Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN
I. 1. Latar Belakang
Penyakit karies gigi sampai sekarang masih menjadi masalah utama di bidang
kedokteran gigi. oleh karena itu harus mendapat perhatian sepenuhnya tidak hanya
dari segi cara menanganinya yang sudah terkena karies saja, tetapi juga bagaimana
cara mencegah karies (McDonald et al, 2000).
1
ecara teori ada tiga cara untuk mencegah karies yaitu!
2
1). Menghilangkan
substrat karbohidrat, yaitu dengan cara mengurangi "rekuensi konsumsi gula dan
membatasinya pada saat makan saja# 2). Meningkatkan ketahanan struktur gigi.
$mail dan dentin yang terbuka dapat dibuat lebih resisten terhadap karies dengan
memaparkannya dengan "luor atau bahan%bahan yang dapat meningkatkan
remineralisasi lainnya seperti casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate
(&PP%'&P)#
2
(). Menghilangkan plak bakteri, untuk mengurangi plak dapat
dilakukan pembersihan mekanik (sikat gigi, dental flosh, dll) dan secara kimia
(mouth wash).
Dalam meningkatkan ketahanan gigi ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu
kekerasan email dan ketahanan email terhadap asam. )ekerasan adalah suatu si"at
yang digunakan untuk memperkirakan ketahanan aus suatu bahan dan
kemampuannya untuk mengabrasi struktur gigi anatomis. )etahanan email terhadap
asam adalah daya tahan email gigi terhadap daya perusak suatu asam.
1
*ika dianalogikan, demineralisasi adalah proses penghancuran dan remineralisasi
adalah proses perbaikan atau proses reparati+e.
(
*ika kekuatan penghancurannya
melebihi kekuatan reparati"nya, maka karies akan terus berlanjut. ebaliknya jika
kekuatan reparati"nya mengalahkan kekuatan perusaknya, maka karies akan berhenti
atau bahkan membaik tergantung pada stadium karies. ehingga dibutuhkan bahan%
bahan kedokteran gigi yang memiliki e"ek remineralisasi yang e"ekti" untuk
meningkatkan kekuatan reparati".
,anyak produk yang telah dikembangkan untuk mencegah deminerailasi
permukaan email. alah satu produk tersebut adalah casein phosphopeptide-
amorphous calcium phosphate (&PP%'&P -ecaldent
.M
). Dipercaya bah/a
amorphous calcium phosphate ('&P) memiliki reser+oir kalsium dan "os"at di dalam
plak untuk membatasi kehilangan mineral selama proses kariogenik.
0
,entuk sediaan
topikal casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate (&PP%'&P) yang
biasanya dipakai oleh para dokter gigi yaitu berupa krim yang diaplikasikan seperti
pada aplikasi "luor. Dalam hal ini digunakan 1& Tooth Mousse (-ecaldent
.M
).
Diharapkan dengan dilakukannya aplikasi topikal GC Tooth Mousse akan
meningkatkan remineralisasi dan menurunkan demineralisai sehingga dapat
mencegah proses karies yang lebih lanjut serta dapat mencegah erosi pada gigi.
2

2
I. 2. Perumusan Masalah
,erdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan masalah bagaimana
e"ek aplikasi topikal casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate (&PP%
'&P) pada gigi sulung.
I. 3. Pertanyaan Penelitian
1. ,agaimana e"ek aplikasi topikal casein phosphopeptide-amorphous calcium
phosphate (&PP%'&P) terhadap kekerasan email gigi sulung
2. ,agaimana e"ek aplikasi topikal casein phosphopeptide-amorphous calcium
phosphate (&PP%'&P) terhadap ketahanan asam pada email gigi sulung
I. 4. u!uan Penelitian
I. 4. 1. .ujuan umum
2ntuk mengetahui e"ek aplikasi topikal casein phosphopeptide-amorphous
calcium phosphate (&PP%'&P) terhadap gigi sulung.
I. 4. 2. .ujuan khusus
1. 2ntuk mengetahui e"ek aplikasi topikal casein phosphopeptide-amorphous
calcium phosphate (&PP%'&P) terhadap kekerasan email gigi sulung.
2. 2ntuk mengetahui e"ek aplikasi topikal casein phosphopeptide-amorphous
calcium phosphate (&PP%'&P) terhadap ketahanan asam pada email gigi
sulung
(
I. ". Man#aat Penelitian
I. ". 1. Bagi $eneliti
1. Memberikan pengetahuan tentang e"ek casein phosphopeptide-amorphous
calcium phosphate (&PP%'&P) terhadap kekerasan email gigi sulung
2. Memberikan pengetahuan kepada peneliti tentang e"ek casein
phosphopeptide-amorphous calcium phosphate (&PP%'&P) terhadap
ketahanan email gigi sulung terhadap asam.
I. ". 2. Bagi Instansi Pen%i%ikan
1. Memberikan sumbangsih kepada ilmu pengetahuan kedokteran gigi
khususnya ilmu kedokteran gigi anak (Pedodonsia) tentang e"ek aplikasi
topikal casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate (&PP%'&P)
pada gigi sulung.
2. Memberikan in"ormasi kepada institusi pendidikan kedokteran gigi
khususnya bagi Program tudi )edokteran 1igi 3akultas )edokteran
2ni+ersitas ri/ijaya tentang e"ek aplikasi topikal casein phosphopeptide-
amorphous calcium phosphate (&PP%'&P) pada gigi sulung.
0
I. ". 3. Bagi Praktisi &e%'kteran gigi
1. Memberikan in"ormasi bagi instansi yang bergerak pada bidang kesehatan
gigi dan mulut tentang e"ek aplikasi casein phosphopeptide-amorphous
calcium phosphate (&PP%'&P) pada gigi sulung.
2. ebagai rekomendasi bagi praktek kedokteran gigi dalam penggunaan casein
phosphopeptide-amorphous calcium phosphate (&PP%'&P).
I. ". 4. Bagi masyarakat
1. Memberikan in"ormasi kepada masyarakat tentang e"ek aplikasi topikal
casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate (&PP%'&P) pada gigi
sulung terhadap pencegahan karies.
2. Memberikan in"ormasi kepada masyarakat tentang e"ek aplikasi topikal
casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate (&PP%'&P) pada gigi
sulung terhadap pencegahan erosi gigi..
4
BAB II
LANDA(AN E)*I
II.1 Email
+,-
$mail merupakan lapisan terluar yang melapisi mahkota gigi. $mail merupakan
jaringan yang paling keras daris seluruh jaringan tubuh manusia, karena email
mengalami proses mineralisasi yang sangat tinggi.
II.1. 1. &'m$'sisi kimia
+
$mail terdiri dari 56%578 massa material anorganik, kurang dari 18 massa
material organik, dan sisanya adalah air. edangkan secara +olum, komponen
anorganik adalah 968, komponen organik 2 8, dan air 2 8.
