Anda di halaman 1dari 46

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pengembangan kepariwisataan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai
kepribadian dan pengembangan budaya bangsa, dengan memanfaatkan seluruh
potensi keindahan dan kekayaan alam. Pemanfaatan disini bukan bearti merubah
secara total, tetapi lebih berarti mengelola, memanfaatkan dan melestarikan setiap
potensi yang ada, dimana potensi tersebut dirangkaikan menjadi satu daya tarik
wisata. Oleh karena itu pengelolaan dan memanfaatkan potensi pariwisata yang
dimiliki daerah juga dikelola oleh masing-masing daerah. Begitu juga halnya
dengan Kabupaten ambas, dimana Kabupaten ambas memiliki banyak potensi
dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
Kabupaten ambas merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di
Pro!isi Kalimantan Barat, dimana "bukota Kabupatennya terletak di ambas.
Batas administratif Kabupaten ambas yaitu, sebelah utara berbatasan dengan
erawak, #alaysia $imur, sebelah selatan berbatasan dengan Kota ingkawang,
sebelah barat berbatasan dengan %aut &atuna, amudera Pasifik, dan sebelah
timur berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang. #engingat letak kawasan
Kabupaten ambas ini sangat strategis yaitu berbatasan langsung dengan
#alaysia $imur, maka diharapkan nantinya akan ada peluang kerjasama dalam
bidang pariwisata dengan #alaysia $imur.
Kabupaten ambas juga memiliki berbagai potensi dibidang pariwisata
yang tidak kalah bagusnya dengan daerah-daerah lain yang ada di Kalimantan
'
Barat. Khususnya wisata alam, Kabupaten ambas memiliki sebuah danau yang
sudah dikenal sejak dari dulu yaitu (anau ebedang. (imana (anau ebedang
merupakan salah satu daya tarik wisata yang digemari oleh wisatawan lokal
maupun domestik. (anau ini merupakan satu-satunya danau terbesar diwilayah
pesisir Kalimantan Barat. )arak (anau ebedang ini tidak jauh dari pusat kota
Kabupaten ambas.
(anau ebedang ini terletak di (esa empalai ebedang * 1+ km dari
jantung "bukota Kabupaten ambas, sekitar ',' kilometer dari Kota Pontianak
"bukota Pro!insi Kalimantan Barat. -real perairan (anau ebedang yang luasnya
* ./ 0a serta kawasan daratan sekitarnya yang dibatasi oleh lereng perbukitan di
sekitarnya dan jalan raya Pontianak-ambas di sebelah barat. (iperkirakan untuk
khusus luas danaunya sekitar satu kilometer persegi, dikelilingi oleh perbukitan
yang memiliki ketinggian sekitar 1,, meter di atas permukaan laut 2dpl3, dan
pemandangan alamnya yang indah diantara bukit-bukit dan pepohonan yang
rindang dengan latar hutan tropis yang hijau dan lebat, serta memiliki nilai
sejarah yang terkait dengan kebudayaan masa Kesultanan ambas yang perlu
dipelihara dan dilestarikan. (ahulunya danau ini merupakan salah satu tempat
permandian dan peristirahatan yang fa!orit bagi para ultan ambas beserta
keluarganya, disamping itu di sekitar kawasan terdapat #akam Bujang &adi dan
(ara &andung yang menjadi kisah rakyat yang lestari hingga saat ini.
Kawasan (anau ebedang juga merupakan salah satu daya tarik wisata
andalan Kabupaten ambas, karena danau ini letaknya sangat strategis
menjadikan kawasan ini tepat sekali dipilih sebagai salah satu tujuan rekreasi
4
yang menyenangkan bersama keluarga atau kolega. Pengunjung dapat menikmati
keindahan panorama alamnya dengan cara berjalan kaki mengelilingi danau, atau
sambil minum-minum di kantin-kantin5rumah makan yang menghadap ke danau.
elain itu keelokkan danau ini juga dapat dinikmati pengunjung dengan bersantai
di shelter-shelter yang tersedia, atau sambil duduk lesehan di atas tikar yang
disewakan. Bila bosan, pengunjung dapat mengelilingi danau dengan menyewa
perahu 2sumber www.wisatawan melayu.com3.
Kawasan ini juga merupakan pintu gerbang masuk ke Kabupaten ambas
dan ramai dikunjungi para wisatawan pada sore hari, yaitu hari sabtu, minggu dan
hari-hari libur lainnya. ebagian pengunjung yang datang tidak hanya berniat
menikmati kepermaian alamnya, tetapi ada juga yang menyalurkan hobi seperti
memancing, karena danau ini terdapat banyak ikan, mendayung sampan, tempat
para muda mudi berenang, menikmati masakan dan minuman segar yang tersedia
khas masakan khas ambas serta dapat juga merentasi keindahan pepohonan
tropis di sekitar kawasan danau tersebut. $idak hanya itu saja, dimalam hari danau
ini semarak dengan adanya bunyi-bunyian lagu yaitu terdapat tempat-tempat
hiburan atau karaoke. (anau ini juga menjadi sumber air bersih bagi penduduk
beberapa Kecamatan di ambas dan juga menyimpan berbagai kekayaan
ekosistem lainnya.
Keunikan dari daya tarik wisata (anau sebedang ini tidak terlepas dari tiga
budaya yang menyatu, maksudnya bermula dari kata 6Sambas7 yang mempunyai
makna6Sam artinya tiga dan Bas artinya suku7, jadi ambas adalah tiga suku yaitu
suku #elayu, (ayak dan 8ina. Keanekaragaman suku tersebut, merupakan salah
1
satu ciri khas dari kebudayaan Kabupaten ambas. $idak heran jika di kawasan
danau ini terdapat makam keramat Bujang &adi dan (are &andung serta kuburan
etnik cina. (imana makam Bujang &adi dan (are &andung ini memiliki lagenda
yang unik bagi Kerajaan ambas, begitu juga halnya dengan kuburan etnik cina,
dapat menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke kawasan tersebut dengan
melihat langsung tradisi sembahyang kubur.
Pada sore hari, eksotisme kawasan (anau ebedang kian tampak dan kian
terasa. Bagi pengunjung yang mendatangi danau pada malam hari tidak perlu
khawatir akan kesepian. Karena semakin malam, semakin banyak pengunjung
yang datang , suasananya bertambah semarak dan hidup dengan iringan suara
musik yang berasal dari kafe-kafe di kawasan tersebut.
(anau ebedang juga biasanya dijadikan tempat kegiatan pramuka,
berkemah, pergelaran, pameran, pasar tradisional dan setiap tahunnya bertepatan
pada hari perayaan seperti "dul 9itri maupun "dul -dha, tempat ini dijadikan
sebagai tempat hiburan rakyat, yaitu hiburan band-band yang artisnya sengaja
didatangkan dari ibu kota pro!insi maupun artis-artis yang terkenal yang pernah
muncul di tele!isi. 9asilitas-fasilitas untuk kenyamanan wisatawan juga sudah ada
seperti tempat-tempat penginapan sederhana, warung makan, kafe-kafe5tempat
hiburan 2karaoke di malam hari3.
Kawasan (anau ebedang ini dikenal sebagai daya tarik wisata sudah
cukup lama, 0anya saja banyak potensi-potensi yang ada sebagai daya tarik
wisata belum dikembangkan secara maksimal dan profesional. Oleh karena itu
Pemerintah Kabupaten melalui ("PO:-B;(P-: 2 (inas Pemuda Olahraga
/
Kebudayaan dan Pariwisata3 ambas, anggota (P:( ambas melalui Komisi B
berusaha untuk mengembangkan danau sebedang ini ke tahap yang maksimal.
alah satunya dengan membangun atau merelokasi warung maupun rumah makan
milik masyarakat setempat ke tahap yang memungkinkan.
Keberadaan akti!itas dimalam hari yaitu adanya kafe-kafe yang
menyediakan tempat hiburan 2karaoke3 mengundang kontro!ersi opini masyarakat
setempat. Pertumbuhan warung-warung dan kafe-kafe secara tidak terkendali dan
kurang tertata dan tidak memperhatikan kaidah-kaidah keindahan, kelestarian
lingkungan dan keamanan telah menurunkan daya tarik utama danau sebedang.
Bahkan kafe-kafe yang menggelar acara hiburan hingga larut malam cenderung
membawa kawasan ini menjadi ajang PROJUMINA 2Prostitusi, )udi dan
#inuman Keras3 yang meresahkan masyarakat. 0al ini dapat menurunkan citra
positif danau sebedang sehingga mengurangi minat wisatawan untuk berwisata ke
dalam kawasan danau, kecuali bagi wisatawan yang memang membutuhkan
hiburan malam. 0al ini tentu sangat bertentangan dengan semangat dan !isi
pengembangan Kawasan (anau ebedang sebagai tujuan wisata andalan yang
menitikberatkan pada keindahan alam dan pelestarian budaya setempat.
