Anda di halaman 1dari 10
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
Nilai Eigen suatu Matriks Beberapa himpunan persamaan simultan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks: A.X =
Nilai Eigen suatu Matriks
Beberapa himpunan persamaan simultan dapat dinyatakan
dalam bentuk matriks:
A.X = λ.X
Persamaan tersebut dapat ditulis ulang sebagai suatu
persamaan homogen:
(A – λ.I).X = 0
Jika persamaan ditulis dalam bentuk lengkap: (A 11 –λ) .X 1 + A 12 .X
Jika persamaan ditulis dalam bentuk lengkap:
(A 11 –λ) .X 1 + A 12 .X 2 + … + A 1n .X n = B 1
A 21 .X 1 + (A 22 –λ).X 2 + … + A 2n .X n = B 2
A n1 .X 1 + A n2 .X 2 + … + (A nn –λ).X n = B 3
Persamaan tersebut mempunyai solusi non trivial hanya
jika determinan dari matriks koefisiennya sama dengan nol.
A
−λ
A
L
A
11
12
1n
A
A
−λ L
A
21
22
2n
A
−λ
.I
=
= 0
M
M
O
M
A
A
L
A
−λ
n1
n1
nn
Persamaan ini disebut persamaan karakteristik.
Nilai λ agar terdapat solusi non trivial, disebut nilai eigen.
Contoh Hitung nilai eigen dari matriks berikut: ⎡ 17 − 6 ⎤ A = ⎢
Contoh
Hitung nilai eigen dari matriks berikut:
⎡ 17
− 6 ⎤
A =
45
16
17
−λ
6
= 0
45
− −λ
16
Jika determinan dijabarkan,
persamaan karakteristik
akan berbentuk:
Sehingga nilai eigen dari
matriks A, merupakan akar
dari persamaan karakteristik,
yaitu:
λ 1 = 2
λ 2 = – 1
λ 2 – λ – 2 = 0
atau
(λ – 2)(λ + 1) = 0
Contoh Hitung nilai eigen dari matriks berikut: ⎡ 20 − 4 8 ⎤ ⎢ ⎥
Contoh
Hitung nilai eigen dari matriks berikut:
20
4
8 ⎤
B = −
40
8
20
60
12
26 ⎥
20
−λ
4
8
40
8
−λ
20
= 0
60
12
− −λ
26
Sehingga nilai eigen dari
matriks B, merupakan akar
Persamaan karakteristiknya
akan berbentuk:
dari persamaan karakteristik,
yaitu:
– λ 3 +2.λ 2 + 8.λ = 0
atau
(λ – 4)(λ – 0)(λ + 2) = 0
λ 1 = 4
λ 2 = 0
λ 3 = – 2
Vektor Eigen suatu Matriks Setelah nilai eigen suatu matriks diketahui, maka vektor eigen yang berkaitan
Vektor Eigen suatu Matriks
Setelah nilai eigen suatu matriks diketahui, maka vektor
eigen yang berkaitan dengan nilai eigen tersebut dapat
diperoleh dengan menyelesiakan himpunan persamaan
homogen yang sesuai.
Contoh Nilai eigen pertama λ 1 = 2 ⎡ 17 − 2 − 6 ⎤
Contoh
Nilai eigen pertama λ 1 = 2
17
2
6 ⎤ ⎡ X ⎤ ⎡ 0 ⎤
1
(A
−λ
.I)X
=
=
1
1
45
16
X
2 ⎦ ⎢ ⎣
⎣ ⎦
0
2
Sehingga persamaan homogen yang akan diselesaikan:
15.X 1 – 6.X 2 = 0
45.X 1 – 18.X 2 = 0
Dari persamaan ini diperoleh:
⎡ 2 ⎤
X 1
1
⎢ ⎣ ⎦
5
Nilai eigen kedua λ 2 = –1 ⎡ 17 + 1 − 6 ⎤ ⎡
Nilai eigen kedua λ 2 = –1
17
+
1
6 ⎤ ⎡ X ⎤ ⎡ 0 ⎤
1
(A
−λ
.I)X
=
=
2
2
45
16
+
1
X
⎦ ⎢ ⎣
⎣ ⎦
0
2
Sehingga persamaan homogen yang akan diselesaikan:
18.X 1 – 6.X 2 = 0
45.X 1 – 15.X 2 = 0
Dari persamaan ini diperoleh:
1 ⎤
X 2
2
⎣ ⎦
3
“n” buah vektor eigen dapat disusun sebagai kolom- kolom dari suatu matriks bujursangkar yang dinamakan
“n” buah vektor eigen dapat disusun sebagai kolom-
kolom dari suatu matriks bujursangkar yang dinamakan
matriks modal, sebagai berikut:
M = [X 1
X n ]
X 2
Cara umum untuk memilih vektor eigen adalah
menormalkan vektor tersebut dengan membuat besar
vektor berharga satu, yang disebut vektor eigen
ternormalkan, sebagai berikut:
N = [x 1
x n ]
x 2
Contoh Matriks modal dari matriks A, adalah: ⎡ 2 1 ⎤ M = ⎥ ⎢
Contoh
Matriks modal dari matriks A, adalah:
⎡ 2
1 ⎤
M =
⎢ ⎣
5
3
Jika vektor eigen diskalakan dengan unsur pertamanya
bernilai satu, maka matriks modalnya menjadi:
1
1 ⎤
M =
2,5
3
Jika vektor eigen dinormalkan, maka menjadi:
2
1
29
10
N =
5
3
29
10
Suatu matriks diagonal yang sepanjang diagonal utama mempunyai nilai sama dengan nilai eigen, disebut dengan
Suatu matriks diagonal yang sepanjang diagonal utama
mempunyai nilai sama dengan nilai eigen, disebut
dengan matriks spektral.
