Anda di halaman 1dari 17

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM

ASSALAMUALAIKUM WR.WB
KELOMPOK 5




Aulia Anindita P
Rahmi Utami Z
Nurul Fathya Zahra
Muhamad Ichsanudin


POKOK PEMBAHASAN :



Pengertian Syiah
Sejarah Munculnya Syiah
Dasar Pemikiran Syiah
Macam-Macam Aliran Dalam Syiah
Kata syiah menurut bahasa, berarti pengikut,
penolong. Sebutan ini ditunjukkan baik untuk seseorang
maupun golongan, laki-laki maupun perempuan. Jadi,
setiap golongan yang sepakat untuk menjadi pengikut
setia seseorang disebut dengan syiah.
Secara spesifik, syiah hanya menunjuk pada arti
khusus, yaitu sekelompok yang setia kepada Imam Ali
dan menisbahkannya sebagai imam atau pemimpin
kelompoknya, mengangkat derajatnya melebihi
kedudukan generasi sezamannya, selain Rasulullah Saw.
Dengan demikian, dalam tradisi islam, tasyayyu telah
menjadi semacam trademark bagi siapa saja yang setia
kepada Imam Ali beserta anak keturunannya serta
mengakui kepemimpinan (imamah) mereka
Masalah Khalifah sesudah Rasul wafat, merupakan fokus perselisihan
di antara tiga golongan besar, yaitu: Golongan Anshar, Muhajirin dan
Bani Hasyim. Dan ada pula golongan terselubung yang cukup
potensial dalam ambisinya sebagai penguasa tunggal, ialah golongan
Bani Umayyah dengan tokoh utamanya yaitu Abu Sufyan. Prakarsa
pemilihan khalifah di Saqifah yang di motori oleh Saad ibn Ubbadah
ialah benar-benar menggugah kembali bangkitnya fanatisme
golongan dan permusuhan antar suku yang pernah terjadi sebelum
Islam. Kira nya dapat di pahami bahwa pemilihan khalifah tersebut,
tanpa ke ikut sertaan Ali sebagai wakil Bani Hasyim, tampaknya
membawa kekecewaan mereka yang menginginkan hak legitimasi
kekhilafahan di tangan Ali, yang saat itu sedang mengurus jenazah
Nabi. Mereka beralasan bahwa Ali adalah lebih berhak dan lebih
utama menggantikannya, karena dia adalah menantunya, dan selain
itu juga seorang yang mula-mula masuk Islam sesudah Khadijah istri
Rasulullah.
Mengenai kemunculan Syiah dalam sejarah, terdapat perbedaan
pendapat. Menurut Abu Zahrah, syiah mulai muncul pada masa
akhir pemerintahan Usman bin Affan kemudian tumbuh dan
berkembang pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib.
Adapun menurut Watt, Syiah baru benar-benar muncul ketika
berlangsung peperangan antara Ali dan Muawiyah yang
dikenal dengan perang Siffin. Ada pula pendapat yang
menyebutkan bahwa syiah muncul setelah kematian Husain bin
Ali. Akibatnya memunculkan sekelompok muslim yang
menuntut agar pembunuhan tersebut dituntut bela. Ada pula
sekelompok yang lain menghukum kelompok ini kafir karena
sudah keluar dari pemerintahan Bani Umayyah. Lalu berlakulah
pergaduhan dan menyebabkan beberapa orang dari kalangan
penyokong Husain terbunuh dan mereka di gelar sebagai Syiah.

Kalangan Syiah sendiri berbeda pendapat
bahwa kemunculan Syiah berkaitan dengan
masalah pengganti (khalifah) Nabi SAW. Mereka
menolak kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin
Khatab dan Usman bin Affan karena dalam
pandangan mereka hanya Ali bin Abi Thalib lah
yang berhak menggantikan Nabi. Dan ke tiga
khalifah sebelumnya menurut mereka telah
merebut hak legitimasi Ali sebagai ahl al-bait.

DASAR-DASAR PEMIKIRAN SYIAH
1. Masalah Keimaman/ Masalah Imamah
Bagi kaum Syiah adalah sangat fundamental, terutama bagi
syiah Isna Asyariyyah atau syiah Dua Belas. Masala keimanan
mereka jadikan sebagai rukun atau sakaguru agama dan nas-
nas keimaman, mereka pandang sebagai muttawatir. Secara
tekstual, keimaman Syiah adalah di dasarkan pada hadis Gadir
Khum, yang di yakini sebagai mutawatir. Menurut aliran ini,
Nabi bersama-sama sahabatnya beristirahat sepulang dari
menunaikan ibadah haji dan di temapt ini, Nabi di depan
mereka menunjuk Ali ibn Abi Thalib sebagai penggantinya.
Dengan nas semacam ini, keimaman itu diberikan secara
berkesesinambungan dari imam yang satu kepada imam yang
lain, dan oleh karenanya keimaman itu tidak akan keluar dari
keturunan Ahlul Bait.
2. Masalah Aqidah Ar-Rajah
Muhammad al-Bahi mengajukan argumen psikologis tentang
terbentuknya Aqidah Rajah di kalangan kaum Syiah. Menurut
pendapatnya, kepercayaan tersebut bermula dari keyakinan
yang didasarkan pada kecintaan kaum syiah terhadap imam-
imam mereka yang telah wafat. Akibat kesedihan yang
memuncak, kecintaan mereka semakin mendalam, dan mereka
amat mendambakan kehadiran imam-imam yang mereka cintai
itu. Akhirnya mereka ragu akan kematiannya, dia hanya absen
dan mereka tetap ingin menunggunya. Karena cintanya yang
kuat, lahirlah perenungan yang kuat pula, sekalipun kadang-
kadang apa yang di yakininya itu bertolak belakang dengan
kenyataan yang sebenarnya.perenungan yang mengasyikan jiwa
disertai dengan keinginan kuat untuk menjumpai seorang
(imam) yang dicintai itu, kemudian beralihlah dari kegaiban
kepada harapan akan kehadirannya kembali, dan akhirnya
terbentuklah Aqidah Rajah di kalangan kaum syiah

