Anda di halaman 1dari 22

Hagia Sophia (Istanbul, Turki)

Hagia Sophia atau dikenal pula dengan sebutan Church of the Holy Wisdom adalah contoh bangunan
bergaya Byzantine paling terkenal. Gereja ini dibangun atas perintah kaisar Yustinian. Begitu hebatnya
kemampuan para arsitek dan pembuat bangunan di Byzantium saat itu, hingga pembuatan gereja
megah ini hanya memakan waktu 5 tahun (532-537), bandingkan dengan proses pembuatan gereja
Gotik yang memakan waktu hingga ratusan tahun. Perancangnya adalah Anthemius dari Tralles dan
Isidorus dari Miletus.
Bagian paling menakjubkan dari gereja ini adalah kubah raksasanya yang setinggi 56 m. Setelah
Konstantinopel ditaklukkan pasukan Muslim, gereja ini diubah menjadi masjid dan ditambahkan
minaret (menara) pada setiap sisinya. Kini, bangunan bersejarah ini berstatus museum. Ini adalah satu-
satunya tempat di dunia ini dimana kita bisa melihat simbol2 agama Kristen dan Islam berdampingan
pada satu tempat.







Hagia Irene (Istanbul, Turki)

Gereja Hagia Irene atau Church of the Holy Peace dibangun sekitar abad ke-4. Terletak di halaman
Istana Topkapi, gereja ini dulunya adalah gereja utama di Istanbul sebelum pembangunan Hagia
Sophia. Pada 1846, gereja ini dialihfungsikan menjadi museum pertama di Turki.

Gereja San Vitale (Ravenna, Italia)

Gereja ini dibangun pada tahun 547 dan adalah satu dari sedikit gereja bergaya Byzantium di daratan
Eropa. Desain gereja ini berbentuk oktagonal (bersegi delapan) dan dihiasi dengan fresco (lukisan
dinding) yang masih terawat hingga kini.




Kucuk Ayasofya

Arti namanya adalah Aya Sofia Kecil. Bangunan ini dulunya gereja Santo Sergius dan Bacchus yang
kemudian dialihfungsikan menjadi masjid.

Gereja Holy Apostles (Athena, Yunani)



Basilika St. Mark (Venesia)


Basilika Sacre Cour (Paris, Prancis)

Gereja St. Theodore (Turki)




Katedral Saint Sophia (Harbin, Cina)

Katedral Saint Sava (Belgrade, Serbia)





Katedral Alexander Nevsky (Sofia, Bulgaria)

Katedral Alexander Nevsky (Estonia)






Katedral Naval (Krondstat, Rusia)

Katedral Christ The Saviour (Moskow, Rusia)

Katedral ini dibangun antara tahun 18391883, namun dihancurkan oleh Stalin pada 1931. Setelah rezim
komunis digulingkan, gereja ini dibangun kembali menyerupai bentuk aslinya dan kini menjadi gereja
terbesar di Rusia.

Katedral Poti (Georgia)

Katedral Ascension (Novocherkassk, Rusia)






Katedral Nativity of the Theotokos (Rusia)

Biara Serafimo-Diveevsky (Rusia)








Katedral St. Basil (Moscow, Rusia)

Pembangunan gereja ini diperintahkan oleh kaisar Ivan the Terrible yang konon juga memerintahkan
agar arsitek dari gereja ini dibutakan begitu pembangunan gereja selesai supaya tidak membangun
bangunan yang sama indahnya dengan gereja ini. Keunikan gereja ini adalah dibuat meninggi walaupun
masih mengikuti rancangan gereja bergaya Byzantium yang oktagonal. Bentuk kubahnya pun berbentuk
umbi bawang (onion dome).