λ
0
L
0
1
0
λ
L
0
2
S =
M
M
O
M
0
0
L
λ
n
Contoh Nilai eigen pertama, λ 1 = 2 Nilai eigen kedua, λ 2 = –1
Contoh
Nilai eigen pertama, λ 1 = 2
Nilai eigen kedua, λ 2 = –1
Sehingga matriks spektralnya adalah:
2
0
S =
0
− 1
Contoh Contoh kedua dengan matriks B. Nilai eigen pertama, λ 1 = 4 ⎡ 20
Contoh
Contoh kedua dengan matriks B.
Nilai eigen pertama, λ 1 = 4
⎡ 20
4
4
8 ⎤ ⎡ X ⎤ ⎡ 0 ⎤
1
(B
−λ
.I)X
=
40
8
4
20
X
=
0
1
1
2
60
12
26
4 ⎥ ⎦ ⎣ ⎢ X
⎦ ⎥
⎣ ⎢ 0 ⎥ ⎦
3
Dari persamaan ini diperoleh:
1 ⎤
=β 0
X 1
1
⎣ ⎢ − 2 ⎥ ⎦
Nilai eigen kedua, λ 2 = 0 ⎡ 20 − 0 − 4 8 ⎤
Nilai eigen kedua, λ 2 = 0
⎡ 20
0
4
8 ⎤ ⎡ X ⎤ ⎡ 0 ⎤
1
(B
−λ
.I)X
=
40
8
0
20
X
=
0
2
2
⎢ −
2
⎢ ⎣ 12
60
26
0 ⎥ ⎦ ⎣ ⎢ X
⎦ ⎥
⎣ ⎢ 0 ⎥ ⎦
3
Dari persamaan ini diperoleh:
1 ⎤
=β 5
X 2
2
0 ⎥
⎣ ⎦
Nilai eigen ketiga, λ 3 = –2 ⎡ 20 + 2 − 4 8 ⎤
Nilai eigen ketiga, λ 3 = –2
⎡ 20
+
2
4
8 ⎤ ⎡ X ⎤ ⎡ 0 ⎤
1
(B
−λ
.I)X
=
40
8
+
2
20
X
=
0
3
3
2 ⎢
60
12
26
+
2 ⎥ ⎦ ⎣ ⎢ X
3 ⎦ ⎥
⎣ ⎢ 0 ⎥ ⎦
Dari persamaan ini diperoleh:
0 ⎤
=β 2
X 3
3
1
⎣ ⎦
Matriks modal dari matriks B, adalah: Matriks dari vektor eigen ternormalkan, adalah: ⎡ 1 1
Matriks modal dari
matriks B, adalah:
Matriks dari vektor eigen
ternormalkan, adalah:
1
1
0 ⎤
1
1
0
M =
0
5
2
5
26
5
2
⎢ − 2
0
1
N = ⎢
0
26
5
2
1
Matriks spektral dari
matriks B, adalah:
0
5
5
⎡ 4
0
0 ⎤
S =
0
0
0
⎢ 0
0
− 2 ⎥
Contoh Carilah nilai eigen dan himpunan vektor eigen yang berpadanan dengan nilai eigen dari matriks
Contoh
Carilah nilai eigen dan himpunan vektor eigen yang
berpadanan dengan nilai eigen dari matriks Z berikut:
⎡ 12
− 5 ⎤
Z =
⎢ ⎣
10
− 3
12
−λ
5
= 0
10
− −λ
3
Jika determinan dijabarkan,
persamaan karakteristik
akan berbentuk:
Sehingga nilai eigen dari
matriks Z, merupakan akar
dari persamaan karakteristik,
yaitu:
λ 1 = 7
λ 2 = 2
λ 2 – 9.λ + 14 = 0
atau
(λ – 7)(λ – 2) = 0
Contoh Nilai eigen pertama λ 1 = 7 ⎡ 12 − 7 − 5 ⎤
Contoh
Nilai eigen pertama λ 1 = 7
⎡ 12
7
5 ⎤ ⎡ X ⎤ ⎡ 0 ⎤
1
(A
−λ
.I)X
=
=
1
1
10
− 3 −
7
X
⎦ ⎢ ⎣
⎣ ⎦
0
2
Sehingga persamaan homogen yang akan diselesaikan:
5.X 1 – 5.X 2 = 0
10.X 1 – 10.X 2 = 0
Dari persamaan ini diperoleh:
1 ⎤
X 1
1
⎢ ⎣ ⎦
1
Contoh Nilai eigen pertama λ 2 = 2 ⎡ 12 − 2 − 5 ⎤
Contoh
Nilai eigen pertama λ 2 = 2
12
2
5 ⎤ ⎡ X ⎤ ⎡ 0 ⎤
1
(A
−λ
.I)X
=
=
1
1
10
− 3 −
X
2 ⎦ ⎢ ⎣
⎣ ⎦
0
2
Sehingga persamaan homogen yang akan diselesaikan:
10.X 1 – 5.X 2 = 0
10.X 1 – 5.X 2 = 0
Dari persamaan ini diperoleh:
1 ⎤
X 2
2
⎣ ⎦
2
Matriks modal dari matriks Z, adalah: Matriks dari vektor eigen ternormalkan, adalah: ⎡ 1 1
Matriks modal dari
matriks Z, adalah:
Matriks dari vektor eigen
ternormalkan, adalah:
1
1 ⎤
⎡ 1
1
M
=
1
2
2
5
N =
1
2
2
5 ⎦
Matriks spektral dari
matriks Z, adalah:
S
=
⎡ 0 ⎤
7
⎣ 2
0