Anda di halaman 1dari 3

Nama : I Kadek Arif Widyasnawan

Nim : 1011105022
BAB II

2.2 Jenis Standar
2.2.1 Klasifikasi Standar

Dalam literatur standarisasi khususnya standardisasi nasional dijumpai berbagai cara
pengelompokan (klasifikasi) dan penomoran jenis standar, yang umumnya tidak berdasarkan
landasan sistematik. International Classification for Standards (ICS) adalah suatu system
klasifikasi internasional standar yang dikembangkan dan dipelihara ISO. Sistem ini
mencakup semua sektor ekonomi dan kegiatan manusia dan ditujukan untuk dijadikan
kerangka untuk menyusun katalog dan database standar teknis serta dokumen normatif lain,
dan juga untuk memberikan kemudahan dalam pencarian standar serta menjadi dasar bagi
sistem pemesanan standar nasional/internasional.
Struktur berdasarkan ICS menggunakan hirarki klasifikasi yang terdiri dari tiga level
sebagai berikut :
Level 1, bidang (fields) terdiri atas notasi 2 (dua) digit, contoh :
59 Teknologi tekstil dan kulit
Level 2, kelompok (groups) terdiri atas notasi bidang 2 digit dan notasi 3 digit, contoh :
59.80 Produk industri tekstil
Level 3, sub-kelompok (sub-groups) terdiri atas notasi bidang 2 digit, notasi kelompok 3 digit
dan notasi sub kelompok terdiri dari 2 digit, contoh :
59.080.20 Benang

Bidang dalam ICS mewakili salah satu atau kombinasi dari :
Sektor ekonomi : seperti pertanian, pertambangan, konstruksi;
Cabang rekayasa/teknologi, perakitan kendaraan bermotor, telekomunikasi, pemrosesan
pangan;
Kegiatan: pelestarian lingkungan, perlindungan kesehatan masyarakat, atau;
Bidang ilmu: matematika, kimia, fisika.

Hingga kini telah dikembangkan lebih dari 90 bidang.

2.2.2 Jenis Jenis Standar

Standar istilah (vocabulary standards) seperti glosari, lambang dan tanda ;
Standar istilah mencakup glosari dan definisi istilah. Standar ini bertujuan untuk
memberikan pengertian seragam mengenai istilah yang digunakan dalam berbagai standar.
Seringkali suatu standar memuat juga uraian mengenai istilah yang digunakan dalam standar
tersebut atau bila sudah ada suatu glosari tersendiri maka cukup dengan mengacu glosari
tersebut. ISO telah menerbitkan sekitar 150 kosa kata (vocabulary).

Standar dasar ;
Standar dengan ruang lingkup yang luas atau yang memuat ketentuan umum untuk satu
bidang tertentu. Contoh: standar pengujian sifat mekanik dan lain-lain. Standar dasar besaran
fisik adalah suatu bentuk fisik/benda yang diwujudkan dari definisi satuan-satuan dasar bagi
besaran panjang, massa, waktu, arus listrik, suhu termodinamika, kuat cahaya dan kuantitas
zat (satuan SI).

Standar produk ;
Standar ini merupakan standar yang sangat banyak digunakan. Jenis standar ini
mencakup: persyaratan yang harus dipenuhi oleh produk, material setengah jadi dan material;
pedoman untuk produksi, pemrosesan, penjualan, pembelian dan penggunaan produk;
dimensi, kinerja, metode sampling, metode pengujian, cara pengemasan dan cara penandaan.
Standar spesifikasi memuat tiga kategori persyaratan, yaitu persyaratan wajib (karakteristik
yang diperlukan untuk memastikan daya guna suatu produk); persyaratan bersifat
rekomendasi (berguna untuk meningkatkan daya pakai produk atau untuk memenuhi
persyaratan spesifik bagi pelanggan khusus) dan persyaratan yang bersifat informatif belaka.

Standar untuk metode pengujian dan analisa dan inspeksi.
Metode sampling dan inspeksi seringkali sudah dicakup dalam suatu standar spesifikasi
tertentu. Namun disamping itu ada standar terpisah seperti standar pengambilan contoh untuk
komoditi curah seperti terigu, semen, beras, bijih besi dan batu bara. Metoda pengujian dan
analisis seringkali sudah dicakup dalam suatu standar spesifikasi tertentu. Namun disamping
itu ada standar terpisah seperti standar pengujian sample air, peralatan listrik, bahan pelumas
dsbnya.

Standar dengan focus pada organisasi,
Seperti logistic, pemeliharaan, manajemen inventaris, manajemen mutu, manajemen
proyek dan manajemen produksi tersedia standar seperti: QMS ISO 9000 (Manajemen mutu);
EMS ISO 14000 (Manajemen lingkungan), OHSAS 18000 (Spesifikasi untuk sistem
manajemen kesehatan dan keselamatan kerja); HACCP; QS 9000 (Sistem manajemen untuk
pemasok otomotif) dsbnya.

Tipe standar teknik berdasarkan fungsi :
Standar Informasi dan standar referens (information and reference standards)
Standar pengurangan variasi (variety reducing standards)
Standar pengurangan variasi (variety reducing standards)
Standar kualitas minimum dan standar keselamatan (minimum quality and safety
standards)
Pengelompokan ini sering digunakan dalam berbagai analisis ekonomi mengenai standar dan
standardisasi.