)omponen anorganik hampir secara khas terdiri dari hydro:iapatite
(&a
10
(P;0)
6
(;<)
2
). =on "luor berperan penting menggantikan ion hydro:yl dan
dengan jalan tersebut mengkon+ersi hydro:yapatite ke dalam "luorapatite. )ristal ini
terbentuk heksagonal dengan panjang 160 nm, lebar 00 nm, dan tebal 24 nm. >at
organik lain dianteranya natrium, magnesium, dan "luor. )andungan ?at organik
email terdiri dari protein (amelogenin dan enamelin), ikatan lipida, sitrat dan
glikosaminoglikans.
)ristal "luorapatite sedikit larut asam daripada hydro:yapatite dan adanya kristal
"luoroapatite pada email memberikan ketahanan terhadap karies. Matri: organik
jarang terdistribusi pada email dan menempati ruang submikroskopi antara kristal
hydro:yapatite.
6
II.1. 2. (i#at #isik
+
@arna email ber+ariasi dari putih kekuningan sampai putih%keabuan yang
merupakan akibat dari si"at translusen email. emakin tipis email, maka gigi akan
terlihat semakin ber/arna kuning. <al itu diakibatkan /arna kuning dentin yang ada
di ba/ahnya. Tensile strength ! 100 kgAcm
2
, compressive strength : 2100%(400 kgA
cm
2
. $mail bersi"at getas (brittle) karena elastisitasnya rendah. )etebalan
maksimumnya pada daerah puncak cusp gigi sekitar 2,4 mm, dan terendah pada
daerah amelocemental junction. $mail bersi"at semi permeabel, yang memungkinkan
molekul tertentu dapat masuk melaluinya contohnya ion "luor.
II.1. 3. (truktur enamel
+,-
ecara mikroskopik, struktur dasar email terdiri dari adalah enamel rod (batang
enamel), sebelumnya dikenal dengan prisma email, yang meluas dari dentino enamel
junction ke permukaan mahkota. Prisma email ini tersusun secara padat dan berjalan
dari dentino emel junction (D$*) ke arah permukaan gigi dengan pola
spiralAmelengkung seperti huru" BC. diameter prisma antar (%6 mikron. Pada
sebagian yang berdekatan dengan D$*, diameternya sekitar ( mikron, dan mendekati
permukaan gigi diameter prisma tampak membesar.
Pada sediaan jaringan email melintang terlihat bah/a prisma email menunjukkan
gambaran seperti lubang kunci (key hole) dengan adanya bagia kepala dan bagian
ekornya.
7
'rah dari prisma email pada ser+ikal dan sebagian besar mahkota dari gigi sulung
tersusun hori?ontal. Mendekati tepi insisal atau ujung dari cusp, arah prisma email
secara bertahap menjadi oblik bahkan hampir +ertikal pada region insisal edge atau
ujung cusp. usunan prisma email pada gigi tetap sama seperti gigi sulung pada 2A(
mahkota, namun pada daerah ser+ikal, prisma berde+iasi dari arah hori?ontal menjadi
ke arah +ertikal.
$namel rods tidak hanya mengikuti arah yang lurus tetapi kadang%kadang terjalin
khususnya yang dekat dengan dentin dan pada puncak tepi insisal dan cusp. $namel
dengan gambaran seperti ini disebut gnarled enamel. ,iasanya enamel rod berjalan
mengikuti arah hori?ontal di dekat tepi ser+ikal gigi desidui dan kebanyakan gigi
permanenPada lapisan permukaan kristal pada enamel rod secara seragam tersusun
dengan a:is panjang tegak lurus pada permukaan.
)ristal hidroksi apatit sebagai pembentuk prisma email tampak tersusun dengan
arah prisma, kristal hidroksi apatit tersusun dalam arah parallel dengan arah prisma.
edangkan pada bagian ekor, kristal hidroksi apatit tersusun tegak lurus dengan arah
prisma email. 'rah kristal hidroksi apatit yang menyusun prisma ini mempengaruhi
beberapa si"at email secara keseluruhan, seperti kekuatan, daya tahan terhadap asam
dan lain%lain.
$mail dibentuk dari dentino enamel junction ke arah luar, dan daerah mengalami
pembentukan email pertama kali. 'dalah daerah dentino enamel junction pada
puncak cusp (tonjol gigi). pembentukan email terjadi secara bertahap, selapis demi
selapis, sehingga memberikan gambaran garis pertumbuhan email yang disebut garis
9
-et?ius. Pada permukaan email, garis ret?ius tampak sebagai suatu garis yang
melingkari mahkota dalam arah mesio%distal. 1aris ini dikenal sebagai garis
Perikymata. Prisma email diketahui berjalan dengan pola spiral dari dentino enamel
junction ke permukaan gigi. dalam pemeriksaan mikroskopik, pola arah prisma ini
akan memberikan gambaran gelap%terang yang disebut garis <unter%schreger.
1ambaran mikroskopik lain yang terlihat pada email diantaranya !
7
$namel tu"t ! gambaran celah halus seperti rumput pada daerah yang
berdekatan dengan dentino enamel junction. 1ambaran ini sebenarnya
merupakan suatu daerah yang mengalami hipomineralisai dan lebih banyak
mengandung protein email.
$namel spindle ! bagian dari sel odontoblas yang tertanam pada email.
)arena dapat berperan sebagai reseptor nyeri, mungkin hal ini menyebabkan
sensi"itas email.
$namel lamella ! suatu celah tipis yang merupakan struktur matriks email
yang tidak termineralisasi. &elah ini terletak di antara prisma email dari
permukaan email kea rah dentino enamel junction.
$namel crack ! celah pada permukaan email, karena si"at "isik email yang
brittle sehingga mudah mengalami retak.
$namel cuticle ! lapisan ?at organic pada permukaan email pada gigi yang
baru erupsi. Dulu disebut juga sebagai DasmythEs membrane.
5
)epadatan kristalAprisma email di sepanjang enamel yang menentukan kandungan
mineral tidak seragam. 2mumnya hal ini menurun dari jaringan permukaan ke arah
dentin, namun porositas, cairan, dan material organic bertambah dari jaringan
permukaan ke arah dentin. Pada lokasi tertentu, porositas, proteim dan distribusi
kristal dapat lebih kompleks. &ontohnya, pada enamel "issure memiliki stuktur
prisma yang sangat rumit. edikit kandungan mineral dan banyak kandungan protein,
menandakan lebih porus, mungkin karena pembungkasan prismatik yang buruk.
5
II. 2. Enamel Permukaan %an Enamel su.$ermukaan
$namel permukaan dan enamel subpermukaan dapat dibedakan berdasarkan!
5
II. 2. 1. L'kasi
$namel permukaan (outer enamel atau surface enamel) berada pada lapisan
terluar jaringan yang langsung berkontak dengan kondisi lingkungan rongga mulut.
edangkan enamel subpermukaan (inner enamel atau subsurface enamel) berada
pada lapisan setelah enamel permukaan dan berbatasan dengan dentin. Dibatasi oleh
dentino enamel junction (D$*).
II. 2. 2. &e$a%atan $risma enamel
)epadatan prisma enamel lebih tinggi pada enamel permukaan dibandingkan
dengan kepadatan prisma enamel pada enamel subpermukaan.
