Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR I


PERILAKU ORGANISME HEWAN BEKICOT
Disusun oleh :
Kelompo II
W!h"u M!#li"!ni $%%$&&'$(()
En*!h Se+"o#ini $%%$&&'$($(
,i#*! Pu+#i D!#o-!+i $%%$&&'$($%
Annis! ,i+#i Sholih!h $%%$&&'$(&.
Esn" /!nu!#+i! $%%$&&'$(%.
Kel!s: A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
,AKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNI0ERSITAS NEGERI /OG/AKARTA
&($%
BAB I
PENDAHULUAN
A1 L!+!# Bel!!n2
Alam merupakan tempat tinggal bagi setiap makhluk hidup atau lebih tepatnya
sebagai habitat makhluk hidup. Makhluk hidup tidak hanya terdiri dari dari satu macam
saja, namun banyak macam dan jenisnya, baik hewan, manusia dan tumbuh-tumbuhan,
semuanya hidup dan tinggal bersama di alam ini.
Hewan, dan tumbuhan tidak hanya terdiri dari satu macam saja melainkan
banyak tipe hewan dan tumbuhan yang ada di alam ini. Ada berbagai macam jenis
hewan begitu pula dengan tumbuhan. Banyak jenis hewan yang hidup di sekitar kita,
ada jenis hewan yang hidup dengan dipelihara oleh manusia. Akan tetapi ada juga
hewan yang hidup dengan sendirinya tanpa campur tangan dari manusia (liar), salah
satunya hewan bekicot. Hewan ini disebut sebagai hewan liar karena dapat hidup
dimana saja, tanpa perlu perawatan yang khusus dari manusia.
Hewan bekicot (Achatia fulica) merupakan jenis hewan bertubuh lunak dan
bercangkang yang terkenal karena tubuhnya yang lunak segera masuk ke dalam
cangkangnya saat disentuh atau lebih tepatnya diberi rangsangan. erilaku ini hanya
bersi!at sementara karena setelah beberapa saat, tubuhnya akan kembali keluar dari
cangkangnya seperti semula.
Menurut praktikan, masuknya tubuh bekicot yang lunak ke dalam cangkangnya
saat disentuh atau diberi suatu rangsangan sangat menarik untuk diteliti. raktikan ingin
lebih meneliti rangsangan apakah yang paling cepat membuat hewan bekicot masuk ke
dalam cangkang dan keluar kembali. "ehingga hal inilah yang membuat praktikan
memilih hewan bekicot sebagai objek dari penelitian.
B1 Rumus!n M!s!l!h
#umusan masalah pada praktikum ini yaitu $
%. #angsangan manakah yang paling cepat membuat bekicot (Achatia fulica) masuk
kedalam cangkang&
'. #angsangan manakah yang paling cepat membuat bekicot (Achatia fulica) keluar
dari cangkang kembali &
2
C1 Tu-u!n Pe#3o4!!n
(ujuan pada percobaan ini yaitu $
%. Mengetahui rangsangan manakah yang paling cepat membuat bekicot (Achatia
fulica) masuk kedalam cangkang.
'. Mengetahui rangsangan manakah yang paling cepat membuat bekicot (Achatia
fulica) keluar dari cangkang kembali.
D1 M!n5!!+ Pe#3o4!!n
Man!aat percobaan pengamatan ini adalah $
%. )ntuk mengetahui jenis rangsangan yang paling cepat membuat bekicot (Achatia
fulica) masuk kedalam cangkang.
'. )ntuk mengetahui jenis rangsangan yang paling cepat membuat bekicot (Achatia
fulica) keluar dari cangkang kembali.
3
BAB II
LANDASAN TEORI
A1 K!-i!n Teo#i 6D!s!# Teo#i7
"emua organisme mempunyai kepekaan terhadap rangsangan (iritabilitas)
sehingga mereka bereaksi terhadap rangsangan. erilaku organisme yang yang akan
dibahas di sini adalah tentang perilaku tumbuhan terhadap rangsangan * stimulus
(eksternal maupun internal) yang dikenal sebagai tropisme, dan perilaku hewan
terhadap stimulus yang disebut taksis. +ang juga penting dibahas di sini adalah perilaku
hewan di alam yang disebut dengan etologi (Barnes, ',,'$ -.).
erilaku adalah akti/itas suatu organisme akibat adanya suatu stimulus.
