Anda di halaman 1dari 45

Pertemuan Ketiga

PIUTANG
PENGERTIAN TAGIHAN
Penjualan barang-barang dan jasa-jasa dari perusahaan
pada saat ini banyak dilakukan dengan kredit sehingga ada
tenggang waktu sejak penyerahan barang atau jasa sampai
saat diterimanya uang. Dalam tenggang waktu tersebut
penjual mempunyai tagihan kepada pembeli. Selain dari
penjualan barang atau jasa, tagihan dapat juga timbul dari
berbagai kegiatan lain seperti memberi pinjaman kepada
karyawan, memberi uang muka pada anak perusahaan
atau, penjualan aktiva tetap yang sudah tidak digunakan
dalam perusahaan. Istilah tagihan ini dimaksudkan dengan
klaim perusahaan atas uang, barang-barang atau jasa-jasa
terhadap pihak-pihak lain. Dalam akuntansi pengertian
tagihan biasanya digunakan untuk menunjukkan klaim yang
akan dilunasi dengan uang.
KLASIFIKASI TAGIHAN
Tagihan bisa timbul dari berbagai macam sumber, tetapi
jumlah yang terbesar biasanya timbul dari penjualan
barang atau jasa. Tagihan dapat dibagi 2
1. tagihan-tagihan yang tidak didukung dengan janji tertulis
disebut piutang
2. Tagihan-tagihan yang didukung dengan janji tertulis
disebut wesel
Piutang diklasifikasikan :
1. Piutang dagang (usaha)
2. Piutang bukan dagang
3. Piutang penghasilan
Piutang bukan dagang dan piutang penghasilan digabung
menjadi satu dinamakan piutang lain-lain
Piutang dagang (piutang usaha) menunjukkan piutang yang timbul
dari penjualan barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan
perusahaan. Dalam kegiatan perusahaan yang normal, biasanya
piutang dagang akan dilunasi dalam jangka waktu kurang dari
satu tahun, sehingga dikelompokkan dalam aktiva lancar. Apabila
lebih dari satu tahun maka tidak dilaporkan dalam kelompok
aktiva lancar, tetapi masuk kelompok aktiva lain-lain.
Piutang yang timbul bukan dari penjualan barang-barang atau jasa-
jasa yang dihasilkan perusahaan dikelompokkan tersendiri
dengan judul piutang bukan dagang (bukan usaha). Contoh
piutang deviden, uang muka pada anak perusahaan dll
Piutang penghasilan akan diterima uangnya dalam jangka waktu
yang relatif pendek, sehingga dimasukkan dalam kelompok aktiva
lancar. Contoh : piutang pendapatan bunga, piutang pendapatan
sewa, dll
Pengertian Piutang

Piutang adalah hak utk menagih sejumlah uang dari
penjual atau kreditur kepada pembeli atau debitur
karena adanya suatu transaksi
Macam-macam Piutang
Piutang dagang yaitu sejumlah uang yg harus dibayar oleh pembeli /
debitur kepada perusahaan / kreditur, yang berkaitan dengan operasi
perusahaan yang utama & berjangka waktu kurang dari 1 tahun
(termasuk kedalam Aktiva Lancar)
Piutang Wesel yaitu Sejumlah uang yang harus dibayar oleh debitur
kepada kreditur, dimana pihak debitur harus membuat janji tertulis
kpd kreditur utk membayar sejumlah uang yg tercantum dalam surat
perjanjian tsb dimasa y.a.d
Piutang wesel dapat timbul dari transaksi penjualan & peminjaman
uang
Piutang wesel : - jangka pendek : termasuk A.L
- jangka pjg : termasuk A.T
Piutang Lain-lain yaitu macam-macam tagihan yang tidak termasuk
dalam piutang dagang maupun piutang wesel, misal : piutang
karyawan
Piutang Dagang
Penilaian Piutang
Menurut SAK : Piutang dagang harus dicatat &
dilaporkan sebesar Nilai Kas (netto) yang bisa
direalisasi, yaitu jumlah kas bersih yang
diperkirakan dapat diterima.