II. 2. 3. &an%ungan material an'rganik/
10
II. 2. 3. a. 0lu'r
)onsentrasi "luor pada enamel permukaan lebih tinggi dibandingkan konsentrasi
"luor pada enamel subpermukaan.
II. 2. 3. .. &ar.'nat
)onsentrasi karbonat lebih tinggi pada enamel subpermukaan daripada
konsentrasi karbonat pada enamel permukaan. Pada enamel subpermukaan,
konsentrasi karbonat sekitar 0%68. edangkan pada enamel permukaan, konsentrasi
karbonat sekitar 2 8.
5,10
II. 2. 3. 1. Magnesium
)onsentrasi magnesium lebih tinggi pada enamel subpermukaan daripada
konsentrasi magnesium pada enamel permukaan. Pada enamel subpermukaan,
konsentrasi magnesium sekitar 0,4 8. edangkan pada enamel permukaan,
konsentrasi magnesium sekitar 0,28.
5,10
II. 2. 4. &an%ungan material 'rganik
)onsentrasi materal organik pada enamel subpermukaan lebih tinggi daripada
konsentrasi mineral organik pada enamel permukaan. )onsentrasi material tertinggi
berada pada lapisan enamel subpermukaan yang dekat dengan dentin.
II. 2. ". &erentanan terha%a$ karies
11
)erentanan terhadap karies lebih tinggi pada enamel subpermukaan daripada
enamel subpermukaan karena kepadatan prisma enamel lebih rendah dan porositas
enamel subpermukaan lebih tinggi daripada enamel permukaan.
II. 3. Demineralisasi Email
11
Demineralisasi enamel merupakan hubungan klinis yang khas, dan beberapa
penelitian telah menyelidiki kemungkinan perbedaan antara kerentanan enamel gigi
sulung (gigi desidui) dan enamel gigi permanen terhadap erosi . alah satu penelitian
menunjukkan enamel gigi desidui memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap
erosi (408 lebih kehilangan mineral, dan (08 lesi yang dalam) ('maechi et al.,
1555# <unter et al., 2000 ),
12,1(
sedangkan penelitian yang lain secara secara statistik
tidak ada perbedaan secara bermakna (Maupome et al., 1555# =ssa et al., 200().
10,14
-eaksi kimia pelepasan ion kalsium dari email gigi dalam suasana asam
ditunjukkan dengan persamaan reaksi sebagai berikut!
16,17
&a
l;
(P;
0
)
6
3
2 F
&a
l;
(P;)
6
3
2
G 2n <
G
F D &a
2G
G &a
l;
H n <
20
H 2
n
(P;
0
)
6
3
2
Padat terlarut terlepas padat
II. 4. U!i &ekerasan
1-
12
)ekerasan adalah suatu si"at yang digunakan untuk memperkirakan ketahanan
aus suatu bahan dan kemampuannya untuk mengabrasi struktur gigi anatomis. Dalam
ilmu mineral, kekerasan relati" suatu substansi didasarkan pada kemampuannya
untuk menahan goresan. Dalam metalurgi, dan kebanyakan disiplin ilmu lainnya,
konsep kekerasan yang paling umum diterima adalah ketahanan terhadap indentasi.
=ndentasi yang dihasilkan pada permukaan suatu bahan dari gaya yang
diaplikasikan dari ujung tajam atau partikel abrasi" yang berasal dari interaksi dari
suatu si"at. i"at%si"at yang berhubungan dengan kekerasan adalah kekuatan, batas
kesetimbangan, dan kelenturan..
'da beberapa jenis uji permukaan. )ebanyakan berdasarkan pada kemampuan
suatu bahan untuk menahan penetrasi benda tajam di ba/ah beban tertentu. 2ji yang
paling sering digunakan untuk menguji kekerasan bahan kedokteran gigi dikenal
dengan nama arcol! rinell! "ockwell! #hore! $ickers! dan %noop.
II. 4. 1. U!i &ekerasan Brinel
2ji kekerasan ,rinell adalah salah satu uji tertua yang digunakan untuk
menentukan kekerasan logam. Dalam pengujian ,rinell, sebuah bola logam keras
ditekan dengan beban tertentu pada permukaan bahan yang dipoles. ,eban dibagi
dengan area indentasi permukaan, dan angka yang diperoleh dianggap sebagai 'ngka
)ekerasan ,rinell, biasanya disingkat ,<D (,rinell <ardness Dumber). *adi, untuk
beban tertentu, semakin kecin indentasi, semakin besar angkanya, dan semakin keras
bahan tersebut.
1(
2ji kekerasan ,rinell telah digunakan secara luas untuk menentukan kekerasan
logam dan bahan bersi"at logam yang digunakan untuk kedokteran gigi. tambahan
lagi, ,<D dihubungkan dengan batas kesetimbangan dan kekuatan tarik puncak dari
campuran emas kedokteran gigi. karena uji terjebut cukup sederhana, seringkali
pengujian ini digunakan sebagai indeks si"at bahan yang melibatkan metode
pengujian yang lebih rumit.
II. 4. 1. U!i &ekerasan *'1k2ell
2ji kekerasan -ock/ell agak serupa dengan uji ,rinell. Di sini digunakan bola
logam atau ujung berlian yang konus. 'lih%alih mengukur diameter cetakan,
kedalaman penetrasi diukur secara langsung dengan petunjuk ukuran pada instrumen.
ejumlah titik indentasi dengan ukuran berbeda juga tersedia untuk menguji berbagai
macam bahan. &ngka %ekerasan "ockwell atau "ockwell 'ardness (umber (I<D)
dirancang sesuai dengan alat indentasi tertentu dan beban yang digunakan.
)arena uji -ock/ell mudah dilakukan dan kedalaman indentasinya bisa langsung
dibaca, uji ini semakin luas penggunaannya dalam bidan industri. ,aik uji ,rinell
maupun uji -ock/ell tidak sesuai untuk bahan rapuh.
II. 4. 3. U!i &ekerasan Vickers
10
2ji kekerasan Iickers menerapkan prinsip uji kekerasan yang sama seperti uji
,rinell. Damun, bukan bola logam, melainkan berlian berbentuk piramid beralas
bujur sangkar, bukan bulat, dengan sudut 1(6
o
. Metode untuk menghitung &ngka
%ekerasa $ickers atau $ickers 'ardness (umber (I<D) adalah sama dengan ,<D
yaitu beban dibagi area indentasi yang diproyeksikan. Panjang diagonal indentasi
yang diproyeksikan. panjang diagonal indentasi diukur dan dirata%rata. 2ji Iickers
dilakukan pada spesi"ikasi 'D' untuk logam emas cor gigi. Pengujian ini cocok
untuk menentukan kekerasan bahan rapuh, karenanya digunakan pula untuk
mengukur kekerasan struktur gigi.
1ambar ==.. kematis prinsip indentasi dengan metode Iickers.
