Anda di halaman 1dari 34

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sistem Pengukuran merupakan bagian yang penting dalam dunia
industri.Melalui pengukuran, dapat diperoleh berbagai masukan untuk
menentukan informasi dan kendali proses serta jaminan kualitas proses.
Pengukuran dilakukan terhadap beragam parameter, dan salah satu parameter
yang banyak digunakan dalam dunia industri adalah fluida (air).
Kemampuan untuk mengendalikan proses dibutuhkan bagi para teknisi
sebagai modal untuk menghadapi dunia industri nyata. Untuk itu, disamping
mempelajari secara teoritis, dibutuhkan pula suatu alat eksperimental yang dapat
memodelkan suatu sistem kendali proses baik secara manual maupun otomatis.
Alat ukur fluida yang banyak digunakan ada yang didasarkan pada perubahan
tinggi tekan aliran fluida dan ada pula yang didasarkan pada perubahan
penampang aliran fluida.
Salah satu alat ukur fluida adalah flowmeter. Flowmeter adalah alat untuk
mengukur jumlah atau laju aliran dari suatu fluida yang mengalir dalam pipa atau
sambungan terbuka. Flowmeter umumnya terdiri dari dua bagian yaitu alat utama
dan alat bantu sekunder. Alat utama menghasilkan suatu signal yang merespons
terhadap aliran karena laju aliran tersebut telah terganggu. Alat utamanya
merupakan sebuah orifis yang mengganggu laju aliran yaitu menyebabkan
terjadinya penurunan tekanan. Alat bantu sekunder menerima sinyal dari alat
utama lalu menampilkan, merekam, dan atau mentransmisikannya sebagai hasil
pengukuran dari laju aliran.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan diatas, maka dalam
perumusan masalah akan di angkat tentang sensor flow meter yang menggunakan
water flow meter G1/2 dengan arduino uno sebagai perhitungan debit yang keluar
dari sensor flow meter.
2


1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah pada pengerjaan laporan ini didefinisikan sebagai
berikut:
a. Mengkarakterisasi sensor flow meter
b. Mengukur kecepatan aliran fluida
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari pengerjaan laporan ini adalah :
a. Dapat menentukan atau mengukur debit aliran
b. Berhasil mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan
prinsip ggl induksi.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari pengerjaan tugas besar Teknik Instrumentasi ini adalah untuk
mengetahui dan mengukur jumlah atau laju aliran dari suatu fluida yang mengalir
dalam pipa atau sambungan terbuka.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara
umum dari penelitian ini. Sistematika penulisan ini terdiri dari 5 bab, yaitu :
1. BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab 1 menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan, manfaat, dan sistematika penulisan dar pengerjaan
laporan .
2. BAB 2 LANDASAN TEORI
Pada bab 2 menjelaskan pengenalan flow meter menggunakan water flow
sensor G1/2 serta dasar teori dan komponen-komponen yang terdapat pada
sensor flow meter.
3. BAB 3 METODOLOGI DAN PERANCANGAN SISTEM
Pada bab 3 menjelaskan mengenai desain dan perancangan flow meter
menggunakan water flow sensor G1/2.
4. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab 4 menjelaskan implementasi dengan mengkarakteristik sensor
flow meter
3


5. BAB 5 PENUTUP
Pada bab 5 menjelaskan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan
dan saran dari tugas besar yang dilakukan.























