Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN
1. STROKE
a. Definisi
Stroke adalah penurunan system syaraf utama secara tiba-tiba yang
berlangsung selama 24 jam dan diperkirakan berasal dari pembuluh darah. Serangan
ishkemia sementara atau transient ischemic attack (TIA adalah iskemia system
syaraf utama menurun selama kurang dari 24 jam dan biasanya kurang dari !" menit.
Stroke ada 2 yaitu # stroke ishkemia dan stroke pendarahan..
$erdasarkan perjalanan klinisnya stroke iskemik dibedakan menjadi #
TIA (Transient Ischemic Attact atau serangan stroke sementara% gejala deficit
neurologis hanya berlangsung kurang dari 24 jam
&I'( (&e)ersible Ischemic 'eurological (eficits% kelainan atau gejala
neurologis menghilang antara lebih dari 24 jam sampai ! minggu
Stroke progresif yaitu stroke yang gejala klinisnya secara bertahap
berkembang dari yang ringan sampai semakin berat
Stroke komplet yaitu stroke dengan deficit neurologis yang menetap dan
sudah tidak berkembang lagi.
b. Faktor resiko
*. +aktor resiko tidak dapat dimodifikasi untuk stroke anatara lain peningkatan
usia% laki-laki% ras ( amerika-afrika% asia% amerika latin dan turunan.
2. +aktor resiko yang dapat dimnodifikasi antara lain #
,ipertensi dan penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner%
gagal jantung% hipertrofi )entrikel kiri% fibrilasi atrial.
+aktor resiko lainnya antara lain serangan iskemia sementara% diabetes
mellitus% displipidemia dan merokok.
c. Patofisioo!i
Sejumlah -- . pembentukan iskhemia disebabkan pembentukan thrombus atau
emboli yang menghambat arteri serebral emboli dapat muncul dari arteri intra- dan
ekstra cranial% 2" . stroke emboli muncul dari jantung aterosklerosis carotid plak
dapat rusak oleh kolagen % agregasi platelet dan pembentukan thrombus bekuan dapat
menyebabkan hambatan disekitar atau terjadi pelepasan dan bergerak kearah
distal%dan pada akhirnya akan menghambat pembuluh serebral% aliran darah yang
berhenti dalam atrium atau )entrikel mengarah ke pembentukan bekuan local yang
dapat pelepasan dan bergerak melalui aorta menuju serebral% penurunan aliran darah
serebral menyebabkan iskemia.
". #anifestasi kinis
/asien tidak dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya
/asien mengalami kelemahan pada satu sisi tubuh
0etidak mampuan berbicara
0ehilangan melihat
1ertigo atau jatuh
Stroke iskemic tidak meyakitkan tapi sakit kepala dapat terjadi dan lebih
parah pada stroke pendarahan.
e. Tera$i
T%&%an tera$i
Stroke ak%t
o 2engurangi luka system syaraf yang sedang berlangsung dan menurunkan
kematian dan cacat jangka panjang
o 2encegah komplikasi sekunder untuk imobilitas dan disfungsi system syaraf
o 2encegah berulangnya stroke
Tera$i non far'akoo!i
/ada iskemia akut penangan operasi terbatas. 3perasi dekompresi dapat
menyelamatkan hidup dalam beberapa kasus pembengkakan yang signifikan
yang berhubungan dengan infark serebral.
/endarahan sub arachnoid% operasi untuk memotong dan memindahkan
pembuluh darah yang abnormal.
Tera$i far'akoo!i stroke iske'ia
/anduan de4an stroke dari assosiasi stroke amerika untuk pengaturan stroke
iskemic akut memebrikan rekomendasi tingkat A (co# bukti yang didukung data uji
klinik acak dengan positif palsu dan negati)e palsu eror rendah dengan penggunaan
acti)ator plasminogen intra)ena (t/A% alteplase dalam onset ! jam dan aspirin dalam
onset 4- jam .
BAB II
ILUSTRASI KASUS
(.1. I"entitas $asien
Tanggal kunjungan # 25 6anuari 2"*4
'o. rekam medik # "7.82.77
'ama pasien # Tn. Aman
6enis kelamin # 9aki-9aki
:mur # ;" Thn
Alamat # /asaman $arat
(okter # dr. &uhaya% S./(
<ara $ayar # :mum
Agama # Islam
&uangan # +lamboyan 2
(.(. I%strasi kas%s
Seorang pasien laki-laki datang ke &SS' $ukittinggi dengan keluhan% lemah
anggota gerak kanan sejak * hari sebelum masuk rumah sakit.