15
II. 4. 4. U!i &ekerasan &n''$
14
2ji kekerasan )noop menggunakan alat indentasi berlian yang dipotong dalam
kon"igurasi geometrik. &etakan yang digunakan berbentuk belah ketupat, dan
panjang diagonal terbesar diukur. Daerah yang terproyeksi dibagi dengan beban,
menghasilkan &ngka %ekerasan %noop atau %noop 'ardness (umber ()<D).
)etika terjadi indentasi alat pembuat indentasi untuk uji )noop ini memnyebabkan
pemulihan elastik dari cetakan terjadi terutama pada diagonal yang lebih pendek.
;leh karena itu, tekanan didistribusikan sedemikian rupa sehingga dimensi sumbu
minor yang mengalami perubahan bentuk karena relaksasi. *adi, nilai kekerasan
sebenarnya tidak tergantung dengan kelenturan bahan yang diuji. )ekerasan email
gigi dapat dibandingkan dengan kekerasan dari emas, porselen, resin, dan bahan
restorasi gigi lainnya. *uga beban dapat ber+ariasi dalam kisaran yang luas dari 1 g
sampai lebih dari 1 kg, sehingga nilai%nilai baik untuk bahan yang sangat keras atau
lunak dapat diperoleh dengan uji ini.
2ji )noop dan Iickers digolongkan sebagai uji kekerasan mikro dibandingkan
dengan uji kekerasan makro cara ,rinell dan -ock/ell. ,aik uji )noop maupun
Iickers menggunakan beban yang kurang dari 5,9 D. =ndentasi yang terjadi kecil
ukurannya dan kedalamannya terbatas, yaitu kurang dari 1 m. Meski demikian,
kedua uji tersebut dapat mengukur kekerasan pada regio yang kecil dari obyek yang
amat tipis. 2ji kekerasan -ock/ell dan ,rinell memberikan nilai kekerasan rata%rata
dari daerah yang lebih besar.
II. ". 3asein Ph's$h'$e$ti%e4Am'r$h'us 3al1ium Ph's$hate 53PP4A3P6
16
enya/a casein phosphopeptides-amorphous calcium phosphate (&PP%'&P)
telah terbukti memiliki potensi antikariogenik pada eksperimen laboratorium pada
he/an dan manusia secara in situ.
20,21,22
II. ". 1. 3asein Ph's$h'$e$ti%e 53PP6
&asein Phosphopeptide (&PP) adalah multi phopsphorilasi peptida dari en?imatik
pencernaan pada protein kasein susu sapi. Pada susu, kasein menstabilkan struktur
cairan agar mempertahankan tingginya konsentrasi kalsium "os"at tanpa terjadi
presipitasi2. &PP telah diuktikan untuk meningkatkan absorpsi kalsium dengan
meningkatkan kelarutan kalsium secara in vitro dan in situ.
20
&asein phosphopeptida (&PP) memiliki peran dalam bioa+ailibilitas kalsium yang
tinggi dari susu dan produk susu lainnya. &PP memiliki kemampuan untuk mengikat
dan menstabilkan kalsium dan "os"at dalam larutan, serta mengikat plak gigi dan
enamel gigi. )alsium "os"at biasanya tidak larut, yaitu bentuk struktur kristal pada
p< netral.
24

&PP dapat mengikat 24 ion kalsium, 14 ion "os"at dan 4 ion "luor per molekul dan
dapat menstabilkan kalsium "os"at dalam larutan. '&P dibentuk ketika p< netral atau
alkali. &PP, melalui phosphorilasi residu dapat membebaskan beratnya dalam
kalsium "os"at ke dalam bentuk kompleks koloid. )etika &PP berikatan dengan
agreagasi '&P, pertumbuhannya dikendalikan mencegahnya dari pencapaian ukuran
kritis untuk presipitasi.
26
17
,eberapa tahun terkahir telah ada perhatian yang signi"ikan dalam potensi casein
phosphopeptide (&PP) untuk mencegah dan meremineralisasi lesi karies. &asein
phosphopeptide (&PP) menstabilkan amorphous calsium phosphate ('&P),
melokaisir '&P pada dental plaJue dan antikariogenik pada he/an dan model karies
manusia in vivo.
27
Produk berbasis &PP dan terutama &PP%'&3P merupakan dasar untuk
antikariogenisitas pada deri"at susu. 'ksi antikaries deri"at &PP memiliki e"ek
topikal berdasarkan berikut! modulasi bioa+ailabilitas tingkat kalsium "os"at karena
&PP mempertahankan kejenuhan ion "os"at dan ion kalsium# e"ek bu""er pada plak#
meningkatkan remineralisasi dan menurunkan demineralisasi hidroksiapatit# dan
mencegah perlekatan dan pertumbuhan bakteri #treptococcus mutans dan
#treptococcus sobrinus.
29,25
II. ". 2. Am'r$h'us 3al1ium Ph's$hat 5A3P6
uatu metode untuk meninkatkan deposisi enamel harus dapat diaplikasikan
secara cepat dan kon+ensional. ,ahan%bahan yang digunakan harus mengandung
semua ion esensial seperti kalsium dan "os"at. <al ini penting untuk mengisi de"ek
permukaan email dengan mineral yang sama. ,eberapa terobosan baru menggunakan
bahan yang unik yaitu amorphous calcium phosphate ('&P) yang memiliki potensi
untuk mencapai e"ek tersebut.
4
19
'&P kompleks ditemukan di dalam plak dan meningkatkan tingkat kalsium "os"at
sebagai reser+oir ion kalsium dan ion "os"at bebas. $"eknya adalah sali+a dan plak
terjaga dalam kalsium dan "os"at jenuh dengan menurunkan demineralisasi dan
meningkatkan remineralisasi.
22
&PP menjaga kalsium dan "os"at di sebuah bentuk amor"us, bentuk non%kristalin.
Dalam keadaan amor", ion kalsium dan "os"at dapat mele/ati enamel gigi.
)onsentrasi ion kalsium dan "os"at yang tinggi dalam plak gigi telah banyak diteliti
dan terbukti mengurangi risiko demineralisasi enamel dan menunjukkan
remineralisasi gigi enamel.
24
II. ". 3. Mekanisme 3PP4A3P
-eynold telah menunjukkan bah/a mekanisme antikariogenik &PP%'&P adalah
lokalisasi '&P pada permukaan gigi yang mendapar akti+itas ion kalsium dan "os"at
bebas, dengan demikian membantu untuk mempertahankan supersaturasi dengan
menurunkan demineralisasi dan meningkatkan remineraslisasi.
26
Mekanisme antikariogenik dari &PP%'&P dicapai dengan penggabungan dari
amorphous calcium phosphate ('&P) nano%comple: ke dalam plak dan ke
permukaan gigi. &asein phosphopeptide(&PP) memiliki peran penting sebagai
pemba/a '&P melokalisasi "ase kalsium "os"at yang sangat mudah larut pada
permukaan gigi. Kokalisasi ini mempertahankan gradien konsentrasi tinggi ion
kalsium dan "os"at di ba/ah permukaan enamel, sehingga memudahkan
remineralisasi.
