Anda di halaman 1dari 15

UJI POSTULAT KOCH

Oleh :
Roman Bramandita B1J010048
Karlina Timr B1J0101!"
Tri #ir $ala%anti B1J010&14
Boen'a #r Cita B1J011100
Ri()i Amalia *+R+ B1J0110!8
,ran-i-.a *ita Karina B1J0110/4
Kelom0o) &
Rom1on'an I
A-i-ten : 2hrotn #a3i4ah
LAPORA# PRAKTIKU$ ,ITOPATOLO5I
K6$6#T6RIA# P6#*I*IKA# *A# K6BU*A7AA#
U#I86RSITAS J6#*6RAL SO6*IR$A#
,AKULTAS BIOLO5I
PUR9OK6RTO
&01!
I+ P6#*AHULUA#
A+ Latar Bela)an'
Penyakit tanaman adalah suatu keadaan dimana tumbuhan mengalami
gangguan fungsi fisiologis secara terus menerus sehingga menimbulkan gejala dan
tanda. Gangguan fisiologis ini disebabkan oleh faktor biotik (bakteri, cendawan,
virus dan nematoda) maupun faktor abiotik (suhu, kelembaban, dan unsur hara
mineral) (Agrios, !!"). Percobaan #och dan peneliti$peniliti telah membuktikan
bahwa jasad renik tertentu menyebabkan penyakit tertentu pula yang dikenal
dengan postulat #och.
Postulat #och berkembang pada abad ke$! sebagai panduan umum
untuk mengidentifikasi patogen yang dapat diisolasikan dengan teknik tertentu.
%alaupun dalam masa #och, dikenal beberapa penyebab infektif yang memang
bertanggung jawab pada suatu penyakit dan tidak memenuhi semua postulatnya.
&saha untuk menjalankan postulat #och semakin kuat saat mendiagnosis penyakit
yang disebabkan virus pada akhir abad ke$!. Pada masa itu virus belum dapat
dilihat atau diisolasi dalam kultur. 'al ini merintangi perkembangan awal dari
virologi. (eberapa penyebab infektif diterima sebagai penyebab penyakit
walaupun tidak memenuhi semua isi postulat. )leh karena itu, dalam penegakkan
diagnosis mikrobiologis tidak diperlukan pemenuhan keseluruhan postulat.
.
B+ T:an
Praktikum ini bertujuan untuk membuktikan bahwa suatu organisme
patogen merupakan penyebab penyakit pada tanaman sakit dengan uji postulat
#och.
C+ Tin:aan P-ta)a
Perkembangan suatu penyakit pada tumbuhan inang didukung oleh tiga
faktor, yaitu inang yang rentan, patogen yang virulen dan lingkungan yang
mendukung. Patogen terbukti memiliki daya virulensi yaitu keberhasilan untuk
menyebabkan suatu penyakit sebagai ekspresi dari patogenisitas. Gejala layu dan
rontok pada daun seiring dengan perkembangan bercak dapat diduga sebagai
akibat dari substansi$substansi yang disekresikan oleh patogen dalam mekanisme
penyerangannya untuk melumpuhkan inang. #elompok$kelompok utama
substansi yang disekresikan patogen ke dalam tubuh tumbuhan yang
menyebabkan timbulnya penyakit, baik langsung atau tidak langsung adalah
en*im, toksin, *at pengatur tumbuh dan polisakarida (+emangun,!!").
+alah satu metode isolasi patogen yang cukup mudah dilakukan adalah
postulat #och. Postulat #och atau Postulat 'enle$#och ialah , kriteria yang
dirumuskan -obert #och pada .., dan disaring dan diterbitkannya pada.!/.
0enurut #och, keempatnya harus dipenuhi untuk menentukan hubungan sebab$
musabab antara parasit dan penyakit (+emangun,!!").
