Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb.
Alhamdulillah, puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat ALLAH SWT
dengan terselesaikannya referat yang berjudul T!"H# . !eferat ini disusun dalam
rangka memenuhi tugas kepaniteraan di S$% bsetri dan &inek'l'gi !S( dr. Slamet
&arut.
)ada kesempatan ini penyusun ingin mengu*apkan terima kasih yang sebesar+
besarnya kepada ,
-. .r. !i/ky !ahim, Sp.&, $.0es sebagai pembimbing yang telah memberikan
ilmu dan bimbingan kepada kami.
1. .r. Hj. Helida Abbas, Sp.& sebagai kepala S$% bstetri dan &inek'l'gi !S(
dr. Slamet &arut dan sebagai pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk
membimbing kami.
2. .r. H .adan S, Sp.& sebagai pembimbing yang telah menyediakan waktu untuk
memberikan masukan dalam penyusunan refreat ini.
3. Seluruh !esiden bstetri dan &inek'l'gi !S( dr. Slamet &arut, yang telah
banyak membantu selama kepaniteraan ini.
4. Seluruh 5idan dan )erawat di S$% bstetri dan &inek'l'gi !S( dr. Slamet
&arut, yang telah banyak membantu selama kepaniteraan ini.
6. 0eluarga yang selalu mend'akan dan memberikan dukungan tanpa b'san untuk
keberhasilan penyusun.
7. Seluruh rekan kepaniteraan yang telah memberikan bantuan, dukungan dan kerja
sama yang baik.
Sem'ga dengan adanya referat ini dapat menambah pengetahuan dan berguna
bagi semua pihak yang terkait.
)enyusun menyadari bahwa referat ini masih jauh dari kesempurnaan, karenanya
penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.
Wassalamualaikum wr.wb.
&arut, 8anuari 19--
)enyusun
Infeksi TORCH Dalam Kehamilan, Diagnosis, Klinis, Efek
Terhadap Janin dan Penegahann!a
I" PENDAH#$#AN
:nfeksi dalam kehamilan, akan memberikan dampak yang serius pada janin.
Terlintasinya sawar plasenta akan menimbulkan transmisi ;ertikal dari ibu ke janin.
5eberapa infeksi yang dapat terjadi selama masa kehamilan, diantaranya disebabkan 'leh
;irus atau parasit. Se*ara garis besar, transmisi ;ertikal dari ibu ke janin, terbagi menjadi
dua kateg'ri, yaitu infeksi k'ngenital bila transmisi terjadi intrauterine, dan infeksi
perinatal bila infeksi terjadi pada saat intrapartum atau p'stpartum. )ada perkembangan
selanjutnya ternyata diketahui bahwa beberapa infeksi pada kehamilan ini bisa
memberikan dampak yang *ukup berat pada janin yang dikandungnya yaitu menye+
babkan kelainan<infeksi k'ngenital. :nfeksi k'ngenital sebelumnya dapat terdeteksi
melalui pemeriksaan (S& pada masa kehamilan atau pada saat bayi lahir, walaupun tidak
tampak gejala klinis pada beberapa hari atau beberapa minggu pertama kehidupan bayi.
:nfeksi k'ngenital yang umum dikenal dengan istilah T!"H =T, t'>'plasm'sis,
, 'ther, ! , rubella, " , "yt'megal';irus, H : herpes simpleks virus).
Pada janin yang dicurigai terkena infeksi kongenital atau
perinatal, penegakkan diagnosa dari agen penyebab infeksi
sangat diperlukan.Informasi yang didapat dari pemeriksaan
titer antibodi T!"H, yang merupakan antibodi yang
ditransmisikan kepada janin dan dapat menggambarkan status
serologi ibu.
.alam sari kepustakaan ini, akan dibahas berbagai aspek mengenai eti'l'gi,
pat'fisi'l'gi, diagn'sis, klinis, dan *ara pen*egahan dari infeksi T!"H .
1
II" ETIO$OGI
T'>'plasm'sis
T'>'plasm'sis adalah penyakit yang disebabkan 'leh t'>'plasma g'ndii, parasit
pr't'/'a intraseluler, yang merupakan salah satu penyebab kelainan *'ngenital yang
*ukup d'minan. Sekitar 39 sampai 49? 'rang dewasa di Amerika serikat terdapat
antib'd t'>'plasma, sedangkan angka kejadian ser'k'n;ersi pada kehamilan adalah 4?
dengan 2 dari -999 ne'natus terdapat adanya infeksi k'ngenital. Se*ara klinis, k'ngenital
t'>'plasm'sis terjadi pada - dari @999 kehamilan di Ar'pa,sedangkan di Amerika Serikat
terjadi sekitar 399+3999 kasus t'>'plasm'sis *'ngenital setiap tahunnya. Sebagian besar
diantaranya asimt'matis, jika terdapat gejala, akan berhubungan dengan adanya
m'n'nu*le'sis.
