Anda di halaman 1dari 22

KAJIAN DIAGNOSIS SINDROMA OVARIUM POLIKISTIK DENGAN

ULTRASONOGRAFI
(Pengukuran stroma ovarium dan hubunganya dengan hiperandrogenemia serta
evaluasi stimulasi ovarium)
*)
Tono Djuwantono
Klinik Fertilitas ASTER RS dr. Hasan Sadikin and!n"
S!##a"ian Fertilitas dan End$krin$l$"i Re%r$d!ksi
a"ian O#stetri dan Ginek$l$"i FK UNPAD & RS dr. Hasan Sadikin and!n"
A#strak
Sindroma ovarium polikistik (Polycystic Ovarian Syndrome / PCOS) merupakan suatu
kumpulan gejala yang diakibatkan oleh gangguan sistem endokrin.

Kelainan ini banyak
ditemukan pada wanita usia reproduksi. ejala tersering yang ditimbulkanya antara lain
in!ertilitas karena siklus yang anovulatoar" oligo sampai amenore" obesitas dan
hirsutisme. Selain itu" terdapat banyak aspek diluar ovarium yang berpengaruh pada
pato!isiologi sindrom ovarium polisistik. Pada konsensus #S$%/&S'$& terakhir"
ketentuan umum mengenai sindrom ovarium polisistik telah disepakati" yaitu men(akup
suatu deskripsi mor!ologis ovarium polisistik. %enurut literatur)literatur yang ada"
sensitivitas dan spesi!isitas yang harus dipenuhi untuk membuat diagnosis pen(itraan
mengenai ovarium polisistik harus memuat minimal satu kriteria berikut ini * ukuran
diameter +, !olikel atau lebih dengan ukuran ,)- mm atau terjadinya peningkatan
volume ovarium hingga lebih dari +. (m
/
. 0ika terdapat sebuah !olikel berdiameter lebih
dari +. mm" proses pen(itraan harus segera diulang pada saat itu juga untuk menghitung
volume dan luas permukaan. Keberadaan ovarium polisistik tunggal (ukup untuk
memberikan diagnosis" distribusi !olikel dan deskripsi stroma tidak dibutuhkan dalam
proses diagnosis. &kogenisitas stroma dan/atau volume stroma yang meningkat" bersi!at
spesi!ik terhadap ovarium polisistik. #kan tetapi" telah ditunjukkan juga bahwa
pengukuran volume atau luas permukaan ovarium merupakan hal penting bagi proses
kuanti!ikasi stroma dalam praktik)praktik klinis. 1i sisi lain" penelitian)penelitian 2S /)
dimensi dan 1oppler ultrasound dapat menjadi alat penelitian yang sangat berguna"
meskipun tidak dibutuhkan dalam de!inisi ovarium polisistik.
Kata kunci : Sindroma ovarium polikistik, ultrasonografi, stroma ovarium, evaluasi
stimulasi.
3 )
1iba(akan pada * Si'%$si!' dan ($rks)$% Nasi$nal Perta'a * Sindr$'a O+ari!' P$likistik.
1iselenggarakan oleh Jakarta Reproductive Endocrinology and Inertility !enter " #asmin. 'otel
%elineum 0akarta" ,,),4 #gustus ,..5.
+
KAJIAN DIAGNOSIS SINDROMA OVARIUM POLIKISTIK DENGAN
ULTRASONOGRAFI
(Pengukuran stroma ovarium dan hubunganya dengan hiperandrogenemia serta
evaluasi stimulasi ovarium)
*)
Tono Djuwantono
Klinik Fertilitas ASTER RS dr. Hasan Sadikin and!n"
S!##a"ian Fertilitas dan End$krin$l$"i Re%r$d!ksi
a"ian O#stetri dan Ginek$l$"i FK Un%ad & RS dr. Hasan Sadikin and!n"
PENDAHULUAN
Sindroma ovarium polikistik (Polycystic Ovarian Syndrome / PCOS) merupakan
suatu kumpulan gejala yang diakibatkan oleh gangguan sistem endokrin .
,
Kelainan ini
banyak ditemukan pada wanita usia reproduksi. ejala tersering yang ditimbulkanya
antara lain in!ertilitas karena siklus yang anovulatoar" oligo sampai amenore" obesitas dan
hirsutisme.
,- .
Pada sebagian besar kasus" keadaan ini dihubungkan dengan perubahan
hormonal)biokimia seperti peningkatan luteinising hormone (6') serum" rasio 6'/7S'
(follicle stimulating hormone) yang meningkat" adanya resistensi insulin dan peningkatan
androgen plasma.
.
ejala)gejala klinik yang ditimbulkan sangat bervariasi" begitu juga
dengan mani!estasi klinik maupun biokimia sebagai sebab)akibat yang ditemukan pada
PCOS membuat etiologi dan pato!isiologinya belum semuanya terjelaskan.
Pada pemeriksaan ultrasonogra!i dapat ditemukan pembesaran ovarium bilatertal
diisi oleh banyak !olikel primer yang tersusun berderet)deret dalam +)/ lapisan sel
granulosa dibawah tunika albuginea. Selain adanya gejala)gejala klasik" masih banyak
kriteria diagnosis yang masih kontroversi dalam menentukan adanya PCOS.
,/0
1i &ropa"
diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan mor!ologi ovarium se(ara 2S transvaginal"
1
sedangkan di #merika 2tara diagnosis lebih ditujukan pada pemeriksaan biokimia"
khususnya keadaan hiperandrogenemia.
2
3 )
1iba(akan pada * Si'%$si!' dan ($rks)$% Nasi$nal Perta'a * Sindr$'a O+ari!' P$likistik.
1iselenggarakan oleh Jakarta Reproductive Endocrinology and Inertility !enter"#asmin . 'otel
%elineum 0akarta" ,,),4 #gustus ,..5.
,
1ari sekian banyaknya kriteria yang berbeda dalam menegakkan PCOS"
gabungan antara temuan klinis" biokimia endokrin dan mor!ologi ovarium merupakan
kriteria yang banyak dianaut.
,-3

6aporan terakhir dipublikasikan pertama kali pada konsensus gabungan
#S$%/&S'$& mengenai sindrom ovarium polisistik di $otterdam" pada tanggal +)/ %ei
,../. Pada pertemuan tersebut disepakati ketentuan mengenai sindrom ovarium
polikistik.
4
Pertemuan tersebut membuat deskripsi mor!ologi ovarium polisistik dengan
2S untuk pertama kalinya. 1e!inisi baru ini membutuhkan dua dari tiga kriteria berikut
ini* (i) oligo) dan/atau anovulasi8 (ii) hiperandrogenemia (klinis dan/atau biokimiawi)8
dan (iii) gambaran ovarium polisistik dengan pen(itraan 2S tanpa etiologi lain. Pada
makalah ini akan dibahas ma(am)ma(am (ara mendiagnosis PCOS dengan pen(itraan
2S dan " pemantauan terapi stimulasi ovarium dan kebehasilan terapi dengan
menggunakan 2S.
DIAGNOSIS ULTRASONOGRAFI PADA P5OS
ambaran klasik 2S dari PCOS adalah adanya ovarium yang membesar dengan
!olikel / kista ke(il)ke(il (diameter ,)5 mm) yang multipel lebih dari +. !olikel" yang
tersusun melingkar ditepi ovarium dengan stroma yang menebal.
6
9alaupun kriteria 2S digunakan pada diagnosis PCOS" namun ada beberapa alasan
kenapa kriteria itu tidak dapat diterima se(ara umum sebagai sebagai baku emas dalam
menegakkan diagnosis" hal tersebut disebabkan karena *
+. #danya gambaran yang tumpang tindih antara ovarium normal dengan PCOS
dalam hal jumlah !olikel" ukuran dan volume ovarium sehingga batasan
spesi!isitas dan sensiti!itas menjadi kurang konsisten untuk beberapa parameter.