"eringkali suatu perilaku hewan terjadi karena pengaruh genetis (perilaku bawaan lahir
atau innate beha/ior), dan karena akibat proses belajar atau pengalaman yang dapat
disebabkan oleh lingkungan. ada perkembangan ekologi perilaku terjadi perdebatan
antara pendapat yang menyatakan bahwa perilaku yang terdapat pada suatu organisme
merupakan pengaruh alami atau karena akibat hasil asuhan atau pemeliharaan, hal ini
merupakan perdebatan yang terus berlangsung (0harma, %1..$ %22).
erilaku terhadap suatu stimulus (rangsangan) tertentu pada suatu spesies,
biarpun perilaku tersebut tidak didasari pengalaman lebih dahulu, dan perilaku ini
bersi!at menurun. Hal ini dapat diuji dengan menetaskan hewan ditempat terpencil,
sehingga apapun yang dilakukan hewan-hewan tersebut berlangsung tanpa mengikuti
contoh dari hewan-hewan yang lain. (etapi hal tersebut tidak dapat terjadi pada hewan-
hewan menyusui, karena pada hewan-hewan menyusui selalu ada kesempatan pada
anaknya untuk belajar dari induknya. 3ontoh$ada pembuatan sarang laba-laba
diperlukan serangkaian aksi yang kompleks, tetapi bentuk akhir sarangnya seluruhnya
bergantung pada nalurinya. 0an bentuk sarang ini adalah khas untuk setiap spesies,
walaupun sebelumnya tidak pernah dihadapkan pada pola khusus tersebut (4ohn
5imbal, %1.2$ '67).
8ilum Mollusca merupakan salah satu anggota hewan in/etebrata. Anggota
!ilum ini antara lain remis, tiram, cumi-cumi, octopus, dan siput. Berdasarkan
kelimpahan spesiesnya Mollusca memiliki kelimpahan spesies terbesar di samping
arthropoda. 3iri umum yang dimiliki Mollusca adalah, tubuhnya bersimetris bilateral,
4
tidak bersegmen, kecuali Monoplacopora, memiliki kepala yang jelas dengan organ
reseptor kepala yang bersi!at khusus. ada permukaan /entral dinding tubuh terdapat
kaki berotot yang secara umum digunakan untuk begerak, dinding tubuh sebelah dorsal
meluas menjadisatu pasang atau sepasang lipatan yaitu mantel atau pallium. 8ungsi
mantel adalah mensekresikan cangkang dan melingkupi rongga mantel yang di
dalamnya berisi insang.
9ubang anus dan eksketori umumnya membuka ke dalam rongga mantel.
"aluran pencernaan berkembang baik. "ebuah rongga bukal yang umumnya
mengandung radula berbentuk seperti proboscis. :sophagus merupakan perkembangan
dari stomodeum yang umumnya merupakan daerah khusus untuk menyimpan makanan
dan !ragmentasi. ada daerah pertengahan saluran pencernaan terdapat /entrikulus
(lambung) dan sepasang kelenjar pencernaan yaitu hati. "edangkan daerah posterior
saluran pencernaan terdiri atas usus panjang yang terakhir dengan anus. Memiliki sistem
peredaran darah dan jantung. 4antung dibedakan atas aurikel dan /entrikel. Meskipun
memiliki pembuluh darah namun darah biasanya mengalami srkulasi ruang terbuka.
0arah mengandung homosianin, merupakan pigmen respirasi (;ardhana, man. ',,.$
%-<).
Mollusca memiliki rumah secara umum berbetuk spesial. 5aki untuk merayap.
Bentuk kepala jelas, dengan tentakel dan mata. 0alam ruang bukal (pipi) terdapat radula
(pita bergigi). ernapasan dengan insang, paru-paru atau keduanya. Hidup di laut, air
tawar, dan darat. Memiliki kelamin terpisah, atau herma!rodit, o/ipar atau o/o/i/ipar.
