Anda di halaman 1dari 9

0

ANTIDEPRESI SSRI
(SELECTIVE SEROTONIN REUPTAKE INHIBITOR)



Oleh:
FITRIA RIMADHANTY S
NIM 1210029047

Pembimbing :
dr.Ika Fikriah, M.Kes

LAB/SMF FARMAKOLOGI KLINIK RSUD AWSjahranie
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2014
1

DEPRESI

Definisi
Depresi merupakan gangguan psikiatri yang paling banyak ditemukan, dan
menurut perkiraan terdapat 340 juta penderitanya. Prevalensinya antara wanita adalah
rata-rata 25%, pria 10%, dan remaja 5%.
1,2

Depresi adalah gangguan yang heterogen. Menurut American Psyciatric
AssociationsDiagnostic and Statistical manual of Mental Disorders, 4
th
ed, text
revision (DSM-IV-TR), depresi termasuk dalam gangguan mood. Pada klasifikasi ini
depresi terbagi menjadi 2 yakni :
3,4

a. Gangguan distimia
Distimia adalah suatu gangguan mood depresi yang ditandai dengan
ketiadaan kesenangan atau kenikmatan hidup yang berlangsung terus
menerus selama paling sedikit 2 tahun. Gejala umumnya adalah
mwnghindar dari kehidupan social, gangguan tidur, dan tidak bisa
menikmati hidup, yang paling buruk dapat berupa keinginan bunuh diri,
dan isolasi terhadap kehidupan sosial.
5

b. Depresi mayor (depresi klinis)
Depresi mayor atau depresi klinik adalah keadaan perasaan sedih,
melankolis, ataau murung yang berlanjut hingga mengganggu fungsi
sosial dan kehidupan sehari-hari pasien.
5



Etiologi
Teori monoamine menunjukkan penyebab depresi adalah akibat terganggunya
keseimbangan neurotransmitter di otak, terutama adalah kekurangan serotonin (5HT)
dan/atau noradrenalin di saraf-saraf otak. Serotonin atau 5-hidroksitriptamin (5HT)
berfungsi sebagai nerutransmitter pada komunikasi antara neuron-neuron otak. Zat ini
berkhasit memperbaiki suasana jiwa, menghambat nafsu makan juga meningkatkan
rasa kantuk dan ambang nyeri.
2

2


Terapi
Tujuan terapi episode depresi akut adalah untuk mengeliminasi atau
mengurangi gejala depresi, meminimalkan efek samping, memastikan kepatuhan
terhadap pengobatan, membatu pengembalian ke tingkat fungsi sebelum sakit dan
mencegah episode depresi lebih lanjut.
3

Pendekatan umum pada depresi adalah terapi non farmakologi dan terapi
farmakologi. Efikasi psikoterapi dan obat antidepresi dapat dikatakan saling
menambahkan. Dengan penanganan psikoterapi dan antidepresi progress penyakit
akan membaik, separuh dari penderita sembuh dalam 3-4 bulan.
3




3

OBAT ANTIDEPRESI


Obat antidepresi dibagi menjadi beberapa generasi, yakni antidepresi generasi
pertama (MAO Inhibitor, antidepresi trisiklik), antidepresi generasi kedua golongan
SSRI dan antidepresi generasi ketiga golongan SNRI. Disini akan dibahas mengenai
SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor).

Selective Serotonin Re-uptake I nhibitor (SSRI)
SSRI merupakan kelompok kimia obat antidepresan yang unik yang khusus
menghambat re-uptake serotonin, memiliki selektivitas 300-3000 kali lebih besar
terhadap transporter serotonin dibandingkan transporter norepinefrin. SSRI memiliki
sedikit kemampuan untuk memblok transporter dopamine. Obat ini berlawanan
dengan antidepresan trisiklik yang tidak selektif menghambat uptake norepinefrin dan
serotonin. Selain itu, SSRI sedikit memblok aktivitas muskarinik, -adrenergik, dan
reseptor histamine H
1
. Sehingga efek samping yang umum terjadi yang berhubungan
dengan antidepresan trisiklik, seperti hipotensi orthostatic, sedasi, mulut kering, dan
pandangan kabur, tidak terlihat pada SSRI. Karena SSRI memiliki efek samping lebih
sedikit dan relative aman meski pada penggunaan overdosis, SSRI secara luas
digunakan sebagai obat pilihan untuk mmengobati depresi menggantikan
antidepresan trisiklik dan monoamine oxidase inhibitor. SSRI terdiri dari fluoxetine,
citalopram, escitalopram, fluvoxamine, paroxetine, dan sertraline.
7,10