.i :nd'nesia, infeksi t'>'plasm'sis pada ibu hamil merupakan risik' tinggi
terjadinya t'>'plasm'sis k'ngenital. .alam sebuah penelitian yang dilakukan di !S
.r."ipt'mangunkusum' 8akarta dan !S .r. Hasan Sadikin 5andung , diambil sampel
dari ibu hamil yang mengalami keguguran sp'ntan, memberikan hasil is'lasi yang p'sitif
mengandung T'>'plasma g'ndii.
!ubella
:nfeksi rubella disebabkan 'leh ;irus !BA genus !ubi;irus yang termasuk famili
T'ga;iridae. )enularan disebarkan melalui dr'plet yang memasuki traktus respirat'rius
kemudian memasuki kelenjar limfe *er;ikal dan menyebar se*ara hemat'gen. Selama
masa ;iremia baik pada masa klinis atau subklinis dalam kehamilan, ;irus menginfeksi
plasenta dan selanjutnya menginfeksi janin. $asa inkubasinya 1+2 minggu, ;irus akan
terdapat didalam darah dan sekret nas'faring selama beberapa hari sampai kemudian
mun*ul rash di kulit. .engan adanya ;aksin rubella, angka kejadian rubella menurun
drastis.
:nfeksi yang mengenai ibu hamil, akan berdampak serius pada janin, yaitu
timbulnya suatu infeksi rubella k'ngenital.Sindr'ma rubella k'ngenital adalah
2
sekumpulan kelainan fisik yang terjadi pada se'rang bayi karena infeksi ;irus rubella
pada ibu hamil yang menginfeksi janin. 0ejadian rubella k'ngenital di Ar'pa dilap'rkan
sebanyak @ kasus di tahun 1991.
"yt'megal';irus
"yt'megal';irus ="$CD adalah ;irus .BA double stranded, merupakan famili
;irus herpes, yang hanya ditemukan pada manusia. Bamanya berasal dari gambaran
hist'pat'l'gis dari sel yang terinfeksi, yaitu banyaknya sit'plasma dan adanya inklusi
dari intranuklear dan sit'plasma. :nfeksi "$C sangat sering terjadi. .i Amerika serikat,
49+@4 ? wanita usia 39 tahun menunjukkan ser'k'n;ersi adanya infeksi "$C,
sedangkan pada wanita hamil terjadi sekitar 39? dengan angka terendah pada
primigra;ida. :nfeksi yang terjadi dapat terjadi melalui transmisi h'ri/'ntal maupun
transmisi ;ertikal. $asa inkubasi antara 1@ sampai 69 hari, dengan rata+rata 39 hari. .i
Amerika Serikat, angka kejadian k'ngenital an'mali akibat "$C adalah - dari 749 bayi
yang dilahirkan.
&ambaran klinis yang mun*ul pada infeksi "$C antara lain malaise, demam,
limfaden'pati, hepat'splen'megali, tetapi pada lebih banyak kasus, infeksi "$C bersifat
asimt'matis. :nfeksi primer biasanya bersifat asimt'matis pada dewasa, anak yang lebih
besar, tetapi dapat bermanifestasi dengan timbulnya demam dan hepatitis. :nfeksi primer
"$C dapat terjadi pada -+2? wanita hamil, dengan perkiraan 29+39? janin dari ibu
yang mengalami infeksi primer akan terinfeksi "$C, dan -4 ? diantaranya mengalami
penyakit serius.
Herpes simple>
Cirus Herpes simple> adalah g'l'ngan ;irus .BA. 5erdasarkan jenisnya, HSC
tipe - menimbulkan infeksi pada mulut dan kulit diatas pinggang, HSC tipe 1
menimbulkan infeksi pada genital dan kulit dibawah pinggang. HSC tipe 1 paling
d'minan dalam menyebabkan kelainan pada ne'natal = 74+@9? D, dan sering menyerang
saluran genitalia. Se*ara umum, HSC adalah salah satu penyakit menular seksual. :nfeksi
;irus herpes simple> =HSCD dapat terjadi pada dewasa, bayi baru lahir, ataupun fetus.
)ada dewasa, terdapat lesi ;esikuler atau ulseratif pada kulit atau membran muk'sa. )ada
3
bayi belum lahir, infeksi dapat terjadi sistemik, dan kadang bersifat letal. :nfeksi herpes
simple> pada ne'natal dapat menyebabkan m'rbiditas dan m'rtalitas ne'antal yag *ukup
signifikan. 5ayi yang berisik' tinggi untuk terinfeksi HSC adalah bayi yang lahir dari ibu
dengan infeksi primer HSC, dengan angka kemungkinan transmisi ke bayi men*apai
49?. 5ayi yang lahir dari ibu dengan ser'p'sitif berisik' sekitar 2? untuk terinfeksi.