3ontoh $ bekicot (Helix aspersa), siput laut (Fissurella sp) dan siput air tawar (Lymnaea
j sp), Melania sp) (idak semua hewan Mollusca memiliki cangkok. Anggota jelas
Aplacophora tidak memiliki cangkok, sedangkan kelas 3hepalopoda juga tidak
memiliki cangkok atau jika ada mereduksi. ada Mollusca lainnya cangkok terlihat
nyata dan ber!ungsi penting yaitu penyokong tubuh Mollusca yang lunak dan menjaga
dari serangan predator (4asin, %1.1$ 6%).
Mollusca merupakan !ilum terbesar dari kingdom animalia. Molluska dibedakan
menurut tipe kaki, posisi kaki, dan tipe cangkang, yaitu =astropoda, elecypoda, dan
3ephalopoda. +ang pertama yaitu, =astropoda (dalam bahasa latin, gaster >perut,
podos>kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak atau
kakinya. Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Coricula ja!anica), dan bekicot
5
(Achatia fulica). Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian
/entrel tubuhnya. =astropoda bergerak lambat menggunakan kakinya. =astropoda darat
terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek. ada ujung tentakel
panjang terdapat mata yang ber!ungsi untuk mengetahui gelap dan terang. "edangkan
pada tentakel pendek ber!ungsi sebagai alat peraba dan pembau. =astropoda akuatik
bernapas dengan insang, sedangkan =astropoda darat bernapas menggunakan rongga
mantel (4asin, %1.1$ 6').
Mollusca hidup secara heterotro! dengan memakan ganggang, udang, ikan
ataupun sisa-sisa organisme. Habitatnya di air tawar, di laut dan didarat.Beberapa juga
ada yang hidup sebagai parasite (;ardhana, man. ',,.$ %72).
Bekicot (Achatina !ulica) memiliki habitat hidup daratan yang lembab atau di
habitat terrestrial insang mengalami kemunduran dan memodi!ikasi rongga mantel
menjadi paru-paru bekicot termasuk dalam kelompok pulmonata, bekicot akti! pada
malam hari untuk mencari makanan (;ardhana, man. ',,.$ %72).
5eberadaan hewan-hewan di muka bumi sangat beragam. 5eberagaman inilah
yang hendaknya dipelajari sebagai obyek yang diharapkan dapat diambil !ungsi dan
man!aatnya bagi kelangsungan hidup manusia. "alah satu hewan yang sering kita temui
adalah kelas gastropoda. Bekicot (Achatina !ulica) yang termasuk dalam kelas ini,
tubuhnya tertutup oleh cangkang yang berbentuk spiral, mereka hidup di air tawar, di
laut dan didarat. Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit. (ubuh bekicot ini
tertutup cangkang yang merupakan hasil sekresi dari kollar, sudah memiliki system
pencernaan yang lengkap terdiri dari mulut,usus,lambung, dan anus. (;ardhana, man.
',,.$ %77).
Bekicot termasuk kedalam kingdom animalia, !ilum mollusca, kelas gastropoda,
ordo pulmonata, !amili achanidae, genus Achatina dan spesies Achatina fulica. Bekicot
merupakan hewan yang termasuk dalam kelas Mollusca. "alah satu indikator
lingkungan yang bisa menandakan bahwa lingkungan kita masih bagus atau sudah rusak
adalah kehadiran Bekicot. Berarti hal ini mengindikasikan bahwa tempat yang asal dari
bekicot (5laten (engah) masih dalam keadaan bagus atau belum rusak (belum tercemar
oleh bahan-bahan kimia residu). Bekicot merupakan salah satu hewan dengan
kelimpahan spesies yang cukup besar. Hewan ini merupakan salah satu siput darat yang
memiliki cangkang. 0i ?ndonesia dikenal dua macam jenis bekicot yaitu Achatina fulica
6
dan Achatina !ariegata. Achantina fulica yang semula berasal dari A!rika (imur telah
masuk di ?ndonesia lewat 5alimantan sejak tahun %121. "edangkan untuk jenis A.