4


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Fluida
Fluida adalah zat yang berubah bentuk secara terus menerus bila terkena
tegangan geser. Gaya geser adalah komponen gaya yang menyinggung
permukaan, sedangkan tegangan geser pada suatu titik adalah nilai batas
perbandingan gaya geser terhadap luas dengan berkurangnya luas hingga titik
tersebut. Suatu zat cair ditempatkan diantara dua buah plat sejajar, dengan jarak
antara yang kecil dan besar sedemekian luasnya sehingga keadaan pada tepi-tepi
plat dapat diabaikan. Plat bawah terpasang tetap dan suatu gaya F ditetapkan pada
plat ats, yang mengarahkan tegangan geser F/A pada zat apapun yang terdapat
diantara plat-plat. A adalah luas plat atas (m
2
). Bila gaya (F) mengakibatkan plat
gerak dengan suatu kecepatan (bukan nol) satuannya (N), maka dapat disimpulkan
bahwa zat di antara kedua plat tersebut adalah fluida. Yang termasuk pada fluida
yaitu air dan gas. Aliran (flow) fluida ada tiga macam, diantaranya:
1. Kecepatan fluida mengalir (m/s),
2. Debit (banyaknya volume) fluida yang mengalir per satuan waktu (1/dtk),
3. Jumlah (volume) fluida yang mengalir untuk selang waktu tertentu
(liter,galon).
Jenis alat ukur aliran (flow) sebenarnya sangat banyak, pada dasarnya
terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:
Head Flow Meter,
Area Flow Meter,
Positive Displacement Meter.
Pada tugas besar ini akan digunakan flow meter jenis water flow meter G .
2.2 Sensor
Secara Umum sensor di definisikan sebagai alat yang mampu menangkap
fenomena fisika atau kimia dan kemudian mengubahnya menjadi sinyal elektrik
baik arus listrik ataupun tegangan. Fenomena fisik yang mampu menstimulus
sensor untuk menghasilkan sinyal elektrik meliputi temperatur, tekanan, gaya,
5


Angin
masuk
medan magnet, cahaya, penggerak dan sebagainya. Sensor terbagi menjadi dua
diantaranya sensor analog dan sensor digital.
2.3 Flow Meter
Flowmeter adalah alat untuk mengukur volume dan kecepatan aliran dari
suatu fluida baik cairan atau gas baik bertemperatur rendah hingga temperature
tinggi dalam pipa atau sambungan terbuka. Umumnya, flowmeter terdiri dari dua
bagian yaitu primary device yang menghasilkan sinyal yang sebanding dengan
data laju aliran yang terukur dan secondary device yang merupakan alat bantu
sekunder sebagai penerima sinyal dari primary device untuk lalu ditampilkan,
direkam, dan atau ditransmisikan sebagai hasil pengukuran dari laju aliran.
Flowmeter dapat dikelompokan berdasarkan prinsip kerjanya.
Jenis-jenis flowmeter antara lain :
1. Flowmeter mekanik terdiri dari piston meter, gear meter, variable area
meter, turbine flowmeter, woltmann meter, single jet meter, paddle wheel
meter, multiple jet meter, pelton wheel, dan current meter.
2. Flowmeter berbasis tekanan, terdiri dari venture meter, orifice plate, dall
tube, pitot tube, multi-hole pressure tube, dan cone meter.
3. Vortex flowmeter, open channel flowmeter, electromagnetic flowmeter,
ultrasonic flowmeter, dan coriolis flowmeter.
Alat ukur kecepatan aliran dibuat menggunakan prinsip kerja ggl listrik dari
motor. Motor dengan kincir diletakkan dalam pipa yang akan diukur kecepatan
alirannya. Saat motor berputar, maka akan terjadi ggl induksi yang menghasilkan
tegangan. Tegangan inilah yang nantinya akan dikonversi menjadi kecepatan
aliran fluida dalam pipa.






