Anda di halaman 1dari 10

ADMINISTRASI NEGARA SINGAPURA

1. EKONOMI
Singapura memiliki ekonomi pasar yang sangat maju, yang secara historis
berputar di sekitar perdagangan entrept. Bersama Hong Kong, Korea Selatan dan
Taiwan, Singapura adalah satu dari Empat Macan Asia. Ekonominya sangat
bergantung pada ekspor dan pengolahan barang impor, khususnya di bidang
manufaktur yang mewakili 26% PDB Singapura tahun 2005 dan meliputi sektor
elektronik, pengolahan minyak Bumi, bahan kimia, teknik mekanik dan ilmu
biomedis. Tahun 2006, Singapura memproduksi sekitar 10% keluaran wafer
dunia. Singapura memiliki salah satu pelabuhan tersibuk di dunia dan merupakan
pusat pertukaran mata uang asing terbesar keempat di dunia setelah London, New
York dan Tokyo. Bank Dunia menempatkan Singapura pada peringkat hub
logistik teratas dunia.
Ekonomi Singapura termasuk di antara sepuluh negara paling terbuka,
kompetitif dan inovatif di dunia. Dianggap sebagai negara paling ramah bisnis di
dunia, Ratusan ribu ekspatriat asing bekerja di Singapura di berbagai perusahaan
multinasional. Terdapat juga ratusan ribu pekerja manual asing.

Pemandangan alternatif Singapore Central Business District (CBD)
Sebagai akibat dari resesi global dan kemerosotan pada sektor teknologi,
PDB negara ini berkurang hingga 2.2% pada 2001. Economic Review Committee
(ERC) didirikan bulan Desember 2001 dan menyarankan beberapa perubahan
kebijakan dengan tujuan merevitalisasi perusahaan. Sejak itu, Singapura pulih dari
resesi, terutama karena banyaknya perbaikan dalam ekonomi dunia; ekonomi
negara ini tumbuh 8,3% pada 2004 dan 6,4% pada 2005
[73]
and 7.9% in 2006.
[74]

Singapura memperkenalkan Pajak Barang dan Jasa (GST) dengan nilai awal 3%
pada 1 April 1994 yang menambah pendapatan pemerintah hingga S$1,6 miliar
(US$1 miliar, 800 juta) dan menyeimbangkan keuangan pemerintah.
[75]
Nilai
GST ditingkatkan menjadi 4% pada 2003, 5% pada 2004, dan 7% pada 1 Juli
2007.
[76]

Banyak perusahaan di Singapura terdaftar sebagai perusahaan berkewajiban
terbatas swasta (umumnya disebut perseroan terbatas swasta). Sebuah perseroan
terbatas swasta di Singapura adalah entitas hukum terpisah dan pemegang saham
tidak berkewajiban atas utan perusahaan yang melebihi jumlah modal saham yang
ditanamkan.

Pariwisata
Singapura adalah kota tujuan perjalanan yang terkenal, mendorong
kepentingannya dalam industri pariwisata negara itu. Jumlah kedatangan total
mencapai 10,2 juta orang tahun 2007.
[77]
Untuk menarik lebih banyak wisatawan,
pemerintah memutuskan untuk mengizinkan perjudian dan dua resor kasino
(disebut Integrated Resorts) dibangun di Marina South dan Pulau Sentosa tahun
2005.
[78]
Untuk bersaing dengan kota-kota regional seperti Bangkok, Hong Kong,
Tokyo dan Shanghai, pemerintah mengumumkan bahwa wilayah kota akan
diubah menjadi kawasan yang lebih menarik dengan menerangkan bangunan-
bangunan sipil dan komersial.
[79]
Makanan juga dimanfaatkan sebagai atraksi
pengunjung pada Singapore Food Festival yang diadakan setiap Juli untuk
merayakan masakan Singapura. Acara tahunan lainnya di Singapura meliputi
Singapore Sun Festival, Christmas Light Up, dan Singapore Jewel Festival.
[80]

Singapura mempromosikan dirinya sebagai hub pariwisata kesehatan: sekitar
200.000 warga asing mencari perawatan kesehatan di negara ini setiap tahun, dan
layanan kesehatan Singapura menargetkan satu juta pasien asing setiap tahun
mulai 2012 dan memperoleh pendapatan sebesar USD 3 miliar.
[81]
Pemerintah
menyatakan bahwa program ini dapat menciptakan sekitar 13.000 lowongan
pekerjaan baru dalam industri kesehatan.

