Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM

PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR II


PENGAMATAN MORFOLOGI DAN SIKLUS HIDUP
Drosophila melanogaster

Disusun oleh :
1. Erlin Aprilia 13312241004
2. Wahyu Marliyani 13312241005
3. Endah Setyorini 13312241010
4. Sopa Saniah 13312241011
5. Lutfi Rahmawati Nurhadi 13312241028
6. Imamah 13312241040
Kelas: IPA A 2013
Kelompok V

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2014


1
A. Tujuan
Sesudah melakukan percobaan ini, diharapkan mahasiswa agar dapat:
1. Dapat membedakan Drosophila melanogaster jantan dan betina.
2. Mengetahui tahapan-tahapan dalam siklus hidup Drosophila melanogaster.
3. Mengetahui lama dari tiap tahapan dalam siklus hidup Drosophila
melanogaster.
4. Mengetahui cara menangani dan memelihara Drosophila melanogaster.

B. Latar Belakang
Drosophila melanogaster merupaka objek yang sering digunakan dalam
penelitian genetika karena mudah dikembangkan dan juga mudah ditemukan di
alam bebas. Drosophila melanogaster biasanya ditemukan pada buah-buahan
yang sudah ranum. Hal ini dikarenakan makanan Drosophila melanogaster yang
biasa disebut lalat buah adalah jamur yang tumbuh pada buah.
Umumnya, dalam pengamatan Drosophila melanogaster dibuat sebuah
medium untuk pemeliharaan, sehingga memudahkan untuk melakukan
pengamatan mengenai lalat buah, khususnya siklus hidup lalat buah tersebut.
Karena, tanpa suatu medium, setiap fase pada siklus hidup lalat buah susah
diamati.
Siklus hidup Drosophila melanogaster relatif singkat. Neil A. Campbell
(2002) menyatakan bahwa siklus hidup Drosphila melanogaster dimulai dari
telur, kemudian menjadi larva, dan pada tahap larva mengalami empat kali
pergantian kulit (instar), lalu menjadi pupa. Pupa kemudian menjadi imago dan
menjadi lalat buah dewasa. Siklus hidup Drosophila melanogaster merupakan
metamorfosis sempurna.
Drosophila melanogaster yang berterbangan di sekitar medium hidupnya
ada yang jantan dan betina yang tentunya memiliki perbedaan. Oleh karena itu,
praktikan mencoba untuk mengamati siklus hidup Droshopila melanohgaster,
mengamati setiap fase hidupnya secara lebih mendetail, dan membedakan antara
Drosophila melanogaster jantan dan betina.



2
C. Dasar Teori
Drosophila melanogaster adalah jenis serangga yang umumnya tidak
berbahaya dan merupakan pemakan jamur yang tumbuh pada buah (Neil A.
Campbell, 2002: 281). Drosophila melanogaster merupakan jenis lalat buah
pemakan jamur yang tumbuh pada buah. Drosophila melanogaster di Indonesia
ada sekitar 600 jenis, pulau Jawa sekitar 120 jenis dari suku drosophiladae
(Wheeler, 1981: 99). Lalat buah mempunyai konstruksi modular, suatu seri
segmen yang teratur. Segmen ini menyusun tiga baguan tubuh utama yaitu kepala,
thorax, dan abdomen. Seperti hewan simetris bilateral lainnya, Drosophila
melanogaster mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros
dorsoventral (punggung-perut).
Berikut merupakan klasifikasi Drosophila melanogaster :
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Diptera
Famili : Drosophilidae
Genus : Drosophila
Spesies : Drosophila melanogaster
(Borror, 1992: 273)
Adapun ciri-ciri umum dari Drosophila melanogaster diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di bagian
tubuh belakang.
2. Berukuran kecil antara 3 - 5 mm.
3. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptur dekat
dengan tubuhnya.
4. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7 12 percabangan.
5. Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung.
6. Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwarna merah.


3
7. Terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil
dibanding dengan mata majemuk.
8. Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen
bersegmen lima dan bergaris hitam.
9. Sayap panjang, berwarna transparan, dan posisi bermula dari thorax.
Sedangkan ciri-ciri yang membedakan antara Drosophila melanogaster
jantan dan betina adalah :
Drosophila melanogaster jantan :
1. Ukuran tubuh lebih kecil dari betina.
2. Sayap lebih pendek dari sayap betina.
3. Terdapat sisir kelamin (sex comb).
4. Ujung abdomen tumpul dan lebih hitam.
Drosophila melanogaster betina :
1. Ukuran tubuh lebih besar dari jantan.
2. Sayap lebih panjang dari sayap jantan.
3. Tidak terdapat sisir kelamin (sex comb).
4. Ujung abdomen runcing.

