Anda di halaman 1dari 34

STATISTIKA

224
SUMADI
JURUSAN MIPA FKIP
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA 2000
BAB I
PENDAHULUAN
A. Istilah Dan Konsep Statistia
Statistika atau sering disebut metoda statistik, memainkan peranan yang
semakin penting dalam semua tahap uasaha manusia. Pada mulanya statistik hanya
menyangkut urusan pemerintahan atau negara, tetapi sekarang telah meluas sampai
kebidang Pertanian, Biologi, Bisnis, Kimia, Komunika, Ekonomi, Pendidikan,
Elektronik, Kedokteran, Fisika, Ilmu Politik, Psikologi, Sosiologi, dan sejumlah
bidang ilmu lain dan rekayasa
!. Statisti Dan Statistia
Statistik, dipakai untuk menyatakan kumpulan fakta umumnya berbentuk
angka-angka yang disusun dalam tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau
menggambarkan suatu persoalan. misal statistik penduduk, statistik pendidikan,
statistik produksi dan lain sebagainya.
Statistik digunakan pula untuk menyatakan ukuran sebagai akil dari
kumpulan data mengenai suatu hal. !kuran ini didapat berdasarkan perhitungan
sebagian kumpulan data tentang persoalan tersebut. "isal diselidiki #$$
mahasisa dan di%atat tingginya, lalu dihitung rata-ratanya misal #&&,' %m, maka
rata-rata #&&,' %m dinamakan statistik. (ika dari #$$ mahasisa tersebut terdapat
#$ ) mahasisa yang tingginya lebih dari #*+ %m, maka nilai #$) itu dinamakan
statistik. "asih banyak %ontoh yang lain dan dalam ukuran-ukuran lain yang
merupakan statistik.
Statistika, yang diamaksud dengan statistik adalah pengetahuan yang
berhubungan dengan %ara-%ara pengumpulan fakta, pengolahan serta
penganalisisannya, penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan yang %ukup
beralasan berdasarkan fakta dan penganalisisan yang dilakukan.
,da dua jalan untuk mempelajari Statistika, pe"ta#a $ait% statistia
#ate#atis ata% statistia teo"itis& $an' (i)ahas anta"a lain #en'enai
pen%"%nan si*at+si*at& (alil+(alil& "%#%s+"%#%s& #en,iptaan #o(el+#o(el
(an se'i+se'i lainn$a la'i $an' teo"itis (an #ate#atis. -an' e(%a
#e#pela.a"i statistia se#ata+#ata (a"i se'i pen''%naann$a& pene"apan&
at%"an+at%"an& "%#%s+"%#%s& si*at+si*at (an se)a'ain$a $an' telah
(i,iptaan oleh statistia teo"itis. (adi disini tidak dipersoalkan bagaimana
didapatkannya rumus-rumus atau aturan-aturan, melainkan hanya dipentingkan
bagaimana %ara-%ara atau metoda statistika digunakan, dan ini pulalah yang
dibi%arakan dalam buku pegangan kuliah ini.
Statistika dapat dibedakan dalam dua bidang masalah pokok yang
pertama, Statistika -eskriptif .descriptive statistic/ $ait% )i(an' il#%
pene'etah%an statistia $an' #e#pela.an tata+,a"a pen$%s%nan (an
pen$a.ian (ata $an' (i%#p%lan (ala# s%at% penelitian& pa(a )a'ian ini
han$a )e"%saha #el%isan& #en''a#)a"an ata% #e#e"ian (an
#en'analisis elo#po tanpa #e#)%at ata% #ena"i esi#p%lan tentan'
elo#po $an' le)ih )esa".
Ke(%a& Statistia In(%ti* /inductive statistics0 ata% statistia
in*e"ensial $ait% )i(an' il#% pen'etah%an statistia $an' #e#pela.a"i tata
,a"a pena"ian esi#p%lan+esi#p%lan #en'enai esel%"%han pop%lasi&
)e"(asa"an (ata $an' a(a (ala# s%at% )a'ian (a"i pop%lasi te"se)%t.
0. Populasi -an Sampel
Penarikan keslinpulan tentang suatu persoalan yang telah diteliti akan
diberlakukan terhadap keseluruhan kelompok yang lebih besar dari yang dieteliti.
!ntuk menarik kesimpulan diperlukan data pendukung, sedangkan dalam
penelitian data dapat dikumpulkan dengan dua %ara Pertama. Semua yang terlibat
beserta karakteristiknya yang diperlukan, diteliti atau dijadikan obyek penelitian.
Kedua. Sebagian yang terlibat saja yang diteliti. 1ara pertama adalah penelitian
dilakukan se%ara sensus, sedangkan %ara kedua penelitian dilakukan %ara
sampling.
-ilakukan se%ara sensus apabila setiap anggota, tidak terke%uali, yang
termasuk didalam sebuah populasi dikenai penelitian atau penelitian populasi dan
dilakukan sampling apabila hanya sebagian saja dari populasi yang diteliti. -alam
melakukan sampling, sampel itu harus representatif dalam arti segala karakteristik
populasi hendaknya ter%erminkan pula dalam sampel yang diambil.
Sensus tidak selalu dapat dilakukan mengingat populasi yang
beranggotakan tak hingga atau berukuran tak hingga, populasi terhinggapun
sensus tidak selalu dapat dilakukan, misal mengingat hal-hal2 tidak praktis, tidak
ekonomis kekurangan biaya, aktu terlalu singkat, ketelitian tidak memuaskan
adanya per%obaan yang sifatnya merusak dan lainnya lagi. !ntuk sampling harus
dilakukan dan sampel harus diambil. -ata dari sampel dikumpulkan lalu
dianalisis kemudian dibuat suatu kesimpulan yang digeneralisasikan terhadap
seluruh populasi.
B. Data (an Sala
!. Data Statisti
Keterangan atau fakta mengenai sesuatu persoalan bisa membentuk
kategori, misalnya lulus, turun, rusak, baik, senang, puas, berhasil, gagal, dan
sebagainya, atau berbentuk bilangan. Kesemuanya ini dinamakan data atau
lengkapnya data statistik. Data $an' )e")ent% )ilan'an (ise)%t (ata
%antitati*, harganya berubah-ubah atau bersifat 3ariabel. -ari nilainya, dikenal
dua golongan kuantitatif yaitu4 data (is"it dan data ontin%. Hasil #en'hit%n'
ata% #en'a#)il #e"%paan (ata (is"it& sedang hasil pengukuran merupakan
data kontinu.
1ontoh untuk data diskrit Keluarga mbah "o mempunyai anak & anak
laki-laki dan 5 anak perempuan. Kabupaten Bantul sudah membangun #&6
gedung sekolah.
1ontoh untuk data kontinu4
7inggi badan seseorang8 #&* %m, #*6 %m atau #9&,6 %m
:uas daerah kotamadya ;ogyakarta &,*9 km
0
Ke%epatan mobil *$ km<jam
-ata yang tidak berbentuk angka atau yang bukan kuantitatif disebut data
kualitatif, ini adalah data yang berbentuk kategori di atas, misal sakit, gagal, lulus
dan sebagainya.
2. Pen'%#p%lan Data
Pengumpulan data banyak %ara yang dapat dilakukan antara lain4
a. =aan%ara
=aan%ara merupakan salah satu tehnik pengumpulan data yang
dilakukan dengan %ara mengadakan tanya jaab, baik se%ara langsung
maupun tidak langsung dengan sumber data. =aan%ara langsung diadakan
dengan orang yang menjadi sumber data dan dilakukan tanpa perantara,
sedang aan%ara tidak langsung, dilakukan terhadap seseorang yang
dimintai keterangan melalui perantara, misal tentang kegiatan guru dalam
proses belajar mengajar dan aan%ara itu dilakukan dengan kepala sekolah.