Kurangnya pengawasan serta perhatian yang lebih dari Pemerintah
Kabupaten dalam pengelolaan serta pemanfaatan potensi Kawasan (anau
ebedang ini sebagai daya tarik wisata, sehingga mengakibatkan kawasan danau
ini belum dikelola secara professional, permasalahan yang didapati juga yaitu
kurangnya partisipasi maupun kerjasama masyarakat lokal terhadap pelaksanaan
pariwisata di kawasan danau ini. (ari berbagai permasalahan yang ada mengenai
.
keberadaan danau ini menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten
ambas. Perlunya menyusun suatu rencana maupun strategi pengembangan
kawasan (anau ebedang ini yang nantinya dapat dijadikan pedoman sekaligus
acuan bagi Pemerintah sendiri, pihak in!estor maupun masyarakat lokal dalam
upaya mengembangkan kepariwisataan di Kabupaten ambas, dan juga dijadikan
sebagai langkah awal yang sangat penting untuk penentuan langkah-langkah
lanjutan yang lebih operasional.
(ari penjelasan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti
tentang 6Pengembangan Kawasan (anau ebedang ebagai (aya $arik <isata (i
Kabupaten ambas Pro!insi Kalimantan Barat7.
1.1. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang tersebut, maka secara khusus peneliti ingin
menjawab beberapa permasalahan sebagai berikut.
1. ;paya apa saja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten ambas dalam
mengembangkan kawasan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata di
Kabupaten ambas=
'. 9aktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung Pemerintah
Kabupaten ambas dalam mengembangkan kawasan (anau ebedang sebagai
daya tarik wisata di Kabupaten ambas=
4. Bagaimana strategi pengembangan Kawasan (anau ebedang sebagai
daya tarik wisata di Kabupaten ambas Pro!insi Kalimantan Barat=
+
1.3 Tujuan Penelitian
esuai dengan latar belakang dan permasalahan, maka tujuan penelitian ini
adalah>
1.3.1 Tujuan Umum
;ntuk mendeskripsikan strategi-strategi pengelolaan dan pengembangan
kawasan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata di Kabupaten ambas
Pro!insi Kalimantan Barat.
1.3. Tujuan !husus
1. ;ntuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh Pemerintah
Kabupaten ambas dalam pengembangan kawasan (anau ebedang sebagai
daya tarik wisata di ambas Pro!insi Kalimantan Barat.
'. ;ntuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat dan
mendukung Pemerintah Kabupaten dalam pengembangan danau sebedang
sebagai daya tarik wisata di Kabupaten ambas Pro!insi Kalimantan Barat.
4. ;ntuk merumuskan strategi-strategi yang tepat dalam mengembangkan
kawasan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Pro!insi
Kalimantan Barat.
1." Man#aat Penelitian
#anfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah>
1.".1 Man#aat Aka$emis
1. (iharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi ilmiah ,
pengetahuan dan pengalaman dalam mengkaji dan mengembangkan daya
tarik wisata khususnya di kawasan sebuah danau.
?
'. (apat menambah literatur bahan kajian penelitian dalam pengembangan
sebuah daya tarik wisata kepada peneliti-peneliti selanjutnya.
1.". Man#aat Praktis
1. ebagai gambaran untuk memecahkan masalah-masalah yang
berhubungan dengan pengembangan daya tarik wisata di Kabupaten
ambas.
'. ebagai masukan kepada Pemerintah Kabupaten ambas dalam
mengembangkan daya tarik wisata khususnya Kawasan (anau ebedang.
4. (iharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten dalam merumuskan
strategi kebijakan yang tepat, khususnya dalam mengembangkan Kawasan
(anau ebedang sebagai daya tarik wisata di Kabupaten ambas Pro!insi
Kalimantan Barat.
@
BAB II
!A%IAN PU&TA!A' !(N&EP' LANDA&AN TE(RI
DAN M(DEL PENELITIAN
.1 !ajian Pustaka
Beberapa hasil penelitian terdahulu yang dianggap rele!an dengan
penelitian ini, khususnya tentang strategi pengembangan sebuah kawasan wisata
yaitu khususnya berkaitan dengan penelitian ini yaitu trategi Kebijakan
Pengembangan Kawasan (anau ebedang ebagai (aya $arik <isata (i
Kabupaten ambas Pro!insi KalimantanBarat. ;ntuk lebih jelasnya, akan
dipaparkan penelitian terdahulu sebagai referensi penelitian ini.
#enurut 8ochrane 2dalam utiarso, ',,1>143 yang memiliki objek wisata
alam Bromo-$engger menyatakan bahwa kegiatan pariwisata alam tidak mungkin
secara sendirian dapat mendukung konser!asi pada area yang ditargetkan.
(ukungan pemerintah dalam perangkat peraturan-peraturan dan insentif masih
esensial dilakukan. ;nsur nilai-nilai tradisional yang hidup dimasyarakat,
perencanaan yang terintegrasi, dan dorongan pemegang kebijakan dalam wujud
peraturan-peraturan dan insentif sangat penting dilakukan sehingga
pengembangan dan pengelolaan suatu wilayah dapat menekan bahkan
menghilangkan konflik-konflik kepentingan sosial, ekonomi, lingkungan dan
budaya yang mungkin akan terjadi.
(ari penelitian tersebut dapat diambil benang merahnya bahwa
pengembangan dan pengelolaan suatu kawasan wisata yaitu khususnya Kawasan
(anau ebedang tidak terlepas dari adanya campur tangan Pemerintah
Kabupaten, wasta dan melibatkan masyarakat setempat sebagai pendukung
1,
pelaksanaan dan tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional masyarakat, agar
keunikan dan ciri khas kawasan wisata tersebut berbeda dengan tempat yang lain.
Perlunya perencanaan yang integritas sesuai dengan kebijakan yang telah dibuat
2:$:K<-(3 oleh pelaku kebijakan sebagai landasan untuk untuk mentaati
peraturan-peraturan yang telah ditetapkan di kawasan wisata (anau ebedang.
Peraturan tersebut diharapkan dapat menghindari konflik-konflik sosial dan
kerusakan lingkungan di sekitar Kawasan (anau ebedang.
Penelitian Austina 2',1,3 tentang7 Pengembangan Kawasan (etusoko
ebagai (aya $arik <isata di Kabupaten Bnde Pro!insi &usa $enggara $imur
menyatakan bahwa pariwisaata merupakan salah satu industri yang kurang
mendapat perhatian di wilayah &usa $enggara $imur 2&$$3 pada umumnya dan
Bnde khususnya, sedangkan di satu sisi, industri pariwisata adalah kegiatan
ekonomi yang dapat menjadi faktor penarik bagi sektor ekonomi lainnya. 0al ini
ditujukan oleh rendahnya jumlah kunjungan wisatawan, yang disebabkan oleh
kurangnya promosi dari pihak pemerintah, alokasi dana untuk sektor pariwisata
terbatas, serta kurangnya pemanfaatan potensi pariwisata daerah sebagai daya
tarik wisata.
Permasalahan dalam penelitian Austina tersebut hampir sama dengan
penelitian yang akan diteliti, persamaannya seperti kurangnya promosi dari pihak
Pemerintah, alokasi dana untuk sektor pariwisata terbatas, serta kurangnya
pemanfaatan potensi sebagai daya tarik wisata, sedangkan perbedaannya pada
objek penelitian. Oleh karena itu dengan adanya persamaan salah satu
permasalahan tersebut, dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian ini dan
11
diharapkan dengan adanya penelitian Austina tersebut dapat memberikan
gambaran bagaimana mengatasi permasalah tersebut serta strategi apa yang dapat
dijadikan acuan untuk mengembangkan kawasan (anau ebedang sebagai daya
tarik wisata di Kabupaten ambas Pro!insi Kalimantan Barat.
<ahyudi 2 ',,@ 3 dalam penelitiannya, 7trategi Pengembangan ungai
ampean Baru ebagai (aya $arik <isata -rung )eram (i Kabupaten
Bondowoso7 menyatakan bahwa ungai ampean Baru berpotensi untuk
dikembangkan lebih lanjut sebagai daya tarik wisata arung jeram di Kabupaten
Bondosowo. 0al tersebut ditunjukkan oleh posisi ungai ampean Baru terletak
pada kuadran " yang artinya layak untuk dikembangkan dengan melakukan
di!ersifikasi produk dan melakukan pengelolaan yang professional. trategi
pengembangan yang dilakukan yaitu > Strength Opportunities 2O3, yaitu trategi
Pengembangan Produk. ea!ness Opportunity 2<O3, yaitu trategi Promosi
2Pengembangan Pasar <isata3. ea!ness "hreats 2<$3, yaitu trategi
Pengembangan Pariwisata ungai. Strength "hreats 2$3, adalah trategi
Pengembangan Kelembagaan dan ("K%-$ (# Pariwisata. Pengembangan
produk wisatanya yaitu, program pengembangan promosi, program
pengambangan ungai ampean Baru sebagai objek wisata arung jeram, program
pembentukan lembaga pengelola yang dikelola masyarakat dan pengembangan
sumber daya manusia pariwisata. Penelitian <ahyudi ini mengunakan analisis
<O$. Persamaan penelitian ini terletak pada topiknya yaitu strategi
pengembangan sebagai daya tarik wisata dengan analisis <O$ sedangkan
perbedaannya pada objek penelitian.
