Anda di halaman 1dari 26

Halaman Judul

LAPORAN PRAKTIKUM
PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR II
MITOSIS


Disusun oleh :
1. Erlin Aprilia 13312241004
2. Wahyu Marliyani 13312241005
3. Endah Setyorini 13312241010
4. Sopa Saniah 13312241011
5. Lutfi Rahmawati Nurhadi 13312241028
6. Imamah 13312241040
Kelas: IPA A 2013
Kelompok V

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014



1
A. Topik
Topik dalam praktikum kali ini yaitu Mitosis

B. Tujuan
Mahasiswa mampu mengmati dan menjelaskan tahapan siklus sel, terutama dalam
pembelahan mitosis.

C. Latar Belakang
Setiap makhluk hidup mempunyai siklus dalam hidupnya. Setiap makhluk hidup akan
mengalami dari tidak ada menjadi ada lalu tidak ada lagi. Selama periode ada itupun terjadi
perubahan yang luar biasa. Dari sebuah sel, tumbuh, berdiferensiasi, dan berkembang
menjadi individu yang sempurna. Kejadian ini berlaku untuk semua makhluk hidup tak
terkecuali sel itu sendiri sebagai unit organisasi terkecil dari organisme.
Pembelahan sel memainkan beberapa peran penting dalam kehidupan organisme.
Ketika organisme uniselluler membelah, diperoleh bentuk keturunan yang merupakan
duplikatnya. Pembelahan sel pada skala yang lebih besar dapat menghasilkan keturunan
multiselluler. Pembelahan sel juga memungkinkan organisme yang bereproduksi secara
seksual untuk berkembang dari sel tunggal. Kemudian setelah organisme tumbuh
sepenuhnya, pembelahan sel terus berfungsi dalam pembaruan dan perbaikan.
Proses pembelahan sel merupakan bagian integral dari siklus sel, kehidupan sel
dimulai dari saat pertama kali ia terbentuk dari sel induk yang membelah hingga
pembelahannya sendiri menjadi dua sel. Meneruskan materi genetik yang identik ke sel
anakan merupakan fungsi krusial pembelahan sel.
Pembelahan sel yang terjadi pada organisme eukariotik meliputi pembagian sel
(kariokinesis) dan pembagian sitoplasma (sitokinesis). Pembelahan sel diawali dengan
adanya aktivitas pembelahan kromosom dalam beberapa tahap pembelahan, salah satunya
adalah pembelahan secara mitosis. Mitosis merupakan peristiwa pembelahan sel yang terjadi
pada sel-sel somatis yang menghasilkan dua sel anakan yang memiliki genotipe sama dan
identis engan sel induknya.
Untuk mengetahui tahapan-tahapan pembelahan sel dilakukan pengamatan pada
bagian sel-sel yang bersifat meristematis (aktif membelah) pada organ tumbuhan, msalnya
pada ujung akar atau ujung batang. Penggunaan ujung akar dari bawang merah (Alium cepa)
pada praktikum ini dikarenakan bawang merah mudah didapat dan penumbuhan akarnya
cepat tumbuh. Selain itu ujung akar bawang merah memiliki kromosom yang besar dan



2
jumlah kromosom yang tidak terlalu banyak, sehingga akan mempermudah untuk mengamati
beberapa tahap pembelahan mitosis.
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan tahapan siklus sel pada
pembelahan mitosis, karena sebagai mahasiswa pendidikan yang nantinya akan disiapkan
untuk menjadi tenaga pengajar harus lebih mengerti mengenai tahapan-tahapan pembelahan
mitosis dengan mengetahui masing-masing tahapnya.

D. Dasar Teori
Sel yang sedang membelah menduplikasi DNA-nya. DNA yang dimiliki oleh sel,
informasi genetiknya disebut genom. Sebelum sel bisa membelah untuk membentuk sel-sel
anakan yang identik secara genetik, semua DNA harus disalin. DNA terdapat dalam
kromosom yang kemudian kromosom berada pada inti sel atau nukleus. Setiap spesies
eukariota memiliki jumlah kromosom yang dalam setiap nukleus sel. Misalnya masing-
masing nukleus sel somatik (semua sel tubuh kecuali sel reproduksi) manusia mengandung
46 kromosom yang terdiri atas dua set 23 kromosom. Satu set diwarisi dari ayah, sedangkan
satu set lagi dari ibu. Sel-sel reproduksi atau gamet memiliki kromosom yang berjumlah
separuh dari kromosom sel somatik. (Neil A. Campbell, 2008 : 245)
Kromosom eukariot terbuat dari kromatin, kompleks DNA dan molekul-molekul
protein terkait. Setiap kromosom mengandung satu molekul DNA linear yang sangat panjang
dan membawa beberapa ratus sampai beberapa ribu gen, yaitu unit-unit yang menspesifikasi
sifat-sifat warisann suatu organisme. Protein-protein yang terkait mempertahankan struktur
kromosom dan membantu mengontrol aktivitas gen. Ketika sel sedang tidak membelah dan
bahkan ketika sel sedang menduplikasi DNA-nya dalam persiapan untuk pembelahan sel,
setiap kromosom berada dalam bentuk serat kromatin yang panjang dan tipis. Akan tetapi,
setelah duplikasi DNA, kromosom berkondensasi. Setiap kromatin berkondensasi. Setiap
serat kromatin menjadi terkumpar dan terlipat rapat, sehingga kromosom jauh lebih pendek
dan sedemikian tebal. (Neil A. Campbell, 2008 : 245)