0umlah !olikel yang ditemukan melalui pemeriksaan 2S untuk menegakkan
PCOS sangat bervariasi" lebih dari : (;eh dkk
7-
atta"lia dkk
,8
) lebih dari +.
(#dams dkk)
,,
dan lebih dari +: .( 7o< dkk
,.
) 6ebih jauh lagi beberapa kriteria
PCOS seperti penebalan stroma dan gambaran susunan !olikel sangat subjekti!.
Swanson dkk" menyatakan bahwa volume ovarium merupakan kriteria yang
paling penting
,0
dan #rdaens dkk" menyatakan bahwa ketebalan stroma sebagai
kriteria terpenting.
,1
/
,. Ketepatan kriteria diagnostik 2S belum se(ara !ormal dievaluasi dalam
metaanalisis" hal tersebut terlihat dari prevalensi PCOS dari berbagai penelitian"
menurut beberapa peneliti terdapat ,":)//= PCOS dari populasi normal"
in!ertilitas dan anovulasi sekitar :>)5/= dan >"5):.= ditemukan pada populasi
abortus berulang.
,2- ,3
?idak semua penderita PCOS menampilakan gejala klinis
yang khas tergantung pada lamanya terjadi anovulasi sehingga sangat berkaitan
dengan kelainan hormonal terutama tinggi dan lama keadaan hiperandrogenemia.
#kibat adanya hiperandrogenemia yang berlangsung lama mengakibatkan anovulasi
kronik" sehingga dapat menyebabkan terjadi perubahan pada ovarium
,4
*
+. ?erjadi pembesaran ovarium ,)/ kali lebih besar.
,. Penebalan tunika albugenia , kali normal.
/. Stroma korteks menebal +"/ kali normal" sedang stroma subkortikal mebal : kali
normal. Penebalan stroma ini diakibatkan oleh adanya hiperplasia sel theka
interna dan penebalan jumlah !olikel yang berkembang dan atresia.
4. Kadang kala ditemukan hiperplasi hilus ovarium.
%esin pen(ari situs elektronik Medline memperlihatkan semua laporan mengenai
ovarium polisistik dan sindrom ovarium polisistik yang dipublikasikan sejak tahun +->."
makalah)makalah tersebut melaporkan adanya korelasi gejala)gejala sindrom ovarium
polisistik dengan pengukuran ovarium untuk menemukan korelasi terbaik. 6aporan
terakhir dipresentasikan pertama kali pada konsensus #S$%/&S'$& gabungan
mengenai sindrom ovarium polisistik di $otterdam" pada tanggal +)/ %ei ,../. Pada
pertemuan tersebut disepakati ketentuan diagnosis mengenai sindrom ovarium polisistik.
4
Pertemuan tersebut memuat deskripsi mor!ologi ovarium polisistik untuk pertama
kalinya. 1e!inisi baru ini membutuhkan dua dari tiga kriteria berikut ini* (i) oligo)
dan/atau anovulasi8 (ii) hiperandrogenisme (klinis dan/atau biokimiawi)8 dan (iii)
ovarium polisistik tanpa etiologi lain.

4
ULTRASONOGRAFI TRANSADOMINAL
@eberapa tahun belakangan ini" ultrasonogra!i transabdominal dan/atau
transvaginal telah menjadi metode diagnostik PCOS yang paling umum digunakan.
%eskipun kriteria ultrasonogra!i untuk diagnosis ovarium polisistik belum pernah
disetujui se(ara umum. @eberapa karakteristiknya telah diterima" seperti peningkatan
ukuran/volume ovarium akibat peningkatan jumlah !olikel dan volume stroma setelah
dibandingkan dengan ovarium normal.
Satu kelompok penelitian
,0
termasuk di antara para pelopor pengguna ultrasound
realtime ber)resolusi tinggi (pemindai)@ (@)scanner) statis" /.: %'A" transabdominal)
untuk menggambarkan ovarium polisistik. Sebelumnya terdapat dugaan bahwa !olikel
sistik ke(il dari ovarium polisistik tidak dapat dideteksi oleh ultrasound. 7olikel)!olikel
tersebut tampak berdiameter ,)B mm" tetapi tidak pernah di(atat atau ditetapkan.
1emikian juga halnya dengan karakteristik stroma)nya.
Penelitian)penelitian awal ini dihambat oleh keterbatasan pemindai)@ statis" yang
akhirnya digantikan oleh pemindai realtime sector ber)resolusi tinggi (high resolution,
realtime sector scanner)
,6-,7
. !ltrasound lebih banyak digunakan untuk mendeskripsikan
penampilan ovarium pada para wanita yang tergolong menderita sindrom ovarium
polisistik (oleh endokrinologi serum dan gejala)gejala yang tampak) daripada untuk
membuat diagnosis.
Kriteria ultrasound transabdominal dari satu kelompok penelitian lain
,,
telah
di(oba untuk menetapkan ketentuan ovarium polisistik" yang setidaknya mengandung +.
!olikel (biasanya berdiameter ,)5 mm) dan tersusun di bagian peri!er yang mengelilingi
stroma ovarium atau tersebar di seluruh stroma. 'al ini paling banyak dikutip dalam
literatur sindrom ovarium polisistik.
Kriteria #dam telah diadopsi oleh banyak penelitian lanjutan yang menggunakan
pemindaian ultrasound untuk mendeteksi ovarium polisistik
91-.8/.3:
. 1alam kaitannya
dengan banyak penulis" salah satu kelompok
.1
menemukan bahwa visualisasi ovarium
polisistik hanya mendukung diagnosis gejala" tetapi tidak menjadi kun(i menegakkan
diagnosis.
:
ULTRASONOGRAFI TRANSVAGINAL
2ltrasonogra!i transabdominal telah lama digantikan oleh pemindaian trasvaginal"
karena daya resolusinya yang lebih tinggi serta dianggap lebih nyaman dan singkat bagi
para pasien
.4
Sementara itu" hal ini juga mungkin menjadi metoda baru dalam
pemeriksaan di klinik. Pendekatan transvaginal memberikan pandangan yang lebih
akurat mengenai struktur internal ovarium dan menghindarkan visualisasi ovarium yang
homogen" seperti pemindaian transabdominal terutama pada para pasien dengan
kelebihan berat badan. Pada jalur transvaginal" pro"e ber!rekuensi tinggi (C B %'A)
dengan resolusi ruang yang lebih baik sekalipun tanpa kedalaman uji" tetap dapat
digunakan. 'al ini disebabkan oleh posisi ovarium yang dekat dengan vagina dan/atau
uterus. Selain itu" pada metode ini keberadaan jaringan lemak biasanya tidak terlalu
mengganggu.
ULTRASONOGRAFI 0/DIMENSI DAN PEN5ITRAAN MAGNETIK
RESONANSI
Dnovasi terkini untuk ultrasound /)1 (/)dimensi)" seperti halnya pada colour
1oppler ultrasound dan pulsed)1oppler ultrasound" dapat meningkatkan deteksi ovarium
polisistik
9.6-.7:
. %eskipun ultrasound /)1 membutuhkan waktu yang lebih lama untuk
proses penyimpanan dan analisis data" serta pelatihan personil pelaksana dengan
perlengkapan yang lebih mahal" tetapi korelasi yang baik ditemukan di antara pengukuran
ultrasound ,)1 dan /)1 terhadap volume ovarium dan mor!ologi ovarium polisistik
08
Penggunaan pen(itraan magnetik resonansi (magnetic resonance imaging / %$D)
untuk visualisasi struktur organ pelvis telah diketahui mempunyai sensitivitas yang lebih
tinggi daripada ultrasound untuk deteksi ovarium polisistik
90,- 0.:.
#kan tetapi" biaya dan
masalah praktis yang terlibat dalam teknik pen(itraan ini dapat membatasi
penggunaannya sebagai alat diagnostik yang mudah dan murah yang digunakan dalam
praktik klinis se(ara umum.