1'
-rsana 2',1,3 dalam penelitiannya 7trategi Penembangan Kawasan
#asceti ebagai (aya $arik <isata -lam Berbasis #asyarakat (i (esa #edahan
Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Cianyar7 menyatakan bahwa, Kawasan
#asceti merupakan salah satu kawasan pariwisata yang terletak di pesisir selatan
Kabupaten Cianyar. Pengembangan sumber daya pariwisata alam di kawasan ini
belum optimal sehingga manfaat ekonomi yang didapat dari pengembangan
tersebut juga belum optimal. 0al tersebut desebabkan karena kurangnya sistem
pengelolaan dan lemahnya sumber daya manusia serta kesiapan dan dukungan
masyarakat terhadap pengembangannya belum optimal. elain itu belum adanya
Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang penetapan kawasan strategis
pariwisata, serta kurangnya partisipasi masyarakat sehingga menyebabkan
pembangunan pariwisata belum tertata dengan baik serta mendorong munculnya
kekhawatiran akan terjadinya penyimpangan fungsi pesisir dan eksploitasi sumber
daya alam.
Penelitian -rsana bertujuan untuk mengetahui kondisi Kawasan #asceti
dan kondisi lingkungan internal dan eksternal, serta strategi dan program
pengembangan berdasarkan prinsip pariwisata berbasis masyarakat. #etode yang
digunakan dalam penelitiannya adalah metode deskriptif kualitatif yaitu untuk
mendeskripsikan kondisi Kawasan #asceti sesuai dengan prinsip pariwisata
berbasis kerakyatan dalam pengembangannya. -nalisis <O$ digunakan untuk
menganalisis lingkungan internal dan eksternal dalam merumuskan strategi
alternatif dalam pengembangan kawasan #asceti sebagai objek wisata alam.
Pengambilan sampel dengan metode purposi#e sampling. $eori yang digunakan
14
yaitu teori perencanaan, teori perubahan budaya dan teori adaptasi. 0asil
penelitiannya menunjukkan pengembangan Kawasan pantai #asceti berada pada
posisi baik dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata alam, namun
pengembangannya belum berlandaskan prinsip pariwisataa berbasis masyarakat.
Pelitian -rsana tersebut dapat diambil sebagai acuan dan memiliki
persamaan dalam penelitian ini yaitu analisis data yang digunakan adalah analisis
<O$, serta cara pengambilan sampelnya dengan metode Purposi#e Sampling
dan menggunakan teori perencanaan, pengembangan sumber alam belum optimal,
dll. Perbedaannya adalah pada lokasi penelitian, penelitian ini tidak
mencantumkan prinsip pengembangan yang berbasis kerakyatan, perumusan
strategi alternatif dan tidak menggunakan teori adaptasi dan teori budaya.
Berdasarkan dari penelitian -rsana tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai
acuan untuk mengembangkan Kawasan (anau ebedang sebagai daya tarik
wisata di Kabupaten ambas Pro!insi Kalimantan Barat.
onder 2',,@3 (alam Penelitiannya 7Pengembangan Kawasan Pariwisata
Pantai %asiana #enuju Pariwisata Berkelanjutan (i Kota Kupang7 mengatakan
bahwa kawasan pariwisata pantai %asiana telah dekembangkan oleh Pemereintah
Pro!insi dengan pembangunan sarana dan prasarana wisata sejak tahun 1@?.,
namun kondisinya banyak yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk > 213
#engetahui Kondisi Kawasan Pariwisata Pantai %asiana Berdasarkan Prinsip
Pariwisata BerkelanjutanD 2'3 #engetahui Partisipasi Para Pemangku Kepentingan
2 Sta!ehol$ers% (alam PengembangannyaD 243 #engetahui Kondisi %ingkungan
11
"nternal (an Bksternal Kawasan Pariwisata Pantai %asiana, dan 213 #erumuskan
trategi (an Program Pengembangan #enuju Pariwisata Berkelanjutan.
Beberapa konsep yang digunakan dalam penelitian onder yaitu konsep
strategi, pengembangan pariwisata, kawasan pariwisata, konsep pembangunan
pariwisata berkelanjutan dan pembangunan pariwisata berasis masyarakat.
(engan beberapa teori yang mendukung yaitu teori perencanaan, siklus hidup
destinasi wisata dan teori partisipasi yang menekankan pentingnya partisipasi
seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan kawasan
pariwisata pantai %asiana.
0asil penelitia onder menunjukkan kondisi Pantai %asiana dilihat
berdasarkan prinsip pariwisata berkelajutan dalam pengembangnya belum
optimal. 0al tersebut dapat dilihat pada dimensi ekonomi, wisatawan belum
merasa puas terhadap pengembangan pariwisata dan pengeluaran mereka belum
optimal, sedangkan dari penyedia jasa belum ada distribusi pendapatan yang adil,
belum mampu meningkatan kesempatan kerja masyarakat dan baru mampu
menambah sedikit peluang usaha bagi masyarakat. (imensi ekologi,
menunjukkan produk yang dimanfaatkan wisatawan masih ramah lingkungan,
sedangkan dari penyedia jasa sudah upaya pemerintah dalam pengelola limbah,
konser!asi lingkungan dengan penanaman pohon bakau. (imensi sosial,
menunjukkan kepedulian sosial mereka masih kurang karena interaksi dengan
masyarakat terbatas dan juga komsumsi mereka terhadap produk masih rendah,
sedangkan dari penyedia jasa dalam pengembangan belum melibatkan pemangku
kepentingan secara aktif. (imensi budaya, menunjukkan pembangunan sarana
1/
wisata tidak optimal mencerminkan arsitektur bangunan masyarakat &usa
$enggara $imur.
trategi umum dalam pengembangan kawasan pariwisata Pantai %asiana
adalah strategi tumbuh 2 &rowth Strategy3 khususnya strategi tumbuh dan bina
2grow an$ buil$3 melalui konser!asi !ia integrasi horiEontal. trategi-strategi yang
dapat diterapkan adalah strategi pengembangan produk, pengembangan pasar dan
penetrasi pasar. trategi alternatif pengembangan kawansan pariwisata Pantai
%asiana menuju pariwisata berkelanjutan adalah strategi pengembangan produk
yang berkelanjutan, strategi pengembangan sarana dan prasarana pokok maupun
penunjang pariwisata, strategi pengembangan dan penetrasi pasar, strategi
peningkatan keamanan dan kenyamanan, strategi pembentukan lembaga pengelola
dan pengembangan sumber daya manusia.
(ari beberapa uraian peneliti tersebut, keterkaitan penelitian yang
dilakukan oleh para peneliti sebelumnya dengan penelitian yang akan dilakukan
terdapat kesamaan dan perbedaan, persamaannya yaitu, pada topik penelitian
membahas tentang pengembangan sebagai daya tarik wisata, serta memiliki
permasalahan yang hampir sama. edangkan perbedaannya yaitu pada penyajian
analisis data, lokasi penelitian yang akan diteliti, perbedaan beberapa konsep
maupun teori yang digunakan, perbedaan alur pikir model penelitian, serta
pembahasan hasil penelitian. -nalisis data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu analisis deskiriptif kualitatif dan analisis <O$, beberapa konsep dan teori
juga memiliki persamaan, yaitu teori perencanaan serta penentuan informan
dengan purposi#e sampling.
1.
'.' !)nse*
'.'.1 &trategi
#enurut :angkuti, 2',,/>43 strategi merupakan alat untuk mencapai
tujuan. (alam perkembangannya, konsep mengenai strategi terus berkembang.
0al ini dapat titunjukkan oleh adanya perbedaan konsep mengenai strategi selama
4, tahun terakhir. ;ntuk lebih jelasnya, bisa dilihat dalam perkembangan tersebut
berikut ini>
a. 8handler 21@.'3 strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan
perusahaan dalam kaitannya dengan jangka panjang, program tindak lanjut,
serta prioritas alokasi sumber daya.
b. %earned, 8hristensen, -ndrews, dan Cuth 21@./3, strategi merupakan alat
untuk menciptakan keunggulan bersaing. (engan demikian salah satu fokus
strategi adalah memutuskan apakah bisnis trsebut ada atau tidak ada.
c. -rgyris 21@?/3, #intEbertg 21@+@3, teiner dan #iner 21@++3, strategi
merupakan respon-secara terus memerus maupun adaptif-terhadap peluang
dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat
mempengarushi organisasi.
d. Porter 21@?/3, strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai
keunggulan bersaing.
e. -ndrews 21@?/3, 8haffe 21@?/3, strategi adalah kekuatan moti!asi untuk
sta!ehol$ers, seperti $ebthol$ers' manajer, karyawan, konsumen, komunitas,
pemerintah, dan sebagainya, yang baik secara langsung maupun tidak
langsung menerima keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua
tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.
