Anda di halaman 1dari 14

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perbandingan hukum ialah suatu metode penyelidikan; bukan suatu cabang
ilmu hukum, sebagaimana seringkali menjadi anggapan sementara orang. Metode
yang dipakai ialah dengan membanding-bandingkan salah satu lembaga hukum
(legal institution) dari system hukum yang satu dengan lambaga hukum, yang
kurang lebih sama dari system hukum yang lain. Dengan membanding-
bandingkan itu kita dapat menemukan unsur-unsur persamaan, tetapi juga unsur
perbedaan dari kedua system hukum itu.
Menurut J.. !tarke, hukum internasional adalah suatu sistem yang mengatur hak-
hak dan ke"ajiban-ke"ajiban negara.
#
Dengan merujuk pada praktik internasional yang berlaku dan hukum positi$,
pada umumnya pakar hukum berpendapat bah"a hukum internasional hanya
mengatur hubungan antar negara dan oleh karena itu indi%idu tidak dapat dianggap
sebagai subjek hukum internasional.
&
!ebaliknya ada juga yang berpendapat lain, terutama Pro$. eorges !celle, pakar
hukum ternama dari Prancis, bah"a hanya indi%idu yang merupakan subjek hukum
internasional. Para pendukung doktrin ini berpandangan bah"a bukankah tujuan
akhir dari pengaturan-pengaturan kon%ensional adalah indi%idu dan oleh karena itu
#
J. . !tarke, &''(. Pengantar Hukum Internasional 1. Jakarta) !inar ra$ika. *disi +e-#'.
,lm. (
&
Dr. -oer Mauna, &''.. Hukum Internasional Pengertian, Peranan dan Fungsi dalam Era
Dinamika Global. -andung) P./. 0lumni. ,lm. 12'
1
2
para indi%idu mendapatkan perlindungan internasional. !ebagai contoh, suatu
kon%ensi internasional yang ditandatangani oleh sejumlah negara yang berisikan
ketentuan bah"a pelayaran atas suatu sungai internasional adalah bebas, tidak lain
berarti pemberian kebebasan kepada indi%idu-indi%idu agar dapat menggunakan
sungai tersebut untuk keperluan usaha mereka.
3
Pada masa sekitar abad ke-#. dan #4, timbul kesadaran akan hak-hak asasi
manusia yang salah satu di antaranya adalah hak untuk hidup. Perjuangan untuk
melindungi hak-hak asasi manusia mencapai puncak pada abad ke-&'.
Deklarasideklarasi dan kon%ensi internasional serta seruan-seruan tentang hak-hak
asasi manusia mulai bermunculan baik yang diprakarsai oleh lembaga-lembaga
internasional seperti P-- dan organ-organnya maupun oleh negara-negara secara
kolekti$ dan indi%idual.
(
Pada umumnya, sepanjang negara menjalankan ke"ajibannya berdasarkan
hukum nasional, bagaimana melakukannya tidak menjadi perhatian hukum
internasional. 5amun, dalam beberapa hal negara-negara bersepakat untuk
menjalankan ke"ajiban mereka dengan cara tertentu. 6nilah yang acapkali menjadi
persoalan dalam bidang hak asasi manusia.
7
!eperti dalam hukum pidana, setiap negara berhak untuk menentukan berat atau
besarnya ancaman hukuman terhadap suatu tindak atau peristi"a pidana.
1
5amun,
hukuman itu memiliki berbagai gradasi. Pada umumnya, telah diakui bah"a hukuman
mati adalah merupakan jenis hukuman yang paling berat jika dibandingkan dengan
jenis-jenis hukuman lainnya yang dikenal di dalam berbagai sistem hukum pidana
3
Ibid.
4
6 8ayan Parthiana, #4.3. Ekstradisi dalam Hukum Internasional dan Hukum Nasional.
-andung) 0lumni. ,lm. #''
5
9. de :o%er, &'''. To Serve To Prote!t "!uan #niversal Penegakan H"$. Jakarta) :aja
ra$indo Persada. ,lm. 4
1
6 8ayan Parthiana, o%. !it, hal. 44
2
3
negara-negara di dunia sebab hukuman mati merupakan pencabutan nya"a yang
dengan sengaja dilakukan terhadap si terhukum untuk selama-lamanya.
2

B. RUMUSAN MASALAH
#. 0pa yang dimaksud dengan hukum;
&. 0pa yang dimaksud perbandingan ,ukum;
C. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
#. 0gar kita bisa mengetahui apa itu perbandingan hukum;
&. Menambah pengetahuan untuk kita dalam memahami peranan hukum.