III" PATO%I&IO$OGI
2.- T'>'plasm'sis
Terjadinya infeksi t'>'plasma berawal dari tertelannya kista dari makanan yang
tidak dimasak atau kurang matang, atau terpapar langsung dengan ''sit, atau
mengk'nsumsi makanan yang terk'ntaminasi 'leh k't'ran ku*ing yang mengandung
''*yst. '*yst kemudian pe*ah mengeluarkan sp'r'/'it yang kemudian memasuki
saluran *erna untuk mengin;asi sel epitel. Terjadi multiplikasi, dan kemudian akan
menyebar ke seluruh tubuh melalui system limfatik dan hemat'gen, termasuk menembus
plasenta dan menyebar ke janin.Siklus hidup dari T'>'plasma g'ndii terbagi menjadi dua
stadium, yaitu ,
+ Stadium seksual enter'epitelial, yang hanya terjadi pada ku*ing
+ Stadium aseksual ekstraintestinal, terjadi pada h'st definiti;e seperti ku*ing, dan
h'st perantara seperti manusia
Se*ara garis besar, infeksi pada manusia didapat dengan beberapa jalan ,
+ $engk'nsumsi daging yang kurang matang yang terinfeksi ''*yst t'>'plasma
+ $enelan ''*yst yang berasal dari k't'ran binatang
+ Transplantasi 'rgan atau transfusi darah
+ Transmisi transplasental
+ :n'kulasi ta*hy/'ite se*ara kebetulan
2.1 :nfeksi !ubella
4
)enularan pada manusia adalah melalui dr'plet yang memasuki saluran
pernafasan.Apabila se'rang wanita hamil terinfeksi ;irus !ubella, maka ;irus akan
menginfeksi janin melalui transmisi intrauterine. !isik' infeksi janin dan kelainan
*'ngenital akan berkurang seiring bertambahnya usia kehamilan. 0elainan akan lebih
parah apabila infeksi terjadi pada massa @ minggu pertama kehamilan, karena sel+sel
yang imatur lebih mudah terinfeksi. 5eberapa kemungkinan yang terjadi pada infeksi
maternal.
-. Tidak terjadi infeksi pada janin
1. !es'rpsi embri'
2. Ab'rtus sp'ntan
3. Stillbirth
4. :nfeksi pada plasenta tanpa keterlibatan janin
6. :nfeksi pada plasenta dan janin
2.3 "yt'megal';irus
"yt'megal';irus terdapat pada sali;a, urin, sekret genital, AS:, darah 'rang yang
terinfeksi, dan penularannya dapat terjadi melalui paparan terhadap sumber+sumber
infeksi . Transmisi ;erti*al dari ibu ke janin dapat terjadi dalam setiap usia kehamilan
atau peri'de perinatal dan biasanya asimt'matis, khususnya bila ibu sudah ser'p'sitif
sebelum hamil.Sekitar -7? janin yang menunjukkan gejala lahir dari wanita dengan
ser'p'sitif sebelum hamil. :nfeksi pada awal kehamilan akan berisik' lebih tinggi
terhadap janin. :nfeksi pada peri'de perinatal dapat terjadi melalui ,
+ )aparan intrapartum dari ;irus pada genitalia ibu
+ $elalui AS:
+ )aparan dari darah yang terinfeksi
+ B's'k'mial dari urine atau sali;a
2.4 Herpes simple>
)enularan infeksi Herpes simple> adalah melalui paparan langsung terhadap
sumber infeksi. Cirus dapat berl'kalisasi pada kulit, mata, mulut, atau dengan
penyebaran dari sel ke sel atau dengan terjadinya ;iremia. Setelah terjadinya abs'rbsi dan
6
penetrasi ke dalam h'st, replikasi ;irus akan dimulai dan menumbulkan swelling pada
sel, terjadinya nekr'sis hem'ragik, pembentukan inklusi intranuklear, sit'lisis, dan
akhirnya kematian sel.
:nfeksi HSC intrauterine dapat terjadi melalui transplasental atau terjadi infeksi
asenden. $anifestasi yang timbul antara lain dapat mengenai multi'rgan dan adanya
malf'rmasi k'ngenital. :nfeksi pada bayi baru lahir dapat terjadi akibat paparan langsung,
khususnya pada peri'de perinatal dari penyakit genitalia pada ibu. )enyebab tersering
terjadinya infeksi HSC pada ne'natal adalah adanya transmisi ;irus dari *er;iks atau
;ul;a yang tertular pada bayi saat pr'ses persalinan. Sekitar E4? bayi terinfeksi pada saat
persalinan. Adanya antib'di maternal juga sangat penting dalam menurunkan risik'
transmisi ;irus terhadap fetal.
I'" DIAGNO&I&
3.-. T'>'plasm'sis
.iagn'sis t'>'plasm'sis ditegakkan dengan ser'l'gi dan hist'l'gi. Tes ser'l'gi
dilakukan pada infeksi akut, yaitu deteksi adanya antib'dy spesifik :g$, peningkatan
titer antib'dy :g&, dan ser'k'n;ersi :g& yang p'sitif. :g& spesifik t'>'plasma akan
tampak pada -+1 minggu setelah infeksi akut, pun*aknya -+1 bulan dan dapat bertahan
seumur hidup. 8ika titer :g$ dan :g& tinggi, lebih dari -,4-1 yang diukur dengan *ara
:%A atau Sabin+%ieldman dye test, ini menandakan adanya infeksi akut. )emeriksaan
ser'l'gi :g& dan :g$ spesifik t'>'plasma, dan pemeriksaan )"! harus dilakukan di
lab'rat'rium yang berpengalaman.)ada pemeriksaan hist'l'gi, bahan pemeriksaan yang
terbaik bi'psy dari kelenjar limfe atau 'tak
.