Jumlah kas bersih yang dapat diterima adalah jumlah
piutang bruto setelah dikurangi dengan taksiran
jumlah (nilai) piutang yang tidak dapat diterima.
Metode untuk mengakui kerugian piutang
1. Cadangan kerugian piutang
2. Metode penghapusan piutang

CADANGAN KERUGIAN PIUTANG
Ada 2 dasar yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah
kerugian piutang
1. Jumlah penjualan. Apabila kerugian piutang dihubungkan
dengan proses pengukuran laba yang teliti maka dasar
perhitungan kerugian piutang adalah jumlah penjualan
(pendekatan pendapatan-biaya)
2. Saldo piutang. Apabila saldo piutang digunakan sebagai
dasar perhitungan kerugian piutang maka arahnya adalah
menilai aktiva dengan teliti (pendekatan aktiva-utang)
Kerugian piutang dihitung atas dasar jumlah penjualan
Kerugian piutang dihitung dengan cara mengalikan persentase
tertentu dengan jumlah penjualan periode tersebut.
Persentase kerugian piutang dihitung dari perbandingan
piutang yang dihapus dengan jumlah penjualan tahun-tahun
lalu kemudian disesuaikan dengan keadaan tahun yang
bersangkutan.taksiran kerugian piutang ini dibebankan ke
rekening kerugian piutang dan kreditnya adalah rekening
cadangan kerugian piutang
Kerugian piutang dihitung atas dasar saldo piutang
Ada 3 cara
1. Jumlah cadangan dinaikkan sampai persentase tertentu
dari saldo piutang
2. Cadangan ditambah dengan persentase tertentu dari
saldo piutang
3. Jumlah cadangan dinaikkan sampai suatu jumlah yang
dihitung dengan menganalisa umur piutang
(1) Jumlah cadangan dinaikkan sampai persentase tertentu
dari saldo piutang
Contoh pada tanggal 31 desember 1991 rekening piutang
menunjukkan saldo sebesar Rp 7.500.000 dan rekening
cadangan kerugian piutang menunjukkan saldo kredit
sebesar Rp 10.000. persentase kerugian piutang
ditetapkan sebesar 1 % dari saldo piutang. Jurnal tanggal
31 desember 1991 :
Kerugian piutang 65.000
cadangan kerugian piutang 65.000
Perhitungan :
Persentase kerugian : 1% x Rp 7.500.000 = 75.000
Saldo kredit rekening cadangan kerugian piutang = 10.000
---------
Jumlah yang ditambahkan ke rekening cadangan 65.000

Cadangan kerugian piutang

31/12 91 10.000
kerugian piutang 65.000
---------
75.000
(2) Cadangan ditambah dengan persentase tertentu dari saldo
piutang
Dari soal diatas maka jurnalnya
Kerugian piutang 75.000
cadangan kerugian piutang 75.000

Cadangan kerugian piutang

31/12 91 10.000
kerugian piutang 75.000
---------
85.000


(3) Jumlah cadangan dinaikkan sampai suatu jumlah yang
dihitung dengan menganalisa umur piutang
Metode ini disebut metode analisa umur piutang. Piutang
masing-masing langganan dibagi dalam 2 kelompok, yaitu
belum menunggak dan menunggak. Menunggak adalah
sudah melebihi jangka waktu kredit.
Contoh : tanggal 31 desember 1991 saldo rekening piutang PT
Risa fadila menunjukkan jumlah sebesar Rp 7.500.000 yang
dapat dirinci berdasarkan umurnya nampak sebagai berikut
:
PT risa fadila
Analisa umur piutang 31 desember 1991


NAMA

jumlah
Belum
menungga
k
Menunggak
1-30 31-60 61-90 91-180 181-365 > 1 thn
Alek
Basri
Toko indah
Cv jaya
PT muda
Alaska @ co
Mulyono
UD maju
PT sinar
Tasrif
Manan
UD sari
Toko malta
UD polka
270.000
500.000
320.000
1.410.000
1.200.000
180.000
600.000
400.000
1.000.000
350.000
250.000
320.000
50.000
650.000
250.000
500.000
250.000
1.300.000
1.200.000
-
400.000
400.000
800.000
100.000
-
200.000
-
600.000
20.000
-
30.000
-
-
-
-
-
-
250.000
-
-
-
50.000
-
-
40.000
110.000
-
-
-
-
100.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
100.000
-
-
-
50.000
-
-
-
-
-
-
-
200.000
-
-
-
-
120.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
250.000
-
-
-
-
-
-
-
-
180.000
-
-
-
-
-
-
-
-
jumlah 7.500.000 6.000.000 350.000 250.000 150.000 320.000 250.000 180.000
Menentukan besarnya persentase kerugian piutanguntuk masing-masing
kelompok umur. Penentuan persentase sebaiknya dilakukan manajer
kredit yang mempunyai data bonafiditas langganan
PT risa fadila
Taksiran kerugian piutang 31 desember 1991