!ariegata masuk ke ?ndonesia bersama-sama dengan masuknya tentara 4epang .
3ara membedakan dua macam bekicot tersebut yakni pada A.fulica memiliki
cangkang berwarna cokelat dengan garis-garis tidak jelas dan bentuk cangkangnya lebih
langsing. ada A.!ariegata memiliki cangkang dengan warna lebih cerah (lebih muda)
dengan garis cokelat kemerahan lebih jelas dan bentuk cangkangnya lebih gemuk.
0alam hal penyebaran, A.fulica lebih luas daripada A.!ariegata (4ohn 5imbal, %1.2$
'<-).
Kl!si5i!si
Adapun klasi!ikasi dari spesies Achatina fulica adalah sebagai berikut$
hylum $ Mollusca
3lass $ "astropoda
@rdo $ #ulmonata
"ubordo $ $tylommotophora
8amili $ Achatinidae
=enus $ Achatina
"pecies $ Achatina fulica
Mo#5olo2i Bei3o+
Bekicot tercakup di dalam sub clasiss pulmonata dari clasiss gastropoda yang
merupakan kelompok mollusca yang sangat besar. "iput darat berbeda dengan
gastropoda lainnya, pertama, dalam hal pernapasan, ia sudah tidak memiliki ctenidia,
yaitu semacam insang dan !ungsinya telah diganti oleh bagian pillium yang tipis dan
kaya dengan pembuluh pembuluh kapiler-kapiler darah, kedua mengenai sistem
ner/osium, ganglia yang utama terkumpul membentuk bangunan serupa cincin
mengelilingi esgophagus, tanpa jaringan pengikat di dalamnya. Bentuk cangkang siput
pada umumnya seperti kerucut dari tabung yang melingkar seperti konde. uncak
kerucut merupakan bagian yang tertua, disebut apeA. "umbu kerucut disebut columella.
=elung terbesar disebut body whorl dan gelung kecil-kecil di atasnya disebut spire. 0i
antara bibir dalam dan gelung terbesar terdapat umbilicus, yaitu ujung culumella yang
berupa celah sempit sampai lebar dan dalam. Apabila umbilicus tertutup, maka
cangkang disebut imper!orate (4asin, %1.1$ 67).
7
Bekicot termasuk keong darat yang pada umumnya mempunyai kebiasaan hidup
di tempat lembab dan akti! di malam hari (nocturnal). "i!at nocturnal bekicot bukan
semata-mata ditentukan oleh !aktor gelap di waktu malam tetapi ditentukan oleh !aktor
suhu dan kelembaban lingkungannya. 0i waktu siang setelah hujan, banyak ditemukan
bekicot berkeliaran dimana-mana.
Bekicot termasuk golongan mollusca karena memiliki badan lunak dan coelom
tanpa segmen. Badan ditutup oleh cangkang, panjang sekitar 1, mm. 3iri-ciri umumnya
yakni memiliki sel-sel kemoreseptor yang terletak pada ujung tentakel okuler dan juga
memiliki reseptor cahaya berupa ocelli. Menurut hasil penelitian ?ssogianti dengan
menggunakan ":M, tentakel okuler bekicot mempunyai susunan serupa dengan tentakel
Helix pomatia maupun Helix aspersa.
Bekicot dapat hidup normal sampai umur 2 tahun. Bekicot senang berada di
tempat yang lembab dan banyak terdapat sampah. Hewan ini memakan berbagai
tanaman budidaya, oleh karena itu bekicot termasuk salah satu hama tanaman. 9ebih
lanjut dijelaskan bahwa bekicot sebagai hewan yang rakus, cepat berkembang biak, dan
mampu menyesuaikan diri dalam berbagai keadaan. Bekicot memiliki toleransi yang
luas terhadap berbagai macam makanan. Bahkan dikatakan bahwa bekicot tahan
terhadap persediaan makanan yang terbatas. Bekicot tidak tahan terhadap sinar matahari
langsung. 5ondisi lingkungan optimal untuk hidupnya adalah di daerah tropis basah.
