Anda di halaman 1dari 40

B.

Alat Pengolah Tanah


Sebagaimana diuraikan di atas bahwa pengolahan tanah adalah suatu usaha untuk mempersiapkan
lahan bagi pertumbuhan tanaman dengan cara menciptakan kondisi tanah yang siap tanam.
Pengolahan tanah merupakan proses terberat dari keseluruhan proses budidaya. Konsumsi energy
sekitar 1/3 dari total kebutuhan energy
1. Macam-Macam Pengolahan Tanah
a. Pengolahan Tanah Primer
Kegiatan pengolahan tanah pertama (awal) dengan kedalaman lebih dari 15 cm s.d 90 cm
1) Tujuan
Adapun tujuan pengolahan tanah skunder adalah untuk:
a) Memberantas gulma
b) Memperbaiki struktur tanah agar lebih baik untuk pertumbuhan tanaman
c) Menempatkan seresah agar terdekomposisi dengan baik
d) Menurunkan laju erosi dengan cara pengolahan yang sesuai
e) Meratakan tanah
f) Mencampur pupuk dengan tanah
g) Mempersiapkan tanah untuk pemberian air irigasi
2) Alat Pengolahan Tanah Primer
a) Bajak Singkal (Moldboard Flow)
Bajak singkal berfungsi untuk memotong, membalik, memecah tanah sekaligus menutup gulma dan
menjadikannya kompos di bawah tanah
Bagian-bagian Bajak :
- Share
- Singkal (brest, moldboard)
- Landside
- Coulter
- Beam
- Frog
- Shin
Macam-macam Bajak Singkal :
- Stuble bottoms :
- General purpose bottoms
- Slotted-moldboard bottoms
- Scotch plow bottoms
- Plow bottoms for sod and clay

b) Bajak Piring (disk plow)
Piringan dari bajak ini diikat pada batang penarik melalui bantalan (bearing), sehingga pada saat
beroperasi ditarik oleh traktor maka piringannya dapat berputar. Dengan berputaraya piringan, maka
diharapkan dapat mengurangi gesekan dan tahanan tanah (draft) yang terjadi. Piringan bajak dapat
berada disamping rangka atau berada di bawah rangka.
Setiap piringan dari bajak piringan biasanya dilengkapi dengan pengeruk (scraper) yang berguna
selain untuk membersihkan tanah yang lengket pada piringan, juga membantu dalam pembalikan
potongan tanah.
Untuk menahan tekanan samping yang terjadi saat bajak memotong tanah, bajak piring dilengkapi
dengan roda alur belakang (rear furrow wheel).
Beberapa keuntungan menggunakan bajak ini adalah :
Dapat bekerja ditanah keras dan kering
Dapat untuk tanah-tanah yang lengket
Dapat untuk tanah-tanah yang berbatu
Dapat untuk tanah-tanah berakar
Dapat untuk tanah-tanah yang memerlukan pengerjaan yang dalam.




Gambar 2. Bagian-bagian Bajak Piring

c) Bajak Rotary (rotary plow)
Bajak rotari adalah bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar. Berbeda dengan bajak piringan
yang berputar karena ditarik traktor, maka bajak ini terdiri dari pisau-pisau yang dapat mencangkul
yang dipasang pada suatu poros yang berputar karena digerakan oleh suatu motor. Bajak ini banyak
ditemui pada pengolahan tanah sawah untuk pertanaman padi.
Ada tiga jenis bajak rotari yang biasa dipergunakam. Jenis pertama yang disebut dengan tipe tarik
dengan mesin tambahan (pull auxiliary rotary engine). Pada jenis ini terdapat motor khusus untuk
menggerakkan bajak, sedangkan gerak majunya ditarik oleh traktor.
Jenis kedua adalah tipe tarik dengan penggerak PTO (pull power take off driven rotary plow). Alat ini
digandengkan dengan traktor melalui tiga titik gandeng (three point hitch). Untuk memutar bajak ini
digunakan daya dari as PTO traktor.
Jenis ketiga adalah bajak rotari tipe kebun berpenggerak sendiri (self propelled garden type rotary
plow). Alat ini terdapat pada traktor-traktor roda 2. Bajak rotari digerakkan oleh daya penggerak
traktor melalui rantai atau sabuk. Dapat juga langsung dipasang pada as roda, sehingga disamping
mengolah tanah bajak ini juga berfungsi sebagai penggerak.






Gambar 3. Bajak Rotary

d) Bajak Chisel
Alat ini berbentuk tajak yang disusun pada suatu rangka. Digunakann untuk memecah tanah yang
keras sampai kedalaman sekitar 18 inci. Diperlengkapi dengan 2 buah roda yang berguna untuk
transportasi dan mengatur kedalaman pemecah tanah. Jarak antara tajak dapat beragam dari 1
sampai 2 inci. Alat ini, tidak membalik tanah seperti bajak yang lain, tapi hanya memecah tanah dan
sering digunakan sebelum pembajakan tanah dimulai




Gambar 7. Bajak Chisel
e) Bajak Subsoil
Alat ini hampir sama dengan bajak chisel hanya bentuknya lebih besar dan digunakan untuk
pengolahan tanah yang lebih dalam. Menggunakan alat ini dapat memecahkan tanah pada kedalaman
20 sampai 36 inci. Alat ini sering juga digunakan untuk memecahkan lapisan keras didalam tanah
(hardpan), atau untuk memperbaiki drainase tanah.






Gambar 8. Bajak Subsoil
f) Bajak Raksasa
Alat ini sesuai dengan namanya, berbentuk sangat besar dan digunakan untuk membalik tanah pada
kedalaman 100 sampai 180 cm. Dengan menggunakan alat ini tanah subur yang ada di dalam tanah
dap at diangkat keatas permukaan tanah. Dapat berbentuk bajak singkal atau bajak piringan.

b. Penglahan Tanah Skunder
Pengolahan tanah kedua dilakukan setelah pembajakan. Dengan pengolahan tanah kedua, tanah
menjadi gembur dan rata, tata air diperbaiki, sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu
dihancurkan dan dicampur dengan lapisan tanah atas, kadang-kadang diberilcan kepadatan tertentu
pada permukaan tanah, dan mungkin juga dibuat guludaa atau alur untuk pertanaman.
Alat pengolah tanah kedua yang menggunakau daya traktor antara lain: 1) garu (harrow), 2) perata
dan penggembur (land roller dan pulverizer), dan 3) alat-alat lainnya
1) Alat Pengolahan Tanah Skunder
Beberapa jenis garu yang dipakai pada pengolahan tanah kedua adalah
a. Garu Piring.
Garu ini dapat digunakan sebelum pembajakan untuk memotong rumput-rumput pada permukaan
tanah, untuk rnenghancurkan permukaan tanah sehingga keratan tanah ( furrow slice) lebih
berhubungan dengan tanah dasar. Juga dapat digunakan untuk penyiangan, atau untuk menutup biji-
bijian yang ditanam secara sebar.
Secara umum garu piring dibagi atas : 1) garu piring tipe tarik (trailing disk harrow), dan 2) garu
piring tipe angiat (mounted disk harrow).
Garu piring dapat mempunyai aksi tunggal (single action) apabila pada saat memotong tanah hanya
melempar tanah ke satu arah saja. Juga dapat mempunyai aksi ganda (double action ) apabila
piringan yang di depan berlawanan arah dengan yang di belakang dalam melempar tanah. Gambar 30
menunjukkan garu piring aksi tunggal, sedangkan Gambar 31. memperlihatkan garu piring aksi
ganda.


Gambar 9. Garu Piring Aksi Tunggal
Apabila posisi garu piring dalam penggan dengannya dengan traktor menyamping, maka garu
tersebut disebut garu offset.
Bagian-bagian dari garu piring adalah : piringan (disk), as (gang/arbor bolt), rangka (frame), bantalan
(bearing), bumper, kotak pemberat, dan pembersih tanah (scaper).
Piringan dap at bersisi rata atau bergerigl Piringan yang bergerigi biasanya digunakan pada lahan
yang mempunyai banyak sisa-sisa tanaman. Ukuran umum berkisar antara 45 sampai 60 cm,
sedangkan untuk tugas berat (heavy duty) antara 65 sampai 70 cm. Piringan dipasang pada suatu as
yang berbentuk persegi dengan jarak antara 15 sampai 22 cm, atau 25 sampai 30 untuk tugas berat
dan masing-maing dipisahkan oleh gelondong (spool).


.

Gambar 10. Garu Piring Aksi Ganda
b. Garu Paku
Garu ini mempunyai gigi yang bentuknya seperti paku terdiri dari beberapa baris gigi yang diikatkan
pada rangka. Garu ini digunakan untuk menghaluskan dan meratakan tanah setelah pembajakan.
Juga dapat digunakan untuk penyiangan pada tanainan yang baru tumbuh. Bentuk dari garu paku
dapat dilihat pada.


Gambar11. Salah Satu Bentuk dari Garu Paku
c. Garu Pegas
Garu pegas sangat cocok untuk digunakan pada lahan yang mempunyai banyak batu atau akar-akar,
karena gigi-giginya yang dapat indenting (memegas) apabila mengenai gangguan.
Kegunaan garu ini sama dengan garu paku, bahkan untuk penyiangan garu ini lebih baik, karena
dapat masuk ke dalam tanah lebih dalam.

Gambar 12. Salah Satu Bentuk dari Garu Pegas
d. Garu Rotari
Garu rotari ada dua macam, yaitu : garu rotari cangkul (rotary hoe harrow) dan garu rotari silang
(rotary cross harrow).
Garu rotari cangkul merupakan susunan roda yang dikelilingi oleh gigi-gigi berbentuk pisau yang
dipasangkan pada as dengan jarak tertentu dan berputar vertikal. Putaran roda garu ini disebabkan
oleh tarikan traktor.



