Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tumor medula spinalis memang merupakan salah satu penyakit yang jarang terjadi dan
karena itulah banyak masyarakat yang belum mengetahui gejala-gejala serta bahaya dari
penyakit ini. Pada umumnya, penderita yang datang berobat ke dokter atau ke rumah sakit
sudah dalam keadaan parah (stadium lanjut) sehingga cara penanggulangannya hanya bersifat
life-saving. ( Hakim, A.A. !!")
#umah kasus tumor medula spinalis di Amerika $erikat mencapai %&' dari total
jumlah tumor yang terjadi pada susunan saraf pusat dengan perkiraan insidensi sekitar !,&-,&
kasus per %!!.!!! penduduk per tahun. #umlah penderita pria hampir sama dengan (anita
dengan sebaran usia antara )! hingga &! tahun. (#apardi, *skandar. !!)
+iperkirakan &' tumor terletak di segmen ser,ikal, &&' di segmen thorakal dan
!' terletak di segmen lumbosakral. $ementara di *ndonesia sendiri, belum ada .( Huff, #.$.
!%!)
Tumor medula spinalis terbagi menjadi dua, yaitu tumor primer dan tumor sekunder.
Tumor primer merupakan tumor yang berasal dari medula spinalis itu sendiri sedangkan
tumor sekunder merupakan anak sebar (mestastase) dari tumor di bagian tubuh lainnya.
(#apardi, *skandar. !!)
Tumor medula spinalis umumnya bersifat jinak (onset biasanya gradual) dan dua
pertiga pasien dioperasi antara %- tahun setelah onset gejala. -ejala pertama dari tumor
medula spinocerebellar penting diketahui karena dengan tindakan operasi sedini mungkin,
dapat mencegah kecacatan. ( Hakim, A.A. !!")
1
1.2. Tujuan
%. .ntuk mengetahui Anatomi dan fisiologi /edula spinalis
. .ntuk mengetaui definisi dari Tumor /edula spinalis
). .ntuk mengetahui penyebab Tumor /edula spinalis
0. .ntuk mengetaui mekanisme perjalanan path(ay pada Tumor /edula spinalis1
&. .ntuk mengetaui Penatalaksanaan pada pasien Tumor /edula $pinalis1
1.3. Rumusan Masalah
%. 2agaimana Asuhan kepera(atan dengan klien Tumor /edula $pinalis1
2
BAB II
TINAUAN PU!TA"A
2.1. De#$n$s$
2.1.1. Anat%m$ &an #$s$%l%g$
/edula spinalis atau sumsum tulang belakang bermula pada medulla oblongata,
menjulur kearah kaudal melalui foramen magnum, dan berakhir di antara ,ertebra
lumbalis pertama dan kedua. Pada sumsum tulang belakang terdapat dua penebalan,
yaitu penebalan ser,ikal dan penebalan lumbal. +ari penebalan ini pleksus-pleksus saraf
bergerak guna melayani anggota badan atas dan ba(ah, dan pleksus dari daerah toraks
membentuk saraf-saraf interkostalis. $ebuah irisan elintang pada sumsum tulang
belakang memperlihatkan susunan substansi kelabu yang membentuk huruf H. 3analis
spinal berikut isinya, yaitucairan serebro spinal, melintas persis melintas persis di
tengah-tengah huruf H tersebut.
3auda 4kuina , disebut dengan demikian karenma kemiripannya dengan ekor kuda5
kauda 6 e kor, dan ekuina 6 kuda. 3auda ekuina ini merupakan berkas yang terdiri atas
akar-akar saraf spinal yang brergerak turun dari dari tempat kaitannya pada sumsum
3
tulang belakang, melalui kanalis spinalis, untuk kemudian muncul melalui foramina
inter,ertebralis.
7ungsi sumsum tulang belakang adalah8
a) /engadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh
b) -erak refle9
(4,elyn :. Pearce.!!;)
2.1.2. De#$n$s$
Tumor medula spinalis adalah tumor yang berkembang dalam tulang belakang atau isinya
dan biasanya menimbulkan gejala-gejala karena keterlibatan medula spinalis atau akar-akar
saraf. (Price syl,ia anderson, %;;&).
Tumor Medula Spinalis adalah massa pertumbuhan jaringan yang baru di dalam
Medula spinalis, bisa bersifat jinak (benigna) atau ganas (maligna).
($atyanegara.%;;;)
2.1.3. "las$#$kas$
1. 2erdasarkan asal dan sifat selnya tumor pada medula spinalis dapat dibagi menjadi8
%) tumor primer
Tumor primer dapat bersifat jinak maupun ganas, contohnya neurinoma,
glioma, dan ependimoma.
) tumor sekunder
tumor sekunder selalu bersifat ganas karena merupakan metastasis dari proses
keganasan di tempat lain seperti kanker paru-paru, payudara, kelenjar prostat,
ginjal, kelenjar tiroid atau limfoma. Tumor primer yang bersifat ganas
contohnya adalah astrositoma, neuroblastoma, dan kordoma.(Hakim, A.A.
!!")
4
2. 3lasifikasi tumor berdasarkan lokasi tumor terhadap dura dan medula spinalis8 (Price,
!!" 8 %%;!)
a. Tumor *ntradural
2erbeda dengan tumor ekstradural, tumor intradural pada umumnya jinak.
a) Tumor 4kstramedular
Terletak diantara durameter dan medula spinalis, sebagian besar tumor di
daerah ini merupakan neurofibroma atau meningioma jinak
Tumor ini biasanya neurofibroma atau meningioma (tumor pada
meningen). <eurofibroma berasal dari radiks saraf dorsal. 3adang-kadang
neurofibroma tumbuh menyerupai jam pasir yang meluas kedalam ruang
ekstradural. $ebagian kecil neurofibroma mengalami perubahan
sarkomatosa dan menjadi infasis atau bermetastasis. /eningioma pada
umunya melekat tidak begitu erat pada dura, kemungkinan berasal dari
membran araknoid, dan sekitar ;!' dijumpai di regio toraksika. Tumor ini
lebih sering terjadi pada (anita usia separuh baya. Tempat tersering tumor
ini adalah sisi posterolateral medula spinalis. =esi medula spinalis
ektramedular menyebabkan kompresi medula spinalis dan radiks saraf
pada segmen yang terkena. (Price, !!" 8 %%;))
b) Tumor *ntramedular
2erasal dari dalam medula spinalis itu sendiri. $truktur histologi tumor
intramedular pada dasarnya sama dengan tumor intrakranial. =ebih dari
;&' tumor ini adalah glioma. 2erbeda dengan tumor intrakranial, tumor
intra medular cenderung lebih jinak secara histologis. $ekitar &!' dari
tumor intramedular adalah ependimoma, 0&' persenya adalah atrositoma
dan sisanya adalah ologidendroglioma dan hemangioblastoma.
