Anda di halaman 1dari 2

ADA pelajaran berharga dari kehidupan ikan Salmon.

Ikan ini terlahir di sungai dan pada tahun pertama


pindah ke lautan. Mereka lama berpetualang di lautan selama antara 4-7 tahun dan pada masa itu
merupakan tahap kritis dalam menghadapi pemangsanya. Kemudian Salmon bersama koloninya
bermigrasi kembali ke sungai. Perjalanan pulang tidaklah sebentar, memakan waktu dengan hitungan
bulan dan banyak rintangan.

Selama perjalanan pulang, Salmon tidak makan karena memiliki cadangan lemak yang ada di tubuhnya.
Banyak ikan Salmon yang mati karena luka, keletihan, ataupun dimakan pemangsa. Sesampainya di hulu
sungai, dalam keadaan lelah ikan salmon betina bertelur sebanyak 3.000-8.000 butir. Mereka
melahirkan generasi Salmon baru. Itulah kisah ikan Salmon dalam mempertahankan generasinya.

Alam adalah guru yang terbaik dalam ilmu manajemen. Kehidupan ikan Salmon di atas bisa
menginspirasi kita tentang pentingnya penggabungan antara strategi yang hebat dan karakter yang kuat
dalam melaksanakan sebuah misi dan mencapai tujuan. Untuk menjalankan misi mempertahankan
generasinya, ikan Salmon menjalani sebuah proses yang panjang dan melelahkan. Ia yang merupakan
ikan yang lahir di sungai harus pindah ke lautan selama beberapa tahun dan kemudian kembali lagi
untuk bertelur ke sungai dengan cara berpuasa.

Kita melihat nilai semangat dan nilai kegigihan di balik perilaku ikan Salmon selama berpetualang di
lautan yang penuh dengan rintangan. Kita juga melihat nilai kesabaran dan rela berkorban di balik
perjalanan kembali ikan Salmon ke sungai dengan cara berpuasa dan dalam incaran pemangsa. Nilai
atau value inilah kunci keberhasilan Salmon untuk mempertahankan generasinya.

Sedangkan strategi dan proses Salmon adalah: Pertama, mereka harus hidup di sungai terlebih dahulu
selama satu tahun. Kedua, setelah cukup dewasa barulah berangkat ke lautan selama 4 hingga 7 tahun.
Langkah ketiga, kembali ke sungai untuk bertelur. Inilah tiga strategi dan proses ikan Salmon dalam
mempertahankan generasinya.

Apa yang kita bisa ambil pelajaran dari ikan yang hebat itu? Bahwa keberhasilan Salmon
mempertahankan generasinya bukanlah terletak pada kekuatan strategi dan proses semata, akan tetapi
pada kekuatan karakter atau corporate culture yang didasari oleh values yang menjadi pedoman
perilaku organisasi. Inilah faktor penting yang membuat organisasi dapat berjalan sempurna.

Dalam kaitannya dengan SDM dalam organisasi, strategi yang hebat hanya bisa berhasil apabila
dieksekusi oleh orang-orang yang memiliki nilai dan keyakinan yang menjadi fondasi perilakunya. Aspek
perilaku, menurut Daniel Goleman dalam bukunya Working with Emotional Intellegence, berpengaruh
hingga 80-90 persen dalam keberhasilan, sisanya 10-20 persen adalah keterampilan dan pengetahuan.

Tiga kunci keberhasilan leadership adalah: "Right focus, right execution, right people". Artinya fokus
yang benar, ekesekusi yang benar, dan memilih orang yang benar. Karena kebanyakan kesalahan yang
terjadi adalah akibat salah fokus, salah pelaksanaan, dan salah memilih orang, bukan salah strategi. Ram
Charan mengatakan bahwa 70 persen kegagalan adalah akibat lemah dalam eksekusi dan akibat terlalu
fokus pada high level strategy.

Sebuah hasil global survey mengatakan 92 persen pemimpin korporasi dunia mengatakan bahwa fokus
mereka justru terletak pada corporate culture dan pengembangan manusia.

Karena begitu pentingnya masalah SDM dan culture ini maka di beberapa perusahaan hebat posisi
Direktur SDM ini dirangkap dan dipegang sendiri oleh seorang presiden direktur dan tidak diserahkan
kepada orang lain. Hal itu karena dia sadar bahwa sehebat apapun strategi yang dirancang olehnya,
hasilnya sangat tergantung oleh eksekusi manusia di dalam organisasinya. Inilah sebuah titik kesalahan
yang seringkali para pemimpin tidak fokuskan, yaitu pembangunan kultur sebagai ruh sebuah organisasi
dan ruh sebuah bangsa.

Tuhan memberikan pelajaran yang sempurna tentang kehidupan kepada manusia melalui Kitab Suci,
Nabi dan Rasul-Nya, serta melalui alam ciptaannya termasuk melalui koloni ikan Salmon yang
mengajarkan manusia tentang bagaimana cara yang sempurna dalam menjalankan sebuah misi
organisasi.