b. ,ngket .>uestionaire/
,ngket dapat dipandang sebagai suatu tehnik pengumpulan data yang
banyak mempunyai kesamaan dengan aan%ara, ke%uali dalam
pelaksanaannya angket dilaksanakan se%ara tertulis, sedangkan aan%ara
se%ara lisan.
%. Pengamatan .?b3er3asi/
Pengumpulan data yang dilakukan dengan %ara mengadakan pengamatan
terhadap obyek, baik se%ara langsung maupun tidak langsung menggunakan
tehnik yang disebut dengan pengamatan atau obser3asi. 7ehnik ini banyak
digunakan, baik dalam penelitian sejarha .historis/, deskriptif ataupun
eksperimen .e@perimental/, karena dengan pengamatan langsung
memungkinkan gejala-gejala penelitian dapat diamati dari dekat.
1. Pen'%%"an (an Sala
7idak semua pengertian teori .theoretical concept atau theoretical
construct/ dapat diukur se%ara langsung. "isalnya bagaimana mengukur
Ake%enderungan politik2 Aintegrasi2. Status sosial Aekonomi2, Ainteligensi2,
AKriminalitas2 atau Atingkat integrasiB2
!ntuk mengukur pengertian teori perlu mengoperasionalkan terlebih
dahulu pengertian tersebut. ?perasionalisasi ini berarti, baha harus diusahakan
untuk meme%ah atau menguraikan pengertian teori dalam sejumlah dimensi
.dimension/ yang bisa diukur. "isalnya4
a. status sosial ekonomi .SEE/4 dimensi pendapatan dan dimensi
pekerjaan .profesional prestige/
b. inteligensi4 skor .s%ore/ dalam tes inteligensi yang terdiri dari beberapa
soal, setiap soal merupakan satu dimensi.
Sala No#inal /No#inal S,ale0
"isalkan akan mengukur suatu 3ariabel jenis pekerjaan di suatu desa akan
diteliti pekerjaan seseorang sebagai petani atau tidak, maka setiap orang akan
diamati dan dimasukkan ke dalam salah satu dari dua himpunan tersebut. Skala
yang dipakai dalam pengamatan ini mempunyai duta skala Atani2 dan Alain2.
Skala ma%am ini juga dipakai untuk menggolongkan agama seseorang Islam,
Kristen, Katolik, Cindu. Budha dan lain-lain. Skala atau nilai skala ini disebut
kelas .%lass/ atau kategori .%ategory/. (enis skala ini dimana obyek-obyek
pengamatan .obsre3ation/ dibagi dalam himpunan-himpunan dinamakan nominal.
Sala 2"(inal /2"(inal S,ale0
-alam suatu penelitian kadang-kadang peneliti ingin menyajikan hasil
pengamatannya dalam suatu urutan atau tingaktan. "isal pangkat dari seorang
anggota ,BDI. -iklasifikasikan menurut pangkatnya, mayor, kapten, letnan.
-alam titik skala Kapten,mayor letnan dan lainnya terdapat urutan tertentu,
pangkat Kapten lebih tinggi dari :etnan, pangkat "ayor lebih tinggi dari Kapten.
-engan demikian ada suatu orde atau urutan tertentu dalam titik skala .misal lebih
tinggi, lebih rendah, lebih %erdas, lebih tebal, lebih lunak/ skala semam ini
dinamakan skala ordinal.
Sala Inte"3al
!ntuk menentukan apakah perbedaan pangkat atau kedudukan sosial,
antara Kapten dan :etnan sama dengan perbedaan pangkat antara "ayor dan
Kapten adalah hal sulit. -alam pengukuran pada skala ordinal tadi perbedaan
jarak atau inter3al antara dua titik skala tidak diperhatikan. Suatu skala dimana
jarak .inter3al/ antara dua titik skala diketahui .disamping pembedaan menurut
persamaan dan urutan titik skala diketahui .disamping pembedaan menurut
persamaan dan urutan titik skala/, dinamakan skala inter3al. (adi suatu skala
inter3al mempunyai semua sifat semua skala ordinal, ditambah dengan sifat khas,
yaitu satuan skala .s%ale unit/ atau satuan pengukuran.
Sala Rasio /Ratio S,ale0
7ahun "asehi, dihitung dari titik orientasi tertentu yaitu kelahiran "asehi
merupakan permulaan tahun "asehi atau tahun A/2 tahun Cijrah, titik orientasinya
adalah ketika Eabi "uhammad S,= hijrah dari "ekah, sebagai titik nol. -engan
skala ini tidak dapat dikatakan baha tahun 0$$$ setelah "asehi dua kali lebih
besar dari tahun #$$$ setelah "asehi, maka adanya sema%am keganjilan dalam
deskripsi rasio disebabkan oleh karena titik nol dari perhitungan tahun dapat
dilihat se%ara sembarang atau sekehendak peneliti. 7itik nol yang tidak dipilih
sembarnagan disebut murni atau asli. (enis skala dengan titik nol yang murni
.natural origin/ supaya ratio antara dua nilai skala juga dapat ditentukan dengan
jelas, bernama skala rasio, misal mengenai panjang, berat .bobot/ daya tahan, arus
listrik. Skala rasio mempunyai kemampuan menentukan apakah dua rasio antara
dua pasangan tiitk skala sama atau tidak.
BAB II
DISTRIBUSI FREKUENSI
!. Pen(ah%l%an
Sebelum dipelajari bagaimana %ara membuat daftar ini, akan dijelaskan lebih
dulu tentang istilah-istilah yang dipakai dalam daftar distribusi frekuensi, banyak
obyek dikumpulkan dalam kelompok-kelompok berbentuk a F b, yang disebut kelas
inter3al. Ke dalam kelas inter3al ini dimasukkan semua data yang bernilai mulai dari
a sampai dengan b. !rutan kelas inter3al disusun mulai data terke%il terus ke baah
sampai nilai data terbesar. Berturut-turut mulai dari atas, diberi nama kelas inter3al
pertama, kelas inter3al kedua,G.kelas inter3al terakhir. Ini semua pada kolom kiri.
Kolom kanan berisikan bilangan-bilangan yang menyatakan berapa buah data
terdapat dalam tiap kelas inter3al atau frekuensi disingkat dengan f.
7,BE: #
-aftar -istribusi Frekuensi
EI:,I FDEK!EESI
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
&
+
#&
0#
6$
#*
5
Bilangan-bilangan disebalah kiri inter3al disebut ujung baah dan bilangan-
bilangan disebelah kanannya disebut ujung atas. Selisih positif antara tiap dua ujung
baah berturut-turut disebut panjang kelas inter3al, dari daftar di atas panjang
kelasnya .P/ adalah #$ dan semuanya sama, dikatakan baha daftar distribusi ini
kelasnya .P/ adalah #$ dan semuanya sama, dikatakan baha daftar distribusi ini
memiliki pajang kelas yang sama yaitu #$. 7anda kelas adalah merupakan sebuah
nilai sebagai akil dari kelas inter3al tersebut yang di dapat dengan menggunakan
aturan4 tanda kelas H I .ujung baah J ujung atas/. Sedangkan batas kelas inter3al
bergantung pada ketelitian data yang digunakan. (ika data di%atat dengan ketelitian
hingga satuan maka batas baah kelas sama dengan ujung baah dikurangi $,& batas
atasnya ditambah dengan $,&. untuk data dengan ketelitian satu desimal, batas baah
sama dengan ujung baah dikurangi $,$& dan batas atasnya ditambah dengan $,$&.
2. Me#)%at Da*ta" Dist"i)%si F"e%ensi
!ntuk membuta daftar distribusi frekuensi dengan panjang kelas sama, kita lakukan
