Anda di halaman 1dari 3

BLOOD DONATION

Cut Regia Heldayana

Darah dan Komponen darah

Darah adalah jaringan hidup yang terdiri dari sel-sel yang tersuspensi di suatu cairan yang disebut plasma. Darah bersirkulasi melalui jantung, membawa nutrisi, elektrolit, hormon, vitamin, antibodi, panas, dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Fungsi darah adalah sebagai penyalur nutrisi dan respirasi jaringan melalui transportasi oksigen ke sel di jaringan. Selain itu, darah juga membawa hasil metabolisme dan zat sisa ke organ eksretori untuk dikeluarkan dari tubuh. Di dalam darah, terdapat sel-sel yang berfungsi melawan adanya infeksi mikroba atau antigen asing lain. Darah dapat berfungsi sebagai regulasi kimia dan suhu.

Volum darah terbagi menjadi seluler sebanyak 45 % yang terdiri dari sel darah merah, sel darah putih dan platelet, sedang 55% lainnya adalah plasma. Rata-rata setiap orang memliki 5 liter darah (70 ml/kgbb). 7%-10% berat badan seseorang adalah darah. Seseorang yang mendonasikan darahnya, maka volum darahnya akan kembali normal dalam 24 jam. Penggantian sel darah merah terjadi 6 minggu setelah donasi dilakukan.

Darah yang ditransfusikan dapat merupakan whole blood atau komponennya. Karena pasien jarang memerlukan semua komponen darah yang terdapat di dalam whole blood, maka lebih baik dilakukan transfusi berdasarkan komponen apa yang dibutuhkan oleh pasien agar terapi lebih spesifik dan efisien. Terapi komponen darah dilakukan dengan memisahkan darah menjadi komponen seluler dan komponen plasma. Komponen darah digunakan untuk mengobati gangguan darah spesifik, penyakit spesifik yang berhubungan dengan kekurangan komponen darah dan lain-lain. Komponen darah didapatkan melalui apheresis yaitu metode yang dilakukan untuk mengambil komponen dari whole blood.

telah dipersiapkan sebelumnya untuk mengantisipasi kebutuhan pasien karena golongan darahnya sulit didapat.

Heterolog adalah berasal dari organisme yang berbeda namun memiliki hubungn spesies. Misalnya donor darah heterolog berarti darah yan didonorkan berasal dari individu yang berbeda.

Donor Whole Blood

yang mengandung semua komponen darah didalamnya.

Pemberian

donor

whole

blood

Donor apheresis

Apheresis adalah proses pengambilan whole blood dari donor atau pasien, lalu memisahkan komponen spesifik dari whole blood tersebut, dan mengembalikan komponen lainnya ke donor atau pasien. Apheresis dapat dilakukan untuk mendapatkan komponen spesifik untuk transfusi misalnya plasma, platelet, sel darah merah. Apheresis juga dapat dilakukan untuk membuang substansi patologis spesifik.

Cytapheresis adalah usaha untuk mendapatkan komponen selular seperti platelet, granulosit atau sel darah merah.

Plasmapheresis adalah usaha untuk mendapatkan hanya komonen plasma saja dan mengembalikan komponen seluler ke donor atau pasien.

Tempat Donor Darah

Walk in donation berarti pendonor mendatangi blood bank untuk melakukan donasi darah. Mobile bood donation berarti donasi darah dilakukan di tempat tertentu misalnya posko donasi darah di kampus.

Jenis Donasi Darah

Donor autolog dan heterolog

Autolog adalah berasal dari dalam dirinya sendiri; individu yang sama. Misal donor darah autolog berarti darah yang didonorkan berasal dari tubuh pasien itu sendiri. Darah tersebut biasanya

Proses Skrining

First time donor : proses skirining yang dilakukan lebih panjang karena proses skrining harus dijelaskan secara lebih lengkap. Reguler donor : proses skrining yang dilakukan lebih singkat. Autologous blood donors : donasi dilakukan berdasrkan waktu dan keperluan darah.

Dua faktor krusial untuk mendapatkan produk darah yang aman adalah pemilihan atau skrining donor dengan akurat dan tes laboratorium pada tiap unit pengumpulan yang akurat.

Prinsip pemilihan donor darah :

1. Tidak membahayan pendonor darah

Blood bank harus menjelaskan bahwa prosedur donasi memiliki beberapa hal yang perlu diketaui oleh pendonor.

1. Pendonor diberikan pengetahuan mengenai penyakit infeksi yang ditransmisikan melalui transfusi darah

Pendonor di informasikan mengenai tanda dan gejala AIDS

Pendonor diberi tahu tentang materi edukasi yang harus dibaca

pentingnya

tahu

2.

Darah yang didapatkan harus disimpan dengan cepat dan komplit

2.

3. Darah tidak membahayakan resipien.

3.

Disarankan untuk memilih volunteer donation, baru pendonor dari keluarga. Pendonor yang meminta bayaran kini tidak dianjurkan oleh WHO.

4.

Pendonor

diberi

tentang

memberi informasi yang akurat

Skrining donor dilakukan sebagai berikut :

1. registrasi donor

2. medical history

3. pemeriksaan fisik.

Identitas pendonor harus ditulis dengan lengkap untuk keperluan identifikasi sumber donor darah dan recall untuk keperluan donasi dikemudian hari.

Data demografi pendonor meliputi : nama lengkap pendonor ditulis di kartu identitas, nomer kartu identitas, alamat dan no. telp, gender, umur :

18-55 thn, tanggal lahir, Pekerjaan, tanggal terakhir donasi (whole blood minimal sudah 3 bulan, apheresis minimal 2 minggu), dan berat badan harus lebih dari 45 kg. Semua dokumen harus accurate, legible dan indelible. Jika dokumen tidak standar, maka resipien berada dalam bahaya dan darah yang didonor harus dimusnahkan.