2
Ibid, hlm. #''
3
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. APA YANG DIMAKSUD DENGAN HUKUM
<capan $ilsu$ :oma"i, 9icero lebih kurang #4 abad silam itu, kini melintasi
=aman. Dimana ada masyarakat, di situ ada hukum. Masyarakat memerlukan aturan
hukum, agar kehidupannya tertib dan tidak ada seorang pun yang diperlakukan tidak
adil. >ang bersalah harus dihukum sesuai dengan tingkat kesalahannya. !ang
penguasa pula, tak boleh se"enang-"enang.
?aman berganti =aman. Dinasti demi dinasti, raja demi raja, re=im demi re=im
berdiri dan tumbang silih berganti, tak ada satu pun yang berani mengklaim tidak
memiliki aturan hukum, se=alim apapun penguasanya. !emua mengklaim demi
tegaknya hukum. Jangankan seorang penguasa, rakyat kecil saja akan marah bila
dikatakan tidak tahu aturan.
0lkisah, adalah :atu !ima, seorang ratu yang memerintah kerajaan +alingga
pada akhir abad ke-2 Masehi, sungguh-sungguh mempraktekkan hukum di
kerajaannya tanpa pandang bulu. +erajaan +alingga yang terletak kira-kira di sekitar
daerah Jepara, Ja"a /engah sekarang, mengalami masa kejayaannya di masa
pemerintahan :atu !ima. Pada suatu ketika, seorang !ultan dari negeri seberang ingin
menguji kesetiaan rakyat +alingga terhadap :atunya dengan menjatuhkan sebuah
pundi-pundi yang berisi emas berlian di tengah jalan. <ntuk beberapa lama, tak ada
satu orang pun yang berani menyentuh apalagi mengambil barang yang @tercecer@
tersebut, sampai suatu ketika putra makhkota, anak dari :atu !ima sendiri tak sengaja
menyentuhnya. 0khirnya sang putra mahkota dihukum, dipotong seluruh jarinya oleh
:atu !ima.
4
5
5amun, mungkin karena =aman telah berganti berulang kali, hukum seperti
disebut 9icero dan dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat oleh :atu !ima, tak
lagi linier dan mudah dipahami. ,ukum berkembang menjadi sulit dan mahal, bahkan
sarat dengan rekayasa.
.
ejala masyarakat yang uni%ersial; Aubi societas, ibi iusB, kata orang :oma"i
(dimana terdapat suatu masyarakat, disitu pula akan ada hukum). 0tau dapat
dide$inisikan sebagai peraturan-peraturan yang dibuat oleh yang ber"enang dengan
tujuan untuk mengatur tata kehidupan bermasyarakat yang mempunyai ciri
memerintah dan melarang serta mempunyai si$at memaksa dengan menjatuhkan
sanksi hukuman bagi mereka yang melanggarnya.
!uatu metode penyelidikan; bukan suatu cabang ilmu hukum. Metode yang
dipakai yaitu membanding-bandingkan salah satu lembaga hukum (legal
institution)dari system hukum yang satu dengan lembaga hukum, yang kurang lebih
sama dari system hukum yang lain.
Perbandingan hukum itu ada disebabkan oleh adanya kebutuhan suatu
kebutuhan atau lebih. +ebutuhan itu dapat dibedakan dalam)
#. +ebutuhan-kebutuhan ilmiah dan +ebutuhan-kebutuhan praktis;
&. Dapat menemukan inti atau hakekat dari pada hukum itu.
Pada system hokum 0nglo-!aCon pada dasarnya >urisprudensi sangat penting
sebagai sumber hukum.
!edangkan pada system hukum continental dasarnya peraturan perundang-
undangan sangat penting sebagai sumber hukum. Dalam system hukum continental
.
Drh 9haidir. #bi So!ietas Ibi &us ' Dimana "da $as(arakat Disitu "da Hukum.
http)DDdrh.chaidir.netDkolomD#12-<bi-!ocietas-6bi-6us---Dimana-ada-masyarakat,-di-situ-ada-
hukum.html Diakses #7 Juli &'#3.
5
6
ada Pemeo, Ahakim adalah mulut undang-undangB, dalam system 0nglo-!aCon
Ahakim adalah mulut Precedent yang me"ajibkan hakim dalam perkara-perkara yang
identik untuk mengikuti putusan yang terdahulu.