sebagai berikut4
a. 7entukan rentang data, ialah data terbesar dikurangi data terke%il ditambah #
b. "enentukan banyaknya kelas inter3al yang diperlukan, banyaknya kelas sering
diambil paling sedikit & kelas dan paling banyak #& kelas, dipilih menurut
keperluan dan disesuaikan dengan banyaknya data .antara lain data menggunakan
aturan Sturgess yaitu 4
banyaknya kelas H #J .6,6/ log E8 E H banyaknya data.
%. 7entukan panjang kelas inter3al P se%ara an%er-an%er ditentukan oleh aturan4
kelas banyaknya
data rentang
P =
Carga P diambil sesuai dengan ketelitian satuan data yang digunakan jika data
berbentuk satuan, ambil P teliti sampai satuan. !ntuk data sehingga satu dengan P
ini juga diambil hingga satu dengan P ini juga diambil hingga satu desimal dan
GG.. seterusnya.
d. Pilih ujung baah kelas inter3al pertama GGdiambil sama dengan data terke%il
atau nilai data yang lebih ke%il dari data terke%il tetapi GG.harus kurang dari
panjagn kelas.
Berikut ini adalah nilai ujian Fisika GGGGG..
6
'
9
+
9
*
*
6
9
$
9
&
*5
5+
*6
*$
95
*9
'*
95
'6
9#
56
5'
''
'6
44
90
56
'#
+6
&5
9$
9*
9$
'0
+&
+$
95
&*
*&
*9
&9
'#
**
*$
'$
9$
96
6'
&#
*#
&0
+'
''
*9
&+
9*
'6
+0
'&
*'
'0
'9
9+
'+
9#
+6
14
9#
90
*$
9'
''
&+
*&
99
*'
*$
9*
'0
&5
*
'
9
6
'
*
*
9
Selanjutnya di lakukan langkah-langkah berikut4
a. "enentukan rentang data yaitu data terbesar dikurangi data terke%il didapat
data terbesar adalah ++ dan data terke%il adalah 65 sehingga rentangnya
adalah ++-65 H *&J#H **
b. "enentukan banyaknya klas misalnya kita gunakan aturan sturges, dari data
tersebut banyaknya data E H '$, maka8
Banyaknya kelas H # J .6,6/ :og E H # J .6,6/ :og '$
H # J .6,6/@ #,+$6# H 9,0'$0
Banyaknya kelas harus bilangan bulat, karena itu kita boleh membuat daftar
dengan banyaknya kelas 9 atau ' buah.
%. "enentukan panjang kelas inter3al P, jika banyaknya kelas diambil 9
50'* , +
9
**
P = =
dibulatkan ke atas yaitu #$
Carga P diambil dengan ketelitian sama dengan ketelitian data.
d. Pilih !jung baah kelas, misalnya kita pilih 6#
Selanjutnya kita siapkan kolom tabulasi dan dengan mengambil banyak kelas
9, panjang kelas #$ dan dimulai dengan ujung baah kelas pertama ama
dengan 6# kita peroleh daftar seperti berikut4
7,BE: 0
-aftar -istribusi Frekuensi
N2 NILAI 5 UJIAN TABULASI FREKUENSI
#
0
6
5
&
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
6
&
#$
#*
05
*
9
'# F +$
+# F #$$
#9
&
(!":,C '$
1ontoh tersebut di atas adalah %ontoh untuk kelas-kelas sama panjang dan
tertutup. Eamun dapat pula membuat daftar dengan panjang kelas inter3al
yang berbeda dan terbuka. 1ontoh4
7,BE: 6
-aftar -istribusi Frekuensi pendapatan Perbulan
Pada Kampung Semoyo
N2 BESAR 5 6AJI 77777
#
0
6
5
&
*
9
Kurang dari Dp. 0$$.$$$,-
Dp. 0$$.$$$,- F Dp. 0++.$$$,-
Dp. 6$$.$$$,- F Dp. 6++.$$$,-
Dp. 5$$.$$$,- F Dp. 5++.$$$,-
Dp. &$$.$$$,- F Dp. &++.$$$,-
Dp. *$$.$$$,- F Dp. *++.$$$,-
:ebih dari Dp. 9$$.$$$,-
&
#$
#0
6'
0*
0#
0
(!":,C ##5
Kelas terbuka terdapat pada kelas pertama dan kelas terakhir. Kelas terbuka
dibuat apabila tidak %ukup banyak pengamatan yang akan terjadi jika kelas
inter3al itu dibuat tertutup dan jika data ekstrim tidak diketahui atau tidak
perlu diperhatikan.
1. Dist"i)%si F"e%ensi Relati* K%#%lati*
Pada %ontoh di atas, frekuensi dinyatakan dengan banyak data yang terdapat
dalam tiap kelas, dalam bentuk absolut jika frekuensi dinyatakan dalam persen, maka
diperoleh daftar distribusi frekuensi relatif.
1ontoh distribusi frekuensi relatif untuk nilai ujian Fisika -asar
Frekuensi absolut disingkat f
aba
, Frekuensi relatif f rel atau f
.)/
untuk menghitung f
relatif kelas pertama
'$
6
@ #$$) H 6,9&)
7,BE: 5
-aftar -isrtribusi Frekuensi ,bsolut dan Delatif Eilai Fisika -asar
E? EI:,I !(I,E F
?
F
DE:7
#
0
6
5
&
*
9
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
6,9&
*,0&
#0,&
0$
6$
0#,0&
*,0&
(!":,C '$ #$$)
-aftar distribusi kumulatif dapat dibentuk dengan menjumlahkan frekuensi demi
frekuensi, ada dua ma%am distribusi frekuensi kumulatif ialah kurang dari dan atau
lebih, kedua hal itu terdapat pula frekuensi absolut dan relatif.
7,BE: &
-aftar -istribusi Frekuensi Kumulatif Kurang -ari .,bsolut dan Delatif/
N2 NILAI F
ABS
F
KUM
#
0
6
5
&
*
9
'
Kurang dari 6#
Kurang dari 5#
Kurang dari &#
Kurang dari *#
Kurang dari 9#
Kurang dari '#
Kurang dari +#
Kurang dari #$#
$
6
'
#'
65
&'
9&
'$
$
6,9&)
#$)
00,&)
50,&)
90,&)
+6,9&)
#$$)
4. Histo'"a#& Poli'on F"e%ensi (an 28ai$
1ontoh menyajikan data yang GGGGGGGfrekuensi ke dalam diagram, sumbu
datar menyatakan batas-batas kelas inter3al, sumbu tegak menyatkan frekuensi.
Bila tengah-tengah tiap sisi atas yang berdekatan dihubungkan dan sisi terakhir sisi
terakhir dihubungkan dengan setengah jarak kelas inter3al pada sumbu datar, bentuk
yang didapat dinamakan Poligon frekuensi.
,
!ntuk data dalam daftar distribusi frekuensi kumulatif kurang dari diagramnya seperti
berikut dan disebut sebagai ?K,IL.
4. Mo(el Pop%lasi
Poligon frekuensi merupakan garis-garis patah, kemudian diperhalus dan dinamakna
Kur3e frekuensi, kur3e frekuensi %ukup dapat menjelaskan sifat atau karakteristik
populasi, Kur3a ini merupakan model populasi.
-alam praktek, model populasi ini biasanya didekati oleh atau diturunkan dari kur3a
frekuensi yang diperoleh dari sampel representatif yang diambil dari populasi.
Bentuk-bentuk kur3a model populasi yang sering dikenal adalah4 model normal,
simetrik, positif atau miring ke kiri, negatif atau miring ke kanan dan lainnya.
BAB III
UKURAN 6EJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK
Penyajian data selain disajikan dalam bentuk diagram atau tabel, masih diperlukan
ukuran-ukuran yang merupakan akil kumpulan data tersebut yaitu ukuran gejala pusat
dan ukuran letak yang termasuk dalam ukuran gejala pusat adalah8 rata-rata atau rata-rata
hitung, rata-rata ukuran, rata-rata harmonik dan modus, sedangkan yang termasuk ukuran
letak adalah4 median, kuartil, dasil dan persentil.
!. Rata+"ata ata% Rata+"ata Hit%n'
Data-rata atau rata-rata hitung untuk data kuantitatif yang terdapat dalam sebuah
sampel dihitung dengan jalan membagi jumlah nilai data oleh banyaknya data. Data-
rata atau rata-rata hitung dinyatakan notasi M untuk sampel sedangkan untuk populasi
dinyatakan dengan .
n
M
M

