Anda di halaman 1dari 9

Kontibusi Ilmuwan Muslim Di Bidang Kedokteran

Kiprah para ilmuwan Muslim terdahulu telah membuat sejarah peradaban dunia mencapai puncak kejayaan. Hasil
pemikiran yang mereka torehkan di zamannya, telah membuka khazanah ilmu pengetahuan berkembang pesat
seperti saat ini.
Ulama terdahulu tidak saja menguasai bidang keilmuan keagamaan tapi juga menguasai
bidang-bidang lainnya, seperti kesehatan. Tidak sedikit dari para ulama yang
mengkombinasikan keilmuannya dengan keilmuan kesehatan. Sebut saja Ibnu Sina. Ia tidak
hanya dikenal sebagai filosof namun juga seorang dokter handal.
Menurut Peneliti Utama Badan Informasi Geospasial (BIG) Fahmi Amhar, fenomena ulama multi talenta di masa lalu
adalah sesuatu yang biasa. Ulama-ulama kita terdahulu sudah biasa memiliki beragam keahlian. Seperti Ibnu Sina
yang ahli filsafat, juga ahli dalam bidang kedokteran. Masih banyak tokoh lainnya, ungkapnya.
Majunya ilmu kedokteran saat ini, tak bisa dilepas dari kiprah para ilmuwan Muslim masa lalu. Merekalah yang telah
membangun dasar-dasar bagi berkembangnya ilmu pengetahuan modern. Namun sayang, sejarah perkembangan
sains dan ilmu pengetahuan diambil alih dan diklaim sebagai jasa-jasa orang Barat. Padahal faktanya kemajuan
Barat tidak lepas dari ketekunan mereka mendalami karya-karya ilmuwan Islam sebelumnya.
Menurut M Yusuf Abdurrahman dalam bukunya, Cara-Cara Belajar Ilmuwan-Ilmuwan Muslim Pencetus Sains-Sain
Canggih Modern, dipaparkan bahwa saat Barat masih di masa gelap, dunia Islam sudah jauh berkembang. Tetapi,
sejarah mengubur mereka hidup-hidup, sehingga kita lebih akrab dengan nama-nama seperti Galileo, Da Vinci,
Newton ketimbang nama-nama seperti Ibnu Sina, Ibnu Haitam, Ibnu Rusyd, Abu Wafa, ar-Razi, al-Biruni, dan lain
sebagainya.
Ada banyak penemuan yang diklaim milik Barat. Namun bila ditelisik lebih dalam, semua itu merupakan hasil
ilmuwan-ilmuwan Muslim. Meskipun akhir-akhir ini banyak penulis Barat yang mulai menyadari fakta sejarah. Masa-
masa itu oleh Michael Hamilton Morgan dikatakan sebagai sejarah yang hilang, bahkan Jack Goody menyebutnya
pencurian sejarah.
Untuk mengenal ilmuwan Muslim di bidang kesehatan, ada baiknya membaca beberapa profil ilmuwan Muslim yang
memiliki kepakaran di bidang kesehatan. Berikut profil tokoh Muslim di bidang kedokteran.

Ibnu Sina, ensiklopedi ilmu kedokteran
Ibnu Sina dikenal tidak saja menguasai ilmu filsafat, tapi juga kedokteran. Tidak dapat dipungkiri, bahwa karyanya
yang monumental, al-Qanun fi ath-Thibb, telah menjadi rujukan kajian-kajian tentang kedokteran di seluruh dunia.
Termasuk di Barat yang mengenal tokoh ini dengan sebutan Avicena.
Menurut as-Sirjani, Ibnu sina merupakan gudangnya ilmu kedokteran. Hal ini tidak lepas dari luasnya pembahasan
kedokteran yang tidak saja membahas persoalan-persoalan medis dalam mendiagnosa penyakit, namun pendekatan
ruhaniahnya menjadi keunggulan tersendiri dalam karya-kayanya.
Salah satu pembahasan dalam al-Qanun fi ath-Thibb mengangkat penyebab-penyebab timbulnya kesehatan dan
penyakit. Menariknya, penyebab-penyebab yang disebutkannya, jika di lihat dengan perkembangan ilmu kedokteran
dewasa ini, dilakukan dengan cara yang islami. Di antaranya penyebab-penyebab yang berasal dari materi, paling
dekat adalah ruh dan jasad, kemudian percampuran antara ruh dan jasad, dan yang paling jauh adalah energi.