T'>'plasm'sis k'ngenital
Terjadi pada 39? ne'natus dengan ibu yang menderita t'>'plam'sis akut. :nfeksi
k'ngenital terjadi bila infeksi pada ibu terjadi pada trimester ketiga..iagn'sis adanya
t'>'plasm'sis k'ngenital adalah dengan pemeriksaan (S& dan amni'sentesis. &ambaran
(S& yang terdapat pada t'>'plasm'sis k'ngenital adalah adanya gambaran
;entrikul'megali, klasifikasi intrakranial,, mikr'*ephali, asites, hepat'splen'megali,
gangguan pertumbuhan janin. .igan'sis ditegakkan dengan mendeteksi adanya parasit
7
dalam darah fetus atau *airan amni'n, atau dengan *ara mengukur titer antib'di :gA dan
:g$ dalam darah bayi. )emeriksaan )"! dengan bahan pemeriksaan *airan amni'n ,
akan memberikan hasil p'sitif, dengan nilai sensitifitas pemeriksaan )"! dari *airan
amni'n adalah 63 ? dan spesifisitas sebesar @@ ?
3.1. :nfeksi !ubella
.idasarkan pada tes ser'l'gis, akan didapatkan peningkatan antib'di :g$ yang
men*apai pun*ak pada 7+-9 hari setelah timbulnya 'nset penyakit dan akan menurun
selama 3 minggu. )eningkatan :g& lebih perlahan+lahan, tetapi antib'di nya akan
bertahan seumur hidup. )entingnya pemeriksaan ser'l'gis disebabkan karena gejala+
gejala infeksi !ubella terkadang tidak khas dan sering mun*ul bersamaan dengan infeksi
;irus lain. &ejala klinis biasanya timbul pada 1+2 minggu setelah terpapar, )ada wanita
hamil yang terinfeksi !ubella, pemeriksaan titer :g& spesifik !ubella mutlak dilakukan.
Apabila didapatkan hasil ser'p'sitif, maka wanita tersebut kebal, dan janin tidak berisik'
untuk terinfeksi,
:nfeksi !ubella k'ngenital
Adanya ;aksinasi rubella akan menurunkan angka kejadian infeksi rubella. -9+
19? wanita di Amerika serikat menderita infeksi rubella, dengan risik' yang akan akan
timbul pada ne'natus. Cirus rubella dapat melewati sawar plasenta, sekitar 49? janin
akan terinfeksi pada 3 minggu setelah k'nsepsi dengan manifestasi gejala infeksi
k'ngenital, yang disebut Sindr'ma rubella k'ngenital. !isik' terjadinya an'mali janin
akan meningkat pada ibu yang terinfeksi !ubella pada -6 minggu pertama usia
kehamilannya.
)ada ibu yang terinfeksi 4+@ minggu setelah k'nsepsi, 14? janin akan terinfeksi,
jika ibu terinfeksi pada E+-1 minggu, -9? janin akan terinfeksi, jika ibu terinfeksi setelah
-1 minggu, -? janin akan terinfeksi.5eberapa manifestasi dari sindr'ma rubella
k'ngenital adalah , ketulian = 69+74? D, gangguan mata = -9+29 ? D, gangguan syaraf
= -9+14 ? D, gangguan jantung = -9+19 ? D. $anifestasi lain adalah mikr'*ephal,
retardasi mental, pneum'nia, :(&!, hepat'splen'megali, anemia hem'litik,
tr'mb'sit'penia.
@
)emeriksaan dengan k'rd'sentesis dapat mendeteksi :g$ serum ibu di darah
janin dan mendeteksi antib'di ;irus spesifik. 0'rd'sentesis sangat sulit dilakukan
sebelum usia kehamilan 19 minggu dan immun'gl'bulin janin biasanya tidak dapat
terdeteksi sebelum 11+13 minggu. Antigen ;irus dapat dideteksi dengan kultur plasenta
dengan tekhnik !BA+.BA hibridisasi, dan juga kultur *airan amni'n.
:nfeksi rubella akut maternal pada -6 minggu pertama kehamilan mempunya'
risik' terjadinya kelainan anat'mi yang berat. $et'de untuk mendeteksi adanya :g$
pada darah janin dan dengan bi'psi ;illi kh'ri'n. Salah satu met'de yang telah berhasil
digunakan adalah pemeriksaan :g$ spesifik darah janin dengan menggunakan
Percutaneus Umbilical Blood Sampling = )(5S D. )emeriksaan (S& dapat digunakan
untuk mendeteksi adanya *a*at pada janin, an'mali janin, adanya :(&!, mikr'*ephal,
gangguan syaraf dan malf'rmasi jantung. :nfeksi p'stnatal, dapat ditegakkan dengan ,
+ :s'lasi ;irus !ubella
+ .eteksi :g$ spesifik !ubella dari tali pusat atau darah bayi
+ )emeriksaan titer spesifik !ubella berulang
)ada peri'de p'stnatal, dibuat suatu kriteria diagn'sis lab'rat'rium yaitu ,
+ :s'lasi ;irus, dilakukan kultur
+ .eteksi :g$ antigen spesifik rubella pada tali pusat atau darah bayi
+ Titer rubella spesifik yang persisten
+ Hasil p'sitif ;irus rubella melalui pemeriksaan )"!