Gambar 2.1 Tampak Samping Alat
6






Gambar 2.2 Bagian dalam pipa terdapat kincir yang terhubung dengan
motor

Output berupa tegangan selanjutnya akan masuk ke bagian pengkondisi sinyal.
Sinyal yang telah terkondisi masuk ke arduino untuk diproses menjadi kecepatan
aliran.
Sedangkan indikator kerja alat meliputi:
1. Gerakan fluida dalam pipa dapat menggerakkan kincir.
2. Kincir berputar yang terhubung dengan motor dapat menghasilkan ggl
induksi.
3. Pengkondisi sinyal dapat membuat sinyal tegangan ggl induksi dari motor
dapat terbaca oleh arduino.
4. Karakterisasi sensor Q V
5. Pengumpamaan data real time.
6. LCD dapan menunjukkan tampilan hasil pengukuran.
2.4 Debit Air
Debit aliran dipergunakan untuk menghitung kecepatan aliran pada
masing-masing pipa experimen dimana rumus debit aliran:



Dimana:
Q adalah debit aliran (m
3
/s)
V adalah kecepatan aliran (m/s)
A adalah luas penampang (m
2
)
adalah volume fluida (m
3
)
7


2.5 Water Flow Sensor G1/2
Water Flow Sensor ini terdiri dari beberapa bagian diantaranya:
Tubuh katup plastik
Rotor Air
Sensor hall efek
Ketika air mengalir melalui gulungan rotor-rotor maka kecepatan
perubahan dengan tingkat berbeda aliran. Sesuai dengan sensor hall efek dengan
output sinyal pulsa., memiliki kelebihan hanya membutuhkan 1 sinyal (SIG)
selain jalur 5 volt dc dan ground. Perhatikan gambar dari water flow sensor G1/2
dibawah ini:






Gambar 2.3 Fisik dan Skematik Instalasi Water Flow Sensor G1/2 [1]








Gambar 2.4 Mechanic Dimensi Water Flow Sensor [1]



8


Tabel 1 Komponen Sensor
No. Name Kuantitas Material Catatan
1 Valve body 1 PA66+33%glass fiber
2 Stainless steeal bead 1 Stainless steel SUS304
3 Axis 1 Stainless steel SUS304
4 Impeller 1 POM
5 Ring magnet 1 Ferrite
6 Middle ring 1 PA66+33%glass fiber
7 O-seal ring 1 Rubber
8 Electronic seal ring 1 Rubber
9 Cover 1 PA66+33%glass fiber
10 Screw 4 Stainless steel SUS304 3.0*11
11 Cable 1 1007 24AWG

Spesifikasi Sensor Flow
Berat Sensor : 43 g
Suhu pengoprasian : 0C-80C
Arus maksimum : 15 mA
Bekerja pada tegangan : 5 Volt 24 Volt
Tingkat aliran : 0.5 60 L/menit
Operasi kelembaban : 35 % - 90% RH
Operasi tekanan bawah : 1.75Mpa
Store temperature : -25C - +80C
Store humidity :25% - 90% RH
2.6 Prinsip Kerja Flow Sensor G1/2
Prinsip kerja dari sensor ini adalah dengan memanfaatkan fenomena efek
hall. Efek Hall ini didasarkan pada efek medan magnetik terhadap partikel
bermuatan yang bergerak. Ketika ada rus listrik yang mengalir pada divais efek
Hall yang ditempatkan dalam medan magnet yang arahnya tegak lurus arus listrik,
9


pergerakan pembawa muatan akan berbelok ke salah satu sisi dan menghasilkan
medan listrik. Medan listrik terus membesar hingga gaya Lorentz yang bekerja
pada partikel menjadi nol. Perbedaan potensial antara kedua sisi divais tersebut
disebut dengan potensi Hall. Potensi Hall ini sebanding dengan medan magnet
dan arus listrik yang melalui divais.
2.7 PWM
Pulse Width Modulation (PWM) secara umum adalah sebuah cara
memanipulasi lebar sinyal yang dinyatakan dengan pulsa dalam suatu perioda,
untuk mendapatkan tegangan rata-rata yang berbeda [2]. Beberapa contoh aplikasi
PWM adalah pemodulasian data untuk telekomunikasi, pengontrolan daya atau
tegangan yang masuk ke beban, regulator tegangan, audio effect dan penguatan,
serta aplikasi-aplikasi lainnya. Aplikasi PWM berbasis mikrokontroler biasanya
berupa pengendalian kecepatan motor DC, pengendalian motor servo, pengaturan
nyala terang LED dan lain sebagainya.
Sinyal PWM pada umumnya memiliki amplitudo dan frekuensi dasar yang
tetap, namun memiliki lebar pulsa yang bervariasi. Lebar Pulsa PWM berbanding
lurus dengan amplitudo sinyal asli yang belum termodulasi. Artinya, Sinyal PWM
memiliki frekuensi gelombang yang tetap namun duty cycle bervariasi (antara 0%
hingga 100%).