B. APA YANG DIMAKSUD DENGAN PERBANDINGAN HUKUM

#. !istem ,ukum 9ontinental
/ermaksud tatanan-tatanan hokum continental ialah suatu kelompok tatanan
hukum yang sering kali kita sebut Aromanistis-germanistisB, oleh karena hal-hal itu
merupakan campuran unsur-unsur hokum :oma"i dan unsur-unsur yang berasal dari
hukum ermana. Pengaruh ermana tersebut tidak hanya terdiri dari apa yang
tertinggal dari hukum-hukum kebiasaan hokum ermana lama. Melainkan juga dari
suatu sumbangsih penting 5egara-negara ermana, terutama di Jerman, sampai
pada ilmu pengetahuan hokum dalam =aman modern dan di dalam abad E6E. Frang-
orang inggris menamakan 9i%il Ga" (satu dan lain hal karena pengaruh hokum
:oma"i dahulu, yakni 9orpus Juris 9i%ilis dari Justinianus). -erla"anan dengan
hokum mereka sendiri, yang mereka namakan A9ommon Ga"B.
/atanan 5egara-negara *ropa (bagian :epublik Hederasi Jerman yang sampai
#44' membentuk :epublik Demokrasi Jerman, Polandia, ,ongaria, 9ekosla"akia,
!lo%enia, +roasia, kedua republik bagian utara !la%ia !elatan), termaksud kelompok
ini sampai bagian pertama abad EE, sampai mereka da"ajibkan oleh <ni !o%iet
untuk bergabung dengan apa yang sampai tahun #4.4 disebut tatanan-tatanan hokum
AsocialistisB. !ejak tahun #4.4 negara ini secara berangsur-angsur kembali ke tradisi-
tradisi hokum mereka yang erat hubungannya dengan tatanan :omanistis-
ermanistis setelah jatuhnya re=im-re=im komunis.
6
7
+endatipun inggris dan irlandia menganut system 9ommon Ga" maka
skotlandia sampai dengan penggabungannya kedalam mahkota kerajaan inggris
(#2'2) banyak mengalami pengaruh tatanan hokum :omanistis continental *ropa
"alaupun sejak itu hokum !kotlandia juga sangat dipengaruhi oleh 9ommon Ga"
6nggris, namun betapa juga !kotlandia tetap mempertahankan suatau tatanan hokum
tersendiri.
/atanan-tatanan hokum :omanistis-ermanistis telah mengalami penyebaran
keseluruh dunia karena proses kolonisasi tersebut; hokum-hukum !panyol dan
Protugal di 0merika Gatin, hokum-hukum Prancis, -elgia dan Portugal di 0$rika,
hokum Prancis di Gousiana 0merika !erikat dan di pro%insi Iuibec, 9anada; hokum
-elanda di 6ndonesia dan !uriname. Disamping tatanan-tatanan hokum :omanistis-
germanistis maka di *ropa /imur (:usia) dan dibagian tenggara *ropa +ontinental
(republic-republik *ropa !elatan, !la%ia !elatan, :umania, -ulgaria, dan >unani)
dijumpai pula tatanan-tatanan hokum yang termaksud tradisi hokum -y=antium.
/radisi hokum ini pada hakikatnya masih serumpun dengan tatanan-tatanan hokum
:omanistis-germanistis tersebut, oleh karena itu telah memasukkan unsur-unsur
:oma"i melalui hokum gereja dalam %ersi -y=antium-Frthodoks, maupun melalui
resepsi langsung tatanan-tatanan hokum *ropa -arat di ?aman modern tersebut.
Pada sisi lain ia mempunyai cirri-ciri khas tersendiri oleh karena untuk "aktu
yang cukup lama ia diputuskan dari proses perkembangan aliran-aliran total pada
abad E666 sampai EJ dan kemudian oleh karena ia mengikuti perkembangan sendiri
dari 5egara-negara *ropa/enggara sebagai akibat dominisi bangsa /urki dan baru
terlepaskan pada abad E6E. 9iri adanya ikatan erat antara nasionalisme dan agama
(+risten-Frtodoks) di dalam peperangan mela"an dominasi asas itu dan pengaruh
pandangan-pandangan otokrasi -y=antium dalam bidang hubungan antara penguasa
dan kaula-kaula 5egara, karena hokum terlambat diselenggarakan sebagai sebuah
ilmu pengetahuan berlainan dengan di *ropa -arat dan /engah dimana hokum
roma"i dan hokum gereja telah dipelajari di uni%ersitas-uni%ersitas sejak abad
7
8
pertengahan, maka terjadilah pertalian dengan :usia apa yang oleh Da%id disebut
A+elemahan tradisi yuridisB, antara lain disebabkan oleh pencampuran antar hokum
dan pemerintahan yang berlangsung berabad-abad sehingga hokum tidak
memberikan perlindungan sebagaimana mestinya terhadap birokrasi dan
karenanya tidak mendapatkan perhatian dan penilaian besar dari kesadaran
panduduk.