B
5ARA PEMERIKSAAN ULTRASONOGRFI PADA P5OS
$% &'&R() *+(RI&, - .uas permukaan dan volume
#spek teknis* #dalah penting untuk mengidenti!ikasi setiap ovarium dan
mengukur diameter maksimum pada ketiga bidang (longitudinal" anteroposterior" dan
transversal). ?elah diketahui juga bahwa beberapa perhitungan volume s!eroid atau elips
prolate lebih baik diestimasi karena bentuk ovarium yang tidak beraturan. Ovarium kiri
mungkin lebih sulit untuk diukur akibat hamparan kolon sigmoid" terutama jika ada
tekanan gas di bagian perut. %esin ultrasound modern dapat mengukur volume ovarium
ketika calliper telah digunakan untuk mengukur ovarium dengan sebuah elips digambar
di sekeliling garis ovarium. So!tware ultrasound untuk perhitungan ini juga tampak
akurat.
Se(ara tradisional" perhitungan volume ovarium telah dilakukan menggunakan
!ormula elipsoid prolate (E/B < diameter longitudinal" anteroposterior" dan transversal
maksimum)
9,,-,7-00:
. Karena E/B F ..:,//" maka suatu !ormula sederhana untuk elips
prolate adalah (..: < panjang < lebar < ketebalan)
9,0- 01-/04:
. 1alam praktiknya" !ormula ini
mudah digunakan dan mengandung nilai)nilai praktis.
Sejumlah besar !ormula ultrasound yang berbeda)beda dengan bobot berbeda
untuk diameter yang berbeda pula telah digunakan untuk mengukur volume ovarium.
7ormula s!eroid prolate (E/B < diameter
,
anteroposterior < diameter transversal)
ditemukan berkorelasi baik dengan volume ovarium seperti yang telah dikaji dengan
ultrasound /)1
08
. Korelasi yang serupa juga ditemukan dengan metode volume s!erikal
GHE/B < (diameter transversal I diameter anteroposterior I diameter longitudinal)//JK
/
.
#kan tetapi" ovarium polisistik tampak lebih s!erikal (bulat) daripada ovoid (bulat telur)
sehingga !ormula tersebut diduga harus dimodi!ikasi.
Ti"a 'et$de tela) di!s!lkan !nt!k %en"!k!ran l!as %er'!kaan $+ari!'*
+. %enggunakan !ormula untuk elips (panjang < lebar < E/4). Karena E/4 F ..>5" maka
suatu !ormula sederhana untuk elips adalah (..5 < panjang < lebar).
,. %en(o(okkan sebuah elips pada ovarium sebagai luas area yang dihitung dengan
mesin ultrasound.
>
/. Penggambaran ovarium dengan perhitungan otomatis area yang digambar.
?eknik terakhir lebih baik digunakan dalam kasus ovarium non)elipsoid seperti yang
terkadang teramati.
1ata normati!* Pada penelitian pertama mengenai kajian volume ovarium" !ormula
yang disederhanakan untuk elips prolate digunakan untuk perhitungan" lalu diperoleh
nilai rata)rata sebesar +,.: (m
/
(kisaran B)/. (m
/
).
,0
. 7ormula ini juga digunakan oleh
peneliti lain
01
yang melaporkan keragaman karakteristik ultrasound pada para wanita
dengan sindrom ovarium polisistik. #dam.",../ mengambil batas atas volume ovarium
sebesar :.> (m
/
berdasarkan data dari kelompok lain
00
. Pada penelitian selanjutnya"
volume ovarium dihitung menggunakan !ormula yang lebih akurat untuk elipsoid prolate
(..:,// < diameter longitudinal" anteroposterior" dan transversal maksimum). Lolume
ovarium yang lebih besar (+4..4 M >./B vs >.-4 M ,./4 (m
/
) dan volume uterus yang lebih
ke(il se(ara signi!ikan ditemukan pada kelompok wanita sindrom ovarium polisistik
ketika dibandingkan dengan kontrol (para wanita normal). #kan tetapi" tidak ada (atatan
mengenai lama pemindaian dalam kaitannya dengan siklus menstruasi pada subyek
normal maupun penderita sindrom ovarium polisistik.
1alam laporan lain
,,
ovarium polisistik ditemukan mempunyai volume yang lebih
besar (+4.B M +.+ (m
/
) daripada ovarium multi(ysti( (5.. M ..5 (m
/
) dan ovarium normal
(B.4 M ..4 (m
/
). 6uas area belahan melintang (crosssectional) uterus juga lebih tinggi
pada wanita penderita sindrom ovarium polisistik daripada wanita dengan ovarium
normal atau multi(ysti( (,B.. M +.4 vs +/.+ M ..- vs ,,.4 M +.. (m
/
). 'al ini
mere!leksikan derajat estrogenisasi.
Sebuah penelitian besar yang dikenakan pada 5. wanita penderita oligo)/amenore
dengan sindrom ovarium polisistik dibandingkan dengan /. wanita pada kelompok
kontrol" dengan menggunakan sebuah pro"e transvaginal B.: %'A
04
. @erdasarkan data
rata)rata (M , S1) dari kelompok kontrol" nilai cutoff dihitung untuk volume ovarium
(+/.,+ (m
/
)" luas permukaan ovarium total (>... (m
,
)" luas permukaan stroma ovarium
(+.-: (m
,
)" dan rasio stroma/area (../4). Sensitivitas parameter tersebut terhadap
diagnosis sindrom ovarium polisistik masing)masing sebesar ,+" 4" B, dan +..=. $asio
stroma/area sebesar C ../4 diduga merupakan diagnosis sindrom ovarium polisistik..
5
%eskipun data ini mungkin dapat berguna dalam penelitian" tetapi pengukuran luas area
stroma ovarium tidak mudah dilakukan dalam praktik rutin sehari)hari.
Oleh sebab itu" ketentuan umum ovarium polisistik juga men(akup volume ovarium
yang C +. (m
/
. 1ari hasil tersebut diketahui bahwa tidak semua ovarium polisistik akan
membesar ke ukuran tersebut (atau lebih). Konsensus dibuat berdasarkan sintesis bukti)
bukti dari banyak penelitian yang telah melaporkan volume ovarium rata)rata yang lebih
besar pada penderita ovarium polisistik. 'al ini dikombinasikan dengan penemuan
konsisten mengenai rata)rata volume yang lebih ke(il dari +. (m
/
untuk ovarium normal.
Pandangan umum adalah* 'ingga lebih banyak data dikumpulkan dan disahkan"
volume ovarium polisistik harus dapat dihitung menggunakan kriteria)kriteria elipsoid
prolate yang telah diterima lebih banyak.
5iri/;iri internal Internal O+ari!' %ada P5OS
/olikel" jumlah dan ukuran
#spek teknis* ?elah diketahui bahwa !olikel yang mengandung oosit akan lebih
teramati daripada struktur sistik atretik atau patologis saat pen(itraan ovarium polisistik.
6iteratur awal seringkali menyebutkan istilah NkistaO daripada !olikel" kemudian ketika
literatur)literatur berikutnya memang menjelaskan tentang kista ke(il P yang merupakan
suatu Nkantung berisi (airanO P istilah sindrom ovarium polisistik telah dibuat.
Setiap ovarium harus dipindai dalam belahan melintang longitudinal (longitudinal
crosssection) dari margin dalam ke margin luar untuk menghitung jumlah total
kista/!olikel. 0umlah !olikel harus diperkirakan dalam dua bidang ovarium untuk
memperkirakan ukuran dan posisinya. 1iameter !olikel diukur sebagai rataan ketiga
diameter (longitudinal" transversal" dan antero)posterior).