Mata uang
Mata uang Singapura adalah dolar Singapura yang ditandai dengan simbol S$ atau
singkatan ISO SGD. Bank sentralnya adalah Otoritas Moneter Singapura
(Monetary Authority of Singapore) yang bertugas mengeluarkan mata uang.
Singapura mendirikan Board of Commissioners of Currency pada tahun 1967
[82]

dan mengeluarkan uang logam dan uang kertas pertamanya.
[83]
Nilai tukar dolar
Singapura setara dengan ringgit Malaysia sampai tahun 1973. Kesetaraan nilai
tukar dengan dolar Brunei masih dipertahankan. Tanggal 27 Juni 2007, untuk
memperingati 40 tahun perjanjian mata uang dengan Brunei, uang kertas S$20
diluncurkan; bagian belakangnya identik dengan uang kertas $20 Brunei yang
diluncurkan secara bersamaan.

2. BUDAYA
Karena keragaman penduduk dan latar imigrannya, budaya Singapura sering
disebut sebagai campuran dari budaya Britania, Melayu, Cina, India dan
Peranakan. Warga asing juga membentuk 42% penduduk Singapura
[19][20]
dan
memainkan peran penting dalam memengaruhi budaya Singapura.

Masakan
Makan-makan dan belanja sudah menjadi hiburan nasional warga Singapura.
[110]

Masakan Singapura adalah contoh dari keberagaman dan difusi budaya negara ini;
dengan pengaruh dari Britania, Cina, India, Melayu, Tamil, dan Indonesia.
Masakan umum Singapura yaitu sate, nasi lemak, kepiting pedas dan nasi ayam
Hainan.

Media
MediaCorp, perusahaan media milik negara, mengoperasikan ketujuh saluran
televisi terestrial lokal yang gratis dan 14 saluran radio. Semua stasiun radio dan
televisi adalah badan usaha milik negara. Stasiun radio dioperasikan oleh
MediaCorp, kecuali empat stasiun yang dioperasikan SAFRA Radio dan SPH
UnionWorks. Layanan televisi IPTV dan kabel berbayar dimiliki oleh StarHub
dan SingTel. Kepemilikan pribadi terhadap parabola satelit yang mampu
menyalurkan konten televisi tanpa sensor dari luar negeri dianggap ilegal.
Media cetak Singapura meliputi 16 surat kabar dengan sirkulasi aktif dan
sejumlah majalah. Harian diterbitkan dalam bahasa Inggris, Cina, Melayu dan
Tamil, dengan media cetak didominasi oleh Singapore Press Holdings (SPH),
penerbit harian utama berbahasa Inggris milik pemerintah, The Straits Times. SPH
menerbitkan hampir semua surat kabar harian, termasuk sebuah harian dwibahasa
gratis, My Paper yang mengklaim sebagai harian pertama di dunia dengan
cakupan bahasa Inggris dan Cina yang setara. Kebanyakan dari surat kabar ini
memiliki versi daring paralel, termasuk The Straits Times, The New Paper, dan
Business Times. Begitu juga dengan Today - sebuah tabloid gratis berbahasa
Inggris yang diterbitkan oleh MediaCorp, satu-satunya surat kabar yang tidak
diterbitkan SPH.
Satu pemancar radio berbasis di Singapura yang berada di luar pengawasan
pemerintah adalah Stasiun Pemancar Timur Jauh milik BBC World Service.

Seni
Sejak 1990-an, pemerintah telah berusaha mempromosikan Singapura sebagai
pusat seni dan budaya, khususnya seni drama, dan mengubah negara ini menjadi
'gerbang antara Timur dan Barat' yang kosmopolitan. Puncak dari usaha
pemerintah ini adalah pembangunan Esplanade, sebuah pusat seni drama kelas
atas yang dibuka pada 12 Oktober 2002. Selain itu, Singapore Arts Festival
merupakan kegiatan tahunan yang diadakan National Arts Council. Drama
komedi jalanan juga meningkat jumlahnya, termasuk acara mikrofon terbuka yang
diadakan setiap minggu.
[113]
Singapura mengadakan Genee International Ballet
Competition 2009, sebuah kompetisi balet klasik bergengsi yang diadakan oleh
Royal Academy of Dance, sebuah dewan juri tari internasional yang berpusat di
London, Britania Raya.

