Anda di halaman 1dari 3

Kebutuhan Air Tanaman

Untuk tanaman padi, kebutuhan bersih air tanaman (NFR) dirumuskan sebagai
berikut:
1. Kondisi penyiapan lahan (LP)
NFR = IR R
e
(padi)
2. Kondisi Penanaman
NFR = ET
c
+ P R
e
+ WLR

Data:
Waktu mulai turun ke sawah ditentukan pada 1 November
T = 45 hari
pola tanam padi palawija - padi
S = 250 mm
ET
o
=3,37 mm/hari (penyiapan lahan)
ET
o
= 3,19 mm/hari (penanaman padi)
P = 3 mm/hari
R
e
= 1,77 mm/hari (penyiapan lahan)
R
e
= 1,32 mm/hari (penanaman padi)

Pada masa penyiapan lahan
a) E
o
= 1,1 x ET
o

= 1,1

x 3,37
= 3,71 mm/hari

b) M = E
o
+ P
= 3,71 + 3
= 6,71 mm/hari

c) K =


= 1,21

d) IR =


= 9,57 mm/hari
e) ET
c
= IR

f) NFR = ET
c
Re
= 9,57 mm/hari 1,77 mm/hari
= 7,79 mm/hari

Pada masa penanaman padi
a) E
o
= 1,1 x ET
o

= 1,1

x 3,19
= 3,51 mm/hari

b) ET
c
= ET
o
x k
c
(padi)
= 3,19 mm/hari x 1,1
= 3,46 mm/hari
c) NFR = ET
c
+ P Re + WLR
= 3,46 mm/hari + 3 mm/hari 1,32 mm/hari + 1,10 mm/hari
= 6,24 mm/hari

Pada 16 Desember sampai 31 Desember hanya ditanami padi. Maka NFR total = NFR
padi = 6,24 mm/hari. Hasil perhitungan besarnya kebutuhan bersih air tanaman (NFR) dapat
dilihat pada Tabel 3.1

Kebutuhan Pengambilan
Kebutuhan pengambilan (DR) dipengaruhi oleh efisiensi saluran irigasi. Kebutuhan
pengambilan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
DR =



Catatan :

adalah angka konversi satuan mm/hari menjadi l/dtk/ha.


Langkah-langkah perhitungan:
a) Menghitung efisiensi irigasi total.
b) Menghitung kebutuhan pengambilan

Contoh perhitungan DR pada 2 minggu pertama bulan Februari :
a) Efisiensi total = efisiensi
(sal. primer)
x efisiensi
(sal. sekunder)
x efisiensi
(sal. tersier)

= 0,90 x 0,85 x 0,85
= 0,65
b) DR =



= 1,11 liter/detik/ha
Hasil perhitungan besarnya kebutuhan pengambilan (DR) dapat dilihat pada Tabel 3.1