1ata normati!* Sekalipun prasyarat belum pernah ditetapkan" satu kelompok
00
mendeskripsikan !olikel berukuran Q5 mm" sedangkan kelompok lain
,0
memperhatikan
bahwa !olikel tersebut berdiameter ,)B mm. Ovarium juga dideskripsikan sebagai
struktur yang sebagian besar padat jika kurang dari empat struktur kista (Q - mm)
terdeteksi di dalam ovarium8 atau sebagai struktur yang sebagian besar kista jika terdapat
struktur kista ke(il ganda atau setidaknya satu kista besar (C +. mm) di dalamnya
,7
. Para
pasien dengan sindrom ovarium polisistik biasanya mempunyai !olikel berukuran 4)+.
-
mm. #kan tetapi" terkadang !olikel berukuran +: mm juga teridenti!ikasi dan
kemungkinan menunjukkan proses pengerahan/rekrutmen !olikuler.
Sebuah makalah seputar semen
,,
mendeskripsikan bahwa ovarium polisistik
setidaknya mengandung +. !olikel yang biasanya berdiameter antara , dan 5 mm serta
tersusun se(ara peri!eral dalam suatu bidang belahan (sekalipun terdapat dugaan bahwa
ketika tersebar melalui stroma" !olikel)!olikel tersebut biasanya berdiameter ,)4 mm)
.
.
Penelitian)penelitian lain juga menegaskan bahwa ketentuan transvaginal bagi ovarium
polisistik membutuhkan keberadaan minimal +: !olikel (berdiameter ,)+.) dalam suatu
bidang tunggal
.0
.
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap ,+4 wanita penderita sindrom ovarium
polisistik (oligo)/amenore" peningkatan 6' serum dan/atau testosteron" dan/atau luas
permukaan ovarium C :.: (m
,
) dan terhadap ++, wanita dengan ovarium normal" telah
dilakukan untuk menentukan pentingnya jumlah !olikel per ovarium (follicle num"er per
ovary/7RPO)
06
. Penulis juga telah melakukan pemindaian ultrasound transvaginal
ber!rekuensi > %'A dan menganalisis se(ara terpisah tiga kategori ukuran !olikel yang
berbeda)beda (,):" B)-" ,)- mm). Kisaran ukuran !olikel telah dianggap penting oleh
beberapa penulis" dengan ke(enderungan ovarium polisistik mempunyai ukuran !olikel
lebih ke(il daripada !olikel ovarium normal maupun multisistik
907-18:
. $ataan 7RPO mirip
di antara ovarium normal dan polisistik dalam kisaran B)- mm" tetapi lebih tinggi se(ara
signi!ikan pada ovarium polisistik dalam kisaran ,): dan ,)- mm. Sementara itu" nilai
7ROP pada S +, !olikel yang berukuran ,)- mm memberikan nilai ambang batas terbaik
untuk diagnosis sindrom ovarium polisistik (sensitivitas >:=" spesi!isitas --=)
06
(?abel
DD). Penulis menduga bahwa hiperandrogenisme intra)ovarium meningkatkan
pertumbuhan !olikuler se(ara berlebihan hingga ,): mm" bahkan lebih banyak !olikel
yang terus bertumbuh hingga terhenti pada ukuran B)- mm.
Oleh sebab itu" salah satu ketentuan umum untuk ovarium polisistik adalah
ovarium yang mengandung +, !olikel atau lebih dengan diameter ,)- mm. 'al ini dapat
membantu pemisahan ovarium polisistik dari penyebab ovarium multi!olikuler lain.
Ovarium multisistik dan polisistik* Ovarium multisistik merupakan ovarium yang
mengandung !olikel ganda (S B !olikel)" biasanya berdiameter 4)+. mm dengan
ekogenisitas normal
,,
. 'ampir tidak terdapat data histologis mengenai ovarium
+.
multisistik. Dstilah tersebut mungkin lebih baik diubah menjadi multi!olikuler daripada
multisistik. Ovarium multi!olikuler mun(ul atau terlihat selama masa pubertas" dan pada
para wanita yang sedang mengalami pemulihan amenore hipotalamik P kedua situasi
tersebut terkiait dengan pertumbuhan !olikuler tanpa rekrutmen !olikel dominan yang
konsisten
1,
1alam kaitannya dengan hel tersebut" kebingungan mungkin akan ditemui
oleh para ultrasonogra!er" radiolog" dan ginekolog yang belum berpengalaman sehingga
mereka mungkin membutuhkan pertimbangan gambaran klinis dan endokrinologi yang
lebih jelas.
0troma" volume dan ekogenisitas
&kogenisitas stroma* &kodensitas ovarium polisistik yang meningkat merupakan
(iri histologis kun(i
07
tetapi hal tersebut merupakan suatu kajian subyekti! yang dapat
bervariasi" bergantung pada perangkat/mesin ultrasound dan kebiasaan pasien. Pada
suatu penelitian
,,
hiperekogenisitas stroma yang meningkat se(ara subyekti! ketika dikaji
se(ara transvaginal tampak berkaitan se(ara unik dengan sindrom ovarium polisistik.
&kogenisitas stroma normal diketahui kurang dari yang terdapat pada
myometrium sehingga menjadi petunjuk sederhana untuk memperhitungkan perangkat
mesin ultrasound. &kogenisitas stroma yang normal telah dideskripsikan dalam metode
semi)kuantitati! dengan nilai untuk normal (F+)" sedikit meningkat (F,)" atau meningkat
tajam (F/)
03
. 1alam penelitian selanjutnya" jumlah total !olikel dari kedua ovarium
berkorelasi se(ara signi!ikan dengan ekogenisitas stroma dan indeks androgen bebas.
Suatu penelitian lebih lanjut yang membandingkan para wanita penderita sindrom
ovarium polisistik dengan kontrol" menemukan bahwa sensitivitas dan spesi!isitas
ekogenisitas stroma ovarium normal dalam diagnosis ovarium polisistik berturut)turut
sebesar -4= dan -.=
18
.
&kogenisitas telah dikuanti!ikasi oleh satu kelompok penelitian
1.
sebagai jumlah
produk dari setiap tingkat intensitas (pada pemindai berkisar dari . hingga B/). 0umlah
pi#el untuk tingkat intensitas tersebut dibagi dengan jumlah total pi#el dalam area yang
diukur* $ataan F (T <
i
.!
i
)/n" di mana* n F jumlah total pi#el dalam area yang diukur" < F
tingkat intensitas (.)B/)" dan ! F jumlah pi#el yang berkaitan dengan tingkatan tersebut.
Dndeks stroma dihitung dengan membagi ekogenisitas stroma rata)rata dari keseluruhan
++
ovarium. 'al ini dilakukan untuk mengoreksi kasus)kasus yang mun(ul saat data
disesuaikan untuk optimalisasi ketajaman gambar. Ketika menggunakan metode
pengukuran ini" indeks stroma tidak memprediksikan tingkat responsi! ovarium terhadap
klomi!en sitrat" demikian juga setelah ovarian drilling .
Sebuah pendekatan lain menggunakan pro"e transvaginal ber!rekuensi >.: %'A
dengan pengukuran histogram terhadap ekogenisitas
10
. $ata)rata ekogenisitas
dide!inisikan sebagai jumlah produk setiap tingkat intensitas (.)B/) dengan !ormula yang
sama
1.
. Para wanita dengan sindrom ovarium polisistik mempunyai total volume
ovarium" volume stroma" dan aliran darah stroma yang lebih tinggi daripada ovarium
normal" demikian juga dengan ekogenisitas stromanya. Dndeks stroma (rataan
ekogenisitas stroma* rataan ekogenisitas dari keseluruhan ovarium) lebih tinggi pada
sindrom ovarium polisistik akibat penurunan rataan ekogenisitas keseluruhan ovarium
10
.
Kesimpulannya adalah bahwa pengaruh subyekti! peningkatan ekogenisitas stroma tidak
hanya menurunkan ekogenisitas !olikel ganda" tetapi juga mengakibatkan peningkatan
volume stroma.