Penyebab lain, di antaranya, penyebab yang ditimbulkan oleh faktor perorangan. Penyebab ini bersifat dinamis
karena selalu berubah-ubah. Kemudian penyebab rekayasa, yang dimaksudkan untuk merekayasa hasil sebuah
pekerjaan dalam konteks rekayasa pengobatan. Dan yang terakhir, penyebab penyempurna, seperti energi atau
kekuatan jasad bukan sesuatu yang mustahil, pengertian tentang ruh pendorong energi.
Buku al-Qanun fi ath-Thibb kemudian diterjemahkan oleh para ilmuwan Barat dengan nama Canon of Medicina.
Konon, semenjak saat itu, karyanya menjadi rujuan utama dalam materi-materi bidang kedokteran. Ibnu Sina wafat
pada tahun 1037 Masehi.

Ibnu Baithar, ahli pengobatan herbal
Nama lengkapnya, Muhammad Dhiyauddin Abdullah bin ahmad al-Malaqi. Lahir di Andalus di akhir abad 6 Hijriyah
dan wafat di Damaskus 1248 H. Orang tuanya adalah seorang baithar atau dokter hewan, sehingga ia dijuluki Ibnu
Baithar.
Dalam buku Qishshatul Ulum ath-Thibbiyah fil Hadharah al- Islamiyah karya Dr Raghib as-Sirjani, disebutkan bahwa
Ibnu Baithar merupakan ulama tersohor dalam pengobatan herbal. Ketertarikannya terhadap herbal telah
ditunjukkannya senjak kecil. Ibnu Baithar sangat menyukai dunia flora dan fauna, sehingga ia sangat bersemangat
mempelajari keanekaragaman nabati dan hewani dan menjadikan hutan sebagai sekolah pertamanya tentang dunia
flora. Ia juga berguru kepada Ibnul Faraj, seorang ilmuwan terkenal di bidang ilmu tumbuh-tumbuhan.
Dalam sejarah Islam, pengobatan herbal yang dikembangkan Ibnu Baithar, pada dasarnya juga berkaitan langsung
dengan ilmu-ilmu pengobatan lainnya, seperti pengobatan penyakit yang ditimbulkan oleh parasit (parasitologi).
Penyakit yang disebabkan parasit, seperti cacingan, dalam bahasa Arab dinamakan ad-Didan. Penyakit ini dapat
disembuhkan dengan menggunakan tanaman herbal seperti as-Shiu (semacam tanaman yang memilki wangi yang
khas yang tumbuh di Arab), Turmus (tanaman yang memiliki bunga besar berwana ungu dan memiliki batang yang
kuat, buahnya pahit yang dimakan setelah di rebus dengan air), bawang putih, daun buah persik, biji seledri, kulit
buah rum, ditambah anjuran untuk rajin bergerak serta berolahraga dengan rutin.

Ammar al-Mawsuli, ahli pengobatan mata
Abu al-Qasim Ammar bin Ali al- Mawsuli atau lebih dikenal dengan Ammar al-Mawsuli lahir di kota al-Mawsul.
Disebutkan bahwa al-Mawsuli bertemu banyak tokoh besar di kota kelahirannya.
al-Mawsuli adalah seorang dokter mata yang kesohor di zaman Daulah Fatimiyyah di Mesir. Tapi ia bukanlah
ilmuwan Muslim pertama yang memiliki keahlian dalam pengobatan mata. Sebelumnya ada Ibnu Kahhal, yang dalam
sejarah disebut sebagai ahli pengobatan mata pertama dalam peradaban Islam.
Meski bukan orang pertama di bidangnya, tapi al-Mawsuli mampu memenuhi kriteria untuk menjadi dokter mata yang
ditetapkan oleh Ibnu Kahhal. Karenanya, Ibnu Abi Ushaibiah menyebutnya sebagai seorang ahli pengobatan mata
terkenal dan dokter terkemuka yang memiliki pengetahuan dalam pengobatan segala macam penyakit mata. Di
samping itu, al-Mawsuli juga menjadi dokter mata termuda yang mampu menguasai kriteria Ibnu Kahhal dalam
pengobatan mata.