=
1ontoh dalam suatu ujian Fisika dari #$ mahasisa adalah '+, +$, '9, &5, &6, '$, 9*,
9#, 9& dan && rata-ratanya4
#$
&& 9& 9# 9* '$ &6 &5 '9 +$ '+
M
+ + + + + + + + +
=

#$
96$
M =
H 96
!ntuk data yang telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi rata-rata dihitung
dengan4

=
f
f@
M
8
=n f
1ontoh4 Eilai IP, dari sekoalah dasar ada & sisa mendapat nilai 5, ' sisa
mendapat nilai &, #& sisa nilai *, 0$ sisa nilai 9, #$ sisa nilai ' dan 0 sisa
nilainya +, maka disusun dalam tabel berikut4
7,BE: *
-aftar -istribusi Frekuensi dan Produk f@
No Nilai 9 F"e%ensi * P"o(% *:
#
0
6
5
&
*
5
&
*
9
'
+
&
'
#&
0$
#$
0
0$
5$
+$
#5$
'$
#'
(umlah

f
H *$
f@
H 6''
(adi 4
6 , *
*$
6''
f
f@
M = = =

(ika data berbentuk data bergolong dan tersuusn dalam daftar distribusi frekuensi dari
data nilai ujian fisika dasar dari '$ mahasisa.
7,BE: 9
-aftar -istribusi Frekuensi, 7anda kelas dan Produk f@
Nilai U.ian F"e%ensi * Tan(a elas : P"o(% *:
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
6&,&
5&,&
&&,&
*&,&
9&,&
'&,&
+&,&
#$*,&
009,&
&&&
#$5'
#'#0
#5&6,&
599,&
(umlah '$ &*'$
9#
'$
&*'$
M = =
1ara lain untuk men%ari rata-rata adalah dengan %ara %oding atau %ara singkat4

+ =

f
f%
p @o M
Mo adalah salah satu tanda kelas yang kita pilih. !ntuk harga @o ini kita beri harga %
H $, untuk tanda kelas yang lebih dari @i, berturut-turut diberi harga % H #, % H 0, % H 6
dan seterusnya, sedangkan untuk tanda kelas yang kurang dari @o berturut-turut diberi
harga % H -#, % H -0, % H -6, dan seterusnya, p H panjang kelas. !ntuk %ontoh dapt kita
gunakan nilai ujian fisika dasar dengan disusun tabel sebagai berikut4
7,BE: '
-aftar -istribusi Frekuensi 7anda kelas . 1oding dan Produk f%
No Nilai 5 U.ian F"e%ensi * Tan(a elas : , *,
#
0
6
5
&
*
9
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
6&,&
5&,&
&&,&
*&,&
9&,&
'&,&
+&,&
-6
-0
-#
$
#
0
6
-+
-#$
-#$
$
05
65
#&
(umlah '$ 55
@ H *&,& J #$

'$
55
H *&,& J &,& H 9#
2. Rata+"ata U%"
(ika perbandingan tiap dua data berurutan tetap atau hampir tetap, maka rata-rata ukur
lebih baik digunakan daripada rata-rata hitung, dengan menggunakan rumus ! H
n
n .......@ 6 @ 0 @ @#
1ontoh4 rata-rata ukur untuk data @
#
H 0, @
0
H 5, @
6
H '
! H 0 0 ' . 5 . 0
6 * 6
= =
*<6
H 0
0
H 5
!ntuk bilangan besar lebih baik digunakan logaritme4
:og ! H
n
@i log

