Anda di halaman 1dari 4

KOALISI REFORMASI PENDIDIKAN

Agenda Mendesak Pendidikan Indonesia


Latar Bel akang
Tuj uan pendi di kan nasi onal adal ah mencerdaskan kehi dupan bangsa. Bukan
mencerdaskan sat u dua orang anak. Bukan mencerdaskan sekel ompok orang.
Pendi di kan bukan hanya unt uk menghasi l kan anak yang cerdas, t api kehi dupan bangsa
yang cerdas. Karena i t u, pendi di kan harusl ah menyokong set i ap orang unt uk bangga,
pedul i , dan bersemangat memberi kan andi l bagi bangsanya. Apapun keragaman dan
perbedaan, semuanya t eri kat pada pokok kepedul i an dan pel i bat an pada bangsa
I ndonesi a.
Pendi di kan nasi onal bukan berada di ruang hampa yang sewarna. Unt uk mencapai
t uj uannya, pendi di kan nasi onal harusl ah hi dup di t engah-t engah kehi dupan bangsa
I ndonesi a. I a t i dak j at uh dari l angi t, tapi berpi j ak pada bumi kenyataan sehari -hari di
I ndonesi a. Karena i tu, pendi di kan nasi onal hendaknya di sesuai kan dengan kepent i ngan
masyarakat l okal dan kebut uhan kel uarga dal am art i sel uas-l uasnya.
Sebagai mana di katakan Bapak Pendi di kan Nasi onal , Ki Hadj ar Dewant ara, anak-anak
hi dup dan t umbuh sesuai kodrat nya sendi ri . Pendi di k t i dak dapat memaksa, hanya
dapat menunt un t umbuhnya kodrat t ersebut . Karena i t u, pendi di kan nasi onal
hendaknya menghargai dan merayakan keuni kan set i ap anak sehi ngga dapat
berkembang dan memberi andi l pada kemaj uan bangsa. Anak-anak ti dak bol eh
di seragamkan, wal au dengan dal i h standardi sasi , seperti pemaksaan penerapan st andar
yang sama. Anak sej at i nya di ni l ai berdasarkan aktual i sasi potensi di ri nya. Peni l ai an
harus menggel orakan anak sehi ngga bersukaci t a berkarya yang t erbai k bagi bangsa.
Pendi di kan bukanl ah sebuah mesi n pabri k pengol ahan, t et api sebuah i nt eraksi
manusi awi . I nt eraksi i ni di l akukan ol eh i nsan-i nsan pedul i yang penuh kesadaran akan
perannya merekaci pta masa depan Republ i k. Pel aku pent i ng dal am pendi di kan nasi onal
adal ah guru dan orang t ua. Guru hendaknya mendapat kemerdekaan dan sokongan
unt uk mengel ol a pembel aj aran mul ai perencanaan, pel aksanaan hi ngga eval uasi nya.
Guru dan orang t ua t erl i bat dal am di al og guna memahami pot ensi anak sert a
mengembangkan pot ensi i t u secara opt i mum.
Cal on presi den dan menteri pendi di kan mendat ang harus mempunyai vi si unt uk
membangun f ondasi pendi di kan nasi onal agar kembal i bertuj uan mencerdaskan
kehi dupan bangsa.
Pembangunan f ondasi pendi di kan ti dak bi sa di l akukan dal am waktu cepat. Di butuhkan
st rat egi besar pendi di kan nasi onal yang mengacu pada amanah Ki Hadj ar Dewant ara,
ori ent asi j angka panj ang, berdasarkan kaj i an mendal am dan di l aksanakan secara
konsi st en.
Dal am j angka pendek, agenda mendesak program pendi di kan nasi onal untuk cal on
presi den dan ment eri pendi di kan adal ah membenahi si st em eval uasi pendi di kan dan
kuri kul um nasi onal . Termasuk di si ni desakan guna pembentukan sebuah l embaga
mandi ri prof esi onal yang berf ungsi mel akukan check and bal ance t erhadap kebi j akan
dan pel aksanaan program yang di l akukan Kement eri an Pendi di kan.
