Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Buah tomat sebagai salah satu komoditas sayuran mempunyai prospek
pemasaran yang cerah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya buah tomat yang
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya adalah sebagai sumber vitamin.
Buah tomat sangat baik untuk mencegah dan mengobati berbagai macam
penyakit, seperti sariawan karena mengandung vitamin C. Selain sebagai buah
segar yang langsung dapat konsumsi, buah tomat juga dapat digunakan sebagai
bahan penyedap berbagai macam masakan seperti sop, gado-gado, sambal, dan
juga dapat dijadikan bahan industri untuk dikonsumsi dalam bentuk olahan,
misalnya untuk minuman sari buah tomat, es juice tomat, dan konsentrat.
Berbagai macam kegunaan tersebut dapat memberikan keuntungan, baik bagi
konsumen, produsen, maupun masyarakat pada umumnya.
Potensi pasar buah tomat juga dapat dilihat dari segi harga yang
terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga membuka peluang yang
lebih besar terhadap serapan pasar (Cahyono,1998).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara (2009),
produksi tomat pada tahun 2011 sebanyak 3.009 ton dengan luas panen seluas 40
ha, sementara untuk Desa Lapandewa pada tahun 2011 produksi tanaman tomat
sebanyak 93,58 ton dengan luas panen sekitar 10,56 ha.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang yang akan dibahas
dalam makalah ini adalah berapa besar biaya produksi dan pendapatan dalam
usaha tani tomat.

C. Tujuan
Adapun tujuan dan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya
produksi dan pendapatan usaha tani tomat

2
BAB II
PELAKSANAAN

A. Tinjauan Umum Tanaman Tomat
Taksonomi tanaman Tomat adalah: Kingdom: Plantea, Divisio:
Spermathopyta, Kelas: Diccotylledon, Ordo: tubiflorae, Family Solanaceae,
Genus: Lycopersicum, Spesies: Lycopersicum esculenturn mill.
1. Syarat Tumbuh Tanaman Tomat
Menurut Rukmana (1994), syarat tumbuh tanaman tomat sebagai berikut :
a. Keadaan iklim
1) Suhu
Tanaman tomat tumbuh secara baik bila udaranya sejuk, yaitu suhu pada
malam hari antara 10- 20
o
C dan pada siang hari antara 18- 29C.
2) Curah hujan
Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 750 -
1250 mm/th. Keadaan ini berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah
bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak beririgasi teknis.
3) Sinar matahari
Cahaya matahari sangat dibutuhkan dalam proses fisiologi tanaman untuk
membentuk bagian vegetatif tanaman (batang, cabang, dan daun) dan bagian
generatif tanaman (bunga, buah dan biji).
4) Ketinggian tempat
Pertumbuhan tanaman tomat di dataran tinggi lebih baik daripada di dataran
rendah, karena tanaman menerima sinar matahari lebih banyak tetapi suhu
rendah.
b. Keadaan tanah
Tanaman tomat dapat tumbuh di segala jenis tanah. Tanah yang ideal adalah
tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan
organik serta unsur hara, pH 6,0 - 7,0 dan draenase baik.