Farmakodinamik
SSRI memblok re-uptake serotonin, menyebabkan peningkatan konsentrasi
neurotransmitter di celah sinap sehingga meningkatan aktivitas neuron post sinap.
7

Farmakokinetik
7
Absorbsi: diabsorbsi dengan baik. Kadar puncak dicapai rata-rata 5 jam. Hanya
sertraline yang mengalami metabolism lintas pertama.
4

Distribusi: semua obat didistribusi dengan baik. Kebanyakan SSRI nemiliki
waktu paruh plasma abtara 16-36 jam.
Metabolisme: dimetabolisme oleh enzim P450-dependent dan glukoronida atau
konjugasi sulfat. Fluoxetine berbeda disbanding obat SSRI lainnya karena
fluoxetine memiliki waktu paruh yang lebih lama (50 jam), dan tersedia dalam
bentuk sustained release sehingga dapat digunakan sekali seminggu. Fluoxetine
dan paroxetine adalah penghambat poten isoenzime sitokrom P450 (CYP2D6)
bertanggung jawab terhadap eliminasi obat antidepresan trisiklik, obat
neuroleptic, dan beberapa obat antiaritmia dan antagonis -adrenergic.
Ekskresi: SSRI secara primer diekskresikan melalui ginjal, kecuali paroxetine
dan sertraline, yang juga mengalami ekskresi melalui feses (35-50%). Dosis
semua obat SSRI harus disesuaikan pada pasien dengan gangguan hati.

Efek samping obat
Walaupun SSRI memiliki efek samping yang lebih rendah dan sedikit
dibandingkan antidepresan trisiklik dan monoamine oxidase inhibitor, SSRI dapat
menyebabkan efek gastrointestinal, lemah, disfungsi seksual, dan interaksi obat.
7

Indikasi
Indikasi primer SSRI adalah untuk depresi, yang sama efektifnya dengan
antidepresan trisiklik. Sejumlah gangguan psikiatrik lainnya juga memberikan respon
yang baik terhadap SSRI, meliputi gangguan obsesif-kompulsif (indikasi satu-satunya
untuk fluoxamine), gangguan panic, kecemasan umum, dan bulimia nervosa.
7

Dosis
Dosis awal dewasa fluoxetine 20 mg/hari diberikan setiap pagi, bila tidak
diperoleh efek terapi setelah beberapa minggu, dosis dapat ditingkatkan 20 mg/hari
hingga 30 mg/hari. Dosis awal sertraline untuk dewasa adalah 50 mg/hari pagi atau
sore. Dapat dinaikkan hingga 50 mg/hari dengan rentang waktu 7 hari. Dosis awal
5

citalopram adalah 20 mg sekali sehari pagi atau sore dengan dosis maksimum 60
mg/hari.
5

Interaksi obat
Interaksi farmakodinamik yang berbahaya akan terjadi bila SSRI
dikombinasikan dengan penghambat MAO, yaitu akan terjadi peningkatan efek
serotonin secara berlebihan yang disebut sindrom serotonin.
5
Gejala berupa
hipertermia, kekakuan otot, kejang, kolaps kardiovaskular dan gangguan perilaku
serta gangguan tanda vital.

Obat Golongan SSRI
Fluoksetin
Obat ini merupakan obat golongan SSRI yang paling luas digunakan, karena
obat ini kurang menyebabkan antikolinergik, hampir tidak menimbulkan sedasi dan
cukup diberikan satu kali sehari.
Dosis awal dewasa 20 mg/hari diberikan setiap pagi, bila tidak diperoleh efek
terapi setelah beberapa minggu, dosis dapat ditingkatkan 20 mg/hari hingga 30
mg/hari. Belakangan ini tengah diujicobakan pemberian fluoksetin 1 kali/minggu
dalam bentuk tablet salut enteric 90 mg sebagai terapi pemeliharaan.
Sertralin
Suatu SSRI serupa fluoksetin, tetapi bersifat lebih selektif terhadap SERT
(transporter serotonin) dan kurang slektif terhadap DAT (transporter dopamine).
Sama dengan fluoksetin dapat meningkatkan kadar benzodiazepine, klozapin dan
warfarin.



