Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

NILAI, SIKAP DAN KEPUASAN


KERJA
Tugas ini disusun untuk Mata Kuliah Manajemen Pengantar II
Dosen : Dra. Hj. Panca W,MM






Disusun Oleh :





1. Aksan Fauzi 201211111
2. Khoirun Nisa 201211113
3. Verri Arbi Saputra 201211116
4. Prasetyo Arifin 201211117
5. Sri Puji Astuti 201211125
6. Latifah Sariroh 201211133

Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen
Universitas Muria Kudus
Tahun Ajaran 2012 / 2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam manajemen, fungsi organisasi terutama dalam hal pengawasan,
organisasi perlu memantau para pekerjanya terhadap sikap, dan hubungannya
dengan perilaku. Adakah kepuasan atau ketidak puasan karyawan dengan
pengaruh pekerjaan di tempat kerja. Dalam organisasi, sikap amatlah penting
karena komponen perilakunya. Pada umumnya, penelitian menyimpulkan bahwa
individu mencari konsistensi diantara sikap mereka serta antara sikap dan perilaku
mereka. Seseorang bisa memiliki ribuan sikap, sikap kerja berisi evaluasi positif
atau negatif yang dimiliki oleh karyawan tentang aspek-aspek lapangan kerja
mereka, ada tiga sikap yaitu, kepuasan kerja, keterlibatan pekerjaan, dan
komitmen organisasional. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi
memiliki perasaan-perasaan positif tentang pekerjaan tersebut, sementara
seseorang yang tidak puas memiliki perasaan-perasaan yang negatif tentang
pekerjaan tersebut. Keterlibatan pekerjaan , mengukur tingkat sampai mana
individu secara psikologis memihak pekerjaan mereka dan menganggap penting
tingkat kinerja yang dicapai sebagai bentuk penghargaan diri. Karyawan yang
mempunyai tingkat keterlibatan pekerjaan yang tinggi sangat memihak dan benar-
benar peduli dengan bidang pekerjaan yang mereka lakukan. Tingkat keterlibatan
pekerjaan dan pemberian wewenang yang tinggi benar-benar berhubungan dengan
kewargaan organisasional dan kinerja pekerjaan. Keterlibatan pekerjaan yang
tinggi berarti memihak pada pekerjaan tertentu seorang individu, sementara
komitmen organisosial yang tingi berarti memihak organisasiyang merekrut
individu tersebut.
Penilaian seorang karyawan tentang seberapa ia merasa puas atau tidak
puas dengan pekerjaan merupakan penyajian yang rumit dari sejumlah elemen
pekerjaan yang berlainan. Berbagai studi independen, yang diadakan diantara para
pekerja AS selama 30 tahun terakhir, pada umumnya menunjukkan bahwa
mayoritas pekerja merasa puas dengan pekerjaan mereka. Meskipun jarak
persentasinya lebar, tetapi lebih banyak individu melaporkan bahwa mereka
merasa puas dibandingkan tidak puas. Apakah yang menyebabkan kepuasan kerja
? dari segi kepuasan kerja (kerja itu sendiri, bayaran, kenaikan jabatan,
pengawasan, dan rekan kerja), menikmati kerja itu sendiri hampir selalu
merupakan segi yang paling berkaitan erat dengan tingkat kepuasan kerja yang
tinggi secara keselruhan


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, rumusan masalah makalah ini, yaitu:
1. Apakah pengertian nilai dan tipe-tipe nilai?
2. Apakah pengertian sikap dan tipe-tipe sikap?
3. Apakah pengertian kepuasan kerja?
4. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja.
5. Bagaimanakah persepsi dan pengambilan keputusan?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk:
1. Mengetahui pengertian nilai dan tipe-tipe nilai?
2. Mengetahui pengertian sikap dan tipe-tipe sikap?
3. Mengetahui pengertian kepuasan kerja?
4. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja.
5. Mengetahui Bagaimanakah persepsi dan pengambilan keputusan?















BAB II
PEMBAHASAN

A. Nilai
1. Definisi Nilai
Nilai mencerminkan perilaku dasar bahwa bentuk khusus perilaku atau
bentuk akhir keberadaan secara peribadi atau sosial lebih dipilih dibandingkan
dengan bentuk perilaku atau bentuk akhir keberadaan perlawanan atau
kebalikan. Nilai mengandung unsur pertimbangan yang mengemban gagasan-
gagasan seorang individu mengenai apa yang benar, baik, dan diinginkan.