#och menyebutkan bahwa untuk menetapkan suatu organisme sebagai
penyebab penyakit, maka organisme tersebut harus memenuhi sejumlah syarat,
syaratnya yaitu organisme selalu berasosiasi dengan inang dalam semua kejadian
penyakit , organisme (patogen) dapat diisolasi dan dikulturkan menjadi biakan
murni, hasil isolasi saat diinokulasikan pada tanman sehat akan menghasilkan
gejala penyakit yang sama dengan tanaman yang telah terkena penyakit, dan dari
tanaman yang telah diinokulasi didapatkan hasil isolasi yang sama dengan hasil
isolasi yang pertama (+emangun,!!").
II+ $6TO*6
A+ Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah baki, timbangan, botol selai, cawan petri,
erlenmeyer, sprayer, 1A2 dan masker.
(ahan yang digunakan adalah tanaman 3omat (Lycopersicum esculentum),
4abe -awit (Capsium frutecens), 4abe #riting (Capsium annum), 4aesim
(Brassica rapa), #angkung (Ipomoea reptans), 3erung (Solanum melongena),
akuades, jagung giling 567 gr, dedak 66, gr, dan 4a4o
8
gr, serta akuades.
B+ Cara Ker:a
4ara kerja praktikum kali ini adalah9
:solasi dari tanaman sakit
Peremajaan
:dentifikasi
Pembuatan inokulum
3anaman sakit ;iambil daunnya ;ipotong < cm
;icelup ke
alkohol 5/=
;icelup ke
akuades,
lalu
ditiriskan
3anam ke
media P;A
:nkubasi
7<6, jam
:solat diambil plug Pindah ke media
P;A baru
:nkubasi 5<6, jam
:solat diambil
dengan jarum ose
&sapkan pada
object glass
2iksasi
3etesi
akuades
:solat diambil
dengan jarum ose
&sapkan pada
object glass
2iksasi
:solat diambil
dengan jarum ose
&sapkan pada
object glass
2iksasi
:solat diambil
dengan jarum ose
&sapkan pada
object glass
3etesi
akuades
2iksasi
:solat diambil
dengan jarum ose
&sapkan pada
object glass
3utup dengan
cover glass
;iamati di
mikroskop
3etesi
akuades
2iksasi
:solat diambil
dengan jarum ose
&sapkan pada
object glass
>agung 567gr
;edak 66,gr
4a4o8 gr
;itambah
Akuades
secukupnya
:nokulasi ke tanaman uji
-e$isolasi
Permajaan
:dentifikasi
+ampel tanaman ;iambil daunnya ;ipotong < cm
;icelup ke
alkohol 5/=
;icelup ke
akuades
lalu
ditiriskan
3anam ke
media P;A
:nkubasi
5<6, jam
:solat diambil plug Pindah ke media
P;A baru
:nkubasi 5<6, jam
3utup dengan
cover glass
;iamati di
mikroskop
3etesi
akuades
2iksasi
:solat diambil
dengan jarum ose
&sapkan pada
object glass
:nokulum dicampur
//gr tanah steril
;itanam bibit
tomat sebanyak 7
butir tiap nampan
Pemeliharaan 6
minggu
;icampur rata dan tidak
terlalu basah
III+ HASIL *A# P6$BAHASA#
A+ Ha-il
3abel . 'asil Pengamatan &ji Postulat #och -ombongan
#el. 3anaman
'asil
:solasi -e$isolasi

#angkung (Ipomoea
reptans)
Fusarium oxysporum
Sclerotium rolfsii
Trichoerma har!ianum
Trichoerma "oningii
6
3omat
(Lycopersicum
esculentum)
Fusarium oxysporum
Sclerotium rolfsii
Trichoerma har!ianum
Trichoerma har!ianum
8
4aisim (Brassica
rapa)
Fusarium oxysporum
Sclerotium rolfsii
Fusarium sp.
Trichoerma sp.