4pendimoma dapat terjadi pada semua tingkat medula spinalis tetapi
paling sering pada konus medularis kauda ekuina. Tumor-tumor
intramedular ini tumbuh ke bagian tengah medula spinalis dan merusak
5
serabut-serabut yang menyilang serta neuron-neuron substansia grisea.
(Price, !!" 8 %%;))
b. Tumor 4kstradural
a) Tumor ekstradural terutama merupakan metastase dari lesi primer di
payudara, prostat, tiroid, paru-paru, ginjal, dan lambung.
b) Tumor ekstradural pada umumnya berasal dari kolumna ,ertebralis atau
dari dalam ruangan ekstradural. <eoplasma ekstradural dalam ruangan
ekstradural biasanya karsinoma dan limfoma metastase.
2.2. Et$%l%g$ &an Pat%#$s$%l%g$
2.2.1. Et$%l%g$
Penyebab tumor medula spinalis primer sampai saat ini belum diketahui secara pasti.
2eberapa penyebab yang mungkin dan hingga saat ini masih dalam tahap penelitian adalah
,irus, kelainan genetik, dan bahan-bahan kimia yang bersifat karsinogenik.
Adapun tumor sekunder (metastasis) disebabkan oleh sel-sel kanker yang menyebar dari
bagian tubuh lain melalui aliran darah yang kemudian menembus dinding pembuluh darah,
melekat pada jaringan medula spinalis yang normal dan membentuk jaringan tumor baru di
daerah tersebut.( <ational *nstitute of <eurological +isorders and $troke. !!&)
2.2.2. Pat%#$s$%l%g$
3ondisi patofisiologi akibat tumor medula spinalis disebabkan oleh kerusakan dan infiltrasi,
pergeseran dan dekompresi medula spinalis dan terhentinya suplai darah atau cairan
serebrospinal. +erajad gejala tergantung dari tingkat dekompresi dan kecepatan
perkembangan, adaptasi bisa terjadi dengan tumor yang tumbuh lamban, >& ' tumor medula
spinalis jinak
Terutama tumor neoplasma baik yang timbul ekstramedula atau intra medula. Tumor
sekunder atau tumor metastase dapat juga mengganggu medula spinalis dan lapisannya serta
6
ruas tulang belakang.
Tumor ekstramedular dari tepi tumor intramedural pada a(alnya menyebabkan nyeri akar
saraf subyektif. +engan pertumbuhan tumor bisa muncul defisit motorik dan sensorik yang
berhubungan dengan tingkat akar dan medula spinalis yang terserang. 3arena tumor
membesar terjadilah penekanan pada medula spinalis. $ejalan dengan itu pasien kehilangan
fungsi semua motor dan sensori diba(ah lesi?tumor. (=ong :, 2arbara, %;;")
Tanda dan gejala lesi akar syaraf 8
a. =esi pada daerah ser,ikal menyebabkan kelemahan dan atrofi lengan bahu,
kelemahan sensoris dan motoris berupa hiperestesia dalam dermatom ,ertebra
ser,ikalis (:).
Tumor pada ser,ikal (:&, :", :@) menyebabkan hilangnya refleks tendon
ekstremitas atas, kompresi :" menyebabkan defisit sensorik, pada :@
menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah
b. =esi pada daerah thorakal menyebabkan kelemahan spastik pada ekstremitas
bagian ba(ah dan parestesia serta menyebabkan nyeri pada dada dan abdomen
c. =esi pada lumbal bagian ba(ah dan segmen-segmen sakral bagian atas
menyebabkan kelemahan dan atrofi otot-otot perineum betis dan kaki serta
kehilngan refkleks pergelangan kaki serta hilangnya sensasi daerah perianal dan
genitalia, gangguan kontrol usus dan kandung kemih akibat lesi pada sakral
bagian ba(ah
d. =esi kauda ekuina menyebabkan gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. Tanda
A tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum atau perineum, yang
kadang-kadang menjalar ke tungkai (Price, !!" 8 %%;)
Tumor medula spinalis, yang dimulai dari medula spinalis, sering menimbulkan gejala seperti
pada sentral medula spinalis, termasuk hilang rasa nyeri segmental dan fungsi temperatur.
Tambahan pula fungsi sel-sel tanduk anterior seringkali hilang, terutama pada tangan.
$eluruh jalur sentral yang dekat benda kelabu menjadi disfungsi. Hilangnya rasa nyeri dan
7
sensori suhu dan kelemahan motorik berlangsung sedikit demi sedikit, bertambah berat dan
menurun. /otorik cauda dan fungsi sensorik yang terakhir akan hilang, termasuk hilang
fungsi eliminasi fecal dan urine. (=ong :, 2arbara, %;;")

2.3. Man$#estas$ "l$n$s
/enurut :assiere, perjalanan penyakit tumor medula spinalis terbagi dalam tiga
tahapan, yaitu8 (#apardi, *skandar. !!)
+itemukannya sindrom radikuler unilateral dalam jangka (aktu yang lama
$indroma 2ro(n $eBuard
3ompresi total medula spinalis atau paralisis bilateral
3eluhan pertama dari tumor medula spinalis dapat berupa nyeri radikuler, nyeri
,ertebrae, atau nyeri funikuler. $ecara statistik adanya nyeri radikuler merupakan indikasi
pertama adanya space occupying lesion pada kanalis spinalis dan disebut pseudo neuralgia
pre phase. +ilaporkan ">' kasus tumor spinal sifat
nyerinya radikuler, laporan lain menyebutkan "!' berupa nyeri radikuler, 0' nyeri
funikuler dan %"' nyerinya tidak jelas.( #apardi, *skandar. !!)