Gambar 2.5 Sinyal PWM dan rumus perhitungannya [2]
Pulse Width Modulation (PWM) merupakan salah satu teknik untuk
mendapatkan signal analog dari sebuah piranti digital. Sebenarnya Sinyal PWM
dapat dibangkitkan dengan banyak cara, dapat menggunakan metode analog
dengan menggunakan rankaian op-amp atau dengan menggunakan metode digital.
Dengan metode analog setiap perubahan PWM-nya sangat halus, sedangkan
10


menggunakan metode digital setiap perubahan PWM dipengaruhi oleh resolusi
dari PWM itu sendiri. Resolusi adalah jumlah variasi perubahan nilai dalam PWM
tersebut. Misalkan suatu PWM memiliki resolusi 8 bit berarti PWM ini memiliki
variasi perubahan nilai sebanyak 28 = 256 variasi mulai dari 0 255 perubahan
nilai yang mewakili duty cycle 0 100% dari keluaran PWM tersebut.

Gambar 2.6 Pulsa PWM [2]
Dengan cara mengatur lebar pulsa on dan off dalam satu perioda
gelombang melalui pemberian besar sinyal referensi output dari suatu PWM akan
didapat duty cycle yang diinginkan. Duty cycle dari PWM dapat dinyatakan
sebagai:


Duty cycle 100% berarti sinyal tegangan pengatur motor dilewatkan
seluruhnya. Jika tegangan catu 100V, maka motor akan mendapat tegangan 100V.
pada duty cycle 50%, tegangan pada motor hanya akan diberikan 50% dari total
tegangan yang ada, begitu seterusnya.
Untuk melakukan perhitungan pengontrolan tegangan output motor
dengan metode PWM cukup sederhana sebagaimana dapat dilihat pada ilustrasi
Gambar 2. di bawah ini.
11



Gambar 2.7 Pengontrolan tegangan Pulsa PWM [2]
Dengan menghitung duty cycle yang diberikan, akan didapat tegangan
output yang dihasilkan. Sesuai dengan rumus yang telah dijelaskan pada gambar.



Average voltage merupakan tegangan output pada motor yang dikontrol oleh
sinyal PWM. a adalah nilai duty cycle saat kondisi sinyal on. b adalah nilai duty
cycle saat kondisi sinyal off. V
full
adalah tegangan maksimum pada motor.
Dengan menggunakan rumus diatas, maka akan didapatkan tegangan output
sesuai dengan sinyal kontrol PWM yang dibangkitkan.
2.8 Arduino
Arduino Uno adalah board mikrokontroler berbasis ATmega328
(datasheet). Memiliki 14 pin input dari output digital dimana 6 pin input tersebut
dapat digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator
kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset. Untuk
mendukung mikrokontroler agar dapat digunakan, cukup hanya menghubungkan
Board Arduino Uno ke komputer dengan menggunakan kabel USB atau listrik
dengan AC yang-ke adaptor-DC atau baterai untuk menjalankannya.
Uno berbeda dengan semua board sebelumnya dalam hal koneksi USB-to-
serial yaitu menggunakan fitur Atmega8U2 yang diprogram sebagai konverter
USB-to-serial berbeda dengan board sebelumnya yang menggunakan chip FTDI
driver USB-to-serial.