Gambar 1. Drosophila melanogaster
Sumber: http://www.sentra-edukasi.com




4
Tahap perkembangan Drosophila melanogaster:
1. Periode pertama (periode embrional)
Terjadi di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda
menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Pada saat ini,
larva tidak berhenti-hentinya makan (Sylvia, 2003: 151).
2. Periode kedua (periode postembrionik)
Periode setelah menetas dari telur dibagi menjadi tiga yaitu larva, pupa,
dan imago.
Metamorfosis Drosophila melanogaster:
1. Telur
Tahap perkembangan Drosophila melanogaster bermula dari sel telur
yang berkembang dalam ovarium, yang disebut sel-sel perawat (nurse cell) dan
sel-sel folikel. Sel-sel ini menyuplai nutrien dan substansi lain yang diperlukan
untuk perkembangan dan pembuatan cangkang telur. Setelah fertilisasi dan
pengeluaran telur, mitosis dimulai. Pembelahan mitotik awal mempunyai dua
karakter yang terlihat. Pertama, jumlah sitoplasma tidak berubah, yakni 10.
Pembelahan pertama terjadi sangat cepat, hanya terdiri dari fase S dan M. Kedua,
sitokinesis tidak terjadi. Embrio Drosophila melanogaster awal berupa satu sel
yang besar yang bernukleus banyak. Pada pembelahan nukleus ke-10, nukleus
bermigrasi ke sekeliling embrio dan pada pembelahan ke-13 membran plasma
membagi-bagi menjadi ke-6000 atau lebih nukleus ke dalam sel yang terpisah.
Kejadian selanjutnya di dalam embrio menciptakan segmen yang jelas terlihat,
yang pada pandangan sekilas terlihat sangat mirip (Neil A. Campbell, 2002 : 424).
2. Larva
Kemudian beberapa sel pindah ke posisi baru, organ terbentuk, dan larva
seperti cacing keluar dari cangkang telur. Drosophila melanogaster mengalami
tiga tahapan larva, dimana larva makan, larva tumbuh, dan berganti kulit
(terkelupas lapisan luarnya yang keras), dan akhirnya pembentukan pupa yang
diselubungi dengan suatu kepompong. Metamorfosis yaitu perubahan dari larva
menjadi lalat dewasa, terjadi di dalam kepompong pupa, dan lalat akhirnya
muncul. Larva Drosophila melanogaster berwarna putih, bersegmen, berbentuk


5
seperti cacing, dan menggali dengan mulut berwarna hitam didekat kepala. (Neil
A. Campbell, 2002 : 424).
Larva hidup di dalam makanan dan aktivitas makananna sangat tinggi.
Pada tahap larva terjadi dua kali pergantian kulit, dan periode diantara masa
pergantian kulit dinamakan stadium instar. Sehingga dikenal tiga stadium instar,
yaitu sebelum pergantian kulit yang pertama, antara kedua massa pergantian kulit,
dan setelah pergantian yang kedua. Di akhir stadium instar ketiga, larva keluar
dari media makanan menuju ke tempat yang lebih kering. Secara keseluruhan
tahap larva memakan waktu kira-kira satu minggu.

Gambar 2. Daur Hidup Drosophila melanogaster
Sumber: lindaavichiena.wordpress.com
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Drosophila
melanogaster adalah sebagai berikut.
1. Suhu lingkungan
Drosophila melanogaster mengalami siklus selama 8 11 hari dalam
kondisi ideal/ kondisi ideal yang dimaksud adalah dalam suhu sekitar 25 28
o
C.


6
Pada suhu ini, lalat akan mengalami satu putaran siklus secara optimal. Sedangkan
pada suhu rendah atau sekitar 18
o
C, waktu yang diperluka untuk menyelesaikan
iklus hidupnya re;latif lebih lama yaitu sekitar 18 20 hari. Pada suhu 30
o
C lalat
dewasa yang tumbuh akan steril.
2. Ketersediaan media makanan
Menurut Shorrocks (1972) jumlah telur Drosophila melanogaster akan
menurun apabila kekurangan makanan. Lalat buah dewasa yang kekurangan
makanan akan menghasilkan larva yang beruuran kecil. Larva ini mampu
membentuk pupa berukuran kecil, namun seringkali gagal berkembang menjadi
individu dewasa. Viabilitas dari telur-telur ini juga dipengaruhi oleh jenis dan
jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina.
3. Tingkat kepadatan tempat pemeliharaan
Botol medium sebaiknya diisi dengan medium buah yang cukup dan tidak
terlalu padat. Selain itu, lalat biuah yang dikembangbiakkan di dalam wadah
sebaiknya juga tidak terlalu banyak.
4. Intensitas cahaya
Lalat buah lebih menyukai cahaya remang-remang dan akan mengalami
pertumbuhan yang lambat apabila berada di tempat yang gelap.

D. Alat dan Bahan
Alat
1. Lup
2. Mikroskop
3. Kapas
4. Cawan petri
5. Toples
6. Plastik
7. Karet

Bahan-bahan :
1. Madia/makanan berupa pepaya matang
2. Chloroform
3. Drosophila melanogaster jantan dan betina



7
E. Langkah Kerja
1. Pengamatan morfologi Drosophila melanogaster






Menggambar dan menulis pengamatan di dalam tabe;
Mengamati lalat yang sudah dalam keadaan pingsan di bawah mikroskop,
apabila pengamatan belum selesai tetapi lalat buah sudah sadar, bisa
memasukkan kembali lalat buah ke dalam wadah yang berisi kapas
chloroform
Saat hari praktikum, memberi kapas yang telah ditetesi chloroform ke dalam
wadah yang berisi lalat buah
Menutup dengan segera menggunakan tutup wadah (plastik) yang telah diberi
lubang untuk keluar masuk udara
Menyiapkan tutup wadah / plastik ketika lalat buah mulai mengerumuni
umpan buah pepaya
Sebelum hari praktikum, mempersiapkan penangkapan lalat buah
menggunakan pepaya masak dan meletakkan dalam wadah yang dibiarkan
terbuka beberapa hari