3. SOSIAL
Sangat menarik fenomena sosial di Singapura. Semua kelompok manusia
berkembang sesuai dengan komunitasnya masing-masing. Suku, etnis, ras, dan
marga tumbuh dan berkembang secara wajar tanpa ada pressur dari komunitas
terbanyak (mayoritas). Etnis Tionghoa menduduki urutan pertama dari segi
kuantitas, diikuti etnis Melayu, India, dan Campuran Asia-Eropa (Eurasian).
Mereka hidup rukun, tertib dan taat pada aturan yang ada. Mereka malu berbuat
kesalahan yang bersifat public relation. Ruang sosial memperoleh perhatian yang
serius dari pemerintah, dengan memberikan pelayanan publik yang memadai.
Pelayanan publik dipenuhi dengan memuaskan, sehingga masyarakat lebih
nyaman menggunakan transportasi umum daripada menggunakan kendaraan
pribadi.
Komunitas Cina hampir berada menyeluruh di manapun mereka dapat
berbisnis. Namun, mereka lebih kentara komunitasnya ketika dilihat di kawasan
Chinatown. Mereka paling merajai dalam berbisnis, ulet dan gigih dalam
menggairahkan kehidupan berbisnis. Di kawasan ini tumbuh dan berkembang
sentra-sentra bisnis seperti mal-mal, cafe-cafe, dan rumah-rumah makan. Tentu
saja, tumbuh pula tempat-tempat hiburan. Di sini terlihat komunitas Tionghoa
Singapura berbeda dengan komunitas Tionghoa di Indonesia. Tionghoa Singapura
terlihat tidak menampakkan berperilaku ingin memperoleh pelayanan khusus,
mereka menghayati dan menjalankan peraturan yang ada.
Komunitas Muslim terkonsentrasi di kawasan Jalan Bugis. Di sinilah
terdapat sebuah mesjid tertua dan terbesar di Singapura, yakni Masjid Sultan.
Suasana Melayu sangat terasa, apalagi bahasa yang dominan adalah bahasa
Melayu yang digunakan masyarakat di sini. Saya bershalat Jumat di Masjid
Sulthan, terasa dalam batinku seperti suasana di kampung halaman sendiri di
Indonesia.
Sekitar 15% penduduk Singapura adalah Muslim. Sebagian besar Melayu
adalah Muslim Sunni. pengikut Islam lainnya adalah komunitas India dan
Pakistan, dan sejumlah kecil dari Cina, Arab dan Eurasia (campuran Eropa dan
Asia). Sebesar 17 persen dari Muslim di Singapura adalah asal India. Sedangkan
mayoritas Muslim di Singapura secara tradisional Muslim Sunni yang mengikuti
madzhab pemikiran Syafi'i, ada juga muslim yang mengikuti madzhab pemikiran
Hanafi serta Muslim Syiah. Pada tahun 1915, pemerintah kolonial Inggris
membentuk Dewan Pertimbangan Islam (the Mohammedan Advisory Board).
Dewan ini bertugas untuk memberikan nasihat kepada pemerintah kolonial
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam dan adat istiadat. Pada
tahun 1963, Singapura menjadi bagian dari Malaysia. Singapura terpisah dari
Malaysia dan mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1965. Konstitusi
Republik independen mencakup dua ketentuan mengenai kedudukan komunitas
Melayu dan Islam, yaitu: Pasal 152 dan 15.
Pasal 152 menyatakan: (1) menjadi tanggung jawab Pemerintah terus-
menerus untuk merawat kepentingan minoritas rasial dan agama di Singapura. (2)
Pemerintah melaksanakan fungsi untuk memahami posisi khusus Melayu, yang
merupakan penduduk asli Singapura, dan karena itu harus menjadi tanggung
jawab pemerintah untuk melindungi, melestarikan, dukungan, mendorong dan
mempromosikan mereka di bidang politik, pendidikan, keagamaan, ekonomi,
sosial dan budaya dan bahasa Melayu.
Pada praktiknya, pasal-pasal konstitusi independen ini bukanlah
menganakemaskan etnis Melayu secara berlebihan, melainkan pemerintah
berusaha menjaga keseimbangan antara penduduk asli dan pendatang secara
proporsional. Komunitas Melayumemangada yang menduduki jabatan
struktur di pemerintahan namun tidaklah dominan. Secara statistik, kini penduduk
Singapura yang terbanyak adalah etnis Tionghoa, sedangkan etnis Melayu
menduduki urutan kedua dan diikuti oleh etnis India dan Eurasia (campuran
Eropa dan Asia).
Komunitas India memiliki lingkungan hidup yang mengelompok di sebuah
kawasan, yang dikenal dengan Little India. Dari berbagai kalangan ras India
bertumpah ruah di sini. Mereka memiliki tradisi berkumpul dalam tiap akhir
pekan. Warga keturunan Asia Selatan ini akan berkumpul setiap Sabtu sore
malam Minggu di wilayah Little India. Suasana ini dijadikan sebagai wahana
bercengkerama dengan kumpul di tiap-tiap ada ruang publik yang luas seperti
lapangan, tempat hiburan, dan alun-alun. Pusat-pusat pasar menjadi sasaran
berkumpul mereka walau hanya kumpul minum saja. Hal ini dapat dilihat di
sekitar Musthafa Centre, pusat perdagangan masyarakat yang berdekatan dengan
Little India.
Apresiasi masyarakat Singapura antar warga didasarkan pada public order
(peraturan umum) yang berlaku. Mereka menyadari akan pentingnya mematuhi
peraturan. Warga Singapura akan taat dalam berantri (queue up) dalam segala
aktivitas sosial. Mereka merasa malu bila menyerobot antrian orang, dan pasti
akan dicibirkan banyak orang. Apresiasi terhadap Hak Azasi Manusia (HAM),
dalam pandangan masyarakat beradab, harus dimulai dari sikap toleran dan mau
menghargai hak orang lain, dengan cara ketika kita menuntut hak kita sendiri
harus memperhatikan juga hak orang lain, tenggang rasa (tepo seliro) sehingga
terciptalah rasa saling menghargai dan menghormati.
Keteraturan hidup dapat diciptakan dengan cara mendisiplinkan diri
konsisten pada aturan atau komitmen yang dicanangkan dalam rencana kegiatan
keseharian, dan yang lebih urgen lagi adalah law enforcement pemerintah dalam
praktik kehidupan keseharian (daily activity) tanpa pandang bulu. Hal ini dapat
dirasakan di negara-negara maju yang notabene disebut "kafir" (non-Muslim).
Mereka tidak menganut agama Islam, namun prilakunya islami. Artinya, perilaku
mereka sesuai dengan tata aturan kehidupan yang ditunjukkan oleh ajaran Islam.
Berbicara kehidupan di Singapurasecara individualdari berbagai
komunitas mereka tampak tidak memiliki masalah. Mereka dapat hidup
berdampingan seiring dengan perjalanan hidup sosial yang ada. Namun, bila
dilihat dari struktur sosial akan ditemukan kesenjangan. Segmen lapangan kerja
bidang cleaning service, dapat dipastikan kebanyakan dari kalangan Melayu;
konstruksi dan bangunan dari etnis India; pada bidang leadership dan perkantoran
pemerintah termasuk dunia bisnis notabene dari etnis China. Hal ini, terlihat
seperti telah diatur dalam konvensi yang tidak tertulis, pembagian wilayah kerja
warga Negara.
Memang, sejujurnya saya tertarik pada kehidupan di Singapura kendatipun
ada pemandangan yang bisa membuat kita sebagai Muslim perang batin. Itulah
sisi positif dan negatifnya. Sisi positif, dapat dinikmati kehidupan yang teratur.
Sedangkan, sisi negatifnya adalah terlalu bebassebagian wanita Singapura
dalam cara berpakaian. Sebagian kaum perempuan di sini berpakaian seperti mode
berpakaian wanita Eropa di musim panas. Ada sebagian perempuan yang hanya
menutup pada bagian vital saja, dan itu pun dari bahan yang sangat tipis sehingga
bagi kami yang tidak terbiasa melihat pemandangan seperti itu agak kaget.
Bahkan kawan saya berkata, terkaget-kaget.
Dalam minggu pertama, telah kami kunjungi Orchard centre, Musthafa
Centre, Kampung Bugis, Sentosa Island, Little India, Chinatown dan kampus
National University of Sngapore (NUS). Kunjungan kami ini dilakukan di
samping untuk mengetahui daerah-daerah itu secara empirik, juga dilakukan pula
dalam rangka mencari tempat shalat Jumat berjamaah. Di tempat tinggal kami,
Global Residence Tiong Bahru tidak pernah terdengar kumandang suara adzan.
Terlihat ada beberapa gereja di sekitar kami tinggal namun tidak tampak ramai
berduyun-duyun orang datang beribadah seperti di Indonesia. Memang, menurut
data statistik ditemukan adanya warga Singapura pengikut agnostic (tidak
menganut agama) mencapai 14% dari seluruh jumlah penduduknya. Jumlah ini
hampir menyamai jumlah penduduk yang beragama Islam (15%).