,
3erong (Solanum
melongena)
Fusarium oxysporum
Sclerotium rolfsii
Trichoerma har!ianum
Bothryotrichum
piluliferum
7
4abai rawit
(Capsicum
frutescens)
Fusarium oxysporum
Sclerotium rolfsii
Trichoerma har!ianum
Trichoerma har!ianum
"
4abai keriting
(Capsicum annum)
Fusarium oxysporum
Sclerotium rolfsii
Trichoerma har!ianum
Trichoerma har!ianum
5am1ar Pen'amatan U:i Po-tlat Ko.h
Taha0 I-ola-i
Gambar . :solat Fusarium oxysforum Gambar 6. :solat Sclerotium rolfsii
Taha0 Re;i-ola-i
Gambar 8. :solat Fusarium oxysforum Gambar ,. :solat Sclerotium rolfsii
Taha0 Perema:aan
Gambar 7. :solat Fusarium oxysforum Gambar ". :solat Sclerotium rolfsii
B+ Pem1aha-an
Postulat #och adalah pedoman untuk membuktikan bahwa suatu penyakit
disebabkan mikroorganisme tertentu atau pedoman untuk menentukan organisme
penyebab penyakit atau causative agent (-esty et al., 6/8). Postulat #och
menjelaskan bahwa mikroorganisme dikatakan sebagai penyebab penyakit bila
memenuhi kriteria berikut (:?bal, 6//)9
. mikroorganisme penyebab penyakit selalu berasosiasi dengan gejala
penyakit yang bersangkutan,
6. mikroorganisme penyebab penyakit harus dapat diisolasi pada media
buatan secara murni,
8. mikroorganisme penyebab penyakit hasil isolasi harus dapat menimbulkan
gejala yang sama dengan gejala penyakitnya apabila diinokulasikan, dan
,. mikroorganisme penyebab penyakit harus dapat direisolasi dari gejala
yang timbul hasil inokulasi.
Percobaan yang dilakukan pada praktikum uji Postulat #och ini adalah
menggunakan tanaman kangkung, tomat, caisim, cabai rawit dan cabai keriting
yang sakit. #ebenaran penyebab penyakit dari tanaman$tanaman tersebut
dilakukan dengan melakukan isolasi pada bagian$bagian tubuh tanaman yang
terinfeksi sesuai dengan prosedur Postulat #och. #elompok 6 menggunakan
tanaman tomat sebagai tanaman ujinya.
:solasi patogen dari tanaman sakit, peremajaan, identifikasi patogen, dan
pembuatan inokulum telah dilakukan dan dilanjutkan dengan inokulasi ke
tanaman uji dan dilakukan pemeliharaan selama dua minggu. +etelah itu
dilakukan re$isolasi. -e$isolasi dilakukan pada bagian daun tanaman yang sakit.
-e$isolasi dilakukan dengan menggunakan metode tanam langsung pada media
P;A. Penyebab penyakit dapat diketahui pertumbuhannya setelah diinkubasi
5<6, jam. 'asil inkubasi menunjukkan bahwa terbentuk koloni berwarna hijau
dengan misellium berwarna putih. +etelah re$isolasi lalu dilanjutkan dengan tahap
peremajaan untuk mendapatkan kultur murni dari patogen yang diduga penyebab
penyakit. 3ahapan peremajaan ini didapatkan hasil koloni berwarna hijau setelah
diinkubasi selama 5<6, jam. +etelah peremajaan dilanjutkan dengan tahapan
identifikasi untuk membuktikan kebenaran patogen yang menyebabkan penyakit
pada tanaman dengan mengamati ciri$ciri morfologi patogen dan dibandingkan
dengan referensi. Proses peremajaan pun akan merangsang patogen untuk
menghasilkan struktur reproduktif aseksual atau seksual yang dapat digunakan
untuk identifikasi ((el?is, 6//.).
