Anda di halaman 1dari 3

1.

Variation : Variasi
2. Workflow : Alur kerja
3. AQL (Acceptable Quality Level) : Standar kualitas terendah diperbolehkan ketika barang sampel
secara terus-menerus diproduksi atau maksimal persen kecacatan yg masih diterima sebagai
suatu rata-rata proses.
4. Sampling : Pengambilan satu atau beberapa unit dari suatu barang yg akan diuji.
5. Ghosting : Cetakan berbayang, ditandai adanya bag. Warna tinta cetak yg lebih muda atau
terang pada bag. Warna tinta cetak yg solid. Bayangan warna muda tersebut umumnya
mengikuti pola dari bag. Lay out gambar lainnya yg umumnya berarea lebih kecil.
6. SPC (Statistical Process Control) : Bag. Visual untuk memberi gambaran proses yg sedang
berjalan untuk mengetahui apakah proses berada di dalam batas-batas yg telah ditetapkan
sebelumnya atau tidak.
7. Jagged : Istilah yang digunakan untuk menyebut image atau teks yangmemiliki resolusi
rendah sehingga terlihat bergerigi pada tampilan monitor maupun tampilan cetaknya.
8. Metamerism : Suatu efek dimana dua buah benda Nampak sama bila disinari oleh cahaya
tertentu namun terlihat beda bila disinari cahaya lainnya.
9. Ambient : Cahaya latar/alam. Cahaya ini diterima dengan intensitas yang sama oleh setiap
permukaan pada benda. Cahaya latar tersebut dimodelkan mengikuti apa yang terjadi di alam,
diaman dalam keadaan tanpa sumber cahaya sekalipun, benda masih dapat dilihat.
10. Reflection : Pemantulan-
11. Roughness : Kekasaran-
12. Brightness : Tingkatan terang-
13. Consistency : Konsistensi-
14. CRI (Color Rendering Index) : Kemampuan suatu sumber cahaya untuk membuat warna dan
pelbagai pemeringkatan warna (gradation) dari sebuah benda yang terlihat oleh mata manusia.
Indeks sesuaian warna berkisar dari 0 hingga 100 dan semakin tinggi nilainya menunjukkan
kemampuan sesuaian yang lebih baik.
15. Density : Density tinta,menunjukan ketebalan tinta cetak. Density warna, menunjukan seberapa
penyerapan pada cahaya yang dipantulkan pada warna tersebut. Density kertas, menunjukan
kerapatan serat kertas.
16. Development : Perkembangan
17. Lithography : Sebuah metode untuk mencetak menggunakan batu (batu kapur litograf) atau
pelat logam dengan permukaan yang benar-benar halus.(cetak offset)
18. Durability : Daya tahan-
19. Flow Chart : Diagram aliran-tools yang menggambarkan suatu proses barang atau jasa secara
detail
20. Gloss : Permukaan yg mengkilat
21. Graininess : Butiran
22. Greyness : Tingkat keabuan
23. Saturated : Intensitas suatu warna/kejenuhan warna.
24. Hue : Warna itu sendiri, seperti merah, hijau, biru, cyan, magenta, kuning dan lain-lain.
25. Humidity : Kelembapan
26. Implementation : Pelaksanaan
27. Ink Film Thickness : Ketebalan tinta
28. Accuracy : Tingkat ketelitian/akurasi
29. Observation : Pengamatan
30. Opacity : Tidak tembus cahaya
31. Performance : Penampilan-Fungsi utama suatu produk
32. Repeatability : Pengulangan-
33. Reliability : Keandalan-probabilitas produk yang gagal menjalankan fungsinya.
34. Sharpness : Ketajaman
35. Smoothness : Kelembutan-
36. Transparency : Transparan
37. Trapping : Penumpukan
38. TVI : Tone Value Increment-Perubahan nilai titik raster
39. TVI curve : Kurva TVI


Mengapa CMYK bukan CMY
Teori Penyerapan Warna (Substractive Color Model) mengatakan bahwa Cyan akan meyerap
gelombang cahaya Red-Merah, Magenta akan menyerap gelombang cahaya Green-Hijau
dan Yellow akan menyerap gelombang cahaya Blue - Biru adalah utopia semata.
Dalam penerapannya mustahil didapatkan tinta-tinta tersebut
diatas yang murni dapat menyerap seluruh gelombang cahaya yang seharusnya diserap. Oleh
karena itu suka atau tidak suka ada saja sebagian gelombang cahaya yang tidak diinginkan
(Unwanted Color) yang masih dipantulkan sehingga membuat kesalahan warna atau sering
disebut hue error.
Meskipun ketiga tinta primer tersebut (CMY) masing-masing memantulkan gelombang cahaya
warna yang tidak diinginkan, tapi porsinya berbeda, tinta Cyan memantulkan cahaya Merah
yang lebih besar dibandingkan dengan cahaya Green - Hijau yang dipantulkan oleh tinta
Magenta demikian juga cahaya Biru oleh tinta Yellow.
Setelah kita menyadari bahwa penumpukan ketiga warna CMY masih memantulkan sedikit
cahaya.
Oleh karena itu dalam proses pencetakan ditambahkan warna Black - Hitam sebagai warna ke-
4, agar reproduksi warna dapat menghasilkan kepekatan warna hitam yang diinginkan.
(Lihat komentar: Mungkin karena fungsi inilah warna ke-4 tersebut sering kali disebut Key,
karena tinta blacK merupakan kunci agar cetakan dapat menghasilkan warna pekat sekali)

lihat juga artikel di wikipedia "Benefits of using black ink" di CMYK.

silakan lihat seputar GCR dan Grey Balance