8
2. Pengamatan siklus hidup Drosophila melanogaster


F. Data Hasil Pengamatan
1. Pengamatan Morfologi Drosophila melanogaster
Hasil Pengamatan Keterangan
Jenis kelamin jantan:
a. Mata berbentuk bulat dan
berwarna merah
b. Sungut :
- Bentuk: lurus
- Cabang: dua
c. Kepala berwarna merah pudar
d. Thorax berwarna: coklat
kehitaman
e. Abdomen bergaris-garis hitam 3
f. Sayap berbentuk pendek dan
berwarna transparan kecoklatan
Mengamati Kultur paling sedikit 6 jam sekali dan mencatat hari, tanggal,
waktu, dan kondisi kultur saat muncul fase pertumbuhan tertentu
Menyimpan wadah yang berisi lalat buah di ruangan yang teduh dan terhindar
dari seinar matahari secara langsung
Menutup dengan segera menggunakan plastik dan mengikatnya di sekitar
leher wadah dengan karet
Menyiapkan plastik yang telah dilubangi kecil-kecil ketika lalat buah milai
mengerumuni sekitar wadah
Melakukan penangkapan lalat buah menggunakan pepaya masak dan
meletakkannya ke dalam wadah yang dibiarkan terbuka beberapa hari


9

Gambar literatur Drosophila
melanogaster jantan.
Sumber: http://www.sentra-
edukasi.com
Jenis kelamin betina:
a. Mata berbentuk bulat dan
berwarna merah
b. Sungut :
- Berbentuk lurus
- Bercabang-cabang tiga
c. Kepala berwarna merah pudar
d. Thorax berwarna coklat kehitaman
e. Abdomen bergaris-garis hitam 6
f. Sayap berbentuk elips dan
berwarna transparan kecoklatan



Gambar literatur Drosophila
melanogaster betina.
Sumber: http://www.sentra-
edukasi.com


10
2. Pengamatan Siklus Hidup Drophila melanogaster
Hari/tanggal Siklus Keterangan
Rabu/ 9 April
2014




Memulai pengembangan
Drosophila melanogaster
dengan memasukkan betina
dan jantan kedalam toples.
Jumat/ 11 April
2014
Telur



Sumber: t3gratic.com
Berwarna putih, ukuran kecil,
menempel pada pepaya.
Lama fase: 1 hari
Warna: putih
Sabtu/ 12 April
2014
Telur



Sumber: t3gratic.com
Berwarna putih, ukuran kecil,
menempel pada pepaya.
Lama fase: 1 hari
Warna: putih
Minggu/ 13 April
2014
Larva instar I




Sumber: t3gratic.com
Berwarna putih seperti
belatung bergerak-gerak pada
dinding toples dan diatas
pepaya, tubuh bersegmen.
Lama fase: 1 hari
Senin/ 14 April
2014
Larva instar II



Berwarna putih, ukuran lebih
besar dari sebelumnya,
bergerak-gerak pada dinding
toples dan diatas pepaya, tubuh
bersegmen.


11

Sumber: t3gratic.com
Lama fase: 1 hari
Selasa/ 15 April
2014 pukul 07.00
WIB
Larva instar III




Sumber: t3gratic.com
Berwarna putih kekuningan,
ukuran lebih besar, bergerak
pada dinding toples menuju
tutup toples, tubuh bersegmen.
Lama fase: 1 hari
Selasa/ 15 April
2014 pukul 20.00
WIB
Pre-pupa





Sumber: t3gratic.com
Berwarna putih kekuningan,
tidak bergerak dan menempel
pada tutup toples dan dinding
toples.
Lama fase: 6 jam
Rabu/ 16 April
2014
Pupa




Sumber: t3gratic.com
Berwarna coklat muda, tidak
bergerak dan menempel pada
tutup toples dan dinding toples.
Lama fase; 1 hari
Kamis/ 17 April
2014
Imago

Berukuran kecil, bisa terbang
Lama fase: 1 hari


12



Sumber: t3gratic.com
Jumat/ 18 April
2014
Dewasa




Sumber: t3gratic.com
Berukuran lebih besar, terbang
bebas.
Lama fase: 3 hari

G. Pembahasan
Paraktikum pada percobaan yang berjudul Morfologi dan Siklus Hidup
Drosophila melanogaster yang telah dilakukan pada hari Kamis, tanggal 9 April
2014 sampai tanggal 18 April 2014, di Laboratorium Biologi Dasar FMIPA UNY dan
di Kost Saudara Endah, memiliki tujuan agar setelah melakukan percobaan mahasiswa
dapat membedakan Drosophila melanogaster jantan dan betina, mengetahui tahapan-
tahapan dalam siklus hidup Drosophila melanogaster, mengetahui lama dari tiap
tahapan dalam siklus hidup Drosophila melanogaster, serta mengetahui cara
menangani dan memelihara Drosophila melanogaster.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, terdapat 2 macam percobaan
yaitu, pertama pengamatan terhadap morfologi lalat buah (Drosophila melanogaster).
Berikut adalah uraian penjelasannya:
1. Pengamatan Morfologi Lalat Buah (Drosophila melanogaster)