4. POLITIK
Singapura adalah sebuah republik parlementer dengan sistem pemerintahan
parlementer unikameral] Westminster yang mewakili berbagai konstituensi.
Konstitusi Singapura menetapkan demokrasi perwakilan sebagai sistem politik
negara ini. Partai Aksi Rakyat (PAP) mendominasi proses politik dan telah
memenangkan kekuasaan atas Parlemen di setiap pemilihan sejak menjadi
pemerintahan sendiri tahun 1959. Freedom House menyebut Singapura sebagai
"sebagian bebas" dalam "laporan Freedom in the World" dan The Economist
menempatkan Singapura pada tingkat "rezim hibrida", ketiga dari empat peringkat
dalam "Indeks Demokrasi".
Tampuk kekuasaan eksekutif dipegang oleh kabinet yang dipimpin oleh perdana
menteri. Presiden Singapura, secara historis merupakan jabatan seremonial,
diberikan hak veto tahun 1991 untuk beberapa keputusan kunci seperti pemakaian
cadangan nasional dan penunjukan jabatan yudisial. Meski jabatan ini dipilih
melalui pemilu rakyat, hanya pemilu 1993 yang pernah diselenggarakan sampai
saat ini. Cabang legislatif pemerintah dipegang oleh parlemen.
Pemilihan parlemen di Singapura memiliki dasar pluralitas untuk konstituensi
perwakilan kelompok sejak Undang-Undang Pemilihan Parlemen diubah tahun
1991.
Anggota parlemen (MP) terdiri dari anggota terpilih, non-konstituensi dan
dicalonkan. Mayoritas MP terpilih melalui pemilihan umum dengan sistem
pertama-melewati-pos dan mewakili Anggota Tunggal atau Konsituensi
Perwakilan Kelompok (GRC).
Singapura beberapa kali masuk sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi
terendah di dunia oleh Transparency International.
Meski hukum di Singapura diwariskan dari hukum Inggris dan India Britania, dan
meliputi banyak elemen hukum umum Inggris, dalam beberapa kasus hukum ini
keluar dari warisan tersebut sejak kemerdekaan. Contohnya adalah pengadilan
oleh juri dihapuskan.
Singapura memiliki hukum dan penalti yang meliputi hukuman korporal yudisial
dalam bentuk pencambukan untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, kekerasan,
kerusuhan, penggunaan obat-obatan terlarang, vandalisme properti, dan sejumlah
pelanggaran imigrasi.
[49][50]
Singapura juga memiliki hukuman mati wajib untuk
pembunuhan tingkat pertama, penyelundupan obat-obatan terlarang, dan
pelanggaran senjata api.
[51]
Amnesty International mengatakan bahwa
"serangkaian klausa dalam Undang-Undang Penyalahgunaan Obat-Obatan
Terlarang dan Undang-Undang Pelanggaran Senjata Api berisi dugaan bersalah
yang bertentangan dengan hak dianggap tidak bersalah hingga terbukti bersalah
dan mengikis hak pengadilan yang adil", dan memperkirakan bahwa Singapura
memiliki "kemungkinan tingkat eksekusi tertinggi di dunia bila dibandingkan
dengan jumlah penduduknya".
[52]
Pemerintah menyatakan bahwa Singapura
memiliki hak berdaulat untuk menentukan sistem yudisialnya dan memaksakan
sesuatu yang dianggap sebagai hukuman yang pantas.
[53]
Pemerintah memiliki
sengketa dalam beberapa poin laporan Amnesty. Mereka berkata bahwa dalam
lima tahun sampai 2004, 101 warga Singapura dan 37 warga asing telah
dieksekusi, semuanya kecuali 28 orang disebabkan oleh pelanggaran obat-obatan
terlarang.
[53]
Amnesty menyebutkan 408 eksekusi antara 1991 dan 2003 dari
pemerintah dan sumber lain dari jumlah penduduk sebanyak empat juta jiwa.
[52]

