Anda di halaman 1dari 32

Ketuban Pecah Dini

Dr.Pembimbing : dr. Widiarso, Sp.OG


Disusun oleh : Christy (.!"!.#$%
&'K()*'S K+DOK*+,'-
(-./+,S.*'S K,.S*+- K,.D' W'C'-'
K+P'-.*+,''- K).-.K O0S*+*,.K 1 G.-+KO)OG.
,(2'3 S'K.* 2',D. ,'3'4( K(D(S
P+,.OD+ !$ 'P,.) !"5 6 7 8(). !"5
Pembahasan Kasus
Ketuban Pecah Dini
'. .D+-*.*'S
.dentitas Pasien .dentitas Suami
-ama : -y.-K -ama : *n.C
(mur : !7 tahun (mur : !9 tahun
Pendidi:an : S2P Pendidi:an : S2'
Pe:er;aan : .bu rumah tangga Pe:er;aan : Wiras<asta
'gama : .slam 'gama : .slam
Su:u=0angsa : .ndonesia Su:u=0angsa : .ndonesia
'lamat : *ahunan 5=5 'lamat : *ahunan 5=5
2asu: ,S : 5 2ei !"5
'. '-'2-+S.S
Diambil dari autoanamnesis pada Senin, 5 2ei !"5 pu:ul "9.""
Keluhan (tama : se;a: tadi malam terasa ada air :eluar dari >agina seperti pipis
,i<ayat Penya:it Se:arang
-y.-K hamil ?" minggu. .ni merupa:an :ehamilan :etiga.
Se;a: 5 hari yang lalu -y.-K merasa :encang pada perutnya. Kencang membai: :eti:a
-y.-K beristirahat.
Se;a: tadi malam terasa ada air :eluar dari >agina seperti pipis. 'ir :eluar tanpa bisa
ditahan.
,i<ayat 3aid
2enarche : 5 tahun
Si:lus haid : !9 hari, tida: teratur
)ama haid : # hari
3P3* : " 'gustus !"!
3P) : ! 2ei !"5
,i<ayat Per:a<inan
2eni:ah :ali, pada usia # tahun, lamanya meni:ah $ tahun
,i<ayat Obstetri
'na:
:e
*ahun
Persalinan
8enis
Kelamin
(mur
:ehamilan
8enis
persalinan
Penolong 3idup=mati
!""7 )a:i@la:i $ bulan -ormal Do:ter hidup
! !""9 )a:i@la:i $ bulan -ormal Do:ter hidup
5 Kehamilan
se:arang
,i<ayat Penya:it *erdahulu :
(@% cacar
(@% malaria
(@% batu gin;al=
saluran :emih
(@% cacar air
(@% disentri
(@% hernia
(@% diAteri
(@% hepatitis
(@% batu: re;an
(@% tiAus
(@% <asir
(@% campa:
(@% diabetes
(@% siAilis
(@% alergi
(@% tonsillitis
(@% gonoroe
(@% tumor
(@% hipertensi
(@% demam reumati: a:ut
(@% ul:us >entri:uli
(@% perdarahan ota:
(@% pneumonia
(@% ul:us duodeni
(@% psi:osis
(@% gastritis
(@% neurosis
(@% tuberculosis
(@% batu empedu
(@% dispepsia Aungsional
)ain@lain : (@% operasi
(@% :ecela:aan
,i<ayat Penya:it Keluarga :
(B% D2, D2 tipe !, ibu
(@% gin;al
(@% ;antung
(@% hipertensi
(@% asma
(@% alergi obat
,i<ayat K0 :
(@% Pil K0 5 bulan
(@% Sunti:an 5 bulan
(@% Sunti:an bulan
(@% .(D
(@% Susu: K0
(@% )ain@lain
0. P+2+,.KS''- &.S.K
.. Pemeri:saan (mum
Keadaan (mum : tampa: sa:it sedang
Kesadaran : compos mentis
Keadaan GiCi : bai:
*inggi badan : DDcm
0erat badan : 79:g
*e:anan darah : "=#" mm3g
-adi : 97E=menit
Suhu : 57,D
"
C
Pernapasan : !"E=menit
Keadaan GiCi : bai:
Sianosis : tida: tampa:
+dema umum : tida: tampa:
Kepala : normocephal
2ata : C' @=@, S. @=@, ,C B=B, pupil iso:or F5mm=5mm
*elinga : tida: tampa: :elainan
3idung : tida: tampa: :elainan
2ulut=gigi : tida: tampa: :elainan
)eher : tida: tanpa: pembesaran KG0 dan tiroid
Dada : simetris
8antung : bunyi ;antung . 1 .. regular, murmur (@%, gallop (@%
Paru@paru : suara naAas >esi:uler, ron:ii @=@, <heeCing @=@
'bdomen : supel, bising usus (B%, tampa: pembesaran abdomen simetris
'lat gera: : a:ral hangat, edema (@%
... Pemeri:saan Obstetri
Pemeri:saan )uar
.nspe:si :
Wa;ah : Chloasma gra>idarum (@%
Payudara : pembesaran payudara (B%, hiperpigmentasi areola mammae (B%, putting
susu menon;ol (B%, pengeluaran 'S. (@%
'bdomen : )inea nigra (B%, striae li>ids (@%, striae albicans (B%, be:as operasi (@%
Palpasi :
'bdomen : *&( ! ;ari di ba<ah prosesus Eiphoideus
)eopold . : bo:ong
)eopold .. : punggung :anan
)eopold ... : :epala
)eopold ./ : sudah masu: P'P, hodge
Pemeri:saan Dalam
/* : Pembu:aan !cm, KK (@%, +AA !DG, bagian ba<ah ;anin :epala turun di hodge
C. P+2+,.KS''- P+-(-8'-G
Pemeri:saan 3asil Satuan -ilai normal
Darah ,utin
3emoglobin !.#" g=dl .#@D.D
)eu:osit D."# ,ibu 5.7@."
+usinoAil ".$" G @5
0asoAil ".?" G "@
-eutroAil 7".D" G D"@#"
)imAosit !D.7" G !D@?"
2onosit 9.#" G !@9
2C/ $".#" &l 9"@""
2C3 !9.5" Pg !7@5?
2C3C 5!.!" G 5!@57
3emato:rit 5?." G 5"@?5
*rombosit ?!" ,ibu D"@??"
+ritrosit 5.9 8uta 5.9@D.!
,DW ?." G .D@?.D
PDW !.D" &l "@9
2P/ 9."" 2i:ro m5 7.9@"
)+D 9 2m=;am "@!"
Golongan darah=,h '=B
Wa:tu
perdarahan=0*
."" 2enit @5
Wa:tu pembe:uan=
C*
D."" 2enit !@7
D. ,.-GK'S'-
-y.-K hamil ?" minggu. .ni merupa:an :ehamilan :etiga.
Se;a: 5 hari yang lalu -y.-K merasa :encang pada perutnya. Kencang membai: :eti:a
-y.-K beristirahat.
Se;a: tadi malam terasa ada air :eluar dari >agina seperti pipis. 'ir :eluar tanpa bisa
ditahan.
3P3* : " 'gustus !"!
3P) : ! 2ei !"5
*D : "=#" mm3g
- : 97E=menit
* : 57,D
"
C
,, : !"E=menit
Pemeri:saan Obstetri
Pemeri:saan )uar
.nspe:si :
Payudara : pembesaran payudara (B%, hiperpigmentasi areola mammae (B%, putting
susu menon;ol (B%
'bdomen : )inea nigra (B%, striae albicans (B%
Palpasi :
'bdomen : *&( ! ;ari di ba<ah prosesus Eiphoideus
)eopold . : bo:ong
)eopold .. : punggung :anan
)eopold ... : :epala
)eopold ./ : sudah masu: P'P, hodge
Pemeri:saan Dalam
/* : Pembu:aan !cm, KK (@%, +AA !DG, bagian ba<ah ;anin :epala turun di
hodge
+. D.'G-OS'
Diagnosa :er;a : Ketuban pecah dini
Dasar diagnosa
Keluar air per >aginam tanpa bisa ditahan
0elum masu: inpartu :ala .