13
Pada percobaan ini, praktikan menggunakan media pepaya yang sudah
membusuk ke dalam toples plastik. Hal ini bertujuan untuk menangkap lalat buah
dengan adanya bay busuk tersebut. Pembusukan disebabkan karena rusaknya jaringan
maupun sel-selnya. Gejala busuk tersebut disebut juga gejala nekrosis. Toples plastik
yang digunakan dan dibiarkan terbuka sehingga lalat buah dapat masuk ke dalamnya.
Setelah didapatkan beberapa jenis lalat buah, selanjutnya adalah memindahkan
beberapa jenis lalat buah ke dalam cawan petri yang dilengkapi dengan kapas yang
sebelumnya ditetesi dengan eter dan melakukan pembiusan selama 30 detik. Lalat
buah yang sudah dalam keadaan pingsan lalu diamati di bawah lipatan mikroskop
untuk memudahkan pengamatan morfologinya baik lalat buah jantan maupun lalat
buah betina. Kemudian mengamati bagian-bagian tubuh dari lalat buah dan
menulisnya dalam bentuk tabel hasil pengamatan.
Berdasarkan tabel hasil pengamatan, beberapa penanaman yag digunakan
adalah jenis kelamin, mata (bentuk, ukuran, dan warna), sungut (bentuk, jumlah
cabang), kepala (warna), thorax (warna), abdomen dan sayap (bentuk, panjang, dan
warna). Hal ini sesuai dengan Borror bahwa ciri-ciri yang membedakan lalat buah
jantan maupun betina adalah pada ukuran tubuh, panjang sayap, bentuk abdomen, dan
ada tidaknya sex comb.
Berdasarkan data hasil pengamatan, ciri-ciri bentuk mata bulat, warna mata
merah, cabang sungut dua, warna thorax coklat kehitaman, garis-garis hitam abdomen
ada 3, bentuk sayap pendek, dan warnanya bening kecoklatan (transparan) . Dari ciri-
ciri tersebut menunjukkan ciri-ciri dari Drosophila melanogaster jantan.
Sedangkan pada Drosophila melanogaster betina, ciri-cirinya adalah bentuk
mata bulat berwarna merah, cabang sungut 3, warna kepalamerah pudar, warna thorax
kehitaman, garis-garis hitam berjumlah 6, bentuk sayap elip, warna bening kuning
kecoklatan (transparan).
Perbedaan anta Drosophila melanogaster jantan dan betina berdasarkanhasil
pengamata:





14








Berdasarkan gambar hasil pengamatan di atas dapat dilihat perbedaan di
antara keduanya, antara lain
1. Ukuran tubuh lalat buah jantan lebih kecil dari lalat buah betina. Berikut adalah
gambar literaturnya:

Sumber: www.taniorganik.com
2. Sayap jantan berukuran lebih pendek dari sayap lalat buah betina. Namun, dari
gambar haasil di atas terlihat ukuran sayap jantan lebih panjang dari ukuran sayap
lalat buah betina. Hal ini dikarenakan umur atau faktor lain harusnya menjadi
variabel yang bisa dikontrol sehingga jika dibandingkan akan menghasilkan data
yang lebih akurat.


Berikut adalah gambar literaturnya:


15

Sumber: www.dc444.4shared.com
3. Pada lalat buah jantan terdapat sisir kelamin (sex comb) sedangkan pada lalat buah
betina tidak ditemui adanya sisir kelamin. Sex comb ini merupakan alat fertilisasi.
Berikut adalah gambar literaturnya:

Sumber: www.dc428.4shared.com
4. Ujung abdomen tumpul ditemui pada ciri lalat buah jantan sedangkan pada lalat
buah betina ujung abdomennya runcing. Hal ini menyesuaikan dengan struktur
tubuhnya dengan penis pada lalat buah jantan dan terdapat vaginal plate pada
lalau buah betina. Berikut adalah gambar literaturnya :


16

Ujung abdomen jantan Ujung abdomen betina
Sumber: www.dc428.4shared.com
5. Segmen abdomen dengan garis hitam pada lalat buah jantan sejumlah 3, sedangkan
pada lalat buah betina terdapat 6 garis hitam. Hal ini menyesuaikan dengan ukuran
tubuhnya, dimana ukuran tubuh betina lebih panjang dari ukuran tubuh lalat buah
jantan. Berikut adalah gambar literaturnya:

Sumber: www.cas.vanderbilt.edu
Dengan adanya ciri-ciri tersebut sehingga dapat dibedakan antara lalat buah
jantan atau betina. Namun, secara umum, lalat buah memiliki ciri-ciri:
1. Segmen tubuh terbagi menjadi 3 bagian, yaitu kepala, thorax (punggung), dan
abdomen (perut).
2. Berukuran kecil antara 3-5mm.
3. Warna tubuh kuning kecoklatan.
4. Sungut umumnya berbentuk bulu.
5. Memiliki mata majemuk, berbentuk bulat agak elips dan berwarna merah.
6. Sayap transparan, dan posisinya bermula dari thorax.
7. Sayapnya memiliki corak yang khas dan jelas.


