Anda di halaman 1dari 12

PENGERTIAN KESEHATAN MENURUT WHO

Pengertian Kesehatan menurut wikipedia adalah keadaansejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidupproduktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan
Pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun
1948 menyebutkanbahwa pengertian kesehatan adalah sebagai suatu keadaan fisik, mental,
dansosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan


Hanyasegelintir publikasi telah difokuskan secara khusus pada definisi kesehatan dan evolusi
dalam 6 dekadepertama.
Beberapa dari mereka menyoroti kurangnya nilai operasional dan masalahdiciptakan dengan
menggunakan kata "lengkap." Lain menyatakandefinisi, yang belum diubah sejak 1948, "hanya
yang buruk."
Pada 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa
kesehatan adalah "sumber daya bagi kehidupan sehari-hari,bukan tujuan dari
kehidupan.Kesehatan adalah konsep yangpositif menekankan sumber daya sosial dan pribadi,
serta kemampuanfisik." Klasifikasi sistem seperti WHO Keluarga Klasifikasi
Internasional(WHO-FIC), yang terdiri dari Klasifikasi Internasional Berfungsi, cacat, dan
Kesehatan (ICF) dan KlasifikasiInternasional Penyakit (ICD) juga menentukan kesehatan.
Secara keseluruhan kesehatandicapai melalui kombinasi dari fisik, mental, dan kesejahteraan
sosial, yang,bersama-sama sering disebut sebagai "Segitiga Kesehatan"


PengertianKesehatan Menurut Undang-Undang

Dalam Undang-Undang ini yang pengertian kesehatanadalah:
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan
yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan
serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang
kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya
kesehatan.
Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya
kesehatan.
Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna
Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan danpencegahan gangguan kesehatan yang
memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atauperawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang,dengan bertindak secara sendiri-sendiri
ataupun secara kolektif, untuk membuatkeputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal
yang memengaruhi kesehatanpribadinya dan orang lain.
Definisi yangbahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya
yangmenulis bahwa pendidikan kesehatanadalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang
untuk mempermudahadaptasisukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.
Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80persen rakyat Indonesia tidak mampu
mendapatjaminan kesehatan dari lembaga atauperusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan,
seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek.
Golongan masyarakat yang dianggap teranaktirikandalam hal jaminan kesehatan adalah mereka
dari golongan masyarakat kecil danpedagang. Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi
lebih pelik, berhubungdalam manajemen pelayanankesehatan tidak saja terkait beberapa
kelompok manusia, tetapi juga sifat yangkhusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri


Aspek-AspekKesehatan

Pada dasarnya kesehatan itu meliputi empat aspek,antara lain :

A. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidakmerasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya
keluhan dan memang secara objektiftidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal
atau tidak mengalamigangguan.

B. Kesehatanmental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, danspiritual.
Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya,
misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian,
kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang
Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.
Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan
ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
C. Kesehatansosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lainatau
kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan,status sosial,
ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran danmenghargai.

D. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bilaseseorang (dewasa) produktif, dalam arti
mempunyai kegiatan yang menghasilkansesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya
sendiri atau keluarganya secarafinansial.

Bagi mereka yang belum dewasa (siswa ataumahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan
sendirinya batasan ini tidakberlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah
produktifsecara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan merekananti,
misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial,keagamaan, atau pelayanan
kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.


Sumber:

http://indokesehatan.blogspot.com/2010/08/apakakah-kesehatan-itu-definisi.html

http://belajarpsikologi.com/pengertian-kesehatan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2091011-pengertian-kesehatan/
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2199030-pengertian-
kesehatan-menurut-undang-undang/