3. Masalah Kegaiban Imam
Dalam kepercayaan Syiah berkaitan erat dengan
kepercayaan tentang akan kembalinya imam-imam Syiah
yang telah wafat ke dunia. Kepercayaan ini bermula dari
suatu anggapan bahwa imam yang mereka cintai itu
tidak mati, tetapi hanya menghilang untuk sementara
waktu.
Teori tentang kegaiban imam, tampaknya dicipta untuk
mempertahankan eksistensi suatu aliran tertentu yang
terancam kehancuran, akibat persaingan ketat diantara
sekte-sekte yang ada pada saat itu. Teori tersebut lebih
bersifat politis dibanding bersifat keagamaan, karena
aliran ini menghadapi masa kevakuman imam yang
cukup serius. Kemudian muncullah dua macam teori
tentang al-Bab dan teori mengenai Mandataris Imam.


MACAM-MACAM ALIRAN DALAM SYIAH
1. Syiah Itsna Asyariah

Itsna Asyariah artinya berarti dua belas. Arti dua belas ini
mulai terbentuk pada pertengahan abad ke-3 H/10 M,
dikaitkan dengan pengakuan mereka bahwa imam yang
sah adalah dari keturunan Ali yang berjumlah dua belas
orang. Setelah imam ke-12, maka jabatan imamat yang
merupakan jabatan tertinggi sebagai pemimpin umat
menjadi terhenti. Paham Itsna Asyariah pada umumnya
banyak terpengaruh dari unsur di luar Islam misalnya
seperti ajaran Yahudi, Kristen, dan Zoroaster.

2. Syiah Sabiyah

Syiah Sabiiyah adalah Syiah yang mengakui Jaffar
Asshiddiq sebagai imam ke-enam yang kemudian
digantikan oleh puteranya yakni Ismail sebagai imam
ke-tujuh. Syiah ini disebut juga Syiah Ismailliyah
karena menjadikan Ismail sebagai imam ke-tujuh dan
tidak mengakui keimaman Musa Al-Khazim. Ada juga
yang menyebutnya sebagai Al-Bathiniyyah karena
pengikutnya mempercayai imam yang tersembunyi
atau imam yang bersifat bathin. Sederhananya
mereka menganggap bahwa setiap yang tersurat
(dzahir) pasti juga terikat dengan yang tersirat
(bathin), dan setiap yang tanzil pasti memiliki taqwil.
3. Syiah Zaidiah

Aliran ini mengakui bahwa Zaid bin Ali, putera Ali
Zainal Abidin ini sebagai imam ke-lima. Hal ini sedikit
berbeda dengan aliran dalam Syiah yang lainnya
yang justru mengatakan bahwa Muhammad Al-Baqir
(putera Ali Zainal Abidin yang lainnya) yang menjadi
imam ke-lima. Dari nama Zaid bin Ali inilah nama
Zaidiah diambil. Aliran Syiah Zaidiah ini lebih bersifat
moderat bahkan menurut Abu Zahrah, kelompok ini
yang paling dekat hubungannya dengan kelompok
Islam Sunni.
4. Syiah Ghullat

Ghullat secara istilah artinya orang-orang yang
melakukan perbuatan melampaui batas atau
berlebih-lebihan. Maka dengan demikian, Syiah
Ghullat adalah sekelompok orang yang mendukung
Ali dan keturunannya dalam imamah yang disertai
dengan sikap yang sangat berlebih-lebihan sehingga
melampaui batas agama yang menjadi faktor
berubahnya hal-hal politis menjadi teologis. Menurut
Abu Zahrah menjelaskan bahwa kelompok Syiah
Ghullat adalah yang membawa kepemimpinan
seorang Ali pada derajat kenabian, bahkan
menganggap derajatnya lebih tinggi dari Rasulullah.
Awal hadirnya Syiah dalam coretan sejarah dimasa
lalu tidaklah berciri kepercayaan atau faham agama
yang khas seperti Syiah yang kita saksikan hari ini.
Kehadiran Syiah adalah sebagai respon politik
terhadap gerakan politik yang dilacarkan oleh
kelompok Khawarij, dan sebagai bentuk sikap dan
dukungan orang-orang terhadap Ali yang menurut
mereka merupakan pemegang hak tunggal
kepemimpinan pasca Rasulullah wafat. Tetapi
setelah periode pertama dari kaum Syiah ini
berlalu, gerakan Syiah mengalami perkembangan
baru dan terjadilah perubahan pemikirannya.