Anda di halaman 1dari 4

Apa Pengertian IAD?

Bagian dari ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang segala sesuatu yang ada di alam
semesta.

Apa tujuan Mempelajari IAD?
1. Memahami alam dan memanfaatkannya sesuai dengan hukum-hukum alam.
2. Memetik manfaat dari penggunaan metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah
dalam kehidupan sehari-hari secara empirik.

Mengapa IAD lahir?
1. Dengan manusia merespon terhadap stimulus dari alam semesta ini akan terbentuk
suatu pengalaman.
2. Pengalaman merupakan salah satu sumber terbentuknya pengetahuan (yang
merupakan kumpulan fakta-fakta) yang dari hari kehari selalu bertambah, karena
didorong oleh 2 hal :
a. Dorongan teoritis adalah dorongan untuk memuaskan diri dengan memenuhi rasa
ingin tahu manusia dalam memahami tentang hakekat alam semesta dan isinya.
b. Dorongan praktis adalah memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf
hidup yang lebih baik.

Penggolongan IAD:
1. Aposteriori
Ilmu pengetahuan yang mengambil kesimpulan-kesimpulan sesudah melakukan
pengamatan di lapangan (yang merupakan dasar dari ilmu pengetahuan).
Ilmu Pengetahuan Empiris.
Ilmu pengetahuan ilmiah
2. Apriori
Ilmu pengetahuan yang mengambil kesimpulan-kesimpulan sebelum melakukan
pengamatan di lapangan.
Tidak bersifat empiris
Tidak bersifat ilmiah, karena tidak didasarkan atas fakta2 empiris di lapangan tapi
pengetahuan (pengertian, konsep, intuisi, akal budi, dsb).
Yang termasuk Apriori
a. Ilmu Pengetahuan Alam, yang mempelajari segala bidang diluar manusia (fisika,
kimia, biologi, Astronomi, dsb).
b. Ilmu Pengetahuan bidang kemanusiaan (sosial budaya), yang mempelajari manusia
dan gejala-gejala manusiawi, misalnya : sosiologi, psikologi, sejarah, ilmu hukum,
antropologi, dsb.
Cara mendapatkan pengetahuan (apriori)
a. Prasangka (anggapan yang dinyatakan benar walau hanya kemungkinan/tidak benar)
b. Intuisi (pendapat seseorang dari pengalaman masa lalu)
c. Metode Coba-coba (pengetahuan yang sekarang adalah hasil coba-coba masa lalu)

Ciri Pengetahuan Ilmiah
1. Obyektif
Pengetahuan itu harus sesuai dengan obyeknya (keadaan yang sebenarnya) dan dapat
dibuktikan dengan pengamatan empiris.
2. Metodik
Pengetahuan itu harus diperoleh dengan cara-cara tertentu dan terkontrol (metode-
metode tertentu) yaitu metode ilmiah.
3. Sistimatik
Pengetahuan harus tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri tapi saling terkait
dan menjelaskan, sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.
4. Universal
Pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati sekelompok orang tertentu saja
tetapi semua orang dengan instrumen yang sama akan memperoleh hasil yang sama
(konsisten/reliabel).

Metode Ilmiah adalah cara ilmiah untuk mendapatkan pengetahuan yang objektif, valid dan
reliable agar dapat dikembangkan dan digunakan untuk memecahkan masalah dalam
kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah Operasional Penggunaan Metode Ilmiah
1. Pengamatan
Aktivitas pengamatan langsung di lapangan untuk menemukan masalah yang perlu dikaji
dan dicari jalan penyelesaiannya.
2. Perumusan Masalah/ Prolema
a. Masalah yang ditemukan dalam tahapan pengamatan
b. Indikasinya
c. Faktor-faktor yang menyebabkannya
Masalah itu harus jelas batas-batasnya/ indikasinya dengan faktor-faktor penyebabnya,
sehingga dapat dicari jalan pemecahannya.
3. Penyusunan Hipotesis
Jawaban sementara dari masalah yang telah dirumuskan dalam perumusan masalah.
Hipotesa:
a. Dugaan yang mungkin benar, atau mungkin salah.
b. Harus dapat diuji kebenarannya melalui penelitian di lapangan.
c. Akan ditolak jika salah, dan akan diterima jika fakta-fakta di lapangan
membenarkannya.
d. Didasari dengan kajian teori/ telaah pustaka.
4. Pengujian Hipotesis
Upaya untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan fakta-fakta di lapangan
(data) yang relevan dengan hipotesis yang telah dirumuskan untuk diolah, dianalisa, dan
ditarik kesimpulan.
5. Penarikan kesimpulan
Hasil dari analisis dan interpretasi data.

Keuntungan Penggunaan Metode Ilmiah :
1. Berpegang pada kebenaran yang obyektif dan universal
2. Tidak percaya takhayul, karena segala sesuatu yang ada di alam semesta ini terjadi
melalui suatu proses yang teratur
3. Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolut
4. Tidak percaya begitu saja pada pendapat sebelum ada bukti yang nyata
5. Tidak berpikir secara prasangka dengan menerima pendapat orang lain.
6. Bersikap optimis, teliti, dan berani membuat suatu pernyataan yang diyakininya benar.

Kelemahan Penggunaan Metode Ilmiah
1. Kesimpulan yang ditarik akan salah jika fakta-fakta yang dihasilkan dari proses
pengamatan tidak tepat.

Hubungan antara Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Metode Ilmiah
Penelitian digunakan untuk mendapatkan pengetahuan yang sama sekali baru dan mengkaji
ulang apakah ilmu pengetahuan yang sudah ada empiris dan ilmiah dengan menggunakan
metode ilmiah agar hasilnya objektif, valid dan reliabel.
1. Pengertian IAD
2. Tujuan Mempejari IAD
3. Mengapa IAD Muncul
4. Aposteriori
5. Apriori
6. Pengertian metode ilmiah
7. Langkah operasional penggunaan metode ilmiah
8. Keuntungan dan kelemahan metode ilmiah
9. Hubungan antara penelitian, ilmu pengetahuan, dan metode ilmiah