1+
f. 0amel dan Prahalad 21@@/3, strategi merupakan tindakan yang bersifat
incremental 2senantiasa meningkat3 terus menerus dan dilakukan berdasarkan
sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa
depan. (engan demikian perencanaan strategi hampir selalu dimulai dari 7apa
yang dapat terjadi7, bukan dimulai dari 7apa yang terjadi7. $erjadinya
kecepatan ino!asi pasar baru dan perubahan pola konsumen memerlukan
kompetensi inti 2corecompetencies3. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti
di dalam bisnis yang dilakukan.
#enurut Aoeti 21@@.>1.13 pengertian strategi harus dibedakan dengan
pengertian taktik. trategi diperlukan agar suatu perencanaan dapat dilaksanakan
secara praktis dan spesifik mungkin, maka didalamnya harus mencakup
pertimbangan dan penyesuaian terhadap reaksi-reaksi orang dan pihak yang
dipengaruhi, dalam hal demikian diperlukan suatu strategi yang dapat membantu
perencanaan yang telah dibuat.
Konsep strategi dimaksudkan adalah bagaimana membuat langkah awal
suatu perencanaan atau taktik-taktik apa saja yang akan dilakukan dalam
merencanakan, merumuskan kebijakan dalam pengelolaan maupun
pengembangan kawasan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata di Kabupaten
ambas Pro!insi kalimantan Barat.
.. !e+ijakan Pemerintah
Kebijakan ( policy % merupakan arah atau tuntunan dalam pelaksanaan
suatu kegiatan oleh suatu pemerintah yang diekspresikan dalam sebuah
pernyataan umum mengenai tujuan yang ingin dicapai, yang menuntun tindakan
1?
dari para pelaksana, baik di pemerintahan maupun di luar pemerintahan, dalam
mewujudkan harapan yang telah ditetapkan tersebut. "stilah kebijakan 2policy3 dan
perencanaan 2planning3 berkaitan erat. Perencanaan menyangkut strategi sebagai
implementasi dari kebijakan. Perencanaan merupakan prediksi dan oleh
karenanya memerlukan beberapa pemikiran persepsi akan masa depan. <alau
prediksi dapat diturunkan dari obser!asi dan penelitian, namun demikian juga
sangat tergantung pada tata nilai. Perencanaan seharusnya mengandung informasi
yang cukup untuk pengambilan keputusan. Perencanaan merupakan bagian dari
keseluruhan proses perencanaan-pengambilan keputusan pelaksanaan. 2 Pitana F
(iarta, ',,@> 1,.3.
Pengertian kebijakan terdapat penekanan pada koordinasi dari berbagai
organisasi dan instansi yang terlibat dlam penyediaan pelayanan, perencanaan,
pengembangan, dan manajemen pariwisata. #enurut Pitana dan (iarta
2',,@>11,3, proses implementasi kebijakan pariwisata memerlukan beberapa
tahapan, yaitu sebagai berikut>
1. #enge!aluasi potensi pasar
0al ini merupakan proses cepat untuk mengidentifikasi pasar potensial dan
memuaskan penanam modal bahwa terdapat pasar potensial yang
menyebabkan proses selanjutnya layak dilakukan.
'. #emilih lokasi yang cocok
Pemilihan lokasi yang cocok harus dilakukan dengan hati-hati dan dikaitkan
dengan ketersediaan infrastuktur seperti ketersedian jalan, listrik, air atraksi
1@
wisata yang tersedia, dan pesaing. Keberadaan proyek harus dapat
memanfaatkan keunggulan destinasi lokal untuk menarik calon konsumen.
4. #engidentifikasi pemain kunci 2sta!ehol$ers3
Pengusaha harus melakukan kontak dengan petugas lokal yang terkait untuk
memastikan tidak ada masalah yang menyangkut apa yang boleh dan apa yang
tidak boleh terkait dengan rencana pembangunan fasilitas pariwisata.
(isamping itu juga perlu dijalin komunisi dengan masyarakat lokal, biro
hukum , arsitek, termasuk competitor.
1. #elakukan studi fisibilitas pasar dan keuangan
tudi yang dilakukan untuk menguji #iability proyek yang akan dilakukan.
0al ini menyangkut riset permintaan dan penawaran serta riset financial. 0al
ini merupakan proses yang panjang, melibatkan tren$ atau kecendrungan
secara ekonomi nasional, keragaman pariwisata nasional secara keseluruhan,
serta proyeksi masyarakat lokal akan keberadaan proyek. tudi ini akan
mengidentifikasi tipe proyek pariwisata tersebut, seberapa banyak, dari mana
mereka datang, kapan akan datang, dan seterusnya.
Pelaku pariwisata yang tak kalah penting juga adalah pemerintah.
Permerintah mempunyai peranan penting dan mempunyai otoritas atau
kewenangan dalam mengatur, menyediakan dan peruntukan infrastruktur yang
terkait dengan keutuhan pariwisata. elain itu pemerintah juga bertanggung jawab
dalam menentukan arah yang dituju dalam perjalanan pariwisata. Kebijakan
makro yang ditempuh permerintah merupakan panduan bagi stakeholder yang lain
di dalam memainkan peran masing-masing 2)anianton F <eber > '13.
',
Beberapa peran mutlak menjadi tanggungjawab permerintah adalah
sebagai berikut>
1. Penegasan dan konsistensi tentang tata-guna lahan pengembangan
kawasan wisata, termasuk kepastian hak kepemilikan system penyewaan, dan
sebagainya.
'. Perlindungan lingkungan alam dan cagar budaya untuk mempertahankan
daya tarik objek wisata, termasuk aturan pemanfaatan sumberdaya lingkungan
tersebut.
Kebijakan pemerintah terkait dengan pembangunan pariwisata, adalah
salah satu faktor yang memiliki peran yang sangat penting. #enurut Pendit
2',,.>113 ada landasan prinsip-prinsip dasar pelaksanaan pariwisata yang disebut
dasa sila yang terdiri dari atas > kebijakan pemerintah, perasaan ingin tahu, sifat
ramah tamah, jarak dan waktu, atraksi, akomodasi, pengangkutan, harga-harga,
publisitas dan promosi, dan kesempatan belanja. Politik pemerintah dalam kaitan
dengan dasa sila tersebut dapat diartikan sebagai kebijakan pemerintah yang
merupakan arahan tentang garis-garis besar pelaksanaan pembangunan pariwisata
yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah bersama-sama dengan segenap
komponen masyarakat.
..3 Pengem+angan !a,asan Pari,isata
Pengembangan kawasan pariwisata merupakan bagian kegiatan ekonomi
yang multi dimensional tidak hanya mempunyai tujuan akhir berupa output
ekonomi atau nilai finansial yang diperoleh tetapi juga menyangkut persoalan
sosial, agama, budaya dan keamanan yang bahkan menjadi ruh pariwisata untuk
'1
dieksploitasi menjadi daya tarik wiasata yang mempunyai daya jual tinggi. (i sisi
lain pengembangan pariwisata berada pada area tatanan wilayah administrasi
Pemerintahan (aerah yang memiliki otoritas dan otonomi daerah yang
mempunyai implikasi luas terhadap pengembangan pariwisata. Pengembangan
potensi wisata akan terjadi saling ketergantungan antara daerah yang satu dengan
daerah yang lain. Pariwisata yang diharapkan menjadi sub sektor andalan dalam
menyelesaikan krisis ekonomi, harus diarahkan kepada kesiapan menghadapi era
liberalisasi. Keunggulan pariwisata adalah karena pariwisata sudah menjadi
bagian dari peradaban manusia 2growth within ci#ili)ation3. eperti halnya
pembangunan pada umumnya, keberhasilan pembangunan pariwisata bergantung
pada keterpaduan sektor-sektor terkait 2lin!e$ sectors3 dan wilayah-wilayah
pengembangan terkait 2lin!e$ regions3 serta keterlibatan pihak-pihak tertentu
2sta!ehol$ers3 secara sinergis. ehingga kinerja kepariwisataan juga merupakan
potret dari kinerja antar-sektor, antar wilayah dan antar-stakeholder secara
simultan. 2 www.jayinsanpariwisata.blogspot.com 3.
Perencanaan Pengembangan kawasan pariwisata tidak terlepas dari adanya
sebuah kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah maupun swasta yang berkerjasama
untuk membangun dan mengelola tempat wisata sebagai daya tarik wisata yang
bertujuan untuk menarik perhatian wisatawan maupun menambah kunjungan
wisatawan ke tempat wisata tersebut. :encana disusun dengan maksud untuk
mengatasi persoalan yanga ada dan menghindari persoalan yang diperkirakan
akan muncul di kemudian hari sebagai konsekwensi dari pelaksanaan rencana. (i
dalamnya mengandung berbagai langkah kebijakan dalam upaya mengatasi
''
persoalan masa kini dan upaya mencegah munculnya persoalan yang tidak
dikehendaki di kemudian hari. :encana pengembangan kepariwisataan adalah
upaya untuk meningkatkan peran pariwisata dengan maksud dan tujuan yang
harus tetap berada dalam bingkai :$:< sedemikian rupa sehingga hasil akhirnya
adalah mensejahterakan masyarakat keseluruhan, terutama masyarakat daerah dan
obyek pembangunan harus berimbas positif bagi kehidupan dan penghidupan
masyarakat secara keseluruhan2 <arpani F "ndira, ',,+>1.1 3.