&. P+2+,.KS''- '-8(,'-
. Kertas la:mus : ce: p3 cairan yang :eluar per >aginam
!. (SG : untu: melihat ;umlah air :etuban
G. ,+-C'-' P+-G+)O)''-
2edi:amentosa :
@ .nAus DDG !"tpm
@ 2isoprostol D" Hg per >aginam (=? tablet%
-onmedi:amentosa :
@ Saran:an pasien berbaring miring :e :iri
@ +du:asi pasien : ;angan menge;an ;i:a tida: ada his
@ Obser>asi D88
@ Obser>asi his (lama dan Are:uensi%, serta :ema;uan persalinan
*inda:an :
)ahir:an secara spontan ;i:a pembu:aan sudah leng:ap dan his ade:uat
3. &ollo< up
Senin, 5 2ei !"5 p: !.""
S : perut terasa :encang
O : K( : bai:
*D : !"=9" mm3g
- : #7E=menit
,, : 9E=menit
* : 57,D
"
C
3is : E dalam " menit
D88 : ! ! ! (??E=menit%
PP/ : (B% air :etuban
/* : I 5cm, KK (@%, +AA !DG, bagian ba<ah ;anin :epala turun di hodge
' : G
...
P
..
'
"
, !7 tahun, hamil ?" minggu, 'na: . hidup intrauterine, presentasi
:epala, sudah masu: P'P, belum masu: inpartu, :etuban pecah dini
P : )an;ut:an terapi :ec misoprostol, obser>asi pu:ul 7.""
Senin, 5 2ei !"5 p: 7.""
S : perut terasa :encang
O : K( : bai:
*D : 5"=9" mm3g
- : #9E=menit
,, : 9E=menit
* : 57,D
"
C
3is : !E dalam " menit
D88 : ! ! ! (??E=menit%
PP/ : (B% air :etuban
/* : I ?cm, KK (@%, +AA D"G, bagian ba<ah ;anin :epala turun di hodge !
' : G
...
P
..
'
"
, !7 tahun, hamil ?" minggu, 'na: . hidup intrauterine, presentasi
:epala, sudah masu: P'P, masu: inpartu :ala ., :etuban pecah dini
P : )an;ut:an terapi :ec misoprostol, obser>asi pu:ul !".""
Senin, 5 2ei !"! p: !".""
S : perut terasa :encang
O : K( : bai:
*D : 5"=$" mm3g
- : 9!E=menit
,, : 9E=menit
* : 57,D
"
C
3is : ?E dalam " menit
D88 : 5 5 5 (D7E=menit%
PP/ : (B% air :etuban
/* : I #cm, KK (@%, +AA #DG, bagian ba<ah ;anin :epala turun di hodge 5
' : G
...
P
..
'
"
, !7 tahun, hamil ?" minggu, 'na: . hidup intrauterine, presentasi
:epala, sudah masu: P'P, masu: inpartu :ala ., :etuban pecah dini
P : )an;ut:an terapi :ec misoprostol, obser>asi pu:ul "".""
.. )'PO,'- P+,S').-'-
*anggal 8am )aporan
5 2ei
!"5
!." .bu ingin menge;an
/ul>a dan anus terbu:a
/* : Pembu:aan leng:ap, KK (@%, bagian ba<ah ;anin :epala
turun hodge 5B, ((K di depan
D : G
...
P
..
'
"
, !7 tahun, hamil ?" minggu, ana: hidup
intrauterine, leta: :epala sudah masu: P'P, punggung :anan,
inpartus :ala ., :etuban pecah dini
Si:ap : pimpin menge;an bila ada his
!.5D 0ayi lahir
0ayi la:i@la:i, berat badan 5""" gram, pan;ang badan ?Dcm
!.?D Plasenta lahir secara spontan dan :otiledon leng:ap
Obser>asi $J tiap 5" menit selama ! ;am
*erapi : pospargin tablet, :altroAen supp tablet
8. )'PO,'- P+-8'3.*'-
Dila:u:an pen;ahitan mu:osa >agina secara :ontinous dengan chromic catgut, pen;ahitan
perineum sebanya: D ;ahitan tunggal dengan chromic catgut. ,obe:an perineum ting:at
...
K. P,OG-OS.S
Po<er : dubia ad bonam
Passage : dubia ad bonam
Passanger : dubia ad bonam
). &O))OW (P
Selasa, ? 2ei !"5 p: "7.""
S : pantat terasa pegal
O : *D : "=9" mm3g
- : 9?E=menit
,, : 9E=menit
* : 57,D
"
C
Keadaan umum : tampa: sa:it ringan
Kesadaran : compos mentis
2ata : C'@=@, S. @=@
Cor : 08 .=.. reguler, gallop (@%, murmur (@%
Pulmo : S- >esi:uler, <heeCing (@%, ron:i (@%
'bdomen : 0( (B%, -* (@%
Kote: (B%, lochia rubra (B%
' : P
...
'
"
, !7 tahun, post partus spontan hari :e
P : Os dipindah:an :e bangsal, :altroAen supp E, ./&D ,) !" tpm, amo:silin tab
!E, >t C E ampul, tradyl tab 5E
*in;auan Pusta:a
Ketuban Pecah Dini
Pengertian
. Ketuban pecah dini atau yang sering disebut dengan KPD adalah :etuban pecah spontan
tanpa dii:uti tanda@tanda persalinan, :etuban pecah sebelum pembu:aan 5 cm
(primigra>ida% atau sebelum D cm (multigra>ida%.
!. Ketuban pecah dini adalah :eadaan pecahnya selaput :etuban sebelum persalinan. 0ila
:etuban pecah dini ter;adi sebelum usia :ehamilan 5# minggu ma:a disebut :etuban
pecah dini pada :ehamilan prematur.
+tiologi
Penyebab :etuban pecah dini secara langsung masih belum di:etahui dan tida: dapat ditentu:an
secara pasti. 0eberapa laporan menyebut:an Aa:tor@Aa:tor yang berhubungan erat dengan
:etuban pecah dini, namun Aa:tor@Aa:tor yang lebih berperan sulit di:etahui. &a:tor predisposisi
itu antara lain adalah:
. .nAe:si amnionitis atau :orioamnionitis
Korioamnionitis adalah :eadaan pada perempuan hamil dimana :orion, amnion dan
cairan :etuban ter:ena inAe:si ba:teri. Korioamnionitis merupa:an :ompli:asi paling
serius bagi ibu dan ;anin, bah:an dapat berlan;ut men;adi sepsis. 2embran
:orioamnioniti: terdiri dari ;aringan >is:oelasti:. 'pabila ;aringan ini dipacu oleh
persalinan atau inAe:si ma:a ;aringan a:an menipis dan sangat rentan untu: pecah
disebab:an adanya a:ti>itas enCim :olagenoliti:. Streptococcus Grup 0 merupa:an
mi:roorganisme yang sering menyebab:an amnionitis. Selain itu 0acteroides Aragilis,
)actobacilli dan Staphylococcus epidermidis adalah ba:teri@ba:teri yang sering
ditemu:an pada cairan :etuban pada :ehamilan preterm. 0a:teri@ba:teri tersebut dapat
melepas:an mediator inAlamasi yang menyebab:an :ontra:si uterus. 3al ini
menyebab:an adanya perubahan dan pembu:aan ser>i:s, dan pecahnya selaput :etuban.
8i:a terdiagnosis :orioamnionitis, perlu segera dimulai upaya untu: melahir:an ;anin
sebai:nya per>aginam. Sayangnya, satu@satunya indi:ator yang andal untu: menega::an
diagnosis ini hanyalah demam (suhu tubuh 59KC atau lebih%, air :etuban yang :eruh dan
berbau yang menyertai pecahnya :etuban yang menanda:an inAe:si.
