Anda di halaman 1dari 4

B.

Teorema Wilson
Teorema Fermat dikemukakan oleh Pierre de Fermat (bangsa Perancis) pada tahun 1640 yang
merupakan teorema fundamental dalam mengembangkan teori bilangan pada saat itu. Teorema
berikutnya yang terkenal pula adalah Teorema Wilson yang dipublikasikan pertama kali Edward
Waring (1770) tanpa mencantumkan buktinya. Sebenarnya Wilson bukanlah orang pertama kali
mengemukakan teoremanya, sebab pada tahun 1682 Leibnis juga telah membicarakannya. Bukti
Teorema Wilson pertama kali diberikan oleh Lagrange pada tahun 1771 dan menamakan teoremanya
dengan sebutan Teorema Wilson. Sebelum membahas Teorema Wilson terlebih dahulu diperkenalkan
teorema berikut yang akan membantu untuk membuktikan Teorema Wilson.
Teorema 8.5
Jika p suatu bilangan prima, maka perkongruenan x
2
1 (mod p) mempunyai tepat dua
penyelesaian, yaitu 1 dan p 1.
Bukti :
Misalkan r adalah suatu penyelesaian dari pengkongruenan x
2
1 (mod p) maka (r
2
1) 1 (mod p)
(r + 1) (r 1) 1 (mod p), berarti p (r + 1) (r 1). Karena p suatu bilangan prima, maka p (r +
1) atau p (r - 1) yaitu (r + 1) 0 (mod p) atau (r 1) 0 (mod p) r -1 (mod p) atau r 1 (mod
p) r (p 1) (mod p) atau r 1 (mod p). Karena r suatu penyelesaian dari pengkongruenan x
2
1
(mod p), maka r adalah sisaan terkecil mod p. Dengan demikian, 1 dan p 1 adalah penyelesaian dari
x
2
1 (mod p).
Teorema 8.6
Misalkan p suatu bilangan prima selain 2 dan a adalah penyelesaian dari ax 1 (mod p) dengan a =
1, 2, 3, ... , (p 1) (yaitu aa 1 (mod p), dengan 0<a<p), maka :
a. Jika a b (mod p) maka a b (mod p);
b. Jika a = 1 atau a = p 1 maka a a (mod p).
Bukti :
Jika a = 1, 2, 3, ... , p 1 dan (a,p) = 1 maka ax 1 (mod p) mempunyai tepat satu penyelesaian. Ini
berarti a ada sedemikian hingga aa 1 (mod p). Bagian (a) dibuktikan kontraposisinya, yaitu jika a
b (mod p) maka a b (mod p). Misalkan a b (mod p) maka aa ab (mod p) 1 (mod p).
Perlu diingat bahwa a dan b adalah penyelesaian. aab abb (mod p) b (mod p) dengan b = 1, 2,
3, ... , (p 1). Kemudian, a b (mod p) sebab bb 1 (mod p). Jadi, (a) telah terbukti.
Bagian (b) dibuktikan sebagai berikut. Jika a = 1, yaitu x 1 ( mod p), maka penyelesaiannya a = 1,
sehingga a a (mod p). Jadi, a = p 1, yaitu (p 1) x 1 (mod p) atau x 1 (mod p) x -1
(mod p). Jadi, a = p 1, sehingga a a (mod p).
Teorema 8.7
Jika p suatu bilangan prima, maka (p 1)! -1 (mod p).
Bukti :
Untuk p = 2, (2 1)! = 1 -1 (mod 2). Untuk p = 3, juga diperoleh (3 1)! = 2 -1 (mod 3). Ambil
p3, barisan bilangan 1, 2, 3, ... , p 1, dan kekongruenan ax 1 (mod p). Pada barisan bilangan 1, 2,
3, ... , p 1, kta menghilangkan 1 dan p 1 sehingga tinggal 2, 3, 4, ... , p 2. Menurut Teorema 8.6,
kita dapat memasangkan a dan a dari 2, 3, 4, ... ,(p 2) sedemikian sehingga aa 1 (mod p). Akan
diperoleh (p 3) buah pasangan bilangan tersebut yang kongruen mod p dengan 1.
Jika semua kekongruenan itu dikalikan satu sama lain diperoleh 2.3.4.5...(p 2) 1 (mod p) atau (p
2)! 1 (mod p). Sekarang, kedua ruas dikalikan dengan (p 1), sehingga 2.3.4...(p 2) (p 1) (p
1) (mod p) atau (p 1)! (p 1) (mod p) atau (p 1)! -1 (mod p).
Konvers Teorema Wilson juga benar,
Jika (p 1)! -1 (mod p), maka p suatu bilangan prima. Hal ini dibuktikan sebagai berikut.
Andaikan p bukan suatu bilangan prima, maka p = ab dengan a, b bilangan bulat positif dan a 1
atau a p, sehingga ap dan a p 1. Karena a(p 1)! -1 (mod p), maka p[(p 1)! + 1].
Karena ap maka a[(p 1)! + 1]. Juga , karena a p 1, maka a merupakan salah satu faktor
dari (p 1)!, sehingga a(p 1)! Mengingat a[(p 1)! + 1] dan a(p 1)!, maka a1. Terjadi
suatu kontradiksi, karena a 1, sehingga pengandaian tidak benar. Jadi, p adalah suatu bilangan
prima.
Jika Teorema Wilson dan konversnya dituliskan secara bersama-sama, kita memperoleh
bahwa p suatu bilangan prima jika dan hanya jika (p 1)! -1(mod p). Dengan perkataan lain,
syarat perlu dan cukup agar p suatu bilangan prima adalah (p 1)! -1(mod p).
Contoh 8.11
Pandang perkongruenan ax 1(mod 11) dan a adalah penyelesaiannya sehingga aa 1(mod 11).
Hubungan a, a dan aa diberikan pada tabel sebagai berikut:
a
a
aa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 6 4 3 9 2 8 7 5 10
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Hasil kali pasangan yang kongruen modulo 11 adalah 2.6 1 (mod 11), 3.4 1 (mod 11), 5.9 1
(mod 11), dan 7.8 1 (mod 11). Jadi diperoleh

