Anda di halaman 1dari 24

Career Decision Making Approach

Topics
Pendekatan Deskriptif (spiritual)
Miller-Tiedeman (Lifecareer process)
Bloch-Richmond (7 konsep spiritual),
Sunny Hansen (Integrative Life Planning).

Pendekatan Preskriptif
Petersons Cognitive information-processing.

Aplikasi dalam Konseling )
Pendekatan Deskriptif
Pendekatan spiritual dalam Decision Making

Pekerjaan bukan tugas rutin, melainkan tempat untuk
menumbuhkembangkan spirit.

Spirit essential principles that gives life to physical being
(Savickas, 1997)

Individu dipandang berusaha lebih sempurna dan
mencapai totalitas.

Pendekatan spiritual dapat nonreligious maupun religious
Teori Lifecareer (Miller-Tiedeman)
Individu harus menerima dirinya, perasaannya, dan
beliefnya, dan membuat keputusan yang mengurangi
stress dan meningkatkan motivasi.
Individu tidak takut menerima perubahan, sebaliknya
menghargai kejutan dan hal baru yang datang bersama
perubahan.
Konselor tidak menasihati atau mengarahkan, individu
didorong untuk mendengar dirinya sendiri, dan
menggunakan intuisi untuk menghargai kecerdasan
dan pengalamannya.
Fokus pada saat ini, bukan masa lalu atau masa depan.
Teori Lifecareer (Miller-Tiedeman)
Individu mampu membuat keputusan2 dalam proses yang
berjalan.
Teori ini memberikan penghargaan mendalam terhadap
individu dan proses kehidupan individu.
Hidup kita adalah karir kita, kita dapat mengalir
bersamanya dan tidak perlu melawannya
Dengan mempercayai kebijaksanaan kita yang berasal
dari kemampuan intelektual, pengalaman sebelumnya,
dan intuisi kita, kita dapat menjalani karir kita.
Intinya, kita melakukan apa yang ingin kita lakukan, bukan
apa yang menurut orang lain baik bagi diri kita.

Teori Lifecareer (Miller-Tiedeman)
Realitas Personal dan Umum
Realitas personal: sense individu mengenai
apa yang benar, yaitu perasaan bahwa
keputusan atau arah yang akan diambil tepat
dan sesuai bagi si pengambil keputusan.
Realitas umum: apa yang orang lain katakan
mengenai apa yang seharusnya dilakukan
seseorang.

Spirituality
Spirituality dialami ketika individu mencapai
totalitas.
Klien memilih sendiri apa yang berhasil dan
tidak.
Klien dibantu merefleksikan hidupnya secara
serius dan mendalam.
Konselor mendengarkan tema-tema atau
masalah yang penting dalam kehidupan klien.
Tujuh Konsep Spiritual
(Bloch Richmond, 1998 Soul Work)
Change
Terjadi sepanjang kehidupan karir, baik internal maupun
eksternal.
Individu harus peka mengenali perasaannya, perlu
mengidentifikasi kekuatan-kekuatan mereka.

Balance
Terkadang individu mencari keseimbangan dalam hidup.
Persepsi seseorang terhadap waktu ,cara pandang terhadap
orang lain, dan perilaku kita dapat diubah untuk mencapai
keseimbangan.
Contoh:saya tidak bisa menjadi saya bisa.

Tujuh Konsep Spiritual
(Bloch Richmond, 1998 Soul Work)
Energy
Kedekatan dengan karir dapat dilihat berdasarkan
jumlah energi yang mereka keluarkan dalam
bekerja.
Cinta pekerjaan menghasilkan energi.
Community
Komunitas pertemanan, kebudayan, dan kosmik.
Individu memiliki berbagai cara untuk berelasi.
Pekerjaan = salah satu bentuk relasi individu
dengan komunitas


Calling
Menemukan pekerjaan yang ideal bagi seseorang.
Menemukan minat, keterampilan, nilai, dan kemampuan
seseorang dan mengaplikasikannya pada suatu pekerjaan
secara produktif.

Tujuh Konsep Spiritual
(Bloch Richmond, 1998 Soul Work)
Harmony
Menemukan pekerjaan yang dapat memberikan
apresiasi dan pemahaman yang sebenarnya. Individu
perlu mencari informasi pekerjaan dan pendidikan
yang akan membantu individu mencapai harmoni,
mengetahui kesesuaian pekerjaan atau karir tersebut
dengan minat, nilai, dan kemampuan mereka.

Unity
Perasaan keterlibatan secara total ke dalam suatu
pekerjaan.

