Anda di halaman 1dari 6

Analisis SWOT untuk Menentukan Kebijakan Strategis SMA Negeri 2 Muara Beliti

I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
SMA Negeri 2 Muara Beliti didirikan pada tahun 2005, sejak itu SMA Negeri 2 Muara
Beliti selalu berupaya ikut dalam usaha peningkatkan mutu pendidikan khususnya di
Kabupaten Musi Rawas. Banyak hal yang telah dilakukan oleh SMA Negeri 2 Muara Beliti,
baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Di antaranya dapat dilihat dari pencapaian rata-
rata nilai Ujian Akhir Nasional selama tiga tahun berturut-turut yang selalu meningkat dan
prestasi-prestasi yang diraih, baik dibidang akademik maupun non akademik.
SMA Negeri 2 Muara Beliti memiliki manajemen sekolah yang baik, solid dan
terpadu. Sekolah ini juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap guru dan siswa serta
selalu berusaha menciptakan suasana kekeluarga antara seluruh warga sekolah sehingga
tumbuh rasa saling menghargai, menghormati dan menyayangi antar sesama. SMA Negeri 2
Muara Beliti sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang
manajemen sekolah dan proses pembelajaran. Selain itu, sekolah ini didukung oleh
kepemimpinan yang kuat dari kepala sekolah dan memiliki guru yang mempunyai motivasi
yang tinggi dan kompetensi akademik sesuai dengan mata pelajaran diajarnya, memiliki
integritas yang tinggi, kepribadian yang baik, dan berpengalaman. Secara letak SMA Negeri
2 Muara Beliti sangat strategis yang terletak di pusat ibukota kabupaten Musi Rawas dan
berdiri tepat di depan jalan Lintas Sumatera yang merupakan jalur kenderaan antar propinsi
seperti Bandar Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan propinsi lainnya dan
merupakan jalur yang dilewati oleh kenderaan antar kabupaten dalam propinsi Sumatera
Selatan itu sendiri, di antaranya kabupaten Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam,
dan Musi Banyuasin.
Berpijak dari kondisi yang ada, maka perlu pengembangan aspek-aspek pendidikan
secara berkesinambungan untuk menyukseskan SMA Negeri 2 Muara Beliti sebagai Sekolah
Standar Naisonal (SSN).

ANALISIS SWOT
IDENTIFIKASI LINGKUNGAN STRATEGIK

Strength/Kekuatan Opportunities/Peluang
1. Memiliki lahan dan gedung sendiri.
2. Memiliki fasilitas ruang belajar mengajar
baik teori maupun praktek lengkap.
3. Memiliki peralatan dan
perlengkapan praktek yang baik.
4. Memiliki unit usaha/unit produksi yang
dikelola sendiri untuk tempat pelatihan
kerja siswa.
5. Pendidik dan tenaga kependidikan yang
telah diangkat oleh pemerintah daerah
sebagai PNSD.

1. Sekolah yang dikelola oleh Dinas
Pendidikan Kota Pangkalpinang.
2. SMK dengan Program Studi Keahlian
Pariwisata satu-satunya di Kota
Pangkalpinang.
3. Memiliki sertifikat SMM ISO 9001:2000
4. Adanya hubungan kerjasama dengan
DU/DI yang kompeten pada bidangnya
baik lokal maupun nasional.
5. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.
Weaknesses/Kelemahan Threats/Tantangan/Ancaman
1. Terbatasnya lahan untuk pengembangan
fasilitas sekolah lebih lanjut.
2. Sedikit sekali pendidik dan tenaga
kependidikan yang memiliki kecakapan
dalam berbahasa Inggris.
3. Kurangnya dukungan dari warga sekolah
terhadap Visi dan Misi sekolah.
4. Peserta didik yang berminat masuk ke
SMKN3 PKP banyak tetapi sedikit sekali
yang memiliki minat untuk belajar dan
menguasai kecakapan berbahasa Inggris.
5. Kurangnya perhatian orang tua baik secara
kuantitas maupun kualitas terhadap belajar
peserta didik.
1. Munculnya sekolah-sekolah SMA dan SMK
yang meningkatkan kualitasnya dari
sekolah nasional menjadi sekolah bertaraf
internasional.
2. Munculnya sekolah baru program studi
pariwisata di Kabupaten lain sekitar Kota
Pangkalpinang.
3. Lahan dari sekolah baru masih luas dan
tertata dengan baik untuk pengembangan
pembangunan selanjutnya.
4. Peminat peserta didik lulusan SMP yang
berkualitas lebih dominan pada sekolah-
sekolah SLTA unggulan lainnya.
5. Lingkungan yang berbatas wilayah
dengan masyarakat yang status sosialnya
heterogen.


ANALISIS SWOT
KESIMPULAN ANALISIS FAKTOR INTERNAL (KAFI)

No. Faktor Internal Strategik Bobot Rating Skor
Kesimpulan
Prioritas
1. Strength/Kekuatan

2.