3

Sumber: http://www.recursostic.educacion.es
Setiap makhluk hidup mempunyai siklus dalam hidupnya. Siklus sel adalah kegiatan
yang terjadi dari satu pembelahan sel kepembelahan berikutnya. Siklus sel sendiri meliputi
pertambahan massa, duplikasi bahn genetis yang dikenal sebagai interfase dan pembelahan
sel. Apabila sel sedang tidak dalam proses membelah diri, kromosom-kromosom tidak
tampak dengan bantuan mikroskop cahaya (Sumadi dan Aditya, 2007 : 187).
Pada banyak sel, termasuk bawang, satu atau lebih dari kromosom itu mempunyai
nukleolus. Hal ini dapat diamati dengan mikroskop biasa. Keadaan yang amat lembut ini
pada kromosom selama masa antara pembelahan sel tidak seharusnya menggambarkannya.
Mereka justru aktif dalam sintesis RNA dan sejenak sebelum pembelahan sel berikutnya,
juga sistesis DNA. Sebenarnya kandungan DNA menjadi dua kali diantara pembelahan-
pembelahan sel. (John W. Kimball, 1998 : 200)
Siklus sel meliputi pertambahan massa, duplikasi bahan genetis yang dikenal sebagai
interfase dan pembelahan sel. Interfase meliputi 3 tahap, yaitu G1 (periode pertumbuhan), S
(sintesis), dan G2 (persiapan pembelahan). Sedangkan pembelahan sel sendiri terdiri dari dua
tahap, yaitu mitosis dan kariokinesis. Tahap kariokinesis disebut juga siklus kromosom dan
sitokinesis disebut juga siklus sitoplasma.

Sumber: http://www.recursostic.educacion.es



4
1. Interfase
Interfase ada kalanya disebut juga sebagai fase istirahat, tetapi bukan berarti tidak ada
aktivitas apapun. Istirahat yang dimaksudkan adalah sel berhenti membelah tetapi tetap
melakukan aktivitas non pembelahan. Dalam bidang genetika, interfase ini merupakan tahap
yang paling penting dari mitosis karena terjadinya sintesis ADN, menuju pada replikasi
kromosom dan sintesis protein.
Menurut Susan (2002:5), interfase merupakan periode diantara dua mitosis yang
berurutan dan terdiri atas tiga fase yaitu G1, S, dan G2.
a. Tahap G1 (Periode Pertumbuhan)
Tahap pertama adalah G1. Pada tahap G1 sel anakan akan tumbuh menjadi dewasa.
Pada tahap ini terjadi sintesis protein, karbohidrat. Lipid, inisiasi replikasi DNA, duplikasi
organela. Tahap G1 ini berlangsung paling lama. Tahap kedua adalah fase S dimana terjadi
replikasi DNA dan sintesis satu set lengkap protein kromosomal histon dan non histon. Selain
itu, juga terjadi diplikasi kromosom. Fase ini terjadi selama 9 jam. Tahap ketiga adalah fase
G2 dimana sel mulai mempersiapkan diri untk membelah. Fase ini terjadi sekitar 2 jam
(Sumadi dan Aditya Marianti, 2007 : 189).
b. Tahap S (Sintesis)
Pada tahap S (sintesis) sel akan mengalami replikasi DNA dan akan terjadi duplikasi
kromosom, serta terjadi sintesis satu sel lengkap protein kromosomal kiston dan non kiston.
c. Tahap G2 (Persipan Pembelahan)
Pada tahap ini sel sudah mempersiapkan diri untuk melakukan pembelahan.
2. Mitosis
Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel memproduksi dirinya sendiri dengan
jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induk (Crowder, 1986: 15).
Fase mitosis diawali dengan aktivasi MPF (Mitosis Promoting Factor) yang memicu proses
fosforilasi protein dan diakhiri dengan fosforilasi. Fosforilasi ini akan menyebabkan
perubahan-perubahan morfologi sel misalnya kondensasi kromatin berubah menjadi
kromosom dan menghilangnya selubung nukkleus. Mikrotubulla sama artinya dengan
gelendong pembelahan. Mikrotubula berperan dalam mengatur letak kromosom selama
proses pembelahan.



5

Sumber: http://www.recursostic.educacion.es
Fase kariokinesis (mitosis) meliputi 4 tahap, yaitu profase, metafase, anafase, dan
telofase.
a. Profase
Profase ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1) Terjadinya perubahan sentosoma dan benang-
benang kromatin menduplikasikan diri dan
berkondensasi menjadi kromatid yang terikat
pada sentromer.
2) Sentrosoma membelah menjadi mikrotubula aster yang terpisah. Ujungnya
memanjang, dan sentrosoma menjauh.
3) Sentromer diikat konektor.
4) Kromosom mengerut dan menjadi lebih tebal. Pemendekan ini akibat dari
berpilinnya kromosom sehingga tampak nyata.
5) Nukleolus menjadi kabur dan hilang pada akhir profase.
6) Selaput inti mulai menghilang
7) Benang gelondong mulai terbentuk.
8) Kromosom mulai bergerak ketengah atau equator dari sel.