Sebuah survei oleh Political and Economic Risk Consultancy (PERC) mengenai
eksekutif bisnis ekspatriat bulan September 2008 menemukan bahwa orang-orang
yang disurvei menganggap Hong Kong dan Singapura memiliki sistem yudisial
terbaik di Asia, dengan Indonesia dan Vietnam yang terburuk: sistem yudisial
Hong Kong diberi skor 1.45 dalam skala (0 untuk terbaik dan 10 untuk terburuk);
Singapura dengan skor 1.92, diikuti Jepang (3.50), Korea Selatan (4.62), Taiwan
(4.93), Filipina (6.10), Malaysia (6.47), India (6.50), Thailand (7.00), China
(7.25), Vietnam (8.10) dan Indonesia (8.26).
PERC memberi komentar bahwa karena survei ini melibatkan eksekutif bisnis
ekspatriat daripada aktivis politik, kriteria seperti kontrak dan perlindungan IPR
lebih ditekankan: "persepsi umum ekspatriat adalah bahwa politik setempat tidak
memenuhi cara hukum perdagangan dan kriminal dilaksanakan". PERC mencatat
bahwa nilai teratas Singapura dalam survei tersebut tidak termasuk aktivis politik
yang mengkritik Partai Aksi Rakyat (PAP) karena menggunakan pengadilan
untuk membungkam kritikus.
Pada November 2010, sebuah pengadilan Singapura memberi hukuman penjara
enam minggu kepada penulis Britania, Alan Sheldrake atas penghinaan terhadap
pengadilan dalam bukunya, "Once A Jolly Hangman: Singapore Justice In The
Dock", berdasarkan wawancara dengan bekas eksekutor pengadilan dan kritik
terhadap hukuman mati di negara ini
[