3.

4.


5.

Memiliki lahan dan gedung sendiri.
Memiliki fasilitas ruang belajar mengajar baik
teori maupun praktek lengkap.
Memiliki peralatan dan
perlengkapan praktek yang baik.
Memiliki unit usaha/unit produksi yang
dikelola sendiri untuk tempat pelatihan kerja
siswa.
Pendidik dan tenaga kependidikan yang telah
diangkat oleh pemerintah daerah sebagai
PNSD.

20

15

10


10

10

3

2

2


1

1

60

30

20


10

10


1.

2.


3.

4.




5.
Weaknesses/Kelemahan

Terbatasnya lahan untuk pengembangan
fasilitas sekolah lebih lanjut.
Sedikit sekali pendidik dan tenaga
kependidikan yang memiliki kecakapan
dalam berbahasa Inggris.
Kurangnya dukungan dari warga sekolah
terhadap Visi dan Misi sekolah.
Peserta didik yang berminat masuk ke
SMKN3 PKP banyak tetapi sedikit sekali yang
memiliki minat untuk belajar dan menguasai
kecakapan berbahasa Inggris.
Kurangnya perhatian orang tua baik secara
kuantitas maupun kualitas terhadap belajar
peserta didik.



10


10

5



5


5



1


-2

1



-2


-3



10


-20

5



-10


-15


T O T A L 100

100



ANALISIS SWOT
KESIMPULAN ANALISIS FAKTOR EXTERNAL (KAFE)

No. Faktor External Strategik Bobot Rating Skor
Kesimpulan
Prioritas

1.

2.


3.
4.


5.
Opportunities/Peluang

Sekolah yang dikelola oleh Dinas Pendidikan
Kota Pangkalpinang.
SMK dengan Program Studi Keahlian
Pariwisata satu-satunya di Kota
Pangkalpinang.
Memiliki sertifikat SMM ISO 9001:2000.
Adanya hubungan kerjasama dengan DU/DI
yang kompeten pada bidangnya baik lokal
maupun nasional.
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.




20


15
10


5
5




2


1
1


1
1




40


15
10


5
5




1.



2.


3.


4.


5.
Threats/Tantangan/Ancaman

Munculnya sekolah-sekolah SMA dan SMK
yang meningkatkan kualitasnya dari sekolah
nasional menjadi sekolah bertaraf
internasional.
Munculnya sekolah baru program studi
pariwisata di Kabupaten lain sekitar Kota
Pangkalpinang.
Lahan dari sekolah baru masih luas dan
tertata dengan baik untuk pengembangan
pembangunan selanjutnya.
Peminat peserta didik lulusan SMP yang
berkualitas lebih dominan pada sekolah-
sekolah SLTA unggulan lainnya.
Lingkungan yang berbatas wilayah dengan
masyarakat yang status sosialnya heterogen.





10


10


10


10

5





-3


-2


-2


-1

-1





-30


-20


-20


-10

-5


T O T A L 100

-10



KUADRAN S.W.O.T
O





III





W





I




S
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

-10

-20

-30

-40

-50

-60

IV -70

-80

-90

-100








II

MATRIK STRATEGI UMUM

1. Pengembangan Pasar :
a. Perlu adanya strategi promosi lebih baik
lagi dengan memunculkan keunggulan-
keunggulan dari produk yang dimiliki.
b. Mengembangkan segmen pasar pada
sekolah-sekolah SLTP unggulan yang ada
di wilayah sekitar dan jauh dari wilayah
sekitar sekolah.
2. Penetrasi Pasar :
a. Penembusan pada sekolah-sekolah SLTP
unggulan yang belum tersentuh
khususnya pada wilayah jauh dari
wilayah sekitar sekolah.
b. Memberikan informasi-informasi
langsung yang sifatnya pemberi
rangsangan sehingga menjadi daya tarik
tersendiri bagi siswa-siswa unggulan di
SLTP.
3 Pengembangan Produk :
a. Perlu adanya peningkatan kualitas
produk sekolah yang telah dimiliki
dengan inovasi-inovasi baru.
b. Harus adanya upaya untuk meningkatkan
dan mengembangkan kualitas SDM
pendidik dan tenaga kependidikan serta
tenaga teknis/administrasi kearah yang
lebih baik secara berkesinambungan.
c. Mengembangkan sarana dan prasarana
sekolah kearah lebih baik lagi sehingga
terciptanya sarana dan prasarana
sekolah lebih ideal terhadap produk-
produk unggulan sekolah yang
ditawarkan.

T


DAFTAR PUSTAKA

SMK Negeri 3 Pangkalpinang, www.smkn3-pkp.sch.id/

Purnomo, Budi, Ps, St, 2011. Manajemen Strategik, Bahan Mata Kuliah, STIEPARI Semarang
Indonesia.