6
b. Metafase
Metafase ditandai dengan ciri-ciri sebagai
berikut:
1) Pengaturan letak dan arah kromosom
oleh mikrotubula kinetokhor.
2) Kromosom tertata di bidang ekuator
karena adanya gaya tarik yang sama
kuat dari masing-masing kutub
pembelahan.
3) Sentromer melekat pada benang gelendong, namun ada juga beberapa benang
gelendong yang mencapai kutub tanpa melekat pada sentromer.
4) Sentromer membelah dan masing-masing kromatid menjadi kromosom tunggal.
5) Benang-benang gelendong menjadi lebih jelas pada permulaan metafase dan
teratur seperti kumparan . benang-benang ini terdiri dari serabut protein halus
yang terbuat dari mikrotubul yang sangat kecil. Benang gelendong dibentuk
dalam hubungannya dengan sentriol (badan yang menandai kutub dari mekanisme
banang gelendong). Benang gelendong ini berperan penting dalam penyebaran
kromosom secara teratur.
(James, R.Wilsh, 1991: 8)
c. Anafase
Anafase ditandai dengan adanya ciri-ciri sebagai berikut:
1) Terbelahnya kromosom menjadi
dua kromatid, masing-masing
dengan sebuah kinetokor
2) Kromatid bergerak ke arah kutub
pembelahan masing-masing
(bergerak ke kutub yang
berlawanan)
3) Kromatid berkumpul di kutub pembelahan tersebut
4) Sentromer membelah mengikuti panjang kromosom dan kromatid mulai bergerak
pada serabut gelendong menuju kekutub-kutub sel terdekatnya, dengan sentromer
yang memimpin pergerakan itu
5) Terjadi penyebaran kromosom dan ADN yang seragam didalam sel
6) Merupakan fase terpendek dari fase-fase mitosis



7
7) Pada akhir anafase, sekat sel mulai terbentuk dekat bidang ekuator.
d. Telofase
Telofase ditandai dengan adanya ciri-ciri sebagai berikut:
1) Benang-benang gelendong
menghilang
2) Terkitnya kembali selubung
nukleus di sekeliling tiap
kelompok kromosom baru
3) Mikrotubula kinektokhor
sudah menghilang, tetapi mikrotubal kutub masih ada
4) Mikrotubula kutub masih panjang
5) Sekat sel terbentuk kembali dan sel membelah menjadi dua sel anakan
6) Struktur kromosom itu istirahat dan dianggap proses selesai
3. Sitokinesis
Sitokinesis adalah proses pembelahan sitoplasma yang ditandai dengan pelekukan
pada sel. Pelekukan terjadi di tengah
bidang pembelahan sel karena aktivitas
cincin kontraktil. Pelekukan itu
menyebabkan mikrotubula kutub
menjadi timpang tindih tersebut
membentuk mid body yang berfungsi
sebagai tambahan dua sel anakan.
Selanjutnya cincin kontraktil akhirnya
menghilang dengan terurai menjadi
komponen-komponen penyusunnya.
Dan akhirnya selubung inti dan nukleolus terbentuk lengkap. Hal ini menandakan selesainya
proses pembelahan sel (Sumardi dan Aditya Marianti, 2007 : 196-199).
Pada sel hewan, proses sitokinesis berlangsung degan sitoplasma sel hewan yang
terbagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil. Cincin ini menyebabkan
terbentuknya kar pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anakan. Sedangkan
pada sel tumbuhan terjadi sintesis keping sel diantara dua anak sel untuk membentuk dinding
sel. Materi dinding sel yang dibawa oleh vesikula berkumpul membentuk pelat sel yang
nantinya akan membesar hingga membran disekelilingnya bergabung dengan membran



8
plasma disekeliling sel. Dua sel anak terbentuk dengan membran plasmanya masing-masing.
Sementara itu dinding sel baru telah terbentuk diantranya (Neil. A Champbell, 2000: 227).
E. Alat dan Bahan
Alat:
1. Mikroskop cahaya
2. Kaca benda
3. Kaca penutup
4. Pipet tetes
5. Tisu
6. Pinset
7. Silet tajam
8. Pembakar spiritus dan korek api
9. Gelas arloji
10. Botol ampul
11. Silet berkarat
12. Plastik dan karet
Bahan
1. Ujung Akar bawang merah (Allium cepa)
2. HCL 1 M
3. Alkohol 70 %
4. Acetocarmin
5. Larutan FAA
6. Air

F. Langkah Kerja
1. Tahap Persiapan



9


2. Tahap Pelaksanaan
Memasukkan larutan HCL 1 M ke botol ampul yang berisi potongan akar bawang dan
menutup botol ampul dengan alumunium foil yang diikat menggunakan karet.
Memotong akar bawang sepanjang 1 cm pada pukul 09.00 dan memasukkan
potongannya ke botol ampul.
Proses merendam akar bawang dilakukan selama 7 hari.
Menuang air ke gelas plastik hingga bagian akar bawang saja yang menyentuh air.
Menusuk bagian tengah bawang secara horizontal. satu tusuk terdapat tiga buah
bawang. kemudian memasang ujung tusuk sate pada lubang yang lain.
Memasang tusuk sate secara horizontal pada salah satu sisi lubang.
Menyediakan gelas plastik dan melubangi di kedua sisinya.



10


G. Data Hasil Pengamatan
Gambar Hasil Percobaan Gambar Literatur
Tahap Profase







Tahap Profase

Tahap Metafase Tahap Metafase
Menggambar hasil pengamatan dan memberikan penjelasan.
Mengamati apa saja yang tampak pada tampilan bayangan preparat dibawah
mikroskop.
Mengamati preparat potongan ujung akar bawang merah (Allium cepa) dibawah
mikroskop cahaya.
Melewatkan preparat diatas lampu spiritus, kemudian menggilasnya dengan jempol
atau ujung pensil yang tumpul.
Menetesi dengan larutan acetocarmin, lalu dicacah dengan silet berkarat kemudian
ditutup dengan kaca penutup.
Mengambil potongan akar dari gelas arloji dan memotong bagian ujung (tudung akar)
dan meletakkannya pada kaca benda.
Menambahkan larutan HCl 1 N dan merendamnya selama 5 menit.
Menghisap alkohol 70% dengan kertas hisap.
Menambahakan alkohol 70% dan dibiarkan terendam selama 2 menit.
Memindahkan potongan ujung akar bawang merah (Allium cepa) kedalam gelas arloji.
Mengambil potongan ujung akar bawang merah (Allium cepa) dari botol ampul dengan
pinset.