Gambar 13. Garu Rotari Cangkul Rotary Hoe Harrow) & (Garu Rotari Silang (Rotary Cross Harrow)
Garu rotari silang terdiri dari gigi-gigi yang tegak lurus terhadap permukaan tanah dan dipasang pada
rotor. Rotor diputar horisontal, yang gerakannya diambil dari putaran PTO. Dengan menggunakan
garu ini, penghancuran tanah terjadi sangat intensif..
e. Garu Khusus
Yang termasuk kedalam garu khusus adalah weeder-mulche dan soil surgeon. Weeder-mulche adalah
alat yang digunakan untuk penyiangan, pembuatan mulsa dan pemecahan tanah di bagian
permukaan. soil surgeon adalah alat yang merupakan susunan pisau berbentuk U dipasang pada
suatu rangka dari pelat. Alat ini digunakan untuk memecah bongkah-bongkah tanah di permukaan
dan untuk meratakan tanah.

(http://saepudin-keinginanuntukmaju.blogspot.com/2009)(saepudin,2009)









Bajak singkal (moldboard plow) merupakan alat pengolah tanah yang sudah dipakai berabad abad dari
jaman nenek moyang. Hingga kini bajak singkal masih dipakai, dan di Sumatera Barat secara mayoritas masih
menggunakan hewan tarik sebagai sumber daya pengolahan tanah dengan menarik bajak singkal.
Bajak singkal termasuk alat pengolah tanah primer. Alat pengolah tanah primer menurut Hardjosoediro
(1983) dalam Santosa (2004) adalah alat pembuka tanah atau alat pengolah tanah awal. Menurut La Cour
(1984) dalam Santosa (2004), alat pengolah tanah primer ini berfungsi untuk memotong dan membalik tanah,
membenamkan seresah, kemudian mencampurnya hingga pada batas kedalaman pengolahan tanah.
Peranan bajak singkal di dalam pengolahan tanah yaitu (Santosa, 2004) : (a) mengubur / membenamkan
seresah, (b) menambah aerasi udara, (c) mengendalikan gulma, (d) memasukkan pupuk ke dalam tanah, dan
(e) menjadikan media yang baik untuk biji dalam hal perkecambahannya. Dengan adanya pembenaman
seresah atau residu tanaman yang disertai dengan aerasi yang baik, maka akan memacu pertumbuhan mikro
organisme yang membantu proses dekomposisi seresah atau bahan organik tersebut. Dengan terjadinya
dekomposisi bahan organik, maka akan menaikkan persediaan nitrogen dan fosfor, serta beberapa unsur
hara lainnya.
http://mesingihon.blogspot.com/2011(gihon,2011)

BAB II. LANDASAN TEORI
A. Pengolahan Tanah
Pemecahan tanah melibatkan fenomena fisika-mekanika sebagai berikut, yaitu : pada satu elemen
dan pada suatu skala mikro, pembebanan akan menyebabkan tekanan pada tanah dan dalam keadaan
tertentu tegangan yang timbul tidak tersebar secara merata tetapi terkonsentrasi pada beberapa
lokasi pada kumpulan elemen tersebut. Tekanan ini akan menyebabkan pecahnya ikatan antara
partikel-partikel tanah pada lokasi-lokasitersebut.
Pada umumnya konsentrasi dari tekanan tinggi akan diikuti dengan konsentrasi tegangan basar yang
pada akhirnya menyebabkan terjadinya peruntuhan (failure). Pemecahan elemen terjadi akibat
penetrasi kerucut (cone) kedalam blok tanah yang berkelanjutan sampai terjadi pemecahan clod oleh
beban vertikal tersebut. Untuk keperluan tertentu pemadatan diperlukan untuk memperkuat bagian
tanah yang lemah. Deformasi yang terjadi apakah stabil atau tidak akan sangat tergantung pada
bentuk tegangan (stress state) dan karakteristik dari tanah. Karakteristik dari tanah mempunyai dua
arti dalam kaitannya dengan stabilitas, karena bentuk tegangan dalam suatu proses pengolahan tanah
juga dipengaruhi oleh sifat tanah : pada tanah yang sangat plastis, deformasi yang berlebihan
kadang-kadang menghambat adanya bentuk tegangan sebagaimana disebut favor unstable
phenomena.
B. Alat Pengolah Tanah
Sebagaimana diuraikan di atas bahwa pengolahan tanah adalah suatu usaha untuk mempersiapkan
lahan bagi pertumbuhan tanaman dengan cara menciptakan kondisi tanah yang siap tanam.
Pengolahan tanah merupakan proses terberat dari keseluruhan proses budidaya. Konsumsi energy
sekitar 1/3 dari total kebutuhan energy
1. Macam-Macam Pengolahan Tanah
a. Pengolahan Tanah Primer
Kegiatan pengolahan tanah pertama (awal) dengan kedalaman lebih dari 15 cm s.d 90 cm
1) Tujuan
Adapun tujuan pengolahan tanah skunder adalah untuk:
a) Memberantas gulma
b) Memperbaiki struktur tanah agar lebih baik untuk pertumbuhan tanaman
c) Menempatkan seresah agar terdekomposisi dengan baik
d) Menurunkan laju erosi dengan cara pengolahan yang sesuai
e) Meratakan tanah
f) Mencampur pupuk dengan tanah
g) Mempersiapkan tanah untuk pemberian air irigasi
2) Alat Pengolahan Tanah Primer
a) Bajak Singkal (Moldboard Flow)
Bajak singkal berfungsi untuk memotong, membalik, memecah tanah sekaligus menutup gulma dan
menjadikannya kompos di bawah tanah
Bagian-bagian Bajak :
- Share
- Singkal (brest, moldboard)
- Landside
- Coulter
- Beam
- Frog
- Shin
Macam-macam Bajak Singkal :
- Stuble bottoms :
- General purpose bottoms
- Slotted-moldboard bottoms
- Scotch plow bottoms
- Plow bottoms for sod and clay
b) Bajak Piring (disk plow)
Piringan dari bajak ini diikat pada batang penarik melalui bantalan (bearing), sehingga pada saat
beroperasi ditarik oleh traktor maka piringannya dapat berputar. Dengan berputaraya piringan, maka
diharapkan dapat mengurangi gesekan dan tahanan tanah (draft) yang terjadi. Piringan bajak dapat
berada disamping rangka atau berada di bawah rangka.
Setiap piringan dari bajak piringan biasanya dilengkapi dengan pengeruk (scraper) yang berguna
selain untuk membersihkan tanah yang lengket pada piringan, juga membantu dalam pembalikan
potongan tanah.
Untuk menahan tekanan samping yang terjadi saat bajak memotong tanah, bajak piring dilengkapi
dengan roda alur belakang (rear furrow wheel).
Beberapa keuntungan menggunakan bajak ini adalah :
Dapat bekerja ditanah keras dan kering
Dapat untuk tanah-tanah yang lengket
Dapat untuk tanah-tanah yang berbatu
Dapat untuk tanah-tanah berakar
Dapat untuk tanah-tanah yang memerlukan pengerjaan yang dalam.
Gambar 2. Bagian-bagian Bajak Piring
c) Bajak Rotary (rotary plow)
Bajak rotari adalah bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar. Berbeda dengan bajak piringan
yang berputar karena ditarik traktor, maka bajak ini terdiri dari pisau-pisau yang dapat mencangkul
yang dipasang pada suatu poros yang berputar karena digerakan oleh suatu motor. Bajak ini banyak
ditemui pada pengolahan tanah sawah untuk pertanaman padi.
Ada tiga jenis bajak rotari yang biasa dipergunakam. Jenis pertama yang disebut dengan tipe tarik
dengan mesin tambahan (pull auxiliary rotary engine). Pada jenis ini terdapat motor khusus untuk
menggerakkan bajak, sedangkan gerak majunya ditarik oleh traktor.
Jenis kedua adalah tipe tarik dengan penggerak PTO (pull power take off driven rotary plow). Alat ini
digandengkan dengan traktor melalui tiga titik gandeng (three point hitch). Untuk memutar bajak ini
digunakan daya dari as PTO traktor.
Jenis ketiga adalah bajak rotari tipe kebun berpenggerak sendiri (self propelled garden type rotary
plow). Alat ini terdapat pada traktor-traktor roda 2. Bajak rotari digerakkan oleh daya penggerak
traktor melalui rantai atau sabuk. Dapat juga langsung dipasang pada as roda, sehingga disamping
mengolah tanah bajak ini juga berfungsi sebagai penggerak.
Gambar 3. Bajak Rotary
d) Bajak Chisel
Alat ini berbentuk tajak yang disusun pada suatu rangka. Digunakann untuk memecah tanah yang
keras sampai kedalaman sekitar 18 inci. Diperlengkapi dengan 2 buah roda yang berguna untuk
transportasi dan mengatur kedalaman pemecah tanah. Jarak antara tajak dapat beragam dari 1
sampai 2 inci. Alat ini, tidak membalik tanah seperti bajak yang lain, tapi hanya memecah tanah dan
sering digunakan sebelum pembajakan tanah dimulai
Gambar 7. Bajak Chisel
e) Bajak Subsoil
Alat ini hampir sama dengan bajak chisel hanya bentuknya lebih besar dan digunakan untuk
pengolahan tanah yang lebih dalam. Menggunakan alat ini dapat memecahkan tanah pada kedalaman
20 sampai 36 inci. Alat ini sering juga digunakan untuk memecahkan lapisan keras didalam tanah
(hardpan), atau untuk memperbaiki drainase tanah.
Gambar 8. Bajak Subsoil
f) Bajak Raksasa
Alat ini sesuai dengan namanya, berbentuk sangat besar dan digunakan untuk membalik tanah pada
kedalaman 100 sampai 180 cm. Dengan menggunakan alat ini tanah subur yang ada di dalam tanah
dap at diangkat keatas permukaan tanah. Dapat berbentuk bajak singkal atau bajak piringan.
b. Penglahan Tanah Skunder
Pengolahan tanah kedua dilakukan setelah pembajakan. Dengan pengolahan tanah kedua, tanah
menjadi gembur dan rata, tata air diperbaiki, sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu
dihancurkan dan dicampur dengan lapisan tanah atas, kadang-kadang diberilcan kepadatan tertentu
pada permukaan tanah, dan mungkin juga dibuat guludaa atau alur untuk pertanaman.
Alat pengolah tanah kedua yang menggunakau daya traktor antara lain: 1) garu (harrow), 2) perata
dan penggembur (land roller dan pulverizer), dan 3) alat-alat lainnya
1) Alat Pengolahan Tanah Skunder
Beberapa jenis garu yang dipakai pada pengolahan tanah kedua adalah
a. Garu Piring.
Garu ini dapat digunakan sebelum pembajakan untuk memotong rumput-rumput pada permukaan
tanah, untuk rnenghancurkan permukaan tanah sehingga keratan tanah ( furrow slice) lebih
berhubungan dengan tanah dasar. Juga dapat digunakan untuk penyiangan, atau untuk menutup biji-
bijian yang ditanam secara sebar.
Secara umum garu piring dibagi atas : 1) garu piring tipe tarik (trailing disk harrow), dan 2) garu
piring tipe angiat (mounted disk harrow).
Garu piring dapat mempunyai aksi tunggal (single action) apabila pada saat memotong tanah hanya
melempar tanah ke satu arah saja. Juga dapat mempunyai aksi ganda (double action ) apabila
piringan yang di depan berlawanan arah dengan yang di belakang dalam melempar tanah. Gambar 30
menunjukkan garu piring aksi tunggal, sedangkan Gambar 31. memperlihatkan garu piring aksi
ganda.
Gambar 9. Garu Piring Aksi Tunggal
Apabila posisi garu piring dalam penggan dengannya dengan traktor menyamping, maka garu
tersebut disebut garu offset.
Bagian-bagian dari garu piring adalah : piringan (disk), as (gang/arbor bolt), rangka (frame), bantalan
(bearing), bumper, kotak pemberat, dan pembersih tanah (scaper).
Piringan dap at bersisi rata atau bergerigl Piringan yang bergerigi biasanya digunakan pada lahan
yang mempunyai banyak sisa-sisa tanaman. Ukuran umum berkisar antara 45 sampai 60 cm,
sedangkan untuk tugas berat (heavy duty) antara 65 sampai 70 cm. Piringan dipasang pada suatu as
yang berbentuk persegi dengan jarak antara 15 sampai 22 cm, atau 25 sampai 30 untuk tugas berat
dan masing-maing dipisahkan oleh gelondong (spool).
.
Gambar 10. Garu Piring Aksi Ganda
b. Garu Paku
Garu ini mempunyai gigi yang bentuknya seperti paku terdiri dari beberapa baris gigi yang diikatkan
pada rangka. Garu ini digunakan untuk menghaluskan dan meratakan tanah setelah pembajakan.
Juga dapat digunakan untuk penyiangan pada tanainan yang baru tumbuh. Bentuk dari garu paku
dapat dilihat pada.
Gambar11. Salah Satu Bentuk dari Garu Paku
c. Garu Pegas
Garu pegas sangat cocok untuk digunakan pada lahan yang mempunyai banyak batu atau akar-akar,
karena gigi-giginya yang dapat indenting (memegas) apabila mengenai gangguan.
Kegunaan garu ini sama dengan garu paku, bahkan untuk penyiangan garu ini lebih baik, karena
dapat masuk ke dalam tanah lebih dalam.
Gambar 12. Salah Satu Bentuk dari Garu Pegas
d. Garu Rotari
Garu rotari ada dua macam, yaitu : garu rotari cangkul (rotary hoe harrow) dan garu rotari silang
(rotary cross harrow).
Garu rotari cangkul merupakan susunan roda yang dikelilingi oleh gigi-gigi berbentuk pisau yang
dipasangkan pada as dengan jarak tertentu dan berputar vertikal. Putaran roda garu ini disebabkan
oleh tarikan traktor.
Gambar 13. Garu Rotari Cangkul Rotary Hoe Harrow) & (Garu Rotari Silang (Rotary Cross Harrow)
Garu rotari silang terdiri dari gigi-gigi yang tegak lurus terhadap permukaan tanah dan dipasang pada
rotor. Rotor diputar horisontal, yang gerakannya diambil dari putaran PTO. Dengan menggunakan
garu ini, penghancuran tanah terjadi sangat intensif..
e. Garu Khusus
Yang termasuk kedalam garu khusus adalah weeder-mulche dan soil surgeon. Weeder-mulche adalah
alat yang digunakan untuk penyiangan, pembuatan mulsa dan pemecahan tanah di bagian
permukaan. soil surgeon adalah alat yang merupakan susunan pisau berbentuk U dipasang pada
suatu rangka dari pelat. Alat ini digunakan untuk memecah bongkah-bongkah tanah di permukaan
dan untuk meratakan tanah.
http://blog.ub.ac.id/chicidwi/2012(chici,2012)