buah kekongruenan. Hasil kali semua


bilangan pada ruas kiri akan kongruen mod 11 dengan 1 pula, yaitu 2x6x3x4x5x9x7x8 1 (mod
11) atau 9! 1 (mod 11) atau 1x2x3x4x5x6x7x8x9x10 10 (mod 11). Jadi, diperoleh 10! 10
(mod 11) atau 10! -1 (mod 11).
Contoh 8.12
Misalkan p = 7, tunjukkan bahwa 6! 6 (mod 7) atau 6! 1 (mod 7).
Penyelesaian:
Perhatikan barisan bilangan dari 2 hingga 5. Hasilkali pasangan yang kongruen modulo 7, adalah
2.4 1 (mod 7) dan 3.5 1 (mod 7). Jadi diperoleh

buah kekongruenan. Hasil kali semua


bilangan pada ruas kiri akan kongruen mod 7 dengan 1, yaitu: 2.4.3.5 1 (mod 7) 1x2x3x4x5x6
6(mod 7). Jadi, 6! 6 (mod 7) atau ditulis dengan 6! -1 (mod 7).
Contoh 8.13
Misalkan p = 13, tunjukkan bahwa 12! 12 (mod 13) atau 12! -1 (mod 13)
Penyelesaian:
Perhatikan barisan bilangan dari 2 hingga 11. Hasil kali pasangan yang kongruen modulo 13 dapat
dituliskan, 2.7 1 (mod 13), 3.9 1(mod 13), 4.10 1 (mod 13), 5.8 1 (mod 13), dan 6.11 1
(mod 13). Jadi, diperoleh