5. LINGKUNGAN
Singapura terdiri dari 63 pulau, termasuk daratan Singapura. Pulau utama sering
disebut Pulau Singapura tetapi secara resmi disebut Pulau Ujong (Melayu: berarti
pulau di ujung daratan (semenanjung)). Terdapat dua jembatan buatan menuju
Johor, Malaysia: JohorSingapore Causeway di utara, dan Tuas Second Link di
barat. Pulau Jurong, Pulau Tekong, Pulau Ubin dan Pulau Sentosa adalah yang
terbesar dari beberapa pulau kecil di Singapura. Titik alami tertinggi adalah Bukit
Timah Hill dengan tinggi 166 m (545 kaki).
Singapura memiliki banyak proyek reklamasi tanah dengan tanah diperoleh dari
bukit, dasar laut, dan negara tetangga. Hasilnya, daratan Singapura meluas dari
581,5 km
2
(224.5 mil) pada 1960-an menjadi 704 km
2
(271.8 mil) pada hari ini,
dan akan meluas lagi hingga 100 km
2
(38.6 mil) pada 2030.
[58]
Proyek ini kadang
mengharuskan beberapa pulau kecil digabungkan melalui reklamasi tanah untuk
membentuk pulau-pulau besar dan berguna, contohnya Pulau Jurong.
[rujukan?]


Iklim
Dalam sistem klasifikasi iklim Kppen, Singapura memiliki iklim tropik
khatulistiwa tanpa musim yang nyata berbeda, kesamaan suhu, kelembapan tinggi,
dan curah hujan yang melimpah. Suhu berkisar antara 22 hingga 34 C (71,6 to
93,2 F). Rata-rata kelembapan relatif berkisar antara 90% di pagi hari dan 60% di
sore hari. Pada cuaca hujan yang berkepanjangan, kelembapan relatif dapat
mencapai 100%.
[59]
Suhu terendah dan tertinggi yang tercatat dalam sejarah
maritim Singapura adalah 194 C (381.2 F) dan 358 C (676.4 F).
Bulan Mei dan Juni merupakan bulan terpanas, sedangkan November dan
Desember merupakan musim muson basah.
[60]
Dari bulan Agustus hingga
Oktober, seringkali terdapat kabut, terkadang cukup mengganggu hingga
pemerintah mengeluarkan peringatan kesehatan kepada publik, hal ini disebabkan
oleh kebakaran semak-belukar di negara tetangganya, Indonesia. Singapura tidak
menggunakan waktu musim panas atau perubahan zona waktu musim panas. Jarak
waktu hari hampir sama sepanjang tahun dikarenakan letak Singapura yang
berdekatan dengan garis khatulistiwa.
Sekitar 23% daratan Singapura terdiri dari hutan dan cagar alam.
[61]
Urbanisasi
telah menghapus banyak daerah yang dulunya merupakan hutan hujan utama,
tinggal menyisakan wilayah utama di daerah Bukit Timah Nature Reserve.
Berbagai taman telah dijaga, seperti Singapore Botanic Gardens.