A. Alat dan mesin pengolahan tanah primer
Pengolahan tanah adalah penyiapan tanah untuk penanaman dan peoses mempertahankannya dalam
keadaan remah dan bebas dari gangguan gulma selama pertumbuhan tanaman budidaya.
Tujuan utama pengolahan tanah adalah
Mempersiapan bedengan benih yang sesuai
Memberantas gulma pesaing
Meningkatkan kondisi fisik tanah
Peralatan yang digunakan untuk memecah dan meremahkan tanah sampai suatu kedalaman dari 6
sampai 36 inci ( 15,2 sampai 91,4 cm) dikenal dengan alat dan mesin pengolahan tanah primer, yang
mencakup bajak singkal, bajak pieingan, bajak putar, bajak pahat dan bajak tanah bawah.

~.Bajak singkal
Bajak singkal ditujukan untuk pemecahan segala jeni tanah dan cocok sekali untuk pembalikan tanah
serta penutupan sisa sisa tanaman.

Bagian bagian bajak singkal
Telapak bajak singkal (moldboard plow bottom)
Bagian bajak yang memecah tanah disebut telapak bajak singkal, bagian ini digunakan untuk
memotong, mengangkat dan membalik tanah. Bagian-bagian yang membentuk mata bajak singkal
adalah mata bajak, sisi tanah dan singkal. Ketiga bagian ini terpasang pada sepotong logam yang tak
beraturan bentuknya yang disebut badan bajak (frog). Rangka bajak dapat juga dipasang pada badan
tersebut.

Singkal (moldboard)
Singkal adalah bagian bajak yang terletak langsung di belakang mata bajak (share). Bagian ini
menerima potongan tanah dari mata bajak dan membaliknya. Singkal merupakan bagian bajak yang
terpenting, sebab oleh singkal itulah lapisan tanah terpecah, dihancurkan dan dilembutkan. Jenis
tanah yang berlainan membutuhkan singkal dengan bentuk yang berbeda utuk mencapai tingkat
kehancuran yang sama. Denang dasar ini, singkal dibagi dalam beberapa kelas yaitu bajak untuk
lahan dengan tunggu tanaman, serba guna, tanah hitam, pemecaha dan kecepatan tinggi.
Singkal serba guna merupakan kombinasi tipe-tipe untuk lahan berumput dan sisa-sisa tunggul
jerami serta dapat digunakan dengan mudah untuk lahan berrumput atas lahan dengan sisa-sisa
jerami. Singkal ini mempunyai lengkung yang lebih rendah daripada singkal untuk lahan dengan
tunggul jerami shingga disebut bajak serba guna.
Tipe singkal untuk lahan bertunggul jerami lebih lebar dan melengkung lebih mendadak pada sisi
atasnya. Hal ini mengakibatkan tanah potongan alur terlempar lebih cepat, dan dihancurkan lebih baik
daripada tipe-tipe singkal lainnya.
Telapak bajak pemecah dirangcang untuk bekerja di lahan berumput dan di lahan yang dibiarkan
tidak ditanami untuk beberapa tahun lamanya.
Bajak berkecepatan tinggi mempunyai singkal yang lengkung bagian atasnya sedikit lebih rendah dari
pada yang dimili singkal serba guna. Singkal ini dirancang untuk melempar lapisan tanah cukup jauh
untuk dapat menutupi lapisan tanah dari alur sebelumnya.
Singkal berusuk (slat moldboard) digunakan untuk tempat yang tanahnya lengket dan tidak mau
lepas dari singkal.










Mata bajak (share)
Mata bajak singkal ialah sisi yang melaksanakan pemotongan. Bagian-bagian utama mata bajak
singkal adalah, ujung, sayap, sisi pemotong dan sisi samping. Jenis-jenis mata bajak yang dikenal
adalah : yang umum dengan sisi samping, yang terdiri dari dua bagian dan yang lurus. Yang terdiri
dari dua bagian dan yang lurus dirancang sedemikian rupa, hingga bila mata bajak itu telah tumpul,
lebih ekonomis untuk mengganti mata bajak itu dengan yang baru daraipada mencoba untuk
menajamkan kembali. Mata bajak besi tuang yang diperkeras dapat ditajamkan kembali dengan
menggerinda.

Sisi tanah (landside)
Sisi samping adalah bagian bajak yang meluncur sepanjang permukaan dinding alur. Sisi samping ini
membantu meniadakan tekanan samping sisi yang dilakukan oleh potongan alur terhadap singkal.
Juga membantu menstabilkan bajak pada waktu digunakan. Tepi singkal (shin) adalah bagian tepi
pemotong pada sigkal yang terletak tepat diatas sis samoing.















Ukuran bajak
Ukuran bajak singkal adalah ;ebarnya yang dinyatakan dalam inci. Ukuran ditentukan dengan
mengukur jarak dari sayap sampai sisi samping dengan alat pengukur tegak lurus pada sisi samping.
Ukuran0ukuran bajak traktor 10,12,14,16 dan 18 ibci (25,4 35,6 40,6 dan 45,7 cm) Bajak-bajak
singkal khusus sebesar 18 dan 29 inch (45,7 dan 50,8 cm).

Tipe-tipe bajak singkal traktor
Bajak singkal gandengan (trailing moldboard plows)
Bajak traktor tipe gandengan atau tipe tarikan adalah suatu unit lengkap, didukung oleh dua atau
tiga buah roda bila dipasang pada batang tarik traktor; bajak tipe ini ditarik di belakang traktor.