6

Flufoksamin
Efek sedasi dan efek antimuskarinik kurang dari fluoksetin. Obat ini
cenderung meningkatkan metabolit oksidatif benzodiazepine, klozapin, teofilin dan
warfarin, arena menghambat CYP 1A2, CYP 2C19 dan CYP 3A3/4.
Paroksetin
Dimetabolisme oleh CYP 2D6, masa paruh 22 jam. Obat ini dapat
meningkatkan kadar klozapin, teofilin dan warfarin. Iritabilitas terjadi pada
penghentian obat secara mendadak.
R-S-Sitalopram dan S-Sitalopram
Selektivitasnya terhadap SERT paling tinggi. Tidak jelas apakah berarti secara
klinis. Metabolismenya oleh CYP 3A4 dan CYP 2C19 meningkatkan interaksinya
dengan obat lain.

Pemilihan obat
Pada dasarnya semua obat antidepresi mempunyai efek primer (efek klinis)
yang sama pada dosis ekivalen, perbedaan terutama pada efek sekunder (efek
samping). Pemilihan obat antidepresi tergantung pada toleransi pasien terhadap efek
samping dan penyesuaian efek samping terhadap kondisi pasien (usia, penyekit fisik
tertentu, jenis depresi).
6

Mengingat profil efek sampingnya, untuk penggunaan pada sindrom depresi
ringan dan sedang yang datang berobat jalan pada fasilitas pelayanan kesehatan
umum, pemilihan obat anti depresi sebaiknya mengikuti urutan (step care) :
6

Step 1 : Golongan SSRI
Step 2 : Golongan trisiklik
Step 3 ; Golongan tetrasiklik
Golongan atypical
Golongan MAOI Reversible
7

Pertama-tama menggunakan golongan SSRI yang efek sampingnya sangat
minimal, spectrum efek antidepresi luas, dan gejala putus obat sangat minimal, serta
lethal dose yang tinggi (>6000 mg) sehingga relative aman.
6

Bila telah diberikan dengan dosis yang adekuat dalam jangka wajtu yang
cukup (sekitar 3 bulan) tidak efektif, dapat beralih ke pilihan kedua, golongan
trisiklik yang spectrum antidepresinya juga luas tetapi efek sampingnya relative lebih
berat.
6

Bila pilihan kedua belum berhasil, dapat beralih ke pilihan ketigadengan
spectrum antidepresi yang lebih sempit, dan juga efek samping lebih ringan
dibandingkan trisiklik, dan yang teringan adalah golongan MAOI Reversible.
6

Disamping itu juga dipertimbangkan bahwa pergantian SSRI ke MAOI
membutuhkan waktu 2-4 minggu istirahat untuk washout period guna mencegah
timbulnya serotonin malignant syndrome.
6



8

DAFTAR PUSTAKA



1.Katzung, BG. Farmakologi Dasar dan Klinik. Edisi VI. Jakarta : EGC. 1997.
Hal 467-476
2.Tjay TH, Rahardja K. Obat-Obat Penting, Khasiat, Penggunaan, dan Efek-Efek
Sampingnya. Edisi 6. Jakarta: PT. Elex media Komputindo. Hal 467-475
3.Sukandar EY, Andrajati R, Sigit JI, dkk. ISO Farmakoterapi. Jakarta : PT. ISFI
Penerbitan. 2008. Hal 215-234
4.Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan & Sadocks Synopsis of Psychiatry. Behavioral
Science/Clinical Psychiatri. Ninth Edition. Philadelphia : Lippincott Williams &
Wilkins. 2003. Hal 534-569
5.Departemen Farmakologi dan terapeutik FKUI. Farmakologi dan Terapi. Edisi
5. Jakarta : Gaya baru. 2007. Hal 171-177
6.Maslim R. Panduan Praktis penggunaan Klinis Obat psikotropika. Edisi ketiga.
2001. Hal
7.
Harvey, R. A., & Champe, P. C. (2006). Lippincott's Illustrated Reviews
Pharmacology. New Jersey: Lippincott Williams & Wilkins.

Anda mungkin juga menyukai