Uj i an Nasi onal
Eval uasi bel aj ar menentukan karakteri sti k proses pembel aj aran. Pel aj ar dan guru
akan berti ndak mengacu pada bagai mana mereka akan di ni l ai . Eval uasi bel aj ar
hendaknya menumbuhkan kegemaran bel aj ar pada si swa dan guru, bukannya j ust ru
membenarkan t radi si bel aj ar hanya untuk tes yang j el as ci ri kehi dupan yang t ak
cerdas. Eval uasi bel aj ar hendaknya memberi umpan bal i k segera pada guru dan si swa
guna mel akukan perbai kan pembel aj aran yang berkel anj utan. Dengan cara i t u, eval uasi
KOALISI REFORMASI PENDIDIKAN
bel aj ar i ni akan menj adi pegangan dasar guru dan si swa unt uk meni ngkat kan mut u
pendi di kan I ndonesi a.
Unt uk i t u kami mengusul kan l angkah-l angkah beri kut untuk perbai kan si stem eval uasi
pendi di kan nasi onal :
1. Moratori um Uj i an Nasi onal dengan menggunakan keputusan Mahkamah Agung
unt uk perkara No 2596 K/Pdt /2008 sebagai dasar hukum.
2. Memasti kan i ndependensi BSNP dengan mel etakkannya l angsung di bawah
Presi den sert a memperkuat BSNP dengan t i m pakar eval uasi pendi di kan yang
kredi bel .
3. Membentuk ti m di bawah BSNP unt uk merancang al ternati f si st em eval uasi
pendi di kan nasi onal dengan berbagai f ormat yang memenuhi tuj uan pemetaan,
t es kel ul usan dan t es masuk dengan ef ekt i f , dan ti dak sal i ng tumpang ti ndi h. Ti m
perancang di beri kesempatan sel ama ti ga tahun untuk membangun eval uasi
pendi di kan nasi onal yang menyel uruh dan handal .
4. Dal am wakt u t ransi si dari morat ori um UN menuj u si st em eval uasi pendi di kan
nasi onal yang baru, maka ada dua pi l i han yang bi sa di gunakan:
a. Mengembal i kan kewenangan penentuan kel ul usan kepada satuan ti ngkat
pendi di kan serta menyerahkan f ormat dan model sel eksi masuk ke j enj ang
yang l ebi h t i nggi kepada Daerah.
b. Menggunakan si stem EBTA-EBTANAS, di mana:
i . EBTA sebagai sal ah sat u f akt or penent u kel ul usan yang di buat dan
di sel enggarakan ol eh daerah ti ngkat I I atau ol eh kumpul an guru di
rayon.
i i . EBTANAS di gunakan sebagai pemet aan, sert i f i kasi masuk ke
t i ngkat l ebi h t i nggi , di sel enggarakan ol eh pemeri nt ah pusat dan
t i dak berpengaruh t erhadap kel ul usan peserta di di k.
5. Pemeri ntah, DPR, dan pi hak terkai t l ai nnya perl u merancang sebuah ukuran
keberhasi l an program pendi di kan nasi onal yang handal guna mengukur mut u
l ayanan pendi di kan ol eh negara. Dal am eval uasi i ni , anak at au pel aj ar t ak bol eh
di j adi kan sebagai unsur penentu ukuran tersebut, karena ri si konya seperti
sekarang, akan t erj adi mani pul asi pada anak demi menunj ukkan l ayanan
pendi di kan.
Kami j uga mengusul kan berbagai al t ernat i f f ormat eval uasi yang perl u di perti mbangkan
ol eh t i m perancang si st em eval uasi pendi di kan nasi onal :
1. Eval uasi unt uk t uj uan pemet aan pendi di kan:
a. Menempatkan Standar Nasi onal Pendi di kan yang terdi ri dari del apan
parameter ( standar kompetensi l ul usan, standar i si , standar proses,
st andar pendi di k dan tenaga kependi di kan, standar sarana dan prasarana,
st andar pengel ol aan pendi di kan, st andar pembi ayaan pendi di kan, dan
st andar peni l ai an pendi di kan) sebagai al at peni l ai an ut ama kual i t as
pendi di kan nasi onal dan akuntabi l i tas penyel enggara serta pengel ol a
pendi di kan dari pusat, daerah sampai ke satuan pendi di kan.