<yeri radikuler dicurigai disebabkan oleh tumor medula spinalis bila8
<yeri radikuler hebat dan berkepanjangan, disertai gejala traktus piramidalis
=okasi nyeri radikuler diluar daerah predileksi H<P
seperti :&-@, =)-0, =& dan $%
Tumor medula spinalis yang sering menyebabkan nyeri radikuler adalah tumor yang
terletak intradural-ekstramedular, sedang tumor intramedular jarang menyebabkan nyeri
radikuler. Pada tumor ekstradural sifat nyeri radikulernya biasanya hebat dan mengenai
beberapa radiks.( #apardi, *skandar. !!)
Tumor-tumor intrameduler dan intradural-ekstrameduler dapat juga dia(ali dengan
gejala PT*3 seperti8 hidrosefalus, nyeri kepala, mual dan muntah, papiledema, gangguan
penglihatan, dan gangguan gaya berjalan. Tumor-tumor neurinoma dan ependimoma
mensekresi sejumlah besar protein ke dalam likuor, yang dapat menghambat aliran likuor di
8
dalam kompartemen subarakhnoid spinal, dan kejadian ini dikemukakan sebagai suatu
hipotesa yang menerangkan kejadian hidrosefalus sebagai gejala klinis dari neoplasma
intraspinal primer.( /umenthaler, /. and /attle, H. !!")
2agian tubuh yang menimbulkan gejala ber,ariasi tergantung letak tumor di
sepanjang medula spinalis. Pada umumnya, gejala tampak pada bagian tubuh yang sele,el
dengan lokasi tumor atau di ba(ah lokasi tumor. :ontohnya, pada tumor di tengah medula
spinalis (pada segmen thorakal) dapat menyebabkan nyeri yang menyebar ke dada depan
(girdleshape pattern) dan bertambah nyeri saat batuk, bersin, atau membungkuk. Tumor yang
tumbuh pada segmen cer,ical dapat menyebabkan nyeri yang dapat dirasakan hingga ke
lengan, sedangkan tumor yang tumbuh pada segmen lumbosacral dapat memicu terjadinya
nyeri punggung atau nyeri pada tungkai.( <ational *nstitute of <eurological +isorders and
$troke. !!&)
2erdasarkan lokasi tumor, gejala yang muncul adalah seperti yang terihat dalam Tabel
di ba(ah ini.
Tabel %. Tanda dan -ejala Tumor /edula $pinalis
L%kas$
Tan&a &an 'ejala
(%ramen
Magnum
-ejalanya aneh, tidak laCim, membingungkan, dan tumbuh lambat sehingga
sulit menentukan diagnosis. -ejala a(al dan tersering adalah nyeri ser,ikalis
posterior yang disertai dengan hiperestesia dalam dermatom ,ertebra ser,ikalis
kedua (:). $etiap akti,itas yang meningkatkan T*3 (misal 5 batuk, mengedan,
mengangkat barang, atau bersin) dapat memperburuk nyeri. -ejala tambahan
adalah gangguan sensorik dan motorik pada tangan dengan pasien yang
melaporkan kesulitan menulis atau memasang kancing. Perluasan tumor
menyebabkan kuadriplegia spastik dan hilangnya sensasi secara bermakna.
-ejala-gejala lainnya adalah pusing, disartria, disfagia, nistagmus, kesulitan
bernafas, mual dan muntah, serta atrofi otot sternokleidomastoideus dan
trapeCius. Temuan neurologik tidak selalu timbul tetapi dapat mencakup
hiperrefleksia, rigiditas nuchal, gaya berjalan spastik, palsi <.*D hingga <.D*,
dan kelemahan ekstremitas.
9
!er)$kal /enimbulkan tanda-tanda sensorik dan motorik mirip lesi radikular yang
melibatkan bahu dan lengan dan mungkin juga menyerang tangan. 3eterlibatan
tangan pada lesi ser,ikalis bagian atas (misal, diatas :0) diduga disebabkan
oleh kompresi suplai darah ke kornu anterior melalui arteria spinalis anterior.
Pada umumnya terdapat kelemahan dan atrofi gelang bahu dan lengan. Tumor
ser,ikalis yang lebih rendah (:&, :", :@) dapat menyebabkan hilangnya
refleks tendon ekstremitas atas (biseps, brakioradialis, triseps). +efisit sensorik
membentang sepanjang tepi radial lengan ba(ah dan ibu jari pada kompresi
:", melibatkan jari tengah dan jari telunjuk pada lesi :@, dan lesi :@
menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah.
T%rakal $eringkali dengan kelemahan spastik yang timbul perlahan pada ekstremitas
bagian ba(ah dan kemudian mengalami parestesia. Pasien dapat mengeluh
nyeri dan perasaan terjepit dan tertekan pada dada dan abdomen, yang mungkin
dikacaukan dengan nyeri akibat gangguan intratorakal dan intraabdominal.
Pada lesi torakal bagian ba(ah, refleks perut bagian ba(ah dan tanda 2ee,or
(umbilikus menonjol apabila penderita pada posisi telentang mengangkat
kepala mela(an suatu tahanan) dapat menghilang.
Lum*%sakral $uatu situasi diagnostik yang rumit timbul pada kasus tumor yang melibatkan
daerah lumbal dan sakral karena dekatnya letak segmen lumbal bagian ba(ah,
segmen sakral, dan radiks saraf desendens dari tingkat medula spinalis yang
lebih tinggi. 3ompresi medula spinalis lumbal bagian atas tidak mempengaruhi
refleks perut, namun menghilangkan refleks kremaster dan mungkin
menyebabkan kelemahan fleksi panggul dan spastisitas tungkai ba(ah. #uga
terjadi kehilangan refleks lutut dan refleks pergelangan kaki dan tanda 2abinski
bilateral. <yeri umumnya dialihkan keselangkangan. =esi yang melibatkan
lumbal bagian ba(ah dan segmen-segmen sakral bagian atas menyebabkan
kelemahan dan atrofi otot-otot perineum, betis dan kaki, serta kehilangan
refleks pergelangan kaki. Hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia yang
disertai gangguan kontrol usus dan kandung kemih merupakan tanda khas lesi
yang mengenai daerah sakral bagian ba(ah.
"au&a
Eku$na
/enyebabkan gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. Tanda-tanda khas
lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum atau perineum, yang kadang-kadang
menjalar ke tungkai. Paralisis flaksid terjadi sesuai dengan radiks saraf yang
terkena dan terkadang asimetris.