"uhu minimal letal adalah 76 B8 atau -,'' B3 dan bekicot senang di daerah yang
mempunyai pH antara --.. "elain itu, di lingkungan yang berkapur mempunyai korelasi
yang positi! dengan banyaknya populasi bekicot (4asin, %1.1$ 6.)
8
Mead (%1<%) telah mengin/entarisasi macam-macam tumbuhan termasuk
tanaman budidaya yang menjadi makanan bagi bekicot. Bagian tumbuhan yang diserang
bekicot berbeda-beda mulai dari bagian kulit batang, daun, bunga, buah, tumbuhan
muda, sisa tumbuhan yang telah kering sampai bagian keseluruhan dari tumbuhan
tersebut. Macam-macam tumbuhan yang telah diin/entarisasi antara lain papaya
(Carica papaya), ketimun (Cucumis sati!us), kol (%rassica sp), ketela rambat (&pomoea
atatas), balaran (&pomoea pescapre) dan sebagainya (0harma, %1..$ %6').
"usunan alat reproduksi bekicot lebih sederhana dibandingkan dengan susunan
alat reproduksi Helix pomatia. "aluran o/otestis terdiri dari 2 bagian yaitu saluran
o/otestis apical, /esikula o/isperm, dan o/otestis basal. Cesikula o/isperm ber!ungsi
untuk tempat penimbunan sperma. "epanjang spermo/iduk, saluran sperma dipisahkan
secara tidak sempurna dengan uterus. )terus dibedakan menjadi dua bagian yaitu
bagian apical dan bagian basal. ada dindingnya terdapat banyak lipatan yang
mengandung banyak kelenjar calcic dan mukosa. 5elenjar lainnya adalah kelenjar
albumen yang membesar pada saat musim birahi. 0alam kelenjar tersebut dijumpai
glikogen dan galaktogen. "aluran albumen meninggalkan kelenjar albumen yang
bermuara di 3arre!our di bagian basal saluran o/otestis. Albumen ber!ungsi sebagai
pelumas saat pelepasan telur dan sebagai pembungkus telur yang dapat menjaga
kelembaban telur selama pengeraman karena mampu menyerap air dari sekitarnya.
Cagina dan penis bersama-sama bertemu di atrium genital dan bermuara ke luar pada
aperture genital.
0i dalam kantong telur terdapat banyak telur yang telah bercangkang.
Banyaknya telur yang bercangkang dalam kantong telur menunjukkan hubungan dengan
besarnya kelenjar albumen. Artinya bila kelenjar albumen besar amak di dalam kantong
telur dijumpai banyak telur bercangkang sebaliknya bila kelenjar albumen kecil telur
bercangkang dalam kantong telur sedikit.
Bekicot bersi!at hermaphrodit ambiseksual dimana sperma dan oosit dihasilkan
secara simultan. Bekicot pada umumnya menghasilkan sperma sebelum dimulainya
oogenesis (protandri).
)mur dewasa kelamin bekicot dicapai setelah cangkang mencapai ukuran <,
mm. ada ukuran tersebut bekicot telah melakukan perkawinan. ematangan seksual
sepenuhnya dicapai pada saat ukuran cangkang mencapai ., mm. Menurut Misbet
9
(%1-7), ukuran telur bekicot rata-rata memiliki panjang <,2 mm dan lebar 6,< mm. (elur
bekicot berdiameter antara 7,6 mm-6,6 mm. 4umlah telur bekicot berkisar antara .'-2%6
butir. 4umlah telur yang dilepaskan bekicot sangat tergantung pada daerah tempat hidup.
#eproduksi bekicot dikontrol oleh sel-sel neurosekretorik yang berasal dari otak
dan dari tentakel okuler. emotongan tentakel okuler bekicot berakibat meningkatkan
oogenesis. ?ni artinya terjadi kontrol bersama antara !ungsi hormone tentakuler
(menekan oogenesis) dan system neurohormonal dari otak (memacu oogenesis). Bekicot
melakukan perkawinan di waktu awal pagi hari. 9ama kawin dinyatakan antara %,6-'
jam. eriode gestasi antara %7,%<, %. hari, ada pula yang menyatakan paling pendek ',
hari dan dapat mecapai 27% hari (4asin, %1.1$ <1)
B1 Rumus!n Hipo+esis
Hipotesis pada pengamatan ini adalah $
%. 4ika bekicot (Achatia fulica) diberi rangsang berupa sentuhan dengan daun maka
bekicot akan masuk kedalam cangkang dan akan keluar dari cangkang dengan cepat.