(.).Ri*a+at Pen+akit Sekaran! ,RPS-
9emah anggota gerak kanan.
(...Ri*a+at Pen+akit Ter"a/%% ,RPD-
,ipertensi (= tidak terkontrol
(.0.Pe'eriksaan Fisik
Suhu # !7
"
<
0eadaan umum # Sakit sedang
Tingkat kesadaran # <ompos 2entis (<2
+rekuensi nafas # 2" > ? menit
+rekuensi nadi # ;- > ? mnt
Tekanan darah # *;"?*""
(.1.Penataaksanaan
Terapi yang diberikan di I@( pada 5 6anuari 2"*4
Infuse I1+( 'a<l "%8. ?*2 jam
Injeksi &anitidine 2>* ampul (i)
Injeksi $ralin 2>5"" mg (i)
'eurode> *>* tablet
Amlodipine *" mg *>* tablet
(.2.Pe'eriksaan Pen%n&an!
@ula darah random
(arah lengkap
:reum
0reatrinin
A0@
,<TS
&ongen thora>
(.3.Dia!nosis
,emiparesis de>tra (= paresis = afasia motorik ec. Susp. <1( SI
BAB III
FOLLO4 UP
).1. Foo* U$
a. Hari Pera*atan Perta'a ,(0 5an%ari (61.-
/asien datang melalui I@( dengan keluhan lemah anggota gerak kanan sejak
satu hari sebelum masuk rumah sakit% bicara (-% menelan (-% mulut mencong
(-. Sakit kepala (- muntah (-
/asien memiliki ri4ayat hipertensi dan merokok.
Terapi yang di berikan yaitu #
I+1( 'a<l "%8 . ? *2 jam
Inj. &anitidin 2>* amp I1
Inj. $ralin 2> 5"" mg
'eurode> *>* tab
Amlodipin *" mg *>* tab.
b. Hari Pera*atan Ke"%a ,(1 5an%ari (61.-
/asien dengan keluhan masih lemah anggota gerak kanan dan masih tidak
bisa berbicara. ,asil <T scan menunjukkan infark cerebral. <airan lambung
dari '@T terlihat keruh. 2aka tindakan yang dilakukan untuk pasien yaitu #
- pasien puasa
- kumbah lambung ? 2 jam
- inj. Transamin !>*
- inj. 1itamin 0 !>*.
c. Hari Pera*atan keti!a ,(2 5an%ari (61.-
0eluhan pasien masih sama% gejala yang terlihat juga masih sama.
/asien didagnosa hemiparesis (>% afasia% stroke iskemik onset tiga hari.
Terapi dilanjutkan #
3
2
2 B 4 liter ?i
<eftria>on 2>* I1
Aspilet *>-" mg
&anitidine 2>* ampul (I1
Syr. Impepsa 4 > *" cc
Spoling '@T *- jam
Syr. Ambro>ol
Incelin 2> 5"" mg
(iltiaCem 2>!" mg
". Hari Pera*atan Kee'$at ,(3 5an%ari (61.-
S D keluhan pasien masih sama
3 D T( #
Ass D hemiparesis de>tra = afasia = hipertensi onset hari ke 7.
Tindakan D (iltiaCem 2 > !" mg
/asien diharapkan mobilisasi aktif% sudah boleh E duduk%
diet makan lunak dan rendah garam.
e. Hari Pera*atan Kei'a ,(7 5an%ari (61.-
A D pasien mengeluhkan demam.
3 D T( # *5"?*"" mm,g ,&#-4 >?menit &&# 2* > ? menit
Ass D Afasia motorik
/ (tindakan D /<T 4 > 5"" mg
A)alusi '@T
(an terapi dilanjutkan .
f. Hari Pera*atan Keena' ,)6 5an%ari (61.-
A 8 9
3 D T( # *-"?*"" mm,g ,&#-" >?menit &&# 22 > ? menit
/ (tindakan D karena tekanan darah pasien masih tinggi maka dosis
diltiaCem dinaikkan menjadi 2 > 7" mg%
9ifeCar * > *"" mg
'eurotam ! > ! g i)
Terapi dilanjutkan.