3.2 :nfeksi "yt'megal';irus
.iagn'sis pasti dari infeksi "$C adalah ditemukannya ;irus pada kultur jaringan
dengan tekhnik immun'flu'resen atau )"! untuk menemukan antigen ;irus. 0'nsentrasi
tinggi "$C terdapat pada urin, *airan semen, sali;a, dan air susu ibu. )emeriksaan
ser'l'gi juga membantu dalam menegakkan diagn'sis. )ada fase akut, ditemukan
peningkatan antib'di :g$, yang akan menurun dalam 29+69 hari . .iagn'sis infeksi
"$C antenatal yang paling akurat adalah dengan kultur atau tekhnik )"! dari *airan
amni'n. .apat juga dilakukan pengambilan *'nt'h darah umbili*al pada awal kehamilan.
.eteksi dengan menggunakan (S&, akan ditemukan gambaran mikr'*ephal, kalsifikasi
E
*erebral, ;entrikul'megali, hydr'ps, :(&!, dan 'lig'hidramni'n. Sedangkan temuan lain
hFdala adanya hambatan jantung, gangguan pada usus, displasia renal, adanya efusi.)ada
janin dengan risik' tinggi, perlu dilakukan pemeriksaan berulang.
:nfeksi "$C antenatal
:nfeksi k'ngenital "$C terjadi pada -? dari seluruh kehamilan di Amerika
Serikat setiap tahunnya, dan menjadi penyebab tersering dari timbulnya keterlambatan
pertumbuhan dan gangguan pendengaran. Sekitar -9? diantaranya bersifat simt'matis
dengan sekuele yang serius. Terjadi akibat adanya transmisi ;ertikal ;irus yang melewati
sawar pla*enta. :nfeksi ini dapat terjadi primer maupun rekuren. )ada ibu hamil yang
tenderita infeksi "$C primer, 39+49 ? janin akan terkena infeksi, dengan risik' terbesar
terjadinya infeksi antenatal apabila ibu terinfeksi "$C pada trimester ketiga, tetapi risik'
terbesar untuk terjadinya *a*at janin yang berat hFdala bila ibu terinfeksi pada trimester
pertama. :nfeksi perinatal dapat terjadi saat intrapartum melalui saluran genital, paparan
p'stnatal dari AS:, terpapar darah yang terinfeksi, n's'k'mial melalui' urine atau sali;a.
$asa inkubasi ber;ariasi antara 3+-1 minggu.
.iagn'sis "$C ditegakkan apabila ditemukan adanya ;irus pada urine,
sali;a,darah, sekret pernapasan, dan dikatakan infeksi k'ngenital apabila infeksi
ditemukan pada 1 minggu pertama kehidupan, sedangkan infeksi perinatal apabila infeksi
terjadi setelah 3 minggu. 5eberapa tes yang dapat digunakan dalam menegakkan
diagn'sa antara lain ,
+ :s'lasi ;irus dengan bahan pemeriksaan urine atau sali;a. Cirus dapat dideteksi
se*ara spesifik selama 13+71 jam dari in'kulasi.
+ Antigen "$C , diambil dari darah tepi. Hasil yang p'sitif menunjukkan adanya
infeksi "$C dan ;iremia, walaupun hasil yang negatif tidak menyingkirkan
kemungkinan infeksi.
+ )"! "$C , untuk mendeteksi ;irus dalam darah. :nterpretasi :g& yang p'sitif
pada bayi adalah k'mplikasi infeksi transplasental dari :g& ibu. )ada bayi yang
terinfeksi, titer :g& akan tetap terdeteksi pada usia 3+E bulan
3.3. :nfeksi Cirus Herpes Simpleks
-9
Se*ara klinis, didapatkan adanya gambaran ;esikel dan ulkus yang pr'gresif,
didapati adanya demam, limfaden'pati. Lesi primer berlangsung antara 1+2 minggu.
Sepertiga wanita dengan infeksi herpes genital, tidak menunjukkan lesi yang tipikal.