11

Tahap Annafase Tahap Annafase

Tahap Telofase Tahap Telofase


H. Pembahasan
Percobaan yang telah praktikan lakukan dengan melakukan pengamatan terhadap
pembelahan mitosis memiliki tujuan untuk mengamati dan menjelaskan tahapan-tahapan dari
masing-masing mitosis. Percobaan ini dilakukan menggunakan ujung akar pada tumbuhan.
Praktikan menggunakan ujung akar dari tumbuhan bawang merah (Allium cepa). Praktikan
menggunakan akar bawang merah karena jaringan akar bawang merah merupakan jaringan
meristematik yang mudah untuk diamati tahapan pembelahan mitosisnya. Selain itu,
menumbuhkan akar bawang merah jauh lebih cepat dibanding menumbuhkan akar tumbuhan
lain yang menggunakan media air.
Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain mikroskop cahaya,
kaca benda beserta penutupnya, pipet tetes, tisu, tusuk gigi, silet berkarat, pembakar bunsen,
stoples kecil, botol ampul, gelas plastik air minum, tusuk sate, alumunium foil, karet, mistar,
dan korek api. Sedangkan bahan yang digunakan adalah ujung akar bawang merah. Larutan
FAA, alkohol 70 %, acetocarmin, dan air.



12
Pada percobaan pengamatan pembelahan mitosis, praktikan melakukan tiga tahap
kerja, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengamatan. Tahap pertama yang
praktikan lakukan adalah tahap persiapan. Pada tahap persiapan ini praktikan mula-mula
menyediakan gelas plastik yang kemudian dilubangi di kedua sisinya sebelah atas
menggunaka solder. Praktikan kemudian menusukkan tusuk sate pada salah satu lubang dan 3
buah bawang merah ditusukkan secara horizontal pada tusuk sate tersebut. Ujung tusuk sate
kemudian dimasukkan di ujung lubang yang satunya. Tusuk sate sebenarnya berfungsi
sebagai penyangga bawang merah. Bawang merah yang telah berada dalam gelas plastik
diamati letak akarnya dan memastikan letak akarnya berada di bawah. Praktikan menuangkan
air hingga bagian akar bawang merah terendam. Tetapi pengisian air ini tidak boleh melebihi
akar, karena apabila melebihi bawang merah akan ikut tercelup yang menyebabkan bawang
merah tersebut cepat membusuk. Proses merendam akar ini dilakukan selama 7 hari.
Tahap selanjutnya adalah tahap pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan ini langkah
pertama yang dilakukan adalah praktikan mengambil potongan ujung akar bawang merah
(Allium cepa) dari botol ampul dengan pinset kemudian memindahkan potongan ujung akar
bawang merah (Allium cepa) kedalam gelas arloji dan menambahakan alkohol 70% serta
dibiarkan terendam selama 2 menit. Setelah 2 menit praktikan menghisap alkohol 70%
dengan kertas hisap dan menambahkan larutan HCl 1 N serta merendamnya selama 5 menit.
Setelah 5 menit, mengambil potongan akar dari gelas arloji dan memotong bagian ujung
(tudung akar) dan meletakkannya pada kaca benda. Setelah itu praktikan menetesi cacahan
dari ujung akar Allium cepa dengan larutan acetocarmin. Acetocarmin adalah pewarna
sehingga jelas fungsinya untuk memberi pigmen pada sel-sel akar bawang agar mudah untuk
diamati. Pewarnaan dilakukan dengan mewarnainya dengan pewarna yang sesuai akan
tampak kromosom-kromosom dalam sel-sel yang membelah diri (Kimball, 1983).
Setelah menetesi dengan acetocarmin, praktikan menutup preparat dengan kaca
penutup dan menggilas preparatnya dengan jepitan ujung pensil yang tumpul. Hal ini
dilakukan agar preparat yang diamati lebih terlihat jelas sel-sel didalamnya. Kemudian
praktikan melewatkan preparat akar Allium cepa di atas lampu spiritus. Hal itu dilakukan
bertujuan untuk mempercepat proses penyerapan warna dari acetocarmin.
Tahap terakhir adalah tahap pengamatan. Pengamatan ini dilakukan dengan
mengamati sel-sel dalam akar yang menunjukkan adanya tahapan-tahapan atau fase-fase yang
terlihat pada tampilan bayangan preparat di bawah mikroskop dengan perbesaran tertentu.
Tahap pengamatan dimulai dengan mengamati preparat menggunakan mikroskop.
Berdasar pengamatan di bawah mikroskop tampak bahwa sel-sel ujung akar bawang merah