21
15
Ma??aoui ', ,urro/ M3, .yas M*, Dashper 1, $akins D, -eynolds $&
(200() melakukan penelitian untuk menentukan e"ek &asein phosphopeptide%
amorphous calcium phosphate nano comple:es ke dalam semen glass ionomer (1=&)
sel" curing. Mereka menyimpulkan bah/a pelepasan &PP%'&P dan "luoride dari
&PP%'&P yang terkandung dalam 1=& akan meningkatkan perlindungan terhadap
asam pada area yang berdekatan dengan dentin.
(0
usu sapi digunakan untuk pembuatan produk dental berbasis phosphopeptide
untuk digunakan manusia. 'da tiga tipe produk berbasis phosphopeptide! &PP, &PP%
'&P, dimana mengandung 198 ion kalsium dan (08 ion "os"at, dan casein
phosphopeptide%amorphous calcium "luoride phosphate (&PP%'&3P).
(1
II. ". 4. E7i%en1e .ase% 3PP4A3P
Penelitian in +itro telah menunjukkan erosi enamel yang lebih rendah karena
asam sitrat ketika sebelumnya telah dilakukan aplikasi pasta &PP%'&P (1& .ooth
Mousse, 1& &orporation =tabashi%ku, *apan).
(2
Demikian juga enamel yang direndam
dalam minuman cola menurunkan kekerasan enamel dan kemudian diberikan aplikasi
pasta &PP%'&P menunjukkan peningkatan kekerasan yang signi"ikan secara
independent dari adanya "luoride.
((
edikit perubahan mor"ologi permukaan yang diamati dengan $M setelah
penambahan &PP%'&P pada enamel dan dentin diikuti dengan perendaman dalam
larutan asam laktat 0,1 M dibandingkan dengan sampel yang tidak diberikan &PP%
'&P.
(0
20
-amalingam K, Messer K,, -eynolds $ & (2000) melakukan studi in+itro untuk
menentukan e"ek casein phosphopeptide%amorphous calcium phosphate (&PP%'&P)
yang ketika ditambahkan ke dalam minuman olahraga (sport drink) akan
menghilangkan erosi email. Penelitian dilakukan selama empat belas hari. etelah
empat belas hari ciri%ciri permukaan enamel diperiksa di ba/ah pemindaian
mikroskop electron ($M) dan menemukan bah/a solusi uji p< meningkat dan
keasaman menurun dengan meningkatnya konsentrasi &PP%'&P. Kesi erosi" terjadi
pada sampel yang direndam dalam casein phosphopeptide-amorphous calcium
phosphate (&PP%'&P), terdapat penurunan erosi"itas secara signi"ikan tanpa
mempengaruhi rasa.
2(
Dua persen larutan &PP%'&P juga telah menunjukkan e"ekti"itas dalam
menurunkan lesi karies sub permukaan, aplikasi yang lebih lama meningkatkan
remineralisasi.
(4
pesimen yang diberikan aplikasi 1& .ooth Mousse setelah demineralisasi
menunjukkan remineralisasi yang lebih tinggi daripada spesimen yang tidak
diberikan perlakuan.
(6

Penambahan &PP%'&P (-ecaldentL, -ecaldent Pty Kimited, Iictoria, 'ustralia)
pada permen karet telah menunjukkan remineralisasi pada penelitian subpermukaan
lesi karies dan remineralisasi tergantung dosis yang diberikan.
(7
21
II. 8. Hi$'tesis
H9 /.idak terdapat pengaruh aplikasi &asein Phosphpopeptida%'morphous
&alcium Phosphat terhadap kekerasan emai gigi sulung dan ketahanan email gigi
sulung terhadap asam
H1! .erdapat pengaruh aplikasi &asein Phosphpopeptida%'morphous &alcium
Phosphat terhadap kekerasan emai gigi sulung dan ketahanan email gigi sulung
terhadap asam

II. +. &erangka &'nse$
$namel gigi sulung
'plikasi &PP%'&P
-emineralisasi
meningkatkan meningkatkan
)ekerasan enamel gigi sulung )etahanan enamel gigi sulung
terhadap asam
22
BAB III
ME)DE PENELIIAN
III. 1. :enis $enelitian
*enis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris
III. 2. (u.!ek Penelitian
ubjek penelitian ini adalah gigi sulung insisi+us sentral atas bebas karies.
III. 3. ;aktu %an em$at Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan MeiA'gustus tahun 2010 di
laboratorium terpadu 3akultas )edokteran 1igi 2ni+ersitas 1ajah Mada Mogyakarta.
III. 4. :umlah (am$el Penelitian
Penelitian yang akan dilakukan terdiri dari dua penelitian yaitu uji kekerasan
email dan uji ketahanan email terhadap asam yang diukur dengan menggunakan
Iickers microhardness tester. ampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua
kelompok perlakuan pada masing%masing penelitian. *umlah sampel pada masing%
masing kelompok adalah 4. *umlah sampel pada satu penelitian adalah 10. *umlah
keseluruhan sampel adalah 20 sampel
2(
*umlah sampel pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus 3ederer,
yaitu!
t (n%1) N k t O jumlah kelompok perlakuan
0 (n%1) N 14 n O jumlah sampel
0 (n%1) N 14 k O konstanta
n N 0,74
III. ". <aria.el
III. ". 1. <aria.el erken%ali
a. *enis gigi ! gigi sulung insisi+us sentral atas yang tidak terdapat karies.
b. *enis asam! asam sitrat.
c. )onsentrasi asam ! 0,1 M
d. p< asam ! 4,0
e. Kama perendaman ! (0 menit
". Kama aplikasi 1& .ooth Mousse ! ( menit
III. ". 2. <aria.el ak erken%ali
a. @aktu pencabutan gigi.
b. 2mur gigi.
20
III. ". 3. <aria.el In%e$en%ent 5<aria.el Be.as6
a. Perendaman gigi sulung insisi+us sentral atas ke dalam asam sitrat 0,1 M p<
4,0
b. Kama perendaman dalam asam sitrat selama (0 menit
c. Kama aplikasi 1& .ooth Mousse selama ( menit dan dibersihkan serta
didiamkan selama 1 menit. Dilakukan selama 7 hari selama tiga kali sehari.
III. ". 4. <aria.el De$en%ent 5<aria.el er$engaruh6
a. Perubahan kekerasan enamel gigi sulung anterior yang diukur pada Iickers
microhardness tester.
b. )etahanan enamel gigi sulung terhadap asam yang diukur melalui uji
kekerasan pada Iickers microhardness tester.
III. 8. De#inisi )$erasi'nal
a. Demineralisasi ! larutnya sebagian atau keseluruhan kristal enamel.
b. 1igi sulung ! gigi yang merupakan pertumbuhan gigi pertama yang kemudian
tanggal (lepas) dan digantikan gigi tetap.
c. $mail ! bahan inorganik yang sangat keras menutupi mahkota gigi.
d. &PP%'&P! &asein phosphopeptide%amorpous calcium phosphate.
e. 1& tooth mousse! krim topikal yang mengandung bahan akti" &PP%'&P,
diproduksi oleh -ecaldent.