'. 4ika bekicot (Achatia fulica) diberi rangsang berupa rangsang alami maka akan
cepat keluar kembali dari rangkang.
10
BAB III
METODE PENELITIAN
A1 Temp!+ *!n W!+u P#!+ium
%. (empat $ 0i 5ost 0abag "audari :ndah
'. ;aktu $ Minggu, % 0esember ',%2
2. 4am $ %6.2, D %-.,, ;?B
B1 O4-e Pen2!m!+!n
Bekicot (Achatia fulica)
C1 Al!+ *!n B!h!n
%. 5amera digital 7. 0aun
'. Alat tulis 6. Bekicot (Achatia fulica)
2. (angkai daun
D1 P#ose*u# Ke#-!
Mendesain eksperimen atau obser/asi
Mencatat hasil eksperimen dan memoto tentang perilaku hewan bekicot ,
serta membandingkan bentuk respon yang muncul
Menganalisis hasil yang telah diperoleh dan melakukan studi re!erensi
untuk membuat suatu simpulan
Memilih salah satu objek pengamatan sebagai objek praktikum,
@bjeknya berupa hewan bekicot
Melakukan eksperimen atau obser/asi dengan menggunakan stimulan yang
sama atau hampir sama pada suatu spesies, stimulan yang diberikan berupa
gangguan dengan ranting pohon , daun dan sentunhan tangan
11
BAB I0
DATA DAN PEMBAHASAN
A1 T!4el Pen2!m!+!n
No Pen2!m!+!n G!m4!#
% Berjalan biasa
'
"aat berjalan biasa bekicot diberi
rangsangan berupa sentuhan menggunakan
tangan
2 Bekicot masuk kedalam cangkang
7 Bekicot mulai keluar dari cangkang
6 Bekicot berjalan seperti biasa lagi
12
<
Bekicot diberi rangsang sentuhan
menggunakan daun
- Bekicot masuk ke dalam cangkang
. Bekicot mulai keluar dari cangkangnya
1
Bekicot diberi rangsang sentuhan
menggunakan tangkai daun
%, Bekicot masuk ke dalam cangkang
%% Bekicot mulai keluar dari cangkangnya
No1 8enis Pe#3o4!!n W!+u m!su W!+u elu!#
13
R!n2s!n2!n 3!n2!n2
3!n2!n2 6*i*!l!m
3!n2!n27
%.
"entuhan
tangan
ercobaan % 2 detik -2 detik
ercobaan ' ' detik <2detik
ercobaan 2 7 detik <.detik
#ata-rata waktu 2 detik <. detik
'.
"entuhan daun
ercobaan % 1 detik %- detik
ercobaan % %2 detik '' detik
ercobaan % %% detik %. detik
#ata-rata waktu %% detik %1 detik
2.
"entuhan tangkai
daun
ercobaan % 7 detik 7, detik
ercobaan % 7 detik 2- detik
ercobaan % - detik 2- detik
#ata-rata waktu 6 detik 2. detik
B1 Pem4!h!s!n
@bser/asi tentang perilaku organisme* hewan yang dilakukan pada hari Minggu,
tanggal % 0esember ',%2 pukul %6.2, sampai %-.,, ;?B di kos "audari :ndah di
0abag bertujuan untuk mengetahui rangsangan manakah yang paling cepat membuat
bekicot (Achatia fulica) masuk kedalam cangkang dan keluar dari cangkang kembali
serta membandingkan macam perilaku bekicot (Achatia fulica) akibat berbagai macam
stimulant.
Adapun alat dan bahan yang praktikan gunakan dalam obser/asi ini berupa
bekicot (sebagai objek pengamatan), kamera digital (perekam /ideo), stopwatch, daun
dan tangkai daun (untuk memberi perilaku pada bekicot).