&. !istem ,ukum 0nglo-!aCon
!istem ,ukum 0nglo-!aCon berkembang dari inggris menyebar ke 5egara-
negara 0merika !erikat, 9anada, 0ustralia, dan sebagainya. Dalam system hokum
0merika !erikat sendi utamanya adalah pada >urisprudensi. -erkembang dari kasus-
kasus konkrit tersebut lahir berbagai kaidah dan asas hokum. +arena itu lah system
hokum 0merika !erikat sering disebut sebagai hokum yang berdasarkan kasus (9ase
Ga" system). Perbedaan yang mendasar antara system hokum continental dengan
system hokum 0merika !erikat adalah pada system hokum 0nglo-!aCon pada
dasarnya >urisprudensi sangat penting sebagai sumber hukum.
!edangkan pada system hukum continental dasarnya peraturan perundang-
undangan sangat penting sebagai sumber hukum. Dalam system hukum continental
ada Pemeo, Ahakim adalah mulut undang-undangB, dalam system 0nglo-!aCon
Ahakim adalah mulut Precedent yang me"ajibkan hakim dalam perkara-perkara yang
identik untuk mengikuti putusan yang terdahulu. 0nglo-!aCon adalah suatu system
hukum yang didasarkan pada yurisprudensi, yaitu keputusan-keputusan hakim
terlebih dahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim selanjutnya.
!istem hukum ini diterapkan di 6rlandia, 6nggris, 0ustralia, !elandia -aru, 0$rika
!elatan, +anada dan 0merika !erikat. !elain 5egara-negara tersebut beberapa
5egara lain juga menerapkan system ,ukum 0nglo-!aCon 9ampuran, misalnya
Pakistan, 6ndia, dan ,igeria, yang menerapkan sebagian besar system hukum 0nglo-
8
9
!aCon, namun juga memberlakukan ,ukum 0dat dan ,ukum 0gama. 0nglo-!aCon
mulai berkembang di 6nggris pada abad #1, dan sering disebut 9ommon Ga".
3. !istem ,ukum 6slam
Pengertian ,ukum 6slam (!yariKat 6slam) - ,ukum syaraL menurut ulama ushul
ialah doktrin (kitab) syariL yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang
mukalla$ yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukalla$ secara perintah
atau diperintahkan memilih atau berupa ketetapan (taMrir). !edangkan menurut ulama
$iMh hukum syara ialah e$ek yang dikehendaki oleh kitab syariL dalam perbuatan
seperti "ajib, haram dan mubah.
4
,ukum 6slam adalah hukum kaum muslimin, artinya persekutuan orang Mukmin
dalam agama 6slam. 6a adalah hukum keagamaan oleh karena ia terdiri dari aturan-
aturan hidup yang diturunkan dari +itab !uci 0G-I<:L05, A,ukum 0GG0,B, ia
adalah hukum yang mengikat pada indi%idu, yang berlaku bagi semua kaum Mukmin
di mana saja mereka itu berada.
,ukum 6slam ini terutama dibangun dari A6jmakB, artinya pena$siran para <lama
dalam abad J666 dan 6E. !ejak abad E ,ukum 6slam secara teoritis tidak pernah
berubah pada hakikatnya telah membantu menyebabkan kemunduran 5egara-negara
yang tidak memahami ajaran 6slam lebih mendalam, satu dan lain karena kurang
menyesuaikan diri dengan e%olusi ekonomi di dunia.