Standar penegakkan diagn'sa infeksi ;irus herpes adalah kultur ;irus.Sebagian besar
kultur memberikan hasil p'sitif yang dapat diidentifikasi pada 3@+71 jam. .iagn'stik
*epat dengan menggunakan tes antib'di m'n'kl'nal dan AL:SA. HSC juga dapat
dideteksi dengan )"!, yang saat ini lebih banyak digunakan dan lebih sensitif. )ada
infant yang di*urigai terinfeksi ;irus herpes, diagn'stik yang lebih diper*aya adalah
dengan kultur ;irus. )emeriksaan ser'l'gis dengan mengukur titer :g$ kurang akurat,
karena :g$ spesifik tidak dapat terdeteksi bila lebih dari 2 minggu. :nfeksi k'ngenital
bermanifestasi adanya lesi kutan yang tipikal yang mun*ul pada 13+3@ jam pertama
kehidupan, dengan asumsi infeksi janin terjadi beberapa hari sebelum lahir. )ada
beberapa kasus didapatkan adanya gambaran mikr'*epal, spastis,ditemukannya lesi
muk'kutan, dan yang terberat adalah gejala adanya gangguan sistem syaraf.
0ultur ;irus dapat diambil dari 'r'faring, nas'faring, k'njungti;a, feses dan
urine. )ada kasus timbulnya en*ephalitis, pemriksaan kultur ;irus dapat diambil dari
*airan serebr'spinal.
:nfeksi pada masa kehamilan
:nfeksi transplasental akan menyebabkan infeksi k'ngenital, terutama terjadi pada
infeksi primer dengan adanya ;iremia. $asalah terbesar yang timbul pada perinatal
adalah adanya infeksi herpes ne'natal. :nfeksi herpes ne'natal sering timbul pada bayi
yang lahir dari ibu dengan infeksi herpes traktus genitalia bagian bawah, terutama bila
persalinan terjadi per;aginam. )ada infeksi yang ditemukan adanya ;irus pada saluran
genital, risik' tertular pada janin akan meningkat. )ada pasien yang asimt'matis, tidak
menutup kemungkinan janin akan terinfeksi.
'" GA()ARAN K$INI&
4.-. &ambaran klinis T'>'plasm'sis
$anifestasi klinis yang dapat timbul sangat beragam, mulai dari asimt'matik,
demam, limfaden'pati, nyeri 't't, sakit kepala,en*ephalitis, mening'en*ephalitis, lesi
intraserebral, pneum'nitis, mi'karditis, hingga *a*at k'ngenital yang bersifat permanen
--
seperti retardasi mental, hidr'*ephalus, hingga kematian. Sekitar 1<2 bayi yang
mengalami t'>'plasm'sis k'ngenital tidak menunjukkan gejala saat lahir. &ejala
t'>'plasm'sis k'ngenital dapat berupa gejala ringan, sedang, atau berat.
Terdapat empat kemungkinan manifestasi klinik yang dapat terjadi , yaitu ,
-. Timbul gejala penyakit dan k'ri'retinitis menrupakan gejala tersering
pada bayi baru lahir
1. Timbul gejala penyakit, ringan hingga berat, dalam bulan pertama
kehidupan
2. Adanya gejala sisa pada masa kanak+kanak dan dewasa akibat infeksi
yang tidak terdiagn'sa
3. :nfeksi subklinik
4.1 &ambaran 0linis :nfeksi !ubella
&ejala adanya infeksi rubella dimulai pada 1 sampai 2 minggu setelah terpapar
;irus, berupa malaise, demam, sakit kepala, pilek, k'njungti;itis, yang terjadi sekitar -+4
hari sebeum timbulnya ruam. !uam berbentuk makul'papular yang mulai timbul di
wajah dan belakang telinga, menyebar ke bagian lain dalam - sampai 1 hari. !uam akan
menghilang dalam 4 sampai 7 hari setelah 'nset, kemudian diikuti limfaden'pati ser;ikal.
$anifestasi klinis rubella k'ngenital ber;ariasi dan pada beberapa bayi tidak
menimbulkan gejala pada bulan pertama kehidupan. )ada bayi yang menunjukkan gejala,
perlu diperhatikan adanya tr'mb'sit'penia, kelainan mata, defek jantung,
hiperbilirubinemi, hepat'splen'megali.
4.2 &ambaran 0linis :nfeksi "yt'megal';irus
Se*ara klinis, terdapat tiga sindr'm infeksi herpes pada dewasa,
-. Apis'de pertama infeksi genital primer , tidak terdapat antib'di HSC +-
atau HSC+1. $anifestasi berupa gejala l'*al selama 1+2 minggu,
aden'pati regi'nal, gejala k'nstitusi'nal. Lebih dari 1<2 wanita dengan
HSC+1 adalah asimt'matik. 5ila epis'de ini terjadi saat hamil, akan
berisik' tinggi bagi janin dan pertumbuhan ne'natal, terutama bila
terjadi pada akhir kehamilan
-1
1. Apis'de pertama infeksi n'n primer , terdapat antib'di HSC+- dan
HSC+1. $erupakan epis'de rekuren
2. :nfeksi herpes genital rekuren , lebih ringan dan singkat.
$anifestasi klinis yang tampak pada antara lain hepat'splen'megali, kalsifikasi
intrakranial, jaundi*e, gangguan pertumbuhan, mikr'*ephal, k'ri'retinitis, gangguan
pendengaran. Sedangkan gambaran abn'rmal yang ditemukan adalah
tr'mb'sit'penia,hiperbilirubenimia, peningkatan k'nsentrasi transaminase serum. Sekitar
@4+E9? bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi "$C primer, bersifat asimt'matis.