Gambar 2.8 Tampak depan Arduino Uno [3]
12


Untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang terdapat di dalam
sebuah microcontroller, pada gambar berikut ini diperlihatkan contoh diagram
blok sederhana dari microcontroller ATmega328 (dipakai pada Arduino Uno).

Gambar 2.9 Blok Diagram Microcontroller ATmega328 [3]
Adapun penjelasan dari blok-blok diatas adalah sebagai berikut:
Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART) adalah antar muka
yang digunakan untuk komunikasi serial seperti pada RS-232, RS-422 dan RS-
485.
2KB RAM pada memory kerja bersifat volatile (hilang saat daya dimatikan),
digunakan oleh variable-variabel di dalam program.
32KB RAM flash memory bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan
program yang dimuat dari komputer. Selain program, flash memory juga
menyimpan bootloader.
2.9 Karakteristik Unjuk Kerja Instrumen
Spesifikasi detail dari karakteristik instrumen ditentukan oleh karakteristik
unjuk kerja. Maka dari itu pengetahuan karakteristik unjuk kerja merupakan hal
yang penting untuk menentukan apakah instrumen tersebut dapat sesuai atau tidak
untuk digunakan secara optimal.
Karakteristik instrumen secara umum dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu:
13


2.9.1 Karakteristik Statik
Karakteristik statik adalah karakteristik yang menunjukan pengukuran
berulang dari suatu sistem pengukuran. Dimana komponen karakteristik terdiri
dari:
1. Repeatability
Repeatability adalah kemampuan suatu elemen untuk memberikan output
yang sama terhadap input yang berulang-ulang.
2. Standar Deviasi (

)
Deviasi adalah nilai output dari nilai rata-rata dengan pengaruh input
lingkungan.
Rumus untuk mencari standar deviasi adalah sebagai berikut:

[(

]
3. Sensitivitas
Perbandingan output alat ukur dengan inputnya. Sensitivitas alat ukur
dengan inputnya. Sensitivitas alat yang baik = 1, jika dimensi (satuan)
input-output sama.
4. Threshold
Threshold adalah input terkecil yang terdeteksi oleh alat ukur.
5. Resolusi
Resolusi adalah perubahan input terkecil yang dapat dideteksi alat.
6. Histerisis
Histerisis adalah kurva perbandingan output-input untuk perubahan input
naik dan turun. Histerisis maksimum adalah range harga input terbesar
yang kemungkinan memnberikan output sama.
2.9.2 Karakteristik Dinamik
Karakteristik yang ditunjukkan oleh perilaku sistem saat merespon suatu
masukan terhadap perubahan waktu. Karakteristik dinamik sistem atau instrumen
tergantung pada keadaan fisis sistem atau instrumen tersebut.
14


Dapat menyebabkan kesalahan pengukuran, yang terjadi saat transien atau jika
yang diukur adalah sinyal yang berubah terhadap waktu (sinyal dinamis).
Dinyatakan dalam bentuk suatu fungsi yang mentransformasi kan input menjadi
output : Fungsi Transfer.























15


BAB III
METODOLOGI DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Metode Penelitian
Adapun metodologi yang akan digunakan dalam penjelasan laporan tugas
teknik instrumentasi ini adalah sebagai berikut :
A. Studi literatur terhadap materi yang terkait dengan tugas besar ini,
diantaranya :
1) Pemahaman tentang teori ggl listrik dari motor.
2) Pemahaman tentang sensor flow meter.
B. Uji coba karakteristik sensor flow meter.
C. Perancangan pada sensor
D. Uji Performasi alat
E. Pengambilan dan analisa data yang diperoleh
3.2 Tempat Penelitian
Untuk mencapai kesempurnaan dalam pembuatan flowmeter dibutuhkan
tempat untuk perakitan dan perancangan alat. Tempat penelitian yang dilakukan
dalam pengerjaan tugas besar adalah berada di Labolatorium Sistem Elektronika,
Universitas Telkom. Di tempat tersebut akan dilakukan juga uji performansi dan
karakterisasi .
3.3 Variabel Penelitian
Variabel-variabel penelitian pada tugas besar ini meliputi :
a. Baling-baling (Kincir)
b. PWM dari putaran kincir
c. Sensor flow
3.4 Alat dan Bahan Penelitian
Untuk terciptanya kesempurnaan dari sensor flow meter baik dari sisi
perancangan mekanik maupun sisi perancangan software. Adapun alat dan bahan
yang akan digunakan pada sensor flow meter untuk keperluan penelitian.
16