2. Pentingnya Nilai
Nilai sangat penting untuk mempelajari perilaku organisasi karena nilai
menjadi dasar untuk memahami sikap dan motivasi serta memahami persepsi
kita, individu memasuki organisasi berdasarkan yang dikonsepkan
sebelumnya mengenai apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya
dilakukan. Sistem nilai adalah hirarki yang didasarkan pada pemeringkatan
nilai-nilai pribadi berdasarkan intensitas nilai tersebut.













3. Sumber Sistem Nilai
Genetik (bawaan)
Budaya nasional
Lingkungan (keluarga, sekolah, teman)

Contoh : Anda memasuki suatu organisasi dengan pandangan bahwa menentukan
gaji atas dasar kinerja adalah benar, karena orang berusaha meningkatkan kinerja
dan ada organisasi yang menentukan gaji atas dasar senioritas. Bagaimana
persepsi anda atas persepsi tersebut ? Karena anda baru bergabung, maka
kemungkinan besar anda akan kecewa, sehingga dapat membawa akibat :
Tidak adanya kepuasan kerja
Tidak mendorong/ memotivasi meningkatkan kinerja
seseorang.
Menurut Allport and Associate tentang Tipe Nilai
Theoritical : nilai yg mengutamakan penemuan/pencarian kebenaran
melalui pendekatan rasional dan kritikal
Economic : nilai yg menekankan kegunaan dan kepraktisan
Aesthetic : nilai yg mengagungkan bentuk dan keharmonisan
Social : nilai yg menekankan kecintaan thdp orang-orang
Political : nilai yg menitikberatkan pd kekuasaan dan pengaruh
Religious : nilai yg berkaitan dg pengalaman dan pemahaman yg sama
ttg alam semesta

Menurut Survei Nilai Rokeach (RVS)
Ada 2 perangkat nilai berdasarkan survei Rokeach, yaitu :
a) Nilai nilai terminal, bentuk akhir keberadaan yg sasaran sangat
diinginkan, yang ingin dicapai seseorang dalam hidupnya.
b) Nilai nilai instrumental, bentuk perilaku atau upaya upaya pencapaian
nilai nilai terminal yang lebih disukai oleh orang tertentu.
















Nilai nilai
Dalam
Rokeach
Survey

























4. Tipe tipe Nilai
Nilai, Kesetiaan dan Peilaku Etis
Ternyata, para manajer secara konsisten melaporkan bahwa tindakan
bos mereka merupakan faktor paling penting yang mempengaruhi
perilaku etis dan tidak etis dalam organisasi. Dengan fakta ini, nilai-
nilai mereka yang berada dalam manajemen menengah ke atas akan
secara signifikan berpengaruh pada keseluruhan ilkim etika di dalam
organisasi tertentu.

Nilai-nilai Antar Kebudayaan
Kerangka Kerja Hofstede untuk Pengkajian Kebudayaan. Merupakan
salah satu pendekatan paling banyak dirujuk. Mengemukakan bahwa
para manajer dan kayawan berbeda-beda berdasarkan lima dimensi
nilai budaya nasional. Nilai-nilai tersebut adalah :
Nilai nilai
Dalam
Rokeach
Survey
a) jarak kekuasaan. Merupakan atribut kebudayaan nasional yang
menggambarkan tingkat penerimaan masyarakat akan kekuasaan
dalam instutusi atau organisasi yang didistribusikan secara tidak
merata.

b) Individualisme vesus Kolektivisme. Individualisme adalah tingkat
dimana orang-orang di sebuah negara lebih suka bertindak sebagai
indiviidu dibandingkan sebagai anggota kelompok. Kolektivisme
ekuivalen dengan individualisme yang rendah.

c) Kuantitas kehidupan versus kualitas kehidupan. Kuantitas
kehidupan adalah sampai tingkat mana nilai-nilai seperti
keberanian, perolehan uang dan barang materi serta persaingan itu
mendominasi. Kualitas kehidupan adalah sampai tingkat mana
orang menghargai hubungan dan memperlihatkan kepedulian
terhadap kesejahteraan orang lain.

d) Penghindaran ketidakpastian. Atribut kebudayaan nasional yang
menggambarkan tingkat di mana masyarakat nerasa terancam oleh
keadaan yang tidak menentu atau bermakna ganda dan mencoba
menghindari keadaan tesebut.

e) Orientasi jangka panjang versus jangka pendek. Orang-orang yang
hidup dalam kebudayaan dengan orientasi jangka panjang melihat
ke masa depan dan menghargai penghematan dan ketekunan.
Orang yang berorientasi jangka pendek menghargai masa lampau
dan masa kini, dan meneankan pada tradisi dan pemenuhan
kewajiban social






B. SIKAP
1. Definisi Sikap
Sikap adalah pernyataan-pernyataan evaluatif baik yang diinginkan atau
yang tidak diinginkan mengenai objek, orang, atau peristiwa. Sikap
mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu. Terdapat tiga
komponen sikap yaitu :
a) Pengertian (cognition) adalah segmen pendapat atau keyakinan akan
suatu sikap.
b) Keharuan (affect) adalah segmen emosional atau perasaan dari suatu
sikap.
c) Perilaku (behavior) adalah suatu maksud untuk berperilaku dengan
suatu cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.