b. Merancang al at pemetaan si f at eval uasi sebagai beri kut:
i . Mencandra kemampuan si swa secara l ebi h mendal am [ sel uruh
l api san kogni t i f , psi komot ori k dan af ekt i f ] .
i i . Di l akukan secara sel ect i ve sampl i ng dan secara peri odi k 2-4
t ahunan.
i i i . Di l et akkan sebel um kel as t ermi nal ( awal kel as 5, 8 dan 11) agar
ada waktu i ntervensi dan perbai kan yang nyata sebel um si swa
berpi ndah ke ti ngkat beri kutnya.
i v. Mendokumentasi kan berbagai paramet er kondi si dan l i ngkungan
( karakt eri st i k demograf i sekol ah dan kel uarga si swa, dl l ) agar
t erungkap hal -hal yang benar-benar berpengaruh terhadap kual i tas
pembel aj aran yang di teri ma si swa.
KOALISI REFORMASI PENDIDIKAN
v. Di l aporkan secara t erbuka dan t ransparan agar dapat di akses,
di veri f i kasi dan di gunakan sebagai ref erensi peni ngkat an kual i t as
pendi di kan ol eh penyel enggara pendi di kan di pusat, daerah,
maupun sat uan pendi di kan.
2. Eval uasi unt uk t uj uan kel ul usan si swa dari sat uan pendi di kan:
a. Mengembal i kan kewenangan penentuan kel ul usan kepada satuan
pendi di kan sesuai amanat UU Si sdi knas No 20 Tahun 2003, Pasal 58 Ayat
1 dan Pasal 61 ayat 2.
b. Mendorong peni ngkatan kemampuan satuan pendi di kan beserta tenaga
pendi di k dal am mel akukan peni l ai an perf orma dan proses pendi di kan
si swa secara ot ent i k dan berkel anj ut an.
c. Mel akukan pengawasan terhadap proses penentuan kel ul usan si swa dari
sat uan pendi di kan unt uk mencegah penyel ewengan kewenangan
penentuan kel ul usan di ti ngkat satuan pendi di kan.
3. Eval uasi unt uk t uj uan sert i f i kasi dan penyari ngan masuk ke t i ngkat pendi di kan
yang l ebi h t i nggi :
a. Peneri maan si swa di ti ngkat SMP mengi kuti proses peneri maan si swa di
t i ngkat SD, yai t u berdasar kedekat an domi si l i , t i ngkat usi a, sert a
kecepat an mendaf t ar.
b. Peneri maan si swa di ti ngkat SMA j uga dapat mengi kuti proses peneri maan
si swa di t i ngkat SD, apabi l a pemeri ntah sudah memasti kan kecukupan
kapasi t as sekol ah di set i ap daerah. Bi l a masi h t erdapat kesenj angan
si gni f i kan ant ara j uml ah l ul usan SMP dan kapasi t as SMA di suat u daerah,
maka sement ara dapat menggunakan si st em uj i an masuk di mana set i ap
daerah/rayon/sekol ah di beri kewenangan merancang uj i an masuk yang
sesuai dengan kebut uhan daerah dan sat uan pendi di kannya.
c. Membuat uj i an serti f i kasi sebagai perti mbangan masuk ke Perguruan
Ti nggi dengan si f at eval uasi sebagai beri kut :
i . Bersi f at predi kt i f , t erdi ri dari berbagai bi dang st udi dan t i ngkat
kesul i t an yang dapat di ambi l sesuai persyarat an yang di t ent ukan
ol eh perguruan t i nggi yang di t uj u.
i i . Dapat di ambi l pada peri ode kel as 11 dan kel as 12, sert a ada
kesempat an mel akukan t es ul ang unt uk set i ap bi dang studi .
i i i . Perguruan Ti nggi berwenang sepenuhnya menentukan tes bi dang
st udi , t i ngkat kesul i t asn besert a ni l ai mi ni mal yang di persyarat kan
unt uk mendaf t ar ke set i ap j urusan.