13
(Allium cepa) berbentuk menyerupai persegi panjang dengan tepinya melengkung, sebagian
besar sel ujung akar bawang merah terdapat bagian sel yang nampak jelas yaitu membran sel
dan inti sel yang berwarna merah. Inti sel (nukleus) pada akar bawang merah terlihat bahwa
sebagian besar berbentuk bulat dan di dalamnya berbentuk bermacam-macam. Bentuk-bentuk
dari isi nukleus inilah yang menunjukkan siklus dari suatu sel.. hal ini menunjukkan bahwa
pada satu buah akar bawang merah sepanjang 1 cm terdapat beragam bentuk isi dari nukleus,
yang mana saat pemotonganakar bawang merah pada tahap persiapan, sel-sel yang aktif
membelah mulai mati dan setiap sel pastilah sedang mengalami siklus sel yang beragam pula.
Dalam sebuah siklus hidup sebuah sel, inti mengalami perubahan struktur maka struktur inti
sel tergantung pada tahap-tahap tertentu dalam siklus sel. Dalam siklus sel terdapat dua
bentuk inti yang penting yaitu bentuk interfase dan bentuk mitosis. Bentuk interfase adalah
bentuk di saat intinya dalam keadaan belum mitosis, sedangkan bentuk mitosis yaitu sel
dalam proses pembelahan yang melibatkan inti.
Dari hasil pengamatan terlihat pula benang-benang halus yang disebut kromatin.
Kromatin hanya terlihat berupa titik-titik kecil dan berjumlah banyak. Berdasar literatur,
kromatin memang terletak di sekitar anak inti (nukleolus) yang berbentuk sebagai benang-
benang halus setebal 10 nm.
Berdasarkan pengamatan dihasilkan bayangan tahap-tahap pembelahan sel yaitu tahap
profase, metafase, anafase, dan telofase. Praktikan mengalami kesulitan mengamati tahap
interfase . berdasar literatur, di dalam nukleus interfase, dapat dibedakan 2 komponen utama,
yaitu cairan inti yang tampak jernih dan tak berwarna. Sisanya terdiri dari kromatin, berupa
benang-benang halus yang tersusun atas asam deoksiribonukleat (ADN) dan protein sehingga
membentuk nukleoprotein.
Berdasarkan literatur, siklus sel sendiri meliputi pertambahan massa, duplikasi bahan
genetis yang dikenal sebagai interfase dan pembelahan sel. Interfase meliputi tiga tahap yaitu
G1 (periode pertumbuhan), S (Sintesis), G2 (persiapan pembelahan). Sedangkan pembelahan
sel sendiri terdiri dari dua tahap yaitu mitosis atau kariokinesis disebut juga siklus kromosom
dan sitokinesis disebut juga siklus sitoplasma. Fase-fase pembelahan mitosis adalah profase,
metafase, anafase, dan telofase.
Berdasarkan hasil pengamatan, adanya nukleus yang masih nampak jelas merupakan
fase interfase. Hal ini dikarenakan interfase merupakan tahap persiapan pada tahap
pembelahan. Selama interfase tidak tampak adanya struktur kromosom dan fase ini sebelum
melakukan kegiatan pembelahan, tetapi sel sudah cukup siap untuk membelah. Berikut ini
adalah fotografi dari fase interfase.



14

sumber: http://www.recursostic.educacion.es
Selama interfase, sel tampak keruh dan benang-benang kromatin halus lama-kelamaan
akan kelihatan. Beberapa ahli menganggap interfase bukan merupakan salah satu tahap dalam
mitosis sehingga interfase disebut sebagai fase istirahat. Menurut Sumadi (2007, 188)
istirahat yang dimaksud adalah sel berhenti membelah tetapi tetap melakukan aktivitas non
pembelahan.
Seperti telah disebutkan di atas interfase meliputi tiga tahap yaitu
1. G1 (Periode Pertumbuhan)
G1 merupakan fase yang berlangsung paling lama. Pada tahap ini terjadi sintesis protein,
karbohidrat, lipid, inisiasi, replikasi DNA, dan duplikasi organela. Aktivitas tersebut
digunakan untuk mengadakan proses pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu pada
fase ini tidak ada pembelahan nukleus. Nukleus membesar dan sitoplasma bertambah.
2. S (Sintesis)
Sintesis terjadi replikasi DNA dan sintesis satu set lengkap kromosomal histon dan non
histon serta terjadi duplikasi kromosom.
3. G2 (persiapan pembelahan)
Sel tumbuh sempurna sebagian persiapan untuk membelah sel.
a. Profase
Selanjutnya praktikan mengamati dan mencari sel yang mengalami tahap profase.
Perbandingan fase antara hasil dan literatur dapat digambarkan sebagai berikut.









15
Sumber: http://www.maph49.galeon.com
Pada pengamatan sel ujung akar bawang merah (Allium cepa) praktikan mengalami
kesulitan dalam menemukan dan mengidentifikasi fase profase. Pada tahap profase yang
teramati pada pengamatan dengan menggunakan mikroskop cahaya tidak begitu jelas artinya
bagian-bagian sel tidak teramati secara jelas baik sentrosom yang akan membentuk
gelendong sentromer dengan kinetokor dan dua saudara kromatid yang terdapat bersama
senromer yang terlihat jelas hanya membran plasma, sitoplasma, dan selubung inti yang utuh.
Membran plasma memiliki bagian tepi yang sangat tipis. S. Jhon Singer dan Garth
Nicolson tahun 1966 berpendapat bahwa struktur membran biologi tersebut seperti mozaik
air. Dalam hal ini lapisan lipid ganda dianggap seperti cairan dua dimensi yang berlaku
sebagai pelarut berbagai protein dan glikolipid. Bagian yang lain adalah sitoplasma dimana
sitoplasma ini berupa cairan yang mengisi sel dan mengandung berbagai zat yang koloid.
Sedangkan pada tahap ini hanya terbentuk selubung inti sehingga hal ini memberi bukti
bahwa bagian dari nukleus yaitu nukleus mulai menghilang dan digantikan dengan
kromosom. Hal ini merupakan bentuk proses profase awal.
Menurut literatur pemulaan mitosis ditandai dengan perubahan beberapa nukleolus
mulai menghilang sedangkan kromosomnya mulai timbul. Untaian kromosom yang semula
tebal meluas menjadi pilinan (helix). Dengan demikian untaian itu lebih pendek dan lebih
tebal (Kimball, 1986: 198). Selanjutnya adalah terjadinya kondensasi benang-benang
kromatin yang sangat halus dan mengalami penebalan menjadi kromosom dan mulai
menduplikasi menjadi kromatid atau sering disebut dengan sister kromatid. Kromatid-
kromatid tersebut dihubungkan oleh suatu bentukan padat yang biasanya dalam diagram
dilukiskan sebagai suatu titik yang disebut sentromer yang merupakan titik pertautan
pasangan kromatid. Sentromer sendiri diikat oleh kinetokor dan kinetokor diikat oleh
mikrotubula. Kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fiber).
Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom sewaktu pembelahan sel. Ciri-
ciri lain dari fase profase ini adalah nukleus dan selaput inti mulai menghilang pada akhir
profase. Pada akhir profase juga mulai terbentuk benang-benang spindle mikrotubule atau
gelendong inti pada masing-masing kutub sel yang letaknya berlawanan (Suryo,1997).
b. Metafase
Setelah mengamati tahap profase, praktikan mencari tahapan metafase. Tahapan
metafase bercirikan oleh barisan kromosom yang rapi di sepanjang ekuator. Saat praktikan
mengamati sel yang mengalami tahap metafase, tidak begitu jelas secara detail kromosomnya