Kelompok umur jumlah Persentase kerugian
piutang
Taksiran kerugian
piutang
Belum menunggak
Menunggak 1 30 hari
Menunggak 31-60 hari
Menunggak 61-90 hari
Menunggak 91-180 hari
Menunggak 181-365 hari
Menunggak lebih dari satu tahun
Rp 6.000.000
350.000
250.000
150.000
320.000
250.000
180.000
0,50
1,00
2,00
5,00
10,00
30,00
50,00
Rp 30.000
3.500
5.000
7.500
32.000
75.000
90.000
Rp 7.500.000 Rp 243.000
Dari perhitungan di atas diperoleh jumlah kerugian piutang
sebesar Rp 243.000 tetapi jumlah tersebut bukannya jumlah
kerugian piutang yang dibebankan dalam tahun 1991.
apabila tanggal 31 desember 1991 rekening cadangan
kerugian piutang menunjukkan saldo kredit Rp 10.000,
maka kerugian piutang 243.000 10.000 = Rp 233.000.
jurnalnya
Kerugian piutang 233.000
cadangan kerugian piutang 233.000
CADANGAN KERUGIAN PIUTANG
31-12-1991 Rp 10.000
kerugian piutang 233.000
-----------
243.000

PENGHAPUSAN PIUTANG
Piutang yang jelas jelas tidak dapat ditagih karena debiturnya
lari, meninggal, bangkrut atau sebab-sebab lain harus
dihapuskan dari rekening piutang. Misalnya terjadi
penghapusan piutang seorang debitur Rp 100.000
Cadangan kerugian piutang 100.000
piutang 100.000

Kadang-kadang piutang yang sudah dihapus dilunasi kembali :
Kas xxxx
cadangan kerugian piutang xxxx
Bila pelunasan piutang yang sudah dihapus tidak langsung
diterima, maka pada saat diketahui bahwa piutang akan
dilunasi dibuat jurnal untuk mencatat kembali piutang yang
sudah dihapus :
Piutang xxx
cadangan kerugian piutang xxx

Penerimaan uangnya dijurnal sebagai berikut :
Kas xxx
piutang xxx
METODE PENGHAPUSAN PIUTANG
Metode ini biasanya digunakan dalam perusahaan-
perusahaan kecil atau perusahaan yang tidak dapat
menaksir kerugian piutang dengan tepat. Penggunaan
metode penghapusan langsung tidak dapat menunjukkan
jumlah piutang yang diharapkan akan ditagih dalam neraca,
karena neraca hanya menunjukkan jumlah piutang bruto
Misalnya pada tanggal 31 desember 1991 dihitung taksiran
kerugian piutang sebesar Rp 100.000. pada tanggal 15 april
1992 langganan A yang piutangnya sebesar Rp 150.000
bangkrut dan menyatakan tidak dapat melunasi utangnya.
Tetapi pada tanggal 1 juli 1992 langganan A datang dan
menyatakan akan melunasi utangnya pada tanggal 1
Agustus 1992
transaksi Metode cadangan Metode penghapusan langsung
31-12-1991 taksiran kerugian
piutang rp 100.000
Kerugian piutang 100.000
cad kerugian piutang 100.000
Tidak ada jurnal
14-4-1992 menghapus piutang
A Rp 150.000
Cad kerugian piutang 150.000
piutang 150.000
Kerugian piutang 150.000
piutang 150.000
1-7-1992 pernyataan dari A
akan melunasi
Piutang 150.000
cad kerugian piutang 150.000
Piutang 150.000
kerugian piutang 150.000
1-8-1992 penerimaan uang dari
piutang yang sudah dihapus
Kas 150.000
piutang 150.000
Kas 150.000
piutang 150.000
Bila pernyataan dari A dan pelunasan kembali terjadi pada tahun 1993,
maka jurnal yang dibuat

