Anda di halaman 1dari 26

CASE REPORT

TUMOR MAMAE SINISTRA


e.c SUSP CARSINOMA MAMAE SINISTRA
Disusun Oleh
Mentari Effendi
1102009169
Pembimbing
Dr. H. HADIYANA Sp.B
KETERANGAN UMUM
Nama : Ny N
Umur : 44 th
Alamat : Kp. limbangan Rt.02/ Rw.06
limbangan
Masuk RS : tanggal 17 Februari 2014
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan : SMP


KELUHAN UTAMA :
NYERI PADA PAYUDARA
KIRI

ANAMNESIS KHUSUS
Seorang wanita, 44 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga, datang
dengan keluhan terdapat benjolan pada payudara sebelah kiri
sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya benjolan dirasakan pasien
sebesar kelereng diatas putting susu dan dirasakan semakin
lama semakin membesar. Os juga mengeluh payudara terasa
nyeri dan terasa gatal pada daerah puting. Berat badan
dirasakan menurun sejak 1 tahun terakhir sedangkan nafsu
makan dirasakan menurun sejak 1 bulan yang lalu. Menstruasi
pertama pada usia 10 tahun, teratur dengan siklus 28 hari dan
lamanya 7 hari. Tidak ada tanda-tanda benjolan bertambah besar
selama haid. Tidak pernah memakai alat kontrasepsi apapun.
Tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya.

STATUS PRESENS

PEMERIKSAAN FISIK
(Tanggal 19 februari 2014)
KEADAAN UMUM:
Kesadaran : Kompos mentis
TANDA VITAL
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Respirasi : 20x/menit
Suhu : 36C
STATUS GENERALIS
Pulmo : Sonor, VBS kiri=kanan,
Jantung : BJ murni reguler
Hepar : tidak teraba
lien : tidak teraba
Edema : -/-
Varises : -/-
STATUS LOKALIS
Mammae Dextra
Inspeksi :
Bentuk normal, permukaan rata, kulit, areola mammae dan papilla
mammae dalam batas normal
Palpasi :
Permukaan rata, konsistensi kenyal, suhu raba sama dengan
jaringan sekitar, pergerakan mudah digerakkan, massa tumor (-)

STATUS LOKALIS
Mammae Sinistra
Posisi duduk dengan kedua lengan ke samping dan kedua lengan di angkat 90
Inspeksi :
a. Bentuk : Tampak benjolan berukuran
6x6cm.
b. Permukaan : Berbenjol-benjol
c. Kulit : Kemerahan (+), mengkerut (-),
peau de orange (-), dimpling (+), anak tumor (-)
d. Areola mammae tampak tonjolan dan radang
e. Papila mammae tampak retraksi papil dan kemerahan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium :
Darah rutin
Hb : 10,9 gr%
leukosit : 3.800/mm
3

Biokimia darah :
Fungsi hati :
SGOT : 30 u/l
SGPT : 40 u/l
Fungsi ginjal
Ureum : 23 mg%
Kreatinin : 0,8 mg%
Kadar gula darah : 94 mg%
Pemeriksaan rontgent :
Thoraks foto : Paru-paru dan jantung dalam batas normal

DIAGNOSA
Tumor Mamae Sinistra e.c Susp
Carsinoma Mamae T3N0M0
RENCANA TERAPI
Operatif : Biopsisi Insisi

PERMASALAHAN
Apakah Penegakan Diagnosa pada pasien ini sudah benar?
Apakah penatalaksanaan pada pasien ini sudah benar?
Bagaimana prognosis pada pasien ini?
Apakah Penegakan Diagnosa pada
pasien ini sudah Tepat?
Tepat, dikatakan penegakan diagnosis ini sudah
benar dilihat dari Anamnesa pasien yang
mengeluhkan terdapat bejolan pada payudara
kiri, yang dirasakan semakin membesar sejak 2
tahun SMRS.
Dari pemeriksaan fisik payudara juga ditemukan,
teraba massa pada payudara kiri kuadran kiri
atas, dengan permukaan berbenjol2, serta
terdapat retraksi papilla mamae dan terdapat
dimpling serta kulit kemerahan.
PEMBAHASAN
Kanker payudara adalah neoplasma ganas, yaitu suatu
pertumbuhan jaringan payudara abnormal yang tidak
memandang jaringan sekitarnya tumbuh infiltrat dan
destruktif serta dapat bermetastase. Tumor ini tumbuh
progresif dan relatif cepat membesar.

GEJALA

merasakan ada sesuatu pada payudara
biasanya terkait dengan menstruasi
Evaluasi lokal lesi/tumor
Adanya metastase kelenjar limfe regional atau
adanya metastase jauh.