Kelebihan al-Mawsuli bila disbanding ahli-ahli kedokteran seblumnya adalah ketekunannya untuk melakukan
berbagai macam eksperimen mengenai pengobatan mata. Sehingga, ia tercatat memiliki laboratorium untuk
mengobati pasien. Dengan begitu al-Mawsuli memiliki peran penting dalam pengembangan keilmuan kedokteran,
khsuusnya kedokteran mata, setidaknya hingga abad ke-18 di banyak perguruan tinggi di Eropa.
Salah satu karya al-Mawsuli yang berjudul al-Muntakhab Fi Ilmil Aini Wa Ilalaha Wa Mudawatiha Bil Adwiyati Wal
Adid menjadi rujukan utama pengobatan mata pada masa itu. Konon buku tersebut ditulisnya atas permintaan al-
Hakim bi Amrillah, pemimpin Daulah Fatimiyyah saat itu. Buku ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin
oleh Daud Hermanus

Daud al-Anthaki, ahli pengobatan rakhitis
Dawud bin Umar al-Anthaki lahir pada tahun 942 di Far`ah. Dalam khazanah Islam, ia dikenal sebagai dokter yang
buta. Kekurangannya itu tidak membuat al-Anthaki menjadi lemah. Namun sebaliknya, malah mendorongnya untuk
menjadi seorang ilmuwan di bidang kedokteran yang disegani di masanya. Barangkali karena itulah ia dijuluki al-
Bashir, karena meski buta tapi dengan keluasan ilmunya, ia melebihi orang yang melek dengan memberi manfaat
kepada orang banyak.
Al-Anthaki menguasi bidang keilmuan kedokteran dan sastra. Selain itu, ia hafal al-Quran, mampu membaca dan
menguasai ilmu logika, matematika, beberapa hal tentang ilmu alam, serta menguasai ilmu bahasa Yunani dan
menggunakannya.
Namanya semakin melambung setelah berhasil mengobati penyakit rakhitis, sebuah penyakit dimana penderita
mengalami pelunakan dan pelemahan tulang. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh kekurangan vitamin D yang
sering menjangkiti anak-anak. Dalam kasus penderita rakhtis ini, al-Anthak membuat semacam minyak yang
dioleskan ke kaki si penderita dari mulai lutut hingga telapak kaki untuk kemudian di jemur di bawah terik matahari.
Pengobatan dengan cara ini dilakuan berkali-kali hingga pulih.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ahli penyakit hati dan jasmani
Bernama lengkap Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub al-Dimasyqi, Ibnul Qayyim lahir di Damaskus pada tahun 1292
Hijriyah. Dia adalah seorang ulama dengan segudang kepakaran, cendekiawan, ahli fiqh, ahli filsafat dan ahli
kedokteran.
Dalam karyanya yang berjudul ath-Thibb an-Nabawi (Praktik Pengobatan Nabi), Ibnul Qayyim menjelaskan beberapa
klasifikasi penyakit. Menurutnya ada dua penyakit yang sering kali dialami manusia, yaitu penyakit hati dan penyakit
jasmani.
Penyakit jasmani, disebut Ibnul Qayyim, dapat diobati melalui dua metode, yaitu dengan pengobatan yang telah
diilhamkan Allah kepada manusia dan binatang atau yang bersifat alami, dan dapat juga denga cara analisa dan
diagnosa.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW telah memberikan petunjuk untuk mengobati diri sendiri
yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang sehat non-kimiawi dan menganjurkan agar terus berdoa untuk
kesembuhan penyakitnya. Karena seorang penderita penyakit perlu memiliki keyakinan bahwa tidak ada penyakit
kecuali ada obatnya, dan yang menyembuhkannya hanyalah Allah SWT.

Ar-Razi, Bapak kedokteran Islam
Ar-Razi atau Abu Bakar Muhammad bin Zakariya ar-Razi lahir pada tahun 846 di Rayy, dekat Teheran, Iran. Di Barat,
ia dikenal dengan sebutan Razhes. Ia juga sering dijuluki sebagai Galen-nya Arab. Galen adalah seorang dokter dan
filosof Yunani yang sangat terkenal.