Bajak singkal gandengan biasa (regular trailing plows)
Bajak singkal gandengan dibangun dalam ukuran-ukuran yang berkisar dari satu sampai lima telapak
singkal. Telapak singkal itu berukuran dari 12 sampai 18 inci ( 30,5 sampai 45,7 cm) namun ukuran
yang paling biasa adalah 14 inci (35,6 cm). Bajak singkal bertelapak 2,3,4,5 dan 6 dapat diperoleh
dengan pengangkatan hidraulik.
Bajak singkal gandengan dua arah (two-way trailing plows)
Bajak gandeng ini dinamakan dua arah sebab mempunyai baik telapak kanan maupun kiri dan oleh
sebab itu akan melempar potongan alur ke kanan maupun kekiri operator bila bajak dibalik pada
waktu traktor berputar ke alur berikutnya.
Bajak dua arah digunakan untuk membajak lahan-lahan yang diairi serta dimana diinginkan
membuka tanah tanpa meninggalkan alur mati, seperti lereng-lereng perbukitan, lahan sengkedan
serta lahan yang tak beraturan bentuknya.



















Bajak singkal setengah terpasang (semimounted moldboard plow)
Bajak singkal setengah terpasang ini memiliki ujung bagian depan yang langsung dihubungkan
dengan traktor dan didukung olehnya. Ujung belakang bajak didukung olah sebuah roda alur dan roda
tanah. Pengangkatan dan penurunan bagian belakang bajak di atas roda alur dapat dicapai atau
dengan sambungan mekanik atau dengan silder hihraulic terkendali jarak jauh. Ujung depan bajak
dinaikan dan diturunkan oleh sistem sambungan hidraulik traktor. Biasanya tipe bajak ini
digandengkan pada traktor oleh suatu mekanisme kopling cepat.
Bajak singkal terpasang terpadu (integral-mounted moldboard plows)
Bajak terpasang terpadu benar-benar merupakan kelengkapan traktor, sebab bergantung pada
traktor untuk pengangkatan dayanya dan bergantung pada daya mesin traktor untuk pengoperasian
umumnya. Berat bajak keseluruhannya didukung oleh traktor pada waktu diangkat. Kedalaman
pembajakan dalam beberapa hal dikendalikan secara hidraulik, pada contoh yang lain dengan tuas
dan roda pengaman. Jumlah telapak singkal berkisar dari satu sampai lima, bergantung pada ukuran
traktor. Traktor terkecil 8 sampai 10 daya kuda batang tarik dapat dilengkapi dengan satu telapak
singkal dengan ukuran 12 inchi (30,5 cm). Traktor ukuran sedang membawa 2 singkal sedang traktor
ukuran besar dapat membawa sampai lima telapak singkal.




















Bajak singkal terpasang dua arah (two-way-mounted moldboard plows)
Bajak terpasang dua arah melakukan tugas yang sama dengan bajak gandengan dua arah. Ada
pengaturan yang berbeda untuk mengubah telapak singkal pembuat alur dari sisi kakanan ke sisi kiri.
Ini dicapai dengan memutar seluruh unit 900 untuk beberapa mata bajak, dan 1800 untuk bajak yang
lain

Pemecah tengah terpasang terpadu (integral-mounted middlebreakers)
Di daerah yang berlaianan pemecah tengah dikenal dengan nama-nama yang berbeda-beda.Ada yang
menamakan pemecah tengah (middle buster) atau pembuat guludan (bedder). Telapak singkal benar-
benarmerupakan bajak sisi kanan dan sisi kiri yang disatukan.













Rancangan bajak singkal
Perancangan suatu bajak yang dapat bekerja dengan memuaskan pada semua kondisi tanah,
merupakan suatu masalah yang tidak pernah terpecahkan secara tuntas, padahal telah lebih banyak
upaya yang dilakukan terhadap penyempurnaan bajak dari pada peralatan pertanian lainnya. Kualitas
persemaian yang dapat disisiapkan bergantung pada penampilan bajak ini, yang pada gilirannya
mempengarhu perkecambahan benih, pertumbuhan tanaman, serta hasil panen yang akan didapat
kemudian. Oleh karena itu pengusaha perkebunan harus berusaha melakukan pembajakan yang baik.
Pembajakan yang baik terdiri atas pembalikan dan pemerataan tanah, pembuatan paliran yang bersih
bulat seragam.
Butir-butir utama harus diperhatikan adalah
Puncak paliran (furrow) sedikit bergerigi
Tanah harus digemburkan dengan sempurna dari puncak sampai dasar paliran
Masing-masing paliran harus lurus dari ujung ke ujung lahan yang rata.
Setiap paliran balik sedikit lebih tinggi dan segala macam seresah tertimbun dengan sempurna
Garis besar paliran harus pada satu titik tanpa patahan dan cekungan
Semua seresah harus terbenam empurna di sudut kanan paliran yang lebih rendah
Paliran haris sepenuhnya seragam
Kedalaman semua paliran harus sama, yang berlanjut dengan kedalaman yang seragam
Alur buntu harus bebas dari semua seresah
Jalur yang tak terpecah tidak boleh dibiarkan di antara paliran dalam pembajakan menurut kontur
(garis tinggi).

Alat-alat tambahan bantu bajak singkal
Telapak bajak singkal merupakan satu unit kerja tersendiri dan secara luas digunakan tanpa alat-alat
tambahan. Ada sejumlah alat yang dipergunakan sebagai alat bantu dan pelengkap telapak bajak
dalam melaksanakan tugas pembajakan yang baik. Alat-alat tersebut adalah roda pengukur, pengiris
tanah, penyambung, dan alat-alat untuk menutupi kait kawat terhadap seresah.
Ditempat yang tanahnya lunak, roda pengukur kedalaman diperlukan jika bajak dituntut untuk
mempertahankan kedalaman yang seragam. Roda pengukur dapat dipasang pada balok di depan
telapak bajak atau di samping balok tersebut.
Pengiris digunakan untuk memotong tanah paliran dari lahan dengan meninggalkan dinding yang
bersih. Pengiris juga memotong seresah, sehingga bajak dapat menutup seresah dengan lebih baik.
Roda iris adalah piringan bulat, pipih, terbuat dari baja yang bagian tepinya dipertajam serta
digantung pada tangkai dan pemikul dari balok. Tepi roda iris dapat rata atau bergerigi atau bertakik.
Roda iris ini dikonstruksikan sedemikan rupa , hingga dapat diatur naik atau turun sesuai dengan
kedalaman yang diinginkan dan ke samping untuk lebar pemotongan. Tipe roda iris lebih banyak
digunakan dari pada tipe-tpe lain, sebab roda iris ini akan meninggalkan permukaan paliran yang lain
dan juga memotong seresah jauh lebih baik.
Singkal tambahan adalah sepotong logam kecil dengan bentuk tak beraturan yang mempunyai bentuk
mirip dengan telapak bajak biasa, singkal tambahan merupakan bentuk mini bajak. Tujuannya adalah
untuk membalik langsung potongan paliran kecil seperti pita di depan telapak bajak utama. Potongan
paliran yang kecil ini terpotong dari sisi kiri dan atas paliran dan dibalik, sehingga seresah di atas
tanah terbalik dengan sempurna dan terpendam dalam pojok- kanan paliran.
http://biebie49.blogspot.com(2010)

















Bajak singkal merupakan peralatan pertanian untuk pengolahan tanah yang digandengkan
dengan sumber tenaga penggerak/penarik seperti tenaga penarik sapi, kerbau atau traktor
pertanian. Bajak singkal berfungsi untuk memotong, membalikkan, pemecahan tanah serta
pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam tanah, dan digunakan untuk tahapan kegiatan
pengolahan tanah pertama. Bajak singkal dirancang dalam beberapa bentuk untuk tujuan agar
diperoleh kesesuaian antara kondisi tanah dengan tujuan pembajakan. Aneka ragam rancangan
yang dijumpai selain pada bentuk mata bajak, juga di bagian perlengkapannya.
Bagian-bagian bajak singkal:
Mata bajak atau pisau bajak adalah bagian bajak singkal yang berfungsi untuk memotong
tanah dan mengarahkan lempengan tanah hasil pemotongan ke bagian daun singkal.
Daun singkal adalah bagian yang menerima lempengan tanah dan membalik serta
memecahkan lempengan tanah tersebut.
Pelurus samping, berfungsi menahan tekanan samping dari lempengan tanah pada bajak
singkal dan menjaga kestabilan jalannya bajak singkal sewaktu proses pembajakan.
Rangka bajak singkal berfungsi menyatukan bagian-bagian bajak dan penyambung ke
sumber penggerak.
Penggandeng adalah bagian dari bajak singkal yang menggandengkan bajak dengan
traktor pertanian.
Pengatur kedalaman pengolahan tanah. Pengatur kedalaman berbentuk ulir pengatur atau
roda pengatur, untuk mengontrol kedalaman hasil pembajakan tanah.
Poros silang, berbentuk batang kendali merupakan bagian dari bajak singkal yang
berfungsi mengatur daun singkal sehingga dapat mengatur lebar hasil pembajakan dan
mengatur arah lemparan tanah pada arah yang berlawanan.
Berdasarkan arah lemparan lempengan tanah, bajak singkal dibedakan menjadi dua tipe, yakni :
1. Bajak singkal satu arah adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu mengerjakan
pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah hanya dalam satu arah. Lemparan
atau pembalikan tanahnya biasanya dilakukan ke arah kanan.
2. Bajak singkal dua arah adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu mengerjakan
pengolahan tanah, arah pelemparan atau pembalikan tanahnya dapat diatur dua arah
yaitu ke kiri maupun ke arah kanan. Jenis bajak ini mempunyai mata bajak yang
kedudukannya dirancang untuk dapat diputar ke kanan ataupun ke kiri dengan cepat,
sesuai dengan arah pelemparan ataupun pembalikan tanah yang dikehendaki. Penggunaan
bajak singkal dua arah mempunyai beberapa kelebihan akan menghasilkan pembalikan
tanah yang seragam untuk seluruh petak tanah yang diolah, praktis untuk pengolahan
tanah sistem kontur dari hasil kerjanya tidak akan berbentuk alur mati (dead-furrow)
ataupun alur punggung (back-furrow), sehingga pembajakan dapat teratur dan rata.
Namun kelemahannya adalah konstruksinya lebih berat dan lebih rumit, untuk ukuran
bajak yang besar perlu dilengkapi sistem hidrolis untuk pemutaran mata bajaknya, perlu
keterampilan yang lebih baik dari pengemudinya.