0alam hal ini praktikan mengamati perilaku atau respon hewan bekicot terhadap
rangsangan atau stimulus berupa sedikit gangguan. 9angkah pertama yang praktikan
lakukan adalah mengamati perilaku bekicot ketika belum ada perlakuan dari pengamat.
Hal yang diamati adalah bagaimana bekicot berjalan, dan apa yang dilakukan bekicot
saat mendapat rangsangan. 5emudian pengamat memberikan perlakuan berupa
memberi rangsangan atau sentuhan menggunakan tangan, daun dan tangkai daun.
"etelah itu, pengamat mengamati perilaku bekicot terhadap stimulus berupa gangguan
yang dialaminya, sampai beberapa waktu tertentu hingga bekicot menunjukkan perilaku
biasanya (seperti sebelum diberi perlakuan). "emua pengamatan ini praktikan abadikan
dalam sebuah /ideo.
14
"etiap organisme mampu menerima rangsangan yang disebut iritabilitas, dan
mampu pula menanggapi rangsang tersebut. "alah satu bentuk tanggapan yang umum
adalah berupa gerak. =erak berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang
meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh.
Bekicot bereaksi negati! terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan
dengan melakukan !ase dorman atau esti/asi. @leh karena itu dalam sejarah hidupnya
bekicot dikenal sebagai temporary period of generali'ed reproducti!e inacti!ity.
0ari hasil percobaan dapat dilihat bahwa waktu yang diperlukan bekicot untuk
masuk kedalam cangkang lebih cepat daripada waktu yang diperlukan untuk keluar dari
cangkang kembali. Hal ini dikatakan bahwa bekicot cepat memberikan sanksi atau
respon dari suatu rangsang. Adapun hasil percobaan yang telah dilakukan oleh praktikan
yaitu sebagai berikut$
%. #angsang "entuhan dengan (angan
Berdasarkan pengamatan yang praktikan lakukan , dengan menggunakan
rangsang sentuhan tangan akan membuat bekicot menanggapi rangsang dengan
masuk kedalam cangkang dalam waktu 2 detik, sedangkan waktu yang
dibutuhkan bekicot untuk keluar cangkang kembali adalah <. detik.
'. #angsang "entuhan dengan 0aun
Berdasarkan pengamatan yang praktikan lakukan , dengan menggunakan
rangsang sentuhan daun akan membuat bekicot menanggapi rangsang dengan
masuk kedalam cangkang dalam waktu %% detik, sedangkan waktu yang
dibutuhkan bekicot untuk keluar cangkang kembali adalah %1 detik.
2. #angsang 5ipasan Angin
Berdasarkan pengamatan yang praktikan lakukan , dengan menggunakan
rangsang sentuhan tangkai daun akan membuat bekicot menanggapi rangsang
dengan masuk kedalam cangkang dalam waktu 6 detik, sedangkan waktu yang
dibutuhkan bekicot untuk keluar cangkang kembali adalah 2. detik.
0ari data percobaan didapatkan hasil bahwa reaksi rangsangan dengan sentuhan
tangan paling cepat (2 detik) daripada rangsangan yang lainnya untuk membuat bekicot
masuk kedalam cangkang dan reaksi rangsangan dengan sentuhan daun (%% detik)
paling lama untuk bekicot masuk kedalam cangkang daripada rangsang yang lain.
"edangakan reaksi rangsangan dengan sentuhan daun akan lebih cepat (%1 detik)
15
membuat bekicot keluar dari cangkangnya kembali, sedangkan waktu paling lama untuk
bekicot keluar kembali dari cangkangnya adalah rangsangan dengan sentuhan tanagan
(<. detik).
erilaku bekicot yaitu masuk ke dalam cangkangnya apabila mendapatkan
rangsangan atau gangguan dari luar. 0alam hal ini, ketika praktikan memberikan
perlakuan kepada bekicot yakni dengan memberikan beberapa jenis rangsangan, maka
bekicot tersebut masuk ke dalam cangkangnya. 5etika bekicot masuk ke dalam
cangkangnya untuk melindungi diri, maka gangguan dari luar tidak akan bisa
mengganggunya. Bekicot mulai keluar dari cangkangnya ketika bekicot merasa sudah
dalam keadaan aman, dalam arti musuh yang mengganggunya sudah pergi.