3
B. Budidaya Tomat
1. Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan dilakukan dengan cara dicangkul atau dibajak secara
merata kemudian lahan dibiarkan selama satu minggu untuk mematangkan
tanah, satu minggu setelah pengolahan lahan, dibuatlah bedengan-bedengan
untuk media tanam dengan ukuran lebar bedeng antara 120-130 cm sedangkan
panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan. Untuk penggunaan
ukuran lebar bedengan tersebut digunakan oleh seluruh petani yang ada di
lokasi penelitian.
2. Penyemaian
Untuk memudahkan perawatan, biji yang sudah mendapat perlakuan
fungisida, disemaikan dalam wadah yang terbuat dari kotak kayu, polibag, pot
bunga dan sebagainya. Biji disebar merata diatas pesemaian berupa tanah yang
bersih yang sudah diayak dan dicampur dengan pasir bersih serta pupuk
kandang (perbandingan 1:1:1). Kemudian ditutup dengan tanah yang
dilewatkan melalui sebuah ayakan, tidak tebal tetapi asal dapat menutup
media. Media untuk pesemaian ini dipilih yang mempunyai aerasi baik, subur
dan gembur, maka akar akan tumbuh lurus dan memudahkasn pemindahan bibit
ke polibag pembesaran.
3. Pemupukan Dasar
Pemupukan dasar dilakukan setelah bedengan telah siap. Pupuk dasar
yang digunakan antara lain, kapur, pupuk kandang, ponska, dan KCL. diberikan
secara bersamaan sebelum dilakukan pemasangan rnulsa, untuk luas lahan 0,4
ha kapur, pupuk kandang, ponska, dan KCL.
4. Pemasangan Mulsa
Sejalan dengan semakin berkembangnya teknologi budidaya tanaman,
telah diperkenalkan dengan teknik kultur sistem mulsa plastik, terutama
MPHP. Berdasarkan hasil-hasil penelitian di lapangan, sistem pemulsaan ini
berpengaruh baik terhadap peningkatan kuantitas dan kualitas hasil tomat.
Penggunaan mulsa plastik hitam perak sebagai mulsa lebih praktis dibanding
dengan penggunaan sisa-sisa tanaman yang telah mati atau jerami.

4
5. Pembuatan lubang tanam
Setelah persiapan lahan pertanaman rampung/selesai pekerjaan
selanjutnya pada areal pertanaman adalah mempersiapkan lubang tanam.
Pembuatan lubang tanam dilakukan satu minggu sebelum penanaman bibit.
Lubang tanam dibuat sesuai dengan jarak tanam yang telah ditentukan yaitu 60
cm X 80 cm dan alat yang digunakan untuk membuat lubang tanam ada
berbagai jenis. Misalnya kaleng silinder, ataupun alat yng dibuat secara khusus
untuk membut lubang tanam. Jarak tanam harus diatur dengan baik dan jangan
terlalu rapat, karena dapat mengurangi penerimaan sinar matahari.
6. Penanaman
Bibit seharusnya sudah diseleksi pada temat pembibitan sebelumnya
diangkut ke lahan pertanaman. Bibit tomat adapat dipindahkan ke lahan
pertanaman apabila telah berumur antara 30 45 hari di pesemaian. Bibit yang
terpilih sebaiknya yang berpenampilan sehat, tumbuh subur dan tegak serta
daunnya tidak ada yang rusak. Bibit dirawat agar terhindar dari serangan hama
dan penyakit. Kesehatan bibit yang sudah terjamin baik dapat diperhastikan
dari petumbuhannya yang normal dan tanaman tampak subur.
7. Penyulaman
Penyulaman adalah kegiatan untuk mengganti tanaman yang mati, rusak
atau yang pertumbuhannya tidak normal. Penyulaman tanaman biasanya
dilakukan antara 4-7 hari setelah tanam. Penyulaman dilakukan apabila ada
tanaman yang mati atau tumbuh secara abnormal dan bibit yang digunakan
untuk menyulam haruslah berasal dari bibit yang sama dengan harapan tanaman
yang ada tumbuh secara seragam. .
8. Pemasangan ajir/turus
Pemasangan turus berguna untuk menegakkan tanaman tumbuh.
Tanaman tomat yang tingginya kira-kira 25 cm atau sekitar 21 hari sejak
ditanam harus diberi ajir/turus atau penunjang. Tanaman tomat yang memiliki
batang yang kurang kuat untuk menopang pertumbuhannya harus dipasang
turus untuk membantu menopang buah.