Interview Donor

Interview donor harus dilakukan dengan mengedepankan confidentiality dan privacy agar pendonor dapat memberikan kepercayaannya pada petugas medis. Selain itu, harus mengedepankan kesabaran dan saling memahami. alat yang digunakan untuk donor darah harus steril dan arenya haus bersih. Hal ini merupakan tanggung jawab phlebotomist/interviewer.

Informed consen harus di jelaskan pada pendonor dengan lengkap dan jelas. Pendonor dapat bertanya atau menulak consent. Pendonor yang menyetujui consent dapat memberika tandatangan pada lembar consent.

5. Pendonor diberitahu pentingnya menghentikan niat donasi darah jika dirasa darahnya belum dapat didonasikan.

Allogeneic Donor Qualification

Kualifikasi donor Allogeneic adalah sebagai berikut : umurnya lebih dari 16 tahun, pengambilan darah maksimum adalah 10,5 ml/kgbb pendonor termasuk sampel. Pengumpulan darah dimasukkan dalam container yang standar. Interval donasi :

1. 8 minggu setelah donasi whole blood

pengambilan 2-unit sel

2.

16

minggu

setelah

darah merah

3. 4 minggu setelah infrequent plasmapheresis

Lebih dari 2 hari setelah plasma-, platelet-, atau leukopharesis

Pemeriksaan fisik : penampakan fisiknya baik, Hb : wanita harus lebih dari 12 g/dl dan pria harus lebih dari 12,5 g/dl, denyut nadi harus antara 50- 100 x/menit tanpa iregularitas patologis, denyut nadi <50 dapat diterima jika pendonor adalah atlet. Tekanan darah sistolik kurang dari 180 mmHG dan diastolik kurang dari 90-100 mmHg. Suhu maksimal adalah 37,5 0 C dan berat badan pendonor minimal 45 kg .

4.

Selama interview donor allogeneic, pendonor harus diberitahu tentang tes yang akan dilakukan sebelum melakukan donasi. Routine tests meliputi:

Hepatitis B surface antigen (HBsAg) , Hepatitis C antibody (anti-HCV), Anti-HIV, dan Serologic test for syphilis (STS).

Phlebotomy

Phlebotomy dilakukan dengan melakukan persiapan venipncture terlebih dahulu yang meliputi reidentifikasi pendonor untuk menghindari eror, mencari vena di lengan pendonor, preparasi kulit, dan anestesi lokal. Lalu lakukan venipuncture. Selanjutnya melakukan mixing kantung darah saat donasi sedang berlangsung. Jangan lupa mengambil sampel untuk dilakukan tes skrining.

Temporary Deferral

Temporary deferral adalah pendonor yang tidak jadi mendonasikan darahnya karena ada peryaratan yan belum mencukupi, misal berat badan kurang dari 45 kg. Pendonor harus meningkatkan bb nya terlebih dahulu baru kembali mendonasikan darahnya.

Wanita hamil yang sudah 6 minggu juga tidak boleh mendonasikan darahnya.pendonor yang menerima duramater atau pituitaru groeth hormone tidak boleh mendonasikan darahnya. Namun pendonor yang menerima darah, komponen darah, jaringan, atau plasma derived clotting factor concentrate harus menunggu 12 bulan dulu, baru boleh mendonasikan darahnya.

Pendonor yang memiliki resiko Creutzfeldt- Jakob disease (CJD)1 tidak dapat melakukan donasi. Pasien yang menerima imunisasi atau vaksin jika pendonor afebril dan bebas dari gejala sakit maka boleh mendonorkan. Namun, jika pendonor menerima vaksin live attenuated viral dan bakteri harus menunggu 4 minggu terlebih dahulu baru dapat mendonasikan darahnya. Untuk pendonor yang menerima vaksin yang lain misal unlicensed vaccines , harus menunggu 12 bulan dulu baru dapat mendonasikan darahnya.

Post Donasi

Setelah donasi, pendonor harus beristiraht dikursi selama 10 menit sebelum berdiri. Makan dan minum terlebih dahulu sebelum pergi. Memberitahu staff jika terjadi reaksi yang tidak terduga seperti pusg, berkeringat berlebihan, gugup, dll serat harus minum lebih banyak dari biasanya 4 jam kedepan.

Reaksi Donor

Reaksi donor dapat berupa, reaksi vagal yaitu tiba-tiba pingsan karena hipotensi dan respon

neurophysiological seperti emosional stress. Pencegahannya dapat berupa donor screening dan support psycologis serta lingkungan donasi darah yang nyaman.

Reaksi lain adalah Hiperventilasi yaitu peningkatan inspirasi dan ekspirasi sehingga dapat menghilangkan banyak CO2 yang mengakibatkan hypocalcaemia tetany atau syncope, biasa disertai dengan cemas. Reaksi lain adalah Hematoma yaitu massa darah yang terkumpul diregio lokal yang biasanya dikarenakan ruptur pembuluh darah.

Autolog Donasi

Autolog donasi adalah donasi donasi yang dilakukan dari donor autolog dimana Hb pendonor harus ≥11 g/dL dan hematokrit ≥33%. Alasan donasi autolog adalah antigen atau antibodi darah yang cocok sulit didapat, riwayat reaksi transfusi yang parah, budaya atau agama, dan adanya ketakutan akan keamanan supplai darah komunitas.

Terimakasih, semoga bermanfaat.