3.4.1 Perangkat Keras (hardware)
Perangkat keras yang digunakan pada tugas besar ini adalah sebagai
berikut :
1. Multimeter digunakan untuk mengukur keluaran beda potensial.
2. Saluran air digunakan sebagai alat yang menghitung debit kecepatan
aliran.
3. Power supply digunakan sebagai catuan untuk arduino uno.
3.4.2 Perancang Perangkat Lunak (software)
Perangkat lunak yang digunakan pada tugas besar untuk mendesain sistem
flow meter dan pengoprasian sistem flow meter adalah sebagai berikut :
1. Arduino Uno
Arduino Uno adalah board berbasis mikrokontroler pada ATmega328.
Board ini memiliki 14 digital input/ output pin (dimana 6 pin dapat
digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, 16 MHz osilator Kristal,
koneksi USB, jack listrik tombol riset. Pin pin ini berisi semua yang
diperlukan untuk mendukung mikrokontroler, hanya terhubung ke
computer dengan kabel USB atau sumber tegangan bisa didapat dari
adaptor AC-DC atau baterai untuk menggunakannya.
Berdasarkan gambar 2.8 Arduino dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Tabel Deskripsi Arduino Uno
Mikrokontroller Atmega328
Operasi Voltage 5V
Input Voltage 7-12 V (Rekomendasi)
Input Voltage 6-20 V (limits)
I/O 14 pin (6 pin untuk PWM)
Arus 50 mA
Flash Memory 32KB
Bootloader SRAM 2 KB
EEPROM 1 KB
Kecepatan 16 Mhz
17


3.4.3 Bahan Penelitian
Adapun bahan penelitian yang ditinjau adalah berupa elektrik yang
dibutuhkan dalam proses terciptanya pengoprasian sensor flow meter untuk
menghitung debit aliran. Adapun pembahasan komponen pendukung pada sensor
flow meter adalah sebagai berkut :
1. Water Flow Sensor G1/2
Waterflow sensor atau water level adalah Sensor debit aliran air , yang
dimana didalam waterflow sensor ini terdapat suato rotor yang akan
berputar apaila ada aliran air atau hall efect sensor. Waterflow sensor tidak
bisa digunakan untuk cairan degan suhu panas atau aliran airyang terlalu
kuat.
2. Dinamo
Sedangkan langkah-langkah kerja dinamo adalah sebagai berikut:
Sebuah kumparan berputar dalam medan magnet.
Tiap-tiap ujung kawat kumparan dihubungkan dengan sebuah
cincin geser.
Cincin geser tersebut menempel sebuah sikat.
Bila kumparan diputar maka dalam kumparan itu timbul GGL AC.
GGL AC ini menimbulkan arus AC di dalam rangkaian dinamo.
3. Pipa
Pipa adalah media perantara yang berfungsi mengalirkan fluida. Pada sensor
flow meter ini pipa di pasang di kiri dan kanan sensor flow meter yang
berfungsi mengalirkan fluida dengan kecepatan aliran yang hasil nya
digunakan untuk menghitung debit yang terjadi.
3.4.4 Prosedur Penelitian
Adapun prosedur penelitian yang digunakan pada tugas besar ini adalah
sebagai berikut:
1. Mempersiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
2. Karakterisasi sensor pada sensor flow meter.
3. Perancangan program menggunakan arduino uno.
18


4. Analisis dan menyimpulkan penelitian yang akan dilakukan.
3.5 Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian pada tugas besar ini terdiri dari komponen-
komponen penyusun:
a. Proses perancangan mekanik dari sensor flow meter
b. Proses perancangan control program
Perancangan control program dilakukan menggunakan arduino uno.