5
9. Pengikatan dan perempelan
Pengikatan tanaman bertujuan supaya tanaman dapat tumbuh dengan baik,
pengikatan menggunakan tali rafia. Perempelan tunas-tunas yang tumbuh
berlebih penting dilakukan agar tanaman kurang mendapatkan persaingan unsur
hara yang dibutuhkan, dan alat yang digunakan untuk merempel adalah
gunting.
10. Pemupukan susulan
Pemupukan susulan dilakukan dengan metode kocor. Pupuk yang
digunakan adalah jenis pupuk mutiara, pemupukan sistem kocor dilakukan
dengan cara melarutkan pupuk mutiara dengan air dengan dosis yang telah
ditentukan kemudian dikocorkan pada tanaman. Pemupukan diberikan sejak
umur tanaman l5 - 60 HST.
11. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Tomat
Kerusakan pada suatu tanaman biasa disebabkan oleh faktor biotis, seperti
sbangsa jamur, bakteri, insekta, virus dan gulma. Untuk memberantas jamur
digunakan fungisida, memberantas bakteri digunakan bakterisida dan
memberantas insekta digunakan insektisida. Hama adalah hewan yang merusak
tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, terutana aktivitas untuk
memperoleh makanan. Hama tanaman memiliki kemampuan merusak yang
sangat hebat. Akibatnya tanamana dapat rusak atau bahkan tidak dapat
menghasilkan sama sekali.
a) Hama Gurem b) Ulat Tanah c) Hama Cacing d) Siput atau Bekicot
e) Hama Kutu Pucuk
Penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh
mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut adalah virus, bakteri, protozoa,
jamur dan cacang nematode. Mikroorganisme itu dapat menyerang organ
tumbuhan seperti pada akar, batang, daun atau buah.
a) Penyakit Jamur Phythophthora infestans
b) Penyakit Layu
c) Penyakit Akar
d) Penyakit Virus Mozaik
e) Penyakit Bakteri Xanthomonas solanacearum
6
f) Penyakit Bengkak Akar
g) Busuk Ujung Buah Tomat
Untuk mengatasi serangan penyakit fisiologis ini dianjurkan memilih
varietas tomat yang tahan, misalnya saja tomat hibrida varietas kada. Namun
akan lebih baik lagi bila anjuran-anjuran berikut ini dapat dilakukan:
1) Lakukan pengapuran tanah pada saat pengolahan tanah, terutama lahan
yang mudah kekurangan Ca atau pH-nya rendah.
2) Lakukan pemupukan berimbang sesuai anjuran (rekomendasi) setempat.
Hindari pemupukan nitrogen dan kalium yang berlebihan, karena dapat
mempengaruhi penyerapan unsur Ca.
3) Pengairan (penyiraman) harus merata, jangan membiarkan tanah terlalu
basah atau kekeringan.
4) Bila ditemukan ada gejala awal kurang Ca, segera semprot dengan CaCl
2

pada seluruh permukaan daun 5 7 hari sekali secara berulang-ulang
sampai sembuh.
5) Buah tomat yang terserang segera dikumpulkan dan dibuang.