+etelah proses identifikasi, patogen Fusarium oxysporum dan Sclerotium
rolfsii diinfeksikan kembali pada tanaman rentan. +etelah perkembangan tanaman
tersebut diamati ternyata tanaman tomat untuk kelompok 6 tidak menunjukkan
gejala sakit seperti yang seharusnya terinfeksi patogen hasil isolasi. (erdasarkan
pengamatan dan hasil praktikum rombongan : yang telah dilakukan dengan
mengunakan isolat patogen Fusarium oxysporum an Sclerotium rolfsii pada
tanaman kangkung, tomat, caisim, cabai rawit, dan cabai keriting, terlihat adanya
pertumbuhan patogen Trichoerma har!ianum dengan ditunjukkan koloni
berwarna hijau yang merupakan ciri khas dari Trichoerma har!ianum. 0enurut
+emangun (!!") dan 2reeman et al (6///), dari gejala$gejala penyakit yang
terinfeksi Fusarium oxysporum yang tampak secara visual seperti terjadi
pemucatan dan kekuning$kuningan pada daun serta diikuti daun menjadi layu
menandakan bahwa tanaman tersebut terinfeksi oleh patogen F# oxysporum#
+etelah dilakukan reisolasi dan pada akhir identifikasi, diketahui bahwa
patogen yang menginfeksi tanaman tomat adalah Trichoerma har!ianum bukan
Fusarium oxysporum ataupun Sclerotium rolfsii. 3anaman kangkung hasil
identifikasi akhirnya adalah Trichoerma har!ianum dan Trichoerma "oningii,
untuk tanaman tomat hasil identifikasi akhirnya adalah Trichoerma har!ianum,
untuk tanaman caisim hasil identifikasi akhirnya adalah Trichoerma sp. dan
Fusarium sp., untuk tanaman terong hasil identifikasi akhirnya adalah
Trichoerma har!ianum dan Bothryotrichum piluliferum, untuk tanaman cabai
rawit hasil identifikasi akhirnya adalah Trichoerma har!ianum$ dan untuk
tanaman cabai keriting hasil identifikasi akhirnya adalah Trichoerma har!ianum,
hal ini mungkin disebabkan terjadi kesalahan dalam mengambil bagian tanaman
yang sakit. 2aktor lingkungan yang baik pun dapat menimbulkan patogen tersebut
tidak dapat menginfeksi tanaman, karena apabila patogen akan menyerang suatu
tanaman dan tidak didukung suatu inang dan lingkungan yang rentan, maka
tanaman tersebut akan tahan terhadap penyakit yang menyerangnya ((el?is,
6//.).
2aktor lingkungan yang berpengaruh terhadap biologi patogen dapat
dikelompokkan menjadi faktor abiotik dan biotik. 2aktor lingkungan abiotik
antara lain mencakup unsur$unsur cuaca seperti hujan (frekuensi dan intensitas
hujan), kebasahan daun (leaf %etness), kelembapan udara, suhu, angin, dan cahaya
matahari. (ila patogen hidup di tanah maka kimia tanah (p') dan fisika tanah
(tekstur dan struktur) dapat berpengaruh terhadap biologi patogen dan intensitas
penyakit yang ditimbulkan. 2aktor biotik yang berpengaruh terhadap patogen
ialah tanaman (inang dan bukan inang, derajat resistensi), mikroorganisme lain
(vektor, antagonis, dan simbion), serta manusia. Perkembangan penyakit selain
dipengaruhi oleh faktor lingkungan juga ditentukan oleh sifat pertumbuhan
patogen. 2aktor lingkungan secara serentak berpengaruh terhadap tanaman dan
patogen (+uhardi, 6//!).
;engan demikian timbulnya peledakan (outbrea") penyakit secara luas
tergantung dari banyakn%a tanaman %an' rentan terin3e)-i oleh 0ato'en,
banyakn%a 0ato'en %an' <irlen, dan keadaan lingkungan yang sesuai untuk
0ertm1han 0ato'en dalam :an')a =a)t lama+ Penyakit tersebut tidak akan
meluas, jika tidak ditunjang oleh variabel tersebut diatas. >adi Postulat #och yang
diuji tidak dapat dibuktikan kebenarannya (:?bal, 6//).
3ipe perkembangan penyakit tumbuhan, penyakit monosiklik dan
polisiklik yang dipengaruhi oleh faktor patogen, beberapa faktor patogen adalah
ukuran dan distribusi populasi patogen serta kemampuan patogen dalam
menyebarkan penyakit pada tumbuhan. +elain faktor patogen, faktor inang dan
faktor lingkungan baik abiotik ataupun biotik juga menentukan tipe
perkembangan penyakit. 1ama waktu interaksi antara patogen dan inang pada
lingkungan yang mempengaruhinya juga berpengaruh terhadap penyakit
(@urhayati, 6/).