Diagram Rancangan Penelitian


















Mulai
Studi Literatur
Perancangan
Flowmeter
Uji coba Sensor
Perancangan
program flowmeter
Karakterisasi
flowmeter

Hasil uji
Sesuai dengan
parameter yang
diterapkan
Uji coba Sensor
Hasil uji
Analisis Data
Kesimpulan
Selesai
19


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan metodologi penelitian dalam tugas besar ini kelompok kami
menggunkan water flow sensor type YFS-201 yang mengeluarkan
tegangan,dimana arus yang kemudian dikonvert menjadi tegangan oleh resistor
setelah masuk ke arduino berupa sinyal PWM, tetapi dikarena ada kesalahan yang
menyebabkan alat rusak sehingga alat tersebut ada beberapa komponen yang
diganti yaitu sensor hall effect diganti dengan motor DC 9 volt. Sehingga
dihasilkan data sebagai berikut:
Waktu Pengambilan Data
Tanggal : 20 Mei 2014
Pukul : 01.00 02.40 WIB
4.1 Karakteristik Statik
Histerisis
Percobaan dan data naik
Percobaan
ke-
Debit (liter/m) Vout (Volt)
1 3,303313102 1,04
2 5,454307681 2,01
3 7,989408434 3,02
4 9,986760542 4,04
5 12,06093389 5,00
6 14,13510723 6,00
7 16,13245934 7,06




20


Percobaan dan data turun
Percobaan
ke-
Debit (liter/m) Vout (Volt)
1 16,13245934 7,06
2 14,21192846 6,01
3 12,21457636 5,02
4 9,986760542 4,01
5 7,835765964 3,05
6 5,454307681 2,00
7 3,456955572 1,03

Berikut adalah grafik debit terhadap V out:

Berdasarkan data diatas maka tidak terjadi histerisis (no histerisis) karena
pengukuran nilai debit naik dan turun sama.
Dan juga dapat dijelaskan bahwa alat ukur presisi karena dua kali
pengukuran menghasilkan pengukuran yang hampir sama.
Stabilitas
Diuji dengan debit konstan

0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
1.04 2.01 3.02 4.04 5.00 6.00 7.06
D
e
b
i
t

(
l
i
t
e
r
/
s
)

Grafik Debit terhadap Vout
Data Naik
data turun
21


Percobaan
ke-
Ketinggian (cm) Vout (Volt)
1 0 7,00
2 5 7,00
3 10 7,02
4 15 7,03
5 20 7,05
6 25 7,05
Berdasarkan data diatas maka hasil pengukuran nilai debit yang sama tetap
konstan.
Regresi Linier

22



Berdasarkan data diatas maka hubungan debit dan Vout didapat sebagai berikut :


Dimana y adalah debit dan x adalah tegangan keluaran dari motor.
Range Pengukuran
1.26 liter/menit sampai 13 liter/menit
Threshold
1.26 liter/menit
4.2 Karakteristik Dinamik
Berdasarkan hasil percobaan dan perhitungan karakteristik dinamik yang
diperoleh dari alat flowmeter yang dibuat adalah:
Time settling (Ts)
Ts= 5 detik
Time settling didapatkan pada hasil percobaan pada alat.
Frekuensi Alamiah (


23




Damping ratio ()




Peak Time (Tp)



Rise Time (Tr)



Fungsi Transfer










24



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dan analisis data diatas maka:
Karakteristik statik
1. Hubungan debit dengan Vout didapatkan sebagai berikuit:


Dimana y adalagh debit dan x adalah tegangan keluaran dari motor.
2. Tidak terdapat histerisis
Pengukuran antara nilai debit naik dengan nilai debit turun adalah sama.
3. Alat ukur stabil
Setelah diperhatikan dengan beberapa lama, hasil pengukuran nilai debit
yang sama tetap kontastan.
4. Alat ukur presisi
Setelah dilakukan dua kali pengukuran menghasilkan pengukuran yang
hampir sama.
5. Akurasi
Akurasi tidak bisa dicek karena tidak mengetahui nilai true value.
6. Range Pengukuran
1.26 liter/menit sampai 13 liter/menit
7. Threshold
1.26 liter/menit
Karakteristik dinamik
1. Setling Time (Ts) = 5 detik
2. Frekuensi Alamiah (n) = 1.7544
3. Damping Ratio () = 0.456
4. Peak Time (Tp) = 2.012 detik
5. Rise Time (Tr) = 4.113 detik
25



6. Fungsi Transfer



7.2 Saran
1. Dalam pengamatan dan pengambilan data hasil penelitian harus dilakukan
dengan percobaan yang teliti agar tidak terjadi kesalahan dalam
pengambilan data.
2. Fluida yang digunakan harus benar-benar konstan agar mendapatkan hasil
data percobaan yang akurat.






















26


DAFTAR PUSTAKA

[1] CompaQ, Water Flow Sensor G1/2, Universitas Sumatra Utara, Indonesia,
2012.
[2] R. Prayogo, Pengaturan PWM dengan PLC, Universitas Brawijaya, Malang
Indonesia, 2012.
[3] A. uno, Arduino, Arduino, 21 march 2013. [Online]. Available:
arduino.cc/en/main/arduinoBoardUno. [Diakses 20 may 2014].


















27


LAMPIRAN
Lampiran I
Lampiran mengenai program arduino yang digunakan pada flowmeter.
#include <LiquidCrystal.h>
LiquidCrystal lcd(12,11,10,6,5,4,3);

float Calc;
float o;
float v;

void setup() //initial set up, only run once at the beginning
{
lcd.begin(16,2);
pinMode(A0, INPUT); //initializes digital pin A0 as an input
}

// the loop() method runs over and over again,
// as long as the Arduino has power

void loop ()
{ //initial value
o=0;
v=0;
o = analogRead (A0); //ADC
v = ((o/1023)*5);

28


Calc = ((2.13803272*v)+1.261987); //function gotten from experiment

if ( Calc < 1.3)
{Calc = 0;}

lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("Tugas Instrumen");
lcd.setCursor(8,1);
lcd.print(" L/m");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print(Calc);

delay(1000);
lcd.clear();
}










29


Lampiran II
Lampiran mengenai biaya yang digunakan pada pembuatan alat flowmeter beserta
nota dan kwitansi
NO NAMA BARANG
JUMLAH
BARANG
HARGA
PERSATUAN
(Rp)
HARGA
TOTAL KETERANGAN
1 ARDUINO UNO 1 327.500,00 327.500,00
Nota dan Kwitansi
terlampir
2
FLOW METER
SENSOR G1/2 1 201.000,00 201.000,00
Nota dan Kwitansi
terlampir
3 PROJECT BOARD 1 250.00,00 25.000,00
Nota dan Kwitansi
terlampir
4 IC TL-072 2 3.000,00 6.000,00
Nota dan Kwitansi
terlampir
5 RESISTOR 10K 5 100,00 500,00
Nota dan Kwitansi
terlampir
6 LCD 1 50.000,00 50.000,00
Nota dan Kwitansi
terlampir
7 SELANG 1 17500 17.500,00
Nota dan Kwitansi
terlampir
JUMLAH TOTAL Rp627.500,00








30


NOTA DAN KWITANSI ARDUINO



























31


NOTA DAN KWITANSI FLOW METER SENSOR G1/2



























32


NOTA DAN KWITANSI KOMPONEN
Project Board
IC TL-072
Resistor 10k




























33


NOTA DAN KWITANSI LCD































34


NOTA DAN KWITANSI SELANG