http://teknoperta.wordpress.com(2008,ariez)
3. ALAT PENGOLAH TANAH

Sebagaimana diuraikan di atas bahwa pengolahan tanah adalah suatu usaha untuk mempersiapkan
lahan bagi pertumbuhan tanaman dengan cara menciptakan kondisi tanah yang siap tanam. Walaupun
pengolahan tanah sudah dilakukan oleh manusia sejak dahulu kala dan sudah mengalami
perkembangan yang demikian pesat baik dalam metode maupun peralatan yang digunakan, tetapi
sampai saat ini pengolahan tanah masih belum dapat dikatakan sebagai ilmu yang pasti (eksakta)
yang dapat dinyatakan secara kuantitatif. Belum ada metode yang memuaskan yang tersedia untuk
menilai hasil olah yang dihasilkan oleh suatu alat pengolah tanah tertentu, serta belum dapat
ditentukan suatu kebutuhan hasil olah yang khusus untuk berbagai tanaman untuk lahan kering
(Bainer, et al, 1960).
Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa masalah pengolahan tanah merupakan masalah yang
penting untuk mendapatkan produksi pertanian yang optimal. Kondisi tanah yang baik adalah salah
satu faktor berhasilnya produksi tanaman, dan untuk mencapai kondisi tanah yang baik diperlukan
alat-alat pertanian.
Akhir-akhir ini masalah yang utama didalam pembukaan dan pengolahan tanah adalah bagaimana
agar didapatkan efisiensi yang optimal. Hal ini dimaksudkan dari pengertianminimal tillage yaitu
pengolahan yang seminimal mungkin, tetapi menghasilkan tanah yang baik dan pertumbuhan
tanaman yang optimal dengan biaya yang rendah.
Pekerjaan pengolahan tanah dapat dibagi menjadi pengolahan tanah pertama dan pengolahan tanah
kedua. Peralatan pengolahan tanah pertama disebut juga pembajakan.
Alat Pengolahan Tanah Pertama


Alat pengolahan tanah pertama adalah alat-alat yang pertama sekali digunakan yaitu untuk
memotong, memecah dan membalik tanah. Alat-alat tersebut dikenal ada beberapa macam, yaitu :
1. bajak singkal (moldboard plow)
2. bajak piring (disk plow)
3. bajak pisau berputar (rotary plow)
4. bajak chisel (chisel plow)
5. bajak subsoil (subsoil plow)
6. bajak raksasa (giant plow)
1. Bajak Singkal

Bajak singkal ini dapat digunakan untuk bermacam-macam jenis tanah dan sangat baik untuk
membalik tanah.
Bagian dari bajak singkal yang memotong dan membalik tanah disebut bottom. Suatu bajak dapat
terdiri dari satu bottom atau lebih. Bottom ini dibangun dari bagian-bagian utama, yaitu : 1) singkal
(moldboard), 2) pisau (share), dan 3) penahan samping (landside). Ketiga bagian utama tersebut
diikat pada bagian yang disebut pernyatu (frog). Unit ini dihubungkan dengan rangka (frame) melalui
batang penarik (beam). Bagian-bagian dari bajak singkal satu bottom secara terperinci dapat dilihat
pada gambar 18.

Gambar 18. Bagian Bajak Singkal Satu Bottom
Video operasi
bajak singkal


Pada saat bajak bergerak maju, maka pisau (share) memotong tanah dan. mengarahkan
potongan/keratan tanah (furrow slice) tersebut ke bagian singkal.
Singkal akan menerima potongan tanah, dan karena kelengkungannya maka potongan tanah akan
dibalik dan pecah. Kelengkungan singkal ini berbeda untuk kondisi dan jenis tanah yang berbeda agar
diperoleh pembalikan dan pemecahan tanah yang baik.

Penahan samping adalah bagian yang berfungsi untuk menahan tekanan samping dari keratan tanah
pada singkal, disamping sekaligus menjaga kestabilan jalannya bajak sewaktu bekerja. Bagian yang
paling banyak bersinggungan dengan tanah dari bagian ini adalah bagian belakang yang disebut tumit
(heel). Untuk menjaga keausan karena gesekan dengan tanah, bagian tumit ini dalam pembuatannya
diperkeras.
Selain dari bagian-bagian diatas, bajak singkal diperlengkapi dengan alat yang disebut pisau
pemotong (coulter). Bagian ini berfungsi untuk membelah tanah atau tumbuhan atau sampah-sampah
yang ada diatas tanah sebelum pisau bajak memotong tanah. Dengan demikian sisa-sisa tumbuhan
diatas tanah dapat dibalik dengan baik dan memperingan pekerjaan pisau bajak. Ada dua bentuk
pisau pemotong, yaitu pisau pemotong stasioner (stationary knife) dan pisau pemotong berputar
(rolling coulter) seperti terhhat pada Gambar 19.

Stationary knife

Rolling colter
Gambar 19. Beberapa Jenis dari Pisau Pemotong (Coulter)
Ukuran bajak adalah lebar bajak, dinyatakan dalam satuan panjang. Ukuran dari satu bajak adalah
dengan mengukur jarak dari sayap (wing) sampai penahan samping. Secara teoritis ukuran ini dapat
dianggap sebagai lebar pembajakan atau lebar pemotong tanah.

Bajak singkal apabila dilihat dari atas atau samping akan terlihat suatu rongga atau hisapan(suction).
Suction ini perlu untuk mencapai kedalaman atau lebar potongan bajak. Besarnyasuction ini beragam
dari 1/8 sampai 3/16 inci. Ukuran ini disebut juga celah (clearance).Tempat dari suction ini berbeda
untuk bajak yang mempunyai roda belakang (real furrow wheel) dan tanpa roda belakang (Gambar 20
dan 21). Disamping untuk pemotongan tanah, hisapan (suction) ini berperan juga dalam menstabilkan
jalannya bajak.

Hisapan Kebawah (Down suction) atau celah vertikal (vertical clearance) beragam dari 1/8 sampai
3/16 inci pada bajak tanpa roda belakang tergantung dari jenis alat dan jenis tanah. Pada bajak
dengan roda belakang, hisapan kebawah (down suction) sebesar 1/4 sampai 1/2 inci.



Down suction

Side suction
Gambar 20. Hisapan (Suction) pada Bajak Singkal yang mempunyai Roda Belakang (Rear Furrow
Wheel)


Down suction

Side suction
Gambar 21. Hisapan (Suction) pada Bajak Singkal yang tidak Mempunyai Roda Belakang
Bila bajak singkal bekerja memotong dan membalik tanah maka akan terbentuk alur yang
disebut furrow. Bagian tanah yang diangkat dan diletakkan kesamping, disebut keratan tanah (furrow
slice). Bila pekerjaan dimulai dari tengah areal secara bolak-balik dan arah perputaran ke kanan,
maka akan berbentuk alur balik (Back furrow) (Gambar 22). Bila pekerjaan bolak balik dimulai dari
tengah dan arah perputaran ke kiri, maka akan terbentuk alur mati (Dead furrow). Pembalikan tanah
umumnya kekanan.

Dalam operasional bajak dapat digolongkan atas bajak tarik (trailing moldboard plow) dan bajak yang
dapat diangkat secara hidrolik (mounted moldboard plow). Dilihat dari hasil kerjanya dapat
digolongkan atas bajak satu arah (one way) dan bajak dua arah (two way). Menggunakan bajak dua
arah memberikan keuntungan dalam menghindari terbentuknya alur balik (back furrow).

Gambar 22. Hasil Pembajakan dengan Menggunakan Bajak Singkal
2. Bajak Piring

Piringan dari bajak ini diikat pada batang penarik melalui bantalan (bearing), sehingga pada saat
beroperasi ditarik oleh traktor maka piringannya dapat berputar. Dengan berputaraya piringan, maka
diharapkan dapat mengurangi gesekan dan tahanan tanah (draft) yang terjadi. Piringan bajak dapat
berada disamping rangka atau berada di bawah rangka. Bagian-bagian dari bajak piring dapat dilihat
pada Gambar 23, sedangkan hasil pembajakannya dapat dilihat pada Gambar 24.

Setiap piringan dari bajak piringan biasanya dilengkapi dengan pengeruk (scraper) yang berguna
selain untuk membersihkan tanah yang lengket pada piringan, juga membantu dalam pembalikan
potongan tanah.
Untuk menahan tekanan samping yang terjadi saat bajak memotong tanah, bajak piring dilengkapi
dengan roda alur belakang (rear furrow wheel).

Beberapa keuntungan menggunakan bajak ini adalah :
a. Dapat bekerja ditanah keras dan kering
b. Dapat untuk tanah-tanah yang lengket
c. Dapat untuk tanah-tanah yang berbatu
d. Dapat untuk tanah-tanah berakar
e. Dapat untuk tanah-tanah yang memerlukan pengerjaan yang dalam.

Gambar 23. Bagian-bagian Bajak Piring

Gambar 24. Hasil Pembajakan dengan Menggunakan Bajak Piring (Disk Plow)

Video operasi bajak piring

Ada tiga jenis bajak piring yang ditarik dengan traktor, yaitu ; tipe tarik (trailing), tipe hubungan
langsung (direct-connected), dan tipe diangkat sepenuhnya (integral mounted).

Tipe tarik dapat dibagi lagi atas biasa (reguler) dan satu arah (oneway). Reguler trailing disk
plow ditarik di belakang traktor. Alat ini dilengkapi dengan roda yaitu 2 buah roda alur (furrow
wheel) dan satu buah roda lahan (land wheel). Kedua roda alur (furrow wheel),berperan untuk
menstabilkan jalannya bajak. Pada tanah-tanah berat digunakan heavy way disk plowuntuk
mendapatkan pengolahan yang dalam. One way disk plow adalah piring bajak yang di susun dalam
satu gang melalui suatu poros. Jarak antara piringan adalah 8 sampai 10 inci. Jumlah piringan dapat
beragam dari 2 sampai 35 buah dengan ukuran diameter piring dari 20 sampai 26 inci.