1ontoh4 @# H 0&*$8 @0 H #&+$8 @6 H &+$5


:og ! H
6
&+$5 log #&+$ log log0&*$ + +
:og ! H
6
...... 6 0$#5 . 6 #$'0 . 6 + +
H
5*$0 , 6
6
6'$9 , #$
=
H 0''&,&'
!ntuk gejala yang bersifat berkembang rata-rata dapat dihitung dengan rumusn4
Pa H Po .# J @<#$$/
-imana4
Po H Keadaan aal
Pa H keadaan akhir
@ H rata-rata pertumbuhan setiap satuan aktu
t H satuan aktu yang digunakan
%ontoh4
Penduduk Indonesia pada tahun #+'' men%apai #9& juta sedangkan pada akhir tahun
#++' men%apai 0$$ juta. 1ari rata-rata pertumbuhan penduduk tiap tahun dengan
rumus4
Pa H po .# J @<#$$/
t
0$$ H #9& .# J @ < #$$/
#$
:og 0$$ H log #9& J .#$/ . log .# J @<#$$/
0.6$#$ H 0,056$ J #$.log GG
GGGG.
GGGGG.
:aju rata-rata pertumbuhan penduduk G..pertahun.
!ntuk data yang telah disusun dalam faftar distribusi frekuensi rata-rata ukur hitung
dengan rumus4
:og ! H

fi
@i/ log .f
-imana @i merupakan tanda kelas N#<0 .ujung baah J ujung atas/O
1ontoh untuk nilai Fisika dasar dari '$ mahasisa4
7,BE: +
-aftar -istribusi Frekuensi 7anda kelas . log @i dan Produk f log @i
Nilai U.ian *i 9i lo' :i *i lo' :i
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
6&,&
5&,&
&&,&
*&,&
9&,&
'&,&
+&,&
#,&&$00&6&6
#,*&'$##6+9
#,9550+0+'6
#,'#*05#6
#,'99+5*+&0
#,+6#+**##&
#,+'$$$6690
5,*&$*'&$&+
',0+$$&*+'6
#9,550+0+'6
0+,$&+'*$'
5&,$9$90*'5
60,'56506+&
+,+$$$#*'&'
(umlah '$

= 0&99 , #59 log xi f

(adi log ! H
'5$90#0&5 , #
'$
0&99 , #59
=
! H *+,0+'
1. Rata+"ata Ha"#oni
!ntuk data @#, @0, @6,G..@n dalam sebuah sampel berukuran n, rumus untuk rata-rata
harmonika dalah4

=
@i
#
n
C
1ontoh4 rata-rata harmonik untuk kumpulan data @# H 0&8 @0 H *$8 @6 H &' adalah4
C H
&' < # *$ < # 0& < #
6
+ +
C H
$96+# , $
6
$#909 , $ $#**9 , $ $5 , $
6
=
+ +
H 5$,&'++
Data-rata harmonik tepat dipakai untuk menyelesaikan masalah berikut4
Elsi bepergian pulang pergi dari ;ogyakarta ke Semarang dengan mengendarai
mobil. =aktu pergi ke%epatannya 5$ Km<jam sedangkan aktu pulang ke%epatannya
&$ Km<jam, Citung rata-rata ke%epatan pulang pergi4
C H
55 , 55
&$ < # 5$ < #
0
=
+
!ntuk data yang telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi, maka rata-rata
harmoniknya dihitung dengan rumus4
C H

@i
fi
f
dimana @# H tanda kelas, fi H frekuensiyang sesuai tanda kelas
1ontoh4 untuk data nilai fisika dasar dari '$ mahasisa, disusn dalam tabel berikut4
7,BE: #$
-aftar -istribusi Frekuensi 7anda kelas, dan
@i
fi
Eo Eilai F !jian Fi Mi
@i
fi
#
0
6
5
&
*
9
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
6&,&
5&,&
&&,&
*&,&
9&,&
'&,&
+&,&
$,$'5&$9$50
$,#$+'+$#$+
$,#'$#'$#'
$,055095'$+
$,6#9''$9+5
$,#+''6$5$+
$,$&06&*$0
(umlah '$ #,#'9+#+6**
C H
* #,#'9+#+6*
'$
H *9,65&
!ntuk data nilai ujian Fisika -asar dari '$ mahasisa telah diperoleh4
M H 9#
! H *+,0+'
C H *9,65&
7ernyata se%ara empirik didapat hubungan antara rata-rata hitung, rata-rata ukur dan
rata-rata Carmonik adalah4
C PH! PH M
4. Mo(%s
!ntuk menyatakan fenomena yang paling banyak terjadi atau paling banyak terdapat
digunakan ukuran modus disingkat "o. "odus untuk data kuantitatif ditentukan
dengan jalan menentukan frekuensi terbanyak diantara data itu.
1ontoh4 nilai IP, di suatu S7P, yang telah diurutkan adalah4
5,5,&,&,&,&,*,*,*,*,*,9,9,9,9,9,9,9,9,9,',',',',',+,+,+,+
Frekuensi terbanyak ialah f H +, terjadi pada data bernilai 9, maka "odus "oH 9
(ika data telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi, modusnya dapat ditentukan
dengan rumus4
"o H b J p
b0 b#
b#
+
dimana4
b H batas baah kelas modus, ialah kelas inter3al dengan frekuensi terbanyak
p H panjang kelas modus
b# H frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas inter3al terdekat
sebelumnya
b0 H frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas inter3al terdekat
berikutnya
1ontoh4 %arilah modus nilai fisika data dari '$ mahasisa, maka disusun tabel
berikut4
No Nilai U.ian *i
#
0
6
5
&
*
9
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
(umlah '$
Kelas modus H kelas kelima, batas baah kelas b H 9$,&
P H #$, bl H 05 -#* H ', b0 H 05 F #9 H 9
"o H 9$,& J #$

+9 '
'
H 9$,& J &,66 H 9&,'
;. Me(ian /Me0
"edian menentukan letak data setelah data diurutkan menurut urutan nilainya.
"edian disingkat dengan "e, terletak ditengah-tengah &$) dari data itu harganya
paling tinggi "e, sedangkan &$) lagi harganya paling rendah H "e
(ika data banyaknya ganjil, maka "e, setelah data disusun menurut nilainya
merupakan data paling tengah.
1ontoh4 data setelah diurutkan 6,6,5,5,5,&,&,*,*,9,',',',',',',',+,+8 data paling tengah
bernilai 9, jadi "e H 9
(ika data banyaknya genap, maka "e, setelah data disusun menurut nilainya sama
dengan rata-rata dari dua data tengah.
1ontoh4 6,5,5,&,&,&,*,9,9,',',+
"e H I .&J*/ H &,&
!ntuk data yang telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi, median dihitung
dengan rumus4
"e H b Jp

f
F - .n/ #<0
-imana 4
b H batas baah kelas median, ialah kelas dimana median akan terletak
P H panjang kelas median, n H ukuran sampel atau banyaknya data
F H jumlah semua frekuensi sebelum kelas median
f H frekuensi kelas median
1ontoh4 Citunglah median data-data nilai ujian Fisik -asar untuk '$ mahasisa,
maka disusun tabel berikut4
No Nilai U.ian Fi
#
0
6
5
&
*
9
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
(umlah '$
Setengah dari seluruh data 4 I .n/ H I .'$/ H 5$, "edian akan terletak pada kelas
inter3al kelima, karena sampai kelas inter3al keempat jumlah frekuensi baru 65,
berarti ke-5$ termasuk di dalam kelas interal kelima, sehingga8
b H 9$,&, P H #$, n H '$, F H 6 J & J #$ J #* H 65, f H 05
"e H 9$,& J #$
96
05
65 5$
=