!. .nAe:si genitalia
2es:ipun chlamydia trachomatis adalah patogen ba:teri paling umum yang ditular:an
le<at hubungan se:sual, namun pada <anita yang mengalami inAe:si ini banya:
mengalami :eputihan saat hamil ;uga mengalami :etuban pecah dini dan menga:ibat:an
berat badan lahir rendah. Seorang <anita lebih rentan mengalami :eputihan pada saat
hamil :arena pada saat hamil ter;adi perubahan hormonal yang salah satu dampa:nya
adalah pening:atan ;umlah produ:si cairan dan penurunan :easaman >agina serta ter;adi
pula perubahan pada :ondisi pencernaan. Keputihan dalam :ehamilan sering dianggap
sebagai hal yang biasa dan sering luput dari perhatian ibu maupun petugas :esehatan
yang mela:u:an pemeri:saan :ehamilan. 2es:ipun tida: semua :eputihan disebab:an
oleh inAe:si, beberapa :eputihan dalam :ehamilan dapat berbahaya :arena dapat
menyebab:an persalinan :urang bulan (prematuritas%, :etuban pecah sebelum <a:tunya
atau bayi lahir dengan berat badan rendah (L !D"" gram%. Sebagian <anita hamil tida:
mengeluh:an :eputihannya :arena tida: merasa terganggu padahal :eputihanya dapat
membahaya:an :ehamilannya, sementara <anita hamil lain mengeluh:an ge;ala gatal
yang sangat, cairan berbau namun tida: berbahaya bagi hasil persalinannya. Dari
berbagai macam :eputihan yang dapat ter;adi selama :ehamilan, yang paling sering
adalah :andidosis >aginalis, >aginosis ba:terial dan tri:omoniasis. Dari -.C3D
2aternal@Aetal 2edicine (nits net<or: Preterm prediction Study melapor:an bah<a
inAe:si :lamidia genitourinaria pada usia gestasi !? minggu yang didete:si ber:aitan
dengan pening:atan :e;adian :etuban pecah dini dan :elahiran preterm spontan sebesar
dua :ali lipat setelah terinAe:si ba:teri ini. .nAe:si a:ut yang sering menyerang daerah
genital ini termasu: herpes simple:s dan inAe:si saluran :emih (.SK% yang merupa:an
inAe:si paling umum yang mengenai ibu hamil dan sering men;adi Aa:tor penyebab pada
:elahiran preterm dan bayi berat badan rendah. Pada :ehamilan a:an ter;adi pening:atan
pengeluaran cairan >agina daripada biasanya yang disebab:an adanya perubahan
hormonal, sabun, cairan pembersih >agina dan bahan pa:aian dalam. Keputihan pada
:ehamilan ;uga dapat ter;adi a:ibat adanya pertumbuhan berlebihan sel@sel ;amur yang
dapat menimbul:an inAe:si didaerah genital. Keputihan a:ibat inAe:si yang ter;adi pada
masa :ehamilan a:an mening:at:an resi:o persalinan premature, :etuban pecah dan
;aninnya ;uga mengalami inAe:si. Persalinan preterm ter;adi tanpa di:etahui penyebab
yang ;elas, inAe:si diya:ini merupa:an salah satu penyebab ter;adinya :etuban pecah dini
dan persalinan preterm. -ormalnya nilai p3 >agina adalah antara 5,9@?,D. 'bnormalitas
p3 >agina dapat mengindi:asi:an adanya inAe:si >agina. 3erpes simple:s adalah >irus
menular se:sual yang ;arang tetapi serius yang bisa tetap tida: a:tiA sampai orang
mengalami stres atau tida: sehat. 0iasanya merupa:an penya:it :ronis dan :ambuhan
serta bisa berat bagi bayi baru lahir. .nAe:si herpes primer biasanya menyebab:an demam
ringan dan perasaan tida: sehat. 2uncul lesi yang menimbul:an nyeri se:itar genital
internal dan e:sternal, ulserasi, dan biasanya sembuh dalam tiga minggu. Sectio saesaria
merupa:an satu@satunya indi:asi bila inAe:si masih a:tiA.
5. Ser>i:s yang tida: lagi mengalami :ontra:si (in:ompetensia%
Didasar:an pada adanya :etida:mampuan ser>i:s uteri untu: mempertahan:an
:ehamilan. .n:ompetensi ser>i:s sering menyebab:an :ehilangan :ehamilan pada
trimester :edua. Diagnosa in:ompetensi ser>i:s ditega::an :eti:a ser>i:s menipis dan
membu:a tanpa disertai nyeri pada trimester :edua atau a<al trimester :etiga :ehamilan.
(mumnya, <anita datang :e pelayanan :esehatan dengan :eluhan perdarahan
per>aginam, te:anan pada panggul, atau :etuban pecah dan :eti:a diperi:sa ser>i:snya
sudah mengalami pembu:aan. 0agi <anita dengan in:ompetensi ser>i:s, rang:aian
peristi<a ini a:an berulang pada :ehamilan beri:utnya, berapa pun ;ara: :ehamilannya.
&a:tor resi:o in:ompetensi ser>i:s meliputi ri<ayat :eguguran pada usia :ehamilan ?
minggu atau lebih, adanya ri<ayat laserasi ser>i:s menyusul pelahiran per>aginam atau
melalui operasi sesar, adanya pembu:aan ser>i:s berlebihan disertai :ala dua yang
meman;ang pada :ehamilan sebelumnya, ibu berulang :ali mengalami abortus ele:tiA
pada trimester pertama atau :edua, atau sebelumnya ibu mengalami e:sisi se;umlah besar
;aringan ser>i:s. 'pabila seorang <anita mempunyai ri<ayat :eguguran pada trimester
:edua atau pada a<al trimester :etiga, :onsultasi dengan do:ter mutla: diperlu:an. 8i:a
seorang <anita datang :eti:a sudah ter;adi penipisan ser>i:s, pembu:aan, te:anan
panggul, atau perdarahan per>aginam yang sebabnya tida: di:etahui, ma:a ia perlu
segera mendapat penatala:sanaan medis.
?. *rauma
*rauma ;uga diya:ini ber:aitan dengan ter;adinya :etuban pecah dini. *rauma yang
didapat misalnya hubungan se:sual saat hamil bai: dari Are:uensi yang lebih dari 5 :ali
seminggu, posisi :oitus yaitu suami diatas dan penetrasi penis yang sangat dalam sebesar
5#,DG memicu ter;adinya :etuban pecah dini, pemeri:saan dalam, maupun amnosentesis
dapat menyebab:an ter;adinya :etuban pecah dini :arena biasanya disertai inAe:si.
Kelainan leta: ;anin misalnya leta: lintang, sehingga tida: ada bagian terendah yang
menutupi pintu atas panggul (P'P% yang dapat menghalangi te:anan terhadap membran
bagian ba<ah. 3ubungan se:sual selama hamil memili:i banya: dampa: terhadap
:ehamilan. Pada trimester pertama :ehamilan biasanya gairah se:s mengalami
penurunan. 3al ini ter;adi a:ibat ibu didera mual, muntah, lemas, malas dan apapun yang
bertola: bela:ang dengan semangat libido. *etapi trimester :edua umumnya libido
timbul :embali, tubuh ibu telah dapat menerima :embali, tubuh telah terbiasa dengan
:ondisi :ehamilan sehingga ibu dapat meni:mati a:tiAitas dengan lebih leluasa dari pada
trimester pertama. 2ual muntah dan segala rasa tida: ena: biasanya sudah ;auh
ber:urang demi:ian pula urusan hubungan se:sual. .ni a:ibat mening:atnya pengalihan
darah :e organ@organ se:sual seperti >agina dan payudara. 2emasu:i trimester :etiga
minat atau libido menurun :embali, tetapi hal ini tida: berla:u pada semua <anita hamil.
*ida: sedi:it <anita yang libidonya sama seperti trimester sebelumnya, hal ini normal
sebab termasu: beruntung :arena tida: tersi:sa oleh :a:i beng:a:, sa:it :epala, sa:it
punggung dan pinggul, berat badan yang sema:in bertambah atau :eharusan istirahat
total. &re:uensi :oitus pada trimester :etiga :ehamilan yang lebih dari tiga :ali seminggu
diya:ini berperan pada ter;adinya :etuban pecah dini, hal ini ber:aitan dengan :ondisi
orgasme yang memicu :ontra:si rahim, namun :ontra:si ini berbeda dengan :ontra:si
yang dirasa:an men;elang persalinan. Selain itu, paparan terhadaap prostaglandin
didalam semen (cairan sperma% ;uga memicu :ontra:si yang <alaupun tida: berbahaya
bagi :ehamilan normal, tetapi harus tetap di<aspadai ;i:a memili:i resi:o melahir:an
prematur. Oleh sebab itu pada :ehamilan tua untu: mengurangi resi:o :elahiran preterm
maupun :etuban pecah adalah dengan mengurangi Are:<ensi hubungan se:sual atau
dalam :eadaan betul@betul diperlu:an <anita tida: orgasme mes:i menyi:sa. *api ;i:a
tetap memilih :oitus, :eluar:anlah sperma diluar dan hindari penetrasi penis yang terlalu
dalam serta pilihlah posisi berhubungan yang aman agar tida: menimbul:an pene:anan
pada perut ataupun dinding rahim. 2engurangi Are:<ensi :oitus yang se;alan dengan
meminimal:an orgasme selain dapat mengurangi ter;adinya :etuban pecah dini, dapat
pula mengurangi pene:anan pembuluh darah tali pusat yang memba<a o:sigen untu:
;anin, sebab pene:anan yang ber:epan;angan oleh :arena :ontra:si pada pembuluh darah
uri dapat menyebab:an ga<at ;anin a:ibat :urangnya suplai o:sigen :e ;anin.