,ukum 6slam tetap diterapkan di "ilayah-"ilayah yang sangat luas 0$rika <tara
dengan suatu tendensi penting penyebaran ke 0$rika ,itam, 0sia (antara lain 5egara
0rab, /urki, 6ran, 0$ganistan, Pakistan, 6ndonesia, dan sebagian Hhilipina), yang
me"akili lebih dari 4'' juta orang. Dinegara-negara 6slam sedang berlangsung suatu
pertentangan antara kaum tradisional (atau kaum Hundamentalis yang ingin
mempertahankan kemurnian 6slam terhadap pengaruh-pengaruh barat dan unsur-
4
!arjanaku. Pengertian Hukum Islam. http)DD""".sarjanaku.comD&'##D'.Dpengertian-hukum-
islam-syariat-islam.html Diakses #7 Juli &'#3.
9
10
unsur lebih Moderat (yang serba permisi$) yang berhasrat mengedepankan
modernisasi antara lain dengan jalan menerima unsur-unsur tatanan dan pandangan
,ukum -arat.
(. !istem ,ukum !osialist
!ocialist adalah nama resmi untuk sistem hukum di negara-negara komunis. +ata
sosialis ketika digunakan dalam hubungannya dengan hukum mengandung banyak
arti berbeda diantara para ahli hukum. Pada dasarnya, kata AsosialisB menandakan
$iloso$i dan ideologi yang berdasarkan pada umumnya mengacu
kepemikiranAMarCist-GeninistB.
6deologi sosialis selalu dihubungkan dengan prinsip bah"a keseluruhan hukum
adalah instrumen dari kebijakan ekonomi dan sosial, dan kebiasaan common la" dan
ci%il la" menggambarkan kapitalis, burjuis, imperialis, eksploitasi masyarakat,
ekonomi dan pemerintahan. /eori MarCist dibangun diatas dasar doktrin
AdialektikalDhistorikal materialismeB yang berpendapat bah"a masyarakat bergerak
menuju berbagai tingkatan dan $ase di dalam menjalaninya itu merupakan e%olusi dan
pembangunan. 6tu kemungkinan dimulai tanpa sistem hukum, kemudian menjadi
salah satu kepemilikan buruh, diikuti dengan tingkat dari abad pertengahan, sebelum
bergerak menjadi kapitalisme, kemudian sosialisme sebelum akhirnnya hukum
bertambah buruk di dalam masyarakat tanpa kelas tanpa kepentingan terhadap sistem
hukum apapun karena semua manusia akan saling membicarakan keadilan satu sama
lain.
Iuigley menggambarkan (lebih baik mende$inisikan))Asocialist la" as the la" o$
countries "hose go%ernments o$$icially %ie" the country as being either socialist or
mo%ing $rom capitalism to socialism, and "hich hold a communistic society as an
ultimate goalB yang artinya) Ahukum sosialis sebagai hukum negara-negara yang
pemerintahnya secara resmi melihat negara sebagai salah satu sosialis atau bergerak
dari kapitalisme ke sosialisme dan yang memegang teguh masyarakat komunistik
10
11
sebagai sebuah tujuan akhirB. 9hristine !ypno"ich, dalam bukunya A/he !ocialist
9oncept o$ Ga"B mende$inisikan) Asocialism as a society "here pri%ate propety in
the $orm o$ capital has been eliminated and replaced by common o"nership o$ the
means o$ production thereby permitting a large measure o$ eMuality and $raternity in
social relationsB, yang artinya) Asosialisme sebagai suatu masyarakat dimana
kepemilikan pribadi dalam bentuk modal telah dihapus dan diganti dengan
kepemilikan umum dimana berarti produksi oleh karenanya dii=inkan dalam ukuran
besar dari persamaan dan persaudaraan di dalam hubungan kemasyarakatanB. /eori
MarCist-Geninist mengagung-agungkan kedudukan istime"a ekonomi dalam
hubungan kemasyarakatan, dengan mengambil kekuatan mengikat dari politik dan
hukum. Dalam istilah internasional, teori MarCist-Geninist berarti pengasingan dari
dunia -arat, kadang-kadang meninggalkannya dengan interaksi yang selekti$ dengan
pihak komunis asing.