C. Panen
Penentuan panen sangat mempengaruhi mutu dan harga tomat saat di
pasarkan. Pemanenan secara periodik dilakukan 2 atau 3 kali sepekan
bergantung pada keadaan buah yang matang. Adapun ciri buah tomat dalam
proses perubahan warna buah tomat:
Panen Tomat Warna Hijau : Panen dilakukan pada saat seluruh
permukaan buah berwarna hijau, mungkin hijau cerah atau hijau pekat. Di
sekitar biji terdapat lendir dan jika buah dipotong bijinya menyamping atau
dengan kata lain tidak terpotong.
Panen Tomat Warna Gading : Panen dilakukan pada saat tomat berwarna
gading mulai muncul di ujung buah. Perubahan warna tidak lebih dari 10%.
Permukaan buah berubah kekuningan, jingga atau merah dan selebihnya hijau.
Panen Tomat Warna Kuning : Panen dilakukan pada saat warna tomat
mulai berubah dari warna hijau menjadi kuning, oranye atau merah.
7
Panen Tomat Merah Muda : Panen dilakukaan pada saat buah berwarna
merah muda atau setengah masak. Warna hijau pada tomat hampir sama dengan
kuning, oranye atau merah.
Panen Tomat Merah : Panen dilakukan pada saat buah berwarna merah
atau buah masak, permukaan buah lebih banyak berwarna kuning, oranye, jingga
atau merah. Warna hijau berangsur berkurang hanya sekilas. Bersamaan dengan
proses pematangan tersebut, kandungan klorofil, vitamin C dan kekerasan
menurun. Sebaliknya kandungan lycopene dan etilen jstru meningkat.
Perubahan kimia selama proses kematangan buah meliputi warna dari hijau jke
merah, karbiohidrat dari pati menjadi gula dan asam organik yang kian menurun.
Disamping itu, protein dan pembebasan asam amino meningkat diikuti kerusakan
jaringan sel serta perubahan aroma.
Pemanenan tomat dilakukan mulai tanaman berumur 70 HST panen
pertama sampai panen ke 9 dengan selang panen 3-4 hari setelah panen. Tanaman
tomat pada umumnya mempunyai masa panen antara 8-9 kali setelah itu terjadi
penurunan hasil secara drastis.

D. Pemasaran hasil
Penanganan hasil panen adalah suatu rangkaian kegiatan yang dimulai
dari pengumpulan hasil panen sampai pada tahap siap untuk dipasarkan.
Penanganan hasil panen harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati karena
sangat menentukan mutu akhir buah. Pemasaran hasil tanaman tomat pada
umumnya petani menjual langsung ke tengkulak yang kemudian tengkulak
membawa dan menjualnya di pasar-pasar terdekat yang ada.








8
BAB III
ANALISIS USAHA TANI TOMAT

Luas Lahan 1 Hektar
I. Persiapan Lahan
A. Bahan
- Dolomit 2.000 kg@Rp150 Rp 300.000
- Pupuk Kandang 20.000 kg@Rp250 Rp 5.000.000
- Pupuk NPK 1.500 kg@Rp3.500 Rp 5.250.000
- Pestisida alami untuk tanah 18 kg@Rp8.500 Rp 153.000
- Mulsa 10 rol@Rp400.000 Rp 4.000.000
Subtotal Rp14.703.000
B. Tenaga Kerja
- Pembersihan Lahan 40 HKP@Rp12.000 Rp 480.000
- Pengolahan Tanah 80 HKP@Rp12.000 Rp 960.000
- Perawatan Bedengan 150 HKP@Rp12.000 Rp1.800.000
- Pengapuran 10 HKW@Rp10.000 Rp 100.000
- Penaburan Pupuk Kandang 36 HKW@Rp10.000 Rp 360.000
- Penaburan Pupuk Buatan 10 HKW@Rp10.000 Rp 120.000
- Pemasangan Mulsa 48 HKW@Rp10.000 Rp 480.000
Subtotal Rp4.300.000
II. Pembibitan dan Persemaian
A.Bahan
- Polibag 15 kg@Rp15.000 Rp 225.000
- Benih 10 pak@Rp65.000 Rp 650.000
- Sungkup Plastik 75 mRp3.500 Rp 262.500
Subtotal Rp1.137.500
B. Tenaga Kerja
- Semai 45 HKW@Rp10.000 Rp 450.000
- Pembuatan Lubang Tanam 10 HKP@Rp12.000 Rp 120.000
- Penanaman & Penyulaman 40 HKW@Rp10.000 Rp 400.000
Subtotal Rp 970.000