D. &a:tor Psi:ologis
.bu primipara yang mengalami :etuban pecah dini ber:aitan dengan :ondisi psi:ologis,
menca:up sa:it saat hamil, gangguan Aisiologis seperti emosi dan termasu: :ecemasan
a:an :ehamilan. Selain itu, hal ini berhubungan dengan a:tiAitas ibu saat hamil yaitu
a:hir tri<ulan :edua dan a<al tri<ulan :etiga :ehamilan yang tida: terlalu dibatasi dan
didu:ung oleh Aa:tor lain seperti :eputihan atau inAe:si maternal.
Wanita yang telah melahir:an beberapa :ali dan mengalami :etuban pecah dini pada
:ehamilan sebelumnya serta ;ara: :elahiran yang terlampau de:at, diya:ini lebih
beresi:o a:an mengalami :etuban pecah dini pada :ehamilan beri:utnya. 2es:i bu:an
Aa:tor tunggal penyebab :etuban pecah dini namun Aa:tor ini ;uga diya:ini berpengaruh
terhadap ter;adinya :etuban pecah dini. 4ang didu:ung satu dan lain hal pada <anita
hamil tersebut, seperti :eputihan, stress (beban psi:ologis% saat hamil dan hal lain yang
memperberat :ondisi ibu dan menyebab:an :etuban pecah dini.
7. ,i<ayat :etuban pecah dini sebelumnya beresi:o !@? :ali mengalami :etuban pecah
dini :embali. Patogenesis ter;adinya :etuban pecah dini secara sing:at ialah a:ibat
adanya penurunan :andungan :olagen dalam membran sehingga memicu ter;adinya
:etuban pecah dini dan :etuban pecah dini preterm terutama pada pasien risi:o tinggi.
Wanita yang mengalami :etuban pecah dini pada :ehamilan atau men;elang persalinan
ma:a pada :ehamilan beri:utnya <anita yang telah mengalami :etuban pecah dini a:an
lebih beresi:o mengalaminya :embali antara 5@? :ali dari pada <anita yang tida:
mengalami :etuban pecah dini sebelumnya, :arena :omposisi membran men;adi mudah
rapuh dan :andungan :olagen yang sema:in menurun pada :ehamilan beri:utnya.
#. *e:anan intra uterin yang mening:at secara berlebihan (o>erdistensi uterus% misalnya
hidramnion dan gemeli
Pada :elahiran :embar sebelum 5# minggu sering ter;adi pelahiran preterm, sedang:an
bila lebih dari 5# minggu lebih sering mengalami :etuban pecah dini. Perubahan pada
>olume cairan amnion di:etahui berhubungan erat dengan hasil a:hir :ehamilan yang
:urang bagus. 0ai: :ara:teristi: ;anin maupun ibu di:ait:an dengan perubahan pada
>olume cairan amnion. '&. (amnion Aluid inde:s% pada :ehamilan cu:up bulan secara
normal memili:i rentang antara D," cm dan !5," cm. Polihidramnion dapat ter;adi a:ibat
:elainan :ongenital, diabetes mellitus, ;anin besar (ma:rosomia%, :ehamilan :embar,
:elainan pada plasenta dan tali pusat dan penggunaan obat@obatan (misalnya
propiltiourasil%. Kelainan :ongenital yang sering menimbul:an polihidramnion adalah
deAe: tabung neural, obstru:si tra:tus gastrointestinal bagian atas, dan :elainan
:romosom (trisomi !, 9, 9, 5% :ompli:asi yang sering ter;adi pada polihidramnion
adalah malpresentasi ;anin, :etuban pecah dini, prolaps tali pusat, persalinan pretem dan
gangguan pernaAasan pada ibu. Kehamilan :embar ;uga sangat penting diidentiAi:asi
se;a: dini. Se;umlah :ompli:asi yang dihubunga:an dengan :ehamilan, persalinan dan
pelahiran serta masa niAas pada <anita yang mengandung lebih dari satu ;anin.
Kemung:inan yang mung:in timbul pada :ehamilan :embar adalah anomali ;anin,
:eguguran dini, lahir hidup, plasenta pre>ia, persalinan dan pelahiran preterm, diabetes
:ehamilan, pree:lamsi, malpresentasi dan persalinan dengan gangguan. Pada :ehamilan
:embar, e>aluasi plasenta bu:an hanya menca:up posisinya tetapi ;uga :orionisitas
:edua ;anin. Pada banya: :asus adalah mung:in sa;a menentu:an apa:ah ;anin
merupa:an :embar monoCigot atau diCigot. Selain itu, dapat ;uga ditentu:an apa:ah ;anin
terdiri dari satu atau dua amnion. (paya membeda:an ini diperlu:an untu: memperbai:i
resi:o :ehamilan. Penga<asan pada <anita hamil :embar perlu diting:at:an untu:
menge>aluasi resi:o persalinan preterm. Ge;ala persalinan preterm harus ditin;au :embali
dengan cermat setiap :ali mela:u:an :un;ungan. Wanita dengan :ehamilan :embar
beresi:o tinggi mengalami :etuban pecah dini ;uga pree:lamsi. 3al ini biasanya
disebab:an oleh pening:atan massa plasenta dan produ:si hormon. Oleh :arena itu, a:an
sangat membantu ;i:a ibu dan :eluarga dilibat:an dalam mengamati ge;ala yang
berhubungan dengan pree:lamsi dan tanda@tanda :etuban pecah. Kehamilan dengan ;anin
:embar ;uga a:an mempengaruhi :enyamanan dan citra tubuh, :esiapan pera<atan bayi
dan :euangan, semua Aa:tor ini a:an menimbul:an stres dan henda:nya petugas
:esehatan lebih banya: memberi :onseling dan pendidi:an :esehatan. Konseling tentang
persalinan pretem dan pree:lamsi perlu di upaya:an guna memberi pera<atan :ehamilan
dengan ;anin :embar yang bermutu.
9. (sia ibu yang M !" tahun dan N 5D tahun
*ermasu: usia yang terlalu muda dengan :eadaan uterus yang :urang matur untu:
melahir:an sehingga rentan mengalami :etuban pecah dini. Sedang:an ibu dengan usia
N 5D tahun tergolong usia yang terlalu tua untu: melahir:an :hususnya pada ibu primi
(tua% dan beresi:o tinggi mengalami :etuban pecah dini. (sia dan Aisi: <anita sangat
berpengaruh terhadap proses :ehamilan pertama, pada :esehatan ;anin dan proses
persalinan.
Kehamilan di usia :urang dari !" tahun dapat menimbul:an masalah :arena :ondisi Aisi:
belum ""G siap. 0eberapa resi:o yang bisa ter;adi pada :ehamilan di usia :urang dari
!" tahun adalah :ecenderungan nai:nya te:anan darah dan pertumbuhan ;anin terhambat.
0isa ;adi secara mental pun <anita belum siap. .ni menyebab:an :esadaran untu:
memeri:sa:an diri dan :andungannya men;adi rendah. Di luar urusan :ehamilan dan
persalinan, risi:o :an:er leher rahim pun mening:at a:ibat hubungan se:s dan
melahir:an sebelum usia !" tahun ini. 0erbeda dengan <anita usia !"@5" tahun yang
dianggap ideal untu: men;alani :ehamilan dan persalinan. Di rentang usia ini :ondisi
Aisi: <anita dalam :eadaan prima. ,ahim sudah mampu memberi perlindungan atau
:ondisi yang ma:simal untu: :ehamilan. (mumnya secara mental pun siap, yang
berdampa: pada perila:u mera<at dan men;aga :ehamilannya secara hati@hati.