Tipe hubungan langsung atau disebut juga semi mounted disk plow di bagian depannya dapat
diangkat menggunakan sistem hidrolik traktor sehingga memudahkan alat sewaktu berputar. Alat ini
dapat berputar pada areal yang sempit dan juga dapat mundur.
Tipe diangkat sepenuhnya ditarik dibelakang traktor dipasang pada tiga titik gandeng dan
keseluruhannya dapat diangkat menggunakan sistem hidrolik traktor, sehingga sangat mudah dalam
transportasi. Tipe one way disk plow yang kecil dapat juga termasuk Integral mounted., bila dapat
diangkat keseluruhannya dengan hidrolik traktor.

3. Bajak Rotari / Pisau Berputar

Bajak rotari adalah bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar. Berbeda dengan bajak piringan
yang berputar karena ditarik traktor, maka bajak ini terdiri dari pisau-pisau yang dapat mencangkul
yang dipasang pada suatu poros yang berputar karena digerakan oleh suatu motor. Bajak ini banyak
ditemui pada pengolahan tanah sawah untuk pertanaman padi.

Ada tiga jenis bajak rotari yang biasa dipergunakam. Jenis pertama yang disebut dengan tipe tarik
dengan mesin tambahan (pull auxiliary rotary engine). Pada jenis ini terdapat motor khusus untuk
menggerakkan bajak, sedangkan gerak majunya ditarik oleh traktor (Gambar 25).

Jenis kedua adalah tipe tarik dengan penggerak PTO (pull power take off driven rotary plow). Alat ini
digandengkan dengan traktor melalui tiga titik gandeng (three point hitch). Untuk memutar bajak ini
digunakan daya dari as PTO traktor (gambar 26).
Jenis ketiga adalah bajak rotari tipe kebun berpenggerak sendiri (self propelled garden type rotary
plow). Alat ini terdapat pada traktor-traktor roda 2. Bajak rotari digerakkan oleh daya penggerak
traktor melalui rantai atau sabuk. Dapat juga langsung dipasang pada as roda, sehingga disamping
mengolah tanah bajak ini juga berfungsi sebagai penggerak (gambar 27).

Gambar 25. Bajak Rotari Tipe Vertikal

Gambar 26. Bajak Rotari Tipe Tarik Berpenggerak PTO

Gambar 27. Bajak Rotari Tipe Kebun Berpenggerak Sendiri
Video operasi bajak rotari
4. Bajak Chisel

Alat ini berbentuk tajak yang disusun pada suatu rangka. Digunakann untuk memecah tanah
yang keras sampai kedalaman sekitar 18 inci. Diperlengkapi dengan 2 buah roda yang berguna
untuk transportasi dan mengatur kedalaman pemecah tanah. Jarak antara tajak dapat beragam dari
1 sampai 2 inci. Alat ini, tidak membalik tanah seperti bajak yang lain, tapi hanya memecah tanah
dan sering digunakan sebelum pembajakan tanah dimulai (Gambar 28).
5. Bajak Subsoil

Alat ini hampir sama dengan bajak chisel hanya bentuknya lebih besar dan digunakan untuk
pengolahan tanah yang lebih dalam. Menggunakan alat ini dapat memecahkan tanah pada kedalaman
20 sampai 36 inci.
Alat ini sering juga digunakan untuk memecahkan lapisan keras didalam tanah (hardpan),
atau untuk memperbaiki drainase tanah (Gambar 29).


Gambar 28. Bajak Chisel

Gambar 29. Bajak Subsoil
Video operasi sub soil getar
6. Bajak Raksasa
Alat ini sesuai dengan namanya, berbentuk sangat besar dan digunakan untuk membalik tanah pada
kedalaman 100 sampai 180 cm. Dengan menggunakan alat ini tanah subur yang ada di dalam tanah
dap at diangkat keatas permukaan tanah. Dapat berbentuk bajak singkal atau bajak piringan.
Alat Pengolahan Tanah Kedua
Pengolahan tanah kedua dilakukan setelah pembajakan. Dengan pengolahan tanah kedua, tanah
menjadi gembur dan rata, tata air diperbaiki, sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu
dihancurkan dan dicampur dengan lapisan tanah atas, kadang-kadang diberilcan kepadatan tertentu
pada permukaan tanah, dan mungkin juga dibuat guludaa atau alur untuk pertanaman.
Alat pengolah tanah kedua yang menggunakau daya traktor antara lain: 1) garu (harrow), 2) perata
dan penggembur (land roller dan pulverizer), dan 3) alat-alat lainnya.

1. Garu

Beberapa jenis garu yang dipakai pada pengolahan tanah kedua adalah : a) garu piring (disk harrow),
b) garu palcu (splice tooth harrow), c) garu pegas (spring tooth harrow), d) garu rotari, dan e) garu
khusus (special harrow).

a. Garu Piring.

Garu ini dapat digunakan sebelum pembajakan untuk memotong rumput-rumput pada permukaan
tanah, untuk rnenghancurkan permukaan tanah sehingga keratan tanah ( furrow slice) lebih
berhubungan dengan tanah dasar. Juga dapat digunakan untuk penyiangan, atau untuk menutup biji-
bijian yang ditanam secara sebar.

Secara umum garu piring dibagi atas : 1) garu piring tipe tarik (trailing disk harrow), dan 2) garu
piring tipe angiat (mounted disk harrow).
Garu piring dapat mempunyai aksi tunggal (single action) apabila pada saat memotong tanah hanya
melempar tanah ke satu arah saja. Juga dapat mempunyai aksi ganda (double action ) apabila
piringan yang di depan berlawanan arah dengan yang di belakang dalam melempar tanah. Gambar 30
menunjukkan garu piring aksi tunggal, sedangkan Gambar 31. memperlihatkan garu piring aksi
ganda.

Gambar 30. Garu Piring Aksi Tunggal
Apabila posisi garu piring dalam penggandengannya dengan traktor menyamping, maka garu tersebut
disebut garu offset.
Bagian-bagian dari garu piring adalah : piringan (disk), as (gang/arbor bolt), rangka (frame), bantalan
(bearing), bumper, kotak pemberat, dan pembersih tanah (scaper).

Piringan dap at bersisi rata atau bergerigl Piringan yang bergerigi biasanya digunakan pada lahan
yang mempunyai banyak sisa-sisa tanaman. Ukuran umum berkisar antara 45 sampai 60 cm,
sedangkan untuk tugas berat (heavy duty) antara 65 sampai 70 cm.
Piringan dipasang pada suatu as yang berbentuk persegi dengan jarak antara 15 sampai 22 cm, atau
25 sampai 30 untuk tugas berat dan masing-maing dipisahkan oleh gelondong (spool).

Masing-masing as (gang) diikat ke rangka melalui standar yang berdiri pada bantalan. Untuk garu
yang ringan satu as mempunyai dua bantalan, sedangkan yang berat lebih dari dua bantalan.
Pada ujung as di bagian cembung piringan ditempatkan bumber berupa besi tuang yang eukup berat
untuk menambah tekanan ke samp ing.
Apabila garu piring tidak cukup berat untuk memecah tanah, maka dapat ditambah beban yang
ditempatkan pada kotak pemberat.
Untuk membersihkan tanah yang melekat pada piringan, biasanya setiap piringan dilengkapi dengan
pengeruk tanah (scraper) yang diikat pada rangka.

Gambar 31. Garu Piring Aksi Ganda

Gambar 32. Salah Satu Bentuk dari Garu Paku
b. Garu paku

Garu ini mempunyai gigi yang bentuknya seperti paku terdiri dari beberapa baris gigi yang diikatkan
pada rangka. Garu ini digunakan untuk menghaluskan dan meratakan tanah setelah pembajakan.
Juga dapat digunakan untuk penyiangan pada tanainan yang baru tumbuh. Bentuk dari garu paku
dapat dilihat pada Gambar 32.

c. Garu Pegas

Garu pegas sangat cocok untuk digunakan pada lahan yang mempunyai banyak batu atau akar-akar,
karena gigi-giginya yang dapat indenting (memegas) apabila mengenai gangguan.
Kegunaan garu ini sama dengan garu paku, bahkan untuk penyiangan garu ini lebih baik, karena
dapat masuk ke dalam tanah lebih dalam. Bentuk dari garu pegas dapat dilihat pada Gambar 33.

Gambar 33. Salah Satu Bentuk dari Garu Pegas
d. Garu Rotari

Garu rotari ada dua macam, yaitu : garu rotari cangkul (rotary hoe harrow) dan garu rotari silang
(rotary cross harrow).
Garu rotari cangkul merupakan susunan roda yang dikelilingi oleh gigi-gigi berbentuk pisau yang
dipasangkan pada as dengan jarak tertentu dan berputar vertikal. Putaran roda garu ini disebabkan
oleh tarikan traktor. Bentuk dari garu ini dapat dilihat pada Gambar 34.

Gambar 34. Garu Rotari Cangkul (Rotary Hoe Harrow)

Gambar 35. Garu Rotari Silang (Rotary Cross Harrow)
Garu rotari silang terdiri dari gigi-gigi yang tegak lurus terhadap permukaan tanah dan dipasang pada
rotor. Rotor diputar horisontal, yang gerakannya diambil dari putaran PTO. Dengan menggunakan
garu ini, penghancuran tanah terjadi sangat intensif. Bentuk dari garu ini dapat dilihat pada Gambar
35.

e. Garu Khusus

Yang termasuk kedalam garu khusus adalah weeder-mulche dan soil surgeon. Weeder-mulche adalah
alat yang digunakan untuk penyiangan, pembuatan mulsa dan pemecahan tanah di bagian
permukaan. soil surgeon adalah alat yang merupakan susunan pisau berbentuk U dipasang pada
suatu rangka dari pelat. Alat ini digunakan untuk memecah bongkah-bongkah tanah di permukaan
dan untuk meratakan tanah.