$ujuan pengembangan pariwisata tidak lain adalah upaya mendukung baik
tujuan pembangunan daerah yang lebih luas maupun tujuan pembangunan
nasional, sehingga harus dapat 6dibaca7 sebagai kebijakan yang saling
menunjang. Kebijakan yang tertuang di dalam rencana hendaknya mencerminkan
keterlibatan masyarakat dalam setiap aspek khususnya yang menyangkut hajat
hidup masyarakat. Pengembangan pariwisata hendaknya bermuara pada
mensejahterakan masyarakat.
Perencanaan pengembangan pariwisata harus diintegrasikan dengan
perencanaan dan pegembangan secara keseluruhan, supaya perencanaan
pengembangan pariwisata benar-benar epektif, sehingga keseimbangan
pengembangan atau pembangunan dapat dicapai dan dipertahankan. Perencanaan
pariwisata bearti pengorganisasian searta menyeluruh pengembangan atau
pembangunan fasilitas-fasilitas pariwisata, sehingga fasilitas-fasilitas itu secara
epektif dapat memenuhi tugas-tugas sebagaimana mestinya. (engan demikian
perencanaan pariwisata merupakan bagian dari pengembangan atau pembangunan
seluruhnya dan dapat menggunakan sumber-sumber kekayaan alam, kemampuan
'4
manusia, secara sumber-sumber keuangan dengan sebaik-baiknya 2#uljadi,
',,@>.+-.?3.
(ampak positif secara ekonomi pembangunan pariwisata yang terlihat
dengan perkembangan perolehan de!isa negara tersebut juga menyisakan banyak
dampak negatif terhadap lingkungan alam dan sosial budaya masyarakat. Oleh
karenanya pembangunan pariwisata harus mempunyai sasaran yang jelas untuk
meminimalkan dampak negatif pembangunan pariwisata nasional maupun daerah.
.." Da-a Tarik .isata
(aya tarik wisata yang dimiliki suatu destinasi pariwisata atau daerah
tujuan wisata 2($<3, yakni sesuatu yang dapat dilihat, misalnya pemandangan
alam, peninggalan purbakala, pertunjukan, atau sesuatu yang dapat dilakukan,
misalnya rekreasi, olahraga, meneliti, atau sesuatu yang dapat dibeli, yakni
barang-barang unik atau cendramata, atau sesuatu yang dapat dinikmati,
misalnnya seperti udara sejuk bebas dari pencemaran, pelayanan atau sesuatu
yang dapat dimakan misalnya makanan atau minuman khas daerah5negara.
-rtinya, daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memicu seseorang dan5atau
sekelompok orang mengunjungi suatu tempat karena sesuatu itu memiliki makna
tertentu, misalnya> lingkungan alam, peninggalan atau tempat sejarah, peristiwa
tertentu 2 <arpani F "ndira, ',,+>1/ 3.
#enurut #uljadi 2',,@>/+-/@3, Pengusahaan daya tarik wisata meliputi
kegiatan membangun dan mengelola daya taik wisata beserta sarana yang
diperlukan atau kegiatan mengelola daya tarik wisata yang telah ada. Pengusahaan
daya tarik wisata 2O($<3 terdiri dari>
'1
1. Pengusahaan (aya $arik <isata -lam
Pengusahaan ini merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan tata
lingkungannya yang telah ditetapkan sebagai daya tarik wisata untuk dijadikan
sarana wisata. Kegiatan pengusahaan daya tarik wisata alam meliputi>
a. Pembangunan prasarana dan sarana pelengkap beserta fasilitas pelayanan
lain bagi wisatawan.
b. Pengelolaan daya tarik wisata alam, termasuk prasarana dan sarana yang
ada.
c. Penyediaan sarana dan fasilitas bagi masyarakat disekitarnya untuk
berperanserta dalam kegiatan pengusahaan daya tarik wisata alam.
'. Pengusahaan (aya $arik <isata Budaya
Pengusahaan daya tarik wisata budaya merupakan usaha pemanfaatan seni
budaya bangsa yang telah dilengkapi sebagai daya tarik wisata,untuk dijadikan
sarana wisata. Kegiatan pengusahaan daya tarik wisata budaya meliputi>
a. Pembangunan daya tarik wisata, termasuk penyediaan sarana, prasarana
dan fasilitas pelayanan lain bagi wisatawan.
b. Pengelolaan daya tarik wisata, termasuk sarana dan prasarana yang ada.
c. Penyelenggaraan pertunjukan seni budaya yang dapat member nilai
tambah terhadap daya tarik wisata serta memberikan manfaat bagi
masyarakat di sekitarnya.
4. Pengusahaan (aya $arik <isata #inat Khusus
Pengusahaan daya tarik wisata minat khusus merupakan usaha
pemanfaatan sumber daya alam dan atau seni budaya bangsa untuk dijadikan
'/
sasaran wisata bagi wisatawan yang mempunyai minat khusus. Kegiatan
pengusahaan daya tarik wisata minat khusus meliputi>
a. Pembangunan dan pengelolaan prasarana dan sarana serta fasilitas
pelayanan bagi wisatawan di lokasi objek dan daya tarik wisata
b. Penyediaan informasi mengenai daya tarik wisata secara lengkap,
akurat, dan mutakhir.
#enurut Page, 2dalam penelitian (amayanti ',,@3, daya tarik wisata
dibagi menjadi beberapa kategori yaitu>
1. umber-sumber alam seperti laut dan pantai
'. umber-sumber buatan manusia, berupa bangunan yang berada di atas
daya tarik wisata
4. Kegiatan-kegiatan khusus 2spesial e#ent3 seperti festi!al, atau kegiatan
olah raga misalnya olimpiade, dan sebagainya.
;; &o 1, $ahun ',,@ memaparkan daya tarik wisata adalah segala
sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa
keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi
sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.
../ Danau &e+e$ang
(anau adalah satu bentuk ekosistem yang menempati daerah yang relati!e
kecil pada permukaan bumi disbanding dengan habitat laut dan daratan. Bagi
manusia kepentingannya jauh lebih bearti dibandingkan dengan luas daerahnya.
Keberadaan ekosistem danau memberikan fungsi yang menguntungkan bagi
'.
kehidupan manusia 2 rumah tangga, industri, dan pertanian 3. Beberapa fungsi
danau secara ekosistem adalah sebagai berikut.
1. ebagai sumber plasma nutfah yang berpotensi sebagai penyumbang
bahan genetik.
'. ebagai tempat berlangsungnya siklus hidup jenis flora atau fauna yang
khas.
4. ebagai sumber air yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat
sekitarnya 2rumahtangga, industri dan pertanian3.
1. ebagai tempat penyimpanan kelebihan air yang berasal dari air hujan,
aliran permukaan sungai-sungai atau dari sumber-sumber air bawah tanah.
/. #emelihara iklim mikro, di mana keberadaan ekosistem danau dapat
mempengaruhi kelembapan dan curah hujan setempat.
.. ebagai sarana transportasi untuk memindahkan hasil-hasil pertanian dari
tempat satu ke tempat lainnya.
+. ebagai penghasil energy melalui P%$#0.
?. ebagai sarana rekreasi dan daya tarik wisata. 2 umber
("PO:-B;(P-:3
Kalimantan Barat memiliki dua buah danau yang dijadikan sebagai tempat
wisata yaitu (anau entarum dan (anau ebedang. (anau ebedang merupakan
salah satu daya tarik wisata andalan Kabupaten ambas , (anau ebedang ini
terletak di (esa empalai ebedang Kecamatan ebawi Kabupaten ambas
.(anau ebedang ini juga menjadi tempat sumber air bersih bagi penduduk
beberapa Kecamatan di ambas dan juga menyimpan berbagai kekayaaan
'+
ekosistem, keberadaan danau ini dikenal sejak dulu olehn masyarakat setempat
maupun masyarakat umum. (ulunya danau ini adalah tempat peristirahatan
fa!orit ultan ambas beserta keluarganya.
%uas danau ini mencapai 1 km' dan* ./ 0a keseluruhan kawasan daratan
dikeliling oleh perbukitan yang memiliki ketinggian sekitar 1,, meter di atas
permukaan laut. %etaknya di (esa empalai ebedang, Kecamatan ambas,
Kabupaten ambas, Kalimantan Barat, atau tepatnya sekitar ',' kilometer dari
Kota Pontianak dengan transportasi darat.
(anau ebedang ini merupakan danau terbesar yang ada di pesisir
Kalimantan Barat. Keunikan dari danau ini adalah memiliki pepohonan yang
rimbun serta perbukitan yang mengeliling kawasan danau. (i sekitar (anau
ebedang terdapat kawasan hutan lindung berupa perbukitan di sebelah timur dan
selatannya. Keberadaan kawasan lindung ini sudah ditetapkan dalam K Bupati
&o. 4/1 $ahun 1@@13.