17
2. Pengamatan Siklus Hidup Drosophila melanogaster
Pada percobaan kedua ini, praktikan menggunakan medium buah pepaya
sebagai tempat siklus hidupnya. Kemudian medium buah pepaya tersebut dimasukkan
dalam botol. Lalu meletakkan lalat buah pada ruangan yang telah terhindar dari sinar
matahari langsung. Selain itu, mejaga suhu dalam botol kultur pada suhu ruangan. Hal
ini bertujuan untuk meminimalisir tumbuhnya jamur yang dapat mengganggu
pengamatan siklus hidupnya.
Namun, apabila kontaminasi jamur melebihi batas, dilakukukan pembuangan
medium yang terkontaminasi dengan menggunakan sendok. Setelah itu, melakukan
pengamatan saat muncul fase dengan menuliskan beberapa informasi hari, tanggal,
waktu, dan kondisi kultur pada tabel hasil pengamatan dan mendeskripsikannya. Pada
saat pupa pertama muncul, lalat buah parental dikeluarkan dari botol agar
pengidentifikasian lalat buah filial tidak tertukar dengan lalat buah parental.
Pengamatan ini dilakukan hingga muncul imago pertama.
Berdasarkan literatur, Drosophila melanogaster termasuk dalam ordo Diptera,
siklus hidupnya berlangsung melalui metamorfosis sempurna, dimulai dari telur, larva,
pupa, dan akhirnya menjadi dewasa, yang seluruhnya ditempuh melaalui dua macam
kehidupan dan lingkungan yang sangat berlainan. Fase pradewasa terdapat di dalam
media yang menjadi sumber pakannya. Bagi lalat buah ini, terletak pada medium yang
busuk.
Drosophila melanogaster yang menyukai bau busuk ini dikarenakan suatu
bentuk adaptasi untuk mempertahankan hidup, yaitu mencari makan dan memakan
ragi-ragi yang dihasilkan oleh buah yang busuk. Selain itu, fenomena tersebut
ditengarahi dengan adanya bau busuk, bisa meningkatkan gairah seks bagi lalat buah.
Asam fenilasetat yang dihasilkan dari buah pepaya akan merangsang penciuman
antena lalat buah itu sendiri untuk hinggap ke buah yang busuk. Selama makan, larva
membuat saluran-saluran di dalam medium dan jika terdapat banyak saluran maka
pertumbuhan biakan dapat dikatakan berlangsung baik. Dengan kata lain, buah yang
busuk sebagai media lalat buah untuk berkembangbiak menghasilkan keturunan.
Sebelum menghasilkan keturunan, lawan jenis lalat buah akan hendak
berkawin dengan adanya zat yang dikeluarkan berupa feromon sex volatile, yang


18
berfungsi untuk menarik lawan jenis. Feromon sex volatile ini bisa memberikan
informasi tentang spesies, gender, dan pengiriman induksi perilaku perkawinan oleh si
penerima. Setelah terjadi perkawinan, makan akan ditemui beberapa siklus hidup lalat
buah sampai terbentuk lalat buah dewasa. Berikut adalah penjelasannya:
1. Telur
Betina yang siap untuk bertelur segera mencari tempat perindukan yang cocok,
dipandu oleh rangsangan fesikokimia yang dilepaskan lingkungan yaitu berupa asam
fenilasetat. Selain sebagai sumber makanan, zat kimia ini merupakan situs oviposisi
bagi lalat buah. Oviposisi adalah proses peletakan telur pada medium buah yang
membusuk.
Pada percobaan yang dilakukan, telur Drosophila melanogaster muncul pada
hari Jumat-Sabtu tanggal 11-12 April 2014 sehingga lama fase telur ini hanya
menghabiskan 2 hari untuk membentuk telur. Telur Drosophila melanogaster ini
berukuran kecil, bulat, berwarna putih, dan menempel pada permukaan buah pepaya.
Berikut adalah perbandingan kondisi telur berdasarkan hasil pengamatan dan
gambar literatur.

(telur hasil pengamatan) (telur gambar literatur)
Sumber: www.indokombucha.wordpress.com
Telur akan diletakkan pada tempat/media yang diduga kaya sumber makanan
untuk menjamin perkembangan si telur. Bentuk dan ukuran telur lalat buah ini sangat
bervariasi bergantung pada jenisnya. Secara umum, telur lalat buah yang dijumpai di
tempat-tempat yang semi akuatik atau daratan berbentuk oval memanjang berukuran
kecil sekitar 1-2mm, berdinding tipis warna pucat dan permukaannya lunak,


19
diletakkan berkelompok atau terlepas satu demi satu. Telur akan segera menetas
setelah diletakkan induknya sehingga lalat buah ini bersifat ovolarvipary (telur segera
menetas setelah dikeluarkan induknya). Oleh karena itu, fase telur seharusnya hanya
berlangsung kurang lebih 1 hari sedangkan berdasarkan data hasil pengamatan lama
fasenya adalah 2 hari.
Umumnya telur tidak akan berkembang secara maksimal sebelum faktor
lingkungan medium sekitarnya cocok. Hal ini berkaitan dengan suhu lingkungan,
ketersediaan media makanan, tingkat kepadatan, dan intensitas cahaya. Suhu ideal,
dimana lalat akan mengalami satu putaran siklus secara optimal, yaitu berkisar 25-
28
o
C. Selain itu, kondisi ideal untuk lalat buah bila tidak terlalu padat (longgar) dan
ventilasi yang cukup sehingga udara dapat keluar masuk secara bebas. Kondisi sekitar
pepaya yang berair (akibat pembusukan) akan menghambat pertumbuhan dan
perkembangan telur. Karena telur akan berkembang pada kondisi yang tidak terlalu
lembab dan tidak terlalu kering. Apabila kondisi ideal tidak

tercukupi maka akan
menghambat pertumbuhan dan perkembangan telur, seperti ini:

Sumber: www.cteappv.wordpress.com
2. Larva
Berdasarkan literatur, telur yang berkembang baik akan segera membentuk
larva. Larva yang baru menetas disebut sebagai larva fase (instar). Dalam
perkembangannya, instar ini akan berganti kulit secara periodik hingga mencapai
ukuran dewasa. Kutikula Chitincus exoskeleton lama akan dibuang dan integumen
baru diperluas dengan kecepatan makan yang tinggi.
Pada fase larva ini, terdapat 3 tahapan larva instar, yaaitu larva instar I, larva
instar II, dan larva instar III. Berikut adalah hasil pengamatan terhadap perkembangan
larva:


20


Hasil pengamatan:

Larva instar I larva instar II larva instar III
Sedangkan berdasarkan gambar literatur:

Sumber: www.mun.ca
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, larva instar I mulai terlihat pada hari
Minggu tanggal 13 April 2014 setelah 2 hari telur terbentuk. Ciri-ciri larva instar I
adalah berwarna putih seperti belatung, bergerak-gerak pada dinding toples dan
dinding permukaan pepaya, tubuh bersegmen. Gerakan yang dilakukan belum terlihat
cepat, namun lama-kelamaan larva ini merayap pada dinding toples. Selain itu,
gerakan-gerakan juga terjadi di atas pemukaan pepaya. Karena pada hakikatnya, pada
tahap larva, lalat buah memiliki mulut yang dilengkapi dengan alat khusus untuk
menyaring makanan, mengambil makanan dari lingkungan yang cukup berair atau
mengikis makanan yang padat. Proses pengikisan makan akan menimbulkan banyak
saluran-saluran pada permukaan pepayanya, hal tersebut mengindikasikan bahwa
perkembangan berjalan dengan baik. Sebagai proses perkembangan selanjutnya, larva
instar I berkembang baik. Sebagai proses perkembangan selanjutnya, larva instar I
berkembang ke fase larva instar II.


21
Pada larva instar II memiliki kemiripan dengan fase instar I. Pembedanya
adalah berukuran lebih besar, bergerak lebih aktif, dan terlihat warna kehitaman pada
bagian mulutnya. Mulutnya dilengkapi dengan alat khusus yang digunakan untuk
menyaring makanan, mengambil makanan, dan mengikis makanan yang padat.
Larva instar II mulai terlihat pada hari Senin tanggal 14 April 2014 setelah 1
hari larva instar I terbentuk. Ciri-ciri pada fase larva instar II ini adalah berwarna
putih, berukuran lebih besar, bergerak pada dinding toples dan di atas pepaya, dan
tubuh bersegmen. Tubuhnya yang bersegmen ini merupakan persiapan untuk
membentuk struktur tubuh yang bersegmen pada lalat buah dewasa. Jika larva instar II
ini berkembang dengan baik maka akan berlanjut menuju fase larva instar III.
Larva instar III ini muncul pada hari Selasa, 15 April 2014 setelah 1 hari larva
instar II terbentuk. Kondisi yang teramati adalah terjadi perubahan warna enjadi putih
kekuningan, berukuran lebih besar dari fase larva instar II, pergerakan paling aktif, dan
tubuh bersegmen. Pada fase ini, larva bergerak aktif dalam bergerak maupun makan.
Hal ini bertujuan untuk sumber tenaga untuk proses/fase selanjutnya. Selain itu,
ukuran tubuh juga ikut mempengaruhi banyaknya makanan yang dibutuhkan bagi
tubuh si larva. Ciri-ciri lain yang teramati adalah mulut terlihat lebih hitam dan
ukurannya lebih besar.
Dari penjelasan siklus hidup fase larva, baik larva instar I dilanjutkan ke larva
instar II, dan terakhir larva instar III, lama fase yaitu 6 hari hari dari terbentukya telur
pertama kali. Umumnya larva tidak akan berkembang optimal sebelum faktor-faktor
lingkungan medium sekitarnya cocok. Hal ini berkaitan dengan suhu lingkungan,
ketersediaan media makanan, tingkat kepadatan dan intensitas cahaya. Faktor-faktor
tersebut harus tetap terjaga agar kondisi ideal tercukupi guna fase selanjutnya. Apabila
kondisi ideal tercukupi maka akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan secara
optimal dn sebaliknya apabila kondisi ideal tidak tercukupi maka akan menghambat
pertumbuhan dan perkembangan larva. Berikut adalah gambaran kondisi larva bila
dalam keadaan ideal.