(sia 5"@5D tahun sebenarnya merupa:an masa transisi, :ehamilan pada usia ini masih
bisa diterima asal :ondisi tubuh dan :esehatan <anita yang bersang:utan termasu:
giCinya, dalam :eadaan bai:. Se;alan dengan bertambahnya usia, tida: sedi:it Aungsi
organ yang menurun. Sema:in bertambah usia, sema:in sulit hamil :arena sel telur yang
siap dibuahi sema:in sedi:it. Selain itu, :ualitas sel telur ;uga sema:in menurun. .tu
sebabnya, pada :ehamilan pertama di usia lan;ut, resi:o per:embangan ;anin tida:
normal dan timbulnya penya:it :elainan ba<aan ;uga tinggi, begitu ;uga :ondisi@:ondisi
lain yang mung:in mengganggu proses :ehamilan dan persalinan seperti :elahiran
preterm ataupun :etuban pecah dini. 2ening:atnya usia ;uga membuat :ondisi dan
Aungsi rahim menurun. Salah satu a:ibatnya adalah ;aringan rahim yang ta: lagi subur.
Padahal, dinding rahim tempat menempelnya plasenta. Kondisi ini memuncul:an
:ecenderungan ter;adinya plasenta pre>ia atau plasenta tida: menempel di tempat
semestinya. Selain itu, ;aringan rongga panggul dan otot@ototnya pun melemah se;alan
pertambahan usia. 3al ini membuat rongga panggul tida: mudah lagi menghadapi dan
mengatasi :ompli:asi yang berat, seperti perdarahan. Pada :eadaan tertentu, :ondisi
hormonalnya tida: seoptimal usia sebelumnya. .tu sebabnya, resi:o :eguguran, :etuban
pecah, :ematian ;anin, dan :ompli:asi lainnya ;uga mening:at. -amun secara umum
periode <a:tu dari :etuban pecah dini sampai :elahiran berbanding terbali: dengan usia
gestasi saat :etuban pecah, ;i:a :etuban pecah pada trimester :etiga, ma:a hanya
diperlu:an beberapa hari sa;a sehingga pelahiran ter;adi dibanding:an dengan trimester
:edua .
PatoAisiologi
Ketuban pecah dalam persalinan secara umum disebab:an oleh :ontra:si uterus dan peregangan
berulang. Selaput :etuban pecah :arena pada daerah tertentu ter;adi perubahan bio:imia yang
menyebab:an selaput :etuban inAerior rapuh, bu:an :arena seluruh selaput :etuban rapuh.
Selaput :etuban sangat :uat pada :ehamilan muda. Pada trimester tiga selaput :etuban mudah
pecah. 2elemahnya :e:uatan selaput ada hubungannya dengan pembesaran uterus, :ontra:si
rahim, dan gera:an ;anin. Pada trimester tera:hir ter;adi perubahan bio:imia pada selaput
:etuban. Ketuban pecah dini pada :ehamilan premature disebab:an oleh adanya Aactor@Aa:tor
e:sternal, misalnya inAe:si yang men;alar dari >agina. Ketuban pecah dini sering ter;adi pada
polihidramnion, in:ompeten ser>i:s, dan solusio plasenta.
&a:tor resi:o untu: ter;adinya :etuban pecah dini adalah :
. 0er:urang nya asam as:orbi: sebagai :omponen :olagen
!. Ke:urangan tembaga dan asam as:orbi: yang bera:ibat pertumbuhan stru:tur abnormal
:arena antara lain mero:o:
Degradasi :olagen dimediasi oleh matri:s metalloproteinase (22P% yang dihambat oleh
inhibitor ;aringan spesiAi: dan inhibitor protease.
2ende:ati <a:tu persalinan, :eseimbangan antara 22P dan *.2P@ mengarah pada degradasi
proteoliti: dari matri:s e:straseluler dan membrane ;anin. ':ti>itas degradasi proteoliti: ini
mening:at men;elang persalinan.

Kompli:asi
Kompli:asi yang timbul a:ibat :etuban pecah dini bergantung pada usia :ehamilan. Dapat
ter;adi inAe:si maternal maupun neonatal, persalinan premature, hipo:sia :arena :ompresi tali
pusat, deAormitas ;anin, mening:atnya insiden se:sio sesarea, atau gagal nya persalinan normal.
Kompli:asi lain adalah :
. Persalinan premature
Setelah :etuban pecah biasanya segera disusul oleh persalinan. Periode laten tergantung
umur :ehamilan. Pada :ehamilan aterm $"G ter;adi dalam !? ;am setelah :etuban pecah.
Pada :ehamilan antara !9@5? minggu D"G persalinan dalam !? ;am. Pada :ehamilan
:urang dari !7 minggu persalinan ter;adi dalam minggu.
!. .nAe:si
,esi:o inAe:si ibu dan ana: mening:at pada :etuban pecah dini. Pada ibu ter;adi
:orioamnionitis. Pada bayi dapat ter;adi septicemia, pneumonia. (mumnya ter;adi
:orioamnionitis sebelum ;anin terinAe:si. Pada :etuban pecah dini premature, inAe:si
lebih sering daripada aterm. Secara umum insiden inAe:si se:under pada :etuban pecah
dini mening:at sebanding dengan lamanya periode laten.
5. 3ipo:sia dan asAi:sia
Dengan pecahnya :etuban ter;adi oligohidramnion yang mene:an tali pusat hingga ter;adi
asAi:sia atau hipo:sia. *erdapat hubungan antara ter;adinya ga<at ;anin dan dera;at
oligohidramnion, sema:in sedi:it air :etuban, ;anin sema:in ga<at.
?. Sindrom deAormitas ;anin
Ketuban pecah dini yang ter;adi terlalu dini menyebab:an pertumbuhan ;anin terhambat,
:elainan disebab:an :ompresi mu:a dan anggota badan ;anin, serta hipoplasia pulmonar.
*anda dan Ge;ala
*anda dan ge;ala yang selalu ada :eti:a ter;adi :etuban pecah dini adalah :eluarnya cairan
:etuban merembes melalui >agina.
Cairan ini tida: a:an berhenti atau :ering :arena terus diprodu:si sampai :elahiran. *etapi bila
ibu dudu: atau berdiri, :epala ;anin yang sudah terleta: di ba<ah biasanya menggan;al atau
menyumbat :ebocoran untu: sementara. 'da pula tanda dan ge;ala yang tida: selalu ada
(:adang@:adang% timbul pada :etuban pecah dini seperti :etuban pecah secara tiba@tiba,
:emudian cairan tampa: diintroitus dan tida: adanya his dalam satu ;am. Keadaan lain seperti
nyeri uterus, denyut ;antung ;anin yang sema:in cepat serta perdarahan per>aginam sedi:it tida:
selalu dialami ibu dengan :asus :etuban pecah dini. -amun, harus tetap di<aspadai untu:
mengurangi ter;adinya :ompli:asi pada ibu maupun ;anin.
!
2enega:an diagnosis
Diagnosis KPD didasar:an pada anamnesis, pemeri:saan Aisi:, dan laboratorium.
'namnesa
2enanya:an identitas dan data umum seperti nama, usia, pe:er;aan, agama, su:u
2enanya:an :eadaan sosial dan e:onomi, gaya hidup dan :ondisi ling:ungan
2enanya:an adanya :eluhan utama dan penyerta
2enanya:an apa:ah pasien telah mela:u:an pemeri:saan sebelumnya atau pengobatan
sebelumnya, apa yang dila:u:an untu: mengatasi :eluahannya sebelum :e do:ter
2enanya:an ri<ayat penya:it :eluarga dan penya:it terdahulu
Didahului dengan pencatatan identitas penderita secara leng:ap.
Pada anamnesis umum :ehamilan perlu ditanya:an usia :ehamilan atau menghitung :ehamilan
dengan menanya:an hari pertama dari haid tera:hir, ri<ayat perni:ahan ibu, ri<ayat penya:it
yang sedang diderita ibu seperti pree:lamsia, maupun :eadaan ;anin dalam pemeri:saan
:andungan sebelumnya seperti adanya :ondisi hidroamnion pada ;anin, atau solusio plasenta.