!. Hari Pera*atan Ket%&%/ ,)1 5an%ari (61.-
A D -
3 D *4"?-" mm,@
Ass D hemiparesis de>tra = afasia motorik
Tindakan D terapi dilanjutkan.
/. Hari Pera*atan Ke"ea$an ,1 Febr%ari (61.-
A D -
3 D *!"?8" mm,@
Ass D hemiparesis de>tra = afasia motorik
Tindakan D terapi dilanjutkan
i. Hari Pera*atan Ke"ea$an ,1 Febr%ari (61.-
0eadaan pasien sudah mulai membaik terapi dilanjutkan
&. Hari Pera*atan Kese'bian ,( Febr%ari (61.-
/asien pulang /aksa.

BAB 1:
DISKUSI
Stroke iskemik adalah suatu keadaan hilangnya sebagian atau seluruh fungsi
neurologis (deficit neurologic fokal atau global yang teradi secara mendadak%
berlangsung lebih dari 24 jam atau menyababkan kematian% yang semata-mata
disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak karena berkurangnya suplai darah
(stroke iskemik atau pecahnya pembuluh darah secara spontan (stroke pendarahan.
+aktor resiko terbagi dua kelompok yaitu Modiafiable risk factors dan Non
modifiable risk factor% yang termasuk non modifiable risk factor adalah jenis
kelamin% berat badan% ras?etnik% dan genetik. Falaupun faktor ini tidak dapat diubah
namun tetap berperan sebagai pengidentifikasi yang penting pada pasien yang
beresiko terjadinya stroke% sementara itu yang termasuk Modiafiable risk factors
adalah hipertensi% penyakit jantung% merokok% diabetes% dislipidemia dan obesitas.
Tujuan farmakoterapi stroke iskemik adalah mencegah terjadinya faktor
resiko% mencegah terjadinya serangan baru dan penatalaksanaan akut. (iantaranya
dengan cara melancarkan aliran darah sebagai upaya pemenuhan kebutuhan oksigen
ke otak% serta memperbaiki fungsional neuron% membatasi keparahan dan terjadinya
kecacatan% mencegah komplikasi dan mencegah terjadinya kekambuhan.
Seorang pasien laki-laki berumur ;" tahun% pada tanggal 25 6anuari 2"*4
masuk &S Stroke 'asional% $ukit tinggi dengan keluhan anggota gerak kanan terasa
berat sejak satu hari yang lalu% bicara pelo% mulut mencong% sakit kepala dan punya
ri4ayat penyakit hipertensi serta suka sekali merokok. Tekanan darah yang diperiksa
ketika pasien masuk &umah Sakit adalah *;"?*"" mm,g. 0eadaan umum pasien
sakit sedang dengan tingkat kesadaran compos mentis (<2.
(i I@( pasien mendapat injeksi ranitidine 2 > * ampul dan injeksi bralin
2>5"" mg. ,asil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 25 6anuari 2"*4 yaitu# gula
darah random **5 2g. (normal% ureum 25 (normal% dan kreatinin *%" mg?dl
(normal% Selain itu juga dilakukan pemeriksaan laboratorium kembali pada tanggal
27 6anuari dengan hasil glukosa darah nuchter -5 2g.(normal% asam urat 7%"mg.
(normal% ureum 2-% creatinin *%"(normal%. total kolesterol *48 mg. (normal% ,(9
!- mg. (normal% 9(9 ;5%- mg. (normal% trigliserida *;7 mg. (normal% pasien
ini di diagnosa hemiparesis dekstra% paresis ' 1II III% afasia motorik ec.susp <1( SI.