Penyakit akibat polisiklik dipengaruhi oleh ukuran dan distribusi populasi
patogen awal, kemampuannya menimbulkan penyakit, ketahanan inang, faktor
lingkungan, manipulasi pertanian, waktu selama interaksi patogen dan inang serta
laju reproduksi patogen. 'ubungan antara jaringan sakit dan inokulum adalah
termasuk dalam suatu faktor yang juga menjelaskan effikasi inokulum (@urhayati,
6/).
4endawan Fusarium oxysporum merupakan patogen tular tanah yang
termasuk parasit lemah. 4endawan ini bersekat terutama terdapat di salam sel,
khususnya didalam pembuluh kayu. 0embentuk miselium yang terdapat diantara
sel$sel, yaitu dalam kulit dan jaringan parenkim didekat tempat terjadinya infeksi.
4endawan ini membentuk konidium pada suatu badan buah yang disebut
sporodokium. #onidiofor bercabang$ cabang rata$rata mempunyai panjang 5/Am.
4abang$cabang samping biasanya bersel satu, panjangnya sampai , Am.
#onidium terbentuk pada ujung cabang utama atau cabang samping.
0ikrokonidium sangat banyak dihasilkan oleh cendawan pada semua kondisi,
bersel satu atau bersel dua, hialin, jorong atau agak memanjang, berukuran 7$5 <
6.7
$8
Am, tidak bersekat atau kadang$kadang bersekat satu dan berbentuk bulat
telur atau lurus. 0akrokonidium berbentuk sabit, bertangkai kecil, kebanyakan
bersel empat, hialin, berukuran 66$8" < ,
$7
Am. #lamidospora bersel satu, jorong
atau bulat, berukuran 5$8 < 5
$.
Am, terbentuk di tengah hifa atau pada
makrokoniudium, seringkali berpasangan (;jaenuddin, 6/).
Sclerotium rolfsii mempunyai miselium yang terdiri dari benang$benang
berwarna putih, tersusun seperti bulu atau kapas. 4endawan ini tidak membentuk
spora. Pemencaran dan untuk mempertahankan diri cendawan membentuk
sejumlah sklerotium yang semula berwarna putih, kemudian menjadi coklat
dengan garis tengah kurang lebih mm. (utir$butir ini mudah sekali lepas dan
tersangkut air. +klerotium mempunyai kulit yang kuat sehingga tahan terhadap
suhu tinggi dan kekeringan. ;i dalam tanah sklerotium dapat bertahan sampai "$5
tahun. #ondisi cuaca yang kering sklerotium dapat mengeriput, tetapi ini justru
akan berkecambah dengan cepat jika kembali berada di lingkungan yang lembab
(Anisa, 6/).
4endawan &hi!octonia solani merupakan cendawan yang bereproduksi
secara aseksual (anamorph), cendawan tersebut memiliki fase seksual
(teleomorph) sebagai cendawan Thanatephorus cucumeris. (erdasarkan
penelitian, warna koloni kedelapan isolat adalah cokelat, yang berhubungan
dengan kandungan melanin yang diproduksi oleh isolat. #oloni jamur membentuk
lingkaran$lingkaran konsentris gelap$terang yang khas. #oloni yang muda pada
media buatan biasanya berwarna putih atau mendekati putih, tetapi dengan bertam
bahnya umur maka warna koloni akan menjadi cokelat tua, beberapa ada juga
yang tetap berwarna putih atau berpigmen lainnya, namun tetap mempunyai
variasi corak berwarna cokelat (:rawati, 6/). &hi!octonia solani merupakan
jamur patogen yang memiliki nilai ekonomi penting yang memiliki kisaran inang
yang luas diseluruh dunia dan menyebabkan penyakit hawar pada tanaman padi
sehingga menurunkan kualitas hasil padi di 4hina dan negara$negara penghasil
padi dunia (Biong et al., 6/8).