2. Tipe tipe Sikap
a) Kepuasan kerja
Merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya.
Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi menunjukkan sikap
yang positif terhadap kerja, sebaliknya seseorang yang tidak puas
dengan pekerjaannya menunjukkan sikap yang negatif terhadap
perkerjaan tersebut.

b) Keterlibatan kerja
Mengukur derajat sejauh mana atau sampai tingkat mana
seseorang memihak pada pekerjaannya, berpartisipasi aktif didalamnya
dan menganggap kinerjanya penting bagi harga diri.

c) Komitmen pada organisasi
Suatu keadaan atau sampai sejauh mana seorang pegawai
memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuannya, dan berniat
memelihara keanggotaan dalam organisasi tersebut.


C. KEPUASAN KERJA
1. Definisi Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja lebih umum didefinisikan sebagai kepuasan individu
terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja seseorang pada dasarnya tergantung
kepada selisih antara harapan, kebutuhan atau nilai dengan apa yang menurut
perasaan atau persepsi telah diperoleh atau dicapai melalui pekerjaan.
Seseorang akan merasa puas jika tidak ada perbedaan antara yang diinginkan
dengan persepsinya atas kenyataan.
Dampak kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan
Terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja, ketika data
kepuasan dan produktivitas dikumpulkan pada organisasi secara
menyeluruh bukan pada tingkat individu, akan tetapi pada organisasi yang
mempunyai lebih sedikit karyawan yang puas cenderung lebih efektif
dalam pekerjaannya.
Kepuasan dan Kehadiran
Kita menemukan hubungan timbal balik yang konsisten antara kepuasan
dan kehadiran dari pekerjaannya faktor-faktor yang lain mendapat
dampak pada bulan tersebut yang mengurangi koefisien hubungan.
Kepuasan dan pengunduran diri
Kepuasan kerja lebih penting dalam mempengaruhi karyawan dari pada
mempertahankan karyawan buruk untuk tetap bertahan, karena
kemungkinan karyawan yang mempunyai kinerja yang baik akan lebih
bertahan dibandingkan dengan karyawan yang berkinerja buruk karena
dapat menerima pengakuan, pujian, dan hadiah lain yang memberi mereka
alasan untuk lebih bertahan.

2. Bentuk ketidakpuasan karyawan dapat diungkapkan dalam sejumlah
cara antara lain:
Keluar, perilaku yang diarahkan dengan meninggalkan organisasi yang
meliputi mencari baru sekaligus mengundurkan diri.
Suara, upaya aktif dan konstruktif dalam upaya memperbaiki diri,
mendiskusikan masalah dengan atasan sebagai bentuk kegiatan
perserikatan.
Kesetiaan, ungkapan yang dilakukan secara pasif dengan cara menunggu
keadaan yang membaik, yang meliputi pembelaan organisasi dan keritik
eksternal dan mempercayai organisasi dan manajemennya untuk
melakukan yang terbaik.
Pengabdian, secara pasif membiarkan organisasinya memburuk dengan
melakukan keterlambatan kronis, penurunan usaha, dan peningkatan
tingkat kesalahan.

3. Faktor yang menentukan kepuasan kerja
Mentally challenging work yaitu pekerjaan yg menantang secara mental.
Equitable rewards (imbalan yang sesuai) yaitu adanya keadilan dalam
peraturan gaji & promosi.
Supportive working conditions yaitu adanya dukungan kondisi kerja
berupa kondisi lingkungan kerja yang nyaman, fasilitas yang lengkap dan
tidak membahayakan akan mendukung kepuasan kerja seseorang.
Supportive collagues yaitu adanya dukungan kolega/teman akan membuat
seseorang menjadi lebih mantap dalam bekerja.
Personality - job fit yaitu adanya kesesuaian antara kepribadian seseorang
dengan pekerjaannya. Personality - job fit akan membuat seseorang lebih
puas karena dalam bekerja sekaligus ia dapat menyalurkan bakat dan
minatnya.