(i sekitar Kawasan (anau ebedang juga terdapat makam keramat yaitu
makam Bujang &adi dan (ara &andung berserta perkuburan etnis 8ina. elain itu
dipinggiran (anau ini terdapat berbagai fasilitas wisata berupa warung atau rumah
makan, kafe-kafe serta beberapa tempat penginapan dan rumah tinggal
masyarakat.2http>55www.kidnesia.com5Kidnesia5"ndonesiaku5Propinsi5Kalimantan-
Barat5$empat-#enarik5(anau-ebedang3
'.4 Lan$asan Te)ri
;ntuk melakukan pengkajian terhadap permasalahan di dalam penelitian
ini maka diperlukan berbagai teori yang rele!an sebagai landasan dalam
'?
penentuan kebijakan pemerintah Kabupaten dalam pengembangan daya tarik
wisata yang sesuai dengan obyek penelitian yaitu Kawasan (anau ebedang di
Kabupaten ambas.
Berikut ini akan dikemukakan teori-teori yang memiliki rele!ansi dengan
penelitian ini.
.3.1 Te)ri Peren0anaan
Perencanaan mengandung prediksi dari suatu kegiatan ganda dan menuju
ke keterpaduan pembangunan. :encana mencakup faktor-faktor sosial, budaya,
ekonomi, politik, fisik dan teknis, dengan memperhatikan keadaan masa lampau,
kini, dan perkiraan keadaan yang akan datang, serta factor-faktor penentu
perkembangan. Pada dasarnya rencana adalah mempengaruhi factor-faktor
perkembangan sedemikian rupa agar perkembangan bergerak menuju kearah yang
dikehendaki. (i dalam perencanaan ini termasuk perencanaan kepariwisataan
perlu dipahami perihal kebutuhan di satu sisi serta pemahaman cara pemenuhan
kebutuhan tersebut di sisi lain 2<arpani F "ndira, ',,+>1/?3.
#enurut #ill 2',,,3 dalam, 2mith F :obinson, ',,.3 bila tidak ada
perencanaan pada suatu tempat wisata dapat berakibat negatif pada tempat
tersebut. -kibat ter sebut dapat berupa> 213 kerusakan atau perubahan permanen
lingkungan fisik, 2'3 kerusakan atau perubahan permanen kawasan-kawasan
historis5budaya dan sumber-sumber alam, 243 terlalu banyak orang dan kemacetan.
213 adanya pencemaran, dan 2/3 masalah-masalah lalu lintas.
ujarto 2 1@?. 3 dalam Paturusi2 ',,?>+3 mendefinisikan perencanaan
sebagai usaha untuk memikirkan masa depan 2cita-cita3 secara rasional dan
'@
sistematik dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada serta memperhatikan
kendala 2constrain3 dan keterbatasan 2limitation% seefisien dan seefektif mungkin.
Oleh karena itu suatu perencanaan menjadi baik, maka seorang perencana setidak-
tidaknya harus memiliki pengetahuan yang cukup di bidangnya, keterampilan
yang memadai serta perilaku dan kepribadian yang baik.
Perencanaan adalah pemikiran tentang keadaan dasar organisasi mengenai
penentuan bagaimana seharusnya organisasi berposisi untuk menghadapi
lingkungannya, dan bagaimana akan memanfaatkan kekuatan-kekuatannya serta
bagaimana pula akan mengahadapi tantangan dan kesempatan yang ditimbulkan
oleh lingkungannya (a!id :. 0ampton, dan Ceorge a teiner berpendapat bahwa
Perencanaan strategi adalah suatu proses identifikasi kesempatan 2opportunities3
dan tantangan 2threats3 disamping diupayakannya berbadgai data untuk dasar
keputusan perusahaan yang lebih baik guna memanfaatkan kesempatan F
mengatasi tantangan yg ada.
2http*++www.oppapers.com+essays+"eori,Perencanaan+-./.0-3
<ea!er dan Opperman, dalam Pitana 2',,/>113, perencanaan,
pengembangan dan pemasaran suatu destinasi wisata memerlukan kerjasama dan
koordinasi berbagai pihak> pejabat pemerintah, perencana fisik, atsitek, analis
finansial, in!estor, pakar ekonomi, sosiolog, arkeolog, dan elemen yang terkait
didalamnya.
:angkuti 2',,/>43 mengatakah bahwa suatu perusahaan dapat
mengembangkan strategi untuk mengatasi ancaman eksternal dan merebut
peluang yang ada. Proses analisis, perumusan dan e!aluasi strategi-strategi itu
4,
disebut perencanaan strategis. $ujuan utama perencanaan strategis adalah agar
perusahaan dapat melihat secara obyektif kondisi-kondisi internal dan eksternal,
sehingga perusahaan dapat mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal.
Perencanaan strategis penting untuk memperoleh keunggulan bersaing dan
memiliki produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dengan dukungan yang
optimal dari sumber daya yang ada
uatu perencanaan bila dilakukan dengan baik tentu akan memberikan
manfaat yang sebesar-besarnya dan dapat mengurangi resiko lebih kecil.
Perencanaan dalam pengembangan pariwisata dimaksudkan agar perkembangan
pariwisata dapat dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan, baik itu ditinjau dari
segi ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan hidup. Begitu juga halnya dengan
pengembangan Kawasan (anau ebedang, Pemerinth Kabupaten harus membuat
perencanaan dan membuat kebijakan maupun strategi yang benar-benar
bermanfaat bagi kegiatan pariwisata demi menunjang membangkitkan ekonomi,
yang tentunya diharapkan dengan adanya perencanaan pengembangan kawasan
(anau ebedang tersebut dapat merubah tingkat sosial masyarakat setempat
tampa merubah budaya dan mengekalkan budaya leluhur mereka.
'.4.' Te)ri &iklus Hi$u* Destinasi
(estinasi berjalan menurut siklus e!olusi yang terdiri dari tahap
pengenalan 2intro$uction3, pertumbuhan 2growth3, pendewsaan 2maturity3,
penurunan 2$ecline3, dan peremajaan 2re1u#enation3. $ujuan dari penggunaan
model siklus hidup destinai 2$estination 2i3ecycle mo$el% adalah sebagai alat
untuk memahami e!oslusi dari produk dan destinasi pariwisata. #odel siklus
41
hidup destinasi ini ditententukan oleh keputusan strategis manajemen dan sangat
tergantung pada faktor eksternal, seperti kompetisi, pengembangan produk
subsitusi atau sejenis, perubahan selera konsumen dan regulasi pemerintah.
2Pitana ',,@>1413. ;ntuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam $abel '.1
$abel '.1 iklus 0idup (estinasi
N( Taha*an &iklus !eterangan
1 45ploration
Kunjungan terbatas dan spora$ic dari orang ingin bertualang.
$erjadi kontak yang intensif dengan penduduk lokal dan
menggunakan fasilitas yang dimiliki penduduk dengan dampak
social dan ekonomi sangat kecil
' In#olment
#eningkatnya pengunjung yang mendorong penduduk lokal
menawarkan fasilitas secara ekslusif kepada pengunjung. Kontak
dengan penduduk lokal tetap tinggi dan beberapa darimereka mulai
menyesuaikan pola sosialnya untuk mengakomodasi perubahan
kondisi ekonomi akibat keberadaan wisatawan. Promosi destinasi
wisata mulai diinisiasi.
4 6e#elopment
"n!estor luar mulai tertarik untuk menanamkan modalnya guna
membangun berbagai fasilitas pariwisata di destinasi tersebut
seiring dengan berkembangnya pemasaran destinasi. -ksesibilitas
mengalami perbaikan, a$#ertising semakin intensif dan fasilitas
lokal mulai diisi dengan fasilitas modern dan terbaru. 0asilnya
adalah semakin menurunnya partisipasi dan control oleh penduduk
lokal. -traksi buatan mulai muncul, khusus diperuntukan
wisatawan. $enaga kerja dan fasilitas import mulai dibutuhkan
untuk mengantisipasi pertumbuhan pariwisata yang begitu cepat.
1 7onsoli$ation
Porsi terbesar dari ekonomi lokal berhubungan dan bersumber dari
pariwisata. %e!el kunjungan tetap meningkat umum dengan rata-
rata kenaikan yang semakin menurun. ;saha pemasaran semakin
diperluas untuk menarik wisatawan yang bertempat tingal semakin
jauh dari sebelumnya. 9asilitas yang sudah tua sekarang menjadi
ketinggalan Eaman dan kurang diminati.
/ Stagnation
Kapasitas maksimal dari faktor penunjang telah tercapai batas
maksimum atau, menyebabkan masalah ekonomi, sosial dan
lingkungan. )umlah puncak kunjungan wisata tercapai. -traksi
buatan menggantikan atraksi alam dan budaya, dan destinasi tidak
lagi menarik.