Ar-Razi mencurahkan segenap pikirannya untuk bidang kesehatan, terutama mendiagnosa penyakit cacar. Dalam
salah satu karyanya, ar-Razi memberikan informasi tentang small-pox (penyakit cacar). Karena itu, ia dianggap
sebagai dokter pertama yang meneliti penyakit cacar.
Ar-Razi juga menulis sejumlah karya. Salah satunya adalah buku tentang al-Judari wa al-Hasbah (Cacar dan
Campak). Buku inilah yang memberikan pengetahuan tentang seluk-beluk penyakit cacar kepada para dokter Eropa.
Selain memperkenalkan penyakit cacar, ar-Razi juga melakukan pengobatan khas dengan pemanasan syaraf dan
menganggap penting pengobatan penyakit kepala pening. Selain itu, ia juga diduga sebagai dokter pertama yang
mendiagnosa penyakit tekanan darah tinggi.
Ar-Razi juga mengungkapkan tentang pengobatan yang pernah dilakukan Nabi yaitu pengobatan kay, yaitu
pengobatan serupa akupuntur. Ia memanfaatkan pengetahuannya tentang titik-titik penting pada tubuh manusia
untuk pengobatan. Caranya, ia menusuk titik tersebut dengan sebatang besi yang pipih dan runcing, yang
sebelumnya telah dipanaskan dengan minyak mawar atau minyak cendana.
Selama hidupnya, ar-Razi mengarang sekitar dua ratus buku ilmiah. Salah satu di antaranya adalah al-Hawi (Buku
Induk) yang terdiri dari 20 jilid. Al-Hawi pun dianggap sebagai karya terbesar ar-Razi. Buku ini juga dianggap sebagai
intisari ilmu Yunani, Syiria, dan Arab. Kurang lebih setengah abad setelah wafatnya, buku terjebut baru ditemukan
dua jilid, sebelum akhirnya ditemukan lagi beberapa jilid. Karya ar-Razi tersebut tersimpan di berbagai tempat di
Eropa.
Keunggulan karya ar-Razi membuat kalangan istana kekristenan Eropa menaruh simpati. Setelah peristiwa Perang
Salib, raja-raja di Eropa memerintahkan agar semua karya ar-Razi diterjemahkan dalam bahasa Latin, yang
merupakan bahasa resmi ilmu pengetahuan Eropa pada masa itu.
Buku karya ar-Razi lainnya adalah ensiklopedi kedokteran yang terdiri dari 10 jilid. Jilid ke-9 buku itu diterbitkan
bersama al-Qanun fith-Thibb karya Ibnu Sina. Hingga abad XVI, buku tersebut masih dijadikan pegangan dasar
mahasiswa kedokteran di sejumlah universitas Eropa. Lewat buku tersebut, orang Eropa mulai mengetahui
kebesaran nama Ar-Razi, seorang dokter Muslim.
Selain karya di atas, ar-Razi juga menghasilkan beberapa karya, seperti al-Thibbur Ruhani (Pengobatan
Rohani), Sirrul Asrar (Rahasia Segala Rahasia), Nafis fi Hisbah wal Judari (Pengobatan Campak dan Cacar),
dan Man la Yahdhuruhu ath-Thabib (Pengobatan Alternatif Ketika Tidak Ada Dokter).
Sirrul Asrar adalah sebuah buku yang berisi sejumlah percobaan kimia yang pernah dilakukan ar- Razi.
Sedangkan Man la Yahdhuruhu ath-Thabib adalah sebuah buku pengobatan bagi orang-orang miskin. Dalam buku
tersebut, ar- Razi menyarankan jenis pengobatan alternatif, yaitu pengobatan dengan memakai obat-obatan yang
berasal dari alam. Setiap tulisan ar-Razi adalah hasil rangkuman sejumlah teori kedokteran yang telah dicoba
keabsahan dan kebenarannya lewat eksperimen.
Selain berkarya di buku, Ar-Razi juga menciptakan berbagai jenis obat. Ia berhasil menemukan cara membuat
alkohol. Di kemudian hari, penemuan tersebut ditindaklanjuti oleh Arnol Pilinov. Pada abad XIII, alkohol menjadi
populer.