Tujuan farmakoterapi dari kaus ini bukanlah untuk menurunkan tekanan darah
menjadi normal% melainkan mereduksi tekanan arteri rata-rata atau yang biasa disebut
dengan 2A/ (2ean Arterial /reassure diatas 25. selama beberapa menit B jam
sebagai target yang utama dan dapat diturunkan menjadi *7"?*"" mm,g untuk 2-7
jam berikutnya. /enurunan tekanan darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan
iskemik organ atau infark. 6ika penurunan tekanan darah dapat ditoleransi dengan
baik% penurunan tekanan darah dapat dilanjutkan secara bertahap setelah 24 B 4- jam%
tetapi kebijakan di &S Stroke 'asional penggunaan antihipertensi biasa digunakan
setelah ! hari penggunaan obat antihipertensi emergensi
:ntuk perbaikan fungsi jaringan saraf otak% pasien telah mendapatkan terapi
injeksi bralin. $ralin yg isinya citikolin merupakan deri)ate kolin dan sitidin yang
terlibat pada biosintesis lesitin yang dapa tmemodulasi metabolisme fosfolipid
membransel serta memperbaiki kadar neurotransmitter. <itikolin diklaim mampu
meningkatkan aliran darah dan kebutuhan oksigen otak. 2ekanisme kerjanya adalah
meningkatkan kerja formatioreti cularis ascendens yang berhubungan dengan
kesadaran% mengaktifkan sistem pyramidal dan memperbaiki kelumpuhan sistem
motoris dan meningkatkan konsumsi 3
2
dari otak dan memperbaiki metabolisme
otak. &egimen dosis yang biasa diberikan adalah *-2 kali sehari dengan intra)ena drip
atau injeksi% dimana fase akut 25"-5"" mg dan fasekronik *""-!"" mg% dosis dapat
ditingkatkan tergantung situasi. /erbaikan system saraf juga didukung dengan
pemberian 'eurode>. 'eurode> berperan dalam metabolisme karbohidrat% protein%
asam amino% asam nukleat dan berpengaruh pada pematangan sel dan memelihara
integritas jaringan saraf.
Injeksi &anitidine
G
bertujuan untuk mengobati stress ulcer kerena pasien
stroke biasanya didahului dengan terjadinya stress ulcer% hal ini disebabkan karena
kesadaran pasien stroke menurun sehingga saluran pencernaan tidak berfungsi dengan
baik. 2ekanisme kerja dari ranitidinya itu menghambat secara kompetitif histamine
pada reseptor ,2 sel-sel pariental lambung yang menghambat sekresi asam lambung
dan konsentrasi ion hidrogen. (osis yang diberikan berdasarkan literature secara I1
bolus intermiten 5" mg !-4 kali sehari. /ada kasus ini pasien mengeluh sakit perut
sehingga diberikan injeksi ranitidin sehingga. Sakit perut pasien berkurang.
:ntuk menurunkan tekanan darah pasien yang cukup tinggi% maka diberikan
obat antihipertensi dimana tekanan darah pasien tersebut harus diturunkan secara
perlahan% dimana tekanan darah tersebut tidak boleh turun langsung lebih dari 2"
mm,g. 6ika akan turun secara drastis maka pasien akan mengalami kelumpuhan
anggota tubuh. 3bat antihipertensi diindikasikan pada pasien dengan stroke yang
memiliki diseksi otorta infark miokard akut% gagal jantung atau ensofalo pati dan
pasien mendapat terapi tombolitik dimana tekanan darah sistolnya *-" mm,g atau
lebih atau tekanan darah diastol *"5 mm,g atau lebih ($rot%2""" maka pasien
diberikan (iltiaCem.
(ari hasil follo4 up hari pertama ditemukan kekeruhan pada '@T pasien
yang mana hal ini mengindikasikan adanya terjadi kerusakan (pendarahan pada
lambung pasien. 3leh sebab itu dalam kasus ini pasien mendapatkan terapi )itamin 0
dan asam trane>amat yang digunakan untuk proses pembekuan darah pada lambung
pasien agar pendarahan yang terjadi tidak bertambah parah.
DAFTAR PUSTAKA
(ipiro% T. 6oshep. 2""-. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach;
th
%Adition.
/ *-74-*-7;. :SA # 2c @ra4 ,ill.
0oCier $arbara% Arb @lenora% $erman Audrey and Snyder S6. +undamental of
'ursing # <oncepts% /rocess and /ractice Se)enth ed. /earson /rentice ,all
'e4 6ersey 2""4H45#*2"4-*!.
9ippincott Filliams I Filkins. 'asogastric Tube Insertion and &emo)al.
'ursing /rosedures +ourth ed. A Folters 0lu4er <ompany 2""4H*"#544-74.
Thomsen Todd F% Shaffer &obert F and Setnik @ary S. 'asogastric
Intubation. The 'e4 Angland 6ournal of 2edicine 2""7H!54#e*7.