BAB 0
KESIMPULAN DAN SARAN
A1 Kesimpul!n
Berdasarkan percobaan dan obser/asi yang telah praktikan lakukan, maka
praktikan dapat menyimpulkan bahwa$
16
%. #angsangan dengan sentuhan tangan paling cepat (2 detik) daripada rangsangan
yang lainnya untuk membuat bekicot masuk kedalam cangkang dan reaksi
rangsangan dengan sentuhan daun (%% detik) paling lama.
'. #angsangan dengan sentuhan daun akan lebih cepat (%1 detik) membuat bekicot
keluar dari cangkangnya kembali daripada rangsangan yang lainnya untuk membuat
bekicot keluar dari cangkangnya dan reaksi rangsangan dengan sentuhan tangan (<.
detik) paling lama.
2. Bekicot masuk ke dalam cangkangnya untuk melindungi diri, agar gangguan dari
luar tidak akan bisa mengganggunya. Bekicot mulai keluar dari cangkangnya ketika
bekicot merasa sudah dalam keadaan aman, dalam arti musuh yang mengganggunya
sudah pergi.
B1 S!#!n
0alam praktikum, Metode ?lmiah Eerilaku @rganisme Hewan BekicotF
praktikan memberikan saran beberapa hal, antara lain$
%. "ebelum melakukan eksperimen, praktikan harus mempelajari dan memahami
mengenai tingkah laku hewan bekicot (Achatia fulica).
'. "ebaiknya pada pengamatan ini bekicot yang digunakan adalah bekicot yang sehat
dan akti!, karena kondisi bekicot mempengaruhi respon yang diberikan bekicot
terhadap rangsangan.
2. "ebelum bekicot diberi perlakuan sebaiknya bekicot tersebut diberi makan terlebih
dahulu agar bekicot tidak malas dalam berjalan.
7. raktikan lebih teliti dalam menggunakan stopwatch saat mengukur lamanya waktu
masuk dan keluarnya kembali bekicot setelah diberi berbagai jenis rangsangan.
DA,TAR PUSTAKA
Barnes, #.0. ',,'. &n!erterate (oology Fourth )dition. Gew +ork $ "ounders 3ollage
ublishing.
Brotowijoyo, Mukayat, 0. %1.1. (oology *asar. 4akarta$ :rlangga.
0harma, B. %1... &ndonesian $hells. 4akarta$ "arana =raha.
4asin, Maskuri. %1.1. $istemati+a He,an -erterata dan A!erterata. "urabaya $ "inar
17
;ijaya "urabaya.
5imbal, 4ohn. ;. %1.2. %iologi )disi .elima. ?(B$ ( gelora Aksara ratama.
5astawi, +usu!. ',,6. (oologi A!erterata. Malang $ )M ress.
Gontji , A. %1.<. Laut /usantara. 4akarta$ 0jambatan.
Gybakken, 4.;. %1... %iologi Laut $uatu #ende+atan )+ologis. 4akarta $ (.
=ramedia.
#adioputro. %11<. (oologi. 4akarta$ :rlangga.
;iryono. ',,<. #engaruh %e+icot (Achatina fulica) 0erhadap #ertumuhan 0anaman
lamtoro (Leuceina leuchocepala) dan 0uri ($esania grandiflora) #ada Media
0anam %e+as #enamangan %atu %ara. ?ndonesia$ 4urnal ?lmu
ilmu ertanian
LAMPIRAN
18
,o+o $1 Bei3o+ 4e#-!l!n
,o+o &1 Bei3o+ *i4e#i #!n2s!n2 *en2!n +!n2!n
19
,o+o %1 Bei3o+ *i4e#i #!n2s!n2 *en2!n *!un
,o+o '1 Bei3o+ *i4e#i #!n2s!n2 *en2!n +!n2!i *!un
20