. Post,stagnation
1. 6ecline
<isatawan tertarik dengan destinasi lain yang baru. 9asilitas
pariwisata digantikan oleh fasilitas non pariwisata. -traksi
wisatawan menjadi semakin kurang menarik dan fasilitas pariwisata
menjadi kurang bermanfaat. Keterlibatan masyarakat lokal
mungkin meningkat seiring dengan penurunan pasar wisatawan.
(aerah destinasi menjadi terdegradasi kualitasnya, kumuh dan
fasilitasnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya sebagai
penunjang akti!itas pariwisata.
'. Re1u#enation
$erjadi perubahan dramatis dalam penggunaan dan
pemanfaatan sumber daya pariwisata. $erjadi penciptaan
seperangkat atraksi wisata artificial baru atau penggunaan
sumber daya alam yang tidak tereksploitasi sebelumnya.
umber> Butler 21@?,, dalam Pitana ',,@ >14'3
4'
Berdasarkan teori tersebut, maka Kawasan (anau ebedang saat ini dapat
dimasukkan pada tahap penemuan 2e5ploration3 dan Pengembangan
2$e#elopment3. 0al tersebut ditandai oleh Kawasan (anau ebedang ini sudah
dikenal sejak lama dan adanya kunjungan dari wisatawan, fasilitas-fasilitas yang
ada sudah tidak kondusif lagi, tata ruang kawasan tidak memadai 2akti!itas wisata
tertumpu pada bagian utara-timur3, oleh sebab itu perlunya pengembangan
kawasan ini menjadi lebih baik yaitu dengan menetapkan strategi kebijakan apa
yang tepat dalam pengembangan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata di
Kabupaten ambas Pro!insi Kalimantan Barat.
'.1 M)$el Penelitian
;ntuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan, diperlukan
kerangka konsep dan atau model penelitian yang dapat dijadikan kerangka kerja
di dalam penelitian ini. -lur pikir dari model penelitian ini berawal dari adanya
potensi-potensi danau sebedang sebagai daya tarik wisata serta ketertarikan
wisatawan untuk berkunjung ke (anau ebedang, oleh karena itu Pemerintah
Kabupaten juga mempunyai keinginan untuk mengembangkan (anau ebedang
sebagai daya tarik wisata di Kabupaten ambas. 0anya saja belum adanya data
tercatat dari berapa banyak jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke kawasan
tersebut. 0al ini sulit untuk mengetahui secara pasti berapa banyak jumlah
wisatawan yang berkunjung. ;ntuk mengetahui persoalan tersebut, Pemerintah
Kabupaten berkeinginan untuk merumuskan beberapa strategi kebijakan dalam
pengembangan Kawasan (anau ebedang.
44
(ari berbagai macam masalah yang di dapat, secara khusus peneliti ingin
menjawab beberapa permasalahan dengan rumusan masalah seperti D 213;paya
apa saja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten ambas dalam mengembangkan
Kawasan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata di Kabupaten ambas
Kalimantan Barat= 2'3 9aktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung
Pemerintah Kabupaten ambas dalam mengembangkan Kawasan (anau
ebedang sebagai daya tarik wisata di sambas= 243 Bagaimana strategi
pengembangan Kawasan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata di Kabupaten
ambas Kalimantan Barat Pro!insi Kalimantan Barat=
(ari ketiga perumusan masalah tadi akan dikaji dan di dasarkan dengan
beberapa konsep, teori serta akan dianalisis dengan metode (eskriptif Kualitatif
dan analisis <O$, setelah itu ditemukan suatu hasil dan kemudian akan
direkomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten ambas sebagai sumbangan
atau masukan pemikiran bagi Pemerintah Kabupaten dalam mengembangkan
Kawasan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata di Kabupaten ambas
Kalimantan Barat. ;ntuk lebih jelasnya, alur penelitian ini akan digambarkan
dalam bentuk bagan penelitian. #odel penelitian dapat dilihat pada Cambar '.1.
Pemerintah Kabupaten Sambas
41
-
-
Pengembangan Kawasan Danau Sebedang Sebagai Daya Tarik Wisata
Potensi Danau Sebedang
Wisatawan
Upaya Yang Dilakukan
Strategi
Pengembangan
Faktor penghambat & Pendukung
Konsep
Strategi
Kebijakan Pemerintah
Pengembangan Kawasan Wisata
Daya Tarik Wisata
Danau Sebedang
Teori
Teori Perenanaan
Teori Siklus !idup Destinasi
4/
1am+ar .1 M)$el Penelitian
!eterangan 2
2 #enunjukkan relasi 5 pengaruh
> #enunjukkan hubungan timbal balik
BAB III
MET(DE PENELITIAN
4.1 Ran0angan Penelitian
esuai dengan tujuan penelitian dan masalah yang akan diteliti maka
metode penelitian yang akan digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif,
dimana data yang terkumpul akan disajikan dalam bentuk kata-kata atau berupa
paparan. (alam penelitian ini, peneliti langsung memasuki objek penelitian
sehingga dapat mengumpulkan data-data yang aktual dan kemudian dianalisa dan
diinterpretasikan sehingga dapat dirumuskan strategi kebijakan yang tepat dalam
pengembangan Kawasan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata di Kabupaten
ambas Kalimantan Barat.
Berdasarkan penjelasan &euman, 1@++ dalam arjana, 2',,. > 4?3 tentang
penelitian lapangan, maka pada penelitian ini penulis berinteraksi dengan
kelompok sosial di Kabupaten ambas, seperti kalangan pemerintah, kelompok
masyarakat, swasta maupun wisatawan untuk mengetahui dan mempelajari
!asil
"ekomendasi
4.
kondisi sosial ekonomi serta masalah-masalah kepariwisataan Kabupaten ambas.
elanjutnya tahap-tahap penelitian ini di antaranya yaitu>
1. #embaca literatur-literatur terkait
'. #encari akses5iEin masuk ke lokasi penelitian
4. #asuk ke lokasi penelitian dan menjalin hubungan sosial dengan anggota
kelompok sosial
1. #engamati, menyimak, dan mengumpulkan data-data penting
/. #ulai menganalisa data, membangun kerangka pemikiran
.. #elakukan wawancara dengan anggota-anggota kelompok yang diteliti
+. #elengkapi analisis dan menulis laporan.
4.' L)kasi Penelitian
Penetapan lokasi penelitian sangat penting dalam rangka
mempertanggungjawabkan data yang diperoleh. Oleh karena itu maka lokasi
penelitian perlu ditetapkan terlebih dahulu. (alam penelitian ini lokasi yang
dipilih adalah (anau ebedang, yaitu terdapat di (esa ebedang empalai,
Kecamatan ebawi, Kabupaten ambas Pro!insi Kalimantan Barat, dimana
jaraknya tidak jauh * 1+ km dari jantung ibukota Kabupaten ambas dan berjarak
sekitar ',' km dari ibu kota pro!insi Pontianak. Batas administratif Kabupaten
ambas yaitu, sebelah utara berbatasan dengan erawak, #alaysia $imur, sebelah
selatan berbatasan dengan Kota ingkawang, sebelah barat berbatasan dengan
%aut &atuna, amudera Pasifik, dan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten
Bengkayang, dapat dilihat pada Cambar 4.1 dan Cambar 4.'
Kabupaten Sambas
4+
Cambar > 4.1 %etak Kabupaten ambas
umber > B-PB(- Kabupaten ambas

Lokasi Penelitian
4?
Cambar 4.' %okasi Penelitian (anau ebedang
umber> B-PB(-
4.4 %enis $an &um+er Data
4.4.1 %enis Data
)enis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan
kuantitatif. (ata kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kalimat atau
uraian. ementara itu. (ata kuantitatif adalah jenis data yang dinyatakan dalam
bentuk angka 2&awawi, ',,+ > 1,43. (imana penelitian ini akan digunakan kedua
jenis data tersebut, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif .
(ata kualitatif yang dimaksud mencakup informasi-informasi maupun
uraian-uraian yang rele!an seperti data mengenai (anau ebedang maupun Kota
ambas serta peranan pemerintah dalam merumuskan kebijakan dalam
pengembangan (anau ebedang maupun data yang lain yang didapat dari
informan langsung maupun sumber lain guna kelengkapan data yang diperlukan,
sedangkan data kuantitatifnya yang berupa angka-angka seperti jumlah penduduk
Kabupaten ambas dan jumlah pengunjung yang datang ke danau ini.
4.4.' &um+er Data
umber data yang digunakan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi
dua, yaitu sumber data primer dan data skunder. (imana sumber dara primer
adalah sumber data yang diperoleh langsung dari informan atau data yang telah
dikumpul dari responden yang ditentukan. umber data skunder yaitu sumber data
yang diperoleh tidak langsung yang telah ada atau data yang diperoleh dari
dokumen arsip resmi dari instansi yang terkait seperti peta geografis dan
demografis lokasi yang akan diteliti maupun dokumen seperti buku-buku koleksi
4@
perpustakaan umum maupun pribadi, jurnal, brosur dan data yang diperoleh dari
pemerindah daerah Kabupaten ambas.