10
Tumor Ekstradural
$ebagian besar merupakan tumor metastase, yang menyebabkan kompresi pada medula
spinalis dan terletak di segmen thorakalis. <yeri radikuler dapat merupakan gejala a(al pada
)!' penderita tetapi kemudian setelah beberapa hari, minggu?bulan diikuti dengan gejala
mielopati yang dapat diperberat oleh batuk dan mengedan. <yeri biasanya lebih dari % radiks,
yang mulanya hilang dengan istirahat, tetapi semakin lama semakin menetap?persisten,
sehingga dapat merupakan gejala utama, (alaupun terdapat gejala yang berhubungan dengan
tumor primer. <yeri pada tumor metastase ini dapat terjadi spontan, dan sering bertambah
dengan perkusi ringan pada ,ertebrae, nyeri demikian lebih dikenal dengan nyeri ,ertebrae.
<yeri yang digambarkan sebagai konstan dan terbatas pada daerah tumor diikuti oleh nyeri
yang menjalar menurut pola dermatom. <yeri paling hebat pada malam hari dan menjadi
lebih hebat oleh gerakan tulang belakang dan istirahat baring. <yeri radikuler. 7ungsi medula
spinalis akan hilang sama sekali. 3elemahan spastik dan hilangnya sensasi getar. Parestesi
dan defisit sensorik akan berkembang cepat menjadi paraplegia yang irre,ersible. -angguan
buang air besar dan buang air kecil
a. Tumor /etastasis 3eganasan 4kstradural

(/umenthaler, /. and /attle, H. !!".)
/emiliki ciri-ciri sebagai berikut8
$ebagian besar tumor spinal (E>! ') merupakan metastasis keganasan
terutama dari paru-paru, payudara, ginjal, prostat, kolon, tiroid, melanoma,
limfoma, atau sarkoma.
Fang pertama dilibatkan adalah korpus ,ertebra. Predileksi lokasi metastasis
tumor paru, payudara dan kolon adalah daerah toraks, sedangkan tumor prostat,
testis dan o,arium biasanya ke daerah lumbosakral.
-ejala kompresi medula spinalis kebanyakan terjadi pada le,el torakal, karena
diameter kanalisnya yang kecil (kira-kira hanya % cm).
-ejala akibat metastasis spinal dia(ali dengan nyeri lokal yang tajam dan
kadang menjalar (radikuler) serta menghebat pada penekanan atau palpasi.
Tumor Intradural-Ekstramedular
11
Tumor ini tumbuh di radiks dan menyebabkan nyeri radikuler kronik progresif.
3ejadiannya G @!' dari tumor intradural, dan jenis yang terbanyak adalah neurinoma pada
laki-laki dan meningioma pada (anita. Perjalanan klinis dapat lebih lambat dan berlangsung
selama berbulan-bulan. 2erkurangnya persepsi nyeri dan suhu kontralateral diba(ah tingkat
lesi. Penderita mengeluh nyeri, mula mula pada punggung dan kemudian sepanjang akar-
akar spinal. <yeri diperhebat oleh gerakan, batuk, bersin, atau mengedan dan paling berat
pada malam hari ( nyeri pada malam hari disebabkan oleh traksi pada akar-akar yang sakit,
yaitu se(aktu tulang belakang memanjang setelah hilangnya efek pemendekan dari gra,itasi.
Parestesia dan berlanjutnya defisit sensorik proprioseptif.
a. <eurinoma ($ch(annoma)
/emiliki karakteristik sebagai berikut8
2erasal dari radiks dorsalis
3ejadiannya G )!' dari tumor ekstramedular
?) kasus keluhan pertamanya berupa nyeri radikuler, biasanya pada satu sisi dan
dialami dalam beberapa bulan sampai tahun, sedangkan gejala lanjut terdapat
tanda traktus piramidalis
);' lokasinya disegmen thorakal
b. /eningioma
/emiliki ciri-ciri sebagai berikut8
G >!' terletak di regio thorakalis dan G"!' pada (anita usia pertengahan
Pertumbuhan lambat
Pada G &' kasus terdapat nyeri radikuler, tetapi lebih sering dengan gejala traktus
piramidalis diba(ah lesi, dan sifat nyeri radikuler biasanya bilateral dengan jarak
(aktu timbul gejala lain lebih pendek
Tumor Intradural-Intramedular
12
=ebih sering menyebabkan nyeri funikuler yang bersifat difus seperti rasa terbakar
dan menusuk, kadang-kadang bertambah dengan rangsangan ringan seperti electric shock
like pain (=hermitte sign).
a. 4pendimoma
/emiliki karakteristik sebagai berikut8
Hata-rata penderita berumur di atas 0! tahun
Ianita lebih dominan
<yeri terlokalisir di tulang belakang
<yeri meningkat saat malam hari atau saat bangun
<yeri disestetik (nyeri terbakar)
/enunjukkan gejala kronis
#enis miksopapilari rata-rata pada usia % tahun, pria lebih dominan
b. Astrositoma
/emiliki ciri-ciri sebagai berikut8
Pre,alensi pria sama dengan (anita
<yeri terlokalisir pada tulang belakang
<yeri bertambah saat malam hari
Parestesia (sensasi abnormal)
c. Hemangioblastoma
/emiliki karakter sebagai berikut8
-ejala muncul pertama kali saat memasuki usia 0! tahun
Penyakit herediter (misal, Von Hippel-Lindau Syndrome) tampak pada %?) dari
jumlah pasien keseluruhan.
Penurunan sensasi kolumna posterior
<yeri punggung terlokalisir di sekitar lesi
13
2.+. ,-.
Jirus, kelainan genetic, bahan-bahan kimia
yang bersifat karsinogenik, sel kanker
/enyebar ke bagian tubuh lainnya
14
masuk ke aliran pembuluh darah
melekat pada jaringan medula spinalis
membentuk jaringan tumor baru
di medula spinalis
B1 B2 B3 B+ B/ B0
15
Tumor /edula
$pinalis
Tumor
membesar
/enjepit saraf
frenikus
Takikardi
Terhentinya
suplay darah
ke otak
/eningkatkan
kebutuhan K
3erusakan?
disfungsi
diafragma
3erusakan
infiltrasi,
pergeseran,
dekompresi
medulla
spinalis
/3 8 Pola
nafas tidak
efektif
$esak
Tumor
melebar dan
menekan
medula
spinalis
Tumor
melebar dan
menekan
medula
spinalis
#antung
bekerja keras
$uplay darah ke
perifer menurun
3erusakan
infiltrasi,
pergeseran,
dekompresi
medulla
spinalis
+ikubitus
3elumpuhan
3erusakan
jaringan kulit
<yeri
kepala ?