16
karena perbesaran yang digunakan kurang maksimal. Praktikan sulit sekali dan jarang
menemukan sel tahap metafase, karena tahap metafase berlangsung sangat cepat.
Berdasarkan literatur tahap metafase ditandai dengan munculnya atau terbentuknya
gelendong pembelahan. Gelendong pembelahan ini dibentuk oleh mikrotubula yang meluas
diantara ujung-ujung atau kutub sel. Ujung lepas kromosom dapat secara lepas acak arahnya,
tetapi semua sentromer terletak persis dalam satu bidang ekuator.
Perbandingan fase metafase antara hasil pengamatan dan literatur dapat digambarkan
sebagai berikut.









Sumber: http:www.biologimediacentre.com
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap fase metafase pada preparat ujung akar
bawang merah (Allium cepa) terhadap metafase terlihat ciri yang menonjol yaitu kromosom
berkumpul pada bidang ekuator dengan barisan kromosomnya yang amat rapi. Namun proses
metafase ini kurang terlihat karena yang dapat praktikan amati adalah tahap metafase awal
dimana pada tahap metafase awal selubung inti sel mulai menghilang. Sentromer suatu
daerah vital pada kromosom ini melekat pada serabut gelendong yang bertanggungjawab
terhadap arah pergerakan kromosom selama pembelahan.
Adanya pergerakan tersebut oleh mikrotubula kinetokor terjadi pengaturan letak dan
arah kromosom sehingga setiap kromosom menghadap kutub masing-masing. Selanjutnya
mikrotubula kinetokor menggerakkan kinetokor ke bidang ekuator. Ujung lepas kromosom
dapat secara acak arahnya tetapi semua sentromer terletak persis dalam satu bidang di
ekuator. Pada tahap metafase ini terjadi penyebaran kromosom secara teratur yang dilakukan
benang-benang gelendon yang merupakan ciri pertama munculnya tahap metafase. Pada
banyak tanaman benang gelendong ini terbentuk dalam hubungan sentral (badan yang
menandai kutub dan mekanisme benang gelendong). Benang-benang gelendong tersusun



17
secara teratur membentuk seperti kumparan yang terdiri dari serabut protein halus yang
terbuat dan mikrotubula yang sangat kecil.
Kromosom dapat tertata pada bidang ekuator karena adanya gaya tarik yang sama-
sama kuat dari masing-masing kutub pembelahan sebagai ciri utama pada metafase ini yaitu
kromosom terlihat sejajar di tengah-tengah kromosom. Hal ini akan membantu terhadap
kariotipe. Analisis kariotipe ini dimanfaatkan untuk analisis taksonomi yang berhubungan
dengan klasifikasi makhluk hidup dan untuk menganalisis jalur substitusi dan monosomik
atau polisomik serta untuk studi organisasi kromosom. Sehingga proses ini sangat penting
dalam mekanisme pembelahan sel dan penyusunan kromosom yang baru.
c. Anafase
Selanjutnya praktikan mengamati sel yang mengalami tahap anafase mitosis. Pada
pengamatan ini praktikan dapat mengamati tahap anafase dengan ditandai kromosom
bergerak menuju ke kutub masing-masing. Kromosom-kromosom ini ditarik oleh benang-
benang gelendong yang berfungsi sebagai jalur penuntun gerakan kromosom ke kutub
oleh/karena benang-benang tersebut bersifat kontraktil.
Berdasarkan hasil pengamatan pada tahap anafase terlihat kromosom bergerak ke arah
kutub. Berikut adalah hasil pengamatan jika dibandingkan dengan literatur.








Sumber: http:www.biologimediacentre.com
Berdasarkan perbandingan di atas pada tahap anafase menunjukkan bahwa kromosom
bergerak menuju kutub masing-masing. Hal ini terjadi karena adanya kontraksi dari benang
gelendong, sebagai jalur penuntun gerakan kromosom ke kutub oleh karena benang-benang
tersebut bersifat kontraktil.
Fried (2006), menyatakan bahwa pada awal anafase sentromer-sentromer masing-
masing kromosom berpisah sehingga masing-masing kromatid berupa kromosom yang
terpisah. Kromatid tersebut akan bergerak ke arah kutub pembelahan masing-masing karena
memendeknya mikrotubula kinetokor secara tiba-tiba. Sentromer membelah mengikuti