9
III. Pemeliharaan
A. Bahan
- Ajir 21.000 batang@Rp150 Rp3.150.000
- Insektisida 20 liter@Rp150.000 Rp3.000.000
- Fungisida 65 kg@50.000 Rp3.250.000
- Perekat Serangga 5 liter@Rp120.000 Rp 600.000
- Fungisida Hayati Patogen Tanah 10 kg@Rp50.000 Rp 500.000
- Pupuk Daun 5 liter@Rp25.000 Rp 125.000
- Zat Pengatur Tumbuh 3 liter@Rp65.000 Rp 195.000
- Rafia 15 kg@Rp15.000 Rp 225.000
- Herbisida 5 liter@Rp50.000 Rp 250.000
Subtotal Rp11.295.000
B. Tenaga Kerja
- Pemangkasan 60 HKW@Rp10.000 Rp 600.000
- Pasang Ajir 30 HKP@Rp12.000 Rp 360.000
- Pupuk Susulan 20 HKW@Rp10.000 Rp 200.000
- Penyemprotan 150 HKP@Rp12.000 Rp1.800.000
- Panen & Pascapanen 300 HKW@Rp10.000 Rp3.000.000
90 HKP@Rp12.000 Rp1.080.000
- Mandor 4 bln@Rp500.000 Rp2.000.000
Subtotal Rp9.240.000
IV. Peralatan
- Sprayer/alat semprot 3 buah@Rp300.000 Rp 900.000
- Ember 20buah@Rp10.000 Rp 200.000
- Drum 3 buah@Rp200.000 Rp 600.000
- Gembor 1 buah@Rp50.000 Rp 50.000
- Peti 1.250 buah@Rp4.000 Rp5.000.000
Subtotal Rp6.750.000


V. Sewa Lahan/Musim Rp1.000.000

10
VI. Saung/Gubuk Rp 500.000
Total Rp 49.895.500
Populasi tanaman : 25.000 batang
Produksi : 50 ton
Hasil Panen : 50.000 kg x Rp2.000 : Rp100.000.000
Keuntungan : Rp100.000.000Rp49.895.500 = Rp 50.104.500

Catatan : HKP = Hari Kerja Pria, HKW= Hari Kerja Wanita
Penanaman dilakukan pertama kali, sehingga sarana produksi selain benih,
pupuk, dan pestisida harus disediakan.






















11
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Buah tomat sebagai salah satu komoditas sayuran mempunyai prospek
pemasaran yang cerah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya buah tomat yang
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya adalah sebagai sumber vitamin.
Buah tomat sangat baik untuk mencegah dan mengobati berbagai macam
penyakit, seperti sariawan karena mengandung vitamin C.
Taksonomi tanaman Tomat adalah: Kingdom: Plantea, Divisio:
Spermathopyta, Kelas: Diccotylledon, Ordo: tubiflorae, Family Solanaceae,
Genus: Lycopersicum, Spesies: Lycopersicum esculenturn mill.
Populasi tanaman dalam proposal ini adalah 25.000 batang (1Ha)
Produksi : 50 ton
Hasil Panen : 50.000 kg x Rp2.000 : Rp100.000.000
Keuntungan : Rp100.000.000 Rp 49.895.500 = Rp 50.104.500

B. Saran
1. Petani hendaknya mendapatkan benih dan pupuk yang berkualitas tinggi
supaya bisa mendapatkan hasil yang lebih besar.
2. Prasarana yang selalu menghambat perjalanan hasil produksi supaya bisa
diperbaiki dengan begitu pemasaran tomat ke sentra pemasaran dapat lancar.
12
DAFTAR PUSTAKA


Arif Daryanto, Praktisi Hortikultura, Sukabumi, Jabar, 2007. Suara Agribisnis
Cahyono, B. 1998. Tomat Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius, Yogyakarta.

Kadariah. 1983. Teori Ekonomi Mikro. Fakultas Ekonomi, UI.

Rahardi, F. Y. H. Indriani dan Haryono. 1997. Agribisnis Tanam Buah. Penebar
Swadaya, Jakarta.

Muhyarto. 1994. Pengantar Ekonomi Pertanian. Edisi 3. LP3ES, Jakarta.

Rukmana, R. 1994. Tomat dan Cherry. Kanisius, Jakarta.