*anya:an pula tentang ri<ayat penya:it dahulu, :hususnya penya:it :ronis seperti hipertensi,
diabetes, atau :elainan ;antung. Perlu ditanya:an pula :eluhan tambahan seperti adanya nyeri
pinggang, atau nyeri perut untu: melihat ada:ah indi:asi inpartu pada ibu pasca ter;adinya KPD.
Penting ;uga untu: menanya:an sudah berapa lama ibu tersebut mengalami :etuban pecah dini,
di:arena:an pada umumnya !? ;am setelah ter;adi KPD ibu a:an merasa:an tanda@tanda inpartu
sebagai a:ibat dari rangsangan :ontra:si uterus. Perlu ditanya:an ;uga apa <arna, :onsistensi,
dan bau dari cairan yang :eluar, sehingga dapat dibeda:an dengan :emung:inan in:ontinensia
urin pada ibu hamil maupun untu: membeda:an dengan darah dan se:ret >agina. *anya:an pula
apa:ah ibu masih merasa:an pergera:an bayi atau tida:, sebagai indi:asi :ehidupan bayi, apa:ah
Are:uensinya bertambah banya: atau tida: mengindi:asi:an bayi sedang dalam stres atau tida:
di:arena:an :ondisi oligoamnion pasca KPD. *anya:an pula apa:ah saat bayi bergera: ibu
terasa :esa:itan sebagai :emung:inan dari ber:urangnya cairan amnion a:ibat KPD.
Keluhan lainnya yang perlu ditanya:an adanya apa:ah terdapat demam untu: indi:asi adanya
inAe:si. Selain itu tanya:an pula apa:ah ibu pernah mengalami :eadaan seperti ini, sehingga
dapat diper:ira:an apa:ah terlah ter;adi pada ;anin atau tida: :arena ;i:a telah lama ter;adi atau
berulang :emung:ian inAe:si dan eAe: dari KPD pada ibu dan ;anin a:an lebih berbahaya bagi
:eselamatan :eduanya. Pela;ari pola ma:an dan :ualitas giCinya. 'pa:ah ia mero:o: atau
minum minuman beral:oholO 0agaimana penghasilan dan ruang ling:up sosialnyaO
0agaimana ri<ayat :ehamilan sebelum ini, apa:ah pernah mengalami masalah seperti ini atau
masalah lainnya seperti pree:lamsia maupun hidroamnion dan sebagainya.
Pemeri:saan &isi:
Pemeri:saan tanda@tanda >ital seperti te:anan darah, Are:uensi napas, Are:uensi nadi dan suhu
tubuh. Suhu dan :eadaan umum dapat menun;u:an indi:asi adanya inAe:si atau tida:, tanda@
tanda inAe:si adalah bila suhu ibu lebih dari 59P C serta air :etuban :eruh dan berbau. )a:u:an
pula pemeri:saan pada ;aninnya dengan memeri:sa denyut ;antungnya dengan mengguna:an
doppler atau stetos:op bidan untu: melihat tanda bahaya atau :ehidupan ;anin, untu: hasil yang
lebih a:urat la:u:an pemeri:saan dengan (SG.
3al yang penting untu: diperhati:an ;uga adalah, melihat adanya :ontra:si pada ibu, ;i:a
terdapat :ontra:si teratur ma:a perlu dipertimbang:an unut: mela:u:an terminasi :ehamilan.
Sehubungan dengan ter;adinya :ontra:si perlu ;uga dila:u:an pemeri:saan Aisi: :ehamilan
seperti )eopold untu: menilai :eadaan atau posisi ;anin, terutama menilai tinggi Aundus uteri dan
dilihat apa:ah sesuai dengan usia :ehamilannya. Pemeri:saan ini ;uga perlu dila:u:an apabila
dipertimbang:an unut: mela:u:an terminasi :ehamilan atau :ontra:si teratur menun;u:an a:an
ter;adi proses inpartu dalam !? ;am. Sehingga dapat nilai posisi ;anin, apa:ah telah berada pada
posisi yang tepat untu: persalinan pada :ehamilan aterm.
Pada pasien yang menun;u:an tanda inpartu seperti nyeri :ontra:si yang teratur ma:a, perlu
dila:u:an pemeri:saan pada ser>i:s pasien dengan te:ni: pemeri:saan bimanual untu: menilai
:onsistensi luna:nya ser>i:s guna mela:u:an proses persalinan dan menilai bu:aan yang ter;adi.
-amun pada pasien tanpa tanda inpartu hal ini di:ontraiindi:asi:an :arena diduga dapat
membantu penyebaran inAe:si pasca pecahnya :etuban.
Pemeri:saan &isi: 'bdomen
'tur tubuh ibu hamil dalam posisi setengah dudu: dengan :edua lutut dite:u:. )a:u:an inspe:si
untu: menemu:an setiap si:atri:s atau stria, bentu: serta :ontur abdomen dan tinggi Aundus
uteri. Gambaran stria yang ber<arna :eunguan dan linea nigra merupa:an :eadaan yang normal
pada :ehamilan. 0entu: dan :ontur abdomen dapat menun;u::an u:uran :ehamilan. )a:u:an
palpasi abdomen untu: menemu:an:
@Organ atau massa
@Gera:an ;anin, biasanya gera:an ;anin (yang sering pula disebut dengan istilah goyang ;anin%
dapat dirasa:an oleh pemeri:sa pada :ehamilan sesudah !? minggu (dan oleh ibu pada usia
:ehamilan 9@!" minggu%
Kontra:tilitas uterus
(terus ber:ontra:si tida: teratur sesudah :ehamilan ! minggu dan :ontra:si uterus ini sering
:ali ter;adi sebagai respons terhadap palpasi selama trimester :etiga. Kemudian, pemeri:sa a:an
merasa:an abdomen yang tegang atau :encang dan mengalami :esulitan untu: meraba bagian
tubuh ;anin. 8i:a tangan pemeri:sa dibiar:an berada pada daerah Aundus uteri, ;ari@;arinya a:an
merasa:an rela:sasi otot rahim.
)a:u:an pengu:uran tinggi Aundus uteri dengan pita pengu:ur ;i:a usia :ehamilan lebih
dari !" minggu.
Dengan memegang pita dan mengi:uti garis tengah abdomen, la:u:an pengu:uran dari punca:
simAisis.pubis hingga punca: Aundus uteri. Sesudah usia :ehamilan !" minggu, pengu:uran yang
dila:u:an dalam satuan sentimeter secara :asar harus sama dengan usia :ehamilan dalam
minggu. (ntu: memper:ira:an tinggi ;anin antara ! dan !" minggu.
)a:u:an aus:ultasi deta: ;antung ;anin (D88% dengan memperhati:an Are:uensi, lo:asi, dan
iramanya. Guna:an alat:
@Dopler, dengan alat ini, D88 dapat didengar sesudah usia :ehamilan ! minggu
@&etos:op, dengan alat ini, D88 dapat didengar sesudah usia :ehamilan 9 minggu
0iasanya Are:uensi D88 ber:isar se:itar 7"@an pada a<al :ehamilan, dan :emudian a:an
melambat hingga se:itar !"@an sampai ?"@an pada saat :ehamilan mende:ati aterm. Sesudah
5!@5? minggu, D88 harus mening:at bersamaan dengan gera:an ;anin.
)o:asi D88 pada :ehamilan !@9 minggu yang bisa terdengar berada di garis tengah abdomen
ba<ah. Sesudah usia !9 minggu, D88 terdengar paling ;elas pada bagian punggung atau dada
;anin. Kemudian lo:asi D88 bergantung pada posisi tubuh ;anin tersebut. Palpasi :epala dan
punggung ;anin a:an membantu dalam mengenali daerah tempat mendengar:an D88. 8i:a :epala
;anin berada di ba<ah dengan punggung ;anin yang terleta: pada sisi :iri abdomen ibu, D88
terdengar paling ;elas pada :uadran :iri ba<ah abdomen. 8i:a :epala ;anin berada di ba<ah
prosesus siAoideus (presentasi bo:ong) dengan punggung ;anin yang terdapat pada sisi :anan,
D88 a:an terdengar pada :uadran :anan atas abdomen.