24
". )ekerasan! banyaknya energi de"ormasi elastik atau plastis yang diperlukan
untuk mematahkan suatu bahan dan merupaan ukuran dari ketahanan
terhadap "raktur.
g. )etahanan terhadap asam! daya tahan material (gigi) terhadap daya perusakan
oleh asam.
h. =ndentasi ! gaya yang diaplikasikan dari ujung tajam atau partikel abrasi".
i. -emineralisasi ! pengembalian unsur%unsur mineral seperti garam kalsium
pada gigi atau tulang.
j. Iickers Mikrohardness ! uji indentasi dengan material berupa berlian yang
berbentuk piramid. =ndentasi yang terjadi dalam ukuran kecil dan dengan
kedalaman yang terbatas, yaitu kurang dari 1.
III. +. Alat %an Bahan
III. +. 1. Alat
7. 1. 1. 'lat untuk membuat sampel
a. Micromotor
b. <andpiece
c. &arborundum disk
d. Plat kaca
e. &etakan silinder terbuat dari selang
". &a/an akrilik
26
7. 1. 2. 'lat untuk aplikasi &PP%'&P
&otton bud
7. 1. (. 'lat untuk perendaman sampel
.oples
7. 1. 0. 'lat untuk pengukuran
Iickers microhardness tester
III. +. 2. Bahan
7. 2. 1. ,ahan untuk pembuatan sampel
a. gigi sulung insisi+us sentral atas
b. -esin akrilik sel" curing
7. 2. 2.,ahan untuk perendaman sampel
a. Karutan saline
c. 'sam sitrat 0,1 M p< 4,0
7. 2. (. ,ahan aplikasi
1& .ooth Mousse
Mengandung!
% &PP%'&P % Magnesium oksida % >inc oksida
% 1liserol % orbitol % 'ir murni
% ;ksida silicon % Pylitol
27
III. -. 3ara Penelitian
III. -. 1. U!i kekerasan enamel gigi sulung se.elum %an sesu%ah a$likasi 3PP4
A3P
a. &ara pembuatan sampel
1igi sulung insisi+us sentral atas dipotong bagian mahkota dan akarnya
dengan menggunakan carborundum disk. )emudian ditanam dalam resin akrilik
sel" curing dengan menggunakan cetakan dari selang yang dipotong berbentuk
silinder dengan ukuran 2:1 cm. Permukaan bukal menghadap ke atas bagian
tengah basis resin akrilik.
b. &ara aplikasi &PP%'&P
1& tooth mousse (-ecaldent) diaplikasikan pada permukaan email dengan
menggunakan cotton bud, didiamkan selama ( menit, kemudian dibersihkan
dengan cotton bud dan didiamkan selama 1 menit. 'plikasi dilakukan dua kali
sehari selama tujuh hari. . ampel yang telah dilakukan aplikasi direndam di
dalam larutan saline di dalam toples agar tidak terjadi dehidrasi.
29
c. &ara pengukuran kekerasan setelah perlakuan
Pengujian ini bertujuan untuk memperoleh nilai kekerasan mikro dari email gigi.
dengan cara
c1. .empatkan sampel pada dudukan dengan permukaan yang akan diuji tegak lurus
terhadap indentor intan.
c2. Dyalakan instrumen Micromet dengan menekan tombol s/itch%on di bagian
samping alat uji. Kampu po/er ber/arna merah akan menyala pada panel muka.
c(. Putarlah turet indentor%lensa obyekti" hingga diperoleh perbesaran 00 P.
c0. 'turlah "okus struktur mikro sampel uji dengan memutar handel pengangkat di
bagian samping alat uji. Dapatkan tingkat pencahayaan yang sesuai dengan mengatur
kontrol iluminasi di bagian samping.
c4. .entukan lokasi ("asa) yang akan diuji. 'rea yang dipilih harus ditempatkan di
tengah%tengah ruang pandang mata pengamat (okuler).
c6. Pilih beban yang sesuai dengan memutar dial beban (di bagian samping atas)
dengan hati%hati. *angan sekali%kali melakukannya dengan kejutan.
c7. 'tur /aktu indentasi. .ombol pengatur indentasi terletak di bagian samping
ba/ah. Direkomendasikan /aktu indentasi untuk hampir semua pengujian kekerasan
mikro adalah 10%14 detik. ,ila diperlukan aculah standar '.M.
c9. Putar turet indentor%lensa obyekti" hingga diperoleh posisi indentor.
c5. Kakukan indentasi dengan menekan tombol BtartC. KampuCKoadingCakan
menandakan indentasi berlangsung selama /aktu yang telah ditentukan sebelumnya.
25
c10. .unggulah agar lampu indikasi loading benar%benar berhenti menyala. *angan
sekali%kali menggerakkan benda uji ataupun mencoba memutar turet indentor%lensa
obyekti" sebelum indentasi selesai dengan sempurna.
c11. =ndentasi selesai, putarlah turet ke posisi lensa obyekti" kembali (00 P) dan
mulailah pengukuran lebar jejak.
c12. Pengukuran dilakukan dengan memutar left fillar adjustment knob (bagian kiri
dari lensa okuler) sehingga bagian garis kiri terdalam menyentuh ujung kiri terluar
dari jejak.
c1(. Putar right "illar adjustment knob sehingga bagian kanan terdalam dari right
"illar line berimpit dengan bagian kiri terdalam dari le"t "illar line. Perhatikan skala
nol pada right mikrometer yang terletak pada "illar adjustment knob.
c10. Putar "illar adjustment knob sehingga garis kanan akhirnya mencapai ujung
kanan terluar dari jejak. =nilah jarak diagonal dari jejak pada benda uji. &atatan! satu
kali putaran mikrometer adalah 24 mikron atau penambahan 1 skala adalah sama
dengan 0.4 mikron.
c14. 2langi langkah pengukuran untuk jarak diagonal lainnya dengan memutar
kedua
adjustment knob dalam posisi +ertikal.
c16. <itung nilai kekerasan "asa dengan rumus yang sesuai.
c17. Kakukan pengujian untuk "asa atau lokasi lain.
(0
III. -. 2. U!i ketahanan email gigi sulung terha%a$ asam se.elum %an sesu%ah
a$likasi 3PP4A3P
a. &ara pembuatan sampel
1igi sulung insisi+us sentral atas dipotong bagian mahkota dan akarnya
dengan menggunakan carborundum disk. )emudian ditanam dalam resin akrilik
sel" curing dengan menggunakan cetakan dari bahan plastik berbentuk silinder
2:1 cm. Permukaan bukal menghadap ke atas bagian tengah basis resin akrilik.
b. &ara aplikasi &PP%'&P
1& tooth mousse (-ecaldent) diaplikasikan pada permukaan email dengan
menggunakan cotton bud, didiamkan selama ( menit, kemudian dibersihkan
dengan cotton bud dan didiamkan selama 1 menit. 'plikasi dilakukan dua kali
sehari selama tujuh hari. ampel yang telah dilakukan aplikasi direndam di dalam
larutan saline di dalam toples agar tidak terjadi dehidrasi.
c. &ara perendaman pada asam sitrat
etelah aplikasi selama tujuh hari, sampel direndam dalam toples yang berisi
larutan asam sitrat dengan 0,1 M p< 4,0 selama (0 menit.