http://www.firmanthok.web.id/2012/07/arti-kesehatan-menurut-who.html







Kesehatan Masyarakat adalah upaya-upaya untuk mengatasi masalah-masalah sanitasi yang
mengganggu kesehatan. Dengan kata lain kesehatan masyarakat adalah sama dengan sanitasi.
Upaya memperbaiki dan meningkatkan sanitasi lingkungan adalah merupakan kegiatan
kesehatan masyarakat. Kemudian pada akhir abad ke-18 dengan diketemukan bakteri-bakteri
penyebab penyakitt dan beberapa jenis imunisasi, kegiatan kesehatan masyarakat adalah
pencegahan penyakit yang terjadi dalam masyarakat melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan
pencegahan penyakit melalui imunisasi.
Pada awal abat ke-19, kesehatan masyarakat sudah berkembang dengan baik, kesehatan
masyarakat diartikan sebagai aplikasi keterpaduan antara ilmu kedokteran, sanitasi, dan ilmu
sosial dalam mencegah penyakit yang terjadi di masyarakat.
Pada awal abad ke-20, Winslow (1920), kesehatan masyarakat (Public Health) adalah ilmu dan
seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui "Usaha-
usaha Pengorganisasian Masyarakat" untuk :
a. Perbaikan sanitasi lingkungan
b. Pemberantasan penyakit-penyakit menular
c. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
d. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan
pengobatan
e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang
layak dalam memelihara kesehatannya.
Ikatan Dokter Amerika (1948), kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara,
melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian
masyarakat. Mencakup pula usaha-usaha masyarakat dalam pengadaan pelayanan kesehatan
pencegahan dan pemberantasan penyakit.
Sumber Tulisan :
Soekidjo Notoatmodjo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-Prinsip Dasar, Cetakan
Kedua, Rineka Cipta, Jakarta.


Teori : Posbindu Lansia
Posbindu Lansia
a. Definisi
Posbindu lansia adalah suatu forum komunikasi alih teknologi dan pelayanan bimbingan
kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam
mengembangkan sumberdaya manusia sejak dini (Effendy, 2001).
Posbindu menurut Depkes RI (2002) adalah pusat bimbingan pelayanan kesehatan yang dikelola
dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan
dalam rangka pencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera

b. Tujuan Pokok Posbindu
Tujuan pokok dari pelayanan Posbindu adalah :
1) Memperlambat angka kematian kelompok masyarakat lansia
2) Meningkatkan pelayanan kesehatan kelompok masyarakat lansia
3) Meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat lansia untuk mengembangkan kegiatan
kesehatan dari kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup sehat.
4) Pendekatan dan pemerataan pelayan kesehatan pada kelompok masyarakat lansia dalam usa
meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan pada penduduk berdasarkan letak geografis.
5) Meningkatkan pembinaan dan bimbingan peran serta kelompok masyarakat lansia dalam
rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat (Effendy, 1998).
Ketaatan lansia untuk menggunakan sarana kesehatan atau mengikuti program kesehatan
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : pengetahuan, sikap, persepsi, perilaku dalam bentuk
praktik yang sudah nyata berupa perbuatan terhadap situasi atau rangsangan dari luar
(kepercayaan) dan keterjangkauan sarana pelayanan kesehatan. Secara umum perilaku kesehatan
seseorang mencakup perilaku terhadap sakit dan penyakit, perilaku terhadap sistem pelayanan
kesehatan, maupun perilaku terhadap program kesehatan. Faktor lain yang mempengruhi
perilaku ketaatan seseorang pada kesehatan adalah sebagai berikut : kebutuhan, jumlah dan
struktur keluarga, faktor sosial budaya, etnik, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, harga/biaya
pelayanan, jarak, persepsi terhadap sarana kesehatan, dan kekuatan pengambilan keputusan
(Notoatmodjo, 2003).
Diposting oleh : Y. P. Rahayu yang diambil dari berbagai sumber