,ukum, ketika digunakan oleh pemimpin !o%iet oleh karenanya telah menjadi
alat belaka dalam merencanakan dan mengelola ekonomi dan struktur sosial dari
negara. ,ukum adalah bagian sederhana dari ideologi super struktur yang mengontrol
kenyataan material dari produksi; dimana ditetapkan dan dide$inisikan dalam kata
dari $ungsi politik. +elompok negara-negara yang telah menerima socialist la" dapat
dibagi ke dalam dua kategori utama)
a) Jurisdiksi sosialis kuno, seperti Polandia, -ulgaria, ,ungaria, 9=echoslo%akia,
:umania, 0lbania, :epbulik :akyat 9hina, :epublik :akyat Jietnam,
:epublik :akyat Demokratik +orea, Mongolia (merupakan sistem hukum
nasionalnya yang tertua di dalam kelompok ini) dan +uba;
b) !istem ,ukum !osialis yang terbaru atau yang kemudian berkembang, seperti
:epublik Demokratic +amboja, Gaos, Mo=ambiMue, 0ngola, !omalia, Gibya,
*thiopia, uiena dan uyana. Partai +omunis adalah badan yang benar-
benar memerintah dan merencanakan pada sistem hukum sosialis. !ekali itu
11
12
diputuskan sebagai bagian dari kebijakan, mereka mengkomunikasikan
rencana mereka ke seluruh lembaga negara dan kebijakan ini akan diikuti
legislati$, eksekuti$ dan yudisial.
Perbedaan antara Civil La dan S!"iali#t
!ystem +ebanyakan sarjana hukum -arat berpendapat bah"a bentuk keluarga
hukum sosialis terpisah dari keluarga hukum sipil. -agaimanapun juga, pemikiran
mereka yang menyakini bah"a socialist la" adalah bentuk sederhana dari anggota
kelompok ci%il la" atau subspecies dari ci%il la". -anyak sarjana mengidenti$ikasi
perbedaan antara socialist la" dari ci%il la". 6ni adalah sebagai rangkuman dari
Iuigley)
#. !ocialist la" diprogram untuk menjauhkan keburukan yang tidak muncul dari
kepemilikan pribadi dan kelas sosial dan perubahan ke aturan sosial umum;
&. 5egara-negara sosialis di dominasi oleh satu partai politik;
3. Dalam sistem sosialis, hukum adalah subordinasi untuk menciptakan aturan
ekonomi, dimana hukum pri%at diserap oleh hukum publik;
(. !ocialist la" mempunyai karakter religius-palsu;
7. !ocialist la" adalah prerogati%e hukuman normati$.
Per#a$aan antara Civil La dan S!"iali#t S%#te$#
-anyak persamaan antara ci%il la" dan socialist system. Iuigley
(#4.4)menyebutkan adanya asas inMuisitor dalam proses peradilan, codes dan
mele"ati proses legislasiDregulasi adalah sebagai bentuk dasar dari pembuatan
12
13
hukum, pembagian hukum kedalam kategori hukum sipil (pri%at) dan metode
penyelidikan kejahatan (penulisan dokumentasi dikumpulkan oleh penyelidik hukum
terlatih).Dia juga menambahkan bah"a socialist legal system mempunyai institusi
ci%il la" yang berguna, metodologi dan organisasi. Gebih lanjut dia mengacu pada
hasil pengamatan ,a=ards bah"a keluarga hukum dan tujuan 9ode 9i%il pada
hubungan perseorangantidak membedakannya dari negara-negara ci%il la" lainnya.
Iuigley berpendapat, sesungguhnya meskipun terdapat perbedaan signi$ikan antara
ci%il la" dan socialist la", ketika seseorang memperhatikan !o%iet atau socialist la"
dari perspekti$ global, perbedaan ini tidak dapat menghapus identitas dasar socialist
la" sebagai bagian dari tradisi ci%il la". Dia menyimpulkan bah"a point perbedaan
antara ci%il la" dan socialist la" tidak menggeser socialist la" dari tradisi ci%il la",
dan berpikir sebaliknya mengabaikan hubungan kesejarahan antara socialist la" dan
ci%il la" dan melanjutkan hubungan socialist la" di dalam aturan-aturan.
#'
#'
:estyhandha. Sistem Hukum Dunia.http)DDrestyhandha.blogspot.comD Diakses #7 Juli &'#3.
13
14
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Melalui perbandingan hukum kita dapat mendalami dan memperluas bidang ilmu
pengetahuan hukum antara lain;
#. Dapat mengetahui bah"a dalam system hukum yang berbeda melahirkan
lembaga-lembaga hukum yang berbeda pula;
&. Dapat mengetahui adanya serta sebab-sebab dari persamaan dalam system
hukum yang sama sekali berbeda;
3. Melalui perbandingan hukum dapat mendalami bidang-bidang $ilsa$at hukum,
sosiologi hukum dan sejarah hukum sekaligus.

B. SARAN
Pahami dan patuhilah semua hukum dengan baik agar kehidupan kita pun dapat
berjalan dengan baik.

14