I8+ K6SI$PULA# *A# SARA#
A+ Ke-im0lan
(erdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa9
. 'asil isolasi dari bagian tanaman yang terinfeksi oleh patogen 2usarium
o<ysporum dan +clerotium rolfsii pada hasil re$isolasi tidak terjadi
pertumbuhan patogen yang sama, sehingga postulat #och yang diujikan gagal
dilakukan dalam praktikum kali ini.
6. #egagalan uji Postulat #och bisa disebabkan oleh faktor lingkungan seperti
cuaca, kebasahan daun, kelembapan udara, suhu, angin, cahaya matahari, p',
dan fisika tanah.
8. +ecara umum timbulnya peledakan (outbrea") penyakit secara luas tergantung
dari tanaman yang rentan, patogen yang virulen dan keadaan lingkungan yang
sesuai untuk patogen dalam jangka waktu lama.
B+ Saran
+ebaiknya pada saat inokulasi ketanaman rentan memakai media yang
steril dari kontaminan lain. +ehingga pada akhirnya akan didapat hasil sesuai yang
diharapkan.
*A,TAR R6,6R6#SI
Anisa. C. 6/. :dentifikasi 4endawan Pada (iji #edelai (Glycine ma<). +kripsi.
:nstitut Pertanian (ogor. (ogor.
(el?is, -atu. 6//.. Postulat #och.
http9DD?ueenofsheeba.wordpress.comD6//.D/.D/"Dpostulat$kochD. ;iakses
tanggal 7 ;esember 6/8.
;jaenuddin, @. 6/. (ioekologi Penyakit 1ayu 2usarium 2usarium o<ysporum.
;inas Perkebunan Press. +ulawesi +elatan
2reeman, +tanley., 0arcel 0aymon. 6///. -eliable ;etection of the 2ungal
Patogen Fusarium axysporum f.sp. albeninis, 4ausal Agent of (ayoud
;isease of ;ate Palm, &sing 0olecular 3ecni?ues. 'hytoparasitica 6.(,)9
$..
:rawati, A.2.4. 6/. #arakterisasi 0ikori*a -hi*octonia dari Perakaran 3anaman
Eanili +ehat. (P3P #epulauan (angka (elitung
:?bal, 0uhammad. 6//. Postulat #och. Program +tudi Agroteknologi 2akultas
Pertanian &niversitas 'asanuddin, 0akasar.
@urhayati. 6/. Fpidemiologi Penyakit 3umbuhan. &niversitas +riwijawa Press.
Palembang
-esty, A., +arjito, dan +lamet (.P. 6/8. :dentifikasi ;an &ji Postulat #och
Agensia Penyebab Penyakit (akteri Pada :kan 1ele (Clarias gariepinus)
Cang (erasal ;ari ;emak. (ournal of )*uaculture +anagement an
Technology# 6(6)9 /$!.
+emangun, '. !!". Pengantar :lmu Penyakit 3umbuhan. &G0 Press,
Cogyakarta.
GGGGGGGGGGGGG. 6///. Penyakit$penyakit 3anaman 'ortikultura di :ndonesia.
Gajah 0ada &niv Press. Cogyakarta.
+uhardi. 6//!. Fkobiologi Patogen9 Perspektif ;an Penerapannya ;alam
Pengendalian Penyakit. perspektif dan penerapannya. 'engembangan
Inovasi 'ertanian# 6(6)9 $8/.
Biong, Hhi$Iiang., Biao$-ong 3u, +ai$>in %ei, 1in 'uang, Bun$'ang 1i, 'ui
1u, dan Guo$Iuan 3u. 6/8. 3he 0echanism of Antifungal Action of a
@ew Polyene 0acrolide Antibiotic Antifungalmycin 5/6 from
+treptomyces padanus >A&,68, on the -ice +heath (light Patogen
&hi!octonia solani. 'L,S ,-.. .(.)9 $".