transaksi Metode cadangan Metode penghapusan langsung
1993
Pernyataan dari A akan melunasi
Piutang 150.000
cad kerugian piutang 150.000
Piutang 150.000
penerimaan piutang
yg sudah dihapus 150.000
1993
Penerimaan uang dari piutang
yang sudah dihapus
Kas 150.000
piutang 150.000
Kas 150.000
piutang 150.000
Latihan
1. Pada Tgl 31 Desember 2005, PT Lintas Buana memiliki
data-data sebagai berikut : Piutang Dagang Rp
400.000.000 . Penjualan bersih Rp 2.000.000.000
Cadangan Kerugian Piutang Rp 1.250.000
Diminta :
a) Buatlah jurnal yang diperlukan apabila perusahaan
menaksir piutangyang tidak tertagih sebesar 2% dari
penjualan bersih
b) Buatlah jurnal yang diperlukan apabila perusahaan
menaksir piutang yang tidak tertagih sebesar 4% dari
saldo akhir piutang dagang
2. Tanggal 31 Desember 2003 rekening piutang menunjukan
saldo Rp 15.000.000,-- dan rekening cadangan kerugian
piutang menunjukkan saldo kredit Rp 100.000.--
.Persentase kerugian 1% dari saldo piutang. Buatlah
jurnal dengan metode cadangan dengan cara : jumlah
cadangan dinaikkan dan cadangan ditambah sampai
persentase tertentu.
3. Tanggal 31 Desember 2000 kerugian piutang PT ABC
ditaksir Rp 200.000,-- tanggal 16 Mei 2001 Pak Amir
menyatakan bangkrut dan tidak dapat melunasi utangnya
keperusahaan ABC sebesar Rp 300.000,-- tanggal 1
Agustus 2001 Pak Amir menyatakan akan melunasi
utangnya pada tanggal 1 September 2001. Buat jurnal
dengan metode cadangan dan metode penghapusan
langsung.
4. Pada akhir periode PT Dara Perkasa memiliki saldo
piutang sebesar Rp 300.000.000 yang dikelompokkan
berdasarkan umurnya, yaitu sbb : Umur Piutang Jumlah
Piutang % tidak tertagih Jatuh tempo hari ini Rp
168.000.000 1% Jatuh tempo 1- 30 hari Rp 45.000.000
2% Jatuh tempo 31-60 hari Rp 33.000.000 3% Jatuh
tempo 61-90 hari Rp 39.000.000 5% Jatuh tempo > 90
hari Rp 15.000.000 10% Sebelum penyesuaian rekening
Cad angan Kerugian Piutang mempunyai saldo kredit
sebesar Rp 1.300.000 Diminta :1) Hitunglah jumlah
piutang dagang yang kemungkinan tidak tertagih
Pengertian Wesel
Wesel adalah surat berharga yang berisi perintah dari
penarik (pembuat surat) kepada wajib bayar utk
membayar sejumlah uang tertentu yang disebut pada
surat tsb atau orang lain yang ditunjuk
Promes adalah surat janji utk membayar sejumlah
uang pada tanggal tertentu
Perbedaan Wesel dengan Promes
WESEL
Wesel adalah surat perintah utk membayar
Penarik & yang berkepentingan terdiri atas 2 pihak
Yang membuat adalah pihak yang punya piutang
Memerlukan akseptasi

PROMES
Promes adalah surat janji utk membayar
Penarik & yang berkepentingan terdiri atas 1 pihak
Yang membuat adalah pihak yang punya utang
Tidak memerlukan akseptasi

Wesel ada 2 macam :
Dapat dipindahtangankan
Tidak dapat dipindahtangankan
Piutang wesel ada 2 macam :
Piutang wesel berbunga
Piutang wesel tidak berbunga
Piutang wesel berbunga
Rumus :
Bunga = Nilai Nom. Wesel X Tgk.bunga/thn X jgk waktu
dlm pecahan setahun

Contoh :
Nom = Rp. 730, bunga = 18%, umur = 120 hari
Maka : bunga = Rp. 730 X 18% X 120/365 = Rp.
43,2
Nom = Rp. 1.000, bunga = 15%, umur = 6 bln
Maka : bunga = Rp. 1.000 X 15% X 6/12 = Rp. 75
Nom = Rp. 2.000, bunga = 12%, umur = 1 thn
Maka : bunga = Rp. 2.000 X 12% X 1/1 = Rp. 240
Mendiskontokan Wesel
Piutang wesel dapat dijual sebelum tanggal jatuh tempo
yang disebut pendiskontoan wesel