Memasuki usia senja, ar- Razi terserang penyakit katarak. Akibatnya, kedua matanya buta. Ketika beberapa teman
menganjurkannya untuk mengobati penyakit tersebut, konon Ar-Razi menjawab: Tidak, aku sudah demikian lama
melihat seluruh dunia ini sehingga aku lelah karenanya.
Ar-Razi wafat pada tahun 925 di kota kelahirannya. Pengabdian dan kejeniusan Ar-Razi diakui dunia Barat hingga
kini. Ia pun disebut sebagai tokoh perintis ilmu kedokteran terbesar dari dunia Islam. (Deny/Rozi/MG)


PERANAN CENDEKIAWAN MUSLIM DALAM SEJARAH
1. BIDANG AGAMA
a. Di bidang Ilmu Tauid !Kalam " T#$l$gi%
Ilmu Tauhid adalah ilmu yang mempelajari tentang keimanan, keyakinan
dan akidah. Tokoh ahli ilmu tauhid yaitu, Hasan Al-Basri, Abu Hasan Al-Asyari,
Abu Manshur Al-Maturidi. Diantara tokoh tersebut, yang paling terkenal ialah Abu
Hasan Al Asri, adapun karya-karya terkenalainnya antara lain
Ma!olatul Islamiyyin
Al-Ibanahan "shuliddiniyyah
Al-#uma
b. Di bidang IImu &i'i
Ilmu $i!ih adalah ilmu yang mempelajari tentang tata %ara beribadah. Di
bidang ilmu &i!ih ada ' tokoh yang paling dikenal dan ajaran-ajarannya diikuti
oleh banyak umat, ' tokoh tersebut adalah
(. Imam Abu Hani&ah
Imam Abu Hani&ah lahir di ku&ah, tahun )** M. +elain ahli di bidang ilmu &i!ih,
beliau juga ahli dibidang ilmu hadist. Imam Abu Hani&ah juga banyak menulis
buku, diantaranya
Al $at,a ,al ,a!iat
Masailul ushul
Masailun na,adir
Masa pemerintahan Al Mansyur, Imam Abu Hana&iah pernah di paksa untuk
menjadi hakim tetapi beliau menolak dan akibatnya beliau mendapat siksaan dan
dimasukkan ke dalam penjara sampai akhirnya meninggal dunia pada tahun -'-
M, dalam usia -. tahun.
/. Imam Malik
Imam malik lahir di kota Himyat, Madinah pada tahun -(/ M. Beliau juga
termasuk Imam Ma0hab yang mempunyai pengaruh besar di dunia Islam. +elain
di bidang ilmu &i!ih, beliau yang ahli di bidang ilmu hadist. Imam Malik juga
pernah menuntut ilmu kepada beberapa ulama besar, diantaranya adalah
Abdurrahman, 1a&i Maulana Ibnu "mar, dan Ibnu +yihab A0 0uri. Beliau di
karuniai umur panjang, yaitu 2) tahun. Imam Malik meninggal dunia pada tahun
-*3 M dan diamakamkan di Al ba!i, madinah. 4arya tulisnya yang terbesar
berjudul Al Mu,attha, yang berisi kumpulan Hadis 1abi.
5. Imam +ya&iiy
Imam +ya&iiy lahir di gu0an as!alam, palestina tahun -)- M. 6ada usia -
tahun beliau sudah ha&al Al 7uran, pada usia (. tahun beliau sudah ha&al dan
mengerti isi kitab Al Mu,attha karangan Imam Malik, dan pada usia ke /. sudah
diberi i0in untuk memberi &at,a kepada khalayak ramai dan menjalankan
ilmunya. karyanya yang terkenal adalah
4itab Ar 8isalah
4itab Al "mm
Musnad Imam +ya&iiy
'. Imam Hambali
Imam Hambali lahir di kota Baghdad, -3. M. +ejak ke%il Imam Hambali sudah
ditinggal meninggal orang tuanya. +ampai () tahun beliau belajar di Baghdad,
kemudian menuntut ilmu ke 4u&ah, Basrah, +yan, 9aman, Mekah dan Madianah.
Belum juga termasuk salah seorang murid Imam +ya&iiy. Beliau terkenal %erdas
dan teguh pendirian.