Lolume atau luas permukaan stroma* satu kelompok penelitian
11
meran(ang
metode terbantu komputer untuk menetapkan standar kajian hipertropi stroma. 1alam
penelitian tersebut" para pasien dengan hiperandrogenisme (B5= di antaranya mempunyai
gangguan menstruasi) dibandingkan dengan kelompok kontrol dan satu kelompok
amenore hipotalamik. !ltrasound transvaginal (: %'A) digunakan lalu ovarium
polisistik ditetapkan sebagai keberadaan Nstroma ovarium abnormal dan/atau keberadaan
setidaknya +. area sekitar yang mengalami penurunan ekogenisitas sebesar Q 5 mm pada
belahan ovarium tunggal dan/atau peningkatan luas area belahan melintang ovarium (C
+. (m
,
)O
9,1- 11:
. ?eknik komputerisasi untuk memba(a hasil pemindaian tersebut
melibatkan belahan longitudinal di bagian tengah ovarium dan suatu perhitungan luas
area stroma dan !olikel. 1ari :> wanita dengan hiperandrogenisme" B:= mempunyai
ovarium polisistik yang tervisualisasi dengan ultrasound. Sementara itu" peningkatan
konsentrasi 6' dan testosteron serum ditemukan berturut)turut sebesar :. dan 4:=.
Selain itu" tidak terdapat korelasi antara konsentrasi 6' dan androstedion. #kan tetapi"
luas area stroma berkorelasi se(ara signi!ikan dengan kadar androstedion dan +>)
hidroksi)progesteron" meskipun bukan dengan testosteron" 6h atau insulin. 6uas area
+,
!olikel juga tidak berkorelasi dengan parameter)parameter endokrin
11
. Oleh sebab itu"
telah diduga bahwa pada para wanita dengan ovarium polisistik" analisis luas area stroma
akan lebih baik daripada kuanti!ikasi !olikel.
!ltrasound /)1 telah diketahui sebagai alat yang baik untuk pengukuran volume
ovarium yang akurat dan lebih presisi daripada ultrasound ,)1
12
. ?iga kelompok pasien
telah ditentukan* (+) para pasien dengan ovarium normal8 (,) para pasien dengan ovarium
polisistik tanpa gejala jelas (asymptomatic)8 dan (/) para pasien dengan sindrom ovarium
polisistik (PCOS)
13
. Lolume stroma dan ovarium mirip pada kelompok , dan / dan lebih
tinggi daripada kelompok +. Lolume stroma hanya berkorelasi positi! dengan konsentrasi
androstedion serum pada kelompok /
13
. $ata)rata volume total !olikel mirip di semua
kelompok dan menunjukkan bahwa peningkatan volume stroma merupakan penyebab
utama pembesaran ovarium pada ovarium polisistik.
Se(ara ringkas" volume ovarium berkorelasi baik dengan !ungsi ovarium dan
dalam praktik rutin lebih mudah diukur daripada stroma ovarium. Oleh karena itu" untuk
mende!inisikan ovarium polisistik dibutuhkan kajian kualitati! dan kuantitati! stroma
ovarium.
(liran darah
Kombinasi ultrasound transvaginal dengan pengukuran colour $oppler dilakukan
untuk memberikan gambaran detail !enomena !olikuler selama periode ovulasi dan
memungkinkan kajian aliran darah uterus untuk perkiraan reseptivitas endometrium
14
.
1arah yang mengalir melalui uterus dan arteri ovarium telah diteliti luas dalam siklus)
siklus spontan dan terstimulasi
16
. %olour atau po&er $oppler juga memungkinkan
dilakukannya kajian jejaring vaskuler di dalam stroma ovarium. #liran darah stroma
intra)uterus lebih tinggi se(ara signi!ikan pada ovarium polisistik daripada ovarium
normal. Pengukurannya P pada !ase awal !olikuler atau saat supresi hipo!isa berikutnya P
telah ditemukan bersi!at predikti! bagi respon !olikuler terhadap stimulasi ovarium untuk
DL7
914- 17:.
Sejumlah penelitian yang menggunakan pengukuran colour $oppler terhadap
aliran darah dalam pembuluh darah ovarium dan uterus menunjukkan suatu indeks
resistensi yang rendah dalam stroma ovarium polisistik (yaitu* aliran yang meningkat)
+/
dan berkorelasi dengan perubahan endokrin
928- 2,:
. Salah satu kelompok
,8
juga
melaporkan suatu korelasi baik antara konsentrasi androstedion dan rasio 6'*7S'
dengan jumlah !olikel)!olikel ke(il. $asio 6'*7S' juga berkorelasi baik dengan indeks
pulsatilitas (PD) arteri stroma. 1alam penelitian lain" aliran darah yang tervisualisasi saat
!ase !olikuler awal seringkali mengalami peningkatan pada sindrom ovarium polisistik
(55=) dibandingkan dengan kondisi normal (:.=)
2.
.
Dndeks resistensi ($D) dan PD juga ditemukan lebih rendah se(ara signi!ikan pada
penderita sindrom ovarium polisistik daripada pasien)pasien normal" dengan pun(ak
kelajuan sistoliknya (peak systolic velocity/PSL) yang lebih tinggi
20
. Selain itu" hal
tersebut tidak berkorelasi dengan jumlah !olikel dan volume ovarium" meskipun terdapat
korelasi positi! antara kadar 6' dan peningkatan PSL. Satu kelompok penelitian
.6
tidak
menemukan perbedaan nilai)nilai PD yang signi!ikan antara kelompok sindrom ovarium
polisistik dengan kelompok normal" sedangkan aliran ovarium P seperti yang
dire!leksikan oleh PSL P diketahui meningkat dalam penelitian sebelumnya.
1ata terakhir menunjukkan bahwa kajian aliran darah dengan 1oppler mungkin
mempunyai beberapa nilai untuk prediksi risiko hiperstimulasi ovarium selama terapi
gonadotropin
21
. Peningkatan aliran darah stroma juga diduga dapat digunakan sebagai
alat prediksi yang lebih relevan bagi respon ovarium terhadap stimulasi hormonal
910-17:
dibandingkan dengan parameter lain" seperti volume ovarium atau stroma. #kan tetapi"
pengukuran aliran darah 1oppler membutuhkan keahlian tertentu dan perangkat mesin
spesi!ik. Selain itu" pada masa ini pengukuran tersebut tidak dibutuhkan untuk menjadi
bagian dari kriteria diagnosis ovarium polisistik.
Diagnosis pencitraan P!*
1engan semua sistem pen(itraan yang ada" kombinasi ukuran ovarium
(volumenya) dan jumlah !olikel pre)antral merupakan kun(i dan (iri pasti ovarium
polisistik 1alam praktik klinis rutin" ultrasound trasvaginal atau transabdominal saja
sudah (ukup untuk membuat kajian ovarium.
+4
Penggunaan ultrasonograi dalam strategi diagnosis sindrom ovarium polisistik
Pembuatan diagnosis sindrom ovarium polisistik dan penggunaan ultrasound
sebagai standar umum telah menjadi bahan perdebatan. 7enotipe sindrom ovarium
polisistik dapat dibagi menjadi tiga komponen penting* anovulasi" hiperandrogenisme"
dan obesitas (berkaitan dengan hiperinsulinemia)
22
. #kan tetapi" komponen)komponen
tersebut tidak tetap sehingga menunjukkan variabilitas sindrom ovarium polisistik klinis
91- 22:
. 1alam beberapa kasus" hanya satu atau dua komponen yang mun(ul (misalnya
Nsindrom ovarium polisistik ovulatoriO atau Nsindrom ovarium polisistik anovulatori non)
hirsutaO) P sehingga ketetapan umum yang baru untuk sindrom membutuhkan keberadaan
minimal dua dari tiga kriteria berikut (i) oligo) dan/atau anovulasi8 (ii)
hiperandrogenisme (klinis dan/atau biokimiawi)8 dan (iii) ovarium polisistik tanpa
mengikutsertakan kriteria etiologis lain
4
.