!ntuk data nilai !jian Fisika -asar dari '$ mahasisa telah didapat4
@ H 9#
"o H 9&,'6
"e H 96
Eampak baha harga-harga statistik tersebut berlainan, rata-rata, median dan modus
akan sama bila kur3a halusnya simetrik hubungan empirik untuk gejala dengan kur3a
halus positif atau negatif dapat dinyatakan dengan rumus4
Data-rata F "o H 6 .Data-rata F "e/
<. K%a"til& Desil (an Pe"sentil
a. Kuartil
(ika sekumpulan data disusun menurut urutan nilainya, kemudian dibagi 5 bagian
yang sama, maka bilangan pembagi disebut kuartil. ,da tiga buah kuartil, kuartil
pertama K#, kuartil kedua K0, dan kuartil ketiga K6< !ntuk men%ari kuartil
dengan rumus4 :etak kuarti Ki H data ke
5
#/ .n i +
8
dimana i H #,0,68 n H (umlah data.
1ontoh4 sampel dengan data4 9',9*,+$,'*,&5,*&,*+,9',5&,&9,'0,&* yang telah
diurutkan 4 5&,&5,&*,&9,*&,*+,9*,9',9','0,'*,+$8 n H #0 akan di%ari K#, maka
letak K# H data ke
5
#/ .#0 # +
H data ke 6 Q yaitu antara data ke 6 dan ke 5.
Eilai K# H data ke 6 J Q .data ke 5 F data ke 6/.
K# H &* J Q .&9 F &*/ H &*,0& !ntuk data yang telah disusun dalam daftar
distribusi frekuensi kuartil dihitung dengan rumus4
Ki H b J P

f
F - in<5
-engan i H #,0,6 dengan b H batas baah kelas Ki, ialah kelas inter3al dimana Ki
akan teletak. P H Panjang kelas Ki, F jumlah frekuensi sebelum kelas Ki, f H
Frekuensi kelas Ki.
1ontoh4 akan di%ari K0 dari data nilai ujian Fisika -asar dari '$ mahasisa, maka
disusun tabel sebagai berikut4
No Nilai U.ian Fi
#
0
6
5
&
*
9
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
(umlah '$
!ntuk menghitung K0, maka perlu men%ari letak K0, K0 akan terletak pada data
ke 0@'$<5 H 5$, data ke 5$ termasuk dalam kelas inter3al kelima, sehingga4 b H
9$,&8 P H #$8 f H 058 F H 6 J & J #$ J#*H 65, n H '$
K0 H 9$,& J #$

05
65 - '$<5 @ 0
H 9$,& J #$

05
*
H 96
b. -esil
(ika kumpulan data yang telah diurutkan, dibagi menjadi #$ bagianyang sama,
maka didapat sembilan pembagi, dan tiap pembagi dinamakan desil, yaitu desil
pertama, kedua, ketiga, GG.., kesembilan, diberi Eotasi -#,-0,-6,G..,-+
:etak -esil ditentukan oleh rumus4
:etak -i H data ke
#$
#/ .n i +
8 i H #,0,6,G..,+
1ontoh 4 dari data pada %onto kuartil akan di%ari -6 data tersebut adalah4 5&, &5,
&*, &9, *&, *+, 9*, 9', 9', '0, '*, +$.
:etak -& H data ke
#$
/ # #0 . & +
H data ke * #<0
Eilai -& H data ke *J, I .data ke 9 F data ke */
H *+ J I .9* F *+/ H 90,&
!ntuk data yang telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi, -esil dihitung
dengan rumus8 -iH b J P
R
#$
S
f
F
in

, dengan i H #, 0, 6, G..+, dengan b H batas
baah kelas -i, ialah kelas inter3l dimana -i terletak
P H panjang kelas -i, FH (umlah frekuensi sebelum kelas -i
f H frekuensi kelas -i
1ontoh4 dari nilai ujian Fisika -sar dari 6$ mahasisa akan di%ari -9 dari tabel
berikut4
No Nilai U.ian *i
#
0
6
5
&
*
9
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
(umlah '$
-9 akan terletak pada data ke
&* @
#$
'$ @ 9
, data ke &* akan termasuk dalam
kelas inter3al ke lima, dengan demikian maka b H 9$,&, P H #$, F H 6* dan f H 05.
-9 H 9$,& J #$
R
05
65
#$
' 9
S

x
H 9+,*9
%. Persentil
(ika sekumpulan data yang telah diurutkan dari yang terke%il ke yang terbesar,
kemudian dibagi menjadi #$$ bagian yagn sama akan didapat ++ pembagi, dan
berturut-turut dinamakan persentil pertama, kedua,G. persentil ke ++, dengan
notasi P
#
, P
0
, P
6
G..P
n
:etak persentil ditentukan dengan rumus4
:etak Pi H data ke
#$$
/ # . + n i
, dimana i H #, 0, 6, G..++
Sedang untuk data dalam daftar distribusi frekuensi dihitung dengan rumus4
Pi H b J P
R
#$$
S
f
F
in

, di mana P H panjang kelas
b H batas baah kelas Pi, ialah kelas inter3al dimana Pi teletak
F H jumlah frekuensi sebelum kelas Pi
f H frekuensi kelas Pi
1ontoh4 data tentang nilai ujian Fisika dasar dari '$ mahasisa akan di%ari P
06
,
disusun dalam tabel berikut4
No Nilai U.ian Fi
#
0
6
5
&
*
9
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
(umlah '$
P
06
akan terletak pada data ke
#$$
'$ @ 06
H #',5 data ke #',5 termasuk dalam kelas
inter3al keempat dengan demikian b H *$,&, P H #$, F H #', dan f H #*, i H 06, n H
#$$ maka4
P
06
H*$,9&
BAB I=
UKURAN SIMPAN6AN DIPERSI DAN =ARIASI
!. Rentan' Anta" K%a"til /RAK0
Dentang antar kuartil mudah ditentukan, merupakan selisih antara K
6
dan K
#
,
rumusnya adalah D,K H K
6
F K
#
. -ata nilai fisika dasar dari '$ mahasisa dapat
dihitung K
6
dan K
#
.
No Nilai U.ian Fi
#
0
6
5
&
*
9
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
65
#9
&
(umlah '$
!ntuk menghitung K6, maka perlu men%ari letak K6, K6 akan terletak pada data ke 6
@ '$ < 5 H *$, data ke *$ termasuk dalam kelas inter3al keenam, sehingga4
b H '$,&8 P H #$8 f H #9, F H & J #$ J #* J 05 H &', n H '$.
K6 H '$,& J #$
*9* , '#
#9
&' - *$
=