Pemegang wesel yang mendiskontokan weselnya akan
menerima pembayaran yang jumlahnya relatif kecil daripada
nilai wesel tsb pada saat jatuh tempo, hal ini karena bagian
pendapatan bunga yang tidak jadi diterima merupakan
harga yang harus dibayar utk penerimaan kas yang lebih
cepat
Dalam perhitungan bunga dan diskonto, satu tahun
diperhitungkan selama 360 hari dan hari bunga/diskonto
dihitung berdasarkan jumlah hari sesungguhnya sejak wesel
diterima/didiskontokan sampai tanggal jatuh tempo. Dalam
perhitungan hari diskonto ini tanggal terjadinya transaksi
tidak diperhitungkan, tetapi tanggal jatuh temponya dihirung
Misalnya wesel dengan nominal Rp 300.000 jangka waktu 2
bulan, tertanggal 1 maret 1991 didiskontokan pada tanggal
26 maret dengan diskonto 10 %. Periode diskonto dihitung :
26-31 maret = 5 hari
April = 30 hari
1 mei (tanggal jatuh tempo) = 1 hari
----------
Periode diskonto = 36 hari
Apabila wesel di atas jangka waktunya 60 hari maka wesel
tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 30 April 1991.
perhitungannya :
Bulan maret : 30 hari (tgl 1 maret tidak dihitung)
Bulan april : 30 hari

Apabila wesel jangka waktu 2 bulan tertanggal 17 februari
1991 maka wesel tersebut akan jatuh tempo pada tanggal
17 april 1991

Wesel 3 bulan tertanggal 30 november 1991 akan jatuh tempo
pada tanggal 29 februari 1992

WESEL TIDAK BERBUNGA
Jumlah uang yang diterima pada tanggal 26 maret 1991 :
Nilai jatuh tempo wesel Rp 300.000
Diskonto Rp 300.000 x 10 % x 36/360 3.000
----------------
Uang yang diterima 297.000
Jurnalnya :
Kas 297.000
Biaya bunga 3.000
piutang wesel 300.000
WESEL BERBUNGA
Misalnya wesel diatas berbunga sebesar 12 % setahun dan
didiskontokan dengan diskonto 10 % jumlah yang diterima
pada tanggal 26 maret 1991
Nilai nominal wesel 300.000
Bunga : 12 % x 2/12 x 300.000 6.000
-----------
Nilai jatuh tempo wesel 306.000
Diskonto :
306.000 x 10% x 36/360 3.060
-----------
Uang yang diterima 302.940
Jurnalnya :
Kas 302.940
piutang wesel 300.000
pendapatan bunga 2.940
Hubungan dalam pendiskontoan wesel

A B C
Pembeli penjual bank
1 2

3
Keterangan :
1. Pembeli menyerahkan wesel pada penjual
2. Penjual mendiskontokan wesel ke bank dan menerima
uang
3. Bank menagih pada pembuat wesel pada tanggal jatuh
tempo
Hubungan dalam pendiskontoan wesel

A B C
Pembeli penjual bank
1 2

4 3
Keterangan :
1. Pembeli (A) menyerahkan wesel pada penjual (B)
2. Penjual (B) mendiskontokan wesel ke bank (C) dan
menerima uang
3. Karena A tidak membayar, maka bank (C) menagih pada B
4. B menagih A sebesar uang yang dibayar ke bank (mungkin
ditambah bunga)