pusing
T+ meningkat
Tumor
melebar dan
menekan
medula
spinalis
=esi pada
lumbal dan
segmen
sakralis
bagian atas
P38
$THK34
Terhentinya
suplay darah
ke otak
+i pasang
kateter
<yeri
abdomen
/ual-muntah
Penurunan
22
/38 Hesiko
nutrisi kurang
dari kebutuhan
/3 8
Hambatan
mobilitas
7isik
-angguan
control usus
dan kandung
kemih
+eficit
motorik
=esi di daerah
ser,ikal,
thorakal,
lumbal ba(ah
3elemahan
spastik pada
ekstremitas atas
=esi di daerah
thorakal
Hilangnya
sensasi
perineal dan
genetalia
2./. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan untuk sebagian besar tumor baik intramedular maupun ekstramedular
adalah dengan pembedahan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan tumor secara total
dengan menyelamatkan fungsi neurologis secara maksimal. 3ebanyakan tumor intradural-
ekstramedular dapat direseksi secara total dengan gangguan neurologis yang minimal atau
bahkan tidak ada post operatif. Tumor-tumor yang mempunyai pola pertumbuhan yang cepat
dan agresif secara histologis dan tidak secara total dihilangkan melalui operasi dapat diterapi
dengan terapi radiasi post operasi. (Hakim, A.A. !!")
16
/38 Hesiko
*nfeksi
/3 8 <yeri
akut
/3 8 Hesiko
*nfeksi
*nfeksi
kandung
kemih
/38
-angguan
Pola Tidur
/38 Ansietas
3urang
pemgetahuan
Terapi yang dapat dilakukan pada tumor medulla spinalis adalah 8
a. Deksamethas%n8 %!! mg (mengurangi nyeri pada >& ' kasus, mungkin juga
menghasilkan perbaikan neurologis).
*. Penatalaksanaan *er&asar e)aluas$ ra&$%gra#$k

2ila tidak ada massa epidural8 ra(at tumor primer (misalnya dengan sistemik
kemoterapi5 terapi radiasi lokal pada lesi bertulang5 analgesik untuk nyeri).
2ila ada lesi epidural, lakukan bedah atau radiasi (biasanya )!!!-0!!! c-y
pada %!9 pera(atan dengan perluasan dua le,el di atas dan di ba(ah lesi)5
radiasi biasanya seefektif seperti laminektomi dengan komplikasi yang lebih
sedikit.
1. Penatalaksanaan &arurat 23em*e&ahan4 ra&$as$5 *er&asarkan &erajat *l%k &an
ke1e3atan &eter$%ras$
bila E >! ' blok komplit atau perburukan yang cepat8 penatalaksanaan
sesegera mungkin (bila mera(at dengan radiasi, teruskan deksamethason
keesokan harinya dengan 0 mg *J setiap " jam selama hari, lalu
diturunkan (tappering) selama radiasi, selama minggu.
bila L >! ' blok8 pera(atan rutin (untuk radiasi, lanjutkan deksamethason 0
mg selama " jam, diturunkan (tappering) selama pera(atan sesuai toleransi.
&. Ra&$as$
Terapi radiasi direkomendasikan umtuk tumor intramedular yang tidak dapat
diangkat dengan sempurna. +osisnya antara 0& dan &0 -y.
e. Pem*e&ahan
Tumor biasanya diangkat dengan sedikit jaringan sekelilingnya dengan teknik
myelotomy. Aspirasi ultrasonik, laser, dan mikroskop digunakan pada pembedahan
tumor medula spinalis.
Indikasi pembedahan:
17
Tumor dan jaringan tidak dapat didiagnosis (pertimbangkan biopsi bila lesi
dapat dijangkau). :atatan8 lesi seperti abses epidural dapat terjadi pada pasien
dengan ri(ayat tumor dan dapat disalahartikan sebagai metastase.
/edula spinalis yang tidak stabil (unstable spinal).
3egagalan radiasi (percobaan radiasi biasanya selama 0> jam, kecuali
signifikan atau terdapat deteriorasi yang cepat)5 biasanya terjadi dengan tumor
yang radioresisten seperti karsinoma sel ginjal atau melanoma.
Hekurensi (kekambuhan kembali) setelah radiasi maksimal.
2.0. Pemer$ksaan D$agn%st$k
Pemeriksaan diagnostik secara umum dapat dilakukan 8
%) Pemeriksaan sinar D
) :T. $can
)) /H*
0) Analisa -as +arah
&) 4lektrolit
Tumor 4kstradural
a. Hadiogram tulang belakang
Akan memperlihatkan osteoporosis atau kerusakan nyata pada korpus ,ertebra
dan pedikel
b. /yelogram
/emastikan lokalisasi tumor
c. Pemeriksaan =:$
Akan memperlihatkan peningkatan kadar protein dan kadar glukosa yang
normal
Tumor *ntradural
a. Hadiogram tulang punggung memperlihatkan pembesaran foramen dan
penipisan pedikel yang berdekatan
b. /yelogram
/enentukan lokalisasi yang cepat
2.6. "%m3l$kas$
18
3omplikasi yang mungkin pada tumor medula spinalis antara lain8 (Harrop, +.$. and
$haran, A.+.)
Paraplegia
Muadriplegia
*nfeksi saluran kemih
3erusakan jaringan lunak
3omplikasi pernapasan
3omplikasi yang muncul akibat pembedahan adalah8 ($atyanegara. !%!)
+eformitas pada tulang belakang post operasi lebih sering terjadi pada anak-
anak dibanding orang de(asa. +eformitas pada tulang belakang tersebut dapat
menyebabkan kompresi medula spinalis.
$etelah pembedahan tumor medula spinalis pada ser,ikal, dapat terjadi
obstruksi foramen =uschka sehingga menyebabkan hidrosefalus.

BAB III
LAP-RAN "A!U!
3.1. La3%ran "asus Tum%r Me&ula !3$nal$s
19
Pasien (anita <y. / )" tahun, *slam, Alamat #ln. 3elapa dua (etan no.%@. +engan
Pekerjaan sebagai T3I. /asuk Humah $akit 3epolisian Pusat Haden $aid $ukanto pada
Tanggal !"?!&?%%dengan paraplegi sejak % bulan yang lalu yang berlangsung progresif.