(1
d. &ara pengukuran ketahanan enamel terhadap asam sitrat
ampel yang telah direndam dibilas dengan aJuades. )emudian diukur pada
microhardness tester
Pengujian ini bertujuan untuk memperoleh nilai kekerasan mikro dari email gigi.
d1. .empatkan sampel pada dudukan dengan permukaan yang akan diuji tegak lurus
terhadap indentor intan.
d2. Dyalakan instrumen Micromet dengan menekan tombol s/itch%on di bagian
samping alat uji. Kampu po/er ber/arna merah akan menyala pada panel muka.
d(. Putarlah turet indentor%lensa obyekti" hingga diperoleh perbesaran 00 P.
d0. 'turlah "okus struktur mikro sampel uji dengan memutar handel pengangkat di
bagian samping alat uji. Dapatkan tingkat pencahayaan yang sesuai dengan mengatur
kontrol iluminasi di bagian samping.
d4. .entukan lokasi ("asa) yang akan diuji. 'rea yang dipilih harus ditempatkan di
tengah%tengah ruang pandang mata pengamat (okuler).
d6. Pilih beban yang sesuai dengan memutar dial beban (di bagian samping atas)
dengan hati%hati. *angan sekali%kali melakukannya dengan kejutan.
d7. 'tur /aktu indentasi. .ombol pengatur indentasi terletak di bagian samping
ba/ah. Direkomendasikan /aktu indentasi untuk hampir semua pengujian kekerasan
mikro adalah 10%14 detik. ,ila diperlukan aculah standar '.M.
d9. Putar turet indentor%lensa obyekti" hingga diperoleh posisi indentor.
d5. Kakukan indentasi dengan menekan tombol BtartC. KampuCKoadingCakan
menandakan indentasi berlangsung selama /aktu yang telah ditentukan sebelumnya.
(2
d10. .unggulah agar lampu indikasi loading benar%benar berhenti menyala. *angan
sekali%kali menggerakkan benda uji ataupun mencoba memutar turet indentor%lensa
obyekti" sebelum indentasi selesai dengan sempurna.
d11. =ndentasi selesai, putarlah turet ke posisi lensa obyekti" kembali (00 P) dan
mulailah pengukuran lebar jejak.
d12. Pengukuran dilakukan dengan memutar left fillar adjustment knob (bagian kiri
dari lensa okuler) sehingga bagian garis kiri terdalam menyentuh ujung kiri terluar
dari jejak.
d1(. Putar right "illar adjustment knob sehingga bagian kanan terdalam dari right
"illar line berimpit dengan bagian kiri terdalam dari le"t "illar line. Perhatikan skala
nol pada right mikrometer yang terletak pada "illar adjustment knob.
d10. Putar "illar adjustment knob sehingga garis kanan akhirnya mencapai ujung
kanan terluar dari jejak. =nilah jarak diagonal dari jejak pada benda uji. &atatan! satu
kali putaran mikrometer adalah 24 mikron atau penambahan 1 skala adalah sama
dengan 0.4 mikron.
d14. 2langi langkah pengukuran untuk jarak diagonal lainnya dengan memutar
kedua
adjustment knob dalam posisi +ertikal.
d16. <itung nilai kekerasan "asa dengan rumus yang sesuai.
d17. Kakukan pengujian untuk "asa atau lokasi lain.
((
=am.ar 3.1/ material yang digunakan.
(7
=am.ar 3.2 / 1& .ooth Mousse.
(7
(0
=am.ar 3.3/ Iickers microhardness tester.
(7
III. >. Analisa Data
'nalisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji 'no+a satu arah yang
akan dilanjutkan dengan <D, menggunakan P +ersi 16 "or @indo/s. 2ji 'no+a
digunakan untuk mengetahui nilai rata%rata perbedaan kekerasan mikrohardness
sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. <D digunakan untuk mengetahui ada
tidaknya perbedaan kekerasan enamel yang bermakna sebelum dan sesudah
diberikan perlakuan.
(4
III. 19. Alur Penelitian
III. 19. 1. U!i kekerasan enamel gigi sulung se.elum %an sesu%ah a$likasi casein
phosphopeptide-amorphous calcium phosphate 53PP4A3P6
Persiapan sampel
ampel jadi
)ontrol Perlakuan
.anpa aplikasi 1& .ooth mousse 'plikasi 1& .ooth mousse
(selama 7 hari, 2 kali sehari)
Perendaman dalam saline
2ji kekerasan mikrohardness tester
Iickers hardness number (I<D)
(6
III. 19. 2. U!i ketahanan email gigi sulung terha%a$ asam se.elum %an sesu%ah
a$likasi casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate 53PP4A3P6
Persiapan sampel
ampel jadi
)ontrol Perlakuan
.anpa aplikasi 1& .ooth mousse 'plikasi 1& .ooth mousse
(selama 7 hari, 2 kali sehari)
Perendaman dalam saline
Perendaman dalam asam sitrat 0,1 M p< 4,0 selama (0 menit
2ji kekerasan mikrohardness tester
Iickers hardness number (I<D)
(7
Da#tar Pustaka
1. McDonald, -.$., '+ery, D.-., dan tookey, 1, ). Dental &aries in the &hild
and 'dolescent, =n! Dentistry "or the &hild and 'dolescent, $ditors!
McDonald, -. $., '+ery, D.-., 7
th
$ddition Mosby, 2000# 22(%227
2. ,ader *D, Kohr )D, 3rame P. PhysiciansQ roles in pre+enting dental caries
in preschool children! a summary o" the e+idence "or the 2.. Pre+enti+e
er+ices .ask 3orce. &m ) *rev Med 2000#26!(14%24.
(. Moe?i?adeh M, Moayedi . 'nticariogenic $""ect o" 'morphous &alcium
Phosphat tabili?ed by &asein Phosphopeptide. -esearch *ournal o"
,iological ciences 0 (1)!1(2%1(6, 2005
0. Klena &, 3orner K, ,aca P. 'nticariogenicity o" casein phosphopeptide-
amorphous calcium phosphate! ' -e+ie/ o" the Kiterature. * &ontemp Dent
Pract 2005 May# (10)(!001%005
4. Ming, . .. Dan 3rederick, &. .. 'morphous &alcium Phosphates "or .ooth
Minerali?ation. &merican +ental &ssociation ,oundation (ational -nstitut of
#tandards and Technology Gaithersburg 2000# 24! 5
6. -eynolds $&. -eminerali?ation o" early caries by anticariogenic casein
phosphopeptide%amorphous calcium phosphate nanocomple:es. Dental
Practice 2001# Do+ADec!21%22.
7. Ian -ensburg ,1*., ;ral ,iology. Ruintessence Publishing &o. =nc.,
1ermany. 1554.