buah kekongruenan. Hasil kali semua bilangan pada ruas kiri


akan kongruen mod 13 dengan 1 pula, yaitu 2x7x3x9x4x10x5x8x6x11 1 (mod 13)
1x2x3x4x5x6x7x8x9x10x11x12 12 (mod 13). Ini berarti 12! 12 (mod 13) atau 12! -1 (mod
13).
Contoh 8.14
Misalkan p = 19, tunjukkan bahwa 18! 18 (mod 19) atau 18! -1(mod 19)
Penyelesaian:
Perhatikan barisan bilangan dari 2 hingga 17. Hasil kali pasangan yang kongruen modulo 19 dapat
dituliskan, 2.10 1 (mod 19), 3.13 1 (mod 19), 4.5 1 (mod 19), 6.16 1 (mod 19), 7.11 1
(mod 19), 8.12 1 (mod 19), 9.17 1 (mod 19), 14.15 1 (mod 19). Jadi diperoleh


buah kekongruenan. Hasil kali semua bilangan pada ruas kiri akan kongruen mod 19 dengan 1,
yaitu 2.10.3.13.4.5.6.16.7.11.8.12.9.17.14.15 1 (mod 19) atau
1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.11.12.13.14.15.16.17.18 18 (mod 19).
Jadi, 18! 18 (mod 19) atau 18! -1(mod 19).
Definisi 8.1
Suatu kekongruenan berbentuk ax
2
+bx+c 0 (mod m) dengan a 0 (mod m) dinamakan
kekongruenan kuadrat.
Teorema berikut dapat digunakan untuk menyelesaikan perkongruenan kuadrat.
Teorema 8.8
Jika bilangan prima maka (x
2
+ 1) 0 (mod p) memiliki penyelesaian jika dan hanya jika p = 2
atau p 1 (mod 4).
Bukti :
Untuk p = 2, (x
2
+ 1) 0 (mod 2) atau x
2
-1 (mod 2) yang menghasilkan x 1 (mod 2).
Misalkan a adalah suatu penyelesaian dari (x
2
+ 1) 0 (mod p) maka (a
2
+ 1) 0 (mod p) atau a
2

-1 (mod p) sehingga a
2
+ 1 = pk untuk suatu bilangan k.
Jika a ganjil maka a
2
+ 1 genap sehingga p atau k adalah 2 dan 2 bilangan bulat.
Misalkan a genap dan p ganjil sehingga (a,p) = 1, maka menurut Teorema Fermat a
p-1
1 (mod p)
atau a
2
(

) 1 (mod p), sehingga (-1)(

)

1 (mod p). Bilangan prima berbentuk p = 4k + 3
nampak tidak memenuhi karena akan diperoleh (-1)(

)

(-1)
2k+1
1 (mod p) atau -1 1 (mod
p) yaitu p2 atau 2 = ph untuk suatu bilangan h. Hal ini mustahil karena p ganjil. Jadi, bilangan
prima p berbentuk 4k+3 salah, sehingga haruslah p = 4k+1.
Sekarang, perhatikan
(p-1)! = (1) (2). (3)... (

). (

)...(p-2).(p-1).
Dari sini diperoleh (p-1) -1 (mod p), (p-2) -2 (mod p), (p-3) -3 (mod p),..., (

) - (

)
(mod p). Hasil ini disusun kembali menghasilkan :
(p-1)! (1) (-1) (2) (-2)... (

).*(

)+ (mod p)
(-1)


* (

)+
2
(mod p)
(karena (

) buah tanda negatif)


Menurut teorema Wilson, (p-1)! (-1) (mod p) sehingga (-1) (-1)

*(

) +
2
(mod p). Andaikan
p berbentuk 4k+1, maka (-1)

= 1 sehingga (-1) *(

) +
2
(mod p). Ini berarti *(

) +
2

memenuhi kekongruenan (x
2
+1) 0 (mod p). Jadi kekongruenan itu mempunyai penyelesaian.
Contoh 8.15
Selesaikan kekongruenan (x
2
+1) 0 (mod 13)
Penyelesaian:
Karena bilangan prima p = 13 berbentuk 4k+1, maka kekongruenan tersebut mempunyai
penyelesaian. (

) = 6! = 720 5(mod 13). Dapat diperiksa kebenarannya dengan subtitusi 5


pada x dari kekongruenan yaitu 5
2
+1= 26 0 (mod 13).