Kuri kul um Nasi onal
Kuri kul um pendi di kan nasi onal hendaknya memberi kan kewenangan dan menyokong
kreat i vi t as guru unt uk mandi ri mengel ol a proses pembel aj aran. Dengan demi ki an, guru
dapat memadukan mat eri nasi onal dengan kebi j akan sert a budaya l okal yang di but uhkan
ol eh pesert a di di knya. Unt uk memast i kan kuri kul um nasi onal berj al an ef ekti f di butuhkan
pengembangan kecakapan guru mengaj ar yang berkel anj ut an. Program pengembangan
guru t ersebut perl u di rekaci pta ol eh l embaga yang kompet en, dengan proses yang
berkual i tas, sesuai kebutuhan pengembangan guru dan di l akukan secara berkel anj utan.
Untuk i t u kami mengusul kan l angkah beri kut untuk perbai kan si stem kuri kul um nasi onal :
1. Mengembal i kan kewenangan kepada set i ap sat uan pendi di kan unt uk merancang
kuri kul um yang akan di gunakan, t ermasuk apakah akan tetap menggunakan
Kuri kul um 2013 at au kembal i menggunakan Kuri kul um Sat uan Ti ngkat
Pendi di kan. Dukungan dan bi mbi ngan dari Kemdi kbud di but uhkan agar sat uan
pendi di kan mengembangkan kemampuan mengembangkan kuri kul um.
2. Mel akukan revi si menyel uruh terhadap Kuri kul um 2013 dengan memperhati kan
kai dah-kai dah i l mi ah dan akademi k yang t erl ewat kan dal am peri ode
penyusunannya yang sangat si ngkat. Bahasa dan l ogi ka dokumen negara
t ersebut harus di t el aah secara seksama.
KOALISI REFORMASI PENDIDIKAN
3. Menyusun panduan Standar I si sebagai dasar pengembangan dan serti f i kasi
berbagai opsi kuri kul um yang dapat di gunakan sesuai kebutuhan daerah dan
sat uan pendi di kan.
4. Membuka kesempatan pengembangan berbagai opsi kuri kul um kepada i nsti tusi
pendi di kan atau pemeri ntah daerah dengan kekuatan dan tuj uan spesi f i k yang
berbeda-beda ( mi sal : kuri kul um daerah peri kanan, perdagangan, keseni an, dl l )
unt uk dapat di sert i f i kasi ol eh BSNP sebagai opsi nasi onal dan di pi l i h ol eh set i ap
sat uan pendi di kan yang membut uhkan.
5. Memampukan satuan pendi di kan dan tenaga pendi di k unt uk mel akukan
i nt erpret asi kuri kul um sesuai kebut uhan pendi di kan yang di hadapi nya.
Dewan Pendi di kan Nasi onal
Dewan Pendi di kan Nasi onal adal ah amanat UU Si sdi knas No 20 Tahun 2003 yang
mandi ri dan berperan dal am peni ngkatan mutu pel ayanan pendi di kan dengen
memberi kan pert i mbangan, arahan, dukungan dan pengawasan pendi di kan pada t i ngkat
nasi onal , propi nsi dan kabupat en/kot a. Sampai saat i ni dewan pendi di kan nasi onal
bel um j uga di bentuk. Ol eh karena i tu, pemeri ntah beri kutnya harus memf asi l i tasi
pembentukan dewan nasi onal sebagai l embaga check and bal ance t erhadap
Kement eri an Pendi di kan yang di perl ukan unt uk mendorong akunt abi l i t as pengel ol aan
pendi di kan.
Penutup
Sel uruh paparan dan usul an i ni di t uj ukan unt uk membant u pemeri nt ah beri kutnya dal am
mewuj udkan ci t a-ci ta dan amanat penti ng UUD 1945, yai t u mencerdaskan kehi dupan
bangsa, dan mengembal i kan l aj ur pendi di kan I ndonesi a ke arah dan ni l ai -ni l ai l uhur yang
di ci ta-ci takan para pendi ri bangsa. Kesempat an yang t el ah l ama hadi r di depan mat a
unt uk menj adi kan bangsa I ndonesi a sebagai bangsa yang cerdas dan bermart abat
mel al ui j al an pendi di kan t ak l agi bol eh t erabai kan dan t ersi a-si akan. Masa depan bangsa
dan republ i k di rekaci pta mel al ui pembel aj aran hari i ni .

I ndonesi a, 10 Juni 2014
Koal i si Ref ormasi Pendi di kan