!ntuk menghitung K#, maka perlu men%ari letak K#, K# akan terletak pada data ke #
@ '$ < 5 H 0$, data ke 0$ termasuk dalam kelas inter3al keempat, sehingga4
b H *$,&, P H #$, f H #*, F H 6 J & J #$ H #', n H '$
K# H *$,& J #$
9& , *#
#*
#' - 0$
=

Sehingga D,K H '#,*9* F *#,9& H #+,+0*


Simpangan kuartil atau de3iasi kuartil atau disebut pula rentang semi kuartil,
ditentukan dengan rumus4 SKH I .K6 F K#/, dari perhitungan di atas, maka Sk dapat
dihitung SK H I .'#,*9* F *#,9&/ H +,+*6.
2. Rata+Rata Si#pan'an /RS0
"isal data hasil pengamatan berbenuk M#, M0, GGMn, dengan rata-rata M . (arak
antara tiap data dengan rata-rata M ditulis TM
#
- M T disebut jarak antara M, dengan
M . (ika jarak-jarak dijumlah, kemudian dibagi oleh n, maka diperoleh satuan yang
disebut rata-rata simpangan atau rata-rata de3iasi, ditentukan dengan rumus DS H
n
M - M
#
dimana DS H rata-rata simpang.
1ontoh4
M
#
M
i
- M T M
#
- M T
5
&
9
'
-0
-#
#
0
0
#
#
0
(umlah 05 *
(ika dihitung rata-ratanya adalah *, sehingga DS dapat dihitung
DS H
& , #
5
*
=
1. Si#pan' Ba% ata% De3iasi Stan(a"
(ika kita mempunyai sampel berukuran n dengan data M#, M0, G..Mn dan rata-rata
M , maka statistik s H
#
/ M .M
0

n
i
untuk hasil akan diambil yang positif, dimana
s H simpangan baku untuk sampel, untuk populasi notasinya. Pangkat dua dari
simpangan baku s
0
adalah 3arians untuk sampel
0
untuk 3arians populasi.
1ontoh4 diberikan sampel dengan data 5, &, 9, dan ' dibuat data berikut4
M
#
M
i
- M .M
i
- M /
0
5
&
9
'
-0
-#
#
0
5
#
#
5
(umlah 05 #$
S H '0* , #
6
#$
=
1ara kedua untuk men%ari simpang baku, dengan rumus4
S H
#/ - .n n
M/ . M n
0 0
#

M
#
M
0
5
&
9
'
#*
0&
5+
*5
(umlah 05 #&5
S H
#/ - 5.5
05 - .#&5/ 5
0
H
#0
&9* - *#*
H
66 , 6
H #,'0*8 3arians S
0
H 6,66
1ontoh 4 ,kan di%ari simpangan baku dari daa sampel 5, &, *, 9, ', + siapkan abel
sebagai berikut4
7,BE: ##
-aftar Pembatu "en%ari simpang baku
M
#
F
0
#
M
f M
fM
0
5
&
*
9
'
+
#
6
&
*
##
5
#*
0&
6*
5+
*5
'#
5
#&
6$
50
''
6*
#*
9&
#'$
0+5
9$5
605

=6+ M
UfH6$

=09# M
0
UfMH0#& UfM
0
H#&+6
S H
#/ - .6$ 6$
0#& - .#&+6/ 6$
0
H
'9$
5*00& - 599+$
H
'9$
#&*&
H
H
9+'' , #
H#,65
!ntuk penggunaan rumus ini tidak perlu men%ari rata-rata
(ika data telah disusun dalam daftar distribusi frekuensi aka untuk menentukan
simpang baku digunakan rumus4
S H
#
/ M .M f
0
#

n
1ontoh4 data nilai ujian Fisika dasar dari '$ mahasisa akan di%ari simpang bakunya,
disiapkan tabel sebagai berikut4
7,BE: #0
-aftar Pembatu "en%ari simpang baku
Eilai !jian f
#
Mi M
#
- M .M
#
- M /
0
f .M
i
- M
/
0
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
6&,&
5&,&
&&,&
*&,&
9&,&
'&,&
+&,&
-6&,&
-0&,&
-#&,&
&,&
5,&
#5,&
05,&
#0*$,0&
*&$,0&
05$,0&
6$,0&
0$,0&
0#$,0&
*$$,0&
69'$,9&
60&#,0&
05$0,&
5'5
5'*
6&59,0&
6$$#,0&
(umlah '$ #*+'$
n H
='$ f
S H +6*9 , 0#5
# '$
#*+'$
=

H #5,**
1ara kedua, dengan menggunakan rumus4 S H
#/ - .n n
/ M f . M f n
0
# #
0
#


penggunaan rumus ini tidak men%ari rata-rata.
1ontoh4 ,kan di%ari simpang baku nilai ujian Fisika -asar dari '$ mahasisa.
-ipersiapkan tabel sebagai berikut4
7,BE: #6
-aftar Pembatu "en%ari simpang baku
Eilai !jian f
#
M
#
f
#
M
#
f
#
M
#
0
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
6&,&
5&,&
&&,&
*&,&
9&,&
'&,&
+&,&
#$*,&
099,&
&&&
#$5'
#'#0
#5&6,&
599,&
69'$,9&
#$6&#,0&
6$'$0,&
*'*55
#6*'$*
#05095,0&
5&*$#,0&
(umlah '$

=&*'$ M f
# #

=50$0*$ M f
0
# #
S H
#/ - .'$ '$
.&*'$/ - 50$0*$ @ '$
0
H
*60$
600*05$$ - 66*0$'$$
H
+6*9 , 0#5
H#5,**
1ara ketiga untuk men%ari simpangan baku yaitu dengan %ara %oding atau %ara
singkat dengan rumus4
S H