Artikel Posbindu

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Pemberdayaanmasyarakat adalah sebagai subjek sekaligus objek dari sistem kesehatan.
dalamdimensi kesehatan, pemberdayaan merupakan proses yang dilakukan oleh
masyarakat(dengan atau tampa campur tangan pihak luar) untuk memperbaiki
kondisilingkungan, sanitasi dan aspek lainnya yang secara langsung maupun tidaklangsung
berpengaruh dalam kesehatan masyarakat.
Programpemberdayaan yang akan mempengaruhi kualitas hidup adalah
pemberdayaanmasyarakat miskin. Faktor ini akan mampu memutuskan ketinggalan rakyat
baikdari segi pendidikan, ekonomi maupun kesehatan. Fektor lain yang akan
menjaminpenguatan daya tawar dan akses guna mendukung masyarakat untuk memperolah
danmemamfaatkan input sumber daya yang dapat meningkatkan kegiatan ekonomi
adalahmelakukan penguatan lembaga dan organisasi masyarakat.
Pembangunanmerupakan proses perubahan menuju peningkatan taraf hidup dan
kesejahteaanmasyarakat. Seberapa jauh proses pembangunan tersebut telah mampu
menghasilkanperubahan-perubahan yang membawa dampak pada peningkatan taraf hidup
dankesejahtraan masyarakat, diukur dengan indikator-indikator yang umum bersifatekonomi.
Rendahnyatingkat perubahan kondisi kehidupan masyarakat melalui kebijakan
pemerataanmelahirkan paradigma pembangunan yang berpusat pada manusia.
Implementasinyatercerminpada pogram-pogram yang secara lansung ditujukan kepada
masyarakatlapisan bawah seperti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat (pangan,
sandang,papan, kesehatan, pandidikan) maupun pogram penanggulangan kemiskinan.
Kebijaknparadigma pembangunan yang berpusat pada manusia implementasinya cukupberhasil,
namun secara proses terlihat lambat akibat masih adanya intervensikekuasaan pemerintahan
dalam menetapkan prioritas pogram yang diperuntukkan bagikepentinagn masyarakat dan
menguatnya dominasi kekuasaan pemerintah dalampengololaan paradigma pemberdayaan
masyarakat.
B. Rumusan Masalah
Bagaimanakah konsep Pos PembinaanTerpadu (POSBINDU)?
C. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalahagar mendapatkan informasi dan pemahaman mengenai
konsep PosPembinaan Terpadu (POSBINDU).
D. Metode
Metodeyang kami gunakan dalam penulisan makalah ini diantaranya melalui medialiteratur
perpustakaan dan elektronik.
E. Sistematika
Secaraumum makalah ini terbagi menjadi tiga bagian diantaranya; BAB I tentangPendahuluan,
BAB II yang berisi Pembahasan dan BAB III tentang kesimpulan dansaran.


BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Posbindu menurut Depkes RI (2002) adalahpusat bimbingan pelayanan kesehatan yang dikelola
dan diselenggarakan untuk danoleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan
dalam rangkapencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Posbindu merupakansalah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM)
yang dibentukoleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan masyarakat itu sendiri,
khususnya penduduk usia lanjut.Posbindu kependekan dari Pos Pembinaan Terpadu, program ini
berbeda dengan Posyandu, karena Posbindu dikhususkan untuk pembinaan para orang tua baik
yang akanmemasuki masa lansia maupun yang sudah memasuki lansia(Depkes, 2007).
Posbindu lansia adalah suatu forum komunikasialih teknologi dan pelayanan bimbingan
kesehatan masyarakat oleh dan untukmasyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam
mengembangkan sumberdayamanusia sejak dini (Effendy, 2001).
B. TUJUAN POSBINDU
Tujuan diadakannyaPosbindu adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan
untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berguna dalamkehidupan keluarga dan masyarakat
sesuaidengan eksistensinya dalam strata kemasyarakatan. Jadi dengan adanya
Posbindudiharapkan adanya kesadaran dari usia lanjut untuk membina kesehatannya
sertameningkatkan peran serta masyarakattermasuk keluarganya dalam mengatasi kesehatan
usia lanjut. Fungsi dan tugaspokok Posbindu yaitu membina lansia supaya tetap bisa beraktivitas,
namun sesuai kondisi usianya agar tetap sehat,produktif dan mandiri selama mungkin serta
melakukan upaya rujukan bagi yangmembutuhkan(Depkes, 2007).
Tujuan pokok dari pelayanan Posbindu adalah :
1. Memperlambat angka kematian kelompokmasyarakat lansia
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan kelompokmasyarakat lansia
3. Meningkatkan kemampuan kelompok masyarakatlansia untuk mengembangkan kegiatan
kesehatan dari kegiatan-kegiatan lain yangmenunjang kemampuan hidup sehat.
4. Pendekatan dan pemerataan pelayan kesehatanpada kelompok masyarakat lansia dalam
usa meningkatkan cakupan pelayanankesehatan pada penduduk berdasarkan letak geografis.
5. Meningkatkan pembinaan dan bimbingan peranserta kelompok masyarakat lansia dalam
rangka alih teknologi untuk swakelolausaha-usaha kesehatan masyarakat (Effendy, 1998).
Ketaatan lansia untuk menggunakan saranakesehatan atau mengikuti program kesehatan
dipengaruhi oleh beberapa faktoryaitu: pengetahuan, sikap, persepsi, perilaku dalam bentuk
praktik yang sudahnyata berupa perbuatan terhadap situasi atau rangsangan dari luar
(kepercayaan)dan keterjangkauan sarana pelayanan kesehatan. Secara umum perilaku
kesehatanseseorang mencakup perilaku terhadap sakit dan penyakit, perilaku terhadapsistem
pelayanan kesehatan, maupun perilaku terhadap program kesehatan.
Faktor lain yang mempengruhi perilakuketaatan seseorang pada kesehatan adalah sebagai
berikut: kebutuhan, jumlah danstruktur keluarga, faktor sosial budaya, etnik, jenis kelamin,
pendidikan,pendapatan, harga/biaya pelayanan, jarak, persepsi terhadap sarana kesehatan,dan
kekuatan pengambilan keputusan (Notoatmodjo, 2003).
Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu )
Posyandu merupakan jenis UKM yang palingmemasyarakatkan dewasa ini. Posyandu yang
meliputi lima program prioritasyaitu: KB, KIA, Imunisasi dan penanggulangan Diare. Terbukti
mempunyai dayaungkit besar terhadap penurunan angka kematian bayi. sebagai salah satu
tempatpelayanan kesehatan masyarakat yang langsung bersentuhan dengan masyarakatlevel
bawah, sebaiknya posyandu digiatkan kembali seperti pada masa orde barukarena terbukti
ampuh mendeteksikan permasalahan gizi dan kesehatan di berbagaidaerah.permasalahan gizi
buruk anak balita, kekurangan gizi, busung lapar danmasalah kesehatan lainnya menyangkut
kesehatan ibu dan anak akan mudahdihindari jika posyandu kembali diprogramkan secara
menyeluruh .
C. PEMBENTUKAN POSBINDU
Pada prinsipnyapembentukan Posbindu didasarkan atas kebutuhan masyarakat usia lanjut
tersebut. Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam pembentukan
posbindu dimasyarakat sesuai dengan kondisi dan situasi masing-masing
daerah,misalnya mengambangkan kelompok-kelompokyang sudah ada seperti kelompok
pengajian, kelompok jemaat gereja, kelompok arisan usia lanjut dan lain-lain. Pembentukan
Posbindudapat pula menggunakan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa
(PKMD).
Pendekatan PKM merupakan suatu pendekatan yang sudah umumdilaksanakan dan merupkan
pendekatanpilihan yang dianjurkan untuk pembentukan Posbindu baru. Langkah-
langkahnyameliputi:
1. Pertemuan tingkatdesa
2. Survey mawas diri
3. MusyawarahMasyarakat Desa
4. Pelatihan kader
5. Pelaksanaan upayakesehatan oleh masyarakat
6. Pembinaan danpelestarian kegiatan
D. KOMPONEN
Posbindu sebagaiwadah yang bernuansa pemberdayaan masyarakat, akan berjalan dengan baik
danoptimal apabila memenuhi beberapa komponen pokok, yaitu: adanya proseskepemimpinan,
terjadinya proses pengorganisasian, adanya anggota dan kader serta tersedianya pendanaan.
1. Kepemimpinan
Posbindu merupakankegiatan dari, oleh dan untuk masyarakat. Untuk pelaksanaanya
memerlukanorang yang mampu mengurus dan memimpin penyelenggaraan kegiatan
tersebut sehingga kegiatan yang dilaksanakanmencapai hasil yang optimal. PemimpinPosbindu
bisanya berasal dari anggota Posbindu itu sendiri.
2. Pengorganisasian
Ciri dari suatuproses pengorganisasian dapat dilihat dari adanya pembagian tugas, penunjukan
kader, jadwal kegiatan yang teratur dan sebagainya. Struktur organisasi Posbindu sedikitnya
terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan beberapaseksi dan kader.
3. Anggota Kelompok
Jumlah anggotakelompok Posbindu berkisar antara 50-100 orang. Perlu diperhatikan juga jarak
antara sasaran dengan lokasi kegiatan dalam penentuan jumlah anggota,sehingga apabila
terpaksa tidaktertutup kemungkinan anggota Posbindu kurang dari 50 orang atau lebih dari100
orang.
4. Kader
Jumlah kader disetiap kelompok tergantung pada jumlah anggota kelompok, volume dan
jeniskegiatannya, yaitu sedikitnya 3 orang.
5. Pendanaan
Pendanaan bisabersumber dari anggota kelompok Posbindu, berupa iuran atau sumbangan
anggotaatau sumber lain seperti donatur atau sumber lain yang tidak mengikat.