Katedral The Saviour on Blood (St. Petersburg, Rusia)












Katedral St. Peter and Paul (Petergof, Rusia)

Aku tahu apa komentar kalian begitu melihat gereja-gereja di atas, Kok mirip masjid ya?
Memang, setelah penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmed II pada tahun 1452, gaya arsitektur
Byzantine diadopsi oleh kaum Muslim untuk membangun masjid. Bahkan, denah masjid-masjid di dunia
ini kini mengikuti bentuk gereja bergaya Byzantine, yaitu berbentuk segiempat atau polygonal (bersegi
banyak) dengan kubah di bagian tengahnya. Apalagi gaya Byzantine memang tidak mengenal
penggunaan patung hewan ataupun manusia yang dilarang dalam ajaran Islam. Gaya arsitektur
Byzantine yang di-Islamkan ini kemudian disebut gaya Ottoman oleh arsitek Muslim, sebab berkembang
pada masa kekhalifahan Ottoman. Berikut ini beberapa masjid bergaya Ottoman.






Dome of The Rock (Yerusalem, Palestina)

Masjid ini dibangun di atas di tempat yang dipercaya oleh umat Muslim sebagai lokasi terjadinya Isra
Miraj. Nama resminya dalam bahasa Arab adalah Masjid Qubbat as-Sakrah. Arsiteknya adalah Yazid bin
Salam dan Raja bin Hawyah. Struktur bangunan masjid ini berbentuk oktagonal (segienam) dengan
kubah berdiameter 20 m.


Masjid Agung Damascus (Damascus, Syria)

Masjid ini awalnya adalah sebuah gereja bernama Basilika St. Yohanes Pembaptis yang dialihfungsikan
menjadi masjid pada masa kekhalifahan Ummayah pada tahun 634.




Masjid Biru (Istanbul Turki)

Masjid yang memiliki nama resmi Masjid Sultan Ahmed ini dibangun antara tahun 1609 hingga 1616.
Masjid ini sengaja dibangun menyerupai Hagia Sophia oleh arsiteknya, Mimar Sinan, yang juga
membangun berbagai masjid bergaya Ottoman lainnya di Istanbul.


Masjid Salimiye (Edirne, Turki)






Masjid Fatih (Istanbul, Turki)

Masjid Suleymaniye (Istanbul, Turki)





Masjid Ortakoy (Istanbul, Turki)

Masjid Mohammad Ali Pasha (Kairo, Mesir)


Bangunan Publik
Hippodrome, Istanbul, Turki

Terkenal dengan sebutan Hippodrome. Hippodrome berasal dari bahasa Yunani hippos yang berarti
kuda dan dromos yang berarti jalur atau jalan.Hippodrome menjadi satu tempat dimana pacuan kuda
dan pacuan kereta sering diselenggarakan pada zaman kekaisaran Byzantium.
Hippodrome dibangun pada saat kota ini disebut dengan Byzantium, sebuah kota provinsi yang
tergolong penting. Hippodrome merupakan pusat kehidupan sosial kota. Pertaruhan pacuan kereta
biasanya dilakukan empat tim yang masing-masing disponsori oleh partai polotik yang berbeda.




ISTANA
ISTANA TOP KAPI, ISTANBUL, TURKI


ang memprakarsai pembangunan Istana Top Kapi adalah Sultan Mehmet II, tepat diatas tempat yang
dulunya merupakan daerah Acropolis Byzantium. Pembangunan ini dilakukan pada sekitar tahun 1500
AD. Setelah itu Sultan Ottoman melanjutkan pembangunannya yang belum selesai.. Tempat ini
merupakan tempat tinggal Sultan yang berkuasa saat itu, beserta para istri dari Sultan dan juga selir-
selirnya (Harem). Keluarga Kerajaan tinggal di tempat ini sampai tahun 1909. Saat ini istana Top Kapi
telah menjadi museum yang dibuka untuk umum, dimana di tempat ini dipamerkan berbagai macam
barang-barang kekayaan sisa peninggalan kejayaan Kesultanan Turki Ottoman.