiaan dokumen kesehatan tenaga kerja.
+. /ommunit Or!ani+ation
$engemangkan jaringan untuk meningkatkan pelayanan kepada tenaga kerja
Pera!at hiperkes yang ertanggung#ja!a dalam memerikan pera!atan tenaga kerja
haruslah mendapatkan petunjuk#petunjuk dari dokter perusahaan atau dokter yang
ditunjuk oleh perusahaan. Dasar#dasar pengetahuan prinsip pera!atan dan prosedur untuk
mera!at orang sakit dan koran kecelakaan adalah merupakan pegangan yang utama
dalam proses pera!atan yang erdasarkan nursin! assessment% nursin! dia!nosis%
nursin! inter,ention dan nursin! e,aluation adalah mempertinggi efisiensi pemeliharaan
dan pemerian pera!atan selanjutnya.
Pera!at hiperkes mempunyai kesempatan yang esar untuk menerapkan praktek#
praktek standar pera!atan secara leluasa. 1eorang pera!at hiperkes, melalui program
pemeliharaan dan peningkatan kesehatan hendaknya selalu memantu karya!an " tenaga
kerja untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal.
I'& HUBUNGAN PERAWAT HIPERKES DENGAN UNSUR LAINNYA
Dalam menjalankan pekerjaannya, seorang pera!at hiperkes harus dapat menjalin
huungan dan kerja sama yang aik dengan semua pihak.
*. Dokter perusahaan
Pera!at hiperkes perlu dan !aji mendapat imingan dan penga!asan dari
dokter perusahaan. 4dalah merupakan hukum dan etika kedokteran, ah!a
dokterlah yang ertanggung#ja!a atas kesehatan tenaga kerja. Aila dokter hanya
part time, maka pera!at hiperkes harus merundingkan dan menjalankan pedoman
pekerjaan pera!at yang diuat oleh dokter selama dokter tidak erada di tempat.
+
7. Pengusaha
Dalam hal dokter perusahaan full time, pera!at hiperkes dalam perusahaan
ertanggung#ja!a langsung kepadanya. Aila dokter hanya part time, maka
pera!at hiperkes melaporkan segala sesuatu persoalan kesehatan kepada dokter,
dan persoalan administratif kepada pengusaha.
8. Karya!an
Pera!at hiperkes !aji setiap saat memelihara huungan aik dan kepercayaan
dari karya!an dan organisasi karya!an, dan selalu ersikap netral apaila terjadi
perselisihan antara karya!an dan pengusaha.
9. Dokter umum " 1pesialis
Dalam hal perlunya pengiriman pasien kepada dokter umum"spesialis di luar
perusahaan, pera!at hiperkes juga harus memina huungan yang aik dengan
dokter umum atau spesialis.
:. 6asilitas Kesehatan di luar perusahaan
Pera!at hiperkes harus mengetahui fasilitas kesehatan yang ada di luar
perusahaan serta memanfaatkannya. Disamping itu juga dapat mengikuti kursus#
kursus yang diselenggarakan oleh >emaga %asional Higiene Perusahaan dan
Kesehatan Kerja.
-. /rganisasi Kepera!atan
Dianjurkan selalu memelihara keanggotannya dan erpartisipasi dalam ikatan
pera!at yang ada.
*)