E. PELAYANAN KESEHATAN
Pelayaan kesehatandi Posbindu meliputi pemeriksaan kesehatan fisik dan mental emosional.
KartuMenuju Sehat (KMS) Usia Lanjut sebagai alat pencatat dan pemantau untukmengetahui
lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancamanmasalah kesehatan yang dihadapi
danmencatat perkembangannya dalam Buku Pedoman Pemeliharaan Kesehatan (BPPK)
UsiaLanjut atau catatan kondisi kesehatan yanglazim digunakan di Puskesmas. Jenis pelayanan
kesehatan yang dapat diberikankepada usia lanjut dikelompok sebagai berikut:
1. Pemeriksaanaktivitas kegiatan sehari-hari (activityof daily living) melipui kegiatan dasar
dalam kehidupan seperti makan/minum,berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur,
buang air besar/kecil dansebagainya
2. Pemeriksaan statusmental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional
dengan menggunakanpedoman 2 menit
3. Pemeriksaan statusgizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan
dan dicatatpada grafik Indeks Masa Tubuh (IMT)
4. Pengukuran tekanandarah dengan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut
nadi selama 1menit
5. Pemeriksaanhemoglobin menggunakan Talquist atau Sahli
6. Pemeriksaan adanyagula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula
(diabetes mellitus)
7. Pemeriksaan adanyaprotein dalam air seni sebagai deteksiawal adanya penyakit ginjal
8. Pelaksanaanrujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan
9. Penyuluhan bisadilakukan di dalam maupun di luar kelompok dalam rangka kunjungan
rumah dankonseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi
olehindividu dan atau kelompok usia lanjut
10. Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi anggota kelompok usia lanjut yang
tidak datang, dalam rangka kegiatanperawatan kesehatan masyarakat (public health nursing).
11. Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), penyuluhancontoh menu makanan
dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi usia lanjutserta menggunakan bahan makanan
yang berasal dari daerah tersebut
12. Kegiatan olah raga seperti senam lansia, gerak jalansantai dan lain sebagainya untuk
meningkatkan kebugaran
F. SARANA DANPRASARANA
Untuk kelancaranpelaksanaan Posbindu, dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang antara lain:
1. Tempat kegiatan(gedung, ruangan atau tempat terbuka)
2. Meja dan kursi
3. Alat tulis
4. Buku pencatatankegiatan (buku register buntu)
5. Kit usia lanjutyang berisi: Timbangan dewasa, meteran pengukur tinggi badan,
stetoskop,tensimeter, peralatan laboratorium sederhana termometer
6. Kartu Menuju Sehat(KMS) usialanjut
G. MEKANISMEPELAKSANAAN KEGIATAN
Untuk memberikanpelayanan kesehatan yang prima terhadap usia lanjut di kelompok,
mekanismepelaksanaan kegiatan yang sebaiknya digunakan sistem 5 tahapan/5 meja
sebagaiberikut:
1. Tahap pertama:Pendaftaran, dilakukan sebelum pelaksanaan pelayanan
2. Tahap kedua:Pencatatan kegiatan sehari-hari yang dilakukan usila, serta penimbangan
beratbadan dan pengukuran tinggi badan
3. Tahap ketiga:Pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan status
mental
4. Tahap keempat:Pemeriksaan air seni dan kadar darah (laboratorium sederhana)
5. Tahap Kelima:Pemberian penyuluhan dan konseling
H. REKRUTMEN DAN PELATIHANKADER POSBINDU
Kader sebaiknyaberasal dari anggota kelompok Posbindusendiri atau dapat saja diambil dari
anggota masyarakat lainnya yang bersediamenjadi kader. Adapun persyaratan untuk menjadi
kader Posbindu adalah:
1. Dipilih darimasyarakat dengan prosedur yang disesuaikan dengan kondisi setempat;
2. Mau dan mampubekerja secara sukarela;
3. Bisa membaca danmenulis huruf latin;
4. Sabar danmemahamil usia lanjut.
I. MEKANISME PELAKSANAAN
Setelah melakukanMusyawarah Masyarakat Desa dan Musyawarah di tingkat RW, maka
panitiamengumumkan secara terbuka tentang rekrutmen kader Posbindu sesuai
denganpersyaratan di atas. Jika sampai pada waktu yang ditetapkan masih sedikit, makapanitia
bersama pengurus RW melakukan musyawarah kembali untuk menentukan kaderPosbindu
berdasarkan pertimbangan tokoh masyarakat setempat.
Setelah rekrutmenkader Posbindu selesai, maka dilanjutkan dengan penyelenggaraan pelatihan
kader Posbindudengan materi pelatihan meliputi:
1. Pengelolaan danPengorganisasian Posbindu
2. Surveilans hipertensi(survey mawas diri)
3. Prosedur deteksidini hipertensi dan komplikasinya
4. Penatalaksanaanhipertensi dan komplikasinya
5. Pencegahanhipertensi
6. Pertolonganpertama kedaruratan penyakit kardiovaskuler dan serebrovaskuler
J. KEGIATAN POSBINDU
Kegiatan posyandu lebih di kenal dengansistem lima meja yang, meliputi :
1. Meja 1 :Pendaftaran
2. Meja 2 :Penimbangan
3. Meja 3 :Pengisian Kartu Menuju Sehat
4. Meja 4 :Penyuluhan Kesehatan pembarian oralit Vitamin A dan tablet besi
5. Meja 5 :Pelayanan kesehatan yang meliputi imunisasi, pemeriksaan kesehatan
danpengobatan, serta pelayanan keluarga berencana.
Untuk meja 1 sampai 4 dilaksanakan olehpetugas kesehatan. Sejak dicanangkan pada tahun
1984, penumbuhan jumlahposyandu sebagai berikut :

