Anda di halaman 1dari 3

A.

ASUMSI YANG DIGUNAKAN



Untuk dapat melakukan analisis financial terhadap industry Tepung Mocav
skala kecil , maka digunakan beberapa asumsi dasar. Asumsi-asumsi ini
disesuaikan dengan kondisi saat kajian dilakukan dan mengacu pada hasil-
hasil perhitungan yang telah dilakukan pad aspek- aspek yang lain ,
standar perlakuan pabrik dan peraturan yang berlaku. Asumsi-asumsi
tersebut meliputi:
1. Analisis financial silakukan selama 6 tahun dengan perincian sebagai
berikut:
a. Satu tahun pertama merupakan msa persiapan lahan dan konstruksi
b. lima tahun berikutnya adalah periode produksi.
Tahun ke-0 digunakan untuk persiapan, survey dan konstruksi pabrik.
Sedangkan tingkat produksi tahun ke-1 50%, tahun ke-2 sebesar 75%
dan tahun ke-3 dan selanjutnya sampai 100%.
2. Kapasitas produksi sitentukan sebagai berikut:
a. Kebutuhan bahan baku : 3 kg singkong kebun / hari
b. Jam operasi : 8 jam per hari
c. Hari operasi : 16 hari/bulan= 192 hari kerja/ tahun
d. Produksi :
Tepung Mocav 806.400/tahun atau 4200/hari
3. Perhitungan financial dilakukan dalam mata uang rupiah dengan nilai
tukar terhadap $1 = Rp 9.200,- pada bulan Agustus 2001
4. Harga pokok ditetapkan sama selama masa kajian yaitu
a. Harga singkong ditetapkan Rp 560/kg singkong
b. Harga bahan kemasan Rp 1,000 per sak dengan volume bahan
kemasan yaitu 25kg mocaf per sak
c. Harga enzim per kg mocaf Rp 100
d. Harga bahan bakar solar per liter Rp 5.500
e. Biaya utilitas
Telekomunikasi : Rp 2000.000/ bulan
Listrik (2200) :17,6 kwh/ hari x 25 hari / bulan x Rp
260/kwh
= Rp 114400/bln
Air : 2500l/ hari x 1m
3
/1000lx 25 hari/ bulan x
Rp 775/m
3

= Rp 58125/ bln
5. Penjualan produk dilakukan dengan pembayaran pada tahun itu juga.
6. Nilai jual produk sebagai berikut:
Tepung Mocaf @ Rp.4.500
7. Nilai bangunan per m
3
adalah Rp 650.000,-.
8. Besarnya biaya penyusutan dihitung dengan metode garis lurus yang
disesuaikan dengan umur ekonomis masing- masing modal tetap
9. Biaya pemeliharaan dan perbaikan modal tetap dengan kisaran 2-5%
per tahun dari nilai investasi barang.
10. Besarnya biaya pemasaran ditetapkan sebesar 3% dari total biaya
operasional.
11. Tingkat suku bunga bang untuk bunga pinjaman modal tetap adalah
18% sedangkan tingkat bunga pinjaman kerja adalah 19,5 %
12. Struktur dan sumber permodalan berasal dari pinjaman lembaga
keuangan dan modal sendiri dengan perbandingan Debt Equty Ratio
(DER) 60:40
13. Pajak penghasilan (PPh) dihitung berdasarkan SK Mentri Keuangan
RI No. 598/KMK.04/1994. Pasal 21 tentang Pajak Pendapatan Badan
Usaha dan Perseroan.Sehingga besrnya pajak yang harus dibayarkan
adalah sebagai berikut: Apabila perusahaan mengalami kerugian maka
tidak dikenakan pajak, apabila pendapatan , Rp25.000.000,- maka
dikenakan pajak 10 %. Bila pendapatan antara Rp25.000.000,- sampai
Rp 50.000.000,- maka dikenakan pajak 10% dari Rp25.000.000,-
ditambah dengan 15% dari pendapatan yang telah dikurngi dengan Rp
25.000.000,- . Kemudian apabila pendapatan diatas Rp 50.000.000,-
maka ditetapkan pajak 10% dari Rp 25.000.000,- ditambah 155 dari Rp
25.000.000,- dan ditambah lagi dengan 30% dari pendapatan yang telah
dikurangi dengan Rp50.000.000,-