Ciri)(iri ultrasound ovarium merupakan hal yang penting untuk dikaji dalam
presentasi)presentasi klinis seiring dengan pengujian endokrin" biokimia" dan metabolik
yang ditampilkan dalam presentasi. Sebagai (ontoh" bagi para pasien yang mungkin
dianggap mempunyai Nsindrom ovarium polisistik jelasO ketika dirujuk untuk melakukan
perawatan in!ertilitas anovulatori. 'al lain yang juga penting dan perlu diingat adalah
bahwa abnormalitas kadar 7S' atau prolaktin serum basal mungkin menunjukkan adanya
suatu gangguan hipo!isa)hipotalamus atau kegagalan awal ovarium. Kajian ultrasound
ovarium juga akan membantu dugaan respon terhadap stimulasi.
1alam kasus)kasus gangguan menstuasi terisolasi atau yang disebut Nhirsutisme
idiopatikO (yaitu dengan siklus menstruasi ovulatori)" sindrom ovarium polisistik
merupakan diagnosis yang paling sering dilakukan. ambaran klinis mungkin tidak
memberikan diagnosis jelas tanpa kajian hormonal yang dilakukan bersama)sama dengan
ultrasound. #kan tetapi" penemuan ovarium polisistik saat ultrasound belum termasuk
diagnosis)diagnosis selanjutnya karena ovarium polisistik dapat berkaitan dengan
kondisi)kondisi lain.
Penemuan insidental ovarium polisistik saat ultrasound merupakan hal yang
umum pada para wanita yang menjalani pemeriksaan untuk keluhan)keluhan ginekologis"
seperti nyeri pelvis" in!ertilitas" atau pendarahan yang sulit untuk dijelaskan. 0ika ovarium
polisistik teramati pada para wanita yang in!ertil se(ara ovulatori (di mana sindrom
+:
ovarium polisistik bukan penyebab in!ertilitas)" in!ormasi yang diperoleh sangat penting
ketika meran(ang suatu protokol NsuperovulasiO karena meningkatkan ririko O'SS.
Selain itu" hal ini juga mungkin dapat berguna untuk men(ari sejarah keluarga penderita
sindrom ovarium polisistik" seperti halnya sesama saudara kandung yang menunjukkan
gejala atau sindrom ovarium polisistik yang sama tetapi tidak terdiagnosis. 1i sisi lain"
(iri)(iri metabolik hiperinsulinisme juga mungkin mun(ul dan layak mendapatkan
evaluasi yang teliti" sebab hal tersebut dapat menandakan risiko kesehatan jangka
panjang.
EVALUASI STIMULASI OVARIUM
1eteksi 2S pada PCO sangat penting karena keadaan tersebut umumnya sensiti!
terhadap stimulasi ovulasi terutama bila menggunakan gonadotropin dan mudah
mengalami hiperstimulasi. @ila pasien ovarium polikistik dilakukan stimulasi ovarium
maka gambaran akan lebih jelas se(ara 2S.
23
Pengukuran diameter !olikel sangat penting karena hC paling baik diberikan
pada saat !olikel berukuran +:)+5 mm dan kadar &, rata)rata /..)4.. pg/ml per !olikel
dominan. ?anda lain adanya !olikel matur se(ara sonogra!i adanya penurunan ekho intra
!olikel. 1ari hasil penelitian tidak ada perbedaan yang bermakna dalam produksi &,
antara !olikel berukuran +4 mm dengan diameter !olikel yang lebih ke(il" juga antara
!olikel berukuran +> mm dengan diameter !olikel yang lebih besar.
24
?erdapat persamaan untuk menentukan kadar &, serum yang diperkirakan
tergantung jumlah dan ukuran !olikel pada kedua ovarium pada saat akan diberikan hC"
prediksi kadar &, tersebut adalah
26
*
Kadar &, F ,-+ pg/ml I +5.(<) I B4(y) I +5(A)
U F ukuran !olikel +> mm
; F ukuran !olikel +:)+B mm
V F ukuran !olikel +4 mm
+B
&llenbogen dkk" dalam penelitianya membuat skor pertumbuhan !olikel
dihubungkan dengan kadar &, serum untuk memantau stimulasi ovulasi pada pasien PCO
menggunakan ultrasonogra!i. Skor dihitung bila diameter !olikel lebih dari : mm. Setiap
diameter !olikel :)5mm F diberi skor + 8 -)+, mm F +": 8+/ P +B mm F , 8 +> F /.
?erdapat korelasi positi! antara jumlah skor dengan kadar &, serum" bila skor C /. pada
penelitian tersebut ditemukan kadar &, C +:.. pg/ml. Keadaan ini dapat dijadikan
prediksi kemungkinan terjadinya sindroma hiperstimulasi ovarium.
27
Kedua penelitian diatas nampaknya sederhana, efisien dan efektif dapat di'adikan
pegangan manakala pengukuran kadar () harian tidak dapat dilakukan saat stimulasi
ovarium pada penderita P%O.
Komplikasi terpenting pada induksi ovulasi adalah sindroma hiperstimulasi
ovarium. 'al ini ditandai dengan ovarium yang membesar dengan banyak !olikel atau
korpus luteum (gambar +4). Ovarium yang mengalami hiperstimulasi kadang)kadang
disertai dengan adanya asites" bila (airan asites banyak" pemeriksaan lebih baik
menggunakan 2S transabdominal. 'iperstimulasi adalah kelainan iatrogenik
disebabkan stimulasi berlebih atau hipersensiti! terhadap gonadotropin. Pengukuran
se(ara ultrasonogra!i dari besarnya ovarium merupakan perkiraan klinis yang utama dan
dapat dengan baik membedakan hiperstimulasi ringan" sedang atau berat. Perkembangan
hiperstimulasi ovarium yang berat dapat diduga adanya sejumlah !olikel ke(il yang
berukuran sama pada hari ke 5 dan -. 1itemukannya pembesaran ovarium disebabkan
oleh peningkatan diameter !olikel ke(il dengan kadar estradiol yang tinggi lebih dari
,... pg/ml dianjurkan untuk membatalkan penggunaan hC untuk men(egah sindroma
tersebut.
3
Peranan transvaginal sonogra!i dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan !olikel
pada penderita PCO sbb*
6
+. %endeteksi jumlah !olikel yang tumbuh
,. %enilai apakah respon !olikel adekuat
/. %endeteksi adanya ovulasi
4. Penentuan pemberian hC
:. %endeteksi kemungkinan komplikasi (sindroma hiperstimulasi ovarium dan
pertumbuhan yang tidak sinkron dari !olikel).
+>
Kesi'%!lan
2S tranvaginal merupakan pemeriksaan non invasi! dapat digunakan untuk
mendiagnosis polikistik ovarium dan dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil
pengobatan stimulasi ovarium terutama untuk memprediksi hiperstimulasi ovarium
manakala pemeriksaan &, serial tidak dilakukan. Penetapan diagnosis sindrom ovarium
polisistik akan selalu menjadi bahasan yang menarik se(ara klinis.
DAFTAR PUSTAKA
+. Spero!! 6 7%. 7emale in!ertility. Dn Clini(al yne(ologi( &ndo(rinolology and
Dn!ertility.>th ed. Philadelphialippincott *illiam + *ilkin ,..: +.+4)B>
,. ?alaAis. Consensus on in!ertility treatmen related to PCOS. ?he ?hessaloniki
&S$&/#S$%)Sponsored PCOS Consensus 9orkshop roup. ,ertil Steril
,..58 5- * :.B),.
/. ?hat(her SS. 9hat is Poly(ysti( Ovarian Syndrome (PCOS)W. Rews X #rti(le.
Obgyn.net. http*//www.obgyn.net/displayarti(le.asp/p(os.
4. @alen" #.'. and 1unger" 1. (+--:) Pubertal maturation o! the internal genitalia.