NO
TAHUN
JUMLAH
1.
2.
3.
4.
5.
1990
1991
1992
1993
2003
244.382
251.815
242.255
233.061
245.154

Tabel 2.1: Pertumbuhan Jumlah Posyandu

Bila diperhitungkan bahwa tiap posyandurata-rata mempunyai lima orang kader, maka jumlah
kader aktif posyandu5x245.154 = 1.255.770 orang kader .
Berikut ini sebagai salahsatu contoh pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan posbindu:
1. Surveilanshipertensi
Setelah kaderPosbindu dilatih, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan surveilans. Yang
dimaksud dengan surveilans adalah survey lapanganuntuk mengumpulkan data tentang
prevalensi hipertensi di masyarakat. Surveilansdilakukan oleh kader Posbindu yang telah
diberikan pelatihan surveilans, dandata yang terkumpul diolah dan dianalisis bersama oleh kader,
tokoh masyarakat,dan tenaga kesehatan. Instrumen surveilans berupa angket/kuesioner
yangterlebih dahulu telah disiapkan oleh tim pengabdian masyarakat.
2. Pembuatan petakewaspadaan hipertensi
Data hasil surveilans dijadikan dasar untuk menyusun peta kewaspadaanhipertensi di komunitas.
Peta ini sekaligus sebagai bukti dokumentasi hasilsurveilans yang telah dilakukan dan diberi
kode-kode khusus berdasarkankesepakatan tim tentang kategori masyarakat dalam kaitannya
dengan kewaspadaanhipertensi.
3. Pemeriksaantekanan darah secara rutin
Pemeriksaantekanan darah secara rutin merupakan bagian dari pelayanan Posbindu.
Namundemikian dalam kasus tertentu, pemeriksaan tekanan darah tidak dilakukan secarapasif
(menunggu di Posbindu), tetapi justru dilakukan secara aktif dari rumahke rumah (door to door)
pada kelompokmasyarakat yang memiliki faktor risiko dan kelompok lansia atau dikenal
sebagaipenemuan kasus hipertensi secara aktif (activecase finding). Penemuan kasus secara aktif
ini merupakan upaya penapisan (screening) kasus hipertensi dimasyarakat sebagai salah satu
upaya deteksi dini kasus hipertensi dankomplikasinya.
4. Pelaksanaan senamjantung sehat dan senam lansia secara rutin
Kegiatan senamjantung sehat dan senam lansia juga merupakan bagian dari pelayanan
Posbindu.Dalam konteks ini, pelaksanaan senam ini juga bukan saja diikuti oleh
kelompokmasyarakat berisiko atau kelompok lansia saja, tetapi juga bisa diikuti olehseluruh
elemen masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upayapencegahan penyakit
jantung dan pembuluh darah serta pengendalian salah faktorrisiko hipertensi.
5. Promosi kesehatanyang berkaitan dengan bahaya hipertensi
Promosi kesehatanadalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara
danmeningkatkan kesehatannya. Program ini dirancang untuk membawa perubahan
(perbaikan),baik dalam masyarakat itu sendiri, maupun dalam organisasi dan
lingkungannya.Berdasarkan hal tersebut maka strategi promosi kesehatan yang akan
dikembangkandalam rangka pencegahan hipertensi adalah:
a. Advokasi (advocacy)
Kegiatan iniditujukan untuk para pembuat keputusan dan penentu kebijakan di tingkatkecamatan
dan desa. Diharapkan melalui advokasi ini, semua aparaturpemerintahan di Desa Randobawa Ilir
bisa memberikan dukungan, baik dukunganmoral maupun material, terhadap kegiatan-kegiatan
yang telah direncanakansebelumnya.
b. Dukungan sosial (social support)
Kegiatan inidifokuskan bagi para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di
DesaRandobawa Ilir. Diharapkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama tersebut
dapatmenjembatani komunikasi antara pengelola program kesehatan dan masyarakat.
c. Pemberdayaanmasyarakat (empowerment)
Kegiatan inidiarahkan pada masyarakat langsung sebagai sasaran primer promosi
kesehatan.Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki kemampuan dalam memelihara dan
meningkatkanderajat kesehatannya sendiri (selfreliance in health). Bentuk kegiatannya lebih