#/ - .n n
/ 1 f . 1 f n
P
0
#
0
# # 0
,kan kita %ari simpangan baku data nilai ujian Fisika -asar, dengan memilih salah
satu tanda kelas kita beri tanda @o dan kita beri harga 1 H $, selanjutnya tanda kelas
yang kurang dari @o berturut-turut diberi harga 1 H -#, 1 H -0, 1 H -6 dan
seterusnya, sedangkan tanda kelas yang lebih dari @o berturut-turut diberi harga 1 H
#, 1 H 0, 1 H 6 dan seterusnya, kita siapkan tabel sebagai berikut
7,BE: #5
-aftar Pembatu "en%ari simpang baku
Eilai !jian F
#
M
#
1
#
f
#
1
#
f
#
1
#
0
6# F 5$
5# F &$
&# F *$
*# F 9$
9# F '$
'# F +$
+# F #$$
6
&
#$
#*
05
#9
&
6&,&
5&,&
&&,&
*&,&
9&,&
'&,&
+&,&
-5
-6
-0
-#
$
#
0
-#0
-#&
-0$
-#*
$
#9
#$
5'
5&
5$
#*
$
#9
0$

='$ f

= 6* - 1 f
# #
=#'* f1
0
-ari tabel itu kita dapatkan
= = = = = #$ P , #'* 0 f1 , 6* 1 f '$, n f
# # #
S H

#/ - .'$ '$
.6*/ - #'*/ @ .'$
#$
0
0
H


*60$
#0+* #5''$
#$$
H
+0*9 , 0#5
H #5,**
Si#pan' )a% 'a)%n'an
7erdapat k buah subsampel
Sampel # 4 berukuran n# dengan simpangan baku S#
Sampel 0 4 berukuran n0 dengan simpangan baku S0
GGGGGGGGGGGGGGGGGGGG..
Sampe k 4 berukuran nk dengan simpangan baku S#
;ang digabungkan menjadi sebuah sampel berukuran n F n# F n0 - GG.nk simpang
gabungan dihitung dengan rumus4
S H

k - ni
Si #/ - .ni
0
Casil pengamatan terhadap n#H 0$ obyek menghasilkan S
#
H *,&', sedangkan
pengamatan berikutnya terdapat n0H 6$ obyek menghasilkan S
0
H 9,#&, maka
simpangan gabungan dari dua pengamatan tersebut dapat dihitung4
S H
0 - 6$ 0$
.9,#&/ / # - .6$ .*,&'/ #/ - 0$ .
0 0
+
+
S H
5'
&&0& , #5'0 *6#* , '00 +
H *,+0++'
Simpangan bagu gabungan S H *,+0++'
4. An'a Ba% (an Koe*isien =a"iansi
Sebuah sampel berukuran n dengan data M
#
, M
0
, ...............M
n
sedangkan rata-ratanya
M , dan simpangan baku H S, kita dapat membentuk4
Ki H
S
M M
#

,
untuk I H #, 0, 6, G.n4 diperoleh penyimpngan atau de3iasi daripada rata-rata
dinyatakan dalamsatuan simpangan baku, angka yang didapat dinamakan angka K.
Lariabel K
#
, K
0
GGK
n
ternyata mempunyai rata-rata H $ dan simpangan baku H #
1ontoh4 data nilai IP, dari sisa S:7P adalah M
#
H ', M
0
H *, M
6
H &, M
5
H 5, M
&
H 9,
M*H* M
9
H 9, M
'
H *, M
+
H &, M
#$
H *, dengan rata-rata H *, sehingga angka baku K
dapat dihitung4
M ' * & 5 9 * 9 * & * U M H *$
M
0
*5 6* 0& #* 5+ 6* 5+ 6* 0& 6* UM
0
H690
-iperoleh rata H* dan s
S H
+$
6*$$ 690 #$ x
H
+$
#0$
H
66 , #
H #,#&
K
#
H
95 , #
#& , #
* 5
K , '9 , $
#& , #
* &
K6 8 $
#,#&
* - *
K 8 95 , #
#,#&
* - '
5 0
=

= =

= = = =
K
&
H
'9 , $
#& , #
* 9
=

, K
*
H K
0
H K
'
H K
#$
H $, K
9
H K
&
H $,'9, K
+
H K
6
H -$,'9
sehingga
$
#$
$ '9 , $ $ '9 , $ '9 , $ 95 , # '9 , $ $ 95 , #
K =
+ + + + + +
=
, S
V
H #
-alam penggunaannya angka K sering diubah menjadi bentuk baru, atau distribusi
baru atau model baru yang mempunyai rata-rata
$
M
dan simpangan baku So yang
ditentukan besarnya, rumus yang digunakan4
K
#
H


+
S
X X
S
o
o
#
M
1ontoh4 seorang mahasisa mendapat nilai 9* pada ujian Fisika kuantu, dimana rata-
rata dan simpangan baku dari kelompok masing-masing 9$ dan ##. sedangkan untuk
matakuliah "ekanika ia mendapat nilai '0, data rata-rata dan simpangan baku
kelompoknya masing-masing 99 dan #0. dalam mata ujian mana mahasisa tersebut
memperoleh kedudukan lebih . Penyelesaiannya4
!ntuk mata kuliah Fisika "odern K H
&5& , $
##
9$ 9*
=

!ntuk mata kuliah "ekanika K H


5#* , $
#0
99 '0
=

-engan melihat nilai Fisika kuantum 9* dan nilai "ekanika '0, nilai Fisika kuantum
lebih rendah dari "ekanika namun Fisika kuantum memperoleh rangking yang lebih
baik dari pada mekanika. -isinilah angka baku dipakai untuk membandingkan
distribusi dari suatu hal. Perbedaan angka baku antar nilai Fisika Kuantum dengan
"ekanika kurang begitu kelihata maka jika diubah ke dalam angka baku model baru
dengan rata-rata Mo H #$$ dan simpang baku So H 0$, akan didapat4
!ntuk Fisika Kuantum Ki H #$$ J 0$ .$,&5&/ H ##$,+
!ntuk "ekanika K H #$$ J 0$ .$,&#*/ H #$',60
!kuran 3ariasi atau dispersi yang telah diuraikan di atas merupakan dispersi absolut.
Lariasi * 1m untuk ukuran #$$m dan 3ariasi * 1m untuk ukuran 0m jelas
mempunyai pengaruh yang berlainan. !ntuk mengukur pengaruh demikian da untuk
membandingkan 3ariasi antara nilai-nilai besar dan nilai-nilai ke%il digunakan
dispersi relatif yang ditentukan oleh4 -ispersi Delatif H
rata - Data
,bsolut -ispersi
bila
dispersi absolut diganti dengan simpang baku maka diperoleh koefisien 3ariasi,
disingkat KL, dan dinyatakan dalam persen, Dumusnya4
KL H
#$$) @
rata - Data
Baku Simpang
1ontoh4 Bola pingpong merk ,!1 rata-rata dapat dipakai selama 0$$ jam dengan
sipangan baku 6$ jam. Bola merk B!1 rata-rata dapat dipakai selama 60$ jam
dengan simpangan bakunya 9$ jam, maka KL dapat di%ari4
KL .bola merk ,!1/ H
#&) #$$) @
0$$
6$
=
KL .bola merk B!1/ H
06,66) #$$) @
6$$
9$
=