:$2 2edica. 2"**. MIMS (Indonesia Index of Medical Specialite) Indonesia Adisi
*2. 6akarta # @ramedia.
Fhite% &. 2"";. Handbook of rug Administration !ia "nteral #eeding $ubes.
9ondon # /harmaceutical /ress.
LA#PIRAN
La'$iran 1.Tin&a%an Far'akoo!i obat
1. IF:D Na; 6<7 = > 1( &a'
Ko'$osisi 0omposisi (mmol?l # 'a D *54% <l D *54.
In"ikasi a. &esusitasi
/ada kondisi kritis% sel-sel endotelium pembuluh darah bocor%
diikuti oleh keluarnya molekul protein besar ke kompartemen
interstisial% diikuti air dan elektrolit yang bergerak ke intertisial
karena gradien osmosis. /lasma e>pander berguna untuk
mengganti cairan dan elektrolit yang hilang pada intra)askuler.
b. (iare
0ondisi diare menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah
banyak% cairan 'a<l digunakan untuk mengganti cairan yang
hilang tersebut.
c. 9uka $akar
2anifestasi luka bakar adalah syok hipo)olemik% dimana terjadi
kehilangan protein plasma atau cairan ekstraseluler dalam
jumlah besar dari permukaan tubuh yang terbakar. :ntuk
mempertahankan cairan dan elektrolit dapat digunakan cairan
'a<l% ringer laktat% atau dekstrosa.
d. @agal @injal Akut
/enurunan fungsi ginjal akut mengakibatkan kegagalan ginjal
menjaga homeostasis tubuh. 0eadaan ini juga meningkatkan
metabolit nitrogen yaitu ureum dan kreatinin serta gangguan
keseimbangan cairan dan elektrolit. /emberian normal saline
dan glukosa menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit
Dosis Tergantung keadaan pasien
Kontra In"ikasi hipertonik uterus% hiponatremia% retensi cairan. (igunakan
dengan penga4asan ketat pada <,+% insufisiensi renal%
hipertensi% edema perifer dan edema paru
Efek Sa'$in! keracunan 'a<l disebabkan oleh induksi yang gagal dapat
menyebabkan hipernatremia yang memicu terjadinya trombosis
dan hemorrage. Adema jaringan pada penggunaan )olume besar
(biasanya paru-paru% penggunaan dalam jumlah besar
menyebabkan akumulasi natrium
Bent%k Se"iaan 0emasan # *""% 25"% 5""% *""" ml
(. Raniti"in In&eksi

). Brain (? 066 '!
Ko'$osisi &anitidine
In"ikasi terapi tukak duodenum aktif% tukak usus *2 jari% refluks
esofagitis
Dosis 5" mg tiap 7--jam I2?I1 *5" mg 2>?hari selama 4--
minggu
Pe'berian Obat sesudah makan
Kontra In"ikasi ,ipersensiti)itas terhadap ranitidine
Efek Sa'$in! sakit kepala% lemah% konstipai% diare% mual% nyeri perut%
agitas% depresi
#ekanis'e Ker&a 2enghambat secara kompetitif histamin pada reseptor ,2
sel-sel parietal lambung% yang menghambat sekresi asam
lambungH )olume lambung dan konsentrasi ion hidrogen
berkurang
Interaksi Obat (iaCepam # efek farmakologi menurun karena penurunan
absorpsi @I oleh ranitidin. 2emisahkan 4aktu pemberian
dapat menghindari reaksi ini.
Atanol # meningkatkan le)el etanol dalam plasma
@lipiCid # meningkatkan efek hipoglikemik
0etokonaCol # menurunkan efek ketokonaCol
9idokain # meningkatkan le)el lidokain
Farfarin # mengganggu klirens 4arfarin
Bent%k Se"iaan Tablet ;5 mg% *5" mg% 0aplet !"" mg% Sirup ;5 mg?5ml
(7" ml% *"" ml% *5" ml% Ampul 25 mg?ml (2 ml.
Ko'$osisi # <iticoline
#ekanis'e ker&a @
2erupakan turunan choline dan cytidine yang berperan dalam biosintesis
lecithin. <iticoline di klaim meningkatkan aliran darah dan oksigen kedalam
otak.
In"ikasi "an Dosis @
*""-5"" mg digunakan untuk penurunan kesadaran karena cedera kepala atau
bedah otak.