3eluhan dia(ali dengan nyeri pada punggung ba(ah yang menjalar ke kedua tungkai tanpa
disertai kesemutan sejak > bulan yang lalu. Pasien telah mendapatkan pengobatan dan ra(at
inap di H$ $audi namun tidak menghasilkan kemajuan. 2A2 dan 2A3 pasien tidak
terkontrol dan terpasang kateter. Pasien pernah mengeluh kedua kakinya lemas dan sering
terjatuh sebelumnya namun bisa kembali berjalan. Pasien juga mengatakan tidak pernah
mengalami trauma yang hebat pada pinggang ba(ah, panggul dan kaki. Pemeriksaan fisik
umum tampak sesak kesadaran :/, <adi %)!9?menit, HH8>9?menit terpasang canule
oksigen. Pemeriksaan thorak perkusi redup sampai pekak di paru kanan, auskultasi $+
,esikuler melemah di paru kanan dan ronki (-). Pemeriksaan neurologi Hangsang meningeal
negati,e, saraf cranial tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan ekstremitas atas tidak
ditemukan kelainan. 4kstrimitas ba(ah tampak fasikulasi, atrofi, hipotonus, flaksid, reflek
fisiologis menurun dan reflek patologis negatif. $ensorik pada kedua ekstremitas ba(ah
negatif sampai pertengahan prosesus 9iphoideus dengan pusat. 7ungsi otonom terganggu
ditandai dengan 2A3 dan 2A2 yang terkontrol.
BAB I7
A!UHAN "EPERA,ATAN
20
+.1. Pengkaj$an
+.1.1. I&ent$tas
<ama8 <y. /
.mur8 )" tahun
Pekerjaan8 T3I
#enis kelamin8 Ianita
Alamat8 #ln. 3elapa dua (etan no.%@
+.1.2. "eluhan Utama
nyeri pada punggung ba(ah yang menjalar ke kedua tungkai tanpa disertai kesemutan
sejak > bulan yang lalu
+.1.3. R$8a9at Pen9ak$t !ekarang
%. Pasien pernah mengeluh kedua kakinya lemas dan sering terjatuh sebelumnya namun
bisa kembali berjalan.
2. 2A2 dan 2A3 pasien tidak terkontrol dan terpasang kateter.
+.1.+. R$8a9at Pen9ak$t Dahulu
%. Pasien /asuk Humah $akit 3epolisian Pusat Haden $aid $ukanto pada Tanggal
!"?!&?%%dengan paraplegi sejak % bulan yang lalu yang berlangsung progresif.
21
. 3eluhan dia(ali dengan nyeri pada punggung ba(ah yang menjalar ke kedua tungkai
tanpa disertai kesemutan sejak > bulan yang lalu.
). Pasien telah mendapatkan pengobatan dan ra(at inap di H$ $audi namun tidak
menghasilkan kemajuan.
0. Pasien juga mengatakan tidak pernah mengalami trauma yang hebat pada pinggang
ba(ah, panggul dan kaki.
+.1./. R$8a9at "eluarga
%. Tidak ada ri(ayat diabetes, kolestrol, dan tekanan darah tinggi dalam keluarga pasien.
+.1.0. R$8a9at P%la 4 'a9a h$&u3
%. Pasien tidak memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu.
. Pasien tidak merokok dan meminum alcohol
+.2. Anal$sa Data
N% Data Et$%l%g$ Masalah
%. +K8 4ktrimitas ba(ah tampak
fasikulasi, artofi, hipotonus, flaksid,
reflek fisiologis menurun dan Heflek
patologis negatif
+$8 Pasien pernah mengeluh kedua
kakinya lemas dan sering terjatuh
sebelumnya namun bisa berjalan
=esi pada lumbal
ba(ah dan se-men A
segmen sakral bagian
atas
+efisit /otorik
Hambatan mobilitas
fisik, intoleransi
akti,itas, ansietas
22
kembali
Hambatan mobilitas
fisik, intoleransi
Aktifitas
. +K8 4ktrimitas ba(ah tampak
fasikulasi, artofi, hipotonus, flaksid,
reflek fisiologis menurun dan Heflek
patologis negatif
+$8 Pasien mengeluh nyeri pada
punggung ba(ah yang menjalar ke
kedua tungkai tanpa disertai
kesemutan
=esi kauda ekuina
+efisit /otorik
Hmabatan mobilitas
7isik, *ntoleransi
Aktifitas
Hambatan mobilitas
fisik, *ntoleransi
akti,itas
). +K8 2A2 dan 2A3 pasien tidak
terkontrol dan terpasang kateter
+$8 Pasien mengatakan 2A2 dan
2A3- nya tidak terkontrol
=esi pada lumbal
ba(ah dan sekmen A
segmen sakral bagian
atas
-angguan control
usus dan kandung
kemih
+i pasang keteter
Hesiko infeksi
+.3. Pemer$ksaan ($s$k
23
+.3.1. Pemer$ksaan R-! 2Re)$e8 %# !9stem5
B1 2Breath5
Ins3eks$
Pemeriksaan fisik umum tampak sesak kesadaran :/H, H8>9?menit terpasang
canule oksigen. (normal8 %-!9?menit)
Pasien mengalami 2radipneau, *rama pernapasan pasien tidak teratur, dan susah
bernafas.
Pal3as$
Pemeriksaan <adi %)!9?menit (normal 8 "!-%!! 9?menit)
Perkus$
Pemeriksaan thorak perkusi redup sampai pekak di paru kanan,
Auskultas$
$+ ,esikuler melemah di paru kanan dan ronki (-).
B2 2Bl%%&5
Pada pemeriksaan palpasi, <adi pasien %)!9?menit (2radikardi)
+an T+ yang meningkat
B3 2Bra$n5
Pemeriksaan neurologi Hangsang meningeal negati,e, saraf cranial tidak ditemukan
kelainan. Pada pemeriksaan ekstremitas atas tidak ditemukan kelainan. 4kstrimitas
ba(ah tampak fasikulasi, atrofi, hipotonus, flaksid, reflek fisiologis menurun dan
reflek patologis negatif.
B+ 2Bla&er5
24
$ensorik pada kedua ekstremitas ba(ah negatif sampai pertengahan prosesus
9iphoideus dengan pusat. 7ungsi otonom terganggu ditandai dengan 2A3 dan 2A2
yang terkontrol.