Soal soal
1. Wesel nominal Rp 500.000,-- jangka waktu 2 bulan
tertanggal 1 April 2001 didiskontokan tanggal 20 April
2001 dengan diskonto 12% hitung periode diskonto,
jumlah uang yang diterima dan jurnalnya
2. Dari soal No. 2 jika wesel tersebut berbunga 6%, hitung
jumlah uang yang diterima dan jurnalnya
3. PT Nada bahagia pada tanggal 31 juli 1992 menerima
wesel dari tuan D untuk menggantikan utangnya sebesar
Rp 750.000. wesel ini berjangka waktu 6 bulan (akan jatuh
tempo 31 januari 1993) bunga 12 % per tahun . Pada
tanggal 31 oktober 1992 PT nada bahagia
mendiskontokan wesel ke bank E dan dikenai diskonto
10% pertahun. Hitung uang yang diterima PT nada
bahagia dan buat jurnalnya
LATIHAN SOAL
TUTUP BUKU
Latihan Pertemuan III
1. PT Andalan Mama menetapkan taksiran kerugian piutang atas dasar
analisa umur piutang , setelah dihitung cadangan kerugian piutang
sebesar Rp 12.000.000. Saldo perkiraan CKP adalah Rp 5.000.000 ( kredit
) besarnya kerugian piutang yang dibebankan adalah :
a. Rp 17.000.000 c. Rp 7.000.000
b. Rp 12.000.000 d. Rp 5.000.000

2. PT Merapi menetapkan taksiran kerugian piutang atas dasar prosentase
penjualan. Saldo CKP Rp 2.000.000 (kredit ) jumlah penjualan kredit
sebesar Rp 500.000.000. Prosentase kerugian piutang adalah 1% dari
penjualan. Maka besarnya kerugian piutang yang dibebankan pada
tahun yang bersangkutan adalah :
a. Rp 3.000.000 c. Rp 5.000.000
b. Rp 2.000.000 d. Rp 7.000.000



2. PT Merapi menetapkan taksiran kerugian piutang atas dasar
prosentase penjualan. Saldo CKP Rp 2.000.000 (kredit ) jumlah
penjualan kredit sebesar Rp 500.000.000. Prosentase kerugian
piutang adalah 1% dari penjualan. Maka besarnya kerugian piutang
yang dibebankan pada tahun yang bersangkutan adalah :
a. Rp 3.000.000 c. Rp 5.000.000
b. Rp 2.000.000 d. Rp 7.000.000

3. Piutang yang disertai janji tertulis atau surat pernyataan piutang (jk.
pendek) disebut:
a. Piutang usaha c. Piutang dagang
b. Piutang wesel d. Piutang penghasilan



3. Piutang yang disertai janji tertulis atau surat pernyataan
piutang (jk. pendek) disebut:
a. Piutang usaha
b. Piutang wesel
c. Piutang dagang
d. Piutang penghasilan

4. Tanggal jatuh tempo suatu wesel berjangka waktu 90 hari
yang ditarik pada tanggal 20 juli 2002, adalah:
a. 17 Oktober 2002 c. 19 Oktober 2002
b. 18 Oktober 2002 d. 20 Oktober 2002
4. Tanggal jatuh tempo suatu wesel berjangka waktu 90 hari
yang ditarik pada tanggal 20 juli 2002, adalah:
a. 17 Oktober 2002 c. 19 Oktober 2002
b. 18 Oktober 2002 d. 20 Oktober 2002

5. Pada tgl 5 Oktober 2006 PT Mana Tahan menerima sebuah
wesel dari langganan, nominal Rp 25.000.000, umur 4 bulan
tanpa bunga. Wesel tersebut oleh PT Mana Tahan pada tgl
13 Desember 2006 didiskontokan dengan tingkat bunga
diskonto 10%. Hitunglah kas yang diterima oleh PT Mana
Tahan dari pendiskontoan wesel :
a. Rp 24.625.000
b. Rp 24,265.000
c. Rp 24.655.000
c. Rp 24.526.000

5. Pada tgl 5 Oktober 2006 PT Mana Tahan menerima sebuah wesel
dari langganan, nominal Rp 25.000.000, umur 4 bulan tanpa bunga.
Wesel tersebut oleh PT Mana Tahan pada tgl 13 Desember 2006
didiskontokan dengan tingkat bunga diskonto 10%. Hitunglah kas
yang diterima oleh PT Mana Tahan dari pendiskontoan wesel :
a. Rp 24.625.000
b. Rp 24,265.000
c. Rp 24.655.000
c. Rp 24.526.000

1. PT Andalan Mama menetapkan taksiran kerugian piutang atas dasar
analisa umur piutang , setelah dihitung cadangan kerugian piutang
sebesar Rp 12.000.000. Saldo perkiraan CKP adalah Rp 5.000.000 (
kredit ) besarnya kerugian piutang yang dibebankan adalah :
a. Rp 17.000.000
b. Rp 12.000.000
c. Rp 7.000.000
d. Rp 5.000.000