Breast pain ( nyeri payudara )
Nipple discharge ( pengeluaran cairan di areola )
Errotion ( erosi )
Retraction ( retraksi )
Enlargement ( pembesaran payudara )
Itching of the nipple ( gatal pada areola )
Redness ( kemerahan )
Generalized hardness ( payudara membesar/mengeras ) Walaupun jarang tetapi sebagai gejala pertama
dapat ditemukan massa aksila atau swelling ( pembengkakan ) lengan.
Apabila sudah terjadi sistemik metastase terdapat gejala antara lain bone pain, juindice/ikterus, berat badan
menurun.
PEMBAHASAN
Tanda-tanda karsinoma sudah lanjut :
kemerahan
adanya udema
nodularity
ulserasi kulit
pembesaran tumor primer
fiksasi pada dinding thoraks
payudara bertambah besar, mengeras, adanya gambaran retraksi
ditemukan peembesaran KGB aksila, KGB supraklavikula
udema dari lengan ipsilateral
ditemukan metastase jauh

Pemeriksaan Penunjang terdiri dari :
Screening Program
Self Examination
Mammografi
Foto Thorax
CT Scan
Bone Scanning

Diagnosis Pasti :
Eksisional Biopsi
Insisional Biopsi
FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy)

Apakah penatalaksanaan pada
pasien ini sudah benar?
Benar, Sebelum dilakukan Tindakan Terapi kuratif atau paliatif,
harus lebih dulu mengetahui jenis tumor mamae tersebut.
Untuk itu dilakukan Biopsi insisi.
Kenapa dilakukan biopsi insisi, karena kemungkinan Tumor
mamae ini merupakan tumor ganas yang sudah stadium
lanjut.

Therapi kuratif
Dianjurkan untuk stadium I dan II, kasus local invanced ( stadium II
bisa diobati dengan cara multi moderaly therapy ) tetapi sebagian
besar merupakan terapi paliatif.
Anjuran pengobatan menurut Current :
Breast conserving surgery dengan radiasi
Diberikan pada stadium dini.
Modified radical mastectomy
Total mastektomi + axillary limfanodesection merupakan standar
therapy penderita ca mammae. Operasi ini adalah operasi yang
mengangkat seluruh mammae berikut kulit yang meliputi nipple
dan daerah areola kompleks termasuk fasia yang meliputi otot
pektoralis sampai kelenjar limfe aksila.
Adjuvant therapy
Untuk wanita premenopause dan postmenopause yaitu berupa
kombinasi kemoterapi dan tamoxifen

Therapi Paliatif
Diberikan untuk ca mammae local advanced dengan metastase
jauh.
Tujuan penyinaran adalah untuk mengatasi ulserasi, rasa nyeri,
dan berbagai manifestasi pada mammae dan kelenjar limfe
regional atau mencegah terjadinya fraktur tulang dan untuk
metastase tulang dan dinding thorak yang rekuren. Penyinaran ini
mengenai mammae dinding thoraks, daerah aksila, daerah internal
mammae dan daerah supraklavikula.

Therapi Hormon
1. Pre-menopause
Pengobatan pertama berupa primary hormon therapy
dipergunakan anti estrogen Tamoxifen yang merupakan endokrin
treatment of choice.
Diberikan secondary/tertier hormon therapy, pada penderita yang
tidak memberikan respon pada Tamoxifen pada tindakan
oovorektomi harus diobati dengan cytotoxic drugs.
Post-menopause
a. Primary therapy yaitu Tamoxifen 10mg 2x sehari merupakan
infiltrated therapy of choice untuk post menopause dengan
metastase.
b. Secondary tertiary hormon therapy yaitu bila pasien tidak
merespon terhadap primary endokrin manipulation, maka
diberikan cytotoxic drugs berupa :
# Cyclofosfamide, methrotrexat dan fluorourasil ( CMF regiment )
atau diberikan adriamisin dan siklofosfamid ( AC regiment ).
# Kemoterapi

BAGAIMANA PROGNOSIS PADA
PASIEN INI?
Prognosa pada pasien ini adalah 5-years survival rate 41 %.
Meskipun tidak ditemukan dalam stadium dini tapi belum
ditemukan adanya metastase maka prognosanya sedikit lebih baik
daripada yang ditemukan pada stadium yang sudah lebih lanjut
dan sudah disertai dengan adanya metastase.
Jadi penanganan yang terbaik adalah selain diagnosa dini juga
terapi yang dilakukan terhadap tumor tersebut akan menentukan
prognosa terutama jika tumor tersebut bersifat ganas.

PROGNOSA
5- years survival rate 41 %
- Quo ad vitam : dubia ad bonam
- Quo ad functionam : dubia ad malam