* gram *>?hr secara i) selama dua minggu digunakan untuk penurunan
kesadaran karna infark serebral akut.
* gram *>?hr secara i) selama 4 minggu terus menerus atau 25" mg * >?hr scr I1
selama 4 minggu terus menerus atau * gram peroral.
Pen!!%naan obat @
sebelum atau sesudah makan
Efek Sa'$in! @
,ipotensi% ruam% insomnia% mengantuk
.. Ne%ro"e? 1?1 tab
Ko'$osisi @
1it $
*
#*"" mg% )it $
7
# 2"" mg% $
*2
25" mcg
In"ikasi @
@ejala neurotropik karna de)isiensi )itamin% gangguan neurologik% mual dan
muntah pada kehamilan% anemia% roboransia pada kejang% lesu dan lanjut usia
Dosis @
de4asa * drag 2-! >?hr
Pen!!%naan obat@
Sesudah atau sebelum makan% dapat digunakan bersamaan dengan makanan
untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada @I
0. A'o"i$in ,A to A-
Ko'$osisi Amlodipin
In"ikasi /engobatan hipertensi% pengobatan gejala angina stabil
kronik% pencegahan hospitalisasi karena angina dengan
penyakit jantung coroner
Dosis dosis a4al 5 mg sekali sehari% dosis maksimum *" mg sekali
sehari
Pe'berian
obat
sesudah makan
Kontra
in"ikasi
,ipersensiti)itas terhadap amlodipine
Efek sa'$in! *".# Afek pada kardio)askuler# edema perifer (2-5.
tergantung dosis% *-*".# 0ardio)askuler # flushing (*-
!.% palpitasi (*-4.H SS/# sakit kepala (;%!.%
pusing (*-!.fatigue (4.% palpitasi (*-4.H (ermatologi #
rash (*-2.% pruritus (*-2.H @astrointestinal # mual (2%8.%
sakit perut (*-2.% dyspepsia (*-2..
#ekanis'e
ker&a
2enghambat ion kalsium ketika memasuki saluran lambat
atau area sensitif tegangan selektif pada otot polos )askuler
dan miokardium selama depolarisasi% menghasilkan relaksasi
otot polos )askuler koroner dan )asodilatasi koroner
meningkatkan penghantaran oksigen pada pasien angina
)asospastik.
Interaksi
Obat
(engan obat lain #
Amlodipin meningkatkan le)el?efek dari aminofilin%
flufoksamin% meksiletin% mirtaCipin% ropinirol%teofilin%
trifluoroperaCin.
(engan makanan#
,indari ba4ang putih (dapat menurunkan efek antihipertensi
/enurunan efek # 2akanan tinggi kalsium dapat mengurangi
efek hipotensif dari calsium chanel bloker
Bent%k
se"iaan
Tablet 2%5 mg% 5 mg% *" mg
1. In&. Transa'in )?1
Ko'$osisi @
Asam trane>samat 5"H *"" mg?ml injeksiH 25" dan 5"" mg? kapsul.
In"ikasi@
Antiplasmitikum untuk pendarahan abnormal dan gejala hemoragi seperti
purpura% anemia hipoplastik% leukemia% tbc% pendarahan pada genitalia% ginjal
selama atau setelah operasi prostat% eritema% peradangan dan gatal-gatal pada
kulit% faringodina% flatr% hyperemia pada tosilitis
#ekanis'e ker&a @
merupakan obat antifibrinolitik yang menghambat penghambat coagulum (masa
setengah padat dari fibrin.
Efek sa'$in!@
@angguan pada gastrointestinal% mual% muntah% anoreksi% pusing.
Dosisi@
kapsul de4asa# sehari !-4 kali sehari 2-! kaps%
injeksi# sehari 25"-5"" mg dalam *-! dosis%
I2 atau I1 perlahan (*" m9?*-2 mnt
disaat atau setelah operasi # 5""-25"" mg infus I1.
Kontra in"ikasi @
,ipersensiti)itas% pendarahan subaraknoid% pendarahan dengan ri4ayat
trombolitik.
2. :ita'in K )?1.