2. Land Rollers dan Pulverizers

Alat ini menyerupai piring-piring atau roda-roda yang disusun rapat pada satu as. Puingan piring
dapat tajam atau bergerigi. Digunakan untuk penyelesaian dari proses pengolahan tanah untuk
persemaian. Alat ini dapat digolongkan atas dua jenis yaitu ;
http://nurshuhada2010.multiply.com

















Subsoiling merupakan salah satu kegiatan
pengolahan tanah primer, untuk memotong dan memecah lapisan tanah keras yang terbentuk
akibat pemadatan tanah oleh lalu lintas traktor selama kultivasi dan truk pengangkut hasil
panen maupun pemadatan yang terjadi secara alami (pengaruh iklim). Lapisan tanah keras
perlu disubsoiling karena lapisan ini menghambat pertumbuhan dan perkembangan akar serta
penyerapan air dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman oleh akar. Alat yang digunakan pada
kegiatan subsoiling adalah subsoiler atau bajak subsoil. Penggunaan subsoiler dapat
memperbaiki sifat fisik tanah, yaitu menurunkan bulk density dan meningkatkan porositas
tanah sehingga memberikan kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.




















Implement traktor adalah peralatan yang digunakan pada traktor sesuai dengan kegunaannya.
Sebuah traktor tidak dapat digunakan untuk mengolah tanah jika traktor tersebut tidak dipasangi
oleh implement. Implement pada traktor dapat digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu :
Alat pembuka
Alat penghancur atau penghalus
Alat perata atau pembendeng
Alat pemeliharaan
Implement pengolah lahan, meliputi;
Bajak singkal
Bajak singkal ini dapat digunakan untuk bermacam-macam jenis tanah dan sangat baik untuk
membalik tanah. Bajak singkal tidak direkomendasi pada tanah yang mengandung konkresi.
Bagian dari bajak singkal yang memotong dan membalik tanah disebut bottom. Suatu bajak dapat
terdiri dari satu bottom atau lebih. Bottom ini dibangun dari bagian-bagian utama, yaitu :
1) singkal (moldboard),
2) pisau (share),
3) penahan samping (landside).
Ketiga bagian utama tersebut diikat pada bagian yang disebut pernyatu (frog). Unit ini dihubungkan
dengan rangka (frame) melalui batang penarik (beam).
Pada saat bajak bergerak maju, maka pisau (share) memotong tanah dan. mengarahkan
potongan/keratan tanah (furrow slice) tersebut ke bagian singkal.
Singkal akan menerima potongan tanah, dan karena kelengkungannya maka potongan tanah akan
dibalik dan pecah. Kelengkungan singkal ini berbeda untuk kondisi dan jenis tanah yang berbeda agar
diperoleh pembalikan dan pemecahan tanah yang baik.
Penahan samping adalah bagian yang berfungsi untuk menahan tekanan samping dari keratan tanah
pada singkal, disamping sekaligus menjaga kestabilan jalannya bajak sewaktu bekerja. Bagian yang
paling banyak bersinggungan dengan tanah dari bagian ini adalah bagian belakang yang disebut tumit
(heel). Untuk menjaga keausan karena gesekan dengan tanah, bagian tumit ini dalam pembuatannya
diperkeras.
Selain dari bagian-bagian diatas, bajak singkal diperlengkapi dengan alat yang disebut pisau
pemotong (coulter). Bagian ini berfungsi untuk membelah tanah atau tumbuhan atau sampah-sampah
yang ada diatas tanah sebelum pisau bajak memotong tanah. Dengan demikian sisa-sisa tumbuhan
diatas tanah dapat dibalik dengan baik dan memperingan pekerjaan pisau bajak. Ada dua bentuk
pisau pemotong, yaitu pisau pemotong stasioner (stationary knife) dan pisau pemotong berputar
(rolling coulter).
Ukuran bajak adalah lebar bajak, dinyatakan dalam satuan panjang. Ukuran dari satu bajak adalah
dengan mengukur jarak dari sayap (wing) sampai penahan samping. Secara teoritis ukuran ini dapat
dianggap sebagai lebar pembajakan atau lebar pemotong tanah.
Bajak singkal apabila dilihat dari atas atau samping akan terlihat suatu rongga atau hisapan (suction).
Suction ini perlu untuk mencapai kedalaman atau lebar potongan bajak. Besarnya suction ini beragam
dari 1/8 sampai 3/16 inci. Ukuran ini disebut juga celah (clearance). Tempat dari suction ini berbeda
untuk bajak yang mempunyai roda belakang (real furrow wheel) dan tanpa roda belakang.
Down suction Side suction
Hisapan (Suction) pada Bajak Singkal yang mempunyai Roda Belakang (Rear Furrow
Wheel)
Down suction Side suction
Hisapan (Suction) pada Bajak Singkal yang tidak Mempunyai Roda Belakang
Disamping untuk pemotongan tanah, hisapan (suction) ini berperan juga dalam menstabilkan jalannya
bajak. Hisapan Kebawah (Down suction) atau celah vertikal (vertical clearance) beragam dari 1/8
sampai 3/16 inci pada bajak tanpa roda belakang tergantung dari jenis alat dan jenis tanah. Pada
bajak dengan roda belakang, hisapan kebawah (down suction) sebesar 1/4 sampai 1/2 inci.
Bila bajak singkal bekerja memotong dan membalik tanah maka akan terbentuk alur yang
disebutfurrow. Bagian tanah yang diangkat dan diletakkan kesamping, disebut keratan tanah (furrow
slice). Bila pekerjaan dimulai dari tengah areal secara bolak-balik dan arah perputaran ke kanan,
maka akan berbentuk alur balik (Back furrow).
Hasil Pembajakan dengan Menggunakan Bajak Singkal
Bila pekerjaan bolak balik dimulai dari tengah dan arah perputaran ke kiri, maka akan terbentuk alur
mati (Dead furrow). Pembalikan tanah umumnya kekanan.
Dalam operasional bajak dapat digolongkan atas bajak tarik (trailing moldboard plow) dan bajak yang
dapat diangkat secara hidrolik (mounted moldboard plow). Dilihat dari hasil kerjanya dapat
digolongkan atas bajak satu arah (one way) dan bajak dua arah (two way). Menggunakan bajak dua
arah memberikan keuntungan dalam menghindari terbentuknya alur balik (back furrow).
Garu
Beberapa jenis garu yang dipakai pada pengolahan tanah kedua adalah : a) garu piring (disk harrow),
b) garu palcu (splice tooth harrow), c) garu pegas (spring tooth harrow), d) garu rotari, dan e) garu
khusus (special harrow).
a. Garu Piring.
Garu ini dapat digunakan sebelum pembajakan untuk memotong rumput-rumput pada permukaan
tanah, untuk rnenghancurkan permukaan tanah sehingga keratan tanah ( furrow slice) lebih
berhubungan dengan tanah dasar. Juga dapat digunakan untuk penyiangan, atau untuk menutup biji-
bijian yang ditanam secara sebar.
Secara umum garu piring dibagi atas : 1) garu piring tipe tarik (trailing disk harrow), dan 2) garu
piring tipe angiat (mounted disk harrow).
Garu piring dapat mempunyai aksi tunggal (single action) apabila pada saat memotong tanah hanya
melempar tanah ke satu arah saja. Juga dapat mempunyai aksi ganda (double action ) apabila
piringan yang di depan berlawanan arah dengan yang di belakang dalam melempar tanah. Gambar 30
menunjukkan garu piring aksi tunggal, sedangkan Gambar 31. memperlihatkan garu piring aksi
ganda.
Garu Piring Aksi Tunggal
Apabila posisi garu piring dalam penggandengannya dengan traktor menyamping, maka garu tersebut
disebut garu offset.
Bagian-bagian dari garu piring adalah : piringan (disk), as (gang/arbor bolt), rangka (frame), bantalan
(bearing), bumper, kotak pemberat, dan pembersih tanah (scaper).
Piringan dap at bersisi rata atau bergerigl Piringan yang bergerigi biasanya digunakan pada lahan
yang mempunyai banyak sisa-sisa tanaman. Ukuran umum berkisar antara 45 sampai 60 cm,
sedangkan untuk tugas berat (heavy duty) antara 65 sampai 70 cm.
Piringan dipasang pada suatu as yang berbentuk persegi dengan jarak antara 15 sampai 22 cm, atau
25 sampai 30 untuk tugas berat dan masing-maing dipisahkan oleh gelondong (spool).
Masing-masing as (gang) diikat ke rangka melalui standar yang berdiri pada bantalan. Untuk garu
yang ringan satu as mempunyai dua bantalan, sedangkan yang berat lebih dari dua bantalan.
Pada ujung as di bagian cembung piringan ditempatkan bumber berupa besi tuang yang eukup berat
untuk menambah tekanan ke samp ing.
Apabila garu piring tidak cukup berat untuk memecah tanah, maka dapat ditambah beban yang
ditempatkan pada kotak pemberat.
Untuk membersihkan tanah yang melekat pada piringan, biasanya setiap piringan dilengkapi dengan
pengeruk tanah (scraper) yang diikat pada rangka.
Garu Piring Aksi Ganda
b. Garu paku
Garu ini mempunyai gigi yang bentuknya seperti paku terdiri dari beberapa baris gigi yang diikatkan
pada rangka. Garu ini digunakan untuk menghaluskan dan meratakan tanah setelah pembajakan.
Juga dapat digunakan untuk penyiangan pada tanainan yang baru tumbuh.
Salah Satu Bentuk dari Garu Paku
c. Garu Pegas
Garu pegas sangat cocok untuk digunakan pada lahan yang mempunyai banyak batu atau akar-akar,
karena gigi-giginya yang dapat indenting (memegas) apabila mengenai gangguan.Kegunaan garu ini
sama dengan garu paku, bahkan untuk penyiangan garu ini lebih baik, karena dapat masuk ke dalam
tanah lebih dalam.
Salah Satu Bentuk dari Garu Pegas
d. Garu Rotari
Garu rotari ada dua macam, yaitu : garu rotari cangkul (rotary hoe harrow) dan garu rotari silang
(rotary cross harrow). Garu rotari cangkul merupakan susunan roda yang dikelilingi oleh gigi-gigi
berbentuk pisau yang dipasangkan pada as dengan jarak tertentu dan berputar vertikal. Putaran roda
garu ini disebabkan oleh tarikan traktor.
Garu Rotari Cangkul (Rotary Hoe Harrow)
Garu Rotari Silang (Rotary Cross Harrow)
Garu rotari silang terdiri dari gigi-gigi yang tegak lurus terhadap permukaan tanah dan dipasang pada
rotor. Rotor diputar horisontal, yang gerakannya diambil dari putaran PTO. Dengan menggunakan
garu ini, penghancuran tanah terjadi sangat intensif. Bentuk dari garu ini dapat dilihat pada Gambar
35.
e. Garu Khusus
Yang termasuk kedalam garu khusus adalah weeder-mulche dan soil surgeon. Weeder-mulche adalah
alat yang digunakan untuk penyiangan, pembuatan mulsa dan pemecahan tanah di bagian
permukaan.soil surgeon adalah alat yang merupakan susunan pisau berbentuk U dipasang pada suatu
rangka dari pelat. Alat ini digunakan untuk memecah bongkah-bongkah tanah di permukaan dan
untuk meratakan tanah.
Weeder-mulche soil surgeon
Ridger
Ridger adalah alat untuk membuat guludan di lahan kering yang telah diolah.
Bajak rotari
Bajak rotari adalah bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar. Berbeda dengan bajak
piringan yang berputar karena ditarik traktor, maka bajak ini terdiri dari pisau-pisau yang
dapat mencangkul yang dipasang pada suatu poros yang berputar karena digerakan oleh
suatu motor. Bajak ini banyak ditemui pada pengolahan tanah sawah untuk pertanaman padi.
Ada tiga jenis bajak rotari yang biasa dipergunakam. Jenis pertama yang disebut dengan tipe tarik
dengan mesin tambahan (pull auxiliary rotary engine). Pada jenis ini terdapat motor khusus untuk
menggerakkan bajak, sedangkan gerak majunya ditarik oleh traktor.
Bajak Rotari Tipe Vertikal
Jenis kedua adalah tipe tarik dengan penggerak PTO (pull power take off driven rotary plow). Alat ini
digandengkan dengan traktor melalui tiga titik gandeng (three point hitch). Untuk memutar bajak ini
digunakan daya dari as PTO traktor .
. Bajak Rotari Tipe Tarik Berpenggerak PTO
Jenis ketiga adalah bajak rotari tipe kebun berpenggerak sendiri (self propelled garden type rotary
plow). Alat ini terdapat pada traktor-traktor roda 2. Bajak rotari digerakkan oleh daya penggerak
traktor melalui rantai atau sabuk. Dapat juga langsung dipasang pada as roda, sehingga disamping
mengolah tanah bajak ini juga berfungsi sebagai penggerak.
.
Bajak Rotari Tipe Kebun Berpenggerak Sendiri
Bajak piringan
Piringan dari bajak ini diikat pada batang penarik melalui bantalan (bearing), sehingga pada saat
beroperasi ditarik oleh traktor maka piringannya dapat berputar. Dengan berputaraya piringan, maka
diharapkan dapat mengurangi gesekan dan tahanan tanah (draft) yang terjadi. Piringan bajak dapat
berada disamping rangka atau berada di bawah rangka.
Setiap piringan dari bajak piringan biasanya dilengkapi dengan pengeruk (scraper) yang berguna
selain untuk membersihkan tanah yang lengket pada piringan, juga membantu dalam pembalikan
potongan tanah.
Untuk menahan tekanan samping yang terjadi saat bajak memotong tanah, bajak piring dilengkapi
dengan roda alur belakang (rear furrow wheel).
Beberapa keuntungan menggunakan bajak ini adalah :
a. Dapat bekerja ditanah keras dan kering
b. Dapat untuk tanah-tanah yang lengket
c. Dapat untuk tanah-tanah yang berbatu
d. Dapat untuk tanah-tanah berakar
e. Dapat untuk tanah-tanah yang memerlukan pengerjaan yang dalam.
Bagian-bagian Bajak Piring
Hasil Pembajakan dengan Menggunakan Bajak Piring (Disk Plow)
Ada tiga jenis bajak piring yang ditarik dengan traktor, yaitu ; tipe tarik (trailing), tipe hubungan
langsung (direct-connected), dan tipe diangkat sepenuhnya (integral mounted). Tipe tarik dapat
dibagi lagi atas biasa (reguler) dan satu arah (oneway). Reguler trailing disk plow ditarik di belakang
traktor. Alat ini dilengkapi dengan roda yaitu 2 buah roda alur (furrow wheel) dan satu buah roda
lahan (land wheel).Kedua roda alur (furrow wheel),berperan untuk menstabilkan jalannya bajak. Pada
tanah-tanah berat digunakan heavy way disk plow untuk mendapatkan pengolahan yang dalam. One
way disk plow adalah piring bajak yang di susun dalam satu gang melalui suatu poros. Jarak antara
piringan adalah 8 sampai 10 inci. Jumlah piringan dapat beragam dari 2 sampai 35 buah dengan
ukuran diameter piring dari 20 sampai 26 inci.
Tipe hubungan langsung atau disebut juga semi mounted disk plow di bagian depannya dapat
diangkat menggunakan sistem hidrolik traktor sehingga memudahkan alat sewaktu berputar. Alat ini
dapat berputar pada areal yang sempit dan juga dapat mundur.
Tipe diangkat sepenuhnya ditarik dibelakang traktor dipasang pada tiga titik gandeng dan
keseluruhannya dapat diangkat menggunakan sistem hidrolik traktor, sehingga sangat mudah dalam
transportasi. Tipe one way disk plow yang kecil dapat juga termasuk Integral mounted., bila dapat
diangkat keseluruhannya dengan hidrolik traktor.
http://blog.ub.ac.id/dedidarma/2011