22

Sumber: www.nature.com
Keterangan:
a. Larva instar I
b. Larva instar II
c. Larva instar I
d. Larva instar III (grup kanibal)
3. Pupa
Pupa merupakan fase setelah tahap larva selesai atau berhenti. Tahap pupa ini
terdiri dari 2 fase yaitu prepupa dan pupa. Fase pre pupa terlihat pada hari Selasa, 15
April 2014 waktu malam hari pukul 20.00 WIB. Sehingga lama fasenya adalah 6 jam
setelah berakhirnya fase larva. Larva yang sudah dewasa akan merayap naik pada
dinding botol/pada tutup bagian dalam botol. Di tempat tersebut, larva akan
melekatkan diri dengan cairan lem yang dihasilkan oleh kelenjar ludah sehingga akan
terlihat pada fase ini banyak terbentuk prepupa yang menggantung. Larva akan
membentuk tanduk pupa, pergerakan berkurang bahkan diam berada di tempat.
Tanduk pupa tersebut akan membentuk kulit pupa yang mengeras dan menggelap
dengan adanya imaginal discs. Bentuk terluar pupa menggunakan kutikula pada fase
larva instar III. Pada stadium ini, larva dalam keadaan tidak aktif dan tubuhnya
memendek serta muncul selaput yang mengelilingi larva.



23
Berikut adalah kondisi pada fase pupa.

Hasil pengamatan gambar literatur
(prepupa) (pupa) sumber: www.unews.utah.edu
Setelah fase prepupa maka akan berkembang menjadi pupa yang sempurna.
Fase pupa sempurna ini terlihat pada Rabu tanggal 16 April 2014. Ciri-cirinya adalah
pupa berwarna cokelat muda, tidak bergerak dan menempel pada dinding botol
maupun pada tutup toples. Fase ini dikenal dengan fase dormansi, untuk berkembang
dari analgen ke bentuk dewasa. Selain itu fase ini ditandai dengan perubahan warna
pigmenyaitu dari warna putih kekuningan menjadi cokelat muda.
Setelah masa dormansi selama 3 hari, Drosphila melanogaster dewasa (imago)
akan muncul melalui puparium lewat operkulum sehingga lapisan akan pecah.
4. Imago
Lalat dewasa keluar dari kepompong melalui celah longitudinal pada dada dan
kadang-kadang kutikula abdomen. Puparium dibentuk dengan pengerasan kulit larva
yang dilapisi dengan pigmen sehingga warnanya lebih gelap. Perkembangan lalat buah
dewasa terjadi di dalam puparium tanpa dapat bergerak, setelah sampai waktunya lalat
buah akan keluar dengan menekan ujung puparium hingga robek melalui celah yang
membulat.
Imago yang keluar pertama kali pada hari Kamis, 17 April 2014 berukuran
kecil, bisa terbang tetapi belum maksimal. Selain itu, setelah keluar dari pupa,
Drosophila melanogaster ini memiliki knstruksi modular berupa segmen tubuh yang
terdiri dari kepala, thorax, dan abdomen. Berikut adalah segmennya:


24

Sumber: www.uneardepooh.blogspot.com
Bentuk dewasa biasanya dilalui dalam selang waktu yang singkat. Hal ini
terlihat setelah lalat buah muda terbentuk, tepat pada hari Jumat, 18 April 2014, lalat
buah berukuran lebih besar dan dapat terbang bebas. Kemampuan terbangini terutama
ditujukan untuk mencari mangsa, mencari tempat peletakan telur, mencari makanan,
mempertahankan daerah teritorialnya atau untuk mencari pasangannya (melanjutkan
keturunan). Berikut adalah perkembangan dari lalat buah muda ke lalat buah dewasa

(lalat buah muda) (lalat buah dewasa)
Berdasarkan percobaan fase total dari telur hingga lalat dewasa berlangsung
selama 10 hari. Hal ini berbeda dengan literatur bahwa fasenya berlangsung selama 12
hari. Kejadian ini dapat terjadi dikarenakan adanya beberapa faktor yang
mempengaruhi antara lain suhu lingkungan, kepadatan lalat dan pepaya dalam toples,
dan intensitas cahaya. Namun siklus percobaan telah sesuai dengan literatur.





25
Siklus lalat buah menurut percobaan:














Siklus lalat buah menurut literatur:

Sumber: www.uneardepooh.blogspot.com



26
H. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dan pembahasan yang telah dilakukan oleh
praktikan, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Perbedaan Drosophila melanogaster jantan dan betina
Drosophila melanogaster jantan :
a. Mata berbentuk bulat dan berwarna merah
b. Sungut berbentuk lurus seperti rambut, bercabang, berjumlah dua buah
c. Kepala berwarna merah pudar
d. Thorax berwarna coklat kehitaman
e. Abdomen tumpul dan terdapat tiga garis hitam
f. Sayap berbentuk oval, pendek, berwarna kecoklatan transparan
Drosophila melanogaster betina :
a. Mata berbentuk bulat dan berwarna merah
b. Sungut berbentuk seperti bulu atau rambut, bercabang berjumlah enam
buah
c. Kepala berwarna kuning kecoklatan
d. Thorax berwarna coklat
e. Abdomen runcing dan terdapat enam garis hitam
f. Sayap berbentuk oval, dengan warna transparan dan sedikit warna merah
g. Berukuran lebih besar daripada Drosophila melanogaster jantan
2. Tahapan dalam siklus Drosophila melanogaster adalah:
Telur Larva instar 1 Larva instar 2 Larva instar 3 Pre pupa Pupa
Imago Lalat buah dewasa (mago)
3. Lama dari tiap tahapan dalam siklus hidup Drosophila melanogaster
Telur : 2 hari
Larva instar 1 : 1 hari
Larva instar 2 : 1 hari
Larva instar 3 : 12 jam
Pre pupa : 1 hari
Pupa : 2 hari
Imago : 1 hari