)ada ibu hamil yang tenderita infeksi "$C rekuren, kemungkinan transmisi ke janin
lebih rendah dan lebih banyak bersifat asimt'matis.
$anifestasi klinis pada bayi dengan infeksi "$C ,
a. $anifestasi awal , timbulnya pte*hie atau purpura = 7E? D, hepat'splen'megali
= 73? D, jaundi*e = 62? D dan adanya gambaran # blueberry muffin spots # disertai
hemat'p'eisis ekstramedula. 0urang lebih sepertiga kasus bayi lahir prematur dan
mengalami :(&!.
b. $anifestasi awal kedua , didapatkan adanya :(&! atau mikr'*ephal yang
dispr'p'rsi'nal =3@?D dengan atau tanpa kalsifikasi intrakranial. $anifestasi dari
sistem syaraf pusat termasuk timbulnya k'ri'retinitis, disfungsi syaraf, hambatan
pertumbuhan, gangguan m't'rik, rendahnya nilai :G sampai dibawah 49,
gangguan pendengaran.
4.3 :nfeksi Herpes simple>
$anifestasi infeksi ;irus Herpes simple> terl'kalisasi pada kulit, mulut,mata,
membran muk'kutaneus, adanya gangguan multi 'rgan.Tampak kelainan berupa ;esikel
yang berkel'mp'k pada bagian tubuh tertentu yang kemudian menyebar luas. )ada
ne'natus, m'rbiditas dan m'rtalitas akan meningkat bila adanya gangguan neur'l'gis.
0elainan lain yang dapat timbul adalah berupa k'ri'retinitis, katarak, dan retin'pati.
0elainan yang paling berat adalah timbulnya infeksi disseminata pada ne'natus, terjadi
pneum'nitis yang selanjutnya akan melibatkan multi 'rgan.
-2
'I" PENCEGAHAN
6.- )en*egahan T'>'plasm'sis k'ngenital
-. )en*egahan primer, yaitu men*egah terjadinya infeksi pada ibu hamil. .ilakukan
k'nseling prak'nsepsi, mengenai predisp'sisi terjadinya infeksi t'>'plasma, *ara
terinfeksinya dan *ara penularan dari ibu ke janin.
1. )en*egahan sekunder , yaitu dengan meminimalisasikan penularan dari ibu ke
janin, melakukan terapi pada infeksi maternal akut.
2. )en*egahan tersier, yaitu menurunkan tingkat sekuele yang akan terjadi dengan
mendeteksi dini dan terapi t'>'plasm'sis k'ngenital.
6.1 )en*egahan :nfeksi !ubella
:dealnya, setiap wanita di usia repr'duksi dan sebelum meren*anakan
kehamilannya, dilakukan pemeriksaan sistem imun terhadap rubella.8ika dari hasil
pemeriksaan terdapat ke*urigaan akan adanya infeksi, maka sebelumnya harus diberikan
;aksinasi. )ada wanita yang diberikan ;aksin rubella, dianjurkan untuk menunda
kehamilannya selama 2 bulan. )ada wanita hamil, saat pemeriksaan prenatal yang
pertama, harus dilakukan skrining terhadap kemungkinan infeksi rubella dengan
pemeriksaan ser'l'gis. Apabila diketahui menderita infeksi rubella melalui hasil ser'l'gi,
jika terjadi di awal masa kehamilan dan dari pemeriksaan didapatkan ke*urigaan
terjadinya infeksi k'ngenital, pasien diberikan pilihan untuk mengakhiri kehamilannya.
Sebagai f'll'w up, pasien yang pada saat hamil diketahui terinfeksi rubella, harus
diberikan ;aksinasi saat p'stpartum, dan diberikan k'ntrasepsi selama - tahun setelah
pemberian ;aksin.
6.2 )en*egahan :nfeksi "yt'megal';irus
Caksin terhadap "$C belum tersedia. Hal terpenting adalah memberikan
penjelasan kepada pasien bahwa infeksi "$C dapat tertular melalui hubungan seksual.
0'nseling mengenai infeksi "$C, khususnya pada indi;idu yang berisik' tinggi, mutlak
-3
diberikan. 0arena beberapa alasan, skrining rutin prenatal terhadap infeksi "$C tidak
direk'mendasikan.
6.3 )en*egahan :nfeksi Herpes simple>
5eberapa penelitian mengemukakan, pemberian asikl';ir selama -9 hari pada
wanita yang terkena infeksi HSC primer, *ukup efektif dan aman dalam men*egah
transmisi ;irus kepada janin. Sedangkan bila infeksi HSC bersifat asimt'matik,
pemberian asikl';ir mulai usia kehamilan 2@ minggu akan men*egah timbulnya lesi aktif
pada saat persalinan.
'II" RANGK#(AN
:nfeksi T!"H pada masa kehamilan akan memberi dampak serius pada janin.