2ltrasound Obstet. -ynecol." B" +B4)+B:
:. 6ewis" L. Poly(ysti( ovary syndrome * a diagnosti( (halenge. O"stet. -ynecol. Clin
R. #m." ,..+ * +),..
B. @lankstein 0" %ashia(h S" 6unen!eld @.Ovulation induction and invitrofertili.ation.
Chi(ago* ;ear @ook %edi(al Pub. Dn( +-5B.
>. 7auser" @." ?arlatAis" @." Chang" 0. et al. (,..4) ?he $otterdam &S'$&/ #S$%
sponsored PCOS (onsensus workshop. ,../ (onsensus on diagnosti( (riteria
and long)term health risks related to Poly(ysti( Ovary Syndrome (PCOS).
/um. 0eprod. and ,ertil. Steril. in press.
5. Kurjak #" Kupesk S. ?e<tbook on Color 1oppler in ine(ology" 1nfertility and
O"stetrics.+
st
ed. Vagreb (roatia ,..+*+5)4-.
-. ;eh" '.C." 7utterweit" 9. and ?hornton" 0.C. Poly(ysti( ovarian disease * 2S
!eatures in +.4 patients. 0adiology, +B/ +-5> * +++)B.,,
+.. @attaglia" C."$egnani" ." Petraglia" 7." Primavera" %.$." Salvatori" %. and Lolpie"
#. Poly(ysti( ovary syndrome * is is always bilateral W 2ltrasound Obstet.
-ynecol., +4" +--- * +5/)>.
++. #dams" 0" Polson" 1.9." #bdulwahid" R." %orris" 1.L." 7ranks" S." %ason" '.1."
?u(ker" %." Pri(e" 0. and 0a(obs" '.S. (+-5:) %ulti!olli(ular ovaries* (lini(al
and endo(rine !eatures and response to pulsatile gonadotropin releasing
hormone. 2ancet" ii" +/>:)+/>-.
+,. 7o<" $. ?ransvaginal ultrasound appearan(es o! the ovary in normal women and
hirsute women with oligomenorrhoea. #ust. RV. 0. O"stet. -ynaecol." /-"
+--- * B/)5.
+5
+/. Swanson" %." Sauerbrie" &.&. and Cooperberg" P.D. %edi(al impli(ations o!
ultrasoni(ally dete(ted poly(ysti( ovaries. 3. clin. !ltrasound" -" +-5+* ,+-)
,,.
+4. #rdaens" ;." $obert" ;." 6emaitre" 6" 7ossati" P. and 1ewailly" 1. (+--+)
Poly(ysti( ovarian disease* (ontribution o! vaginal endosonography and
reassessment o! ultrasoni( diagnosis. ,ertil. Steril." ::" +.B,)+.B5.
+:. Pierson $#" ChiAen 1$" Olatunbosun O#. ?he role o! ultrasonography in ovulation
indu(tion. Dn* 0a!!e $" Pierson $#" #bramowi(A.(eds).1maging in 1nfertility
and 0eproductive (ndocrinology.Philadelphia*0@ 6ippin(ott Co.+--48+::)BB.
+B. 7leis(her #C" Kepple 1%. 4ransvaginal Sonography: 5 %linical 5tlas. ,
nd
&d.
Philadelphia * 0@ 6ippion(ott Company +--:.
+>. %ose 0C. 1iagnosis PCO * 2S atau 6aparoskopi. Simposium Polikistik Ovarium
dalam rangka PD? UDD POD. Palembang" 0uli ,..+
+5. Campbell" S." oessens 6." oswamy $. and 9hitehead" %. (+-5,) $eal)time
ultrasonography !or determination o! ovarian morphology and volume.
2ancet, +" 4,:)4,5.
+-. Orsini" 6.7." $iAAo" R." Calderoni" P." Pilu" . and @ovi(elli" 6. (+-5/) 2ltrasound
monitoring o! ovarian !olli(ular development* a (omparison o! real)time and
stati( s(anning te(hniYues. 3. %lin. !ltrasound" ++" ,.>) ,++.
,.. Polson" 1.9." #dams" 0." 9adsworth" 0. and 7ranks" S. (+-55) Poly(ysti( ovaries* a
(ommon Znding in normal women. 6an(et" +" 5>.)5>,.
,+. Conway" .S." 'onour" 0.9. and 0a(obs" '.S. (+-5-) 'eterogeneity o! the
poly(ysti( ovary syndrome* (lini(al" endo(rine and ultrasound !eatures in ::B
patients. %lin. (ndocrinol." (O<!) /." 4:-)4>..
,,. Kiddy" 1.S". Sharp" P.S." 9hite" 1.%. et al. (+--.) 1i!!eren(es in (lini(al and
endo(rine !eatures between obese and non)obese subje(ts with poly(ysti(
ovary syndrome* an analysis o! ,B/ (onse(utive (ases. %lin. (ndocrinol."
(O<!) /," ,+/),,..
,/. 7o<" $." Corrigan" &." ?homas" P.#. and 'ull" %.. (+--+) ?he diagnosis o!
poly(ysti( ovaries in women with oligo)amenorrhoea* predi(tive power o!
endo(rine tests. Clin. (ndocrinol." (O<!) /4" +,>)+/+.
,4. #bdel adir" #" Khatim" %.S." %owa!i" $.S." #lnaser" '.%." %uharib" R.S. and
Shaw" $.9. (+--,) Dmpli(ations o! ultrasoni(ally diagnosed poly(ysti(
ovaries. D. Correlations with basal hormonal pro!iles. /um. 0eprod." >" 4:/)
4:>.
,:. Clayton" $.R." Ogden" L." 'odgkinson" 0. et al. (+--,) 'ow (ommon are poly(ysti(
ovaries in normal women and what is their signi!i(an(e !or the !ertility o! the
populationW %lin. (ndocrinol." (O<!) />" +,>)+/4.
,B. 7arYuhar" C.%." @irdsall" %." %anning" P." %it(hell" 0.%. and 7ran(e" 0.?. (+--4)
?he prevalen(e o! poly(ysti( ovaries on ultrasound s(anning in a population
o! randomly sele(ted women. #ust. R V 0. Obstet. -ynaecol." /4" B>)>,.
,>. oldstein S$. (ndovaginal !ltrasound. ,
nd
&d. Rew ;ork* 9iley)6iss.+--+.
,5. Vaidi" 0." ?an" S.6." Pitro!!" $." Campbell" S. and Collins" 9. (+--Ba) @lood !low
(hanges in the intra)ovarian arteries during the peri)ovulatory period*
relationship to the time o! day. 2ltrasound Obstet. yne(ol." >" +/:) +4..
+-
,-. Kyei)%ensah" #." %a(ono(hie" R." Vaidi" 0." Pittro!." $." Campbell" S. and ?an" S.6.
(+--Ba) ?ransvaginal three)dimensional ultrasound* reprodu(ibility o! ovarian
and endometrial volume measurements. ,ertil. Steril." BB" >+5)>,,
/.. Rardo" 6.." @u(kett" 9.%. and Khullar" L. (,../) 1etermination o! the best)
!itting ultrasound !ormulai( method !or ovarian volume measurement in
women with poly(ysti( ovary syndrome. ,ertil. Steril." >-" B/,)B//.
/+. %it(hell" 1.." e!ter" 9.@." SpritAer" C.&." @las(o" 6." Rulson" 0." 6ivolsi" L."
#<el" 6." #rger" P.'. and Kressel" '.;. (+-5B) Poly(ysti( ovaries* %$
imaging. 0adiology" +B." 4,:)4,-.
/,. 7aure" R." Prat" U." @astide" #. and 6emay" #. (+-5-) #ssessment o! ovaries by
magneti( resonan(e imaging in patients presenting with poly(ysti( ovarian
syndrome. /um. 0eprod." 4" 4B5)4>,.
//. Sample" 9.7." 6ippe" @.%. and yepes" %.?. (+->>) rey)s(ale ultrasonography o!
the normal !emale pelvis. $adiology. +,:" 4>>)45/
/4. 'ann" 6.&." 'all" 1.#." %(#rdle" C.$. and Seibel" %. (+-54) Poly(ysti( ovarian
disease* sonographi( spe(trum. 0adiology, +:." :/+):/4.