27
4. Cara menangani dan memelihara Drosophila melanogaster :
a. Memberi makan dan oksigen yang cukup ke dalam wadahnya
b. Lalat buah yang dikembangkan di dalam wadah sebaiknya tidak terlalu banyak
c. Mengusahakan dalam memelihara lalat buah ditempatkan dalam suhu normal,
kondisi ideal yang dimaksud adalah sekitar 25 28
o
C sehingga pada suhu ini
lalat akan mengalami satu putaran siklus secara normal
d. Menempatkan lalat buah Drosophila melanogaster pada tempat remang-
remang yang tidak terkena sinar matahari secara langsung

I. Daftar Pustaka
Anonim. 2008. Pengenalan Lalat Buah. http//www.dithviholtikultura.go.id/buku-
peta/bagian-08.html. diakses pada hari Selasa 22 April 2014 pukul 13.00
WIB.
Asri Widowati dan Ekosari R. 2014. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar 2.
Yogyakarta: FMIPA UNY.
Borror, Donald J,dkk. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga. Yogyakarta: UGM
Pers.
Campbell, Neil A. 2002. Biologi Jilid I Edisi kelima. Jakarta : Erlangga.
Dwijoseputro. 1986. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Kahono,dkk. 2000. Serangga Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Bagian
Barat. Bandung: BCP-JICA.
Sylvia, A Price, dkk. 2003. Patofisiologi. Jakarta: EGC.
Strickberger, Monroe W. 1962. Experiments in Genetics with Drosophila.
London: John Willey and Sons, Inc.
Suryo. 2008. Genetika Strata 1. Yogyakarta : UGM Press.
Suyitno, dkk. 2012. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar II. Yogyakarta : FMIPA
UNY.
Wheeler, Margareta F. 1981. Mikrobiologi. Jakarta: Erlangga.
Wildan Yatim. 1986. Genetika. Bandung : Tarsito.

Sumber gambar:


28
Diakses dari http://www.sentra-edukasi.com pada hari Selasa 22 April 2014 pukul
13.08 WIB.
Diakses dari lindaavichiena.wordpress.com pada hari Selasa 8 April 2014 pukul
13.13 WIB.
Diakses dari t3gratic.com pada hari Selasa 8 April 2014 pukul 13.15 WIB.
Diakses dari www.taniorganik.com diakses pada hari Senin, 21 April 2014 pukul
18.00 WIB.
Diakses dari www.dc444.4shared.com diakses pada hari Senin, 21 April 2014 pukul
18.10 WIB.
Diakses dari www.dc428.4shared.com diakses pada hari Selasa, 22 April 2014 pukul
12.00 WIB.
Diakses dari www.dc428.4shared.com diakses pada hari Selasa, 22 April 2014 pukul
12.08 WIB.
Diakses dari www.cas.vanderbilt.edu diakses pada hari Selasa, 22 April 2014 pukul
13.30 WIB.
Diakses dari www.indokombucha.wordpress.com diakses pada hari Selasa, 22 April
2014 pukul 18.00 WIB.
Diakses dari www.cteappv.wordpress.com diakses pada hari Selasa, 22 April 2014
pukul 18.20 WIB.
Diakses dari www.mun.ca diakses pada hari Selasa, 22 April 2014 pukul 19.00 WIB.
Diakses dari www.nature.com diakses pada hari Selasa, 22 April 2014 pukul 19.10
WIB.
Diakses dari www.unews.utah.edu diakses pada hari Selasa, 22 April 2014 pukul
19.30 WIB.
Diakses dari www.acehmillano.wordpress.com diakses pada hari Selasa, 22 April
2014 pukul 21.50 WIB.
Diakses dari www.uneardepooh.blogspot.com diakses pada hari Selasa, 22 April 2014
pukul 22.00 WIB.





29
J. Jawaban Pertanyaan
1. Perbedaan jenis kelamin lalat buah jantan dan betina :
Drosophila melanogaster jantan :
a. Mata berbentuk bulat dan berwarna merah
b. Sungut berbentuk lurus seperti rambut, bercabang, berjumlah dua buah
c. Kepala berwarna merah pudar
d. Thorax berwarna coklat kehitaman
e. Abdomen tumpul dan terdapat tiga garis hitam
f. Sayap berbentuk oval, pendek, berwarna hijau tua kecoklatan
Drosophila melanogaster betina :
a. Mata berbentuk bulat dan berwarna merah
b. Sungut berbentuk seperti bulu atau rambut, bercabang berjumlah enam
buah
c. Kepala berwarna kuning kecoklatan
d. Thorax berwarna coklat
e. Abdomen runcing dan terdapat enam garis hitam
f. Sayap berbentuk oval, dengan warna transparan dan sedikit warna merah
g. Berukuran lebih besar daripada Drosophila melanogaster jantan
2. Tahapan dalam siklus Drosophila melanogaster adalah:
Telur Larva instar 1 Larva instar 2 Larva instar 3 Pre pupa Pupa
Imago Lalat buah dewasa (mago)

K. Lampiran

Gambar 1. Pembiusan lalat buah


30


Gambar 2. Lalat buah terbius


Gambar 3. Mengamati lalat buah

Gambar 5. Pupa



31

Gambar 4. lalat buah


Gambar 5. lalat buah terus berkembang dan bertambah banyak