Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL KULIAH KERJA

Disusun Sebagai Syarat Untuk Melaksanakan Kuliah Kerja (KK)








JUDUL :
Pengujian Kualitas Tembakau Di PT. Mangli Djaya Raya (MDR), Jember






oleh
Diah Novita 111710101090







JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Secara umum mutu tembakau sangat dipengaruhi beberapa faktor yaitu genetik,
lingkungan, teknik budi daya, posisi daun pada batang, cara panen, dan pengolahannya. Mutu
tembakau dapat ditinjau dari aspek fisik, kimia, dan sensori. Aspek fisik meliputi warna,
keseragaman, ukuran kerosok (ukuran rajangan), besarnya ibu tulang daun dan tulang daun,
ketebalan daun, elastisitas, daya bakar, dan daya mekar (filling-power). Aspek kimia antara
lain terdiri atas kadar gula, nikotin, nitrogen, pati, lemak, minyak, jumlah asam menguap
(total volatile acid = TVA), sedangkan aspek sensori adalah rasa dan aroma asap tembakau.
Di dalam daun tembakau terdapat beberapa komponen kimia yang berpengaruh
terhadap mutu tembakau, walaupun para peneliti umumnya masih berbeda pendapat
mengenai peran masing-masing komponen kimia tersebut (Mendell et al. 1984). Tso (1972)
menyatakan bahwa jumlah komponen kimia tersebut sekitar 400 senyawa. Mutu tembakau
selain ditentukan oleh banyaknya komponen kimia yang dikandung, juga ditentukan oleh
kombinasi atau persentase komposisi kimia yang terdapat di dalamnya.
Saat ini ada kecenderungan mengaitkan mutu tembakau dengan kandungan tar dan
nikotin yang ada dalam rokok. Hal ini sehubungan dengan makin banyaknya rokok yang
dirancang dengan kadar tar dan nikotin rendah untuk mengurangi bahaya merokok terhadap
kesehatan. Tar adalah endapan (condensate) dari asap rokok, setelah dihilangkan bagian
nikotin dan airnya (Voges 1984). Tar pada tembakau merupakan sisa pembakaran komponen-
komponen seperti selulosa, gula, nitrogen total, lemak, minyak, atau asam organik yang lain,
sedangkan pada rokok yang menggunakan saus dimasukkan juga sisa pembakaran saus
(licorice atau liquorice) atau bahan lain yang ditambahkan. Mutu temba-kau yang memuat
informasi kadar tar dan nikotin diharapkan dapat memenuhi kepentingan industri rokok yang
akan memproduksi berbagai racikan atau campuran (blend) dengan kadar tar dan nikotin
tertentu.
Kriteria mutu tembakau yang disusun oleh para ahli terdahulu cukup sulit dimengerti
karena terlalu banyaknya faktor yang digunakan sebagai tolok ukur penentuan mutu. Tolok
ukur mutu paling utama untuk tembakau adalah rasa dan aroma asap dari rokok yang
dihasilkan. Karena tidak semua orang dapat mendeteksi rasa dan aroma, maka rasa dan aroma
ditentukan dengan menggunakan unsur fisik antara lain warna dan elastisitas serta senyawa
kimia seperti kandungan gula, nikotin, dan lain-lain.
Sesuai definisi penilaian mutu tembakau yang telah tersusun sebelumnya, mutu dapat
dilihat dari berbagai kepentingan yang semuanya masih dibatasi oleh aspek ekonomi dan
perkiraan rasa dan aroma yang diharapkan. Tso (1972) memberi gambaran bahwa mutu
tembakau mempunyai pengertian yang relatif, yang dapat berubah karena pengaruh orang,
waktu, dan tempat.
Dengan adanya kuliah kerja ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui pengujian
kualitas tembakau yang diminati oleh pasar. PT. Mangli Djaya Raya merupakan salah satu
pabrik tembakau yang melakukan pengujian kualitas tembakau sehingga mampu merambah
ke pasar internasional. Dengan adanya kerja sama antara universitas dan pabrik maka
mahasiswa tidak akan kaget saat nantinya sudah terjun di dunia kerja sesungguhnya.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
a. Terciptanya hubungan yang sinergis, jelas dan terarah antara dunia pendidikan dan
dunia profesi.
b. Meningkatkan profesionalisme mahasiswa dalam bidang pengetahuan dan
teknologi sesuai dengan disiplin ilmu.
c. Menambah wawasan mahasiswa tentang manfaat dari ilmu pengetahuan yang
dipelajarinya.
d. Mengembangkan kreativitas dan paradigma mahasiswa dalam improvisasi
keterampilan.
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Mengetahui proses pengujian mutu tembakau yang diterapkan di PT. Mangli
Djaya Raya (MDR)
1.3 Manfaat
Manfaat yang diperoleh dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja di di PT. Mangli
Djaya Raya (MDR) antara lain :
a. Mahasiswa dapat memiliki wawasan pengetahuan terhadap proses pengolahan
tembakau.
b. Mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas dan pola pikirnya.
c. Menjalin kerjasama antara perguruan tinggi dalam hal ini Fakultas Teknologi
Pertanian Universitas Jember dengan lembaga terkait.
d. Mahasiswa mendapatkan ilmu tentang arti pentingnya kehidupan bermasyarakat yang
tidak didapatkan di dunia pendidikan.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Tembakau
Bahasa Indonesia tembakau merupakan serapan dari bahasa asing. Bahasa Spanyol
"tabaco" dianggap sebagai asal kata dalam bahasa Arawakan, khususnya, dalam bahasa Taino
di Karibia, disebutkan mengacu pada gulungan daun-daun pada tumbuhan ini (Bartolome De
La Casas, 1552) atau bisa juga dari kata "tabago", sejenis pipa berbentuk y untuk menghirup
asap tembakau, tetapi tembakau umumnya digunakan untuk mendefinisikan tumbuhan obat-
obatan sejak 1410, yang berasal dari Bahasa Arab "tabbaq", yang dikabarkan ada sejak abad
ke-9, sebagai nama dari berbagai jenis tumbuhan. Kata tobacco (bahasa Inggris) bisa jadi
berasal dari Eropa, dan pada akhirnya diterapkan untuk tumbuhan sejenis yang berasal dari
Amerika
Tembakau ialah sejenis tumbuhan herbal dengan ketinggian kira-kira 1.8 meter (6 kaki)
dan besar daunnya yang melebar dan meruncing dapat mencapai sekurang-kurangnya 30
sentimeter (1 kaki) yang ditanam untuk mendapatkan daunnya. Daun dari pohon ini sering
digunakan sebagai bahan baku rokok, baik dengan menggunakan pipa maupun digulung
dalam bentuk rokok atau cerutu. Daun tembakau dapat pula dikunyah atau dikulum, dan ada
pula yang menghisap bubuk tembakau melalui hidung. Selain untuk dikonsumsi, tembakau
digunakan juga sebagai pestisida organik dan, dalam bentuk tartrat nikotin, digunakan dalam
beberapa obat-obatan.
2.2 Jenis Tembakau
Menurut Cahyono (1998), ada beberapa jenis tembakau yakni :
1. Tembakau Cerutu yang terdiri dari : a. Tembakau Deli, digunakan sebagai pembungkus
dalam industri rokok cerutu.
2. Tembakau Vorstenlanden, digunakan sebagai pembalut / pengisi rokok cerutu.
3. Tembakau Besuki, digunakan sebagai pembalut / pengisi rokok cerutu dan daunnya
dapat digunakan sebgai pembungkus rokok.
4. Tembakau Pipa. Tembakau ini khusus digunakan untuk rokok pipa dan bukan pembuatan
rokok cerutu dan rokok kretek.
5. Tembakau Sigaret. Tembakau ini digunakan umtuk bahan baku pembuatan rokok sigaret,
baik rokok putih maupun rokok kretek.
6. Tembakau Asli / Rejangan. Tembakau ini disebut juga tembakau rakyat, dimana
tembakau ini diolah dengan direjang lalu dikeringkan dengan penjemuran matahari.
Tembakau rakyat digunakan sebagai bahan baku pembuatan rokok kretek atau lainnya.
7. Tembakau Asepan yakni tembakau yang daunnya diolah dengan cara pengasapan,
tembakau ini digunakan untuk rokok lintingan (tembakau dilinting dengan kertas rokok
halus).
Menurut laporan dari Direktorat Jendral Perkebunan Republik Indonesia, secara garis
besar tembakau di Indonesia dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu:
1. Tembakau asli adalah tembakau yang masuk dan tersebar sejak ratusan tahun yang lalu
dan telah beradaptasi dengan lingkungannya.
2. Tembakau introduksi adalah tembakau yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1900-an,
seperti jenis Virginia, Burley, dan Oriental.
2.3 Sifat Fisik Tembakau FCV
2.3.1 Kandungan Gagang
2.3.2 Partikel Tembakau
2.3.3 Kelembaban (Moisture Content)
2.3.4 Suhu (Temperature)
2.3.5 Kadar Air
2.4 Kandungan Kimia Tembakau FCV
2.4.1 Nikotin
2.4.2 Khlorida
2.4.3 Gula
2.5 Metode Pengujian Tembakau
2.5.1 Pengujian Kadar





