Anda di halaman 1dari 7

TUGAS UNIT OPERASI II : MEKANIKA FLUIDA

Proses Pengosongan Mixer Batch Larutan Cat Densitas 1,66; Viskositas


110 Cp; Volume 20000 Liter Ke Hopper Pengalengan Selama 20 Menit





Disusun oleh :
Kelompok 7


Abrar Haris 210301121
Barzan Maulana 210301121
Deariska 21030112130085
Imam Noor Said 210301121
Mayke Putri Hasta Rani 21030112130128
Suryo Tetuko 210301121




JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
BAB I
PENDAHULUAN

Transportasi fluida merupakan hal yang penting dalam suatu proses di industry,
misalnya dalam industri cat. Dalam menangani bahan-bahan proses di industry cat, dapat
digunakan berbagai macam cara perpindahan, untuk bahan yang berupa fluida atau yang
dapat diperlakukan seperti fluida cara yang sering digunakan adalah mengalirkan bahan yang
bersangkutan melalui saluran tertutup (pipa). Dalam perancangan pengaliran secara tertutup,
perlu diperhatikan sifat dari fluidanya.
Sifat fisis dari suatu fluida dapat didefinisikan dengan berdasarkan pada tekanan,
temperatur, densitas, dan viskositas. Ditinjau dari pengaruh perubahan tekanan, fluida dibagi
menjadi dua jenis yaitu fluida tak mampat (incompressible) dan fluida mampat
(compressible). Pada suatu suhu dan tekanan tertentu, setiap fluida mempunyai densitas
tertentu. Pada fluida tak mampat (incompressible), zat tidak terjadi perubahan fisis terutama
kerapatan massa (densitas) apabila mengalami perubahan tekanan, contohnya pada fluida non
volatil. Sedangkan pada fuida mampat (compressible), zat akan mengalami perubahan sifat
fisis terutama kerapatan massanya (densitas) apabila mengalami perubahan tekanan,
contohnya pada fluida yang volatil. Pada fluida cair, viskositasnya dibagi menjadi dua jenis,
yaitu Newtonian fluid dan non Newtonian fluid.
Aliran fluida terdiri dari dua macam yaitu aliran secara terbuka atau berhubungan
dengan udara luar dan aliran tertutup. Pada sebagian besar industri menggunakan aliran
tertutup yang dilakukan dalam pipa, terutama digunakan pada fluid cair. Aliran fluida cair
dalam pipa, bila ditinjau dari kestabilan kapasitasnya dibagi menjadi dua, yaitu aliran dalam
keadaan mantap (steady state) dan aliran tak mantap (unsteady state). Sedangkan jenis aliran
fluida jika ditinjau dari arah lintasan partikel fluida yang mengalir terdiri dari dua jenis yaitu
aliran laminer dan aliran turbulen.
Pada makalah ini akan dibahas tentang pompa dan spesifikasinya, tenaga pompa dan
pemilihan pompa yang cocok untuk proses pengosongan mixer batch larutan cat densitas
1,66; viskositas 110 cp; volume 20000 liter ke gopper pengalengan selama 20 menit.





BAB II
SPESIFIKASI ALAT DAN KONDISI OPERASI

II.1 SPESIFIKASI ALAT
Mixer batch
Fungsi :Untuk mencampurkan bahan-bahan pembuat cat menjadi homogen
Jumlah : 1
Kondisi Operasi : Temperatur 25
o
C (suhu kamar)
Tekanan 1 atm
Hopper
Fungsi : Untuk menampung cat yang sudah homogen dari mixer batch
Jumlah : 1
Kondisi Operasi :Temperatur 25
o
C (suhu kamar)
Tekanan 1 atm

Gambar 2.1 Diagram Alir Proses Pengosongan Mixer Batch

II.2. KONDISI OPERASI
Pemompaan cat ini dilakukan di dalam pabrik cat, dari mixer batch menuju hopper
pengalengan produk. Di dalam mixer batch terjadi pencampuran bahan-bahan penyusun cat
dengan proses pengadukan lambat, kondisi operasi pada mixer batch adalah suhu kamar
(25
o
C) dengan tekanan 1 atm. Selanjutnya dipompakan menuju hopper (penampung) sebelum
akhirnya didistribusikan ke dalam kaleng-kaleng cat untuk dipasarkan. Kondisi operasi pada
hopper adalah suhu kamar (25
o
C) dengan tekanan 1 atm

Densitas cat () = 1,66 gr/cm
3
= 1660 kg/m
3
=103,63 lbm/ft
3

Viskositas cat () = 110 cp = 1,1 poise = 1,1 gr/cm.s = 1,1x10
-5
kg/m.s
= 0,7392x10
-2
Lb/ft.s
Volume = 20000 L = 20 m
3

Waktu pengosongan = 20 menit = 1200 sekon
Laju aliran Cat (Q) =


=



= 1000 L/menit = 1 m
3
/menit = 60 m
3
/jam = 2118,88 ft
3
/jam
= 0,589 ft
3
/s
Kecepatan (V) = Q/A



= 1,485 ft
2
/s
Laju alir massa ( ) =
= 60 m
3
/jam .1660 kg/m
3

= 99600 kg/jam
Volume mixer batch = Volume cat x faktor koreksi keselamatan
= 20 m
3
x 1,2
= 24 m
3

Penentuan Pipa
Pada fluida kental:

Di
opt
= 3,0 . qf
0,36

c
0,18

Di
opt
= 3,0 . 0,589
0,36
.110
0,18
= 5,779 in

Pipa Baja Komersil dengan nominal size = 6 in; schedule number = 40
diameter dalam = 6,065 in = 0,5054 ft


Reynold



= 9820.2379 (aliran turbulen karena> 3000)

, dari tabel gambar 4.4
MenghitungFriksi

Pipa dan Fitting
Jumlah (n) Le (ft) n.Le

Exit (Conventional sharp
edged)

1 50,10 x 0,5054ft 25,3205
Pipa (Straight)

- 328,0839 328,0839
Elbow (Standard 90
o
)

4 30 x 0,5054ft 15,162
Globe valve (fully open)

1 340 x 0,5054ft 171,836
Gate valve (fully open)

3 13 x 0,5054ft 6,5702
Disc meter

1 400 x 0,5054ft 202,16
Entrance (Conventional
sharp edged)

1 25,05 x 0,5054ft 12,6603
n.Le 761,7974




Menghitung Daya Pompa
Aliran steady state maka v = 0
Tekanan tangki hopper dan mixer batch sama maka P = 0
Beda elavasi z = 32,8084 ft


Daya pompa adalah hasil kali (-w
f
) dengan laju kapasitas massa (q
m
)



Untuk menghitung daya pompa nyata diperlukan efisiensi pompa, efisiensi () dihitung
menggunakan grafik hubungan efisiensi dengan kapasitas



Berdasarkan grafik pada lampiran 6, maka dengan debit gal/min diperoleh effisiensi
pompa sebesar 40%.



Perhitungan daya motor.
Efisiensi motor adalah 80%