Tujuh Konsep Spiritual
(Bloch Richmond, 1998 Soul Work)
Pendekatan Holistik dalam Life Planning
(Hansen)
Menemukan pekerjaan dalam konteks global
yang berubah-ubah
Menjalin kehidupan ke dalam sesuatu yang
bermakna
Menghubungkan keluarga dan pekerjaan
Menghargai pluralisme dan inklusivitas
Mengatur transisi personal dan perubahan
organisasi
Mengeksplorasi spiritualitas, tujuan, dan meaning
Pendekatan Preskriptif
Asumsi pendekatan kognitif dalam
information-processing:
Proses kognitif maupun afektif merupakan dua
komponen penting dalam pengambilan
keputusan karir.
Untuk membuat keputusan karir yang tepat,
selain mengetahui tentang diri dan dunia
kerja, individu perlu juga memiliki informasi
tentang proses berpikir dan bagaimana hal
tersebut dapat mempengaruhi pengambilan
keputusan mereka.
Informasi mengenai diri dan dunia kerja secara
berkesinambungan berubah. Terdapat struktur kognitif
seperti skema (cara mengelompokkan dan mengaitkan
informasi) yang dibangun dan tumbuh sepanjang
rentang kehidupan.
Dengan meningkatkan kemampuan information-
processing, klien dapat meningkatkan kemampuan
problem solving mereka. Kemampuan pengambilan
keputusan karir mereka akan meningkat dengan
menguasai keterampilan khusus dalam pengambilan
keputusan.

Piramid Information-Processing


Meta-
Cognitions

Generic Information
Processing Skills
(CASVE)
j
Self-
Knowledge
Occupational-
Knowledge
Berpikir mengenai
pengambilan
keputusan saya
Tahu bagaimana
saya mengambil
keputusan
Executive
Processing
Domain
Decision-
Making Skills
Domain
Knowledge
Domain
Tahu diri saya
Tahu pilihan-
pilihan saya
Knowledge

Self knowledge: dapat berasal dari informasi mengenai
prestasi sekolah, tampilan kerja, interaksi dengan orang
lain, pengamatan terhadap peristiwa masa lalu, hasil tes
inventori atau intelegensi, nilai raport, reaksi terhadap
pekerjaan dan hobi.


Occupational knowledge: informasi mengenai pekerjaan
diperoleh individu sepanjang rentang kehidupan. Individu
menstrukturkan dan mengorganisasi informasi tersebut
ke dalam konsep-konsep yang berkaitan. Informasi baru
mengenai suatu pekerjaan akan digabungkan dengan
informasi yang lama.

Decision Making Skills (CASVE)
Communication: terjadi ketika terjadi input baik dari diri sendiri
maupun dari lingkungan yang membuat individu sadar mengenai
terjadinya suatu masalah.
Analysis: individu menguji kembali self-knowledge dan
occupational knowledge.
Synthesis: individu mengelaborasi dan mengkristalisasikan
informasi yang sudah dianalisa.
Valuing: klien mengevaluasi arah karir mereka dan membuat
prioritas.
Execution: individu menyusun rencana atau strategi mengenai
impelementasinya.
Executive Processing
Self-Talk: pesan internal yang kita berikan pada diri kita
sendiri mengenai pilihan karir dan permasalahan
lainnya, baik positif maupun negatif.

Self-Awareness: individu lebih efektif menyelesaikan
masalah ketika dirinya sadar mengenai apa yang ia
lakukan dan mengapa mereka melakukannya.

Monitoring dan Control: individu dapat memonitor
bagaimana mereka melalui keseluruhan proses
pengambilan keputusan.
Siklus CASVE

External or Internal Problem Signals
Communication
(identifying a gap)
Execution
(forming means-ends
strategies)
Analysis
(interrelating
problem
components)
Valuing
(prioritizing
alternatives)
Synthesis
(creating likely
alternatives)
Career decision making
Decided: sudah mengambil keputusan tetapi
memerlukan informasi untuk meyakinkan
keputusannya atau memerlukan bantuan untuk
mengimplementasikan dalam tindakan.

Undecided: membutuhkan informasi untuk membuat
keputusan, tidak memiliki informasi mengenai diri atau
pekerjaan, atau memiliki minat dan bakat yang banyak.

Indecisive: individu yang secara umum kurang mampu
mengambil keputusan karir.

Aplikasi dalam Konseling
Aplikasi dalam Konseling
Konselor fokus pada proses internal pengambilan
keputusan individu.
Miller-Tiedeman : konselor sebaiknya tidak
memperlihatkan pandangan pribadinya mengenai
realitas melainkan berusaha masuk ke dalam
realitas klien.
Hansen: konselor sadar mengenai perbedaan
variabel-variabel budaya, gender, ras pada diri
konselor dan klien.
Kognitif information-processing, konselor fleksibel
dalam menggunakan struktur pada diri klien.

Referensi
Sharf, Richard S. 2006. Applying Career
Development Theory to Counseling. Canada:
Thomson Wadsworth.

Anda mungkin juga menyukai