Pemeri:saan dengan Spe:ulum
)ang:ah penting yang a:urat dalam menentu:an diagnosis adalah dengan pemeri:saan spe:ulum
steril. 'da ! temuan yang dapat diguna:an sebagai :onAirmasi diagnosis :etuban pecah dini :
. Pooling : pengumpulan cairan pada AorniE posterior
*es nitraCin : mengguna:an s<ab steril unut: mengumpulan cairan dari AorniE posterior dan
mengu;inya dengan :ertas nitraCin (phenaphthaCine%. 8i:a cairan tersebut merupa:an cairan
amnion ma:a :ertas nitraCin a:an berubah men;adi biru, yang menun;u:an p3 al:alis (#."@
#.!D%. Pada tes -itraCin dengan p3 al:alis dapat ;uga disebab:an inAe:si >agina atau
terdapatnya darah atau semen pada sampel.

!. &erning: cairan dari AorniE posterior dileta:an pada slide dan :ering:an pada udara
:ering. Cairan amnion a:an berubah men;adi bentu: be:uan dari :ristalisasi.
2u:us ser>i:al dapat menyebab:an Aerning namun biasanya hanya berbentu: titi:@titi:
:ecil. Saat pemeri:saan spe:ulum, ser>i:s pasien harus diinspe:si untu: memper:ira:an
dera;at dilatasi atau adanya prolaps plasenta atau tali pusar ;anin.
Pemeri:saan Penun;ang
(ltrasonograAi ((SG% untu: melihat :eadaan ;anin dan :eadaan :andungannya. 3al@hal yang
diperhati:an saat (SG antara lain adalah:
1. 'mnioticAluid indeE ('&.% untu: menilai apa:ah ter;adi oligoamnion pasca KPD
2. ':ti>itas ;anin
3. Pengu:uran 00 ;anin
4. Deta: ;antung ;anin
5. Kelainan :ongenital atau deAormitas
6. Posisi ;anin
Pemeri:saan laboratorium tes darah leng:ap, untu: melihat apa:ah ada :emung:inan ter;adinya
inAe:si. )eu:osit darah Q D."""=mm
5
. 8anin mengalami ta:i:ardia, mung:in mengalami inAe:si
intrauterin. Selain itu perlu dila:u:an adanya :ultur cairan :etuban apabila dicurigai ter;adinya
inAe:si. 8i:a memung:in:an pada cairan amnion dila:u:an ;uga peri:saan alAaAetoprotein untu:
melihat apa:ah ada :elainan deAormitas pada ;anin.
Penatala:sanaan
Penanganan :etuban pecah dini memerlu:an pertimbangan usia gestasi, adanya inAe:si pada
:ompli:asi ibu dan ;anin dan adanya tanda@tanda persalinan. Penatala:sanaan :etuban pecah dini
pada :ehamilan preterm berupa penanganan :onser>atiA, antara lain :
!,5
. ,a<at di ,umah Sa:it, beri:an antibioti:a (ampisilin ?RD"" mg atau eritromisin bila
tida: tahan ampisilin% dan metronidaCol ! E D"" mg selama # hari.
!. 8i:a umur :ehamilan 5!@5? minggu, dira<at selama air :etuban masih :eluar, atau
sampai air :etuban tida: :eluar lagi.
5. Pada usia :ehamilan 5!@L5# minggu beri:an steroid, untu: memacu :ematangan paru
;anin, dan :alau memung:in:an peri:sa :adar lesitin dan spingomielin tiap minggu.
Sedian terdiri atas betametason 7mg sehari diberi:an ! :ali atau de:sametason .2 atau
./ D mg setiap 7 ;am sebanya: ? :ali.
?. 8i:a usia :ehamilan 5!@L5# minggu, belum inpartu, tida: ada inAe:si, beri de:sametason,
obser>asi tanda@tanda inAe:si, dan :ese;ahteraan ;anin. *erminasi pada :ehamilan 5#
minggu.
D. 8i:a usia :ehamilan 5!@L5# minggu, sudah inpartu, tida: ada inAe:si, beri:an to:oliti:
(salbutamol%, steroid dan indu:si sesudah !? ;am.
7. 8i:a usia :ehamilan 5!@L5# minggu, ada inAe:si, beri antibioti: dan la:u:an indu:si.
-ilai tanda@tanda inAe:si (suhu, leu:osit, tanda@tanda inAe:si intrauterin%.
Penatala:sanaan Ketuban Pecah Dini Pada Kehamilan 'term
Penatala:sanaan :etuban pecah dini pada :ehamilan aterm berupa penanganan a:tiA, antara lain:
. Kehamilan Q 5# minggu, indu:si dengan o:sitosin, bila gagal se:sio sesaria. Dapat pula
diberi:an misoprostol D" Hg intra>aginal tiap 7 ;am ma:simal ? :ali.
!. 0ila ada tanda@tanda inAe:si, beri:an antibioti:a dosis tinggi, dan persalinan di a:hiri.
5. 0ila s:or bishop L 9 la:u:an pematangan ser>i:s :emudian indu:si. 8i:a tida: berhasil
a:hiri persalinan dengan se:sio sesaria.
?. 0ila s:or bishop Q 9 indu:si persalinan, partus per>aginam.
.ndu:si persalinan
.ndu:si persalinan terbagi atas :
Secara medis
'. .nAus O:sitosin
'gar inAus o:sitosin berhasil dalam mengindu:si persalinan dan tida: memberi:an
penyulit bai: pada ibu maupun ;anin, ma:a diperlu:an syarat@syarat sebagai beri:ut :
@:ehamilan aterm
@u:uran panggul normal
@ta: ada CPD
@;anin dalam presentasi :epala
@ser>i:s telah matang
(ntu: menilai :ematangan ser>i:s dapat dipa:ai s:or bishop, yaitu bila nilai 0ishop
lebih dari 9, indu:si persalinan :emung:inan a:an berhasil.
Faktor Skor 0 Skor 1 Skor 2 Skor 3
0u:aan (cm% " @! 5@? QD
Pan;ang ser>i:s (cm% "@5"G ?"@D"G 7"@#"G 9"G
Konsistensi :eras sedang luna: @
Posisi posterior tengah anterior @
*urun nya :epala
(cm dari spina
ischiadi:a%
@5 @! @ B,B!
*urunnya :epala ?=D 5=D !=D =D
*e:ni: inAus o:sitosin berencana :
Semalam sebelum drip o:sitosin, henda:nya penderita sudah tidur pulas.
Pagi harinya penderita diberi pencahar.
Disiap:an cairan ,) D""cc yang diisi dengan o:sitosin D .(.
Cairan yang sudah mengandung D .( o:sitosin dialir:an secara intra>ena melalui
aliran inAus.
*etesan dimulai dengan 9 tpm dinai:an ? tpm setiap 5" menit. *etesan ma:simal
diperboleh:an sampai ?" tpm. 0ila sudah mencapai :adar ini :ontra:si rahim tida:
muncul ;uga, ma:a berapa pun :adar o:sitosin yang diberi:an tida: a:an
menimbul:an :e:uatan :ontra:si.
Penderita dengan inAus o:sitosin harus diamati secara cermat untu: :emung:inan
timbulnya tetania uteri, tanda@tanda ruptur uteri memba:at, maupun tanda ga<at
;anin.
0ila :ontra:si rahim timbul secara teratur dan ade:uat ma:a :adar tetesan o:sitosin
dipertahan:an. Sebai:nya bila ter;adi :ontra:si rahim yang sangat :uat, ;umlah
tetesan dapat di:urangi atau sementara dihenti:an.
.nAuse o:sitosin ini henda:nya tetap dipertahan:an sampai persalinan selesai yaitu
sampai ;am sesudah lahirnya plasenta.
+>aluasi :ema;uan pembu:aan ser>i:s dapat dila:u:an dengan peri:sa dalam bila his
telah ade:uat.
0. Pemberian Prostaglandin
Prostaglandin dapat merangsang otot polos termasu: ;uga otot rahim. Prostaglandin yang
spesiAi: untu: merangsang otot rahim ialah PG+! dan PG&! alpha. (ntu: indu:si
persalinan dapat diberi:an secara intra>ena atau oral. Pada :ehamilan aterm, indu:si
persalinan dengan prostaglandin cu:up eAe:tiA.
C. Cairan hipertoni: intra uteri
Pemberian cairan hipertoni: intraamnion dipa:ai untu: merangsang :ontra:si rahim pada
:ehamilan dengan ;anin mati. Cairan hipertoni: yang dipa:ai dapat berupa cairan garam
hipertoni: !", urea, dan lain@lain. Kadang@:adang pema:aian urea dicampur dengan
prostaglandin untu: memper:uat rangsangan pada otot@otot rahim. Cara ini dapat
menimbul:an penya:it yang cu:up berbahaya, misalnya hipernatremia, inAe:si dan
gangguan pembe:uan darah.