In"ikasi @
digunakan untuk proses pembekuan darah dan de)isiensi )itamin 0
#ekanis'e ker&a @
/ada orang normal )itamin 0 tidak mempunyai akti)itas farmakodinamik% tetapi
pada penderita defisiensi )itamin 0% )itamin ini berguna untuk meningkatkan
biosintesis beberapa faktor pembekuan darah yang berlangsung di hati. Sebagai
hemostatik% )itamin 0 memerlukan 4aktu untuk dapat menimbulkan efek% sebab
)itamin 0 harus merangsang pembentukan faktor- faktor pembekuan darah lebih
dahulu.
Per/atian @
(efisiensi )it. 0 dapat terjadi akibat gangguan absorbsi )it.0% berkurangnya
bakteri yang mensintesis 1it. 0 pada usus dan pemakaian antikoagulan tertentu.
baru lahir hipoprotrombinemia dapat terjadi terutama karena belum adanya
bakteri yg mensintesis )it.
3. ;eftria?on (?1 I:
In"ikasi @
Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh patogen yang sensitif terhadap <eftria>one%
seperti# infeksi saluran nafas% infeksi T,T% infeksi saluran kemih% sepsis%
meningitis% infeksi tulang% sendi dan jaringan lunak% infeksi intra abdominal%
infeksi genital (termasuk gonore% profilaksis perioperatif% dan infeksi pada
pasien dengan gangguan pertahanan tubuh.
Kontrain"ikasi @
,ipersensitif terhadap cephalosporin dan penicillin (sebagai reaksi alergi silang.
Perin!atan "an $er/atian @
/ada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat% kadar plasma
obat perlu dipantau. - Sebaiknya tidak digunakan pada 4anita hamil
(khususnya trimester I.
Tidak boleh diberikan pada neonatus (terutama prematur yang mempunyai
resiko pembentukan ensephalopati bilirubin.
/ada penggunaan jangka 4aktu lama% profil darah harus dicek secara teratur.
Interaksi Obat @
0ombinasi dengan aminoglikosid dapat menghasilkan efek aditif atau sinergis%
khususnya pada infeksi berat yang disebabkan oleh P%aeruginosa I
Streptococcus faecalis%
7. As$iet 1?1
Ko'$osisi@
Asam Asetilsalisilat 80 mg
In"ikasi@
:ntuk pengobatan dan pencegahan proses pembekuan dalam pembuluh darah
(agregasi platelet.
Kontra In"ikasi@
/enderita hipersensitif (termasuk asma. /enderita tukak lambung (magh),
pernah atau sering mengalami perdarahan di bawah kulit (konsultasikan
dengan dokter). Penderita hemofilia dan trombositopenia, karena dapat
meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Penderita yang sedang terapi
dengan antikoagulan (konsultasikan dengan dokter).
#ekanis'e Ker&a@
AS/I9ATS mengandung asam asetilsalisilat dengan bufer% bekerja dengan
mempengaruhi pusat pengatur suhu di hipotalamus sehingga dapat menurunkan
demam% dan menghambat pembentukan prostaglandin sehingga dapat
menurunkan rasa sakit.
Efek Sa'$in!@
0adang-kadang dapat terjadi# iritasi lambung% mual% muntah. /emakaian jangka
panjang dapat terjadi# perdarahan lambung% tukak lambung. Penderita
hipersensitif (termasuk asma). Penderita tukak lambung (maag), pernah
atau sering mengalami perdarahan di bawah kulit (konsultasikan dengan
dokter). Penderita hemofilia dan trombositopenia, karena dapat
meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Penderita yang sedang terapi
dengan antikoagulan (konsultasikan dengan dokter).
16. In$e$sa sir%$
In"ikasi #
digunakan untuk pengobatan ulkus
Ko'$osisi@
Sukralfat5"" mg
#ekanis'e ker&a
Sukralfat adalah suatu kompleks yang dibentuk dari sukrosa oktasulfat dan
polialuminium hidroksida. Akti)itas sukralfat sebagai anti ulkus merupakan hasil
dari pembentukan kompleks sukralfat dengan protein yang membentuk lapisan
pelindung menutupi ulkus serta melindungi dari serangan asam lambung% pepsin
dan garam empedu.
Perin!atan "an Per/atian@
Inpepsa harus diberikan secara hati-hati pada pasien gagal ginjal dan pasien
dialisis. Penggunaan Inpepsa selama kehamilan hanya dilakukan jika benar
benar diperlukan. Inpepsa harus diberikan se!ara hatihati pada wanita yang
sedang menyusui.