Implemen traktor adalah unit yang dapat dilepas dan dipasang untuk pekerjaan tertentu. Unit yang
umum digunakan adalah:
a. Bajak singkal traktor tangan ada dua macam, yaitu bajak singkal yang dapat membalik tanah ke
satu arah saja (biasanya kearah kanan) dan bajak yang dapat bekerja dua arah (reversible plow)
yaitu membalik tanah ke arah kanan atau ke arah kiri.
b. Bajak rotari lebih dikenal dengan nama rotary tiller dan ada pula yang menyebutnya bajak
berpusing karena geraknya berputar pada porosnya. Arah putaran bajak pada umumnya searah
dengan arah putaran roda traktor, akan tetapi ada pula yang dirancang berlawanan dengan arah
putaran roda.
c. Gelebeg adalah alat pengolah tanah (sawah) dan dipasang pada penggandeng (hitch) traktor.
d. Ridger adalah alat untuk membuat guludan di lahan kering yang telah diolah.
e. Transplanter adalah alat untuk menanam bibit padi di sawah.
f. Seeder. Benih padi ditebar sepanjang alur dengan menggunakan alat yang disebut seed drill.
g. Trailer. Traktor tangan dapat digunakan untuk menarik trailer sehingga dapat dimanfaatkan untuk
mengangkut sarana produksi maupun hasil produksi. Kapasitas trailer sekitar 500 kg.
Adapun kegunaan alat-alat ini untuk pertanian yaitu:
1. Mempercepat waktu penanganan pra-panen.
2. Meningkatkan derajat taraf hidup petani.
3. Menjamin kenaikan kualitas dan kuantitas serta kapasitas produksi pertanian.
4. Mengurangi tenaga manusia yang efisien.
5. Dapat melakukan perluasan areal pertanian.
B. Bajak
Pengolahan tanah merupakan suatu usaha manusia untuk merubah sifat-sifat yang dimiliki oleh
tanah sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki oleh manusia. Bajak singkal merupakan salah
satu alat pertanian yang tertua dan dianggap sebagai alat pengolahan tanah yang paling penting,
karena memiliki fungsi mengubah sifat fisik tanah dengan cara ditarik. Bajak singkal akan
memotong, membalik dan memecahkan tanah sekaligu menutup gulma dan menjadikannya
kompos.
Pada umumnya hasil pengolahan pertama masih merupakan bongkahan-bongkahan tanah besar,
karena pada tahap ini penggemburan tanah belum dapat dilakukan secara efektif.
Alat-alat yang digunakan pada pengolahan tanah pertama biasa disebut dengan bajak. Jenis-jenis
bajak antara lain:
Bajak Singkal (moldboard plow)
Bajak Piringan (disk plow)
Bajak Rotari (rotary plow)
Bajak Pahat (chisel plow)
Bajak Tanah (subsoil plow)
Spesifikasi alat bajak singkal
Nama : Bajak Singkal
Fungsi : Memotong dan membalikkan tanah pada pengolahan tanah pertama
Merk : Niplo
Bagian-bagiannya : Mata bajak, pengubah arah lemparan
Negara pembuat : Jepang
Tahun pembuatan :1997
Adapun yang perlu diamati dalam proses pembajakan atau pengolahan pertama adalah:
Kedalaman pembajakan
Lebar pembajakan
Besar bongkahan
Kedalaman pembajakan biasanya diatas 15 cm,dan lebar pembajakan bervariasi sedangkan besar
bongkahan didapati diatas 24 cm.
http://musjiharsalam.wordpress.com/2011


a. Bajak singkal adalah alat pengolah tanah pertama yang berfungsi untuk membalikkan irisan permukaan tanah.
b. Bajak rotari atau bajak cakar adalah alat pengolah tanah yang berfungsi memotong dan mengaduk tanah,
sehingga hasil tanah olahannya menjadi hancur atau berlumpur.
c. Garu atau gelebeg adalah alat pengolah tanah kedua yang berfungsi untuk menghancurkan dan meratakan tanah.
http://www.diperta.jabarprov.go.id