9. Keeson, Keeson, Paparo. ,uku ajar <istologi $d I (.erjemahan .e:tbook o"
<istology). 'lih bahasa! ta" <istologi 3) 2=. *akarta, $1&, 1556.
5. -obinson &, hore -&, ,rookes *, tra""ord , @ood -, )irkham *. .he
&hemistry o" $namel &aries. &rit. -e+. ;ral ,iol. Med 2000#
10. -.>. Keg"ros, .. akae, &. ,autista, M. -etino and *.P. Kegeros Magnesium
and &arbonate in $namel and ynthetic 'patites. &dv. +ent. "es. 1556#
11#09. 10#224.
11. @ang K*, .ang -, ,onstein ., ,ush P, Dancollas 1<. $namel
Deminerali?ation in Primary and Permanent .eeth. * Dent -es 2006# 94# (45.
12. 'maechi ,., <igham M, $dgar @M. 3actors in"luencing the de+elopment
o" dental erosion in vitro! enamel type, temperature and e:posure time. )
.ral "ehabi.l 1555.26!620%6(0.
1(. <unter MK, @est DP, <ughes *', De/combe -1, 'ddy M. $rosion o"
deciduous and permanent dental hard tissue in the oral en+ironment. ) +ent
2000. 29! 247%26(
10. Maupome 1, 'guilar%'+ila M, Medrano%2galde <, ,orges%Mane? '. -n
vitro Juantitati+e microhardness assessment o" enamel /ith early sali+ary
pellicles a"ter e:posure to an eroding cola drink. Caries "es 1555!((!100%
107.
(9
14. =ssa '=, Preston )P, Preston '*, .oumba )*, Duggal M. ' study
in+estigating the "ormation o" arti"icial sub%sur"ace enamel caries%like lesions
in deciduous and permanent teeth in the presence and absence o" "luoride.
&rch .ral iol 200(! 09!467%471.
16. >ainuddin M. )inetika reaksi pelepasan kalsium dari enamel dalam medium
yang bersi"at asam. Majalah )edokteran 1igi urabaya 1555# (2(()!126%5.
17. Prasetyo $'. )easaman Minuman -ingan Menurunkan )ekerasan
Permukaan 1igi. Maj. )ed.1igi (Dent. *.) 2004# (9(2)!60%6(
19. 'nusa+ice )enneth *., Phillps ,uku 'jar =lmu ,ahan )edokteran 1igi
(.erjemahan PhillipsE cience o" Dental Materials). 'lih bahasa! *ohan 'rie"
,udiman, usi Pur/oko. $ditor edisi bahasa =ndonesia! Kilian *u/ono. $d
10. *akarta! $1&, 200(.
15. Mu/ono '<. ,uku Panduan Praktikum )arakterisasi Material = Pengujian
Merusak (Destrukti+e .esting). Departemen Metalurgi dan Material 3akultas
.eknik 2ni+ersitas ri/ijaya. 2005.
20. -eynolds $&. 'nticariogenic comple:es o" amorphous calciumphosphate
stabili?ed by casein phosphopeptides! a re+ie/. pec &are Dentist. 1559 *an%
3eb#19(1)!9%16.
21. -eynolds $&. .he role o" phosphopeptides in caries pre+ention. Dental
Perspecti+es 1555#(!6%7.
22. -eynolds $&. -eminerali?ation o" enamel subsur"ace lesions by casein
phosphopeptide%stabili?ed calcium phosphate solutions. * Dent -es. 1557
ep#76(5)!1497%54.
2(. -amalingam K, Messer K , and -eynolds $ &. 'dding casein
phosphopeptideamorphous calcium phosphate to sports drinks to eliminate in
+itro erosion. Pediatr Dent. 2004# 27 (1)! 27 (1)! 61%7.
20. .suchita <, 1oto ., himi?u ., Monehara M, )u/ata .. Dietary &asein
Phosphopeptides Pre+ent ,one loss in 'ged ;+ariectomi?ed -ats. *ournal o"
Dutrition 1554#126!96%5(.
24. @alsh K*. Pre+enti+e Dentistry "or the general dental practitioner. 'ustDent
*. 2000 *un#04(2)!76%92,
26. &ross )*, <uJ DK, Palamara *$, Perich *@, -eynolds $&. Physicochemical
characteri?ation o" casein phosphopeptide%amorphous calcium phosphate
nanocomple:es. * ,iol &hem. 2004 'pr 14#290(14)!14(62%5.
27. -eynolds $&. -eminerali?ation o" early enamel caries by anticariogenic
casein phosphopeptide % amorphous calcium phosphate nanocomple:es.
Dental Practice 2001#Do+ADec!21%22.
29. &ross )*, <uJ DK, -eynolds $&. &asein phosphopeptides in oral health%
chemistry and clinical applications. &urr Pharm Des. 2007# 1((9)!75(%900.
25. chSpbach P, Deeser *-, 1olliard M, -ou+et M, 1uggenheim ,.
=ncorporation o" caseinoglycomacropeptide and caseinophosphopeptide into
the sali+ary pellicle inhibits adherence o" mutans streptococci. * Dent -es.
1556 ;ct# 74(10)!1775%99.
(5
(0. Ma??aoui ', ,urro/ M3, .yas M*, Dashper 1, $akins D, -eynolds $&.
=ncorporation o" casein phosphopeptide%amorphous calcium phosphate into
glassionomer cement. * Dent -es. 200( 92 (11)! 510%519.
(1. 'imutis @-. ,ioacti+e properties o" milk proteins "ocus on anticariogenesis.
* Dutr. 2000 'pr#1(0(0)!595%54.
(2. -ees *, Koyn ., &had/ick ,. Pronamel and tooth mousse! an initial
assessment o" erosion pre+ention in vitro. * Dent. 2007 'pr# (4(0)!(44%7.
((. .antbirojn D, <uang ', $ricson MD,. &hange in sur"ace hardness o" enamel
by a cola drink and a &PP%'&P paste. * Dent. 2009 *an# (6(1)!70%5.
(0. ;shiro M, Mamaguchi ), .akami?a/a ., =nage <, @atanabe ., =roka/a ',
'ndo , Miya?aki M. $""ect o" &PP%'&P paste on tooth minerali?ation! an
3$%$M study. * ;ral ci. 2007 *un# 05(2)!114%20.
(4. &ai 3, hen P, Morgan MI, -eynolds $&. -eminerali?ation o" enamel
subsur"ace lesions in situ by sugar%"ree lo?enges containing casein
phosphopeptide%amorphous calcium phosphate. 'ust Dent *. 200( Dec#
09(0)!200%(.
(6. -ahiotis &, Iougiouklakis 1. $""ect o" a &PP%'&P agent on the
deminerali?ation and reminerali?ation o" dentine in vitro. * Dent. 2007 'ug#
(4(9)!654%9.
(7. =tthagarun ', )ing DM, Miu &, Da/es &. .he e""ect o" che/ing gums
containing calcium phosphates on the reminerali?ation o" arti"icial caries%like
lesions in situ. &aries -es. 2004 May%*un# (5(()!241%0.
(9. http!AA///.no+apd".com
00