18
paanjang kromosom dan kromatid mulai ikut bergerak pada serabut gelendong menuju ke
kutub-kutub sel terpendeknya dengan sentromer yang meminpi pergerakan tersebut.
Sentromer tertarik dimungkinkan adanya gaya tolak menolak dari belahan sentromer itu.
Sehingga terdapat dua pandangan bahwa pada awal anafase sentromer-sentromer masing-
masing kromosom berpisah dan dikarenakan adanya pembelahan sentromer.
Ciri khusus yang terlihat pada saat anafase adalah kromosom terlihat seperti huruf v
atau j dengan ujung yang bersentromer mengarah ke arah kutub. Pada saat ini, jumlah
kromosom menjadi dua kali lipat lebih banyak karena paada tahap anafase ini terjadi
penyebaran kromosom dan ADH yang seragam di dalam sel. Pada tahap anafase ini
merupakan fase yang terpendek dari fase-fase mitotik karena hanya membutuhkan waktu 3-
15 menit sehingga hanya dibutuhkan sedikit waktu untuk terjadinya fase ini. Hal ini juga
dibuktikan dalam pengamatan pada preparat yang teramati di bawah mikroskop hanya
terdapat beberapa sel yang menunjukkan tahap anafase tersebut dan jumlah selnya hanya
sedikit.
Setelah kromatid-kromatid tersebut berkumpul di kutub pembelahan masing-masing
kariokinesis akan memasuki tahap telofase. Hal ini terjadi pada akhir anafase yaitu sekat sel
mulai terbentuk dekat bidang ekuator.
d. Telofase
Setelah mengamati tahap anafase, praktikan mencari sel yang mengalami tahap
telofase. Pada tahap ini praktikan juga mengalami kesulitan untuk menemukannya.
Berdasarkan pengamatan fase ini merupakan tahap awal karena sel yang teramati terlihat
adanya dua buah nukleus yang terdapat pada sebuah sel yang dipisahkkan oleh membran
tipis. Proses terpenting pada telofase adalah pembentukan nukleus sel anak yang mengandung
komponen-komponen kromosom yang identik dengan nukleus induk.
Berdasarkan hasil pengamatan pada tahap telofase di preparat ujung akar bawang
merah (Allium cepa), terdapat sekat sel yang memisahkan 2 nukleus baru sehingga pada fase
ini membagi sitoplasma menjadi dua bagian. Berikut adalah perbandingan fase telofase antara
hasil pengamatan dengan literatur.









19

Sumber:
http:www.biologimediacentre.com
Dari hasil pengamatan, jika dibandingkan dengan tahap pembelahan mitotik yang
lain, yaitu profase. Bahwa pada telofase ini merupakan kebalikan dari tahap profase. Dimana
pada tahap profase, nukleolus mulai kabur dan hilang, sedangkan pada tahap telofase,
nukleus mulai terlihat kembali di sekeliling tiap kromosom baru. Selain itu, pada profase
hanya terdapat 1 nukleolus yang nantinya akan hilang pada akhir profase sedangkan pada
telofase terdapat 2 nukleolus yang dipisahkan oleh membran tipis.
Pada tahap telofase terdapat dua tahap yaitu telofase awal dan telofase akhir. Pada
telofase awal akan terlihat sekat yang memisahkan dua sel anakan. Sedangkan pada tahap
telofase akhir, 2 sel anakan benar-benar terpisah sehingga sudah tidak terlihat kembali sekat
sel. Selain sekat sel yang hilang, benang-benang gelendong yang berperan dalan penyebaran
kromosom juga hilang, namun mikrotubula kutub masih panjang. Pada telofase awal terlihat
mulai ada sekat yang memisahkan antara sel-sel anak. Sedangkan pada telofase akhir terlihat
sel-sel anak sudah benar-benar terpisah. Karakteristik dari telofase adalah suatu sel dimana
terdapat dua kelompok kromosom, dimana tiap kelompok mengandung kromosom-
kromosom yang sama besar satu dengan yang lain. Bersamaan dengan terpisahnya sel-sel
anak mulailah proses sitokinesis.
Berdasarkan literatur, begitu sampai ke kutub, maka kromosom mulai membuka
gulungannya. Nukleus timbul kembali. Membran nukleus mulai membentuk di sekitar
kromosom. Akhirnya struktur yang disebut lempengan sel muncul di ekuator (Kimball, 1998:
202). Pada tahap telofase ini, saat sel membela menjadi dua dengan diikuti terbentuknya
dindind sel baru yang berasal dari bahan dinding sel yang lama, retikulum endoplasma atau
bahan baru lainnya. Pembelahan ini membagi sitoplasma menjadi dua. Pada akhir fase
ini,terbentuk dua sel anakan yang identik dan memiliki jumlah kromosom yang sama dengan
induknya.
Selanjutnya akan terjadi sitokinesis (pembelahan sitoplasma) dimana semua benda-
benda dalam sitoplasma membelah dan pindah keaadaan sel anak. Pembelahan sitoplasma
tersebut ditandai dengan pelekukan pada sel. Pelekukan terjadi di tengah bidang pembelahan
karena aktivitas umum kontraktil. Pelekukan itu menyebabkan mikrotubula kutub saling
tumpang tindih dan membentuk midbody yang berfungsi sebagai tambatan dua sel anakan.
Midbody atau badan pembelah merupakan serabut berlanjut yang masih tersisa dalam bagian
tengah yang mengecil. Pengecilan bagian tengah sebagai daerah pemisah diduga karena



20
pemendekan unsur-unsur fibriler yang terdapat di bawah membran sel. Setelah pelekukan,
maka umum kontraktil menghilang dengan terurai menjadi komponen-komponen
penyusunnya, akhirnya selubung inti dan nukleolus terbentuk lengkap. Kejadiaan ini
menandakan selesainya proses pembelahan sel.