Hal ini disebabkan dimungkinkannya terjadi transmisi ;ertikal dari ibu ke janin dengan
menembus sawar plasenta. )emeriksaan selama hamil terhadap ibu hamil yang mendertia
infeksi T!"H, akan dapat mendeteksi dini kemungkinan terjadinya infeksi k'ngenital
pada janin.
)en*egahan yang dilakukan hendaknya dimulai sejak sebelum k'nsepsi, dengan
memberikan k'nseling tentang bahaya yang ditimbulkan akibat infeksi T!"H terhadap
janin.Sehingga dapat menurunkan angka kejadian infeksi k'ngenital akibat T!"H.
-4
DA%TAR P#&TAKA
-. Baglie !. :nfe*ti'us .isease. .alam , &'mella TL, "unningham $., Ayat %&,
penyunting. Be'nat'l'gy , $anagement,pr'*edures, 'n *all pr'blems disease and
drugs. Adisi ke+4. Lippin*'t Williams H WilkinsI h, 331+333
1. Bi*h'las &. T'>'plasm'sis. .alam , "l'herty 8), Ai*henwald A", penyunting.
$anual 'f ne'natal *are. Adisi ke+4.Lippin*'t Williams H WilkinsI h , 129+22E
2. &ibbs !S, Sweet,!L, .uff W.. $aternal and %etal :nfe*ti'us .is'rders. .alam ,
"reasy !0, !esnik, !. $aternal J %etal $edi*ine. )rin*iples and )ra*ti*e, Adisi
ke+4. Saunders+Ale;ier :n* I h,769+E3
3. Bewt'n A!. )r't'/'an :nfe*ti'n , T'>'plasm'sis, tri*h'm'niasis,li*e, and
s*abies. .alam , Winn HB, H'bbins 8". "lini*al $aternal+ %etal
$edi*ine.)arthen'n )ublishing :n*,(SA I H ,292+-E
4. 5ur*hett, S0. Ciral infe*ti'ns. .alam , "l'herty 8), Ai*henwald A", penyunting.
$anual 'f ne'natal *are. Adisi ke+4.Lippin*'t Williams H WilkinsI h , 144+62
6. $'nif &.!.&. "yt'megal';irus. .alam , Winn HB, H'bbins 8". "lini*al
$aternal+ %etal $edi*ine.)arthen'n )ublishing :n*,(SA I h ,13E+4-
7. Cis*arell' !.!. Herpes infe*ti'n , herpes simple> ;irus and ;ari*ella /'ster ;irus.
.alam , Winn HB, H'bbins 8". "lini*al $aternal+ %etal $edi*ine.)arthen'n
)ublishing :n*,(SA I h , 142+79.
@. "''per LK, )reblud S!, Alf'rd 8r. .alam , !emingt'n and 0lein. :nfe*ti'us
disease 'f the fetus and newb'rn infant , Adisi ke+3. )hiladelphia , W5 Saunders,
-EE-.
E. "herry 8.. !ubella. .alam , %eigin !. and "herry 8.. Te>t b''k 'f pediatri*
infe*ti'n diseaseI Adisi ke+2. )hiladelphia , W5 Saunders,-EE1 I h , -7E1+-@-7
-6
-9. &'mella TL, "unningham $., Ayat %&. !ubella. .alam , Be'nat'l'gy ,
management,pr'*edures, n *all )r'blems, disease, drugs , Adisi ke+3. A Lange
"lini*al manual , Applet'nHLange,1993.
--. Anders'n 5, S*hulkin 8, !'ss .S, !asmussen SA. 0n'wledge and )ra*ti*es 'f
bstetri*ians and &yne*'l'gist !egarding "yt'megal';irus :nfe*ti'n .uring
)regnan*y. .alam , $'rbidity and $'rtality Weekly !ep'rt, Atlanta, 8anuary
199@ I 47 I 64.
-1. !'mer' !, )ilu &, 8eanty ), &hidini A, H'bbins 8". )renatal .iagn'sis 'f
"'ngenital An'malies. Applet'nHLange, "alif'rnia,(SA,-E@@.
-2. Thiebaut !, Lepr'ust S, "hene &, &ilbert !. Affe*ti;eness 'f )renatal Treatment
f'r "'ngenital T'>'plasm'sis , a meta+analysis 'f indi;idual patients data.
.alam , The Lan*et, L'nd'n, 8anuary 1997 I 26E , --4
-3. !i'rdian .), &'lden W", Au*'tt SW. Herpes Simple> Cirus :nfe*ti'n in
)reterm :nfants. .alam , )ediatri*s+A;anst'n, .e*ember 1996 I --@ , -6-1
-7
TORCH DA$A( KEHA(I$AN
L
)embimbing I
.r. !i/ky Burrahim, Sp.&
.isusun leh ,
A*hmad :skandar
-@
--9199499-
DI)A*AKAN DA$A( RANGKA T#GA&
KEPANITERAAN K$INIK )AGIAN O)&TETRI DAN
GINEKO$OGI
R&# Dr" &$A(ET GAR#T
%ak+l,as Kedok,eran #ni-ersi,as .AR&I
Periode /0 1an+ari2 30 mare, 30//
-E