BAB 3. METODOLOGI

3.1 Waktu Dan Tempat Pelaksanaan Kuliah Kerja
Kegiatan Kuliah Kerja ini dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2014 sampai 25 Juli
2014 yang bertempat di PT. Mangli Djaya Raya (MDR), Jember.

3.2 Pelaksana
Nama : Diah Novita
NIM : 111710101090
Jurusan : Teknologi Hasil Pertanian
Fakultas : Fakultas Pertanian Universitas Jember

3.3 Bentuk dan Sifat Kegiatan
Bentuk dan sifat kegiatan ini adalah berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bersifat
kurikuler. Pada pelaksanaannya mahasiswa mempelajari proses pengolahan tembakau dengan
melihat langsung pada perusahaan.

3.4 Metode Pelaksanan Kuliah Kerja
Dalam memperoleh data yang bersifat objektif maka digunakan suatu metode yang
bertujuan agar didapat data-data yang sesuai dengan yang diharapkan. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini meliputi :
a. Pengumpulan data secara langsung
1) Observasi dan partisipasi aktif
Observasi dan partisipasi aktif adalah melakukan pengamatan secara langsung
berkaitan dengan proses pengolahan tembakau serta berpartisipasi aktif pada semua
kegiatan yang dilakukan selama proses produksi.
2) Wawancara
Wawancara dilaksanakan untuk mendapatkan informasi tentang perusahaan
dan topik yang berkaitan dengan proses pengolahan tembakau dengan cara
menanyakan langsung kepada pihak-pihak terkait.
3) Pencatatan
Mencatat data sekunder dari sumber-sumber yang dapat
dipertanggungjawabkan. Jenis data sekunder antara lain data mengenai kondisi umum
perusahaan, sejarah berdirinya perusahaan dan data lainnya yang berkaitan dengan
tujuan praktek magang.
b. Pengumpulan data secara tidak langsung
1) Studi Pustaka
Studi pustaka adalah mencari dan mempelajari pustaka yang diperlukan untuk
melengkapi data.
2) Dokumentasi
Dokumentasi adalah kegiatan pendokumentasian untuk melengkapi data.