B/ 2B%8el5
Pada pemeriksaan neurologi di temukan =esi pada lumbal bagian ba(ah dan segmen-
segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan atrofi otot-otot perineum
betis dan kaki serta kehilngan refkleks pergelangan kaki serta hilangnya sensasi
daerah perianal dan genitalia, gangguan kontrol usus dan kandung kemih akibat lesi
pada sakral bagian ba(ah. 7ungsi otonom terganggu ditandai dengan 2A3 dan 2A2
yang terkontrol.
B0 2B%ne5
Pada pemeriksaan neurologi di temukan =esi pada lumbal bagian ba(ah dan segmen-
segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan atrofi otot-otot perineum
betis dan kaki serta kehilngan refkleks pergelangan kaki serta hilangnya sensasi
daerah perianal dan genitalia, gangguan kontrol usus dan kandung kemih akibat lesi
pada sakral bagian ba(ah.
+an juga ditemukan =esi kauda ekuina menyebabkan gejala-gejala sfingter dini dan
impotensi. Tanda A tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum atau
perineum, yang kadang-kadang menjalar ke tungkai
$ehingga pasien mengalami nyeri pada punggung ba(ah yang menjalar ke kedua
tungkai tanpa disertai kesemutan.
+.+. D$agn%sa "e3era8atan
%. <yeri berhubungan dengan T+ meningkat
. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan sesak
). Hesiko infeksi berhubungan dengan Pemasangan kateter, decubitus
0. Hesiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual-muntah
&. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan deficit motoric dan sensorik
25
". Ansietas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan ? deficit
motorik
+./. Inter)ens$
%. <yeri berhubungan dengan T+ meningkat
Tujuan 8 /emperlihatkan teknik relaksasi secara indi,idual dan efektif untuk mencapai
kenyamanan
3riteria Hasil 8 Pasien dapat mengendalikan nyeri
INTER7EN!I RA!I-NAL
/inta pasien untuk menilai nyeri pada skala
! $ampai %! (! tidak nyeri, %! nyeri hebat)
/engetahui a(itan atau tingkatan nyeri
dengan skala !-%!
Kbser,asi keadaan nyeri non,erbal ( misal 5
ekspresi (ajah, gelisah, menangis, menarik
diri, diaforesis, perubaan frekuensi jantung,
pernapasan dan tekanan darah)
/engetahui a(itan atau tingkatan nyeri
dengan skala !-%!
Anjurkan untuk istirahat dengan tenang /eringankan dan mengurangi nyeri sampai
pada tingkat kenyamanan yang dapat
diterima oleh pasien
2erikan kompres panas lembab pada kepala,
leher, lengan sesuai kebutuhan
/eningkatkan rasa nyaman
26
=akukan pemijatan pada daerah kepala ? leher
? lengan jika pasien dapat toleransi terhadap
sentuhan
/eningkatkan rasa nyaman
*nstruksikan pasien?keluarga untuk
melaporkan nyeri dengan segera jika nyeri
timbul.
Pengenalan segera meningkatkan inter,ensi
dini dan dapat mengurangi beratnya
serangan?nyeri
2erikan analgetik ? narkotik sesuai indikasi /eringankan dan mengurangi nyeri sampai
pada tingkat kenyamanan yang dapat
diterima oleh pasien
. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan sesak
Tujuan 8 /enunjukkan pernapasan optimal pada saat terpasang ,entiklator mekanis
3riteria Hasil 8 Tingkat suhu, nadi, pernapasan, dan tekanan darah pasien dalam
rentang
normal
INTER7EN!I RA!I-NAL
Pantau adanya pucat dan sianosis /engumpulkan dan menganalisis data pasien
untuk memastikan kepatenan jalan napas dan
pertukaran gas yang adekuat
3aji kebutuhan insersi jalan nafas /emantau status pernapasan
Kbser,asi dan dekomentasikan ekspansi dada
bilateral pada pasien yang terpasang
,entilator
/emelihara serta mencegah komplikasi yang
berhubungan dengan penggunaannya
*nformasikan kepada pasien dan keluarga
tentang teknik relaksasi untuk memperbaiki
pola pernapasan
/emfasilitasi kepatenan jalan napas
2erikan obat (misal 8 bronkodilator) sesuai
dengan program dan protocol
/engatasi kesulitan bernafas dan
meningkatkan aliran udara
Tenangkan pasien selama periode ga(at
napas
/erelaksasi dan menenangkan pasien
Anjurkan napas dalam melalui abdomen
selama periode ga(at napas
/erelaksasi dan menenangkan pasien serta
memperlambat frekuensi pernapasan
27
Atur posisi pasien semifo(ler /engoptimalkan pernafasan pasien
). Hesiko infeksi berhubungan dengan Pemasangan kateter, decubitus
Tujuan 8 Terbebas dari gejala dan tanda *nfeksi
3riteria Hasil8 Pasien dapat mencegah, menghilangkan, dan mengurangi perilaku
yang berisiko menimbulkan infeksi
INTER7EN!I RA!I-NAL
Pantau tanda dan gejala infeksi (missal 8 suhu
tubuh, denyut jantung, drainase, perlukaan,
sekresi, urinme, malaise)
/endeteksi risiko atau masalah kesehatan
3aji factor yang dapat meningkatkan
kerentanan terhadap infeksi
/emantau tingkat keparahan infeksi dan
gejala yang terkait serta factor yang dapat
meningkatkan kerentanan terhadap infeksi
*nstruksikan untuk melakukan higine
personal untuk melindungi tubuh dari infksi
(misal 8 cuci tangan)
/encegah dan mendeteksi dini infeksi pada
klien yang berisiko
Ajarkan pengunjung untuk mencuci tangan
se(aktu masuk dan meninggalkan ruang
pasien
/encegah dan mendeteksi dini infeksi pada
klien yang berisiko
2erikan terapi antibiotic, bila perlu /eminimalkan penyebaran dan penularan
agensinfeksius
Pertahankan teknik isolasi, bila perlu /eminimalkan penyebaran dan penularan
agensinfeksius
2ersihkan lingkungan dengan benar setelah
dipergunakan masing-masing pasien
/eminimalkan penyebaran dan penularan
agensinfeksius
2atasi jumlah pengunjung, bila perlu /eminimalkan penyebaran dan penularan
agensinfeksius
0. Hesiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual-muntah
Tujuan 8 /empertahankan massa tubuh dan berat badan
28
3riteria Hasil 8 Pasien mampu untuk mempersiapkan dan mengingesti makanan dan
cairan secara mandiri dengan tau tanpa alat bantu
INTER7EN!I RA!I-NAL
Tentukan moti,asi pasien untuk mengubah
kebiasaan makan
/engatur Pola makan pasien agar kebutuhan
nutrisi pasien tercukupi
Pantau kandungan nutrisi dan kalori pada
catatan asupan
/enjaga agar 3ebutuhan <utrisi pasien
tercukupi
Ajarkan pasien dan keluarga tentang
makanan yang bergiCi dan tidak mahal
/enjaga agar 3ebutuhan <utrisi pasien
tercukupi
2uat perencanaan dengan pasien yang masuk
dalam jad(al makanan, lingkungan makan,
dan ketidaksukaan pasien, serta suhu
makanan
/embuat suasana senyaman mungkin untuk
meningkatkan nafsu makan
+ukung kelarga untuk memba(a makanan
kesukaan pasien dari rumah
-
2erikan pasien makanan dan minuman yang
bergiCi, tinggi protein, tinggi kalori yang siap
dikonsumsi , bila memungkinkan
/enjaga agar 3ebutuhan <utrisi pasien
tercukupi
&. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan deficit motoric dan sensorik
Tujuan 8 Pasien melaporkan peningkatan kekuatan dan ketahanan tungkai
3riteria Hasil 8 pasien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas
INTER7EN!I RA!I-NAL
Ajarkan untuk melakukan latihan rentang
gerak aktif pada anggota gerak yang sehat
sedikitnya empat kali sehari
/eningkatkan sirkulasi, mempertahankan
tonus otot dan mobilisasi sendi,
meningkatkan mobilisasi dan mencegah
kontraktur dan atrofi otot.