ditekankan pada penggerakkanmasyarakat untuk kesehatan, dalam hal ini adalah pengelolaan
Posbindu.
Ruang lingkuppromosi kesehatan sendiri meliputi tatanan keluarga (rumah tangga) dan difasilitas
pelayanan kesehatan. Berdasarkan tingkat pelayanan kesehatan yangdiberikan, promosi
kesehatan yang dilakukan hanya berada pada level promosikesehatan, perlindungan spesifik,
serta diagnosis dini dan pengobatan segera.
Kegiatan promosikesehatan pada setiap level tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Promosi kesehatan:
a) Senam jantungsehat dan senam lansia
b) Kampanyeanti-rokok
c) Penyuluhan gizilansia
d) Pelatihanpemeriksaan tekanan darah bagi keluarga lansia
2) Pencegahan spesifik: Pemberian multivitamin bagi lansia, Diagnosis dini dan pengobatan
segera:
3) Pemeriksaantekanan darah teratur bagi penderita hipertensi
4) Pemeriksaantanda-tanda komplikasi hipertensi (pemeriksaan protein urin,
pemeriksaanneurologis, Danlain-lain)
d. Penyuluhankesehatan tentang pencegahan & penatalaksanaan hipertensi
Penyuluhankesehatan merupakan bagian dari strategi promosi kesehatan yang
tujuannyamemampukan masyarakat untuk dapat menghindari perilaku-perilaku yang
berisikomeningkatkan kejadian hipertensi dan/atau melakukan tindakan yang tepat
untukmengatasi masalah hipertensi pada masyarakat dan keluarga penderita hipertensi.
e. Pelatihanpengukuran tekanan darah bagi keluarga lansia dan keluarga penderita hipertensi
Kegiatan ini jugaditujukan sebagai salah satu upaya memperpendek akses pelayanan
kesehatan,khususnya bagi penderita hipertensi dalam melakukan pemantauan
(monitoring)terhadap kondisi kesehatannya. Pada akhirnya setiap keluarga dari
penderitahipertensi dapat melakukan pemantauan tekanan darah penderita hipertensi
secarateratur, tanpa harus pergi ke Puskesmas yang memakan waktu dan biayatransportasi.
Karena itu, ketersediaan tensimeter atau sphygmomanometer di Posbindu harus cukup sebagai
antisipasi bagikebutuhan terhadap pemantauan tekanan darah secara mandiri oleh
keluargapenderita. Sudah barang tentu, anggota keluarga yang dilatih adalah mereka
yangmemenuhi syarat tertentu sehingga dimungkinkan mampu menguasai dalammempraktikkan
dan menginterpretasikanhasil pengukuran tekanan darahnya.
f. Pengumpulan danasosial Tanggap Hipertensi
Kegiatan inimerupakan manifestasi nyata dari strategi gerakan masyarakat sebagai salah
satustrategi promosi kesehatan. Dalam hal pengumpulan dana sosial maka dibutuhkandukungan
dari para pengambil keputusan di tingkat desa dan kecamatan, sertakesadaran dari masyarakat itu
sendiri. Tentu dalam kondisi yang tidak mengikat,kegiatan ini bersifat fleksibel terutama
ditujukan bagi kelompok masyarakatdengan tingkat kemampuan ekonomi menengah ke atas.
Dana sosial ini ditujukanuntuk membantu pembiayaan warga masyarakat yang mengalami
komplikasi hipertensisehingga membutuhkan pengobatan lebih kompleks atau rujukan ke rumah
sakit.


BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Posbindu merupakansalah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM)
yang dibentukoleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan masyarakat itu sendiri,
khususnya penduduk usia lanjut.Posbindu kependekan dari Pos Pembinaan Terpadu, program ini
berbeda dengan Posyandu, karena Posbindu dikhususkan untuk pembinaan para orang tua baik
yang akanmemasuki masa lansia maupun yang sudah memasuki lansia.
B. SARAN
Pemahaman dan keahlian dalam aplikasi Pos Pembinaan Terpadu(POSBINDU) merupakan salah
satu cabang ilmu keperawatan yang harus dimilikioleh tenaga kesehatan khususnya perawat agar
dapat mengaplikasikannya sertaberinovasi dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Ini
akan mendukung profesionalisme dalam wewenang dan tanggung jawab perawatsebagai bagian
dari tenaga medis yang memberikan pelayanan Asuhan Keperawatansecara komprehensif.