Berdasarkan penjelasan di atas dari berbagai tahapan di atas dari profase, metafase,
anafase, dan telofase. Proses mitosis merupakan pembelahan sel yang terjadi secara tidak
langsung. (setjo,2004). Proses mitosis ini mengungkapkan dna peristiwa penting. Pertama
kromosom (dengan demikian juga gen) berproduksi dan membelah sehingga sel anak
mengandung informasi genetik yang tepat sama dengan induk (Crowder, 1986:15). Hal
tersebut bertujuan untuk mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui
pembelahan inti secara berturut-turut. Proses mitosis ini terjadi pada sel somatik atau pada sel
tubuh, dimana sel somatik ini bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup, terutama sel-sel
yang sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang). Kedua, mitosis berperan penting dalam
proses-proses biologis, seperti pertumbuhan, pergantian sel-sel yang rusak, dan perbaikan
jaringan.

I. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan penjelasan di atasdapat disimpulkan bahwa tahap-
tahap pembelahan mitosis meliputi :
1. Profase, ditandai dengan penebalan dan pemendekaan kromosom, kromosom
membelah menjadi dua sister kromatid, nukleolus, dan selpaut inti menghilang.
2. Metafase, ditandai dengan terbentuknya benang-benang gelendong, dan bergeraknya
kromosom menuju bidang ekuator dan berkumpul pada bidang ekuator.
3. Anafase, ditandai dengan membelahnya sentromer dan kromosom yang berasal dari
dua sister kromatid bergerak ke arah kutub yang berlawanan sehingga benang-benang
spindel memendek, fase terpendek dari fase-fase mitotik.
4. Telofase, ditandai dengan benang-benang gelendong itu hilang, selaput inti dan
nukleolus terbentuk kembali, terbentuknya sekat sel dan sel membelah menjadi dua
sel anak.

J. Daftar Pustaka
Asri widowati, dkk. 2012. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar II. Yogyakarta : FMIPA UNY.
Campbell, Neil A. 2004. Biologi Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.



21
Campbell, Neil A. 2008. Biologi Edisi Kedelapan. Jakarta : Erlangga.
Campbell, Neil A. 2000. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Crowder, LV. 1986. Genetika Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.
Fried, George H, dkk. 2006. Schaums Outlines Biologi Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga.
James, R. Welsh. 1991. Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Jakarta: Erlangga.
Kimbal, John W. 1994. Biologi Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Pratigno, dkk. 1972. Biologi II. Jakarta : Depdikbud.
Reksoatmodjo. 1994. Biologi Sel. Jakarta : Ditjen Dikti Depdikbud.
Sasmitamihardja. 1990. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Bandung : ITB Press
Sastrosumardjo, dkk. 2006. Panduan Laboratorium Sitogenetika Tumbuhan. Bogor: IPB
Press.
Sumadi dan Aditya Marianti. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Suyitno, dkk. 2012. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar II. Yogyakarta : FMIPA UNY.
Suryo. 2001. Genetika Manusia. Yogyakarta: UGM Press.
Susetyoadi, Setjo. 2004. Anatomi Tumbuhan. Malang: JICA.

Sumber gambar:
Diakses dari http://www.recursostic.educacion.es pada hari Jumat 14 Maret 2014 pukul 08.50
WIB.
Diakses dari http://www.maph49.galeon.com pada hari Jumat 14 Maret 2014 pukul 08.57
WIB.
Diakses dari http://www.katahatimutiara.wordpress.com pada hari Jumat 14 Maret 2014
pukul
09.05 WIB.
Diakses dari http:www.biologimediacentre.com pada hari Jumat 14 Maret 2014 pukul 09.09
WIB.

K. Jawaban Pertanyaan
1. Berdasar hasil pengamatan, tahapan yang sebagian besar dijumpai adalah tahap profase.
Hal ini dikarenakan tahap profase tergolong tahap yang membutuhkan waktu lebih lama
dibandingkan tahapan-tahapan yang lain. Selain itu, pada fase profase, kromosomnya
berjumlah 32, sehingga kromosom yang terlihat semakin jelas.
2. Tidak ditemukan tahapan yang sama pada jaringan lain di tanaman bawang. Hal ini
dikarenakan pembelahan mitosis hanya dapat ditemukan pada jaringan-jaringan yang



22
masih muda dan aktif membelah saja (bersifat meristematik). Dan hal ini dapat ditemukan
pada ujung kar dan ujung batang.
3. Perbedaan utama sel kanker dan sel normal
a. Sel kanker tidak mematuhi batas pertumbuhan sel yang biasa karena sel tidak
membutuhkan semua faktor tumbuhan yang sama yang dibutuhkan untuk menyebabkan
pertumbuhan sel yang normal.
b. Sel kanker jauh kurang melekat satu sama lain jika dibandingkan dengan sel normal.
Sel kanker memiliki kecenderungan dapat mengembara di seluruh jaringan, masuk
dalam aliran darah, dan diangkat ke seluruh tubuh dan akan membentuk bibit untuk
sejumlah pertumbuhan kanker yang baru.
c. Beberapa sel kanker menghasilkan faktor anorganik yang menyebabkan pembuluh
darah baru tumbuh ke dalam jaringan kanker sehingga dapat mensuplai makanan yang
diperlukan untuk pertumbuhan sel kanker.

L. Lampiran
Foto 1. Alat dan Bahan






23



Foto 2. Menetesi akar bawang dengan Alkohol 70%


Foto 3. Alkohol dihisap dengan kertas hisap setelah merendam akar selama 2 menit

Foto 4. Menetesi akar bawang merah dengan HCL 1 N dan merendam selama 5 menit

Foto 5. Mengambil akar setelah perendaman dan memotong tudung akar





24

Foto 6. Menetesi dengan acetocarmin


Foto 7. Mencacah dengan silet


Foto 8. Melewatkan preparat di atas lampu spiritus


Foto 9. Setelah menggilas deengan jempol kemudian mengamati dengan mikroskop



25