/:. Sa<ton" 1.9." 7arYuhar" C.%." $ae" ?." @eard" $.9." #nderson" %.C. and
9adsworth" 0. (+--.) #((ura(y o! ultrasound measurements o! !emale pelvi(
organs. @r. 0. Obstet. ynae(ol." ->" B-:)B--.
/B. Pa(he" ?.1." 'op" 9.C." 9ladimiro!!" 0.9." S(hipper" 0. and 7auser" @.C.0.%.
(+--+) ?ransvaginal sonography and abnormal ovarian appearan(e in
menstrual (y(le disturban(es. !ltrasound Med. 6iol." +>" :5-):-/.
/>. 7ulghesu" #.%." Ciampelli" %." @elosi" C." #pa" $." Pavone" L. and 6anAone" #.
(,..+) # new ultrasound (riterion !or the diagnosis o! poly(ysti( ovary
syndrome* the ovarian stroma*total area ratio. ,ertil. Steril." >B" /,B)//+.
/5. 0onard" S." $obert" ;." Cortet)$udelli" C." 1e(anter" C. and 1ewailly" 1. (,../)
2ltrasound e<amination o! poly(ysti( ovaries* is it worth (ounting the
!olli(lesW 'um. $eprod." +5" :-5)B./.
/-. 'ughesdon" P.&. (+-5,) %orphology and morphogenesis o! the Stein) 6eventhal
ovary and o! so)(alled [hyperthe(osis\. Obstet. yne(ol. Surv." />" :-)>>.
4.. Pa(he" ?.1." 9ladimiro!!" 0.9." 'op" 9.C. and 7auser" @.C.0.%. (+--,) 'ow to
dis(riminate between normal and poly(ysti( ovaries* transvaginal ultrasound
study. 0adiology" +5/" 4,+)4,/.
4+. Stanhope" $." #dams" 0." 0a(obs" '.S. and @rook" C.. (+-5:) Ovarian ultrasound
assessment in normal (hildren" idiopathi( pre(o(ious puberty" and during low
dose pulsatile gonadotrophin releasing hormone treatment o!
hypogonadotrophi( hypogonadism. 5rch. $is. Child." B." ++B)++-.
4,. #l)?ook" S." 9atkin" K." ?ulandi" ?. and ?an" S.6." (+---) Ovarian stromal
e(hogeni(ity in women with (lomiphene (itrate)sensitive and (lomiphene
(itrate)resistant poly(ysti( ovary syndrome. ,ertil. Steril." >+" -:,)-:4.
4/. @u(kett" 9.%." @ouAayen" $." 9atkin" K.6." ?ulandi" ?. and ?an" S.6. (+---)
Ovarian stromal e(hogeni(ity in women with normal and poly(ysti( ovaries.
/um 0eprod." +4" B+5)B,+.
44. 1ewailly" 1." $obert" ;." 'elin" D." #rdaens" ;." ?homas)1esrousseau<" P."
6emaitre 6 and 7ossati P (+--4) Ovarian stromal hypertrophy in
hyperandrogeni( women. Clin. (ndocrinol." 4+" ::>):B,.
,.
4:. Kyei)%ensah" #." %a(ono(hie" R." Vaidi" 0." Pittro!" $." Campbell" S. and ?an" S.6.
(+--Bb) ?ransvaginal three)dimensional ultrasound* a((ura(y o! ovarian
!olli(ular volume measurements. ,ertil. Steril." B:" />+)/>B.
4B. Kyei)%ensah" #." ?an" S.6." Vaidi" 0. and 0a(obs" '.S. (+--5) $elationship o!
ovarian stromal volume to serum androgen (on(entrations in patients with
poly(ysti( ovary syndrome. /um. 0eprod." +/" +4/>)+44+.
4>. Vaidi" 0." @arber" 0." Kyei)%ensah" #." @ekir" 0." Campbell" S. and ?an" S.6. (+--Bb)
$elationship o! ovarian stromal blood !low at the baseline ultrasound s(an to
subseYuent !olli(ular response in an in vitro !ertiliAation program. Obstet.
-ynecol." 55" >>-)>54.
45. ?an" S.6." Vaidi" 0." Campbell" S." 1oyle" P. and Collins" 9. (+--B) @lood !low
(hanges in the ovarian and uterine arteries during the normal menstrual (y(le.
#m. 0. Obstet. -ynecol." +>:" B,:)B/+.
4-. &ngmann" 6." Sladkevi(ius" P." #grawal" 6.$." @ekir" 0.S." Campbell" S. and ?an"
S.6. (+---) Lalue o! ovarian stromal blood !low velo(ity measurement a!ter
pituitary suppression in the predi(tion o! ovarian responsiveness and out(ome
o! in vitro !ertiliAation treatment. ,ertil. Steril." >+" ,,),-.
:.. @attaglia" C." #rtini" P.." 1\#mbrogio" ." enaAAani" #.1. and enaAAani" #.$.
(+--:) ?he role o! (olour 1oppler imaging in the diagnosis o! poly(ysti(
ovary syndrome. #m. 0. Obstet. yne(ol." +>," +.5)++/.
:+. 6overro" ." Li(ino" %." 6orusso" 7." Limer(ati" #." re(o" P. and Selvaggi" 6.
(,..+) Poly(ysti( ovary syndrome* relationship between insulin sensitivity"
se< hormone levels and ovarian stromal blood ]ow. -ynecol. (ndocrinol." +:"
+4,)+4-.
:,. @attaglia" C." #rtini" P.." enaAAani" #.1." SgherAi" %.$." Salvatori" %." iulini"
S. and Lolpe" #. (+--B) Color 1oppler analysis in lean and obese women with
poly(ysti( ovaries. 2ltrasound Obstet. -ynecol." >" /4,)/4B.
:/. #leem" 7.#." and Predani(" %.P." (+--B) ?ransvaginal (olor 1oppler determination
o! the ovarian and uterine blood !low (hara(teristi(s in poly(ysti( ovary
disease. ,ertil. Steril." B:" :+.):+B.
:4. #grawal" $." Conway" ." Sladkevi(ius" P." ?an" S.6." &ngmann" 6." Payne" R."
@ekir" 0." Campbell" S. and 0a(obs" '. (+--5) Serum vas(ular endothelial
growth !a(tor and 1oppler blood !low velo(ities in in vitro !ertiliAation*
relevan(e to ovarian hyperstimulation syndrome and poly(ysti( ovaries.
,ertil. Steril." >." B:+)B:5.
::. 1ewailly" 1. (+-->) 1e!inition and signi!i(an(e o! poly(ysti( ovaries. Dn
$osen!ield" $.6. (ed.)" 'yperandrogeni( States and 'irsutism. @alliere\s Clin.
Obstet. -ynaecol." ++" /4-)/B5.
:B. 7o< $" 'ull %V. Poly(ysti( Ovarian 1isease. Dn* Chen C" ?an S6" Cheng 9C.
(eds). 0ecent advances in the management of infertility. Singapore * %(raw)
'ill @ook C.. +-5-* B>)+.>.
:>. 'a(keloer @0" 7leming $" $obinson 'P et al. Correlation o! ultrasoni( and
endro(rinologi( assement o! human !olli(ular development. 5m 3 O"stet
-ynecol +->-8+/:*+,,),5.
:5. ?aw!ik &" %astroilli #" Campana #. %onitoring in vitro !ertiliAation (DL7) (y(les.
http//www.asrm.org.+--5*+)B.
,+
:-. &llenbogen #" $osenberg $" Shulman #" 6ibal ;" #nderman S" 0as(hevatAky O"
@allas S. # !olli(ular s(oring system !or monitoring ovulation indu(tion in
poly(ysti( ovary syndrome patients based solely on ultrasonographi(
estimation o! !olli(ular development. ,ertil Steril +--B8 B: * ++>:)>.
,,