4arya- karya beliau yang terkenal
An 1asikh ,al mansuk
Al $arid
Musnad Imam Ahmad
(. Di Bidang Ilmu A)la) * Ta+a,u- !E.i)a%
Dibidang ilmu ahlak, ada 5 %endikia,an, yaitu Imam Al :a0ali, Imam
Ma,ardi, dan Ibnu miska,aih. Diantara tokoh tersebut, yang sangat terkenal
adalah Imam Al :a0ali. Beliau lahir dikota Thus pada tahun (.2* M. Beliau
memiliki ilmu yang sangat luas, diantaranya yaitu ilmu &i!ih, ilmu kalam, ilmu
ta&sir, ilmu &ilsa&at dan ilmu ahlak. Imam Al :a0ali banyak berjasa dalam
membela dan mengembangkan Islam sehingga memperoleh gelar ;Al hujattal
Islam<. Imam Al :a0ali banyak belajar ilmu &i!ih dan ilmu kalam kepada Imam
haramail &ilsa&at
karya beliau terkenal dan banyak di terjemahkan kedalam
bahasaIndonesia, yaitu kitab ;Ihya "lumiddin<. Imam Al :a0ali meninggal dunia
pada tahun (((( M, di kota Thus dalam usia 2/ tahun.

d. Di bidang IImu Hadi+
+ejak 0aman 1abi sampai a,al pemerintahan bani "mayyah, hadis-hadis
1abi dilarang untuk ditulis, karena akan dikha,atirkan ber%ampur baur dengan
tulisan ayat Al-7uran. Hadis 1abi baru pertama kali ditulis dan dibukukan oleh
Ibnu +yhab A0-=uri, atas inisiati& kholi&ah kelima Dinasti "mayyah, "mar bin
Abdul A0i0. +ejak saat itu, bermun%ulan para ulama ahli hadis beserta kitab-kitab
hadis susunannya. +elain Imam Malik, Imam +ya&iiy, dan Imam Hambali, ada )
orang ulama hadis ternama, beserta kitab Hadisnya, yang di dunia islam lebih
dikenal dengan sebutan ;4utubus +ittah<, yaitu
Imam Bukhari ;+hahih Bukhari<
Imam Muslim ;+hahih Muslim<
Imam Ibnu Majah ;+unan Ibnu Majah<
Imam Abu Da,ud ;+unan Abu Da,ud<
Imam At-Tirmid0i ;+unan At-Tirmid0i<
Imam An-1asaiy ;+unan An-1asaiy
/. BIDANG ILMU PENGETAHUAN
&ISIKA
>endikia,an yang ahli di bidang &isika adalah Al $arabi, lahir di ?asid tahun 3-.
M. kemudian beliau pindah kekota baghdad yang saat itu menjadi pusat ilmu
pengetahuan dunia
Beliau belajar belajar pada Abu Bisr Matta Ibnu 9unus dan tinggal di Baghdad
selama /. tahun, lalu beliau pindah ke Aleppo dan tinggal di isatana +yai& Ad
daulah untuk memusatkan perhatianya di bidang pengetahuan dan $ilsa&at. Al
$arabi ,a&at di Aleppo pada tahun *2. M dalam usia 3. tahun.
KED0KTERAN
>endikia,an muslim yang ahli dibidang kedokteran adalah Ibnu +ina lahir
di kota As&ahan dekat Bukhara pada tahun *3. M, sarjana barat menyebutnya
A@esenna, di tempat lahirnya ia banyak belajar ilmu pengetahuan dan agama
Islam. 6ada usia (. tahun ia sudah hapal Al 7uran, dan usianya () tahun beliau
sudah banyak di kenal orang karena kemahiranya dalam bidang ilmu biologi dan
kedokteran. 6ada usia (- tahun beliau berhasil menyembuhkan penyakit
pangeran 1uh Bin Mansyur atas i0in Allah +?T. Beliau meninggal dunia pada
tahun (.5- M di Hamad0an.
4arya-karya beliau yang terkenal
As-+yi&a
An-1ajat
Al-7aanun
BIDANG ASTR0N0MI
>endikia,an muslim yang ahli di bidang astronomi adalah Ibnu 8usydi, lahir
dikota >ordo@a tahun ((/) M, beliau banyak belajar astronomi, &ilsa&at dan
kedokteran kepada beberapa guru diantaranya Ibnu Masarah, Abu ja&ar harun.