Cairan hipertoni: dapat menimbul:an penyulit serius, termasu: :ematian penyulit lain
menca:up:
. :risis hiperosmolar a:ibat masu:nya cairan hipertoni: :edalam sir:ulasi ibu
!. gagal ;antung
5. syo: septi:
?. peritonitis
D. perdarahan
7. :oagulasi intra>as:ular diseminata
#. into:si:asi air
D. 2isoprostol /agina
Studi a<al mengisyarat:an bah<a tablet misoprostol dimasu:an :edalam >agina lebih
bai: secara eAe:tiAitas dibanding:an gol prostaglandin +! intraser>i:al. Pema:aian
misoprostol intra>aginal seperempat tablet ini dianggap dapat mengurangi :ebutuhan
o:sitosin mencapai angg:a persalinan per>aginam !? ;am indu:si yang lebih tinggi, dan
secara berma:na menurun inter>al antara indu:si sampai melahir:an. Dosis D"mi:rogram
menyebab:an pening:atan ta:isistol, pengeluaran me:onium, dan aspirasi me:onium,
secara berma:na dibanding:an dengan gol prostaglandin +!. 8uga dapat meningg:at:an
insiden resi:o se:sio sesaria a:ibat hiperstimulasi uterus dibanding:n dengan dioproston.
Dosis !Dmi:rogram setiap tiga ;am menyebab:an penurunan secara berma:na eAe:
merugi:an dibanding:an dengan dosis D" mi:rogram. )aporan@laporan mengenai ruptur
uteri pada <anita dengan ri<ayat bedah uterus sebelumnya menyebab:an pema:aian
misoprostol di :ontraindi:asi:an pada <anita ini.
+. 2isoprostol Oral
Windrim d:: melapor:an bah<a misoprostol peroral memili:i eAe:tiA>itas yang sama
untu: pematangan ser>i:s dan mengindu:si persalinan dengan pemberian intra>aginal.
'dair d:: menyimpul:an bah<a apli:asi oral dan >agina sama eAe:tiAnya tetapi dosis
oral !""mg ber:aitan dengan pening:atan :elainan :ontra:tilitas uterus. Wing
melapor:an bah<a D"mi:rogram misoprostol peroral :urang eAe:tiA dibanding:an
dengan !Dmi:rogram misoprostol per>aginam untu: pematangan ser>i:s dan
mengindu:si persalinan. Para ahli penelitian :emudian melapor:an bah<a dosis oral ""
mi:rogram sama eAe:tiAitasnya dengan dosis !D mi:rogram intra>aginal.
Secara manipulati>e
'. 'mniotomi
'mniotomi artiAicial dila:u:an dengan cara memecah:an :etuban bai: di bagian ba<ah
depan maupun di bagian bela:ang dengan suatu alat :husus. Sampai se:arang belum
di:etahui dengan pasti bagaimana pengaruh amniotomi dalam merangsang timbulnya
:ontra:si rahim. 0eberapa teori mengemu:a:an bah<a :
@'mniotomi dapat mengurangi beban rahim sebesar ?"G sehingga tenaga :ontra:si
rahim dapat lebih :uat untu: membu:a ser>i:s
@'mniotomi menyebab:an ber:urangnya aliran darah di dalam rahim :ira@:ira ?" menit
setelah amniotomi di:er;a:an, sehingga ber:urangnya o:sigenasi otot@otot rahim dan
:eadaan ini mening:at:an :epe:aan otot rahim
@'mniotomi menyebab:an :epala dapat langsung mene:an dinding ser>i:s dimana
didalamnya terdapat banya: saraA@saraA yang merangsang :ontra:si rahim.
0ila setelah amniotomi di:er;a:an 7 ;am :emudian, belum tanda@tanda permulaan
persalinan, ma:a harus dii:uti dengan cara@cara lain untu: merangsang persalinan,
misalnya dengan inAuse o:sitosin. Pada amniotomi perlu diingat a:an ter;adinya penyulit@
penyulit sebagai beri:ut :
@inAe:si
@prolapsus Auni:uli
@ga<at ;anin
@tanda@tanda solusio plasenta
*e:ni: amniotomi
8ari telun;u: dan ;ari tengah :anan di masu:an :edalam ;alan lahir sampai sedalam
:analis ser>i:alis. Setelah :edua ;ari berada dalam :analis ser>i:alis, ma:a posisi ;ari
diubah sedemi:ian rupa, sehingga telapa: tangan menghadap :earah atas. *angan :iri
:emudian memasu:an pengait :husus :e dalam ;alan lahir dengan tuntunan :edua ;ari
yang telah ada di dalam. (n;ung pengait dileta:an diantara ;ari telun;u: dan ;ari tengah
tangan yang di dalam. *angan yang diluar :emudian memanipulasi pengait :husus
tersebut untu: dapat menusu: dan merobe: selaput :etuban. Selain itu menusu:an
pengait ini dapat ;uga dila:u:an dengan satu tangan, yaitu oengait di;epit diantara ;ari
tengah dan ;ari telun;u: tangan :ana, :emudian dimasu:an dalam ;alan lahir sedalam
:analis ser>i:alis. Pada <a:tu tinda:an ini di:er;a:an, seorang asisten menahan :epala
;anin :edalam pintu atas panggul. Setelah air :etuban mengalir :eluar, pengait
di:eluar:an oleh tangan :iri, sedang:an ;ari tangan yang didalam melebar robe:an
selaput :etuban. 'ir :etuban dialir:an sedi:it demi sedi:it untu: men;aga :emung:inan
ter;adinya prolaps tali pusat, bagian@bagian :ecil ;anin, ga<at ;anin, dan solusio plasenta.
Setelah selesai tangan penolong ditari: :eluar dari ;alan lahir.
0. 2elepas selaput :etuban dan bagian ba<ah rahim
2elepas:an :etuban dari dinding segmen ba<ah rahim secara menyeluruh setinggi
mung:in dengan ;ari tangan. Cara ini dianggap cu:up eAe:tiA dalam merangsang
timbulnya his. 0eberapa hambatan yang dihadapi dalam mela:u:an tinda:an ini adalah :
@ser>i:s yang belum dapat dilalui oleh ;ari
@bila didapat:an plasenta leta: rendah, ma:a tida: boleh dila:u:an
@bila :epala belum cu:up turun dalam rongga panggul
C. Pema:aian rangsangan listri:
Dengan dua ele:troda, yang satu dileta:an dalam ser>i:s, sedang:an yang lain
ditempel:an pada dinding perut, :emudian dialir:an listri: yang a:an memberi:an
rangsangan pada ser>i:s untu: menimbul:an :ontra:si rahim. 0entu: alat ini bermacam@
macam, bah:an ada yang u:uran nya :ecil sehingga dapat diba<a@ba<a dan ibu tida:
perlu tinggal di rumah sa:it.
D. ,angsangan pada putting susu
Sebagaimana di:etahui rangsangan putting susu dapat mempengaruhi hipoAisi posterior
untu: mengeluar:an o:sitosin sehingga ter;adi :ontra:si rahim. Dengan pengertian ini
ma:a telah dicoba dila:u:an indu:si persalinan dengan merangsang putting susu. Pada
salah satu putting susu, atau daerah areola mamae dila:u:an masase ringan dengan ;ari si
ibu. (ntu: menghindari lecet pada daerah tersebut, sebai:nya diberi minya: pelicin.
DaAtar Pusta:a
. 2enon ,, &ortunato S8. *he role oA matri:s degrading enCymes and apotosis in rupture oA
membranes. ,eproducti>e Sciences: !""?S .p.?!#@5#.
!. 0inarso ', Kristanto 3. Kehamilan postterm. dalam : .lmu Kebidanan Sar<ono
Pra<irohard;o. edisi :e@?, ceta:an :etiga, 4ayasan 0ina Pusta:a Sar<ono Pra<irohard;o,
8a:arta, !"".h.7##@9!.
5. Cunningham, &.G et al. !""D. Kehamilan Postterm. dalam : Williams Obstetrics.!!
st

edition. -e< 4or:: 2c Gra< 3ill 2edical Publising Di>ision.