4.1 Instrumen Penelitian
#enurut ugiyono 2',1,>/@3, dalam pengumpulan data, alat atau
instrument penelitian menjadi sangat penting, agar data dapat dikumpulkan sesuai
keperluan. (alam penelitian kualitatif, yang menjadi instrument atau alat
penelitian terpenting adalah peneliti sendiri. Kualitas instrumen penelitian
berkenaan dengan !aliditas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan
data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan
data. ;ntuk mendapatkan data yang !alid dan reliabel dalam penelitian ini
digunakan beberapa instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara untuk
wawancara mendalam dan alat bantu seperti kamera, pedoman wawancara, dan
notes untuk obser!asi.
4./ Teknik Penentuan In#)rman
#etode yang digunakan dalam penentuan informan adalah metode
purposi#e, yaitu cara penentuan yang berdasarkan atas tujuan tertentu dan atas
pertimbangan peneliti. "nformasi yang ditetapkan sesuai dengan penelitiannya dan
memiliki kriteria, yaitu 213 mereka yang mengetahui informasi sehubungan
dengan masalah yang ditelitiD 2'3 mereka yang diterima oleh berbagai kelompok
yang terkait dengan pengembanganD dan 243 mereka yang memiliki pengetahuan
tentang pariwisata 2 #ardalis, ',,?3.
Penentuan informan disini adalah tokoh-tokoh yang mengetahui dan
memahami informasi objek penelitian yang dilakukan, sehingga dapat
1,
menemukan data yang diperlukan mengenai pengembangan (anau ebedang
sebagai daya tarik di Kabupaten ambas. $okoh-tokoh tersebut, yaitu> (inas
Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata 243, ekretaris 8amat 213, Kepala
(esa ebedang 213, ekretaris (esa 213, Ketua POK(-:<" 213, $okoh
#asyarakat 2'3, Pengusaha "ndustri Pariwisata di sekitar Kawasan (anau
ebedang 2Pemilik $empat Penginapan, Pemilik warung, rumah makan,
Kafe5Karaouke3 sebanyak 2+3, -kademisi 243, wisatawan 21,3, untuk khusus
wisatawan dilakukan secara aksidental sampling2 penentuan informan secara
kebetulan3. )umlah keseluruhan dari informan adalah 4, orang. Pemilihan
informen tersebut didasarkan atas pertimbangan tertentu yaitu orang yang
dianggap tahu tentang apa keberadaan (anau ebedang.
4.. Teknik Pengum*ulan Data
(alam setiap penelitian, disamping menggunakan metode yang tepat
diperlukan pula kemampuan memilih dan bahkan juga menyusun teknik
pengumpulan data yang rele!an. Kecermatan dalam memilih dan menyususn
teknik pengumpulan data ini akan sangat mempengaruhi objekti!itas hasil
penelitian 2&awawi, ',,+> 1,,3. $eknik pengumpulan data yang akan digunakan
dalam penelitian ini adalah > obser!asi, wawancara, tudi dokumen.
4...1 (+ser3asi
Obser!asi adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan
langsung dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian yaitu
11
danau sebedang. Obser!asi ini juga dilakukan dengan pengamatan secara
langsung ke (anau ebedag sehingga data yang diperoleh adalah data yang
aktual dan lebih komprehensif mengenai kondisi (anau ebedang. obser!asi ini
diarahkan pada kegiatan wisata di (anau ebedang dengan cara mengamati dan
mengikuti akti!itas tersebut, dibantu dengan 3iel$ note menggunakan instrumen
kamera dan tape recor$er. 9okus pengamatan meliputi> akti!itas wisatawan,
pelaku wisata dan masyarakat lokal.
4...' .a,an0ara
<awancara yaitu cara pengumpulan data dengan bertanya langsung
kepada responden sesuai dengan daftar pertanyaan yang telah dibuat yang
digunakan untuk mendapatkan keterangan-keterangan . <awancara digunakan
untuk menghimpun data sosial, terutama untuk mengetahui tanggapan, pendapat,
keyakinan, perasaan, moti!asi dan kebijakan yang akan dibuat. <awancara
sebagai teknik pengumpulan data dapat digunakan dalam tiga fungsi 2&awawi,
',,+>11?3 yaitu 213 sebagai teknik pengumpul data dapat digunakan data utama
atau data primer, 2'3 sebagai teknik untuk melengkapi data yang tidak dapat
diperoleh dari hasil obser!asi, dan 243 sebagai alat pengukur atau pembanding
2kriterium3 untuk menguji kebenaran, ketelitian dan ketepatan data yang diperoleh
dengan menggunakan teknik lain.
(alam penelitian ini, akan digunakan teknik wawancara tidak terstruktur
2Unstructure$ inter#iew3 atau wawancara bebas. Pedoman wawancara yang akan
digunakan berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
elanjutnya untuk mengetahui bagaimana peranan pemerintah daerah dalam
1'
mengembangakan (anau ebedang sebagai daya tarik wisata ini, peneliti akan
mewancarai pihak-pihak yang mewakili berbagai tingkatan yang ada dalam objek
penelitian. (imana responden yang akan diwawancarai adalah pemerintah daerah
yang terkait, akdademisi, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata (anau ebedang,
dan wisatawan yang berkunjung pada saat proses wawancara dilaksanakan.
4...4 &tu$i D)kumen
$eknik dokumen merupakan teknik memperoleh data dengan menpelajari
dokumen-dokumen yang berhubungan dengan apa yang akan diteliti. (an teknik
ini juga adalah cara mengumpulkan data dari sumber-sumber tertulis, terutama
berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, jurnal-
jurnal, surat kabar, majalah dan lain sebagainya yang berhubungan dengan
penelitian yang ingin diteliti yaitu tentang strategi pengembangan kawasan (anau
ebedang yang didapat dari pemerintah daerah sambas sebagai acuan dan
referensi dalam pelaksanaan penelitian ini.
4.+ Analisis Data
esuai dengan tujuan dari penelitian ini, maka data yang terkumpul akan
diolah atau dianalis. -dapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu>
a. -nalisis (eskriptif Kualitatif
-nalisis data deskriptif kualitatif ini sifatnya tidak terlalu mengutamakan
makna, sebaliknya, penekanannya pada deksriptif menyebabkan format deskiptif
kualitatif lebih banyak menganalisis permukaan data, hanya memperhatikan
proses-proses kejadian suatu fenomena, bukan kedalaman data atau makna data.
14
<alaupun demikian, deskriptif-kualitatif mengadopsi cara berpikir induktif untuk
mengimbangi cara berpikir deduktif. ;ntuk lebih jelasnya alur dari analisis data
deskriptif kualitatif dapat dilihat dalam Cambar 4.4 model strategi analisis data
deskriptif kualitatif 2Bungin, ',,@>11.3.
Cambar 4.4 #odel trategi -nalisis (ata (eskriptif- Kualitatif
umber > (iadaptasi (ari Bungin, 2',,@3
b. -nalisis <O$.
-nalisis <O$ adalah kombinasi potensi internal 2kekuatan dan
kelemahan3 dan potensi eksternal 2peluang dan ancaman3 yang umum dan populer
digunakan merumuskan suatu rencana atau strategi atau program 2 :angkuti,
Klasifikasi Data
Kesimpulan
Kategorisasi
Kesimpulan
Cirri-ciri umum
Dalil
Hukum
Teori
DATA
DATA
DATA
Induktif Analitis
DATA
11
',,/>1@3. -nalisis <O$ membandingkan antara faktor-faktor internal yang
berupa kekuatan dan kelemahan dengan faktor-faktor eksternal, yang berupa
peluang dan ancaman. Kombinasi kedua faktor tersebut dapat dilihat pada #atrik
<O$ $abel 4.1.
-nalisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis ke tiga
permasalahan dalam penelitian ini. edangkan analisis <O$ digunakan untuk
menganalisis rumusan masalah yang ketiga yaitu strategi pengembangan kawasan
(anau ebedang sebagai daya tarik wisata di Kabupaten ambas Kalimantan
Barat.
$abel 4.1
#atrik -nalisis <O$
Matrik Analisis &.(T
Strength 4&5
$entukan faktor kekuatan
"nternal
Weakness 4.5
$entukan faktor kelemahan
"nternal
Opportunity 4(5
$entukan faktor peluang
Bksternal
&trategi &(
8iptakan strategi yang
menggunakan kekuatan
untuk memanfaatkan
peluang
&trategi .(
8iptakan strategi yang
meminimalkan kelemahan
untuk memanfaatkan peluang
Threats 4T5
$entukan faktor ancaman
Bksternal
&trategi &T
8iptakan strategi yang
menggunakan kekuatan
untuk mengatasi ancaman
&trategi .T
8iptakan strategi yang
meminimalkan kelemahan dan
menghindari ancaman
umber > (iadaptasi dari :angkuti 2',,/3
4.? Pen-ajian Hasil Penelitian
Penyajian hasil analisis data dilakukan secara formal yaitu berupa tabel
dan informal disajikan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat !erbal 2dalam
bentuk naratif3 sebagai sarananya dengan memakai ragam bahasa ilmiah.
1/
1.