Ibnu 8usydi meninggal dunia tahun ((*3 M dalam usia -/ tahun.
Kedokteran Islam
oleh Dr.Aka :inanjar, +p.6D
Institut Bantung 1egara, 4uala #umpur
4ardio@askular-6enyakit Dalam $4"IC8+>M
Ibnu Sina
Alhamdulillah segala puji bagi Allah DA00a ,a Balla yang telah mengutus 8asul-1ya Muhammad
+A? untuk semua umat manusia hingga akhir jaman. Beliau adalah pemba,a risalah Ilahi sebagai
pedoman bagi manusia dalam segala aspek kehidupan.
Ikhtisar manusia untuk mengatasi penyakit yang diderita telah dilakukan sejak ribuan tahun yang
lalu. A,alnya ilmu kedokteran ini bera,al dari ;instin%t< manusia dalam mengatasi penyakit yang
pada saat purbakala sering dikaitkan dengan hal-hal ghaib. 4emudian ilmu kedokteran terus
berkembang seiring dengan bertambah majunya ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.
6erkembangan ilmu kedokteran saat ini tidak terlepas dari peranan para ilmu,an Islam dalam
mengembangkan pondasi-pondasi ilmiah kedokteran yang memang sudah ada sejak jaman purba
kemudian 9unaniC8oma,i dan sampailah ke jaman para ulama Islam. Berbekal sebuah hadist yang
diu%apkan 8asulullah pada saat berkumpul dengan para sahabatnya. Beliau berkata ;Bertobatlah
wahai hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidak menjadikan suatu penyakit kecuali ia juga
menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit. Sahabat bertanya penyakit apakah itu wahai
Rasulullah, maka beliau menjawab ketuaan<. 4aum Muslimin menganggap hadist tersebut suatu
perintah 8asulullah +A? yang merupakan pengarahan kepada ilmu kedokteran. +elain itu Al 7uran
sendiri sudah memberikan beberapa pondasi ilmu kedokteran seperti embriologi, kesehatan
masyarakat, kebersihan, pen%egahan penyakit menular dan perilaku sehat. Hal ini memi%u para
%endikia,an Islam untuk mengembangkan ilmu kedokteran.
4emajuan kedokteran di peradaban Islam, menjadi bukti atas perhatian yang tinggi para ilmu,an
Islam dalam bidang ini. 6ara dokter muslimlah yang mula pertama melakukan operasi
EpembedahanF se%ara mutlak didunia kedokteran, padahal saat itu diabad (/ masehi pembedahan
tidak dilakukan oleh dokter-dokter Aropa karena dianggap merubah %iptaan Tuhan. Dengan
demikian berkembang pula peralatan pembedahan yang di%iptakan para dokter Muslim yang model
dan tekniknya masih digunakan sampai saat ini. +ebagai %ontoh adalah Abdul 7asim, 4hal& bin
Abbas A0 =ahrara,i yang telah menjelaskan lebih dari dua ratus teknik operasi dan peralatan yang
digunakannya.
+elain itu sistem manajemen orang sakit yang lebih teratur juga dimulai oleh kiprah para sarjana
Muslim. 6ara dokter Muslimlah yang memulai mendirikan sebuah lembaga yang disebut 8umah
+akit yang merupakan tempat pengobati orang sakit dengan memisahkan pasien dari jenis
penyakitnya. +elain itu juga mereka mendirikan berbagai tempat karantina bagi orang-orang dengan
penyakit menular. Bahkan kaum Muslim sangat berjasa dalam mendirikan 8umah +akit keliling.
Berhubung karena dokter-dokter Muslimlah yang mula pertama melakukan pengobatan dengan
operasi, maka merekalah yang pertama kali menggunakan teknik pembiusan dengan menggunakan
tumbuh-tumbuhan yang mengandung 0at narkotika.