.bah posisi sendi bahu setiap sampai 0 jam /engubah posisi untuk mencegah terjadinya
+ikubitus dan terjadinya*nfeksi
2eri dorongan ambulasi untuk berjalan
singkat yang sering (setidaknya ) kali
/eningkatkan mobilisasi dan mencegah
kontraktur dan atrofi otot.
29
sehari), dengan bantuan jika belum bisa
berdiri tegap
+orong penggunaan lengan yang sakit jika
memungkinkan
/elatih lengan yang sakit untuk mencegah
kontraktur dan atrofi otot.
". Ansietas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan ? deficit motoric
Tujuan 8 /erencanakan stategi koping untuk situasi penuh tekanan
3riteria Hasil 8 Pasien mampu menghilangkan dan mengurangi perasaan kha(atir,
tegang, atau perasaan tidak tenang akibat status kesehatannya
*<T4HJ4<$* HA$*K<A=
. #elaskan hubungan antara proses
penyakit dan gejalanya
/eningkatkan pemahaman, mengurangi
rasa takut karen ketidaktahuan dan dapat
membantu menurunkan ansietas
. #elaskan dan persiapkan untuk
tindakan prosedur sebelum dilakukan
+apat meringankan ansietas
2erikan kesempatan pasien untuk
mengungkapkan isi pikiran dan perasaan
takutnya
/engungkap rasa takut secara terbuka
dimana rasa takut dapat ditujukan
#a(ab setiap pertanyaan dengan penuh
perhatian dan berikan informasi tentang
prognosa penyakit
Penting untuk menciptakan kepercayaan,
informasi yang akurat dapat memberikan
keyakinan pada pasien dan juga keluarga
2erikan dukungan terhadap perencanaan
gaya hidup yang nyata setelah saikt dalm
keterbatasannya tetapi sepenuhnya
menggunakan kemampuan pasien
/eningkatkan perasaan akan keberhasilan
dalam penyembuhan
=ibatkan pasien ? keluarga dalam
pera(atan, perencanaan kehidupan
sehari-hari
/eningkatkan perasaan kontrol terhadap
diri dan meningkatkan kemandirian
2erikan petunjuk mengenai sumber- /emberikan jaminan bah(a yang
30
sumber penyokong yang ada seperti
keluarga, konselor professional
diperlukan adlah penting untuk
meningkatkan mekanisme kooping pasien
Kbser,asi status mental dan tingkat
ansietas dari pasien
-angguan tingkat kesadaran dapat
mempengaruhi ekspresi rasa takut
+.0. E)aluas$
%. Pasien sudah tidak mengeluh kedua kakinya lemas dan sering terjatuh
seperti sebelumnya dan bisa berjalan kembali
. Pasien sudah tidak mengeluh nyeri pada punggung ba(ah yang menjalar
ke kedua tungkainya
). 2A2 dan 2A3 pasien normal kembali
31
BAB 7
PENUTUP
/.1. "es$m3ulan
Tumor medula spinalis memang merupakan salah satu penyakit yang jarang terjadi dan
karena itulah banyak masyarakat yang belum mengetahui gejala-gejala serta bahaya dari
penyakit ini. Pada umumnya, penderita yang datang berobat ke dokter atau ke rumah sakit
sudah dalam keadaan parah (stadium lanjut) sehingga cara penanggulangannya hanya bersifat
life-saving. ( Hakim, A.A. !!")
Tumor medula spinalis adalah tumor yang berkembang dalam tulang belakang atau isinya
dan biasanya menimbulkan gejala-gejala karena keterlibatan medula spinalis atau akar-akar
saraf. (Price syl,ia anderson, %;;&).
Tumor medula spinalis terbagi menjadi dua, yaitu tumor primer dan tumor sekunder. Tumor
primer merupakan tumor yang berasal dari medula spinalis itu sendiri sedangkan tumor
sekunder merupakan anak sebar (mestastase) dari tumor di bagian tubuh lainnya. (#apardi,
*skandar. !!)
Tumor medula spinalis umumnya bersifat jinak (onset biasanya gradual) dan dua
pertiga pasien dioperasi antara %- tahun setelah onset gejala. -ejala pertama dari tumor
medula spinocerebellar penting diketahui karena dengan tindakan operasi sedini mungkin,
dapat mencegah kecacatan. ( Hakim, A.A. !!")
/.2. !ARAN
32
+engan penyusunan makalah ini tidak hanya kelompok penyusun, tetapi semua
mahasis(a dapat memahami Tumor /edula $pinalis, selain itu dapat di jadikan salah
satu referensi nantinya saat berada dilapangan jika mendapat pasien dengan Tumor
/edula $pinalis.
33