Efek Sa'$in!@
Terjadinya efek samping sangat jarang% yang relatif sering dilaporkan hanya
konstipasi dan mulut terasa kering.
0eluhan lainnya adalah diare% mual% muntah% tidak nyaman di perut% flatulent%
pruritus, rash, mengantuk, pening, nyeri pada bagian belakang dan sakit
kepala.
Interaksi Obat@
Inpepsa dapat mengurangi absorpsi atau bioa)ailabilitas obat-obatan# simetidin%
ciproflo>acin% digo>in% ketokonaCol% norflo>acin% fenitoin% ranitidin% tetracyclin
dan teofilin% sehingga obat-obatan tersebut harus diberikan dalam 4aktu 2 jam
sebelum pemberian Inpepsa.
11. A'bro?o Sir%$
In"ikasi #
/enyakit saluran napas akut dan kronis yang disertai sekresi bronkial yang
abnormal% khususnya pada eksaserbasi dan bronkitis kronis% bronkitis asmatik%
asma bronkial.
Ko'$osisi@
"iap tablet mengandung ambroksol hidroklorida #0 mg.
#ekanis'e ker&a@
2erupakan metabolit dari bromhe>ine
Dosis:
Anakanak $ % tahun & sehari # kali ',% mg
Anakanak di bawah $ tahun & sehari $ kali ',% mg
(osis dapat dikurangi menjadi $ kali sehari, untuk pengobatan yang lama.
)arus diminum sesudah makan.
Efek Samping:
Ambroksol umumnya ditoleransi dengan baik.
*fek samping yang ringan pada saluran pen!ernaan dilaporkan pada
beberapa pasien. +eaksi alergi.
Interaksi Obat:
,ombinasi ambroksol dengan obatobatan lain dimungkinkan, terutama
yang berhubungan dengan sediaan yang digunakan sebagai obat standar
untuk sindroma bronkitis (glikosida jantung, kortikosterida,
bronkapasmolitik, diuretik dan antibiotik).
Perhatian:
Pemakaian pada kehamilan trimester pertama tidak dianjurkan.
Pemakaian selama menyusui keamanannya
1(. Incein (? 066 '!
Ko'$osisi # <iticoline
In"ikasi @
(igunakan untuk terapi )askler otak% termasuk stroke iskemik% /arkinson% dan
cedera pada kepala.
Dosis@ *""" B 2""" mg?hari dalam dosis terbagi. Tablet dispersibel oral 5""mg
2>?hr.
Pe'akaian Obat @ Sesudah makan # $iarkan tablet dispersibel oral larut
seluruhnya didalam rongga mulut.
Efek Sa'$in! @ @angguan epigastrium% mual% kemerahan pada kulit% sakit
kepala% pusing.
Per/atian @ Anak% hamil dan laktasi
#ekanis'e ker&a @
2erupakan turunan choline dan cytidine yang berperan dalam biosintesis
lecithin. <iticoline di klaim meningkatkan aliran darah dan oksigen kedalam
otak.
1). DitiaBe' ( ? )6 '!
In"ikasi @
(igunakan untuk hipertensi% angina pektoris% mengurangi seragan pada pasien
angina%
Kontra in"ikasi #
,ipersensitifitas% hipotensi% gagal jantung kongestif% infark miokardium akut.
Efek sa'$in! #
'yeri kepala% pusing% gangguan saluran cerna% peningkatan S@/T dan S@3T%
serta ruam pada kulit.
Per/atian @
,ati-hati pada penderita bradikardia berat atau A1$ block derajat I% gagal
jantung kongestif% ibu menyusui dan anak-anak.
Dosis @
3ral # ! > * 7" mg% dosis dapat ditingkatkan (ma> !7" mg?hari dibagi dalam !
dos atau diturunkan secara bertahap bergantung pada kondisi penyakit.
Interaksi obat @
Tidak boleh digunakan bersamaan dengan $-bloker% digo>in% amiodarone%
karbamaCepin% fenitoin% rifampisin dan /henobarbital.
#ekanis'e ker&a @
Termasuk kalsium canel bloker benCothiaCepin yang memiliki aktifitas
)asodilator koroner dan perifer dengan aktifitas inotropik negati)e yang terbatas.