Beberapa nama besar dapat menjadi %ontoh betapa kejayaan kedokteran pernah ada di dunia
Islam. +ebagai %ontoh a,al adalah Abubakar Ar 8a0i yang sampai saat ini &oto dan namanya masih
terpampang disalah satu ruangan di "ni@ersitas 6rin%enton Amerika +erikat. Ar8a0i adalah ilmu,an
kelahiran Teheran abad * masehi yang telah menulis //* buku kedokteran dan (* buku 4imia.
+ebagian besar bukunya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia dan selama bertahun-
tahun menjadi rujukan Ilmu 4edokteran. +aat ini beberapa karya Abubakar Muhammad =akaria ar
8a0i masih tersimpan di "ni@ersitas Berman dalam bentuk teks aslinya yang berbahasa Arab.
Ibnu +ina adalah satu nama besar dokter Muslim yang dikenal diseluruh dunia dengan nama
A@i%ena. 6ria kelahiran 6ersia EIranF abad G Masehi ini pda usia (2 tahun sudah menghapal Al-
7uran dan memahami hukum-hukumnya. Ibnu +ina yang juga seorang ahli &ilsa&at telah
menorehkan beberapa pondasi bagi dunia kedokteran, diantaranya adalah hubungan antara
penyakit dengan kondisi keji,aan, sistem pembuluh darah Ejauh sebelum ?illian Har&yF, penyakit
%a%ingan, prinsip terapi pada penyakit kanker, dan lain sebagainya. +elain itu Ibnu +ina lah yang
pertama kali menjelaskan hubungan yang sangat kuat antara penyakit dan kondisi lingkungan.
Beberapa karyanya telah menjadi rujukan dunia kedokteran seperti buku Al 7unun yang merupakan
buku pertama yang menjelaskan ilmu kedokteran se%ara komprehensi& mulai dari anatomi dan
&isiologi, %ara diagnosis dan pemeriksaan &isik, %ara-%ara pen%egahan penyakit dan pemeliharaan
kesehatan, dan juga berisi %ara-%ara memulihkan kesehatan termasuk komposisi obat yang
digunakan dan %ara menggunakannya.
Ada banyak nama-nama besar yang akan panjang sekali bila disebutkan satu persatu disini. Ada
Ibnu 8usydi sebagai dokter muslim yang banyak berke%impung pada penyakit menular, dan
beliaulah yang pertama kali menggunakan asap dan uap yang disemprotkan untuk mengusir hama
dan agen penyakit. +elain itu beberapa tokoh seperti A0 =ahra,i yag mengembangkan ilmu bedah
dengan mengenalkan %ara men%u%i alat-alat bedah dengan 0at antiseptik, Hunain ibnu Isha!, Tsabit
ibnu 7urrah, Isha! 9uda dan lain sebagainya. 4emashuran para dokter Muslim ini telah diakui
beberapa ahli sejarah seperti +ir ?illiam Husler yang mengatakan bah,a ;+esungguhnya para
ilmu,an Muslim itu menyalakan lampu-lampunya dari pelita-pelita 9unani, mereka telah men%apai
tingkat pro&esional dalam ilmu kedokteran pada pertengahan abad --(( Masehi dan mereka telah
memegang peranan penting yang hamper tiada bandingnya dalam sejarah.<
Demikianlah sekelumit kejayaan kedokteran Islam yang telah berhasil meletakkan berbagai pondasi
bagi perkembangan kedokteran selanjutnya. +aat ini, Indonesia sebagai 1egara yang mayoritas
penduduknya beragama Islam terbesar di dunia sudah saatnya menjadi pioneer dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan Ilmu 4edokteran. Maka ,ahai dokter Muslim, atau %alon
dokter Muslim mari kita bersama mengembalikan kejayaan kedokteran Islam dengan menjadi
primadona, menjadi yang terbaik, dan menjadi dokter yang +holeh yang pan%aran %ahaya Islam
yang menerangi seluruh alam terpan%ar dari ji,a-ji,a yang ikhlas. Mari kita tuju pro&esionalisme
dengan tetap menjaga nilai-nilai Islam didalamnya.
;Iqra (Bacalah, dengan menyebut nama !uhanmu "ang #enciptakan$ %ia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah$ Bacalah, dan !uhanmu "ang &aling &emurah$ "ang mengajarkan
manusia dengan perantaraab kalam$ %ia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya< E7+ Al Ala! (-2F